Anda di halaman 1dari 10

Soal Latihan KIMIA FISIKA

Kesetimbangan Fasa/Diagram-Diagram
Fasa
17.8 Diketahui :

Tekanan uap dari aseton murni pada 55,10C adalah 632,8 mm, dan tekanan uap CHCl3 murni
pada 55,10C adalah 741,8 mm. Dengan menganggap bahwa keduanya membentuk larutan
ideal pada semua kisaran perbandingan (komposisi), plot PT, PCHCl3, PAseton sebagai fungsi dari
xCHCl3. Data pengamatan sebenarnya untuk komposisi campuran yang berbeda adalah :

100 x XCHCl3 PAseton (mm) PCHCl3 (mm) PT (mm)


0 0 632,8 632,8
11,8 54,9 548,1 603,0
23,4 110,1 469,4 579,5
36,0 202,4 359,7 562,1
50,8 322,7 257,7 580,4
58,2 405,9 193,6 599,5
64,5 454,1 161,2 615,3
72,1 521,1 120,7 641,8

Ditanya :

Plotkan pada kertas grafik yang sama. Tunjukkan apakah plot tersebut mempunyai
penyimpangan positif atau negatif dari larutan ideal tersebut. Carilah PT bila xCHCL3 = 0,5
dalam kedua hal tersebut P0Aseton pada 55,10C adalah 741 mm.

Penyelesaian :
Plot Parsial Aseton, CHCl3 dan PT terhadap fraksi mol
700 Aseton
650
600 pT
550
500
450 pCHCl3
Hukum
p (mm)

400 Raoult
350 pAseto
n
300
250 pCHCl
pAseto
200 3
150 n
100 Hukum
50 Henry
0
0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0
fraksi mol XCHCl3

Plot PT, PCHCl3, Paseton sebagai fungsi dari xCHCl3 menunjukkan adanya suatu penyimpangan
negatif dari hukum Raoult, karena tekanan uap dari sistem tersebut lebih kecil dari yang
diramalkan oleh hukum Raoult

Berdasar pada Plot PT, PCHCl3, Paseton sebagai fungsi dari xCHCl3 di atas :

bila xCHCL3 = 0,5 maka PT = 580 mm

P0Aseton pada 55,10C adalah 741 mm, maka PT = 686,9 mm

17.9 Diketahui :

Misalkan aseton dan CHCl3 membentuk larutan ideal pada semua kisaran komposisi P0CHCl3 =
143, dan P0(CH3)2CO = 397 mm pada 170C. Plot PT, PCHCl3 dan P(CH3)2CO terhadap xCHCl3. Berikut
ini adalah data eksperimennya.

PCHCl3 P(CH3)2CO
100 x XCHCl3 (mm) (mm) PT (mm)
0 0 397 397
10 6 354 360
20 13 304 317
30 22 251 273
40 34 196 230
50 50 143 193
60 71 95 166
70 91 60 151
80 111 32 143
90 129 14 143
100 143 0 143
Ditanya :

Plot ini juga pada kertas grafik yang sama. Hitung PCHCl3 jika xCHCl3 = 0,75. Hitung yCHCl3 dan
tentukan apakah ada penyimpangan positif atau negatif

Penyelesaian :

Plot PT, PCHCl3 dan P(CH3)2CO sebagai fungsi dari xCHCl3 menunjukkan adanya suatu
penyimpangan negatif dari hukum Raoult, karena tekanan uap dari sistem tersebut lebih kecil
dari yang diramalkan oleh hukum Raoult

Berdasar pada Plot PT, PCHCl3 dan P(CH3)2CO sebagai fungsi dari xCHCl3 di bawah :

bila xCHCL3 = 0,75 maka PT = 270 mm dan yCHCl3 = 193 mm

Plot Parsial CHCl3, (CH3)2CO dan PT terhadap fraksi


400 mol CHCl3

350

300
P(CH3)2
250 CO
p (mm)

pT PCHCl3
200
Hukum
150 Raoult

100 p(CH3)2
pCHC CO
50
l3
Hukum
0
Henry
0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0
fraksi mol XCHCl3

17.10 Diketahui :

Plot soal (17.8) dan (17.9)

Ditanya :

(a) hitung konstanta Henry bila Aseton dan CHCl3 adalah zat terlarut

(b) tunjukkan bagian di mana hukum Raoult atau hukum Henry berlaku.

Penyelesaian :

(a) Plot soal (17.8) KAseton = 428,6 mm dan KCHCl3 = 371,43 mm

Plot soal (17.9) KCHCl3 = 62,5 mm dan K(CH3)2CO = 92,3 mm

(b) dapat dilihat pada plot soal 17.8 dan 17.9 di atas
18.15 Diketahui :

Tekanan uap parsial dari air (p1) dan n-propilalkohol (p2) pada 250C adalah sebagai berikut :

x2 p1 (mm) p2 (mm)
0 23,756 0
0,01 23,4 2,68
0,02 23,5 5,05
0,05 23,2 10,8
0,1 22,7 13,2
0,2 21,8 13,6
0,4 21,7 14,2
0,6 17,9 15,5
0,8 13,4 17,8
0,9 8,13 19,4
0,95 4,2 20,8
1,00 0 21,76
Ditanya :

(a) Plot tekanan parsial dari air dan propilalkohol sebagai suatu fungsi komposisi, dan
tunjukkan apakah ada suatu simpangan positif atau negatif dari hukum Raoult.
(b) Hitung konstanta Henry untuk kedua cairan
(c) Hitung koefisien aktivitas air pada fraksi mol x2 = 0,6, dengan memperhatikan keadaan
standar sebagai (i) komponen murni, (ii) keadaaan hipotesis dari hukum Henry pada
satuan fraksi mol 2 dengan menganggap bahwa uap adalah ideal .
(d) Hitung koefisien aktivitas alkohol pada komposisi di atas dengan menganggap alkohol
tersebut sebagai pelarut

Penyelesaian :

(a) Plot PT, P1 dan P2 sebagai fungsi dari x2 menunjukkan adanya suatu deviasi positif dari
hukum Raoult, karena tekanan uap dari sistem tersebut lebih besar dari yang diramalkan
oleh hukum Raoult

Berdasar Plot PT, P1 dan P2 sebagai fungsi dari x2 maka :

(b) (i) Kpropil alkohol = 286,66 mm

(ii) Kair = 94,12 mm

(c) (i)  air = 2,158 mm

(ii)  air = 0,5 mm

(d) (i)  alkohol = 1,195 mm

(ii)  alkohol = 0,0907 mm


Plot Parsial air (p1) dan n-propilalkohol (p2) dan PT terhadap fraksi mol n-propilalkohol
40

35

30
Hukum
25 Henry p2
p (mm)

20 p1
p1
15

10 p2
5
Hukum Raoult
0
0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0

fraksi mol X2

18.16 Diketahui :

Ulang soal 18.15 dengan data berikut dari CS2 (A) dan benzen (B) pada 250C.

xB x 102 pA (mm) pB (mm) PT (mm)


0 361,1 0 361,1
2,11 352,7 3,5 356,2
4,68 344,1 7,1 351,2
11,53 321,4 16,0 337,4
18,24 299,1 24,0 323,1
30,02 263,6 35,1 298,7
49,86 197,4 53,7 251,1
63,02 156,6 63,5 220,1
76,63 102,5 75,3 177,8
87,13 60,2 83,8 144,0
94,19 27,9 89,5 117,4
100,00 0,00 94,4 94,4
Ditanya :

(a) Plot tekanan parsial dari CS2 dan benzen sebagai suatu fungsi komposisi, dan tunjukkan
apakah ada suatu simpangan positif atau negatif dari hukum Raoult.

(b) Hitung konstanta Henry untuk kedua cairanHitung koefisien aktivitas air pada fraksi mol
xA = 0,6, dengan memperhatikan keadaan standar sebagai (i) komponen murni, (ii)
keadaaan hipotesis dari hukum Henry pada satuan fraksi mol A dengan menganggap
bahwa uap adalah ideal .
(c) Hitung koefisien aktivitas alkohol pada komposisi di atas dengan menganggap alkohol
tersebut sebagai pelarut

Penyelesaian :

(a) Plot PT, PA dan PB sebagai fungsi dari xA menunjukkan adanya suatu deviasi positif dari
hukum Raoult, karena tekanan uap dari sistem tersebut lebih besar dari yang diramalkan
oleh hukum Raoult

Berdasar Plot PT, PA dan PB sebagai fungsi dari xA maka :

(b) (i) K CS2= 495 mm

(ii) Keter = 136 mm

(c) (i)  CS2= 1,371 mm

(ii)  CS2= 1,0 mm

(d) (i)  eter = 1,089 mm

(ii)  eter = 0,76 mm

Plot Parsial CS2 (pA) dan benzen (pB) dan PT terhadap fraksi mol benzen (xB)
400

350

300

250 pB
p (mm)

200 pA

150 Hukum pA
Henry
100

50
p
Hukum
0 B Raoult
0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0
fraksi mol XB
18.6 Tekanan uap parsial dari air (P1) dan n-propilalkohol (P2) pada 25C sebagai berikut :

x2 0 0.01 0.02 0.05 0.1 0.2 0.4 0.6 0.8 0.9 0.95 1.00

P1 mm 23.756 23.4 23.5 23.2 22.7 21.8 21.7 17.9 13.4 8.13 4.20 0
P2 mm 0 2.68 5.05 10.8 13.2 13.6 14.2 15.5 17.8 19.4 20.8 21.76
a. Plot tekanan parsial dari air dan propilakohol sebagai suatu fungsi komposisi, dan
tunjukkan ada suatu simpangan positif atau negatif dari hukum Raoult

25

20
P1

15
P2

10

Hukum
Raoult
0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
x2

Dari grafik dapat dilihat bahwa tekanan uap masing-masing senyawa untuk berbagai komposisi
berada di atas tekanan uap berdasarkan hukum Raoult, maka terjadi penyimpangan yang positif.

b. Hitung konstanta Henry untuk kedua cairan


Dari grafik di atas dapat ditarik data yang mengikuti hukum Henry sebagai :

P1 11.6
K1    82.857 mm
x1 0.14
P2 14.4
K2    240 mm
x2 0.06

c. Hitung koefisien aktifitas air pada fraksi mol x2 = 0.6 dengan memperhatikan keadaan
standar sebagai (i) komponen murni, (ii) keadaan hipotesis dari hukum Henry pada satuan
fraksi mol A dengan menganggap bahwa uap adalah ideal
(i) komponen murni
Dari grafik didapat pada x2  0.6 maka harga P1  17.9 mm dan diketahui P1o  23.756 mm .

P1 17.9
a1  o
  0.753
P1 23.756
a1 0.753
1    1.883
x1 0 .4

(ii) keadaan hipotesis Henry


Tekanan parsial dari keadaan hukum Henry hipotesis dari x1  1 adalah 82.857 mm, sehingga :

17.9
a1 '   0.216
82.857
a ' 0.216
1' 1   0.54
x1 0.4

d. Hitung koefisien aktifitas alkohol pada komposisi di atas dengan menganggap alcohol
tersebut sebagai pelarut
P2 15.5
a2  o
  0.712
P2 21.76
a2 0.712
2    1.187
x2 0.6

18.7 Campuran CS2 (A) dan benzene (B) pada 25C sebagai berikut :

x B .102 0 2.11 4.68 11.53 18.24 30.02 49.86 63.02 76.63 87.13 94.19 100
PA mm 361.1 352.7 344.1 321.4 299.1 263.6 197.4 156.6 102.5 60.2 27.9 0
PB mm 0 3.5 7.1 16 24 35.1 53.7 63.5 75.3 83.8 89.5 94.4

a. Plot tekanan parsial dari CS2 dan benzen sebagai suatu fungsi komposisi, dan tunjukkan ada
suatu simpangan positif atau negatif dari hukum Raoult
400

350

300

250

200
PA

150
Hukum
Raoult
100

PB
50

0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100
xB

Dari grafik dapat dilihat bahwa tekanan uap masing-masing senyawa untuk berbagai komposisi
berada di atas tekanan uap berdasarkan hukum Raoult, maka terjadi penyimpangan yang positif. Akan
tetapi pada campuran ini harga penyimpangan sangat kecil dimana dapat dilihat bahwa garis hukum
Raoult hampir berhimpit dengan grafik sebenarnya. Sehingga dapat dikatakan campuran CS2 dan
benzene merupakan campuran ideal.

b. Hitung konstanta Henry untuk kedua cairan


Dari grafik di atas dapat ditarik data yang mengikuti hukum Henry sebagai :

PA 104
KA    520 mm
x A 0.2
PB 48
KB    137.143 mm
x B 0.35

c. Hitung koefisien aktifitas CS2 pada fraksi mol xB = 0.6 dengan memperhatikan keadaan
standar sebagai (i) komponen murni, (ii) keadaan hipotesis dari hukum Henry pada satuan
fraksi mol A dengan menganggap bahwa uap adalah ideal
a. komponen murni
Dari grafik didapat pada xB  0.6 maka harga PA  169 mm dan diketahui PAo  361.1 mm .
PA 169
aA  o
  0.468
PA 361.1
a A 0.468
A    1.17
xA 0.4

b. keadaan hipotesis Henry


Tekanan parsial dari keadaan hukum Henry hipotesis dari x A  1 adalah 520 mm, sehingga :

169
aA '  0.325
520
a ' 0.325
 A ' A   0.8125
xA 0.4

d. Hitung koefisien aktifitas benzen pada komposisi di atas dengan menganggap benzen
tersebut sebagai pelarut
PB 63
aB  o
  0.667
PB 94.4
a B 0.667
B    1.112
xB 0.6