Anda di halaman 1dari 9

KOMBINATORIAL

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Matematika Dsikrit

oleh

FIRDAUS ADITYA - L2F007031

HERDHIAN CAHYA NOVANTO - L2F007038

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2010

By Firdaus Aditya (L2F007031) dan Herdhian Cahya Novanto (L2F007038)


KOMBINATORIAL

1. Pengertian dan Tujuan

Kombinatorial merupakan suatu cabang matematika yang mempelajari tentang


pengaturan objek-objek dengan cara menghitung jumlah komponen penyusun objek itu
sendiri tanpa harus mengenumerasi semua kemungkinan penyusunnya.Kombinatorial
digunakan untuk menentukan jumlah cara pengaturan objek-objek penyusun yang ada dimana
objek tersebut merupakan objek diskrit yang memiliki tipe yang berbeda atau elemen itu
tidak memiliki hubungan satu dengan yang lain.Kombinatorial didasarkan pada hasil yang
dipeoleh dari suatu percobaan yang dilakukan dalam bentuk experiment berupa proses fisik
yang hasilnya dapat diamati atau kejadian dimana hasil percobaan tersebut dapat membentuk
suatu formula atau aturan tertentu dengan membuat suatu penyederhanaan dari berbagai
objek penyusun yang ada (generalisasi).

Contoh sederhananya adalah :

A. Untuk percobaan melempar dadu dimungkin kan terdapat 6 kemungkinan yang terjadi
muka dadu yang akan keluar yaitu muka dadu 1,2,3,4,5,atau 6.

B. Untuk Percobaan melempar uang koin Rp 100 maka akan muncul dua kemungkinan
hasil percobaan yaitu akan mucul koin bergambar rumah atau gambar wayang yang
akan muncul.

2. Kaidah Dasar Menghitung Kombinatorial (Rule of Product)

Terdapat 2 jenis Kaidah dasar dalam Menghitung yang digunakan yaitu :

 Kaidah perkalian (rule of product)


Percobaan 1 : p hasil

By Firdaus Percobaan 2 : q hasil dan Herdhian Cahya Novanto (L2F007038)


Aditya (L2F007031)
Jika Bila percobaan 1 mempunyai p hasil percobaan yang mungkin terjadi, percobaan
2 mempunyai q hasil percobaan yang mungkin terjadi, maka bila percobaan 1 DAN
percobaan 2 dilakukan, maka terdapat p × q hasil percobaan.

Contoh :

• Dua orang wakil Mahasiswa Teknik Elektro hendak memprotes nilai semesterannya.
Wakil yang dipilih 1 orang pria dan 1 orang wanita. Berapa banyak cara memilih 2
orang wakil tesrebut, Jumlah pria T.elektro=20 orang dan jumlah wanita =10 orang ?

Penyelesaian: 20 × 10 = 200 cara.

 Kaidah penjumlahan (rule of sum)

Percobaan 1 : p hasil

Percobaan 2 : q hasil

Jika Bila percobaan 1 mempunyai p hasil percobaan yang mungkin terjadi, percobaan
2 mempunyai q hasil percobaan yang mungkin terjadi, maka bila percobaan 1 ATAU
percobaan 2 dilakukan, maka terdapat p + q hasil percobaan.

Contoh :

By Firdaus Aditya (L2F007031) dan Herdhian Cahya Novanto (L2F007038)


• Ketua angkatan 2007 Teknik elktro hanya 1 orang (pria atau wanita, tidak harus pria).
Jumlah pria IF2002 = 20 orang dan jumlah wanita = 10 orang. Berapa banyak cara
memilih ketua angkatan?

Penyelesaian: 20 + 10 = 30 cara.

3. Perluasan Kaidah Menghitung

Jika dalam suatu n buah percobaan yang dilakukan masing-masing mempunyai


P1,P2,P3,....Pn hasil percobaan yang mungkin terjadi,maka jumlah total daripada hasil
percobaan yang mungkin terjadi yang dapat dihitung adalah sejumlah :

P1 x P2 x P3 x......xPn  kaidah perkalian

Dan

P1 + P2 + p3 +......+Pn  kaidah penjumlahan

Contoh :

1.Bit biner hanya 0 dan 1. Berapa banyak string biner yang dapat dibentuk jika:

(a) panjang string 4 bit

(b) panjang string 8 bit (= 1 byte)

Penyelesaian:

(a) 2 × 2 × 2 × 2 = 24 = 16 buah

(b) 28 = 256 buah

4. Inklusi dan Eksklusi

Contoh penggunaan prinsip Inklusi dan Eksklusi untuk penghitungan kombinatorial :

By Firdaus Aditya (L2F007031) dan Herdhian Cahya Novanto (L2F007038)


1. Setiap byte disusun oleh 8-bit. Berapa banyak jumlah byte yang dimulai dengan
‘11’ atau berakhir dengan ‘11’?

Penyelesaian :
Misalkan : A = himpunan byte yang dimulai dengan ‘11’,

B = himpunan byte yang diakhiri dengan ‘11’

A ∩ B = himpunan byte yang berawal dan berakhir dengan ‘11’

maka

A ∪ B = himpunan byte yang berawal dengan ‘11’ atau berakhir dengan ‘11’

A= 26 = 64, B= 26 = 64, A ∩ B= 24 = 16.

maka

A ∪ B= A+ B– A ∩ B

= 26 + 26 – 16 = 64 + 64 – 16 = 112.

5. Permutasi

Permutasi adalah jumlah urutan berbeda dari pengaturan objek-objek.Permutasi merupakan


bentuk khusus dari aplikasi akidah perkaliaan (rule of project).

 Permutasi dari n objek adalah :

n(n-1)(n-2) …… (2)(1) = n!

 Jumlah susunan berbeda dari pemilihan r objek yang diambil dari n objek dengan
dengan r ≤ n, disebut permutasi-r, dinyatakan:

P(n,r) = n(n-1)(n-2)…(n-(r-1)) = n!/(n-r)!

Contoh :

Berapa banyak “kata” yang terbentuk dari kata “ELEKTRO”?

Penyelesaian:

By Firdaus Aditya (L2F007031) dan Herdhian Cahya Novanto (L2F007038)


P(7, 7) = 7! = 5040 buah kata

6. Kombinasi

Kombinasi adalah suatu bentuk khusus dari pada bentuk permutasi.Terdapat suatu pembeda
antara kombinasi dan permutasi dimana didalam permutasi urutan kemunculan akan selalu
diperhitungkan,sedangkan pada kombinasi urutan kemunculan akan diabaikan.

Formula :

Contoh soal :

Misalkan ada 2 buah bola yang warnanya sama dan terdapat 3 buah kotak yang
tersedia. Setiap kotak hanya boleh berisi paling banyak 1 bola.

Jumlah cara memasukkan bola ke dalam kotak =

3!
P (3,2) P (3,2) 1! (3)( 2) = 3
= = =
2 2! 2! 2
7. Permutasi dan kombinasi bentuk umum

By Firdaus Aditya (L2F007031) dan Herdhian Cahya Novanto (L2F007038)


Dalam suatu kasus diperlukan suatu penerapan untuk menghitung pengaturan (atau
pengurutan) dari n buah objek dari suatu himpunan ganda S dimana himpunan S yang
memiliki elemen n buah objek yang tidak perlu semuanya berbeda.

Misalkan: ada n buah bola yang tidak seluruhnya berbeda warna (jadi, ada beberapa bola
yang warnanya sama - indistinguishable).

n1 bola diantaranya berwarna 1,

n2 bola diantaranya berwarna 2,

nk bola diantaranya berwarna k,

dan n1 + n2 + … + nk = n.

Berapa jumlah cara pengaturan n buah bola ke dalam kotak-kotak tersebut (tiap kotak maks.
1 buah bola)?

Jika n buah bola itu kita anggap berbeda semuanya, maka jumlah cara pengaturan n buah
bola ke dalam n buah kotak adalah:

P(n, n) = n!.

Dari pengaturan n buah bola itu,

ada n1! cara memasukkan bola berwarna 1

ada n2! cara memasukkan bola berwarna 2

ada nk! cara memasukkan bola berwarna k

Permutasi n buah bola yang mana n1 diantaranya berwarna 1, n2 bola berwarna 2, …, nk


bola berwarna k adalah:

By Firdaus Aditya (L2F007031) dan Herdhian Cahya Novanto (L2F007038)


P ( n, n ) n!
P ( n; n1 , n2 ,..., nk ) = =
n1! n2 !... nk ! n1! n2 !... nk !

Jumlah cara pengaturan seluruh bola kedalam kotak adalah:

C(n; n1, n2, …, nk) = C(n, n1) C(n – n1, n2) C(n – n1 – n2 , n3)

… C(n – n1 – n2 – … – nk-1, nk)

n! (n − n1 )! ( n − n1 − n2 )!
=
n1!( n −n1 )! n2 !( n − n1 − n2 )! n3!( n − n1 − n2 − nk )!

(n − n1 − n2 − ... − nk −1 )!

nk !(n − n1 − n2 − ... − nk −1 − nk )!

n!
=
n1! n2 ! n3 !... nk

Kesimpulan:

n!
P (n; n1 , n2 ,..., nk ) =C (n; n1 , n2 ,..., nk ) =
n1! n2 !... nk !

8. Permutasi dan Pengulangan

Dalam suatu kombinasi dimungkinkan adanya suatu pengulangan elemen yaitu dari n buah
objek akan diambil r buah objek,dengan perulangan yang diperbolehkan sebagai berikut :

Misalkan terdapat r buah bola yang semua warnanya sama dan n buah kotak.

(i) Masing-masing kotak hanya boleh diisi paling banyak satu buah bola.
Jumlah cara memasukkan bola: C(n, r).

(ii) Masing-masing kotak boleh lebih dari satu buah bola (tidak ada pembatasan jumlah
bola)

Jumlah cara memasukkan bola: C(n + r – 1, r).

C(n + r – 1, r) = C(n + r –1, n – 1).

By Firdaus Aditya (L2F007031) dan Herdhian Cahya Novanto (L2F007038)


By Firdaus Aditya (L2F007031) dan Herdhian Cahya Novanto (L2F007038)