Anda di halaman 1dari 2

Erlinda Rasikhah Hadi Salma

101511133068/ lintas minat AKK

Perbedaan Hill’s Team Leadership Model dan Ginnet’s Team Leadership


Model

Pada leadership terdapat dua model yaitu Hill’s Team Leadership Model dan
Ginnet’s Team Leadership Model. Kedua model leadership tesebut memiliki
karakteristik yang berbeda. Hill’s Team Leadership Model merupakan pendekatan
yang dimulai dengan adanya pemimpin atau anggota tim yang ditunjuk untuk
membantu mendiagnosis masalah tim dan berfumgsi mengambil keputusan terkait
pemimpin akan memantau ataupun akan bertindak,berdasarkan pada tindakan
internal berupa fungsi tugas dan hubungan atau eksternal berupa fungsi
lingkungan. Sedangkan pada Ginnett’s Team Leadership Model merupaka
pendekatan sistem yang menggunakan dengan mengidentifikasi apa yang
dibutuhkan tim. Hal tersebut bertujuan agar tim menjadi efektif daripada
sebelumnya. Perbedaan pada komponen yang dianalisis Hill’s Team Leadership
Model yakni pada tindakan pemimpin yang berdasarkan pada Internal Leadership
Function yang terdiridari Internal Task Function dan Internal Relationship
Function. Selain itu terdapat tindakan tentang Ekternal Environmental Function
yang terdiri dari jaringan untuk membentuk pengaruh dan mengumpulkan
informasi yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengadvokasi dan mewakili
tim serta bernegosiasi pada pihak bagian atas untuk mendapatkan
dukungan,sumberdaya, dan sebagainya. Di sisi lain pada Ginnett’s Team
Leadership Model merupakan pendekatan sistem yang dibagi menjadi 3 tahap
yaitu :

1. Input yang mencakup apa yang tersedia untuk tim saat mereka mengerjakan
pekerjaan mereka. Tingkat input berkisar dari tingkat individu hingga tingkat
lingkungan. Beberapa masukan ini memberikan sedikit kesempatan bagi
pemimpin untuk memiliki pengaruh — mereka hanya memberi.
2. Proses yang berisi 4 variabel diagnosis yaitu bekerja cukup keras, memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam tim untuk melakukan tugas
tersebut, memiliki strategi yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan
memiliki dinamika kelompok yang konstruktif dan positif di antara para
anggotanya.
3. Output, output produktif tim (barang, jasa, keputusan) memenuhi standar
kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu dari orang-orang yang
menggunakannya; proses kelompok yang terjadi ketika kelompok sedang
melakukan tugasnya meningkatkan kemampuan anggota untuk bekerja
sebagai anggota tim, dan
pengalaman kelompok meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan.