Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN

PELATIHAN TATALAKSANA BALITA GIZI BURUK


BAGI DOKTER ,PERAWAT DAN AHLI GIZI UNTUK KABUPATEN
LEMBATA, FLORES TIMUR DAN SIKKA

I.PENDAHULUAN
Salah satu hak anak Indonesia yang harus dipenuhi adalah mendapatkan
perlindungan akan haknya, diantaranya berupa hak untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan yang maksimal yang memenuhi kebutuhannya untuk dapat hidup sehat . Salah
satu diantaranya adalah hak seorang anak dengan keadaan gizi buruk untuk mendapatkan
pelayanan sesuai dengan standart yang berlaku.
Salah satu standar pelayanan minimal dan rencana pembangunan jangka panjang
menengah (RPJM) dalam pembangunan di Bidang Kesehatan adalah prosentase anak
balita gizi buruk yang dirawat sesuai standar yang berlaku.

Di Indonesia , Tatalaksana Penanganan Balita Gizi Buruk mengacu pada standar


yang ditetapkan oleh WHO, meliputu 10 langkah pokok yang harus diberikan sebagai
standar minimal dalam pelayanan bagi balita yang menderita gizi buruk yang dirawat di
fasilitas pelayanan kesehatan baik di Puskesmas Rawat Nginap maupun Rumah Sakit
yang melayani perawatan bagi balita yang mengalami gizi buruk.

Penerapan tatalaksana balita gizi buruk di Indonesia masih sangat beragam


walaupun standar tatalaksana telah dikeluarkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat . Di
kabupaten se NTT keadaan yang sama juga terjadi. Pemahaman akan tatalaksana yang
benar bagi seorang balita gizi buruk masih sangat kurang.

Untuk itu dalam upaya mensukseskan upaya penanggulangan KLB Gizi Buruk dan
untuk memenuhi hak seorang anak balita gizi buruk sebagian dari seluruh anak
Indonesia, Maka Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Unicef akan
melaksanakan Pelatihan Tatalaksana Penanganan Balita Gizi Buruk bagi petugas
kesehatan di Fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas Rawat Nginap, Rumah
Sakit Pemerintah dan Swasta.

II. TUJUAN
Umum :
Tersedianya tenaga kesehatan yang terampil dalam menangani balita gizi buruk.
Khusus :
1. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam tatalaksana gizi buruk
Sesuai standar yang berlaku.
2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam hal penerapan 10
langkah penanganan balita gizi buruk.
3. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam hal penanganan
balita gizi buruk sesuai fase-fase yang harus dilewati seorang anak bal;ita gizi
buruk.
III. MATERI DAN STRUKTUR PROGRAM

A. MATERI
1. Materi Dasar
Kebijakan Penanganan Balita Gizi Buruk
Konsep Tatalaksana Balita Gizi Buruk

2. Materi Inti
Deteksi Dini dan Tindak Lanjut
Tanda-tanda klinis anak gizi buruk
10 Langkah penanganan Balita Gizi Buruk
5 Kondisi anak gizi buruk
Terapi gizi anak gizi buruk dan cara pembuatan formula.
Praktek Penanganan Balita Gizi Buruk di RS.

3. Materi Penunjang
Teknik Pencairan Suasana (Ice Breaking)
RTL

B. STRUKTUR PROGRAM

No Uraian Materi waktu Jumlah


T P PL
A Materi Dasar
1. Kebijaksanaan Penanganan Gizi Buruk 1 1
2. Tata Laksana Penanganan Gizi Buruk 1 1

B Materi Inti
1. Deteksi Dini dan Tindak Lanjut 2 1 3
2. Tanda-tanda klinis anak gizi buruk 1 1 2
3. 10 Langkah penanganan Balita Gizi Buruk 1 4 5
4. 5 (lima) Kondisi anak gizi buruk 2 4 6
5. Terapi gizi anak gizi buruk dan cara pembuatan
formula. 2 6 8
6. Praktek Penanganan Balita Gizi Buruk di RS. 1 6 7

C Materi Penunjang
1.Teknik Pencairan Suasana (Ice Breking) 2 2 4
2.RTL 1 2 3

JUMLAH 16 20 6 42
IV. METODOLOGI
Metodologi yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan “ Sistem
Pembelajaran Orang Dewasa” dengan metode Ceramah, Curah Pendapat, Diskusi,
Studi Kasus, Praktek Lapangan.

V. PESERTA PELATIHAN
Pelatihan ini akan diikuti oleh 54 ( lima puluh empat) orang peserta dari Kabupaten
Lembata, Flores Timur dan Sikka yang dibagi dalam 2 angkatan, terdiri dari :
Rumah Sakit:
1. 1 (satu) orang Dokter Spesialis Anak / Ruang anak RS
2. 1 (satu) orang Perawat Bagian anak RS
3. 1 (satu) orang Ahli Gizi RS
4. 1 (satu) orang Perawat UGD
Puskesmas :
1. 1 (satu) orang Dokter
2. 1 (satu) orang Perawat
3. 1 (satu) orang Bidan
4. 1 (satu) orang TPG
Dinas Kabupaten :
1. 1 (satu) orang Ahli Gizi
2. 1 (satu) orang Pengelola KIA
Adapun RS , Puskesmas dan Dinkes yang akan ikut Pelatihan adalah sebagai berikut:
Rumah Sakit :
1. RSU dr TC. Hillers Maumere
2. RS Elisabeth Lela
3. RSU Larantuka
4. RSU Lewoleba
5. RS Bukit Leweleba
Puskesmas :
Sikka :
1. Puskesmas Watubaing
2. Puskesmas Magepanda
3. Puskesmas Paga
Flores Timur :
1. Puskesmas Waiwerang
2. Puskemas Waiwadan
3. Puskesmas Boru
Lembata :
1. Puskesmas Balauring
2. Puskesmas Lewoleba
Dinkes :
1. Ahli Gizi Dinkes Sikka, Flotim dan Lembata
2. Pengelola KIA Dinkes Sikka, Flotim dan Lembata
VI. NARASUMBER DAN PELATIH
Nara Sumber Pusat : 1 orang.
Nara Sumber Propinsi : 1 orang
Nara Sumber Kabupaten : 5 orang ( MOT dan TOT).

VII. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN


Kegiatan pelatihan akan dibagi menjadi 2 angkatan :
Angkatan I : tanggal 13 sd 19 Nopember 2005
Angkatan II : tanggal 27 Nop sd 3 Desember 2005.
Bertempat di Hotel Gardena Maumere
Pada hari ke 4 Praktek Lapangan di RSU dr. TC Hilllers Maumere.

VIII. EVALUASI PROSES PELATIHAN


Evaluasi proses pelatihan dibagi dalam dua kelompok evaluasi, yaitu :
A. Evaluasi belajar peserta,
Yang dievaluasi dari peserta adalah :
1. Evaluasi Pengetahuan, meliputi
 Evaluasi tahap awal (Pre Test)
 Evaluasi pada tahap proses pembelajaran
 Evaluasi pada tahap akhir pelatihan (Post Test)
B. Evaluasi Pelatih
C. Evaluasi Penyelenggaraan.

IX. PELAKSANA PELATIHAN


Penyelenggara Pelatihan adalah Sub Dinas Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten
Sikka.

X. BIAYA PELATIHAN
Keseluruhan biaya pelatihan ini akan ditanggung oleh UNICEF Perwakilan NTT.

XI. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.

Maumere, 20 Oktober 2005