Anda di halaman 1dari 3

A.

ANATOMI FISIOLOGI KISTA PAYUDARA


Payudara tersusun dari jaringan lemak yang mengandung kelenjar-kelenjar yang
bertanggungjawab terhadap produksi susu pada saat hamil dan setelah bersalin. Setiap
payudara terdiri dari sekitar 15-25 menampung air susu (alveoli). Saluran untuk mengalirkan
air susu ke puting susu disebut duktus. Sekitar 15-20 saluran akan menuju bagian gelap yang
melingkar di sekitar puting susu (areola) membentuk bagian yang menyimpan air susu
(ampullae) sebelum keluar ke permukaan.
Kelenjar getah bening terdiri dari sel darah putih yang berguna untuk melawan
penyakit. Kelenjar getah bening didrainase oleh jaringan payudara melalui saluran limfe dan
menuju nodul-nodul kelenjar di sekitar payudara samapi ke ketiak dan tulang selangka. Nodul
limfe berperan penting pada penyebaran kanker payudara terutama nodul kelenjar di daerah
ketiak.

B. GAMBAR NORMAL DAN ABNORMAL


Gambar kanan adalah payudara dengan keadaan normal sedangkan gambar kiri adalah
payudara dengan keadaan kista.

C. DEFINISI KISTA PAYUDARA


Penyakit kista payudara adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri
pada payudara dan rasa sakit yang hebat saat diraba seperti adanya suatu benjolan Sumber
: lunak, dan rasa nyeri semakin menghebat sebelum dan juga selama masa haid berlangsung
karena adanya suatu tarikan dari kelenjar payudara yang mengalami pembesaran atau
hypertropis.

E. TANDA DAN GEJALA


Kista muncul seminggu atau 2 minggu sebelum periode menstruasi mulai dan akan
menghilang sesudahnya. Kista banyak terjadi pada wanita saat premenopause, terutama bila
wanita tersebut menjalani terapi sulih hormon. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kafein
dapat menyebabkan kista payudara walaupun hal ini masih menjadi kontroversial di kalangan
medis.
Kebanyakan wanita hanya mengalami kista payudara sebanyak satu atau dua, namun pada
beberapa kasus, kista multipel dapat terjadi.

F. PROSEDUR DIAGNOSTIK
Seorang wanita yang menemukan benjolan pada payudaranya perlu minta bantuan dari
dokter agar bisa dipastikan perlunya biopsi atau tidak. Aspirasi bisa menunjukan apabila
benjolan itu adalah penyakit fibrokisitik. Beberapa dokter menganjurkan mammogram secara
periodik untuk bisa mendeteksi jika ada perubahan pada tumor. Tidak ada bukti bahwa
penyakit kistik bisa menjadi malignan, akan tetapi seorang wanita dengan penyakit kistik lebih
beresiko daripada wanita tanpa penyakit kistik. Tindakan yang dilakukan pada breast cyst atau
kista payudara adalah mammogram, ultrasonography, MRI, Biopsi, danlumpectomy.

G. PENATALAKSANAAN
1. FARMAKOLOGI :
Untuk kista payudara sebenarnya tidak diperlukan pengobatan lanjut jadi jika
dokter tidak menggangap tindakan lebih lanjut diperlukan biasanya obat yang diberikan
adalah obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol, tamoxifen, danazol atau
bromocriptine namun jika kista tersebut dirasa menggangu, semakin menyakitkan dan
semakin membesar bisa dilakukan operasi untuk pengambilan cairan didalam kista
tersebut atau dengan operasi pengangkatan kista tersebut yang biasa disebut
lumpectomy.
2. NON FARMAKOLOGI :
a. Biasakan gaya hidup sehat dan teratur
b. Jaga Keseimbangan Hormon
c. Atur Pola makan yang Sehat
DAFTAR PUSTAKA

Brunton Laurance et al (2008). Goodman and Gilmans Manual of Pharmacology and


therapeutics. Mcgraw-hill Companies,Inc.

Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (2002). Protokol Penatalaksanaan Kanker Payudara.
Robbins dan Kumar (1984). Patologi II Edisi 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran (EGC).

Santen, Richard dan Mansel, Robert (2005). Benign Breast Disorder. The New England Journal Of
Medicine, 353 : 275-85.

Siswadi, Yakobus MSN, Marry Wilfrid Dayrit SPC, MAN, Marry Baradero SPC, MN. (2007). Klien
Gangguan Sistem Refroduksi & Seksualitas. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran (EGC).