Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ananda Intan Raihanah

NPM : 1706049926

Mata Kuliah / Kelas : Penulisan Ilmiah / B

Mengapa Memilih Psikologi

Selasa, 13 Juni 2017. Pada hari itu, tepat jam 14.00 website resmi pengumuman
SBMPTN 2017 telah dibuka. Hari itu tentunya menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu
oleh kami para peserta SBMPTN 2017. Semua peserta SBMPTN berlomba-lomba mengakses
website tersebut untuk melihat hasil dari perjuangan mereka, begitu pula dengan saya. Pada
jam 14.00, saya mencoba untuk mengakses website pengumuman SBMPTN. Berkali-kali
saya memcoba mengakses website tersebut tetapi tak berhasil. Akhirnya saya memutuskan
untuk membuka pengumuman SBMPTN di malam hari, setelah sholat tarawih. Lagipula saya
pikir pada malam hari sudah tidak banyak orang yang mengakses website tersebut sehingga
saya tidak perlu menunggu lama untuk membukanya. Saya pun memutuskan untuk terus
berdoa sambil menunggu malam hari.

Tetapi saya tidak sabar untuk menunggu malam hari. Akhirnya, setelah
mengumpulkan keberanian dan menyiapkan mental, saya mencoba mengakses website
pengumuman SBMPTN pada jam 16.00. Saya mengisi kolom nomor peserta, tanggal lahir,
dan captcha sambil terus berdoa. Ketika hasilnya terpampang di monitor, Alhamdulillah, saya
dinyatakan lolos SBMPTN 2017 dan diterima di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
yang merupakan pilihan pertama saya. Bersyukur, terharu, lega, senang, merasa segala jerih
payah selama ini terbayar lunas. Air mata tak terbendung, rasa syukur tak henti-hentinya saya
ucapkan kepada Allah swt.

Kabar baik tersebut tersebar dengan cepat. Ucapan selamat berdatangan dari keluarga,
teman-teman saya, tetangga, bahkan teman-teman orang tua saya. Tak hanya ucapan selamat,
ada pula satu pertanyaan yang kerap ditanyakan oleh orang-orang kepada saya. “Kenapa pilih
psikologi, Rai?”.

Mengapa saya memilih Psikologi? Alasan pertama yang mungkin terdengar


sangat klasik, tentunya karena saya tertarik dengan ilmu psikologi itu sendiri. Apa itu ilmu
psikologi? Ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai perilaku dan mental
manusia secara ilmiah. Berbeda dengan ilmu nujum, ilmu psikologi mempelajari perilaku dan
mental manusia secara ilmiah dan ada dasarnya. Jadi di psikologi, kami tidak asal bicara,
semua perkataan kami didukung oleh data dan fakta. Selain itu, saya terbiasa dijadikan
tempat curhat oleh teman-teman saya. Saya senang dengan hal tersebut apalagi saya berfikir
jika saya dapat membantu seseorang menyelesaikan masalahnya dengan cara menjadi
pendengar yang baik dan dapat memberi saran yang tepat, tentunya saya akan bermanfaat
bagi sekitar dan itulah salah satu cara saya beramal. Tetapi terkadang saya bingung
bagaimana menanggapi curhatan teman-teman saya dan merasa saran-saran yang saya
berikan kurang berbobot. Dari situlah saya mulai tertarik untuk mempelajari lebih lanjut
bagaimana cara menjadi pendengar yang baik dan bagaimana cara menanggapi orang yang
bercerita kepada saya. Terakhir, alasan saya memilih psikologi, saya ingin menjadi psikolog
anak supaya dapat menerapkan ilmu-ilmu psikologi yang telah saya dapatkan ketika saya
mengurus anak saya nantinya. Namun saya juga mulai berfikir untuk menjadi pakar di bidang
psikologi pendidikan karena saya ingin mempunyai sebuah sekolah. Intinya, saya tertarik
untuk bergelut di bidang anak karena bagi saya anak-anak merupakann calon penerus bangsa
dan saya ingin berkontribusi dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang baik.

Sekarang ini saya memang masih belum begitu menentukan tujuan saya tetapi saya
mempunyai keinginan yang sudah terpatri di hati saya yaitu saya ingin menjadi seseorang
yang bermanfaat bagi sesama berbekal ilmu psikologi yang saya dapatkan di Fakultas
Psikologi Universitas Indonesia.