Anda di halaman 1dari 10

III.

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik

observasional dengan pendekatan cross sectional. Desain penelitian ini

digunakan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja, usia, jenis kelamin,

hygiene personal, dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) dengan kejadian

dermatitis kontak iritan pada pekerja di sentra industry tahu desa Kalisari

Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

a. Populasi target penelitian adalah seluruh penderita dermatitis kontak

iritan

b. Populasi terjangkau adalah seluruh penderita dermatitis kontak iritan pada

pekerja pabrik tahu desa Kalisari kecamatan Cilongok kabupaten

Banyumas

2. Sampel

a. Kriteria Inklusi

1. Pria atau wanita berusia 20-50 tahun

2. Merupakan pekerja pabrik tahu desa Kalisari kecamatan Cilongok

kabupaten Banyumas

3. Bersedia menjadi responden penelitian dan bersedia menandatangi

inform concent penelitian


b. Kriteria Eksklusi

1. Partisipan yang menderita kanker, penyakit infeksi, dan tumor pada

kulit

2. Menderita riwayat alergi

3. Memiliki riwayat dermatitis atopi

4. Memiliki penyakit atau gejala kulit yang diakibatkan karena

penggunaan obat, hobi, perawatan kulit, kosmetik, dan akibat

melakukan pekerjaan rumah tangga sehari- hari

c. Besar sampel

Besar sampel minimal yang digunakan dalam penelitian ini

didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Situmeang (2008)

menunjukkan hasil bahwa dari 50 pekerja pabrik yang menjadi sampel

penelitian didapatkan 54% (27 orang) responden terdiagnosis dermatitis

kontak iritan. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80

orang. Sehingga dapat dihitung dengan rumus :

n = (Zα2PQ + ZβP1Q1+P2Q2)2

(P1-P2)2

Keterangan :

n : besar sampel minimal

Zα : kesalahan tipe 1 (0,05) = 1,96

Zβ : kesalahan tipe 2 (0,1) = 1,28

P2 : Proporsi pada kelompok standar atau kontrol = 0,43

(Situmeang, 2008).

Q2 : 1-P2 = 0,57
P1 : Proporsi pada kelompok kasus = 0,37 (Situmeang,

2008).

Q1 : 1-P1 = 0,63

P1-P2 : Selisih proporsi minimal yang dianggap bermakna =

0,4

P : Proporsi total (P1+P2)/2 = 0,37 +0,43/2 = 0,4

Q : 1-P = 0,6

n = (1,962x0,4x0,6 + 1,280,37x0,63+0,43x0,57)2

(0,4)2

=31,42 = 32 sampel

Berdasarkan perhitungan besar sampel menggunakan rumus diatas

didapatkan sampel minimal untuk penelitian adalah 32 orang.

d. Tehnik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan

nonprobability sampling dengan consecutive sampling, semua subjek

yang memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai

jumlah subyek yang diperlukan terpenuhi (Sastroasmoro dan Ismael,

2011).

C. Variabel Penelitian

1. Variabel bebas : usia, jenis kelamin, masa kerja, hygiene personal, alat

pelindung diri (APD)

2. Variabel tergantung : dermatitis kontak iritan

3. Variabel perancu : riwayat alergi dan dermatitis atopi


D. Definisi Operasional Variabel

1. Dermatitis kontak iritan adalah peradangan pada kulit yang diakibatkan oleh

lingkungan kerja yang ditandai dengan kulit yang kemerahan,gatal,

hiperpigmentasi,dan hipopigmentasi (Siregar, 2004). Penilaian dermatitis

kontak iritan dalam penelitian ini dilakukan melalui diagnosis yang

dilakukan oleh dokter dan pengisian Mathias Criteria (terlampir). Seseorang

dinyatakan positif menderita dermatitis kontak iritan akibat kerja apabila 4

dari 7 pertanyaan bernilai positif.

a. Sumber data : data primer responden

b. Alat ukur : Mathias Criteria dan diagnosis dokter

c. Skala : nominal yaitu dermatitis kontak iritan atau tidak

dermatitis kontak iritan

2. Usia adalah lama manusia hidup (Sugono, 2008). Penilaian usia dalam

penelitian ini dilakukan melalui pengisian kuesioner

a. Sumber data : data primer responden

b. Alat ukur : kuesioner

c. Skala : numerik (rasio)

3. Jenis kelamin adalah sifat (keadaan) laki- laki atau perempuan (Sugono,

2008). Penilaian usia dalam penelitian ini dilakukan melalui pengisian

kuesioner

a. Sumber data : data primer responden

b. Alat ukur : kuesioner

c. Skala : nominal (laki- laki atau perempuan)


4. Masa kerja adalah lamanya pekerja pabrik bekerja di pabrik tahu hingga

penelitian ini dilakukan. Penilaian usia dalam penelitian ini dilakukan

melalui pengisian kuesioner

a. Sumber data : data primer responden

b. Alat ukur : kuesioner

c. Skala : numerik (rasio)

5. Alat pelindung diri berupa sarung tangan dan sepatu boot yang dapat

melindungi kulit dari asam cuka yang dapat menyebabkan gangguan

kesehatan kulit. Penilaian usia dalam penelitian ini dilakukan melalui

pengisian kuesioner.

a. Sumber data : Data primer responden

b. Alat ukur : kuesioner

c. Skala : nominal (menggunakan alat pelindung diri atau

tidak menggunakan alat pelindung diri)

6. Hygiene personal adalah kebiasaan yang dilakukan para pekerja pabrik

menjaga kebersihan diri selama sebelum dan sesudah bekerja. Penilaian

usia dalam penelitian ini dilakukan melalui pengisian kuesioner.

a. Sumber data : Data primer responden

b. Alat ukur : kuesioner

c. Skala : nominal (baik atau buruk)


E. Pengumpulan Data

1. Data Penelitian

Data penelitian berupa data primer yang diambil dari kuesioner daftar

panduan pertanyaan, lembar informed concent, dan data sekunder pekerja

pabrik tahu diperoleh dari pemerintah desa Kalisari Kecamatan Cilongok

2. Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang digunakan adalah peralatan tulis, kuesioner

panduan pertanyaan, recorder, camera digital untuk dokumentasi.

3. Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data

primer dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner

kepada responden penelitian. Sedangkan data sekunder diambil dari data

milik pemerintah desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas

dan subjek penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi akan diberikan

lembar inform concent serta kuesioner daftar panduan pertanyaan.

F. Tata urutan kerja

1. Tahap Persiapan Penelitian

a. Konsultasi dengan pembimbing mengenai judul skripsi yang telah

disetujui oleh tim komisi skripsi jurusan Kedokteran UNSOED

b. Mencari studi pustaka dan referensi terkait yang relevan sebagai acuan

pelaksanaan penelitian.

c. Melakukan observasi lokasi dan subjek penelitian yang akan diteliti

d. Penyusunan proposal
e. Ujian proposal

f. Revisi proposal yang telah diajukan

g. Setelah proposal yang diajukan telah disetujui oleh tim komisi skripsi

jurusan Kedokteran UNSOED, dilakukan pengurusan izin penelitian

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

Data tentang penderita dermatitis kontak iritan diperoleh dari

kuesioner daftar panduan pertanyaan pengumpulan data dan penegakan

diagnosis dermatitis kontak iritan dilakukan oleh dengan kuesioner

Mathias Criteria dan diagnosis dokter spesialis.

3. Tahap Akhir Penelitian

a. Pengolahan data

1. Editing : untuk meneliti kembali jawaban yang telah ada agar

jawaban pertanyaan lengkap

2. Koding : memberikan kode angka pada variabel agar memudahkan

dalam analisis data

a) Dermatitis kontak iritan

1. Ya : jika responden menunjukkan gejala dermatitis

kontak iritan

2. Tidak : jika responden tidak menunjukkan gejala

dermatitis kontak iritan

b) Usia

1. Sesuai : usia responden 20-45 tahun

2. Tidak sesuai : usia responden tidak berkisar 20-45 tahun

c) Jenis kelamin
1. P : perempuan

2. L : laki- laki

d) Masa kerja

i. Lama masa kerja

1. baru : 1- 3 tahun

2. sedang : 4-6 tahun

3. lama : lebih dari 6 tahun

e) Hygiene personal

1. Baik : bila dapat menjawab 8 pertanyaan

2. Buruk : bila menjawab kurang dari 8 pertanyaan

f) Alat Pelindung Diri (APD)

i. Observasi

1. Memakai : jika selama bekerja pekerja

memakai sepatu boot dan sarung tangan

2. Tidak memakai : jika selama bekerja pekerja tidak

memakai sepatu boot dan sarung tangan atau tidak

menggunakan salah satu diantaranya

ii.Pengetahuan

1. Baik : jika pekerja dapat menjawab 10 pertanyaan

2. Buruk : jika pekerja tidak dapat menjawab 10

pertanyaan yang diajukan

3. Analisis data

4. Penyusunan laporan hasil

5. Konsultasi dan revisi hasil dengan pembimbing


6. Seminar hasil

G. Analisis data

1. Analisis univariat

analisis univariat yang dilakukan untuk menjelaskan distribusi frekuensi

dan presentase variabel yang diukur dalam penelitian.

2. Analisis bivariat

Analisis bivariat digunakan untuk menganalisis hubungan usia, jenis

kelamin, masa kerja, pemakaian Alat Pelindung Diri (APD), dan hygiene

personal pekerja pabrik dengan timbulnya dermatitis kontak iritan. Analisis

bivariat yang akan digunakan adalah uji Chi-Square (X2) sebab skala pada

masing-masing variabel adalah kategorik nominal, tidak berpasangan, dan

distribusi data normal. Jika terdapat distribusi data yang tidak normal maka

menggunakan uji Fisher (Sastroasmoro, 2011).

3. Analisis multivariat

Menurut Sastroasmoro dan Ismael (2011) untuk memperoleh peran beberapa

faktor resiko terjadinya suatu penyakit sekaligus dapat digunakan analisis

multivariat. Dalam penelitian yang akan dilakukan variabel terikat memiliki

skala kategorikal nominal dan variabel bebas ada yang berskala numeric dan

ordinal maka analisis multivariate yang akan digunakan berupa uji regresi

logistic. Analisis tersebut dilakukan dengan program komputer.

H. Waktu dan tempat penelitian

a. Waktu penelitian
Penelitian ini akan dilakukan bulan November hingga Januari 2012

b. Tempat penelitian

Lokasi penelitian adalah Sentra Industri Tahu desa Kalisari kecamatan

Cilongok kabupaten Banyumas