Anda di halaman 1dari 9

Prasetyo Wibowo 142150097

Miftahul Fauzy 142150114


Yahya Krisnata 142150115
Herwinda Fitri K 142150171
Humaroh 142150178

Pengertian Serikat Pekerja


Pada awal dibentuknya adalah sebagai jawaban terhadap eksploitasi dan
penyalahgunaan tenaga kerja oleh manajemen, yang mengakibatkan mereka merasa tidak
puas terhadap perusahaan, yang akhirnya mereka berkumpul dan membentuk suatu
serikat yaitu Serikat Pekerja.
Serikat Pekerja adalah organisasi para pekerja yang dibentuk untuk mempromosikan
atau menyatukan pendapat, melindungi, dan memperbaiki, melalui kegiatan kolektif,
kepentingan-kepentingan sosial, ekonomi dan politik para anggotanya.

Tujuan dan Pentingnya Serikat Pekerja


 Dapat membantu anggota serikat pekerja untuk memperoleh apa yang
merekainginkan, misalnya kenaikan upah dan keamanan kerja.
 Memberikan hak-hak hukum untuk para anggota serikat pekerja.
 Membantu perusahaan melalui kerjasama dalam usaha-usaha bersama di pekerjaan,
seperti program kerja kelompok atau Scanlon Plan.

Keputusan pekerja Bergabung dengan Serikat Pekerja


 Ketidakpuasan
Harapan-harapan yang tidak tertulis dalam kontrak pekerjaan misalnya kondisi
pekerjaan, kebutuhan-kebutuhan pekerjaan, besarnya paya yang harus dikeluarkan
untuk pekerjaan tersebut, dan wujud otoritas perusahaan dalam mengarahkan
pekerjaan.
 Kurangnya Kekuasaan
Seorang pekerja yang eksklusif dengan pekerjaan yang esensial dapat memaksa
perusahaan melakukan perubahan terhadap kebijakan yang kerap sedikit tidak
menguntungkan pekerja yang berada pada pekerjaan yang tidak terlalu penting.
 Serikat Pekerja Sebagai Alat
Cenderung sebagai wadah para pekerja ketika harapam-harapan pekerjaan tidak
cukup memuaskan dan berfungsi untuk memperbaiki situasi.

Struktur Serikat Pekerja


Bagian terpenting dari serikat pekerja adalah Serikat Pekerja Lokal. Serikat
pekerjalokal sering disebut serikat pekerja cabang. Kemudian serikat pekerja berbagai
cabang membentuk serikat pekerja daerah/regional yang kemudian bersatu menjadi serikat
pekerja nasional.
Tugas dari serikat pekerja ini mewakili pekerja dalam menyelesaikan masalah-masalah
yang kepentingannya ada di masing-masing tingkat cabang, daerah maupun tingkat
nasional.

Perundingan Kolektif
Adalah suatu proses yang para wakil dua kelompok bertemu dan bermaksud untuk
merundingkan suatu perjanjian yang mengatur hubungan kedua pihak di waktu mendatang
untuk saling memenangkan kontrak yang menguntungkan.
Bagaimana memutuskan permasalahan tergantung pada hal-hal berikut ini:
- Kualitas hubungan serikat pekerja - manajemen
- Proses perundingan yang dilakukan oleh buruh dan manajemen
- Strategi manajemen dalam perundingan kolektif
- Strategi serikat pekerja dalam perundingan kolektif

Hubungan Serikat Pekerja-Manajemen


Ada dua jenis hubungan antara serikat pekerja dengan manajemen:
• Adversarial Relationship
manajemen menjalankan fungsinya sendiri untuk mencapai tujuan manajerial, begitu
juga dengan para pekerja yang menuntut pada upah, jam kerja. Dan pemerintah lebih
tertarik mengurusi kepentingannya sendiri.
• Cooperative Relationship
Serikat pekerja adalah mitra yang mempunyai tanggung jawab yang sama dengan
manajemen untuk sebuah solusi yang kooperatif dan pemecahan yang integratif

Proses Perundingan
 Perundingan Distributif
dideskripsikan sebagai negosiasi antara dua pihak dimana masing-masing pihak
memiliki fixed value yang saling dipersaingkan. Setiap pihak akan bersaing untuk
mendapatkan keuntungan lebih. Setiap keuntungan bagi satu pihak, merupakan
kerugian bagi pihak lain.

 Perundingan Integratif
Pihak-pihak yang terlibat akan bekerja sama untuk mencapai keuntungan maksimal
dengan mengintegrasikan kepentingan mereka. Kedua pihak mempunyai cara-cara
yang kreatif yang dapat memuaskan kedua belah pihak.

 Perundingan Konsesioner
Dapat disebabkan oleh kondisi ekonomi yang parah yang dialamai oleh perusahaan.
Perusahaan berusaha memperoleh konsesi atau pengembalian dari serikat pekerja
dan menjanjikan keamanan kerja sebagai imbalan.

 Perundingan Berkesinambungan
karakteristik:
- Banyaknya pertemuan selama masa kontrak
- Berfokus pada peritiwa dan permasalahan eksternal
- Pemakaian tenaga ahli luar dalam pengambilan keputusan
- Penggunaan pendekatan pemecahan masalah

 Perundingan Intraorganisasional
Berunding dengan pihak yang berhak atas perubahan-perubahan dalam posisi
perundingan.

Persiapan Perundingan
Strategi Manejemen:
• Mempersiapkan usulan perubahan dalam bahasa kontrak
• Menetapkan standar umum paket ekonomi yang diantisipasi perusahaan untuk
ditawarkan selama perundingan.
• Mempersiapkan data statistic dan data pendukung yang akan digunakan perusahaan
selama proses negosiasi
• Mempersiapkan buku yang akan dipakai oleh para negosiator perusahaan.
Strategi Serikat Pekerja;
• Kondisi keuangan perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk membayar
• Sikap menejemen terhadad berbagai hal, seperti tercermin dalam negosiasi yang telah
llewat dan tampak dari negosiasi-negosiasi dalam perusahaan-perusahaan serupa.
• Sikap dan keinginan para pekerja.

Menegosiasikan Perjanjian
Panitia Negosiasi
• Perusahaan dan serikat perkerja memilih para wakil sendiri untuk duduk dalam
panitia negosiasi. Tim negosiasi serikat pekerja biasanya meliputi wakil-wakil pekerja
lokal, sering kali pemimpinnya atau anggota-anggota staf eksekutif lainnya.

Struktur Negosiasi
Serikat pekerja bernegosiasi dengan beberapa perusahaan yang serupa, perusahaan-
perusahaan tersebut dapat berunding sebagai satu kelompok.
• Tingkat lokal : Perundingan Multiperusahaan
• Tingkat nasional : Perundingan Keseluruhan Industri
Bila beberapa serikat pekerja berunding bersama-sama dengan suatu perusahaan, maka
mereka terlibat dalam perundingan terkoordinasi.

Permasalahan Negosiasi
• Permasalahan Wajib
Perusahaan dan serikat pekerja wajib bertemu dan membahas “upah, jam kerja, dan
persyaratan dan kondisi kerja lainnya”.
• Permasalahan Permitif
Permasalahan yang tidak secara spesifik berkaitan dengn sifat pekerjaan tetapi tetap
merupakan kepedulian kedua pihak.
• Permasalahan yang Dilarang
Permasalahan yang menyangkut kegiatan tidak sah atau melanggar hukum.
• Kompensasi Langsung
Kerap kali perselisihan upah menjadi penyebab utuama pemogokan.
• Kompensasi Tidak Langsung
Hal-hak untuk mendapat tunjangan akan sangat sulit dihapuskan setelah diberikan,
sehingga manajemen cenderung hati-hati dalam menyetujuinya.
• Jam Kerja Karyawan
Serikat pekerja terus-menerus berusaha mengurangi jumlah jam kerja setiap
minggunya walaupun sudah ada undang-undang tentang ketenagakerjaan yang
mangatur.

• Masalah-Masalah Kelembagaan
- Pemotongan Gaji
Serikat pekerja telah berusaha mengatur pembayaran iuran melalui
pemotongan gaji para pekerja.
- Pemogokan
Perusahaan dapat mendesak serikat pekerja agar setuju untuk tidak melakuka
pemogokan selama masa berlakunya kontrak.
- Hak Prerogatif Manajerial
Sebagian besar perjanjian dewasa ini menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan
tertentu adalah hak manajemen sepenuhnya.

Permasalahan Administratif
• Waktu istirahat dan membersihkan diri
• Keamanan kerja
• Senioritas
• Penghentian sementara dan disiplin
• Keselamatan dan kesehatan kerja
• Standar produksi
• Prosedur Penyampaian Keluhan
• Pelatihan
• Masa Berlaku Perjanjian

Penyelesaian Konflik
• Pemogokan
Serikat pekerja akan mempengaruhi para pekerja untuk menolak melakukan perkejaan
seperti biasanya jika manajemen tidak menyetujui tuntutan serikat pekerja.
• Pelambatan Pekerjaan
Tidak seberat pemogokan, serikat pekerja meminta untuk melakukan pelambatan
kerja yang akan berdampak pada pengurangan hasil produksi.
• Boikot
- Boikot primer : ajakan untuk tidak membeli produk sebuah perusahaan
sebagai bentuk protes.
- Boikot sekunder : mencegah siapapun membeli produk sebuah perusahaan.
• Piket
Suatu tindakan yang mencegah karyawan yang ingin masuk kerja sewaktu di adakan
pemogokan.
• Kampanye Perusahaan
serikat pekerja dapat meminta pada perusahaan untuk mengubah cara perundingan
dengan melibatkan masyarakat atau serikat pekerja lain sebagai bentuk kampanye.

Mediasi
Suatu prosedur yang menggunakan pihak ketiga (netral) untuk membantu menyelesaikan
suatu permasalahan dan mencapai kesepakatan. Mediator dapat mengajukan saran-saran dan
rekomendasi, dan menjaga obyektivitas negosiasi yang sering kali ketika tidak menemukan
titik terang malah mengarah ke situasi yang emosional.

Arbitrasi
Suatu prosedur yang mana pihak ketiga mempelajari situasi perundingan, mendengarkan
kedua pihak dan mengumpulkan informasi, kemudian membuat ketetapan yang mengikat
kedua pihak.
Pada prinsipnya, arbritrator mmenentukan kondisi-kondisi perjnjian:
- arbitrasi penawaran akhir
- arbitrasi kovensional
- interest arbitration
- arbitrasi hak-hak

Administrasi Kontrak
Prosedur Pengajuan Keluhan
sumber-sumber keluhan:
- Pelanggaran langsung dari perjanjian
- Ketidaksetujuan atas fakta-fakta
- Perselisihan atas arti perjanjian
- Perselisihan atas metode penerapan perjanjian
Prosedur pengajuan keluhan harus melayani tiga kelompok yang terpisah, yaitu:
• Perusahaan dan serikat pekerja
Dengan menterjemahkan dan menyesuaikan perjnjian seperti yang diwajibkan dalam
kondisi perjanjian.
• Para pekerja
Dengan melindungi hak-hak kontrak mereka dan menyediakan saluran banding.
• Masyarakat luas
Denagn menjaga kedamaian industri dan mengurangi jumlah perselisihan di
pengadilan.

Prosedur pengajuan keluhan meliputi beberapa tahap, yaitu:


• Pekerja akan menghubungi kepala serikat pekerja jika merasa bahwa kontrak telah
dilanggar.
• Apabila persetujuan tidak dapat dicapai pada tingkat supervisor.
• Kalau sangat penting dan sulit diselesaikan.
• Jika ketiga prosedur diatas tidak dapat diselesaikan, maka arbitrator kemungkinan
akan mempertimbangkan kasus tersebut dan mengambil keputusan.
Kesimpulan
Keberadaan serikat pekerja memang sedikit tidaknya membantu meningkatkan
kesejahteraan para pekerja, namun demikian tidak semua pekerja memiliki pemahaman yang
sama terhadap wadah pekerja yang disediakan. Masih banyak pekerja yang memilih untuk
berada di luar serikat pekerja dan tidak mau bergabung dengan serikat pekerja karena
pemahaman yang berbeda-beda tersebut. Menoleh kembali pada sejarahnya dahulu di
Indonesia, serika pekerja ini sempat digiring kearah politik oleh mereka yang berkepentingan
akan hal tersebut dan dengan mudahnya serikat pekerja berubah menjadi kekuatan politik
pada masa itu.
Dengan masih adanya stigma yang melekat dengan serikat pekerja ini bisa menjadi
faktor beberapa pekerja lebih memilih untuk berproses langsung dengan perusahaan tanpa
melalui perantara serikat pekerja. Dari sisi lainnya juga serikat pekerja ini dipandang kurang
transparan dalam beberapa hal kepada para anggotanya sehingga memunculkan
ketidakpercayaan terhadap organisasi ini.
Dalam prakteknya, masih banyak perusahaan yang tidak menggunakan jasa serikat
pekerja sebagai perantaranya dengan para pekerja. Perusahaan lebih memilih untuk memberi
jaminan berupa kompensasi tidak langsung seperti pensiun, tunjangan cuti, tunjangan libur,
asuransi perawatan kesehatan dan jiwa, uang pesangon, dan tunjangan lain agar pekerja
merasa nyaman dengan lingkungan dan pekerjaan juga fasilitas yang didapatnya.
Daftar Pustaka
 Dra. Siti Alfajar, M.Si., Drs. Tri Heru, M.Si. (2010) Manajemen Sumber daya
Manusia, Sebagai Dasar Meraih Keunggulan Bersaing. Yogyakarta, bagian
penerbitan UPP STIM YKPN