Anda di halaman 1dari 4

BAB III

LANDASAN TEORI

3.1. Menurut Para Ahli

Vicky (2015), dalam penelitiannya yang berjudul Hotspot Berbasis Koneksi

PPPOE (Point To Point Protcol Over Ethernet) Dengan Otentikasi User Manager

Mikrotik bertujuan untuk membatasi pengguna yang dapat terkoneksi ke internet

melalui proses otentikasi sehingga hanya pengguna yang terdaftar saja yang dapat

terkoneksi. Dengan fitur PPPoE pada mikrotik dapat mengamankan komunikasi

data karena data yang dikirimkan telah melalui enkripsi sehingga walaupun ada

pengguna lain yang melakukan penyadapan data pada jaringan maka isi data yang

sesungguhnya tidak dapat diketahui.

Rein Rachman Putra (2015), dalam penelitiannya yang berjudul Analisa

QOS VPN PPPOE Pada Jaringan Backbone Wireless MPLS bertujuan untuk

analisis data pada sistem wireless backbone MPLS didapatkan delay dan jitter

terbesar terjadi pada saat komunikasi menggunakan protokol PPPoE yaitu sebesar

3ms untuk delay, dan untuk nilai Jitter terbesar yang didapat dari pengujian adalah

6ms. Dari scenario pengukuran kualitas komunikasi dengan Packet Generator

menggunakan metode PPPoE- MPLS berhasil menurunkan nilai delay dan jitter

menjadi sebesar 5ms turun 1ms dari PPPoE untuk delay dan 0.88ms turun 0.12ms

dari PPPoE

Yopi Habibi (2014), dalam penelitian yang berjudul Analisis Dan

Implementasi Pppoe Client Dan Server Dengan Menggunakan Mikrotik bertujuan

6
untuk membuktikan Fasilitas cut-off oleh PPPoE untuk user yang menggunakan

program tambahan peningkat bandwith. Penggunaan internet setiap usernya

dipantau secara langsung oleh administrator sistem. Secara default PPPoE akan

melakukan cut-off (memutuskan) koneksi user yang lebih tinggi (brust mode) dari

koneksi yang ditetapkan untuk menjaga kestabilan jaringan. Walaupun instalasinya

yang memakan waktu karena perlu konfigurasi PPPoE Client di tiap komputer user

namun dari segi keamanan hal ini dapat dijadikan pertimbangan dalam pemilihan

protokol yang akan diterapkan pada sebuah VPN, hal ini dapat dibuktikan dengan

penggunaan aplikasi Netcut yang pada ahirnya tidak dapat menyerang host yang

lain pada sebuah jaringan.

Dari ketiga penelitian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Jaringan

Internet sangatlah cepat berkembang pesat dalam hal managemen dan keamanan

jaringan, dengan di kombinasikan antara fitur PPPoE server sebagai limitasi

permanent dan enkripsi data . Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Konsep Jaringan Ini adalah full PPPoE server dengan membuat Limitasi

permanent di setiap user yang di buat.

2. Jaringan PPPoE server ini di lengkapi dengan Enkripsi di konfigurasinya

untuk membuat arus informasi data lebih aman.

3.2. Teori Jaringan Komputer

3.2.1. Definisi Jaringan Komputer

Definisi Jaringan Komputer Secara Umum Menurut Abdul Malik

(2017:2): ” sistem yang terdiri dari komputer - komputer serta piranti -

7
piranti yang saling terhubung sebagai satu kesatuan. dengan dihubungkan

piranti-piranti tersebut, alhasil dapat saling berbagi sumber daya satu piranti

dengan piranti lainnya”.( Perbandingan Metode Simple Queues Dan Queues

Tree Untuk Optimasi Manajemen Bandwidth Menggunakan


[1]
Mikrotik,2017). Pada sebuah jaringan komputer biasanya terhubung

lebih dari satu komputer ke satu atau lebih server, server adalah komputer

yang berfungsi untuk melayani pengiriman data serta penerimaan data.[2]

Server juga mengatur pengiriman dan penerimaan data di antara komputer

- komputer yang tersambung dengan jaringan tersebut.[3]

3.2.2. Klasifikasi Jaringan Komputer

Menurut Ahmaddul Hadi (2016 : 9) Tidak ada yang tepat untuk

mengklasifikasi sistem jaringan secara umum, tetapi terdapat dua hal

penting untuk mengklasifikasi yang sering digunakan para ahli yaitu

mengelompokan jaringan komputer berdasarkan teknologi transmisi dan

berdasarkan jarak. secara garis besar teknologi transmisi di bagi menjadi

dua untuk membedakan jaringan komputer :

a. Jaringan Broadcast, memiliki komunikasi tunggal yang di sebarkan oleh

mesin ke semua mesin yang terdapat pada jaringan melaui pesan - pesan

kecil yang disebut dengan paket.

b. Jaringan Point-to-Point, memiliki beberapa pasang mesin untuk

berkompunikasi ke tempat atau perangkat lain dengan memungkinkan

sebuah paket harus melalui satu atau lebih perangkat sebagai perantara.

Kriteria klasifikasi jaringan komputer berdasarkan jarak (area cakupannya) dibagi

menjadi :

8
a. Local Area Network (LAN)

LAN merupakan jaringan komputer yang digunakan pada

area tertentu. dan dapat diimplemantasikan sampai jarak 10 KM.

Namun, biasanya jaringan LAN hanya digunakan pada lingkup yang

kecil misalnya pada sebuah gedung, universitas dll.

b. MAN (Metropolitan Area Network)

MAN merupakan jaringan komputer yang cakupannya

didalam satu kota. dengan Jangkauan MAN yang lebih luas daripada

yang LAN yang bisa mencapai beberapa ratus kilometer.

c. WAN (Wide Area Network)

WAN merupakan jaringan komputer yang memiliki cakupan

lebih luas dari pada MAN dan LAN. dimana WAN dapat digunakan

untuk menghubungkan antara perangkat yang satu dengan perangkat

lain yang memiliki jarak yang cukup luas, misalnya terhubungnya suatu

kota dengan kota lainnya dalam satu negara.

3.3. Teori Router