Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 1

Perforasi Pindah Lapisan

DISUSUN OLEH :

Nama : Rochyana Ikhwan

NIM : 1501013

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI BALIKPAPAN

2018
Definisi
Proyek workover juga sering disebut sebagai proyek Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL)
merupakan proyek yang bertujuan untuk menjaga integritas sumur dengan melakukan berbagai
operasi perbaikan pada produksi.

Kerja ulang pindah lapisan merupakan suatu upaya untuk mengoptimalisasi produksi
dengan cara membuka lapisan baru yang produktif . KUPL terdiri atas squeeze cementing,
logging CBL-VDL, perforasi dan swabbing.

Pada squeeze cementing metode yang dipakai adalah bradenhead squeeze.Kemudian di lanjutkan
dengan logging CBL-VDL untuk memastikan apakah squeeze cementing berhasil dengan optimal
atau tidak. Kemudian dilakukan proses perforasi yaitu proses untuk membuka lapisan baru yang
telah di perhitungkan zona kedalamannya. Setelah dilakukan perforasi, sebelum sumur dibuka di
lakukan swabbing terlebih dahulu untuk membersihkan sisa-sisa perforasi agar selanjutnya
sumur siap untuk diproduksikan.

- Squeeze Cementing

Squeeze cementing merupakan salah satu jenis secondary cementing dimana operasi ini
dilakukan dengan menginjeksikan bubur semen (cement slurry) dengan ditekan sampai tekanan
tertentu pada suatu sumur minyak atau gas, dapat dilakukan selama operasi pemboran
berlangsung, komplesi, maupun pada saat work over.

Metode Squeeze Cementing

1. Bradenhead Squeeze
2. Packer Squeeze
3. Hesitation Squeeze
4. Running Squeeze
- Logging

Logging adalah metode atau teknik untuk mengkarakterisasi formasi dibawah permukaan
dengan pengukuran parameter-parameter fisik batuan dalam lubang bor, sedangkan log adalah
hasil rekaman dalam fungsi kedalaman terhadap proses swabbing.
- Cement Bond Log

Cement Bond Log (CBL) menggunakan prinsip bahwa amplitudo dalam gelombang suara
yang melintas secara vertikal melalui dinding baja dari casing mengurangi perbandingan
daripada keefektifan daya ikat semen antara casing dan kolom semen. Tujuan dilakukan CBL
yaitu mengukur keefektifan daya ikat semen antara casing, kolom semen dan formasi.

- Perforasi

Perforasi adalah proses pelubangan dinding sumur (casing dan lapisan semen) sehingga
sumur dapat berkomunikasi dengan formasi. Minyak atau gas bumi dapat mengalir kedalam
lubang sumur melalui lubang perforasi ini. Perforating gun yang berisi beberapa shape charge
diturunkan kedalam sumur sampai kedalaman formasi yang dituju. Penggunaan bahan peledak
(perforator) pada kegiatan perforasi bertujuan untuk membuat lubang antara casing, lapisan
semen dan formasi agar saling terhubung. Dalam proses pelubangan tersebut diperlukan tekanan
yang sangat besar, oleh karena itu pemilihan jenis bahan peledak yang digunakan harus
disesuaikan dengan cara atau teknik perforasi yang akan diaplikasikan.

- Swabbing

Pekerjaan swabbing ialah suatu pekerjaan untuk menimba atau mengeluarkan fluida dari
dalam sumur melalui suatu rangkaian swab string, kemudian fluida yang keluar ditampung
dalam swab tank untuk dilakukan pengukuran volume yang didapatkan pada tangki, kemudian
ditransfer menuju stasiun pengumpul terdekat

Alasan Dilakukannya Perforasi Pindah Lapisan

Workover harus direncanakan sedemikian rupa karena akan dapat menyebabkan


permasalahan terjadi selama pengoperasiannya serta memerlukan perhatian secepatnya. Hal ini
menyebabkan program workover pada industri minyak dan gas dimasukkan ke dalam rencana
anggaran investasi. Program workover terdiri dari deepening, plugging back, pulling and resetting
liners, dan squeeze cementing.
Cara
Dapat dilakukan dengan beberapa cara dibawah ini :

1. Squeeze Cementing

Squeeze cementing dilakukan dengan metode Bradenhead, dimana metode ini digunakan
dengan cara menempatkan cement slurry didepan perforasi. Setelah slurry dicampur, slurry
dipompakan kedalam tubing dan diikuti oleh sejumlah fluida work over yang sudah dihitung
volumenya sehingga membentuk suatu keseimbangan atau kesamaan tinggi kolom slurry
didalam tubing dan annulus. Tubing diangkat diatas cement slurry dan tubing dilakukan sirkulasi
balik untuk membersihkan kelebihan semen. Tekanan squeeze diberikan untuk menekan slurry
kedalam perforasi. Setelah final squeeze pressure didapat, tubing kemudian diturunkan untuk
sirkulasi balik kelebihan semen sampai cement plug masih tinggal beberapa feet diatas perforasi.

Jenis semen yang digunakan pada operasi cementing ini adalah semen berjenis butiran
halus dengan densitas rendah, sehingga diharapkan dengan penggunaan semen ini, operasi
squeeze cementing dapat berjalan lebih mudah dan sukses karena slurry cement dapat lebih
mudah masuk kedalam formasi.

2. Logging CBL-VDL

Operasi logging diawali dengan menyusun rangkaian peralatan logging yang terdiri atas
adaptor, casing collar locator (CCL), TCC, gamma ray tool, dan sonic tool. Kemudian,
dilakukan pemeriksaan dan kalibrasi awal. Selanjutnya, rangkaian alat log diturunkan kedalam
lubang sumur dan dikalibrasi ulang. Kemudian, dilakukan penarikan wireline logging dari dasar
sumur dengan kecepatan konstan yang telah diatur.

Logging CBL dan VDL ini dilakukan untuk mengevaluasi ikatan antara semen, casing
dan formasi hasil dari operasi squeeze cementing yang telah dilakukan.

Ikatan semen dikatakan baik jika hasil pembacaan dari log CBL bernilai dibawah 2 mV,
sedangkan jika hasil pembacaan log CBL bernilai diatas 10 mV maka dianggap ikatan semen
tidak baik. Sedangkan jika pembacaan log diatas angka 70 mV berarti terjadi free pipe. Standar
ini berbeda di tiap-tiap perusahaan.

Selain CBL terdapat logging VDL, dimana VDL memberikan gambaran secara grafis
bagaimana kondisi ikatan antara casing, semen dan formasi.

3. Perforasi

Perforasi dilakukan pada lapisan “L” dengan menggunakan jenis jet perforator. Perforasi
dilakukan pada lapisan L dengan tujuan membuka lapisan produktif setelah dilakukannya
squeeze cementing pada lapisan produktif yang telah ditutup yaitu lapisan “S upper”.

Tahapan dari perforasi diawali dengan merangkai alat di permukaan. Rangkaian alat
terdiri dari gun, carrier gun, gun body, casing collar locator dan fire head. Selanjutnya, alat
dimasukkan kedalam lubang sumur. Kemudian, agar memperoleh kedalaman yang diinginkan,
dilakukan kalibrasi alat. Setelah perforating gun mencapai target yang diinginkan, kemudian
shape charges diledakkan dan menghasilkan semacam semburan jet dengan tekanan dan
kecepatan tinggi yang mampu menembus lapisan casing baja dan semen.

4. Swabbing

Setelah dilakukan perforasi pada lapisan “L”, selanjutnya dilakukan swabbing untuk
mengangkat sisa-sisa perforasi dan membersihkan lubang bor dari fluida komplesi agar sumur
dapat segera siap untuk dipasang pompa dan diproduksikan kembali.

Rangkaian alat yang digunakan yaitu rope socket, swivel, sinker bar, tubular jar,
mandrel, swab cup, lubricator, dan oil saver rubber.

Pekerjaan swabbing ini hanya dapat dilakukan dari pagi hari sampai sebelum matahari
tenggelam, karena jika pada malam hari terjadi penurunan suhu dan gas dapat naik ke
permukaan, sehingga berbahaya bagi pekerja, pekerjaan swabbing ini selesai apabila kadar
sedimen dari fluida yang yang diangkat berkisar dibawah 0.2 ml.
ALAT

Beberapa alat yang digunakan :


Daftar Pustaka

- http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=download&sub=DownloadFi
le&act=view&typ=html&id=98444&ftyp=potongan&potongan=s2-2016-
326772-introduction.pdf
- https://id.scribd.com/document/347406978/Paper-KP-Mei-2016-docx