Anda di halaman 1dari 9

ANATOMI KADAL

(Eutropis multifasciata)

Oleh :
Nama : Arlina Setyoningtyas
NIM : B1A017150
Rombongan : VIII
Kelompok :3
Asisten : Fikrie Fauzan

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2018
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia
merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas
dengan paru-paru. Reptil merupakan sekelompok vertebrata yang menyesuaikan
diri di tempat yang kering di tanah. Ciri umum kelas ini yang membedakannya
dengan kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau
sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa
anggota ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan
pergantian kulit secara total yaitu pada anggota sub-ordo Ophidia dan
pengelupasan kulit sebagian pada anggota sub-ordo Lacertilia. Sedangkan pada
Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami
pergantian atau pengelupasan. Kulit pada reptil memiliki sedikit sekali kelenjar
kulit (Brotowidjoyo, 1993).
Kadal (Eutropis multifasciata) merupakan salah satu hewan vertebrata
yang berkulit kering, menanduk, dan biasanya tertutup oleh sisik-sisik atau
papan-papan epidermal yang tersusun seperti susunan genting sehingga
memudahkan hidup pada lingkungan yang kasar. Kulit yang tidak dapat
ditembus air membantu memperkecil kehilangan air karena menguap dari
permukaan kulit. Tulang rusuk pada kadal dapat bergantian merenggang
kemudian merapat karena terdapat perangkat otot-otot tulang rusuk yang yang
berlawanan. Umumnya reptil aktif di malam hari (nokturnal), namun ada juga
yang aktif pada siang hari. Habitat kadal pada umumnya berada di tempat-
tempat yang lembap seperti persawahan, kubangan air, sekitar kolam, pinggir
sungai, dan disekitar rawa-rawa (Kimball, 1991).
Kadal menyukai daerah yang lembab namun kadal juga membutuhkan
sumber cahaya yang dimanfaatkannya untuk menjaga stabilitas temperatur
tubuhnya. Kadal menjaga stabilitas temperatur tubuhnya dengan cara
mengabsorbsi panas dari sinar matahari. Kadal tersebut juga sering dijumpai
pada saat aktivitas berjemur. yaitu ketika intensitas cahaya mulai naik dan
sampai ke daerah yang terbuka. Hal yang dapat mempengaruhi dari keberadaan
kadal dapat juga diduga karena terganggunya kondisi lingkungan hutan oleh
manusia, contohnya seperti pembakaran hutan, pembuangan sampah yang
ditumpuk dan dibakar berpindah-pindah yang mengakibatkan habitatnya
terganggu dan sumber makananya seperti serangga menjadi terbatas sehingga
kadal tidak mampu bertahan dan tidak dapat ditemukan (Juniarmi, Nurdin, &
Zakaria, 2014)
Kadal (Eutropis multifasciata) menunjukkan ukuran seksual dimorfisme
antara kadal betina dan jantan. Kadal jantan memiliki ukuran kepala yang lebih
besar daripada kadal jantan. Perilaku mencari makan spesies Kadal (Eutropis
cenderung mengonsumsi hewan yang didistribusikan secara tidak terduga dan
rerumpunan mangsa misalnya, rayap dan belalang. Mode mencari makan ini
mirip dengan beberapa spesies kadal lainnya, seperti Aspidocelis tigris,
Dipsosaurus dorsalis, Eulamprus heatwolei, Eumeces fasciatus, Gallotia galloti,
Podarcis lilfordi, Psammodromus algirus, dan Varanus exanthematicus (Reilly
dkk. 2007). Kadal (Eutropis multifasciata) adalah omnivora dan mereka
memiliki perilaku kanibal. Beberapa kategori mangsa yang tidak biasa seperti
kadal cincang, tokek, dan katak kecil (Ngo, Ngo, Truong, & Duong, 2014)
Kadal termasuk golongan reptilian yang berdarah dingin, karena tidak
dapat mempertahankan tubuhnya pada saat hangat yang tetap. Berbeda dengan
burung dan mamalia, reptile tidak memiliki bulu agar tetap hangat dan kelenjar
keringat untuk menyejukkan suhu tubuh mereka mengikuti suhu lingkungan.
Kadal termasuk jenis yang baik digunakan sebagai bahan praktikum karena
selain mudah didapat juga mudah untuk di bedah (Sukiya, 2005).
Praktikum kali ini mengunakan preparat kadal (Eutropis multifasciata)
karena kadal sangat mudah di dapat pada habitat aslinya. Kadal juga sebagai
wakil dari kelas Reptil yang tidak berbahaya. Selain itu anatomi tubuh kadal
juga sederhana dan tidak terlalu rumit untuk dipelajari.

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum Struktur Hewan kali ini adalah untuk mengamati
dan mempelajari morfologi dan anatomi Kadal (Eutropis multifasciata).
II. MATERI DAN CARA KERJA
A. Materi
Bahan yang digunakan adalah Kadal (Eutropis multifasciata).

Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah baki preparat, pinset,
gunting bedah, dan kain lap.

B. Cara Kerja
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Kadal dibius dengan dimasukkan ke larutan klorofom dan dibiarkan sampai
mati lemas.
2. Setelah mati kadal dibedah dan pembedahan kadal dimulai dengan
pengguntingan di depan lubang kloaka ke sisi kiri dan kanan tubuh kemudian
ke arah depan melewati kaki depan sampai ke tengah rahang atas.
3. Hemipenis kadal dapat diketahui dengan cara menekan pangkal ekor.
4. Bagian-bagian rongga mulut dapat diketahui dengan cara menggunting kedua
sudut mulut dengan lebar lalu rahang dibuka kemudian ditarik bagian atas
dan bawah, maka bagian dalam dari kadal akan terlihat, kemudian diamati.
5. Bagian-bagian dalam tubuh reptil diamati dan digambar serta diberi
keterangan gambar.
B. Pembahasan
Kadal (Eutropis multifasciata) dapat diklasifikasikan sebagai Kingdom
Animalia dan kategori Phylum Chordata. Kadal (Eutropis multifasciata) dapat
dikelompokkan ke dalam Class Reptilia, Ordo Squamata dan Sub ordo Latercilia.
Kadal dapat dikelompokkan ke dalam Family Scincidae, Genus Eutropis dan
Spesies (Eutropis multifasciat) (Radiopoetro 1977).
Ciri-ciri khusus dari kadal yaitu terdapat zat tanduk di sepanjang
permukaan tubuhnya. Selain itu, kadal juga mempunyai cauda atau ekor dan
jantungnya terdiri dari dua antrium dan ventriculus. Kadal mempunyai dua pasang
anggota badan bersifat pentadectil yaitu extrimitas anterior dan extrimitas
posterior (Brotowidjojo 1993).
Morfologi tubuh kadal dibagi menjadi tiga bagian, yaitu caput (kepala),
truncus (badan), cauda (ekor), dan mempunyai kaki depan (extremitas anterior) serta
kaki belakang (extremitas posterior). Mata, rongga mulut, lubang hidung, telinga
terdapat pada kepala, mata pada kadal mempunyai kelopak mata serta mempunyai
selaput nictitans (selaput tidur). Rongga mulut kadal terdiri atas tuba eustachius, os.
Vomer, nasofaring, palatum molae, glottis, lingua dan palatum durum. Badan kadal
bentuknya bulat memanjang, pada daerah perut berwarna putih kekuning-kuningan
dan daerah punggung berwarna coklat. Warna ini tergantung dari umur, jenis
kelamin, keadaan lingkungan dan keadaan fisiologis tubuhnya. Kulit kadal
umumnya tertutup oleh lapisan squama epidermal yang menanduk, di bawahnya
disokong oleh lamina derminalis yang menulang. Ekor kadal bentuknya bulat
panjang meruncing ke ujungnya dan mudah putus (Radiopoetro, 1977).
Sistem pencernaan kadal terdiri atas cavum oris, pharynx, esophagus,
ventriculus, intestinum crasum, dan kloaka. Lidah dijulurkan keluar untuk
menangkap mangsa, giginya melekat pada rahang. Cavum oris dilanjutkan ke
pharynx, oesophagus dan lambung dengan bagian fundus dan pilorus. Saluran
pencernaan di lambung kemudian ke intestinum, rectum dan kloaka. Hati dan
pankreas berpembuluh ke intestinum. Kloaka berfungsi untuk mengeluarkan sisa
pencernaan, sekret dan untuk reproduksi (Brotowidjoyo, 1993)
Sistem pencernaan kadal terdiri dari tenggorokan yang panjang dan lambung
yang sederhana. Jantung kadal memanjang dan berwarna merah tua. Bagian depan
dari kadal terlihat batang trachea dan jantung ini terdiri dari tiga ruang yaitu, dua
antrium dan satu ventrikel (Djuhanda, 1982).
Sistem genitalia pada kadal jantan terdiri dari sepasang testis berbentuk
bulat telur dan saluran efferen tidak tampak bermuara pada saluran epididymis dari
testis sebelah kanan yang selanjutnya ductus efferen. Kadal jantan memiliki
hemipenis di dekat kloaka. Ketika kopulasi, organ ini dimasukan pada kloaka kadal
betina. Sepasang hemipenis merupakan organ penyalur sperma. Jika pangkal ekor
dari kadal ditekan, maka hemipenis akan mencuat keluar. Sedangkan kadal betina
memiliki ovarium dan osteum tuba yang berhubungan dengan oviduct yang
bermuara di kloaka (Djuhanda, 1980)
Perbedaan antara kadal jantan dan kadal betina adalah pada kadal jantan
terdapat sepasang testis, sedangkan pada kadal betina memiliki ovarium. Testis
kadal jantan terdapat pada lrtak yang lebih tinggi dari pada testis yang terdapat pada
sebelah kanan dan sepasang ginjal serta hemipenis. Kadal betina memiliki sepasang
osteum tuba, oviduct dan ovarium (Brotowidjoyo, 1993).
IV. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulakan bahwa morfologi dari


Kadal (Eutropis multifasciata) dapat dibagi menjadi tiga yaitu kepala, badan dan
ekor. Bagian kepala terdapat hidung, mata dan mulut. Rongga mulut kadal terdiri
atas tuba eustachius, os. Vomer, nasofaring, palatum molae, glottis, lingua dan
palatum durum. Alat gerak kadal terdapat empat kaki, dimana pada bagian depan
terdiri dari branchium dibagian paling atas, ante branchium dibawah branchium,
manus adalah telapak tangan dan digiti (jari-jari) terdapat 5 pasang. Tiap digiti
terdapat cakar-cakar yang berfungsi untuk membunuh mangsa. Kaki bagian
belakang terdiri dari femur, crus, pes dan digiti. Digiti pada bagian kaki depan dan
belakang berbeda dimana perbedaanya terdapat pada ibu jarinya. Ekor pada kadal
mempunyai panjang dua kali panjang tubuhnya. Sisik pada kadal bersifat halus dan
mengkilat pada bagian belakang terdapat sisik sosmoid. sistem pencernaan kadal
meliputi cavum oris, pharynx, esophagus, ventriculus, intestinum crasum, dan
kloaka. Sistem genitalia pada kadal jantan terdiri dari testis yang berbentuk oval,
relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal
rongga abdomen. Sedangkan Kadal betina memiliki ovarium dan osteum tuba yang
berhubungan dengan oviduct yang bermuara di kloaka
DAFTAR REFERENSI

Brotowidjoyo, M., 1993. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga


Djuhanda, T., 1980. Anatomi Empat spesies Vertebrata. Americo: Bandung.
Djuhanda, T.,1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata 1.Armico: Bandung.
Juniarmi, R., Nurdin, J., & Zakaria, I. J., 2014. Kepadatan Populasi dan Distribusi Kadal
(Mabuya multifasciata). Jurnal Biologi Universitas Andalas, 51-56.

Kimball, J. W. 1991. Biologi Jilid 3. Jakarta: Erlangga.


Ngo, C. D., Ngo, B. V., Truong, P. B., & Duong, L. D., 2014. Sexual Size Dimorphism
and Feeding Ecology of Eutropis Multifasciata (Reptilia : Squamata : Scincidae)
in The Central Highlands of Vietnam. Journal of Herpetological Conservation
and Biology, 322-333.

Reilly, S.M., L.D. McBrayer.,and D.B. Miles (Eds)., 2007. Lizard Ecology: The
Evolutionary Consequences of Foraging Mode. Cambridge University Press
Cambridge, UK.
Radiopoetra., 1977. Zoologi. Jakarta: Erlangga.
Sukiya., 2005. Biologi Vertebrata. Malang: Universitas Negeri Malang.

Anda mungkin juga menyukai