Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan Diploma III Keperawatan adalah pendidikan tinggi keperawatan yang


menghasilkan lulusan Perawat Vokasional, memiliki sikap dan kemampuan dalam
bidang keperawatan yang diperoleh melalui penerapan Kurikulum Pendidikan dengan
berbagai bentuk pengalaman belajar, meliputi pengalaman belajar di kelas,
laboratorium, klinik, dan lapangan, dilengkapi dengan fasilitas belajar yang
menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.

Hasil survey kegiatan Health Professional Education Quality (HPEQ), Dirjen Dikti
Kemdikbud tahun 2010 di 33 propinsi, menemukan 70% menejemen isi atau proses
pembelajaran masih rendah terutama dalam penerapan kurikulum. Dengan demikian,
penataan situasi dan kondisi belajar perlu dioptimalkan agar peserta didik menguasai
ilmu dan kiat keperawatan, menumbuhkan sikap dan kemampuan peserta didik untuk
melaksanakan asuhan keperawatan profesional. Guna menunjang situasi dan kondisi
belajar tersebut, maka pendidikan keperawatan berorientasi kepada ilmu pengetahuan
dan teknologi serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pendidikan yang berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi bermakna bahwa
pendidikan keperawatan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi bidang kesehatan dan keperawatan. Pendidikan yang berorientasi kepada
kebutuhan masyarakat bermakna bahwa program pendidikan keperawatan diarahkan
untuk memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat sekarang dan yang akan datang.
Kurikulum pendidikan dikembangkan berdasarkan tujuan pendidikan yang diarahkan
pada pemenuhan kebutuhan masyarakat dan pembangunan kesehatan dimasa datang
dengan memperhatikan tuntutan profesi keperawatan.

A. Dasar Hukum
Dasar hukum dan peraturan perundangan yang melandasi penyusunan kurikulum
Pendidikan Diploma III Keperawatan Indonesia adalah:
1. Undang-Undang Dasar 1945 (amandemen).
2. Undang-Undang RI no. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
3. Undang-Undang RI no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
4. Undang-Undang RI no. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
5. Undang-Undang RI no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Indonesia.
6. Peraturan Pemerintah RI no. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan.
7. Peraturan Pemerintah RI no. 14 tahun 2010 tentang Pendidikan
Kedinasan.
8. Peraturan Pernerintah RI Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan
Dan Penyelenggaraan Pendidikan.
9. Peraturan Pemerintah RI no. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
10. Peraturan Pemerintah RI no. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
11. Peraturan Persiden No.8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia.
12. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 045/U/2002 tentang
Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.
13. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional no. 232/U/2000 tentang
Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil
Belajar Mahasiswa.
14. Keputusan Dirjen Dikti RI no.43/dikti/kep/2006 tentang rambu-rambu
pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan Kepribadian di Perguruan
Tinggi.
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 73 tahun 2013
tentang Juklak Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

B. Landasan Konsep
1. Falsafah Keperawatan
Keperawatan meyakini bahwa manusia dan kemanusiaan merupakan titik
sentral setiap upaya pembangunan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945
(amandemen Tap. MPR Nomor 4 Tahun 2003). Bertolak dari pandangan ini
disusun paradigma keperawatan yang terdiri atas empat konsep dasar yaitu
manusia, lhigkungan, kesehatan dan keperawatan seperti yang diuraikan
dibawah ini:
a. Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu
kesatuan yang utuh dan unik sebagai cerminan tiga komponen body, mind,
don spirit yang saling berpengaruh. Untuk dapat melangsungkan
kehidupannya, kebutuhan manusia harus terpenuhi secara seimbang yang
mencakup bio-psiko-sosio-kultural-spritual. Dalam kehidupan manusia
mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi termasuk kebutuhan
pengakuan harkat dan martabat untuk mencapai keseimbangan sesuai
dengan tahap tumbuh kembang. Manusia mempunyai siklus kehidupan
meliputi: tumbuh kembang dan memberi keturunan, kemampuan
mengatasi perubahan dunia dengan menggunakan berbagai mekanisme
yang dibawa sejak lahir maupun didapat pada dasarnya bersifat biologis,
psikologis, sosial, spiritual, dan kultural, kapasitas berfikir, belajar,
bernalar, berkomunikasi, mengembangkan nilai dan budaya.

Manusia Indonesia adalah manusia yang beriman dan bertaqwa kepada


Tuhan Yang Maha Esa berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
(amandemen Tap. MPR Nomor 4 Tahun 2003), merupakan sumber daya
pembangunan yang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan
hidup dan kehidupannya. Disamping itu manusia Indonesia berhak
mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak
mendapat pendidikan, dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan
dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan
derni kesejahteraan umat manusia.

Manusia beroerientasi kepada waktu, mampu berjuang untuk mencapai


tujuan dan mempunyai keinginan untuk mewujudkan diri, selalu berusaha
untuk mempertahankan keseimbangan melalui interaksi dengan
lingkungannya dan berespon secara positif terhadap perubahan lingkungan
melalui adaptasi dan memperbesar potensi untuk meningkatkan kapasitas
kemampuannya.

Manusia selalau mencoba mempertahankan kebutuhannya melalui


serangkaian peristiwa antara lain belajar, menggali serta menggunakan
sumber-sumber yang diperlukan sesuai dengan potensi, keterbatasannya,
untuk terlibat secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya.

Dengan demikian manusia dalam keperawatan menjadi sasaran pelayanan


keperawatan yang disebut klien mencakup individu, keluarga, kelompok,
dan masyarakat yang selalu dapat berubah untuk mencapai keseimbangan
terhadap lingkungan disekitarnya melalui proses adaptasi.

b. Lingkungan
Lingkungan dalam keperawatan adalah faktor yang dapat mempengaruhi
kesehatan manusia yang mencakup lingkungan internal dan eksternal.
Lingkungan internal adalah lingkungan yang berasal dari dalam manusia
itu sendiri mencakup faktor genetik, maturasi biologi, jenis kelamin,
emosi, dan predisposisi terhadap penyakit, serta faktor perilaku. Adapun
yang dimaksud dengan lingkungan eksternal adalah lingkungan di sekitar
manusia mencakup lingkungan fisik, biologik, sosial, kultural, dan
spiritual.

Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku


manusia termasuk persepsinya tentang sehat sakit, cara-cara memelihara
dan mempertahankan kesehatan serta menanggulangi penyakit.

Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan lingkungan


secara dinamis dan mempunyai kemampuan berespon terhadap
lingkungan yang akan mempengaruhi derajat kesehatannya. Oleh karena
itu diperlukan kemampuan untuk merespon secara adaptif terhadap
pengaruh lingkungan agar dapat mempertahankan derajat kesehatannya.
Ketidakmampuan manusia merespon terhadap pengaruh lingkungan
internal maupun eksternal, akan mengakibatkan gangguan kesehatan atau
pergeseran status kesehatan dalam rentang sehat sakit.

c. Sehat
Sehat adalah suatu keadaan dalam rentang sehat-sakit yang dapat diartikan
sebagai keadaan sejahtera fisik, mental, sosial dan tidak hanya terbebas
dari penyakit atau kelemahan. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik
secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonemi sesuai Undang-Undang
No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Sehat merupakan keadaan seimbang bio-psiko-sosio-spiritual yang


dinamis yang memungkinkan individu untuk menyesuaikan diri sehingga
dapat berfungsi secara optimal guna memenuhi kebutuhan dasar melalui
aktifitas hidup sehari-hari sesuai dengan tingkat tumbuh dan kembangnya.

Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai


dengan cita-cia bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan
UUD 1945. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui
upaya-upaya promotif, preventif, dan kuratif.

Sehat ditentukan oleh kemampuan individu, keluarga, kelompok atau


komunitas untuk membuat tujuan yang realistic serta kemampuan untuk
menggerakkan energi serta sumber-sumber yang tersedia dalam mencapai
tujuan tersebut secara efektif dan efisien. Sehat dilihat dari berbagai
tingkat yaitu tingkat individu, keluarga, komunitas dan tingkat
masyarakat.

d. Keperawatan
Keperawatan adalah bentuk layanan professional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat
keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang
komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan
masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses
kehidupan manusia sejak fertilisasi sampai akhir hayat.

Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya


kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya
kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup
sehari-hari secara mandiri. Bantuan keperawatan diberikan agar indvidu,
keluarga, kelompok dan komunitas dapat mandiri dalam memelihara
kesehatannya sehingga mampu berfungsi secara optimal.
Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan profesional bersifat humanistik
terintegrasi didalam pelayanan kesehatan, dapat bersifat dependen,
independen dan interdependen serta dilaksanakan dengan berorientasi
kepada kebutuhan objektif pasien.

Lingkup keperawatan meliputi promosi kesehatan, mencegah sakit,


memberi asuhan kepada orang sakit, dan yang mengalami
ketidakmampuan serta mendampingi klien saat sakaratul maut dengan
bermartabat. Peran kunci perawat lainnya adalah memberikan advokasi
pada klien, memberikan lingkungan yang aman, meningkatkan
kemampuan professional melalui penelitian dan menggunakan hasil
penelitian, berpartisipasi didalam kebijakan manajemen sistem pelayanan
kesehantan dan pendidikan.

Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada


praktek keperawatan yang langsung diberikan kepada pasien pada
berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Asuhan keperawatan dilaksanakan
menggunakan metodologi pemecahan masalah melalui pendekatan proses
keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan, dilandasi etik dan
etika keperawatan dalam lingkup wewenang serta tanggung jawabnya
yang memfokuskan pada mempromosikan kualitas hidup kepada klien,
keluarga dan komunitas guna pelaksanaan caring sepanjang hayat.

2. Kerangka Konsep
Dalam menghadapi masaiah kesehatan, tuntutan kebutuhan masyarakat dan
pembangunan dibidang kesehatan di masa datang kurikulum pendidikan
keperawatan disusun berdasarkan kerangka konsep yang kokoh yang
mencakup:

a. Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Sebagai pendidikan akademik vokasi dalam pendidikannya akan
menumbuhkembangkan peserta didik melalui kelompok keilmuan (body
of knowledge) dan keterampilan profesional, mencakup keterampilan
intelektual, teknikal dan keterampilan interpersonal yang diperlukan untuk
pelayanan/asuhan keperawatan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan
secara bertahap dalam lingkungan belajar dengan sarana pendidikan yang
cukup dan relevan dalam masyarakat serta iklim akademik yang
menopang perubahan sikap dan kemampuan yang hendak dicapai.

b. Memecahkan Masalah
Kemampuan memecahkan masalah secara ilmiah merupakan landasan
utama dalam menumbuh kembangkan kemampuan/penguasaan proses
keperawatan, yaitu metoda utama yang digunakan oleh seorang perawat
vokasi profesional dalam melaksanakan asuhan dalam keperawatan.
Kemampuan ini ditumbuh kembangkan sejak awal proses pendidikan
sampai tahap penerapan dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada
pengalaman belajar klinik (PBK) dan pengalaman belajar pengalaman
(PBL).

c. Sikap, Tingkah Laku dan Kemampuan Profesional


Sikap, tingkah laku dan kemampuan profesional yang dijiwai prinsip-
prinsip humaniora merupakan landasan utama pelayanan/asuhan
keperawatan dengan kode etik keperawatan sebagai pedoman,
ditumbuhkan dan dibina sejak awal proses pendidikan (kemampuan Soft
Skill) serta berlangsung sepanjang masa pendidikan. Penumbuhan dan
pembinaan berfikir, bersikap, berpandangan dan sesuai hakekat profesi
keperawatan, merupakan proses panjang dan berkelanjutan dalam suatu
komunitas profesional dengan lingkungan dan budaya profesional, serta
sarat dengan model peran.

d. Belajar Aktif dan Mandiri


Kemampuan dan kemauan belajar aktif dan mandiri serta mengarahkan
belajar sendiri dan belajar berkelanjutan, ditumbuh kembangkan sejak
awal proses pendidikan, menuju terbinanya sikap dan kemampuan belajar
seumur hidup atau sepanjang hayat, seperti yang dituntut oleh profesi.
Hasil ini dicapai melalui rangkaian pengalaman belajar yang disusun dan
dilaksanakan dengan berorientasi kepada peserta didik.

e. Pendidikan di Masyarakat
Sikap dan kemampuan perawat dari seorang lulusan D III keperawatan
yang dituntut untuk mengabdikan dirinya di masyarakat, ditumbuhkan dan
dibina sepanjang proses pendidikannya melalaui berbagai bentuk
pengalaman belajar dalam tatanan nyata di masyarakat, khususnya tatanan
pelayanan kesehatan terutama pengalaman belajar klinik (PBK) dan
pengalaman belajar lapangan (PBL). Pada tatanan ini peserta didik
mendapatkan kesempatan untuk berlatih bekerja di masyarakat melakukan
sosialisasi profesional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan
teknologi keperawatan maju, serta memanfaatkan berbagai sumber dan
kzmampuan yang ada di rnasyarakat dibawah konsultasi perawat general.

Berdasarkan kerangka konsep pendidikan tersebut di atas, diharapkan


penyusunan kurikulum pendidikan DIII keperawatan akan Iebih terarah
kepada tuntutan kebutuhan masyarakat dan kemajuan ilmu dan tehnologi
bidang kesehatan. Lulusan diharapkan mampu melaksanakan peran dan fungsi
serta tanggungjawabnya sesuai tuntutan profesi kaperawatan.
BAB II
PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN DIPLOMA III KEPERANVATAN

Profil Lulusan Diploma III Keperawatan Indonesia adalah sebagai perawat pelaksana
asuhan keperawatan pada individu, keluarga, dan kelompok khusus di tatanan klinik
dan komunitas yang memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar
manusia yang meliputi aspek bio, psiko, sosio, kultural, dan spiritual dalam kondisi
sehat, sakit serta kegawatdaruratan berdasarkan ilmu dan teknologi keperawatan
dengan memegang teguh kode etik perawat.

Pendidikan keperawatan jenjang Diploma III diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi


dengan tujuan menghasilkan Ahli Madya Keperawatan. Dalam Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia (KKNI) menyebutkan bahwa lulusan pendidikan Diploma III
berada pada jenjang kualifikasi 5 yakni:
1. Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas, memilih metode yang
sesuai dari beragam pilihan yang sudah maupun belum baku dengan menganalisis
data, serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur
2. Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum, serta
mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural
3. Mampu mengelola kelompok kerja dan menyusun laporan tertulis secara
komprehensif.
4. Bertanggungjawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggungjawab
atas pencapaian hasil kerja kelompok.

Hal ini berarti lulusan Diploma III Keperawatan berperan sebagai Perawat Terampil
dalam rnenyelesaikan masalah keperawatan secara mandiri dan berkelompok yang
direncanakan sesuai dengan standar asuhan keperawatan, dengan kemampuan
menerima tanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan asuhan keperawatan
profesional, sesuai dengan lingkup praktik dan hukum/peraturan perundangan.
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dimaksud sesuai Peraturan Presiden nomor
8 Tahun 2012 sebagaimana dapat dilihat pada gambar-1.

Gambar-1.
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Indonesian Qualification Framework)
BAB III
CAPAIAN PEMBELAJARAN
PROGRAM PENDIDIKAN DIPLOMA III KEPERAWATAN INDONESIA

Capaian pembelajaran lulusan program pendidikan Diploma Tiga Keperawatan


merupakan kemampuan lulusan Pendidikan Diploma III Keperawatan yang diperoleh
melalui internalisasi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Capaian
pembelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan dicapai secara kurikuler, dan dapat
ditambah secara kokurikuler dan/atau ekstrakurikuler. Capaian pembelajaran program
pendidikan Diploma III Keperawatan Indonesia meliputi sikap dan tata nilai,
penguasaan pengetahuan/keilmuan, keterampilan kerja umum, keterampilan kerja
khusus yang diuraikan sebagai berikut.

A. Sikap dan Tata Nilai


1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan
sikap religius;
2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan agama,moral, dan etika;
3. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;
5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan
kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
6. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;
7. Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan;
8. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara;
9. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan
kewirausahaan;
10. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang
keahliannya secara mandiri.
11. Mampu bertanggung gugat terhadap praktik profesional meliputi
kemampuan menerima tanggung gugat terhadap keputusan dan tindakan
profesional sesuai dengan lingkup praktik dibawah tanggungjawabnya, dan
hukum/peraturan perundangan;
12. Mampu melaksanakan praktik keperawatan dengan prinsip etis dan
peka budaya sesuai dengan Kode Etik Perawat Indonesia;
13. Memiliki sikap menghormati hak privasi, nilai budaya yang dianut dan
martabat klien, menghormati hak klien untuk memilih dan menentukan sendiri
asuhan keperawatan dan kesehatan yang diberikan, serta bertanggung jawab
atas kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis, verbal dan elektronik yang
diperoleh dalam kapasitas sesuai dengan lingkup tanggungjawabnya.

B. Penguasaan Pengetahuan
1. Menguasai konsep anatomi fisiologi tubuh manusia, patologi dan
patofisiologi kelainan struktur dan fungsi tubuh, gizi, mikrobiologi,
parasitologi, dan farmakologi.
2. Menguasai prinsip fisika, biokimia, dan psikologi.
3. Menguasai pengetahuan faktual tentang antropologi sosial.
4. Menguasai konsep keperawatan sebagai landasan dalam memberikan
asuhan keperawatan secara holistic dan komprehensif.
5. Menguasai konsep dan prinsip "Patient safety"
6. Menguasai konsep teoritis Kebutuhan dasar manusia.
7. Menguasai teknik, prinsip, dan prosedur pelaksanaan asuhan/ praktek
keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok.
8. Menguasai konsep teoritis dan prosedur pencegahan penularan infeksi
dan promosi kesehatan, pemberian obat oral dan obat topikal, parenteral dan
supositoria.
9. Menguasai jenis, manfaat, dan manual penggunaan alat kesehatan.
10. Menguasai konsep dan prinsip sterilitas dan desinfeksi alat.
11. Menguasai konsep dan prinsip pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar pada
situasi gawat darurat dan atau bencana,
12. Menguasai teknik pengumpulan, klasifikasi, dokumentasi, dan analisis
data serta informasi asuhan keperawatan.
13. Menguasai konsep, prinsip dan teknik komunikasi terapeutik serta
hambatannya yang sering ditemui dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.
14. Menguasai konsep, prinsip, dan teknik penyuluhan kesehatan sebagai
bagian dari upaya pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan bagi klien.
15. Menguasai Kode Etik Perawat Indonesia, pengetahuan faktual tentang
hukum dalam bidang keperawatan, prinsip prinsip otonomi, malpraktek,
bioetik yang terkait pelayanan keperawatan.
16. Menguasai konsep teoritis penjaminan mutu asuhan keperawatan,
konsep teoritis Praktek Keperawatan Berbasis Bukti (Evidence Based
Practice).

C. Keterampilan Khusus
1. Mampu memberikan asuhan keperawatan kepada individu, keluarga,
dan kelompok baik sehat, sakit, dan kegawatdaruratan dengan memperhatikan
aspek bio, psiko, sosial kultural, dan spiritual yang menjamin keselamatan
klien (patient safety), sesuai standar asuhan keperawatan dan berdasarkan
perencanaan keperawatan yang telah tersedia.
2. Mampu melaksanakan prosedur bantuan hidup dasar (basic life
support/BLS) pada situasi gawat darurat/bencana dengan memilih dan
menerapkan metode yang tepat, sesuai standar dan kewenangannya.
3. Mampu memberikan (administering) dan mencatat obat oral, topikal,
parenteral, dan supositoria sesuai standar pemberian obat dan kewenangan
yang didelegasikan.
4. Mampu memilih dan menggunakan peralatan dalam memberikan
asuhan keperawatan sesuai dengan standar asuhan keperawatan.
5. Mampu mengumpulkan data, menganalisa dan merumuskan masalah,
merencanakan, mendokumentasikan, dan menyajikan informasi asuhan
keperawatan.
6. Mampu melakukan komunikasi terapeutik dengan klien dan
memberikan informasi yang akurat kepada klien dan/atau keluarga
/pendamping/penasehat tentang rencana tindakan keperawatan yang menjadi
tanggung jawabnya.
7. Mampu memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pola
hidup sehat klien dan menurunkan angka kesakitan.
8. Mampu menunjukkan kinerja bermutu dan kuantitas yang terukur
terhadap hasil kerja sendiri, tenaga kerja pendukung (support workers) yang
menjadi tanggung jawab pengawasan di lingkup bidang kerjanya.
9. Mampu melakukan pencegahan penularan infeksi dan promosi
kesehatan.

D. Keterampilan Umum
1. Menyelesaikan pekerjaan be; lingkup luas dengan menganalisis data
serta metode yang sesuai dan dipilih dari beragam metode yang sudah maupun
belum baku dan derigan menganalisis data.
2. Menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur.
3. Memecahkan masalah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang sesuai
dengan bidang keahlian terapannya, didasarkan pada pemikiran logis dan
inovatif, dilaksanakan dan bertanggung jawab atas hasilnya secara mandiri.
4. Menyusur. laporan tentang hasil dan proses kerja dengan akurat dan
sahih, mengomunikasikan secara efektif kepada pihak lain yang
membutuhkannya.
5. Bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok.
6. Melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan
yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya.
7. Melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada
dibawah tanggungjawabnya, dan mengelola pengembangan kompetensi kerja
secara mandiri.
8. Mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan
kembali data untukmenjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.
BAB IV
BAHAN KAJIAN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN
PROGRAM PEDIDIKAN DIPLOMA III KEPERAWATAN

Untuk mencapai profil lulusan Diploma III Keperawatan, perlu ditetapkan capaian
pembelajaran yang harus dikuasai. Di bawah ini dijabarkan capaian pembelajaran dan
bahan kajian Pendidikan Diploma Tiga Keperawatan.

Capaian Pembelajaran
No Bahan Kajian
Pengetahuan Keterampilan Khusus
1. Menguasai konsep 1. Anatomi dan fisiologi sistem
anatomi fisiologi tubuh:
tubuh manusia, a. Sistem kardiovaskuler
patologi dan b. Sistem pernafasan
patofisiologi c. Sistem pencernaan
kelainan d. Sistem perkemihan
struktur dan fungsi e. Sistem persarafan dan
tubuh, gizi, neurobehaviour
mikrobiologi, f. Sistem endokrin
parasitologi, dan g. Sistem reproduksi
farmakologi. h. Sistem hematologi dan
imunologi
i. Sistem sensoris (mata, telinga,
hidung, pengecapan
j. Sistem muskuloskeletal
2. Fisika
a. Prinsip dasar mekanika
b. Biomekanik
c. Biolistrik
d. Fluida
e. Bio-optik
f. Bio-akustik
g. Termofisika
h. Penerapan fisika dalam
keperawatan
i. Prinsip prinsip fisika
dalam pemeliharaan alat-alat
keperawatan
3. Gizi
a. Konsep dasar nutrisi
b. Pengaturan nutrisi
c. Nutrisi pada Bayi dan
anak
d. Kebutuhan nutrisi bagi
Remaja
e. Kebutuha nutrisi bagi
dewasa dan lanjut usia
f. Nutrisi pada Ibu hamil
dan menyusui
g. Nutrisi sebagai terapi
h. Pencegahan dan
penanganan kekurangan
Vitamin, anemia dan cacingan,
KKP
i. Peran perawat dalam
pelaksanaan diet pasien.
4. Patofisiologi
a. Mekanisme adaptasi
sel (Proses cedera fisik,
penyembuhan dan pemulihan
dan kematian
jaringan/nekrosis sel meliputi :
atropi, hipertropi, iskemik,
trombosis, embolism)
b. Kelainan dan interaksi
genetik
c. Proses keganasan
d. Tahapan
Perkembangan mental dan
perubahan kesehatan
(Perkembangan reproduksi,
perkembangan anak, dewasa,
orang tua/lansia)
e. Proses perubahan
keseimbangan cairan,
elektrolit dan Asam Basa,
antara lain: Proses Odem,
Hiper dan Hipo elektrolit,
Asidosis dan Alkalosis)
f. Proses Infeksi,
g. Proses peradangan
h. Proses Imunitas
i. Proses degenaratif
j. Proses terjadinya
shock Mekanisme adaptasi sel
(Proses cedera fisik,
penyembuhan dan pemulihan
dan kematian jaringan
/nekrosis sel meliputi : atropi,
hipertropi, iskemik, trombosis,
embolism)
k. Kelainan dan interaksi
genetik
l. Proses keganasan
m. Tahapan
Perkembangan mental dan
perubahan kesehatan
(Perkembangan reproduksi,
perkembangan anak, dewasa,
orang tua/lansia)
n. Proses Infeksi
o. Proses peradangan
p. Proses Imunitas
q. Proses degenaratif
r. Proses terjadinya
shock
5. Mikrobioiogi dan Parasitoiogi
a. Siklus hidup
mikrooganisme
b. Kembang-biak
mikroorganisme
c. Cara penularan
d. Jenis organisme parasit
e. Siklus hidup
organisme parasit
f. Cara berkembang biak
g. Cara penularan
6. Farmakologi
a. Konsep Farmakologi
1) Farmakokinetik
2) Farmakodinamik
3) Penggolongan obat
4) Prinsip pemberian obat
5) Bentuk kemasan obat
b. Cara pemberian obat
1) Peran perawat dalam
pemberian obat
2) Konsep dan prinsip
pemberian obat oral dan
obat topikal, parenteral
dan supositoria.
2. Menguasai prinsip 1. Fisika
fisika, biokimia, dan a. Biomekanik
psikologi. b. Biolistrik
c. Fluida
d. Bio-optik
e. Bio-akustik
f. Termofisika
2. Biokimia
a. Metabolisme tubuh
b. Metabolisme karbohidrat,
protein, lemak, mineral,
vitamin, dan air
c. Keseimbangan asam-basa
d. Mekanisme kerja hormon
e. Mekanisme kerja enzyme
3. Psikologi
a. Konsep bio-psikologi
b. Perilaku manusia
c. Perkembangan kepribadian
d. Bio-psikologi dan proses
sensori- motorik
e. Kesadaran diri
f. Persepsi dan motivasi
g. Emosi, stres dan adaptasi
h. Proses berfikir dan pemecahan
masalah
i. Konsep belajar
j. Intelejensi dan kreatifitas
k. Gangguan perilaku
l. Pembentukan sikap
3. Menguasai 1. Konsep antropologi sosial
pengetahuan faktual 2. Konsep antropologi kesehatan
tentang antropologi 3. Proses social dan interaksi social
sosial. 4. Berbagai kelompok sosial
masyarakat
5. Lapisan-lapisan sosial-masyarakat
6. Ciri-ciri kelompok sosial dan
masyarakat
7. Aturan/norma-norma dalam
kehidupan masyarakat
8. Implikasi antropologi dalam
praktik keperawatan
9. Implikasi transkultural dalam
praktik keperawatan
4. Menguasai konsep 1. Sejarah keperawatan
Keperawatan 2. Falsafah dan paradigma
sebagai landasan keperawatan (manusia, sehat-
dalam memberikan sakit, lingkungan, keperawatan)
asuhan keperawatan 3. Keperawatan sebagai Profesi
sesuai dengan 4. Pengenalan Teori keperawatan
standar asuhan 5. Model Praktik Keperawatan
keperawatan 6. Pendidikan keperawatan
7. Tren keperawatan dimasa
yang akan datang
8. Sistem Pelayanan Kesehatan
9. Peran fungsi tugas perawat
dalam pelayanan kesehatan
10. Berfikir kritis dan
pengambilan keputusan
11. Tahapan Proses Keperawatan
12. Pengkajian Keperawatan
13. Diagnosa Keperawatan
14. Perencanaan Keperawatan
15. Implementasi/Tindakan
Keperawatan
16. Evaluasi Keperawatan
5. Menguasai konsep 1. Konsep dan prinsip "Patient
dan prinsip"Patient safety"
safety" a. Komponen pasien
safety
b. Sasaran pasien safety
c. Implementasi pasien
safety dalam praktik
keperawatan
2. Peran perawat dalam pasien
safety
6. Menguasai konsep 1. Teori kebutuhan dasar
teoritis kebutuhan manusia
dasar manusia 2. Teori kebutuhan dasar
manusia menurut Maslow
3. Konsep kebutuhan oksigen,
4. Konsep kebutuhan cairan
5. Konsep kebutuhan nutrisi
6. Konsep kebutuhan eliminasi
7. Konsep kebutuhan aktifitas
8. Konsep kebutuhan istirahat
dan tidur
9. Konsep keseimbangan suhu
tubuh
10. Konsep kebutuhan seksual
11. Konsep kebutuhan rasa aman
dan nyaman:
a. kehilangan dan
bercluka
b. penyakit kronis
c. terminal
d. kecemasan
12. Konsep kebutuhan memiliki
dan dimiliki
13. Konsep kebutuhan harga diri :
Konsep diri
14. Konsep kebutuhan aktualisasi
diri
15. Faktor-faktor yang
mempengaruhi pemenuhan
kebutuhan
16. Berbagai prosedural
keperawatan dalam memenuhi
kebutuhan pasien berhubungan
dengan:
a. Gangguan kebutuhan
oksigen:
1) Menghitung
pernapasan
2) Memposisikan pasien
fowler dan sernifowler
3) Mengumpulkan
sputum untuk
pemeriksaaan
4) Memberikan oksigen
nasal kanul
5) Melatih napas dalam
6) Melatih batuk efektif
b. Gangguan kebutuhan
cairan:
1) Mengukur tekanan
darah
2) Menghitung nadi
3) Pemeriksaan Rumple-
lead
4) Memberi minum per
oral
5) Mengumpulkan urin
untuk pemeriksaan
6) Memasang kondom
7) Menghitung
keseimbangan cairan
8) Merawat luka infus
9) Mengganti cairan infus
10) Melepas infus
11) Memonitor teteran
infuse
12) Merawat kateter urin
13) Melaksanakan bladder
training
c. Gangguan kebutuhan
nutrisi:
1) Mengukur BB, TB,
LLA,LP
2) Menghitung IMT
3) Memberikan makan
per oral
d. Gangguan kebutuhan
eliminasi:
1) Membantu pasien
bak/bab di atas TT
2) Memasang diapers
e. Gangguan kebutuhan
aktivitas:
1) Menerima pasien baru
2) Mentransportasi pasien
3) Memposisikan pasien:
Posisi Fowler/Semi
Fowler; Lithotomi; Dorsal
recumbent; SIM;
Trendelenberg; Supine;
Prone; miring kanan/kiri
4) Melatih berjalan
5) Melatih penggunaan
alat bantu berjalan: kursi
roda, kruck, tripot
6) Memandikan pasien di
atas TT
7) Merawat gigi dan
mulut:
Menyikat gigi, merawat
mulut dan gigi pada pasien
yang tidak sadar.
8) Mengganti
pakaianpasien diatas
tempat tidur.
9) Mencuci rambut
10) Menyisir rambut
f. Gangguan
keseimbangan suhu tubuh:
1) Mengukur suhu tubuh:
oral, aksilla dan rektal
2) Memberikan kompres
hangat
3) Memberikan kompres
dingin
g. Gangguan aman
nyaman:
1) Manajemen stres
(Relaksasi, relaksasi
progresif, Nafas dalam,
Guide imagery, latihan
fisik)
2) iviembersihkan
iingkungan pasien
3) Backrub
4) Mencuci tangan
aseptic dan antiseptic
5) Menggunakan alat
pelindung diri : barak
schot, sarung tangan,
penutup kepala, dan lain-
lain
7. Menguasai teknik, 1. Mampu 1. Konsep dan perspektif
prinsip, dan memberikan keperawatan medikal: bedah
prosedur askep kepada 2. Peran Keperawatan medikal
pelaksanaan individu keluarga, bedah dalam pencapaian MDGs
asuhan/praktek dan kelompok 3. Kajian penyakit tropis:
keperawatan yang baik sehat, sakit, Malaria, DHF, Thypoid, Filariasis
dilakukan secara dan kegawat 4. Kajian penyakit infeksi
mandiri atau daruratan dengan endemis: SARS, Flu Burung
berkelompok. memperhatikan 5. Gangguan kebutuhan oksigen
aspek bio, psiko, akibat patologis sistem pernafasan
sosial kultural, dan cardiovaskuler:
dan spiritual yang a. Anamesa gangguan
menjamin sistem pernapasan dan
keselamatan klien cardiovaskuler
(patient safety), b. Perekaman EKG
sesuai standar c. Pengambilan specimen
askep dan darah : vena dan arteri
berdasarkan d. Pemeriksaan
perencanaan tisik:kecukupan oksigen dan
keperawatan yang sirkulasi, perubahan irama
telah tersedia napas dan irama jantung;
bunyi napas dan bunyi
jantung.
e. Menyiapkan pasien
untuk pemeriksaan
echocardiographi, treadmel
test
f. Masalah perawatan
pada ISPA, COPD, cor
pulmonale, effusi pleura, TBC,
CAD, dekompensasi kordis,
hipertensi, anemi, gangguan
pembuluh darah perifer, DHF
g. Tindakan keperawatan
pada gangguan kebutuhan
oksigen:
1) Memposisikan fowler
dan semi fowler
2) Memberikan oksigen
simple mask
3) Melatih napas dalam
4) Melatih batuk efektif
5) Postural drainage
6) Melakukan pengisapan
lendir
7) Memasang dan
memonitor transfusi darah
8) Memberikan obat
sesuai program terapi
9) Memberikan
Pendidikan kesehatan
h. Melaksanakan evaluasi
kebutuhan oksigen
6. Gangguan kebutuhan cairan
akibat patologis sistem
perkemihan dan metabolik
endokrin
a. Anamesa gangguan
sistem perkemihan dan
endokrin
b. Persiapan pasien
dengan BNO/IVP, USG ginjal
c. Pemeriksaan fisik:
dehidrasi, overload
cairan/edema, kurang mineral
d. Masalah perawatan
pada pielonepritis,
glomerulonepritis, neprotik
syndrome, batu saluran kemih,
gagal ginjal, diabetes insipidus
e. Tindakan keperawatan
pada gangguan kebutuhan
cairan:
1) Memasang infus
2) Memasang kateter
3) Memberikan obat
sesuai program terapi
4) Memberikan
Pendidikan kesehatan
f. Melaksanakan evaluasi
kebutuhan cairan dan
elektrolit
7. Gangguan kebutuhan nutrisi
akibat patologis pencernaan dan
metabolik endokrin
a. Anamesa gangguan
sistem pencernaan dan
metabolic endokrin
b. Persiapan pasien
dengan barium meal/barium
enema, USG abdomen dan
encloskopi
c. Pemeriksaan fisik:
kondisi saluran pencernaan,
bentuk abdomen, kesulitan
mengunyah dan menelan,
bising usus
d. Masalah perawatan
pada uikus peptikum,
gastroenteritis, thypus
abdominalis, colitis,
hemoroid, hepatitis, obstruksi
intestinal, DM
e. Tindakan keperawatan
pada gangguan kebutuhan
niitrisi:
1) Memasang NGT
2) Memberi makan per
NGT
3) Merawat kolostomi
4) Bilas lambung
5) Memberikan obat
sesuai program terapi
6) Memberikan
Pendidikan kesehatan
f. Melaksanakan evaluasi
kebutuhan nutrisi
8. Gangguan kebutuhan
eliminasi akibat patologis sistem
pencernaan dan persarafan
a. Anamesa gangguan
sistem pencernaan dan
persarafan
b. Masalah perawatan
pada konstipasi, inkontinensia
urin/alvi
c. Tindakan keperawatan
pada gangguan kebutuhan
eliminasi:
1) Klisma
2) Melakukan evakuasi
fekal
3) Memberikan obat
sesuai program terapi
4) Memberikan
Pendidikan kesehatan
d. Melaksanakan evaluasi
kebutuhan eliminasi
9. Gangguan kebutuhan aktifitas
akibat patologis sistem
muskuloskletal dan persarafan dan
indera
a. Anamesa gangguan
sistem muskuloskletal dan
persarafandan indera
b. Persiapan pasien
dengan CT scan otak dan MS,
MRI, Angografi cerebral.
Fungsi lumbal
c. Pemeriksaan fisik:
bentuk dan gait tubuh, fungsi
sensorik, motorik,
keseimbangan, pemeriksaan
reflex, visus
d. Masalah perawatan
pada osteomielitis,
osteoporosis, fraktur,
amputasi, stroke, enchepalitis,
meningitis, trauma kepala,
trauma medulla spinalis, polio,
tetanus, katarak, glaukoma
e. Tindakan keperawatan
pada gangguan kebutuhan
aktivitas
1) Memindahkan pasien
dari TT ke kursi
2) Memindahkan pasien
dari TT ke TT lain
3) Melatih pasien
menggunakan alat bantu
jalan
4) Melatih ROM
5) Memberikan obat
sesuai program terapi
6) Memberikan
Pendidikan kesehatan
f. Melaksanakan evaluasi
kebutuhan aktifitas
10. Gangguan kebutuhan istirahat
dan tidur akibat patologis sistem
persarafan dan integumen
a. Anamesa gangguan
sistem persarafan dan sistem
integumen
b. Masalah perawatan :
nyeri, pruritus
c. Tindakan keperawatan
pada gangguan pemenuhan
istirahat dan tidur
1) Membantu
melaksanakan ritual tidur
2) Melaksanakan
program terapi sesuai
program terapi
3) Memberikan
Pendidikan kesehatan
d. Melaksanakan evaluasi
kebutuhan istirahat dan tidur
11. Gangguan kebutuhan
keseimbangan suhu tubuh akibat
patologis berbagai sistem tubuh
a. Anamesa riwayat
infeksi sistem tubuh
b. Masalah perawatan
pada pasien denganhipertermi
dan hipotermi
c. Tindakan keperawatan
pada gangguan pemenuhan
keseimbangan suhu tubuh:
1) Memasang cooler
blanket
2) Memasang warmer
blanket
3) Melaksanakan
program terapi sesuai
program program terapi
4) Memberikan
Pendidikan kesehatan
d. Melaksanakan evaluasi
kebutuhan keseimbangan suhu
tubuh
12. Gangguan kebutuhan rasa
aman dan nyaman akibat patologis
sistem integumen dan sistem
immune
a. Anamesa gangguan
sistem integumen dan immune
b. Anamesa tentang
kondisi psikologik-sosial
c. Pemeriksaan
fisik:terhadap integritas
kulit/jaringan, tanda
infeksi/peradangan, tanda
penurunan kesadaran
d. Pemeriksaan tanda
kecemasan
e. Masalah perawatan
pada luka bakar, dermatitis,
reaksi obat dan alergi, SLE,
AIDS
f. Tindakan keperawatan
pada gangguan kebutuhan rasa
aman dan nyaman:
1) Merawat luka
2) Memberi kompres
pada luka
3) Memasang restrain
4) Memberikan obat
sesuai program terapi
5) Memberikan
Pendidikan kesehatan
g. Melaksanakan evaluasi
kebutuhan rasa aman dan
nyaman
13. Gangguan pemenuhan
kebutuhan tubuh akibat tindakan
operatif
a. Konsep perioperatif
b. Persiapan pre operatif
(fisik dan psikologis)
c. Masalah perawatan
pada preoperative
d. Tindakan keperawatan
pre operatif:
1) Membersihkan daerah
operasi
2) Mencukur daerah
operasi
3) Klisma
4) Pendidikan kesehatan
5) Informed consent
e. Tindakan keperawatan
post operatif
1) Menyiapkan TT aether
bed
2) Anamesa dan
observasi sirkulasi (TD,
nadi, pernapasan dan suhu
tubuh)
3) Mengobservasi
perdarahan
4) Pemerilaaan kesadaran
5) Mengobservasi bising
usus
6) Membimbing latihan
napas dalam
7) Membimbing batuk
efektif
8) Melatih ambulasi
14. Konsep Keperawatan anak
sehat
15. Konsep tumbuh kembang
anak
16. Sistem perlindungan anak
Indonesia
17. Konsep keperawatan anak
sakit
18. Berbagai penyakit dan
masalah-masalah kesehatan anak
yang lazim
19. Konsep hospitalisasi
20. Konsep bermain
21. Pemeriksaan perkembangan
anak (KTSP dan MTBS)
22. Aplikasi Proses Keperawatan
pada anak sehat, sakit :
23. Tindakan keperawatan pada
anak sehat
24. Imunisasi dasar
25. Pendidikan kesehatan anak
sehat
26. Bimbingan antisipasi
(anticipatory guidance)
27. Tindakan keperawatan pada
anak sakit:
28. Pendidikan kesehatan pada
anak sakit dan orang tua
29. Melakukan terapi bermain
30. Perawatan bayi dalam
inkubator
31. Perawatan bayi dengan
fototerapi
32. Perspektif keperawatan
maternitas,
33. Issue dan trend keperawatan
maternitas
34. Peran dan fungsi perawat
maternitas
35. Konsep keperawatan ibu
hamil
36. Konsep keperawatan ibu
intranatal dan bayi baru lahir
37. Konsep Keperawatan ibu post
partum
38. Konsep keperawatan ibu
dengan masalah reproduksi
39. Ragam gangguan sistem
Reproduksi: PMS, infeksi,
gangguan menstruasi, gangguan
kehamilan.
40. Konsep perawatan ibu resiko
HIV/AIDS
41. Asuhan keperawatan pada ibu
hamil, post partum dan gangguan
reproduksi:
42. Tindakan keperawatan pada
Ibu hamil:
a. ANC
b. Pendidikan kesehatan
pada ibu hamil
c. Senam hamil
43. Tindakan keperawatan pada
ibu post partum:
a. Pemantauan involusi
b. Perawatan vulva
c. Perawatan iuka
episiotomi
d. Pendidikan kesehatan
pada ibu post partum (teknik
menyusui, ASI eksklusif,
penkes KB, perawatan bayi)
44. Tindakan keperawatan pada
ibu dengan gangguan reproduksi:
a. Pendidikan kesehatan
tentang: kesehatan reproduksi,
haid dan I permasalahannya,
penyakit organ reproduksi.
b. Persiapan pasien
yang akan dilakukan
tindakan papsmear
45. Perspektif keperawatan Jiwa
46. Trend dan isu keperawatan
jiwa
47. Konsep Dasar
kesehatan/keperawatan jiwa
48. Konsep keperawatan pasien
dengan gangguan jiwa berat
(psikotik)
49. Konsep penatalaksanaan
terapi modalitas
50. Penggolongan gangguan jiwa
(PPDGJ dan DSMIV)
51. Asuhan Keperawatan pasien
dengan :
a. HDR (Hargadiri
rendah)
b. Isolasi sosial
c. Halusinasi
d. Perilaku kekerasan
e. Kecemasan
f. Kehifangan dan
berduka
g. Defisit perawatan diri
h. Terapi aktifitas
kelompok
52. Konsep Kesehatan pada
Kelompok Khusus gerontik
53. Pengkajian pada pada
kelompok khusus gerontik
54. Diagnosa keperawatan pada
kelompok khusus gerontik
55. Perencanan asuhan
keperawatan pada kelompok
khusus gerontik
56. Tindakan pada keperawatan
gerontik :
a. Terapi kognitif
b. Terapi aktifitas
c. Bantuan aktifitas
sehari-hari (activity daily
living-ADL) pada kelompok
lansia
d. Senam lansia
57. Evaluasi asuhan keperawatan
pada kelompok khusus gerontik
58. Dokumentasi asuhan
keperawatan pada kelompok
khusus gerontik
59. Konsep Pelayanan Kesehatan
Primer
60. Konsep keluarga
61. Model konseptual
keperawatan keluarga
62. Trend dan issue dalam
keperawatan keluarga
63. Konsep asuhan keperawatan
keluarga
64. Manajemen sumberdaya
keluarga
65. Pengkajian keperawatan
keluarga
66. Diagnosa kepei-awatan
keluarga
67. Perencanan asuhan
keperawatan keluarga
68. Tindakan keperawatan
keluarga :
a. Terapi modalitas pada
keluarga
b. Pendidikan kesehatan
pada keluarga
c. Merawat anggota
keluarga yang sakit
d. Pemberdayaan
keluarga
69. Evaluasi asuhan keperawatan
keluarga
70. Dokumentasi asuhan
keperawatan keluarga
8. Menguasai konsep 2. Mampu 1. Konsep pencegahan penularan
teoritis dan prosedur memberikan infeksi
pencegahan (administering) 2. Tindakan pencegahan dan
penularan infeksi dan mencatat obat pengendalian infeksi silang
dan promosi oral, topikal, a. Prosedur perawatan di
kesehatan, parenteral, dan ruang isolasi
pemberian obat oral supositoria sesuai b. Tindakan keperawatan
dan obat topikal, standar pemberian pre dan post operasi:
parenteral dan obat dan 1) Persiapan fisik
supositoria. kewenangan yang sebelum operasi
didelegasikan 2) Persiapan psikologis
3. Mampu 3) Persiapan administrasi
melakukan 4) Persiapan Lab /
pencegahan penunjang
penularan infeksi 5) Informed consent
dan promosi lain 3. Prosedur perawatan pada
kesehatan sesuai tindakan kolaboratif
dengan SOP. a. Melakukan test alergi:
skin test
b. Memberikan obat oral
c. Memberikan obat
parenteral (intrakutan,
subkutan, intramuskuler,
intravena)
d. iviernoerikan obat
topical (Oies, totes)
e. Memberikan obat
prarektal/supositoria
9. Menguasai jenis, 4. Mampu 1. Jenis, manfaat, dan
manfaat dan manual memilih dan penggunaan alat kesehatan yang
penggunaan alat mengunakan kerap digunakan dalam
kesehatan. peralat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.
memberikan a. Jenis dan type alat
askep sesuai dg kesehatan
standar askep b. Manfaat dan fungsi
alat kesehatan
c. Prinsip dan prosedur
penggunaan alat
d. Perawatan dan
penyimpanan alat
e. Kalibrasi alat : prinsip
dan cara pelaksanaan.
2. Penyimpanan dan
perneliharaan alat:
a. Membersihkan dan
menyimpan alat
b. Prinsip aseptic dan
antiseptic pada penggunaan
alat kesehatan.
10. Menguasai konsep 1. Kosep sterilisasi
dan prinsip steriliias 2. Konsep desinfeksi
dan desinfeksi alat. 3. Cara dan metoda sterilisasi
4. Prinsip-prinsip yang
mempengaruhi keberhasilan
sterilisasi dan desinfeksi
11. Menguasai konsep 5. Mampu 1. Persepktif keperawatan gawat
dan prinsip melaksanakan darurat
pelaksanaan prosedur bantuan 2. Konsep dan prinsip gawat
Bantuan hidup dasar (basic darurat
Hidup Dasar pada life support/BLS) 3. Konsep dan prinsip
situasi gawat darurat pada situasi gawat pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar
dan atau bencana darurat/bencana 4. Prinsip utama pertolongan
dengan memilih korban
dan menerapkan 5. Langkah langkah penilaian
metode yang korban/TRIAGE
tepat, sesuai 6. Konsep pengkajian pada
standar dan pasien gawat darurat CAB
kewenangannya. 7. Sistem pelayanan gawat
darurat
8. Konsep, prinsip Bencana dan
kejadian luar biasa
9. Sistem Penanggulangan
Bencana terpadu
10. Prosedur bantuan hidup dasar:
a. Pemeriksaan tingkat
kesadaran kuantitatif dan
kualitatif
b. Pemeriksaan nadi
c. Pemeriksaan
kepatenan jalan nafas
d. Pemeriksaan
pernafasan
e. Tindakan resusitasi
jantung paru
f. Membuka jalan nafas
dengan alat (opa) dan tanpa
alat ;
g. Tindakan
mengeluarkan benda asing
h. Pemasangan neck
collar
i. Tindakan
menghentikan perdarahan
(positioning & tourniquet)
11. Prosedur tindakan Bencana
a. Proses inisiasi awal
pada Bencana
b. Evakuasi dan
transportasi korban
12. Menguasai teknik 6. Mampu 1. Konsep dokumentasi
pengunipulan, mengumpulkan 2. Tehnik dokumentasi dan
klasifikasi, data, menyusun, pelaporan
dokumentasi, dan mendokumentasi- 3. Sistem Informasi Kesehatan
analisis data serta kan, dan 4. Model pendokumentasian
informasi asuhan menyajikan asuhan keperawatan
keperawatan. informasi askep 5. Teknik pendokumentasian
yang meliputi asuhan keperawatan
kemampuan 6. Model dokumentasi NANDA
dalam: (NIC dan NOC)
7. Sistem dokumentasi (manual
dan elektronik)
8. Aspek Legal
Pendokumentasian
13. Menguasai konsep, 7. Mampu 1. Konsep Dasar komunikasi
prinsip dan teknik melakukan 2. Komunikasi terapeutik
komunikasi komunikasi 3. Prinsip komunikasi teraputik
terapeutik terapeutik dengan 4. Teknik-teknik komunikasi
serta hambatannya klien dan teraputik
yang sering ditemui memberikan 5. Strategi pelaksanaan (tahap-
dalam pelaksanaan informasi yang tahap) komunikasi terapeutik
asuhan keperawatan. akurat kepada 6. Hambatan komunikasi
klien dan/atau 7. Penerapan komunikasi
keluarga/ berdasarkan tingkat usia
pendamping/ 8. Melakukankan komunikasi
penasehat tentang pada setiap tahap proses
rencana tindakan keperawatan
keperawatan yang 9. Melakukan komunikasi pada
menjadi tanggung bayi dan anak
jawabnya 10. Melakukan komunikasi pada
remaja
11. Melakukan komunikasi pada
orang dewasa
12. Melakukan komunikasi pada
lansia
13. Melakukan komunikasipada
pasien dengan kebutuhan khusus
14. Melakukan komunikasi pada
keluarga, kelompok dan
masyarakat
15. Melakukan komunikasi pada
pasien dengan fisik dan gangguan
jiwa
14. Menguasai konsep, 8. Mampu 1. Konsep, prinsip, dan teknik
prinsip, dan teknik memberikan pendidikan kesehatan dan promosi
penyuluhan penyuluhan kesehatan bagi klien.
kesehatan sebagai kesehatan untuk a. Konsep pendidikan
bagian dari upaya meningkatkan kesehatan
pendidikan pola hidup sehat b. Prinsip pendidikan
kesehatan dan klien dan kesehatan
promosi kesehatan menurunkan 2. Konsep pemberdayaan klien
bagi klien. angka kesakitan
15. Menguasai Kode 1. Nilai, norma dan etika
Etik Perawat 2. Prinsip-prinsip etik
Indonesia 3. Konsep etik dan hukum
pengetahuan faktual kesehatan
tentang hukum 4. Peraturan, kebijakan dan
dalam bidang perundang-undangan yang
keperawatan, berkaitan dalam praktik
prinsip- prinsip keperawatan
otonomi, 5. Kode etik keperawatan
malpraktek, bioetik 6. Issue etik
yang terkait 7. Masalah etik
pelayanan 8. Dilema etik dalam
keperawatan. keperawatan
9. Bio etik keperawatan
10. Hak dan kewajiban pasien
11. Aspek legal dalam praktik
keperawatan
12. Keputusan etik
16. Menguasai konsep 9. Mampu 1. Konsep dan proses manajemen
teoritis penjaminan menunjukkan keperawatan
mutu asuhan kinerja bermutu 2. Menejemen perencanaan asuhan
keperawatan, konsep dan kuantitas Keperawatan
teoritis Praktek yang terukur 3. Timbang terima pasien
Keperawatan terhadap hasil 4. Manajemen Konflik, Kolaborasi
Berbasis Bukti kerja sendiri, dan Negosiasi
(Evidence Based tenaga kerja 5. Model Praktik Keperawatan
Practice) pendukung Profesional
(support workers) 6. Konsep Mutu Pelayanan
yang menjadi Keperawatan
tanggung jawab 7. Konsep teoritis penjaminan mutu
pengawasan di asuhan keperawatan, Berbasis
lingkup bidang Bukti (Evidence Based Practice)
kerjanya. 8. Indikator Penilaian Mutu Asuhan
Keperawatan
9. Kepuasan pelangggan
10. Membuat rencana kerja sebagai
anggota tim

Anda mungkin juga menyukai