Anda di halaman 1dari 4

AUTISME

DEFENISI ETIOLOGI PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK


Autisme dapat diartikan sebagai kondisi Menurut Dewo (2006)
seseorang yang secara tidak wajar terpusat 1. Genetis, abnormalitas genetik dapat  Skrining perkembangan
pada dirinya sendiri; kondisi seseorang yang menyebabkan abnormalitas pertumbuhan  Penilaian perilaku
senantiasa berada di dalam dunianya sendiri. sel – sel saraf dan sel otak.  Penilaian fisik
2. Keracunan pada makanan yang  Ter laboratoriun
dikonsumsi ibu yang sedang hamil - Tes DNA (genetic)
KOMPLIKASI 3. Terjadi kegagalan pertumbuhan otak - Tes keracunan timbale
1. Gangguan infeksi yang berulang-ulang 4. Terjadi autoimun pada tubuh penderita  Pindai (scan) MRI
2. Batuk  Analisis kromosom
3. Flu  Diagnose autism bisa jadi sulit ditegakkan karena
MACAM-MACAM TERAPI AUTIS bisa bervariasi dari sat orang ke orang lainnya.
4. Serta demam berkepanjangan
Terapi akupunktur. Sejumlah penilaiaq dan tes autism akan dilakukan
utnuk membantu para spesialis mendeteksi autism
INSIDEN pada anak
Terapi musik.
 Data Centre Of Disease Control (CDC) di
Terapi balur
Amerika pada bulan Maret 2014, PROGNOSIS
prevalensi (angka kejadian) autism adalah Terapi perilaku.
1 dari 68 anak. Secara lebih spesifik 1 dari Pada anak-anak autis kadang-kadang “sembuh”,
42 anak laki-laki dan 1 dari 189 anak Terapi anggota keluarga sehingga mereka kehilagan diagnosis ASD, hal ini
perempuan. terjadi setelah perawatan intensif dan kadang-kadang
 Di Sumatera Barat, jumlah penderita autis Terapi lumba-lumba
tidak. Tidak ada penelitian yang difokuskan pada
berdasarkan data dari Badan Penelitian
autism setelah setengah baya. Anak autism dengan
Statistik (BPS) sejak 2010 hingga 2015,
terdapat sekitar 140.000 anak usia kemampuan bahasa sebelum usia enam, memiliki IQ di
dibawah usia 17 tahun menyandang atas 50, dan memiliki keterampilan diprediksi akan
autism (Fitriyani, 2015 dalam lebih baik; hidup mandiri.
newspadek.co, 2015).
Kondisi seseorang secara tidak wajar terpusat pada dirinya sendiri,
kondisi seseorang yang senantiasa berada didalam dunianya sendiri

genetik Keracunan logam `pemakaian antibiotik berlebihan

Neurotropin dan Infeksi jamur


neuropapitida

Gangguan pada otak Kerusakan sel punkinye Kebocoran usus dan tidak
dan hippocompus sempurna pencernaan
kasein dan gluten

Abnormalitas Gangguan keseimbangan


pertumbuhan sel saraf serotonin dan Protein pecah sampai
doppocampus polipeptida

Neurokimia sel Gangguan pada otak kecil Kasein dan gluten


abnormal terserap kedalam aliran
darah

Growth without Reaksi atensi lebih lambat Efek morfin pada otak
guidance
AUTIS

Keterlambatan dalam Perilaku ritualistik dan Perilaku ritualistik dan


berbahasa kondusif kondusif

Gangguan komuni Memelihara Teori pikir


Perilaku ritualistik dan lingkungan yang tetap
kondusif

kasi
HAMBATAN RISIKO GANGGUAN
KOMUNIKASI VERBAL PERKEMBANGAN

PERUBAHAN PROSES
KELUARGA

NOC : Orientasi kognitif NOC : Perkembangan anak : usia anak NOC : Koping keluarga
 Mengidentifikasi diri sendiri pertengahan  Menetapkan fleksibilitas peran
 Mengidentifikasi orang orang yang signifikan  Menunjukkan kebiasaan sehat dan baik  Memungkinkan fleksibelitas peran anggota
 Mengidentifikasi tempat saat ini  Bermain berkelompok Menghadapi masalah keluarga
 Mengidentifikasi hari dengan benar  Mengembangan persahabatan  Mengelola masalah keluarga
 Mengidentifikasi bulan dengan benar  Menunjukkan perasaan secara konstruktif  Mengungkapan perasaan dan emosi secara
 Mengidentifikasi tahun dengan benar  Menunjukkan kepercayaaan diri terbuka diantara keluarga
 Mengidentifikasi musim dengan benar  Memahami benar dan salah  Peduli dengan kebutuhan semua anggota
 Mengidentifikasi peristiwa saat ini yang signifikan  Menunjukkan kreatifitas keluarga
 Menunjukkan harga diri  Menyusun semua prioritas keluarga
NIC : NIC : Peningkatan perkembangan : anak NIC : Pemeliharaan Proses Keluarga
Peningkataan komunikasi : kurang bicara 1. Berikan hubungan terapeutik dan saling 1. tentukan proses keluarga yang khas
1. Anjurkan pasien untuk berkomunikasi secara percaya dengan pengasuh anak 2. diskusikan stategi untuk menormalkan
perlahan dan mengulangi permintaan 2. Berikan aktivitas bermain yang sesuai, kehidupan keluarga dengan seluruh anggota
2. Sering berikan pujian positif pada pasien yang dukung beraktifitas dengan anak lain keluarga
berusaha untuk berkomunikasi 3. Berkomunikasi dengan pasien sesuai dengan 3. sediakan mekanisme bagi keluarga untuk tetap
3. Anjurkan ekspresi diri dengan cara lain yang tingkat kognitif pada perkembangannya tinggal bersama pasien dan berkomunikasi
memberikan informasi pada keluarga 4. Berikan penguatan yang positif atau umpan dengan anggota keluarga
4. Bicara perlahan dengan jarak dan tenang, balik terhadap usaha-usaha mengekspresikan 4. bantu anggota keluarga untuk menggunakan
menghadap ke arah pasien diri. strategi normalisasi terhadap situasi yang
5. Berikan petunjuk dengan jelas dan sederhana: 5. Dukung anak untuk berinteraksi dengan mereka hadapi
hindari banyak pilihan yang dapat menambah teman temannya melalui keterampilan 5. diskusikan mekanisme dukungan sosial yang
konfusi pasien. Misalnya, sentuh lengan pasien dan bermain peran ada untuk keluarga
berkata, “berjalanlah bersama saya” 6. Berikan perhatian tidak langsung, bila di 6. bantu anggota keluarga untuk menggunakan
6. Libatkan pasien dan keluarga dalam perlukan mekanisme dukungan yang ada
mengembangkan rencana komunikasi 7. Ajarkan anak tuk mengenali dna
NIC : Peningkatan Koping
7. Berikan perawatan dalam sifat yang rileks, tidak menmanipulasi betuk
terburu-buru, dan tidak menghakimi 8. Berikan hubungan terapeutik dan saling
1. gunakan pendekatan yang tenang dan gunakan
8. Pencapaian komunikasi: deficit wicara (NIC) percaya dengan pengasuh anak
jaminan
9. Tahan diri dari berteriak kepada pasien dengan 9. Berikan aktivitas bermain yang sesuai,
2. berikan suatu penerimaan
gangguan komunikasi: dukung beraktifitas dengan anak lain
3. dukung aktivitas-aktivitas sosial dan komunitas
10. Berkomunikasi dengan pasien sesuai dengan
KETERANGAN 4. bantu klien dalam mengidentifikasi respon
tingkat kognitif pada perkembangannya
KONSEP DASAR positif dari orang lain
11. balik terhadap usaha-usaha mengekspresikan
INSIDEN 5. dukung verbalisasi perasaan
diri
PATOFISIOLOGI 6. dukung keterlibatan keluarga

DIAGNOSA KEPERAWATAN 7. kekuatan dan kemampuan diri


8. dukung keterlibatan keluarga