Anda di halaman 1dari 6

DKI DKA DKF DA

KLASIF DKI akut (iritan kuat) Ada 2 fase : Ada 2 jenis : Tipe klinis berdasarkan umur :
IKASI • Eritema 1. Fase induksi/sensitisasi 1.Reaksi foto alergi : mekanisme 1. Fase infantil : 2 bl – 2 th
• Edema 2. Fase elisitasi imun (+)  Pipi, dahi, scalp
• Bula  bentuk lesi : eczematous,
• Epidermolisis 2. Reaksi fototoksik : mekanisme prurigo
DKI kronis (iritan lemah------ imun (-) 2. Childhood phase : 4 th – 10 th
>kontak berulang)  Fosa cubiti- leher
• Kering  Fosa poplitea -pergelangan
• Menebal tangan
• Skuama  lesi eczematous-likenifikasi
• Fisur 3. Adult phase : 14 th – 23 th
 = childhood
 likenifikasi

PENYE Bahan iritan : Kontak ulang dengan Erupsi kulit (dermatitis) yang Faktor pencetus :
BAB Alkalis :sabun, detergen, amoniak, alergen disebabkan oleh bahan kontaktan • Alergen makanan
toilet cleansers, plester Muka : kosmetik, cat dan sinar (UVA) • Alergen hirup
Asam : HCl, asam nitrat rambut • Mikroba
Lain-lain : copper, merkuri, Telinga : nikel, bhn topical PENYEBAB : • Bahan kontaktan
Iodine, insektisida, gas, debu Bibir : pasta gigi, lipstick, -Fotosensitizer • Faktor Neuroimunologi
lipbalm -Topikal & per-oral Factor predisposisi :
Leher : parfum, perhiasan • Hipotesis higiene
Ketiak : deodorant • Genetik
Punggung : hak bra • Kerusakan sawar kulit

PATO mediator keradangan (+) DKFT : bahankena UV


GENES Akut : Iritan  penetrasi sawar membran lisosom enzim
IS kulit sel membran & lisozim hidrolitik  rusak
rusakradang
DKFA : fotosensitizer ada
Kronis : sawar kulit rusak epider- mekanisme imun
mal turn over , kulit menebal, UV lisosom = rusak
kering

LAIN- VARIAN :  Inflamasi kulit kronis dan


LAIN - Fototoksik yg disebabkan kambuhan
tumbuhan, dan derivatnya = FITO  Gejala utama gatal
FOTO DERMATITIS  >> bayi & anak
- Berloque dermatitis : akibat < dewasa
parfum dan sinar matahari milk scale (PADA BAYI)
lipatan Dennie Morgan dan
facial pallor(PADA ANAK)

UJI TUSUK/PRICK TEST


DIAGN - Anamnesis
OSIS - Gejala klinis : tidak khas
- Photo patch test

PENG TOPIKAL Pengobatan :


OBAT FT : Coal tar derivates, Lini pertama :
AN e.g. dithranol, psoralen,  Saran umum
furocoumarin  Faktor trigger : dikurangi
FA : Halogenated salicylamides  Obat topikal : emolien, steroi
 Sistemik : antihistamin,
SISTEMIK antibiotika
FT : Demeclocycline Lini kedua :
Doxycycline  Terapi topikal intensif
Chlorpromazine  Tatalaksana alergi :
(jarang) makanan-inhalan-kontaktan
FA : Phenothiazines, sulfonamid,  UV irradiation
griseofulvin Lini ketiga :
 Obat : steroid sistemik,
imunosupresan (siklosporin)
 Desensitisasi
KOMP Komplikasi :
LIKASI 1. Dampak kualitas hidup : aspek
psikososial
2. Gangguan pertumbuhan
3. Infeksi : - bakteri
- jamur
- virus
4. Kelainan mata :
- Iritasi konjunctival
- Keratokonus
- Katarak
5. Dermatitis Eksfoliativa
DS DN NEURODERMATITIS
KLASIF
IKASI
PENYE Dasar : status seboroik stres, iklim, iritasi, infeksi Predisposisi :
BAB - Dermatitis atopik
- DK Iritan
- Stres – emosi

PATO Etiopatogenesis :
GENES 1. Glandula sebasea :
IS aktivitas ↑
2. Mikrobiologi :
Pityrosporum
ovale, Stafilokokus
3. Pe↑ kepekaan infeksi, DK,
HIV
4. Penyakit umum : epilepsi,
DM, obesitas, alkoholisme

LAIN- Sinonim : Dandruff Bentuk lesi : Sinonim : Liken simpleks


LAIN ukuran ± uang kronik
logam

GEJAL Gejala klinik : Klinik : Klinik : - -Gatal


A • Lesi kulit : merah muda,  Gatal -Likenifikasi
batas < jelas, skuama  Efloresensi -Hiperpigmentasi
berminyak numular :
• Lokasi : area sebore, scalp, Erosi – eritema – PA : - Hiperkeratosis
belakang telinga, muka, eksudasi - Akantosis
dada, punggung,
anogenital • Plakat – likenifikasi –
• Bayi : Cradle cap garukan
DIAGN Diagnosis Banding :
OSIS 1. Liken planus
2. Psoriasis
3. D. kontak dg likenifikasi
4. Tinea corporis

PENG Pengobatan : 1. Sedativa


OBAT 1. Faktor predisposisi 2. Kortikosteroid topikal
AN 2. Topikal : 3. Infiltrasi triamsinolon
- Shampo : selenium 4. Trigger psikis : PSIKIATRI
sulfida, ketokonazol
- Ter, LCD 2-5 %
- Kortikosteroid
3. Bentuk berat & sulit :
ditambahkan terapi sistemik
- UVB therapy
- Ketokonazol : 200
mg/hari, 14 hari
- Itrakonazol : 100 mg/hari,
2-3 minggu
- Prednisolon : 30 mg/hari

KOMP
LIKASI
PREDI Predileksi :  Leher (tengkuk)
LEKSI  Ekstremitas  Lengan ekstensor (siku)
ekstensor  Tungkai bawah
 Punggung  Pubis
 Bokong  Skrotum
 Labium mayus
TAMBAHAN DERMATITIS ATOPIK :
Pada tipe bayi, biasanya muncul pada 3 bulan pertama kehidupan, dengan distribusi lesi pada wajah terutama pipi, dagu dan kulit kepala
Lesi kulit berbentuk akut, berupa patch eritematosa edema, biasanya disertai lesi membasah
Perkembangan distribusi lesi ini sesuai dengan pertumbuhan motorik dan pola makan bayi
Lesi berulang pada daerah mulut dan pipi sering disebut sebagai milk scale karena dihubungkan dengan alergi susu, namun dapat juga
diakibatkan paparan saliva yang berlebihan atau paparan bahan makanan yang menimbulkan iritasi
Pada bayi usia leih dari 8 bulan, lesi didapatkan pada ekstensor lengan dan kaki, hal ni dimungkinkan karena bayi sudah mulai
merangkak dan area tersebut menjadi terpapar bahan iritan dan alergenik seperti karpet
Pada tipe anak, lesi biasanya simteris dengan lesi dermatitis kronis pada wajah, atau daerah fleksural
Tampak lipatan Dennie Morgan dan facial pallor
Pada dewasa, bentuk lesi lebih bervariasi dan cenderung berbentuk lesi yang kronis
Variasi distribusi juga didapatkan berkaitan dengan paparan bahan alergen dan iritan yang lebih banyak dibanding bayi dan anak
Tampak lesi disekitar bibir, likenifikasi dan ekskoriasi pada area fleksural dan pergelangan tangan.