Anda di halaman 1dari 5

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

a. Nasionalisme
b. Integritas
c. Bela Negara
d. Pilar Negara
e. Bahasa Indonesia
f. Pancasila
g. Undang-Undang Dasar 1945
h. Bhinneka Tunggal Ika
i. Negara Kesatuan Republik Indonesia (sistem Tata Negara Indonesia, sejarah perjuangan
bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan
berbahasa Indonesia secara baik dan benar).
Tes Intelegensi Umum (TWU),
a. Kemampuan verbal, yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan.
b. Kemampuan numerik, yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat
hubungan di antara angka-angka.
c. Kemampuan figural, yaitu kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental
seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram.
d. Kemampuan berpikir logis, yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan
sistematis
e. Kemampuan berpikir analitis, yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara
sistematis.
Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
a. Pelayanan publik
b. Sosial budaya
c. Teknologi informasi dan komunikasi
d. Profesionalisme
e. Jejaring kerja
f. Integritas diri
g. Semangat berprestasi
h. Kreativitas dan inovasi
i. Orientasi pada pelayanan
j. Orientasi kepada orang lain
k. Kemampuan beradaptasi
l. Kemampuan mengendalikan diri
m. Kemampan bekerja mandiri dan tuntas
n. Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan
o. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok
p. Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain

INFOMASI :
Pendaftaran CPNS 2018 dibuka pada 19 September 2018 melalui sscn.bkn.go.id. Kemenpan RB
menentukan passing grade peserta SKD jalur umum 143 untuk TKP, TIU 80 dan 75 untuk TWK.
Dikutip Tribunjogja.com dari laman menpan.go.id, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menjadi
salah satu tahapan penting dalam seleksi CPNS 2018.
Tahapan ini harus dilalui pelamar CPNS 2018 yang dinyatakan lulus seleksi administrasi.
Pelaksanaan SKD CPNS 2018 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), dan
kelulusan menggunakan nilai ambang batas (passing grade).
Nilai SKD memiliki bobot 40 persen, sementara Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bobotnya 60
persen.
Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja
menjelaskan, setiap peserta SKD harus mengerjakan 100 soal tes CPNS 2018.
Soal sebanyak itu terdiri dari soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia
Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.
TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan
mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia,
Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.
NKRI ini mencakup sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peran bangsa
Indonesia dalam tatanan regional maupun global, serta kemampuan berbahasa Indonesia
secara baik dan benar.
Sedangkan TIU untuk menilai intelegensia peserta seleksi.
Pertama, kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun
tulisan.
Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan
melihat hubungan diantara angka-angka.
Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah
nilainya nol (0).
TIU juga untuk menilai kemampuan figural, yakni kemampuan yang berhubungan dengan
kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram.
Selain itu juga kemampuan berpikir logis, atau penalaran secara runtut dan sistematis, serta
kemampuan berpikir analisis, atau kemampuan mengurai suatu permasalahan secara
sistematik.
Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah
nilainya nol (0).
Kelompok soal ketiga adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Soal-soal dalam kelompok soal ini mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial
budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri,
semangat berprestasi.
Selain itu, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orang lain, kemampuan
beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas.
Juga kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerjasama dalam kelompok, serta
kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.
Berbeda dengan dua kelompok soal sebelumnya, TWK dan TIU, nilai untuk kelompok soal ini
terbesar 5 dan tidak ada nilai nol (0) untuk setiap jawaban. Karena itu, peserta diimbau untuk
menjawab seluruh soal TKP.
Passing grade
Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas
(passing grade).
Itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD
Pengadaan CPNS 2018.
"Passing grade bagi peserta SKD dari kelompok pelamar jalur umum sama seperti tahun lalu,
yakni 143 untuk soal TKP, 80 untuk soal TIU dan 75 untuk soal TWK," ujar Setiawan
Wangsaatmadja.
Formasi khusus
Sementara untuk pelamar dari formasi khusus, yang tahun lalu menggunakan sistem
perangkingan, kali ini jumlah akumulasi dan nilai TIU ada batas minimalnya.
Untuk pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298
dengan nilai TIU minimal 85.
Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70.
Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60.
Untuk eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60.
“Untuk peserta seleksi dari olahragawan berprestasi internasional, nilai terendah merupakan
nilai ambang batas hasil SKD,” imbuh Setiawan.
Pengecualian
Ditambahkan, Permen PANRB No. 37/2018 ini juga mengatur adanya pengecualian untuk
beberapa jabatan.
Untuk dokter spesialis dan instruktur penerbang, nilai kumulatif minimal 298, dengan nilai TIU
sesuai passing grade.
Sedangkan untuk jabatan juru ukur, rescuer, ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar,
pawang hewan, dan penjaga tahanan, akumulasi nilainya paling sedikit 260 dengan nilai TIU
minimal 70.