Anda di halaman 1dari 39

PROPOSAL ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

KLIEN DENGAN
GANGGUAN PROSES PIKIR (WAHAM)

Untuk memenuhi tugas Keperawatan Jiwa

Oleh:

Kelompok ; 1. Flamboyan
2. Mitra
3. Gelatik

PROGAM STUDY NERS KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MUHAMMADIYAH LAMONGAN
2018
KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah

SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan proposal ini

yang berjudul : Asuhan Keperawatan dengan Klien Gangguan Proses Pikir (Waham).

Penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan yang belum

terjangkau oleh penulis, maka penulis mengharapkan kritik dan saran serta masukan

yang membangun demi kesempurnaan proposal ini.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada Ibu selaku Pembimbing Klinik Keperawatan Jiwa dan beberapa pihak yang

telah membantu dalam penulisan proposal ini.

Semoga amal baik yang telah diberikan kepada saya mendapat imbalan yang

setimpal dari Allah SWT. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Surabaya, 3 Maret 2018

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i

KATA PENGANTAR............................................................................................ ii

DAFTAR ISI......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang............................................................................. 1

B. Tujuan........................................................................................... 1

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Definisi......................................................................................... 3

B. Klasifikasi.................................................................................... 3

C. Etiologi......................................................................................... 5

D. Proses terjadinya waham.............................................................. 5

E. Tanda dan Gejala.......................................................................... 5

F. Rentang Respon........................................................................... 6

G. Pohon Masalah............................................................................. 9

H. Konsep Asuhan Keperawatan...................................................... 10

BAB III TINJAUAN KASUS.......................................................................... 12

BAB IV PENUTUP

A. Penutup......................................................................................... 29

B. Saran.............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Waham adalah gangguan proses pikir yang ditandai dengan keyakinan, ide-

ide pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan tidak bisa diubah dengan

logika/bukti-bukti yang nyata.

Waham adalah keyakinan isi pikir yang tidak sesuai dengan kenyataan atau

tidak cocok dengan inteligensi dan latar belakang kebudayaan walaupun hal-hal

itu mustahil.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Untuk mendapatkan gambaran umum tentang penerapan proses asuhan

keperawatan terhadap klien dengan gangguan proses pikir (waham).

2. Tujuan Khusus

a. Perawat mampu melaksanakan pengkajian terhadap pasien dengan

gangguan proses pikir (waham).

b. Perawat mampu menyusun diagnosa keperawatan sesuai dengan hasil

pengkajian

c. Perawat mampu menyusun perencanaan keperawatan terhadap pasien

dengan keluhan gangguan proses pikir dengan kebutuhan pasien.


d. Perawat mampu melakukan intervensi tindakan yang nyata sesuai dengan

perencanaan tindakan keperawatan dan prioritas masalah.

e. Perawat mampu menentukan permasalahan yang dihadapi klien dan

dengan memperhatikan pohon masalah dapat diketahui penyebab sampai

pada efek dari masalah tersebut.


BAB II
KONSEP TEORI

A. DEFINISI
Waham adalah keyakinan klien yang tidak sesuai dengan kenyataan yang
tetap dipertahankan dan tidak dapat dirubah secara logis oleh orang lain.
Keyakinan ini berasal dari pemikiran klien yang sudah kehilangan kontrol
(Dermawan, 2013).
Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas
yang salah. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar
belakang budaya klien. Waham dipengaruhi oleh factor pertumbuhan dan
perkembanganseperti adanya penolakan , kekerasan, tidak ada kasih saying,
pertengkaran orang tua dan aniaya (Kliat, 1999 dalam buku Keperawatan Jiwa
Konsep dan Kerangka Kerja Asuhan Keperawatan Jiwa 2013).

B. KLASIFIKASI
1. Waham Kebesaran
Keyakinan klien yang berlebihan tentang kebesaran dirinya atau kekuasaan.
Penderita merasa dirinya orang besar, berpangkat tinggi, orang yang pandai
sekali, orang kaya.
2. Waham Berdosa
Timbul perasaan bersalah yang luar biasa dan merasakan suatu dosa yang
besar. Penderita percaya sudah selayaknya ia di hokum berat.
3. Waham Dikejar
Individu merasa dirinya senantiasa di kejar-kejar oleh orang lain atau
kelompok orang yang bermaksud berbuat jahat padanya.
4. Waham Curiga
Klien yakin bahwa ada orang atau kelompok yang sedang mengancam
dirinya. Individu juga merasa selalu disindir oleh orang-orang sekitarnya.
Biasanya individu yang mempunyai waham ini mencari-cari hubungan antara
dirinya dengan orang lain di sekitarnya, yang bermaksud menyindirnya atau
menuduh hal-hal yang tidak senonoh terhadap dirinya.
5. Waham Cemburu
Selalu cemburu pada orang lain
6. Waham Somatik atau Hipokondria
Keyakinan terhadap berbagai penyakit yang berada dalam tubuhnya seperti
ususnya yang membusuk, otak yang mencair.
7. Waham Keagamaan
Keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan. Keyakinan dan
pembicaraan klien selalu tentang agama.
8. Waham Nihilistik
Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada lagi di dunia atau sudah meninggal
dunia.
9. Waham Pengaruh
Klien merasa pikiran, emosi dan perbautannya diawasi atau dipengaruhi oleh
orang lain atau kekuatan.
10. Waham Sisip Pikir
Klien yakin bahwa ada pikiran orang lain yang disisipkan / dimasukkan
kedalam pikirannya.
11. Waham Siar Pikir
Klien yakin bahwa orang lain mengetahui isi pikirnya, padahal dia tidak
pernah menyatakan pikirannya kepada orang terseput.
12. Waham Kontrol Pikir
Klien yakin bahwa pikirannya dikontrol oleh kekuatan dari luar.
(Dermawan, 2013).

C. ETIOLOGI
1. Faktor predisposisi
a. Factor perkembangan
Hambatan perkembangan akan mengganggu hubungan interpersonal
seseorang. Hal ini dapat meningkatkan stress dan ansietas yang berakhir
dengan gangguan persepsi, klien menekankan perasaannya sehingga
pematangan fungsi intelektual dan emosi tidak efektif.
b. Factor social budaya
Seseorang yang merasa diasingkan dan kesepian dapat menyebabkan
timbulnya waham.
c. Factor psikologis
Hubungan yang tidak harmonis, peran ganda bertentangan dapat
menimbulkan ansietas dan berakhir dengan pengingkaran terhadap
kenyataan.
d. Factor biologis
Waham diyakini terjadi karena adanya atrofi otak, pembesaran ventrikel di
otak.
e. Factor genetic
Gangguan orientasi realita yang ditemukan pada klien dengan skizofrenia.
2. Factor presipitasi
a. Factor social budaya
Waham dapat dipicu karena adanya perpisahan dengan orang yang berarti
atau di asingkan dari kelompok.
b. Factor biokimia
Dopamine, norepineprin dan zat halusinogen lainnya di duga dapat
menjadi penyebab waham pada seseorang.
c. Factor psikologis
Kecemasan yang memanjang dan terbatasnya kemampuan untuk
mengatasi masalah sehingga klien mengembangkan koping untuk
menghindari kenyataan yang menyenangkan.
(Dermawan, 2013).

D. PROSES TERJADINYA WAHAM


1. Gagal melalui tahapan perkembangan dengan sehat
2. Klien disingkirkan oleh orang lain dan merasa kesepian
3. Hubungan yang tidak harmonis dengan orang lain
4. Perpisahan dengan orang yang dicintainya
5. Kegagalan yang sering dialami
6. Keturunan, paling sering pada kembar satu telur
7. Sering menggunakan penyelesaiaan masalah yang tidak sehat, misalnya
menyalahkan orang lain.
(Dermawan, 2013).

E. TANDA DAN GEJALA


1. Kognitif
a. Tidak mampu membedakan nyata dengan tidak nyata
b. Individu sangat percaya pada keyakinannya
c. Sulit berfikir realita
d. Tidak mampu mengambil keputusan
2. Afektif
a. Situasi tidak sesuai kenyataan
b. Afek tumpul
3. Perilaku dan Hubungan Sosial
a. Hipersensitif
b. Hubungan interpersonal dengan orang lain dangkal
c. Depresi
d. Ragu-ragu
e. Mengancam secara verbal
f. Aktifitas tidak tepat
g. Curiga
4. Fisik
a. Hygiene kurang
b. Muka pucat
c. Sering menguap
d. BB turun
(Dermawan, 2013).

F. RENTANG RESPON
RESPON ADAPTIF RESPON MALADAPTIF
Pikiran Logis Distorsi Pikir
1. Persepsi kuat 1. Ilusi Gangguan
2. Emosi konsisten 2. Reaksi emosi Pikitan
dengan pengalaman 1. Sulit berespon
berlebihan 2. Emosi
3. Perilaku sesuai 3. Perilaku kacau
4. Berhubungan sesuai

G. PERAN SERTA KELUARGA


Asuhan yang dapat dilakukan keluarga terhadap klien dengan waham :
1. Bina hubungan saling percaya keluarga dengan klien
a. Sikap keluarga yang bersahabat, penuh perhatian, hangat dan lembut
b. Berikan penghargaan terhadap perilaku positif yang dimiliki/ dilakukan.
c. Berikan umpan balik yang tidak menghakimi dan tidak menyalahkan.
2. Kontak sering tapi singkat
3. Tingkatkan hubungan klien dengan lingkungan social secara bertahap.
4. Bombing klien untuk melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan dan
keinginannya.
5. Hindarkan berdebat dengan waham.
6. Berikan obat sesuai dengan aturan.
7. Jangan lupa control.
(Dermawan, 2013).

H. POHON MASALAH
Resiko Perilaku Kekerasan Kerusakan Komunikasi Verbal

Perubahan Isi Pikir : Waham

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah


BAB 3
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian
Menurut tim Depkes RI (1994), pengkajian adalah langkah awal dan dasar proses
keperawatan secara menyeluruh. Pada tahap ini pasien yang dibutuhkan dikumpulkan
untuk menentukan masalah keperawatan.
Patricia A Potter et al (1993) dalam bukunya menyebutkan bahwa pengkajian terdiri
dari 3 kegiatan yaitu: pengumpulan data, pengelompokan data atau analisa data dan
perumusan diagnosa keperawatan. Data dapat dikumpulkan dari berbagai sumber data
yaitu sumber data primer (klien) dan sumber data sekunder seperti keluarga, teman
terdekat klien, tim kesehatan, catatan dalam berkas dokumen medis klien dan hasil
pemeriksaan. Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
dengan observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik.
Beberapa faktor yang perlu dikaji:
a. Faktor predisposisi
1) Genetik: diturunkan
2) Neurobiologis: adanya gangguan pada konteks pre frontal dan konteks limbic
3) Neurotransmiter: abnormalitas pada dopamine, serotonin, dan glutamat.
4) Virus: paparan virus influinsa pada trimester III
5) Psikologi: ibu pencemas ,terlalu melindungi ,ayah tidak peduli.
b. Faktor presipitasi
1) Proses pengolahan informasi yang berlebihan
2) Mekanisme penghantaran listrik yang abnormal
3) Adanya gejala pemicu
Setiap melakukan pengkajian, tulis tempat klien dirawat dan tanggal dirawat. Isi
pengkajiannya meliputi:
a. Identifikasi klien
Perawat yang merawat klien melakukan perkenalan dan kontrak dengan klien
tentang: Nama klien, panggilan klien, Nama perawat, tujuan, waktu pertemuan,
topik pembicaraan.
b. Keluhan utama / alasan masuk
Tanyakan pada keluarga / klien hal yang menyebabkan klien dan keluarga datang
ke Rumah Sakit, yang telah dilakukan keluarga untuk mengatasi masalah dan
perkembangan yang dicapai.
c. Riwayat Penyakit Sekarang
Tanyakan pada klien / keluarga, apakah klien pernah mengalami gangguan jiwa
pada masa lalu, pernah melakukan, mengalami, penganiayaan fisik, seksual,
penolakan dari lingkungan, kekerasan dalam keluarga dan tindakan kriminal.
Dapat dilakukan pengkajian pada keluarga faktor yang mungkin mengakibatkan
terjadinya gangguan:
1) Psikologis
Keluarga, pengasuh dan lingkungan klien sangat mempengaruhi respon
psikologis dari klien.
2) Biologis
Gangguan perkembangan dan fungsi otak atau SSP, pertumbuhan dan
perkembangan individu pada prenatal, neonatus dan anak-anak.
3) Sosial Budaya
Seperti kemiskinan, konflik sosial budaya (peperangan, kerusuhan, kerawanan),
kehidupan yang terisolasi serta stress yang menumpuk.
d. Aspek fisik / biologis
Mengukur dan mengobservasi tanda-tanda vital: TD, nadi, suhu, pernafasan. Ukur
tinggi badan dan berat badan, kalau perlu kaji fungsi organ kalau ada keluhan.
e. Aspek psikososial
1) Membuat genogram yang memuat paling sedikit tiga generasi yang dapat
menggambarkan hubungan klien dan keluarga, masalah yang terkait dengan
komunikasi, pengambilan keputusan dan pola asuh.
2) Konsep diri
a) Citra tubuh: mengenai persepsi klien terhadap tubuhnya, bagian yang disukai
dan tidak disukai.
b) Identitas diri: status dan posisi klien sebelum dirawat, kepuasan klien
terhadap status dan posisinya dan kepuasan klien sebagai laki-laki /
perempuan.
c) Peran: tugas yang diemban dalam keluarga / kelompok dan masyarakat dan
kemampuan klien dalam melaksanakan tugas tersebut.
d) Ideal diri: harapan terhadap tubuh, posisi, status, tugas, lingkungan dan
penyakitnya.
e) Harga diri: hubungan klien dengan orang lain, penilaian dan penghargaan
orang lain terhadap dirinya, biasanya terjadi pengungkapan kekecewaan
terhadap dirinya sebagai wujud harga diri rendah.
3) Hubungan sosial dengan orang lain yang terdekat dalam kehidupan, kelompok
yang diikuti dalam masyarakat.
4) Spiritual, mengenai nilai dan keyakinan dan kegiatan ibadah.
f. Status mental
Nilai penampilan klien rapi atau tidak, amati pembicaraan klien, aktivitas motorik
klien, alam perasaan klien (sedih, takut, khawatir), afek klien, interaksi selama
wawancara, persepsi klien, proses pikir, isi pikir, tingkat kesadaran, memori,
tingkat konsentasi dan berhitung, kemampuan penilaian dan daya tilik diri.
g. Kebutuhan persiapan pulang
1) Kemampuan makan klien, klien mampu menyiapkan dan membersihkan alat
makan.
2) Klien mampu BAB dan BAK, menggunakan dan membersihkan WC serta
membersihkan dan merapikan pakaian.
3) Mandi klien dengan cara berpakaian, observasi kebersihan tubuh klien.
4) Istirahat dan tidur klien, aktivitas di dalam dan di luar rumah.
5) Pantau penggunaan obat dan tanyakan reaksi yang dirasakan setelah minum
obat.
h. Masalah psikososial dan lingkungan
Dari data keluarga atau klien mengenai masalah yang dimiliki klien.
i. Pengetahuan
Data didapatkan melalui wawancara dengan klien kemudian tiap bagian yang
dimiliki klien disimpulkan dalam masalah.
j. Aspek medik
Terapi yang diterima oleh klien: ECT, terapi antara lain seperti terapi psikomotor,
terapi tingkah laku, terapi keluarga, terapi spiritual, terapi okupasi, terapi
lingkungan. Rehabilitasi sebagai suatu refungsionalisasi dan perkembangan klien
supaya dapat melaksanakan sosialisasi secara wajar dalam kehidupan
bermasyarakat.
Berik lain dapat membaca pikirannya?ut adalah beberapa contoh pertanyaan yang
dapat kita gunakan sebagai panduan untuk mengkaji pasien dengan waham:
a. Apakah pasien memiliki pikiran/isi piker yang berulang-ulang diungkapkan dan
menetap?
b. Apakah pasie takut terhadap objek atau situasi tertentu, atau apakah pasien cemas
secara berlebihan tentang tubuh atau kesehatanya?
c. Apakah pasien pernah merasakan bahwa benda-benda disekitarnya aneh dan tidak
nyata?
d. Apakah pasien pernah merasakan bahwa ia berada diluar tubuhnya?
e. Apakah pasie pernah merasa diawasi atau dibicarakan oleh orang lain?
f. Apakah pasien berfikir bahwa pikiran atau tindakanya dikontrol oleh orang lain?
g. Apakah pasien menyatakan bahwa ia memiliki kekuatan fisik atau kekuatan
lainnya tau yakin bahwa orang.
2.Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah penilaian atau kesimpulan yang diambil dari
pengkajian (Gabie, dikutip oleh Carpernito, 1983).
Diagnosa keperawatan adalah masalah kesehatan aktual atau potensial dan
berdasarkan pendidikan dan pengalamannya perawat mampu mengatasinya (Gordon
dikutip oleh Carpernito, 1983).
Masalah keperawatan yang sering muncul yang dapat disimpulkan dari hasil
pengkajian adalah:
1. Perubahan proses pikir: Waham Kebesaran

a. Data subjektif: klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya (tentang agama,


kebesaran, kecurigaan, keadaan dirinya) berulang kali secara berlebihan tetapi
tidak sesuai kenyataan.
b. Data objektif: klien tampak tidak mempunyai orang lain, curiga, bermusuhan,
merusak (diri, orang lain, lingkungan), takut, kadang panik, sangat waspada,
tidak tepat menilai lingkungan/realitas, ekspresi wajah klien tegang, mudah
tersinggung.
c. Diagnose keperawatan
 Perubahan proses pikir: Waham Kebesaran

3. Tindakan Keperawatan
 Diagnosa 1: Perubahan proses pikir: Waham Kebesaran

a. Tujuan:
1) Pasien dapat berorientasi kepada realitas secara bertahap.
2) Pasiendapat memenuhi kebutuhan dasar
3) Pasien mampu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan
4) Pasien menggunakan obat dengan prinsip 6 benar.
b. Tindakan
1) Bina hubungan saling percaya
Rasional: Hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancaran hubungan
interaksinya.
 Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, perkenalkan diri, jelaskan
tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kontrak yang jelas
(topik, waktu, tempat).
 Jangan membantah dan mendukung waham klien : katakan perawat menerima
keyakinan klien "saya menerima keyakinan anda" disertai ekspresi menerima,
katakan perawat tidak mendukung disertai ekspresi ragu dan empati, tidak
membicarakan isi waham klien.
 Yakinkan klien berada dalam keadaan aman dan terlindungi : katakan perawat
akan menemani klien dan klien berada di tempat yang aman, gunakan
keterbukaan dan kejujuran jangan tinggalkan klien sendirian.
 Observasi apakah wahamnya mengganggu aktivitas harian dan perawatan diri.
2) Bantu orientasi Realita
Rasional: Dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki klien, maka akan
memudahkan perawat untuk mengarahkan kegiatan yang bermanfaat bagi klien
dari pada hanya memikirkannya.
 Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis.
 Diskusikan bersama klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat
ini yang realistis.
 Tanyakan apa yang biasa dilakukan kemudian anjurkan untuk melakukannya
saat ini (kaitkan dengan aktivitas sehari hari dan perawatan diri).
 Jika klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan
waham tidak ada. Perlihatkan kepada klien bahwa klien sangat penting.
3) Diskusikan kebutuhan psikologis/emosional yang tidak terpenuhi sehingga
menimbulkan kecemasan, rasa takut dan marah.
Rasional: Dengan mengetahui kebutuhan klien yang belum terpenuhi perawat
dapat merencanakan untuk memenuhinya dan lebih memperhatikan kebutuhan
klien tersebut sehingga klien merasa nyaman dan aman.
 Observasi kebutuhan klien sehari-hari.
 Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik selama di rumah maupun
di rumah sakit (rasa sakit, cemas, marah).
 Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham.
 Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan
waktu dan tenaga (buat jadwal jika mungkin).
 Atur situasi agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya.
4) Klien dapat berhubungan dengan realitas.
Rasional: Menghadirkan realitas dapat membuka pikiran bahwa realita itu lebih
benar dari pada apa yang dipikirkan klien sehingga klien dapat menghilangkan
waham yang ada.
 Berbicara dengan klien dalam konteks realitas (diri, orang lain, tempat dan
waktu).
 Sertakan klien dalam terapi aktivitas kelompok : orientasi realitas.
 Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien.
5) Klien dapat menggunakan obat dengan benar.
Rasional: Penggunaan obat yang secara teratur dan benar akan mempengaruhi
proses penyembuhan dan memberikan efek dan efek samping obat.
 Diskusikan dengan klien tentang nama obat, dosis, frekuensi, efek dan efek
samping minum obat.
 Bantu klien menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (nama pasien, obat,
dosis, cara dan waktu).
 Anjurkan klien membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan.
 Beri reinforcement bila klien minum obat yang benar.
6) Klien dapat dukungan dari keluarga.
Rasional: Dukungan dan perhatian keluarga dalam merawat klien akan
mambentu proses penyembuhan klien.
 Diskusikan dengan keluarga melalui pertemuan keluarga tentang : gejala
waham, cara merawat klien, lingkungan keluarga dan follow up obat.
 Beri reinforcement atas keterlibatan keluarga.
BAB III

TINJAUAN KASUS

RUANG RAWAT : FLAMBOYAN TANGGAL DIRAWAT :


I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Ny. T Tanggal Pengkajian : 20 Februari 2018
Umur : 51 Tahun RM. No : 05-55-xx
Informan : Pasien dan Status Rekam Medis

II. ALASAN MASUK


Pasien dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Menur oelh dinsos karena
jalan-jalan sendiri dijalan raya tanpa identitas, saat ditanya keluarganya pasien
tidak ingat. Saat dikahi oleh perawat pada tgl 20 feb 2018 pasien mengatakan
bahwa dirinya memiliki suami bernama william dari buckingham (Inggris utara)
yang juga keturunan Aborogin (Australia), sehingga anaknya mengikutinya
memiliki keturunan aborigin. Pasien juga mengatakan bahwa dirinya bekerja
sebagai guru SD dan jadi tour guide untuk menghidupi anak-anaknya. Pasien
sangat meyakini bahwa dia adalah keluarga dari kerajaan inggris yaitu istri dari
pangeran william, menantu dari ratu elizabeth dan pangeran charles. Pasien
mengatakan dia mempunyai 6 orang anak dan seorang suami, selain itu pasien
juga mengaku memiliki banyak perusaan dengan produk-produk terkenal seperti
aqua, indomie, ale-ale dsb.

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Pasien mengalami gangguan jiwa di masa lalu? Tidak
2. Pengobatan sebelumnya? Tidak ada
3. Pengalaman
Aniaya fisik : Tidak
Aniaya seksual : Tidak
Penolakan : Tidak
Kekerasaan dalam keluarga : Tidak
Tindakan kriminal : Tidak
Jelaskan no. 1, 2,3 : Pasien tidak pernah mengalami gangguan jiwa
sebelumnya
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa? Tidak
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan?
Jawaban : Klien mengatakan bahwa dulu dia pernah
diganggu yaitu guna-guna dari dukun agar ia
menuruti apapun kemauan dukun tersebut saat
kuliah di IKIP Malang
Masalah Keperawatan : Disstres Masa Lalu

IV. FISIK
1. Tanda Vital : TD : 120/70 mmHg N: 90x/menit S: 36 0C RR :
20x/menit
2. Ukur : BB : 53 kg TB : 162 cm
3. Keluhan Fisik : Tidak Ada
Jelaskan : Klien mengatakan tidak ada yang dikeluhkan
dan pasien merasa baik-baik saja
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram
Jelaskan : Pasien ditemukan Dinsos saat jalan jalan
sendirian dijalan raya, tanpa ada identitas, saat
ditanya pasien tidak ingat keluarganya, tetapi
pasien mengaku mempunyai suami dan 6 orang
anak
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan
2. Konsep diri :
a. Gambaran Diri : Klien mengatakan sangat menyukai rambutnya
apabila dipotong pendek seperti sekarang
b. Identitas : Klien mengatakan senang hidup sebagai seorang ibu
rumah tangga dengan suami dan 6 anaknya
c. Peran : Klien mengatakan sangat senang dengan
pekerjaannya sebagai guru sd dan tour guide semari
menjadi ibu rumah tangga
d. Ideal Diri : Klien mengatakan dirinya akan sangat bahagia
apabila bisa pulang dan berkumpul dengan
keluuarganya
e. Harga Diri : Klien mengatakan mengatakan tidak malu dengan
orang lain, hanya saja tidak begitu suka terlalu sering
berkomunikasi dengan orang lain
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawtan
3. Hubungan Sosial :
a. Orang yang berarti :
Pasien mengatakan orang yang paling berati adalah suami dan anak-
anaknya
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/ masyarakat :
Pasien selalu mengiuti kegiatan kelompok baik dirumah dan dirumah
sakit.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Pasien tampak aktif berkomunikasi dengan orang lain jika diajak bicara
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
4. Spiritual :
a. Nilai dari keyakinan :
Pada saat pengkajian pasien mengatakan beragama islam tetapi sebelum
itu dulu pernah beragama hindu.
b. Kegiatan ibadah :
Pasien mengatakan jarang beribadah pada saat dirumah maupun di rumah
sakit.
Masalah Keperawatan : Distress Spiritual
GENOGRAM

x x x x x
KET:
: Laki-laki
: Perempuan
X : Meningal
------- : Tinggalsatu rumah
: Pasien

(Sumber : Pasien)

VI. STATUS MENTAL


1. Penampilan
Jelaskan: Penampilan pasien tidak rapi rambut berbuai dan sring mencari kutu
dengan tangan dirambutnya
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan
2. Pembicaraan : Ikoberen
Jelaskan : Pasien berbicara jelas, tidak nyaring, tapi lancar
Masalah Keperawatan : Hambatan Komunikasi Verbal

3. Aktivitas Motorik :-
Jelaskan : saat ditanya bagaimana perasaannya pasien
mengatakan merasa sedih dan khawatir tidak dapat
pulang
Masalah Keperawatan : Ketidaknyamanan
4. Alam Perasaan
Jelaskan : Pasien koperatif dan antusias saat menceritakan, tetapi
terkadang sedikit marah jika ditanya perihal suaminya
terus – menerus, pasien selalu mempertahankan
keenaran ceritanya
Masalah Keperawatan : Gg. Interaksi Sosial
5. Afek :-
Jelaskan : pasien mengatakan tidak pernah mendengarkan bisik
- bisikan
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
6. Interaksi Selama Wawancara : Defensif dan Mudah Tersinggung
Jelaskan : Pasien kopertif dan antusias saat menceritakan, tetapi
terkadang sedikit marah jika ditanya perihal
suaminyaterus- menerus, pasien selalu
mempertahankan kebenaran ceritanya.
Masalah Keperawatan : Gangguan Interaksi Sosial
7. Persepsi
Halusinasi
Jelaskan : kliek tidak mengalami gangguan persepsi halusinasi
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan
8. Proses Pikir : Sirkumstansial
Jelaskan : Setiap pasien bicara selalu berbelit – belit serta tidak
rasional dan kurang releven
Masalah Keperawatan : Perubahan proses pikir
9. Isi Pikir
Waham kebesaran
Jelaskan : pasein mengatakan bahwa memeiliki suami bernama
william yang berasal dari backingham ingris utara
keturunan aborigin (Australia) sehingga anaknya juga
ada keturunan aborigin
Masalah Keperawatan : Gg. Proses pikir : Waham kebesaran

10. Tingkat Kesadaran :


Disorientasi : Waktu
Jelaskan : pasien mengatakan bahwa sekarang diruang
flamboyan RS.J Menur, kerumah sakit diantar oleh
dinsos, pasien juga tidak tahu sekarang tanggal berapa
dan jam berapa
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan
11. Memori : gangguan daya ingat jangka panjang dan pendek
Jelaskan :
Jangka panjang = klien saat ditanya sekolah terakhir menjawab tidak
tahu
Jangka pendek = saat ditanya nama perawat bisa menjawab dean
pasien bisa membedakan antara pasien, perawat dan
teman
Masalah Keperawatan : Gangguan Proses Pikir
12. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
Jelaskan : Pasien dapat berkonsentrasi dengan apa yang
sedang dilakukan, pasien dapat menghitung jumplah pasien dikamarnya
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan
13. Kemampuan Penilaian : Gangguan ringan
Jelaskan : Pasien masih berpendapat bahwa dirinya
adalah istri dari william dari backingham ingris utara
yang mempunyai keturunan aborigin (Australia)
Masalah Keperawatan : Gangguan Proses Pikir
14. Daya Tilik Diri : mengingkari penyakit yang diderita
Jelaskan : Pasien mengatakan tidak sakit
Masalah Keperawatan : Resiko Penatalaksanaan Regimen Terapi
Inefektif

VII.KEBUTUHAN PULANG
1. Kemampuan klien memenuhi / menyediakan kebutuhan
Makanan (Ya) Pakaian (Ya) Uang (Tidak)
Keamanan (Tidak) Transportasi (Ya)
Perawatan Kes (Tidak) Tempat tinggal (Tidak)
Jelaskan : Pasien belum mampu menjaga keamanannya sendiri,
belum mampu mengatur penguaan obat
Masalah Keperawatan : Gangguan Pemeliharaan Kebtuhan
2. Kegiatan sehari-hari:
a. Perawatan Diri
Makan : Mandiri BAB/BAK : Mandiri
Kebersihan : Mandiri Ganti Pakaian : Mandiri
Makan : Mandiri
Jelaskan : Pasien dapat mandi 2x sehari tetapi harus diarahkan,
menganti pakainjuga masih harus diarahkan
Masalah Keperawatan : Defisit perawatan diri
b. Nutrisi
- Apakah anda puas dengan pola makan anda? Ya
- Apakah anda makan memisahkan diri? Tidak
- Frekuensi makan 3x/ hari
- Frekuensi udapan tidak ada
- Diit khusus : tidak ada diit khusus
Jelaskan : pasien mengatakan makanya apa saja mau, pasien
mampu menghabiskan satu porsi makan
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan
c. Tidur
- Apakah ada masalah? Tidak
- Apakah anda merasa segar setelah bangun tidur? Ya
- Apakah anda kebiasaan tidur siang? Ya
- Lamanya 7 jam
- Apa yang menolong anda untuk tidur? Selimut
- Waktu tidur malam: Jam 22.00 WIB Waktu bangun jam 03.00 WIB
- Sulit untuk tidur : Tidak
- Bangun terlalu pagi : Ya
- Semnabolisme : Tidak
- Terbangun saat tidur : Tidak
- Gelisah saat tidur : Tidak
- Berbicara dalam tidur: Tidak
Jelaskan : Pasien mengatakan bahwa tidurnya kurang nyenyak
Masalah Keperawatan : Gg. Pola istirahat tidur
3. Kemampuan klien dalam
- Mengantisipasi kebutuhan sendiri : Tidak
- Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri : Tidak
- Mengatur penggunaan obat : Tidak
- Melakukan pemeriksaan kesehatan : Tidak
Jelaskan : Pasien mengtakan belum mampu mengatur kebutuhan
kesehatanya seperti mengatur jadwal minum obat
Masalah Keperawatan : Resiko Penatalaksanaan Regimen Terapi Inefektif
4. Klien memiliki sistem pendukung
Keluarga (Ya) Teman Sejawat (Tidak)
Profesional/terapis (Ya) kelompok Sosial (Tidak)
Jelaskan : Pasien memilih pendukung yaitu teman - temanya
Masalah Keperawatan : Tidakada masalah keperawatan
5. Apakah klien menikmati saat bekerja kegiatan yang menghasilkan atau hobi :
(Ya)
Jelaskan : Pasien mengatakan nyaman sebagai ibu rumah tangga
dan senang bisa menjadi guru sd dan tour guide.
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan

VIII. MEKANISME KOPING


Adatif : Bicara dengan orang lain, olahraga
Maladaptif : Reaksi berlebih, Menghindar
Masalah Keperawatan : Koping Individu Inefektif
IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik Tidak ada masalah dengan
dukungan kelompok
Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik Tidak ada masalah dengan
dukungan lingkungan
Masalah dengan pendidikan, spesifik Pasien mengatakan lulusan S1 Kejuruan
sastra inggris
Masalah dengan pekerjaan, spesifik Pasien sanagt menyukai perkerjaanya
sebagai guru SD dan tour guide
Masalah dengan perumahan, spesifik Pasien ditemukan oleh dinsos saat sedng
jalan – jalan dijalan raya tanpa identitas
Masalah ekonomi, spesifik Pasien mengatakan dia pusing dulu pernah punya
hutang
Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik pasien mengatakan pelayanan
dirumah sakit sangat baik
Masalah lainnya, spesifik Pasien mengatakan punya suami bernama
pangeran william dari bacenham dari inggris utara ketrunan aborigin
(Australia)
Masalah Keperawatan : Waham kebesaram

X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG


Penyakit Jiwa ( Ya) Sistem Pendukung (Tidak)
Faktor presipitasi (Tidak) Penyakit Fisik (Tidak)
Koping (Ya) Obat-Obatan (Tidak)
Lainnya : Pasien tidak tau penyakit yang dideritanya serta
koping yang harus dilakukan
Masalah Keperawatan : Gg. Koping Pengetahuan

XI. DATA LAIN-LAIN


WBC (Leukosit) : 5,6 4,8-10,8
RBC (Eritrosit) : 4,63 4,2-6,1
HCT (Hematokrit) : 16,2 12-18
PLT (Trombosit) : 260 150-450
SGOT : 28 31
SGPT : 20 31
BUN : 13,3 4,5-23
Creatinin : 1,1 0,6-1,2
GDA : 88 75-115

XII.ASPEK MEDIK
Diagnosa Medik : F 20.0 ( skizorfrenia Paranoid)
Terapi Medik : Trioxiphenidil 2 mg
Clozopine 25 mg
Tri filoperazin 5 mg

XIII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Distress masa lalu
2. Distress masa spiritual
3. Defisit perawatan diri
4. Ganguan komunikasi verbal
5. Ketidak berdayaan
6. Ganguan pola istirahat tidur
7. Ganguan komunikasi
8. Ganguan interaksi sosial
9. Ganguan proses pikir waham kebesaran
10. Ganguan memori (DIJP)
11. Resiko regument terpi in efektif
12. Ganguan pemeliharaan kebutuhan
13. Koping individu inefektif
XIV. DAFTAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Gangguan proses pikir : Waham Kebesaran
ANALISA DATA

Masalah
No Data
Keperawatan
1 Data Subjektif : Gang. Proses pikir ;
Klien mengatakan bahwa dirinya memiliki suami Waham kebesaran
bernama william dari buckingham (Inggris utara)
yang juga keturunan Aborogin (Australia), sehingga
anaknya mengikutinya memiliki keturunan aborigin

Data Objektif :
- Klien tampak meyakini dirinya
benar mempunyai suami benama
william dari Buckingham (Inggris
Utara) yang juga mempunyai
keturunan Aborigin (Australia)
- Afek labil
- Bicara melantur
- Sirkumtansial
- Pasien defensif
POHON MASALAH

Kerusakan komunikasi verbal Resiko tinggi mencederai diri,


orang lain, dan lingkungan

Regument terapi in Gangguan proses pikir : Waham


efektif

Konsep diri : Harga diri rendah

Defisit pengetahuan Koping individu in efektif

Diagnosa Keperawatan :

1. Perubahan proses pikir : Waham Kebesaran


ASUHAN KEPERAWATAN

Nama : Ny. T
Ruang : Flamboyan

Diagnosa Perencanaan
No Tgl Rasional
Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
1 21 – 26 Perubahan TUM :
Februari proses pikir
2018 waham TUK :
kebesaran SP1 dan BHSP
berhubungan 1. Pasien dapat 1.Pasien dapat mebina 1.Bina hubungan saling percaya salam 1.Hubungan saling percaya menjadi
dengan harga membina hubungan hubungan saling terapeutik, perkenalkan diri, jelaskan tujuan dasar interaksi realitasnya dalam
diri rendah saling percaya percaya interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, membina pssien agar berinteraksi
2. Bantu pasien 2.Ekspresi wajah buat kontrak yang jelas dengan baik dan benar, sehingga
memenuhi pasien bersahabat . 2.Jangan membantah dan mendukung wahan pasien
kebutuhan realitas 3.Ada kontak mata pasien, katakan bahwa perawat menerima 2.Membantu orientasi realita dan
3. Pasien dapat 4.Berjabat tangan keyakinan pasien, tetapi katakan juga bahwa menciptakan BHSP
mengidentifikasi 5.Pasien menjawab perawat meragukannya 3.Meningkatkan aktivitas untuk
kebutuhan yang salam 3.Mendiskusikan kebutuhan pasien yang menghindari pemikiran terhadap
belum terpenuhi 6.Orientasi realita baik tidak terpenuhi wahamnya
4. Bantu pasien dan tepat 4.Membantu ADL 4.Membantu kebutuhan dasar
memenuhi 7.Pasien dapat 5.Membuat jadwal kegiatan pemenuhan 5.Meningkatkan kedisiplinan untuk
kebutuhannya mengungkapkan kebutuahn meninkatakan aktivitas secara terus
5. Masukkan dalam kebutuhan realitas dan menerus dan meninggalkan
jadwal kegiatan mempraktikannya pemikiran wahamnya
harian pemenuhan 8.Kebutuhan realitas di
kebutuhan masukkan dalam
jadwal kegiatan harian

SP 2 : Pasien
1.Mengevaluasi jadwal 1.Pasien dapat 1.Bantu pasien mengevaluasi jadwal 1.Meningkatkan kedisiplinan untuk
harian pasien mengevaluasi jadwal kegiatannya memenuhi kebutuhan kegiatan
2.Berdsikusi tentang kegiatan harian pasien 2.Membantu pasien menemukan kemampuan 2.Kemampuan yang digemari dapat
kemampuan yang di 2.Pasien mampu yang di milikinya menambah antusias pasien
miliki mengidentifikasi 3.Membantu pasien untuk berlatih dengan 3.Meningkatkan kualitas dalam
3.Melatih kemampuan kemampuan yang di kemampuan yang di miliki berlatih dengan bantuan
yang di miliki miliki petugas
3.Pasien dapat berlatih
kemampuan yang di
miliki

SP 3 : Pasien
1.Mengevaluasi jadwal 1.Pasien mampu 1.Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 1.Mengevaluasi jadwal harian
kegiatan harian pasien mengevaluasi jadwal 2.Memberikan pendidikan tentang dengan mengevaluasi
2.Memberikan kegiatan harian pentingnya kesehatan dan penggunaan secara membantu cara melakukan
pendidikan kesehatan 2.Pasien mengerti cara teratur, jelaskan cara penggunaan obat secara perawatan yang tepat
tentang penggunaan pengunaan obat secara teratur 2.Memberikan pendidikan
obat secara teratur teratur 3.Membuat jadwal harian penggunaan obat kesehatan sebagai upaya
3.Masukkan dalam 3.Kebutuhan meningkatkan status kesehatan
jadwal harian penggunaan obat di 3.Meningkatkan kedisplinan dan
penggunaan obat masukkan dalam keterangan minum obat
jadwal harian

SP 1 : Keluarga
1.Mendiskusikan 1.Keluarga mampu 1.mengali permasalahan yang
masalah yang menceritakan apa yang 1.mendiskusikan masalah yang dirasakan terlalu di temukan cara
dirasakan keluarga dirasakan saat keluarga baik saat dirumah sakit saat merawat penyelesaian dalam merawat pasien
dalam merawat pasien merawat pasien pasien waham
2.Menjelaskan 2.keluarga mengerti 2. jelaskan tentang apa yang dialami pasien 2. memberikan edukasi gambaran
pengertian tanda tentang waham yang dan proses terjadinya pasien waham dengan benar
gejala, serta jenis dialami pasien 3. jelaskan cara yang tepat untuk merawat 3. meningkatkan kualitas
waham dan proses 3.Keluarga mengerti pasie penatalaksaan tertpi dengan tepat.
terjadinya cara merawat pasien
3.Menjelaskan cara-
cara merawat pasien
waham

1.keluarga mampu 1.membatu keluarga dalam


SP 2: keluarga mempraktikan cara 1.melatih keluarga untuk mempraktikan cara memberikan perawatan yang tepat
1.melatih keluarga merawat pasien merawat pada pasien waham dengan tepat 2. membantu keluarga dalam
mempraktikan cara waham dan benar memberikan perawat yang tepat
merawat pasien 2. keluarga dapat 2. lebih bagaimana cara melakukan perawat serta langsung
waham melakukan cara langsung pasien waham
2. Melatih keluarga merawat langsung
memlkukan cara pada pasien waham
merawat langsung
pada pasien waham
1.keluarga mampu 1.meningkatkan disiplin dengan
SP3: Keluarga membuat jadwal 1.membatu keluarga untuk membuat jadwal jadwal kegiatan harian
1.membantu keluarga aktifitas dirumah kegiatan pasien dirumah, mulai dari 2.membantu keluarga agar
membuat termasuk minum obat kebutuhan yang belum terpenuhi sampai mengerti tindak lanjut apa yang
jadwalaktifitas 2. keluarga mengerti pengunaan obat secara tertur harus dilakukan
dirumah termasuk tindak lanjut yang 2.membantu keluarga dan jelasakan tindak
minum obat harus dilakukan lanjut yang harus dilakukan setelah pulang
2. menjelaskan tidak setelah pulang
lanjut pasien saat 2.
pulang
3.
k
No.
Tanggal Implementasi Evaluasi Paraf
Dx
21 TUK I BHSP dan Sp1 pasien S : pasien dapat membina hubungan saling percaya dengan
Februari 2018 1. Salam terapeutik “Selamat siang buk” (tersenyum) baik, pasien menyatakan memiliki suami bernama
 Memperkenalkan diri william dari buckingham (Inggris Utara) yang
 Berjabat tangan mempunyai keturunan Aborigin (Australia)
 Duduk bersebelahan O:
 Membuat kontrak - pasien tampak masih meyakini bahwa suaminya adalah
 Menunjukkan sikap empati william dari buckingham (Inggris Utara) yang
Nama saya, mahasiswa STIKES Muhammadiyah mempunyai keturunan Aborigin (Australia)
Lamongan, praktek di sini selama 2 minggu. - afek labil
- bicara melantur
2. Membantu orientasi realita - sirkumtansial
3. Mendiskusikan kebutuhan pasien yang belum terpenuhi A : BHSP dan Sp1 berhasil No. 1
4. Membantu kebutuhan pasien yang belum terpenuhi P : Lanjutkan sp1 no. 2,3,4,5
5. Masukkan ke dalam jadwal harian pasien

22 Februari TUK2 Sp1 pasien S : pasien mengatakan masih meyakini bahwa suaminya
2018 1. membantu orientasi realita adalah william dari buckingham (Inggris Utara) yang
2. mendiskusikan kebutuhan pasien yang belum mempunyai keturunan Aborigin (Australia)
terpenuhi O:
3. membantu kebutuhan pasien yang belum terpenuhi - pasien tampak antusias saat berbincang-bincang
4. masukkan ke dalam jadwal harian kegiatan pasien - kontak mata positif
- kadang mudah tersinggung
- mencoba defensif
A : sp1 berhasil nomor 2,3,4
P : lanjutkan sp1 no. 2
23 Februari TUK3 Sp1 dan 2 pasien S : pasien mengatakan masih meyakini bahwa suaminya
2018 1. membantu orientasi realita adalah william dari buckingham (Inggris Utara) yang
2. mengevaluasi jadwal harian pasien mempunyai keturunan Aborigin (Australia), pasien juga
3. mendiskusikan tentang kemampuan yang dimiliki menceritakan kegitan hariannya seperti mengaji, menganyam
pasien saat rehab dll
4. melatih kemampuan yang dimiliki pasien O:
- pasien antusias
- kontak mata positif
- pasien tampak antusias saat didampingi mengaji dengan
teman-temannya
A ; sp1 dan 2 berhasil no. 2,3, dan 4
P : lanjutkan sp1 dan 2 no.1

24 Februari TUK4 Sp1 dan 3 pasien S : pasien mengatakan masih meyakini bahwa suaminya
2018 1. membantu orientasi realita adalah william dari buckingham (Inggris Utara) yang
2. memberikan pendidikan kesehatan tentang mempunyai keturunan Aborigin (Australia), pasien juga
penggunaan obat secara teratur mengatakan belum bisa mengatur penggunaan obat secara
3. masukkan ke dlam jadwal minum obat harian teratur dengan mandiri
O:
- pasien antusias
- kontak mata positif
- pasien tampak belum mengerti jika ditanya tentang
penggunaan obat
A : sp1 dan 3 berhasil no. 3
P : lanjutkan sp1 dan 3 no. 1,2
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Waham adalah gangguan proses pikir yang ditandai dengan keyakinan,

ide-ide pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan tidak bisa diubah dengan

logika/bukti-bukti yang nyata.

B. Saran

Agar dapat memberikan dukungan mental dan seoptimal pada pasien

dalam proses penyembuhan proses pikir dan mampu meningkatkan kualitas

merawat pasien di rumah sakit. Diharapkan agar perawat lebih menjaga hubungan

saling percaya dengan baik dan mampu perlahan mengenalkan realitas yang

sebenarnya.
DAFTAR PUSTAKA

Marilynn E. Doenges. 2006. Rencana Asuhan Keperawatan Psikiatri. Jakarta : EGC.

Stuart dan Sundeen. 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC.

Budi Ana Keliat, dkk. 1998. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC.

Rasmun. 2001. Keperawatan Kesehatan Mental Psikiatri Terintegrasi dengan


Keluarga. Jakarta : PT. Fajar Interpratama.
s