Anda di halaman 1dari 20

PERENCANAAN MANAJEMEN KEPERAWATAN

Di susun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Manajemen Keperawatan

Di susun oleh :

Kelompok : 3
Kelas : 2A

Edo Andrian P0 5120217 004

Intan Putri Andriani P0 5120217 008

Novila Yunita Sari P0 5120217 017

Regina Desyanda P0 5120217 023

Riadha Pratiwi P0 5120217 025

Poltekkes Kemenkes Bengkulu


Prodi D3 Keperawatan
Tahun Ajaran 2018/2019
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga makalah yang
berjudul “ Konsep Manajemen Keperawatan“ ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa
kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah
berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih


banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Bengkulu, 08 Agustus 2018

Penyusun

ii
Daftar Isi

K A TA P E N G A N TA R .................................................................................. II
D A F TA R I S I .......................................................................................... II I

Bab I : Pendahuluan ............................................................................................................ 1


1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 1
1.2 Manfaat ................................................................................................................. 1
1.3 Tujuan ................................................................................................................... 2
1.4 Sistematika Penulisan ........................................................................................... 2

Bab II : Tinjauan Teoritis ................................................................................................... 3


2.1 Definisi Visi Misi, Filosofi, Sasaran dan Tujuan ................................................ 3
2.2 Definisi Perencanaan Keperawatan ...................................................................... 4
2.3 Contoh Visi Misi, Filosofi, Sasaran dan Tujuan ....................................................
2.4 Contoh Perencanaan Keperawatan .........................................................................
Bab III : Penutup ............................................................................................................... 13
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 13

3.2 Saran ................................................................................................................... 13

Daftar Pustaka .................................................................................................................... 14

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setap kegiatan


organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program
penjualan produk baru, maupun perencanaan anggarannya. Perencanaan (planning)
merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana
cara mencapainya. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang
hendak dicapai sebelum melakukan prosesproses perencanaan.

Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini
merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan.
Perencanaan diperlukan dalam jenis kegiatan baik itu kegiatan oranisasi, perusahaan maupun
kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena
fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan
dalam perencanaan.

Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutma
dalam menghadapi lingkungan eksternal yangberubah dinamis. Dalam era globalisasi ini,
perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya
pada intuisi dan rasat (dugaan).

Pokok pembahasan pada makalah ini berfokus pada elemen-elemen tertentu dari proses
perencanaan dan proses yang sangat berhubungan dengan pemecahan masalah dan pengambilan
keputusan. Kemudian memperkenalkan konsep perencanaan dan menyajikan sejumlah pendekatan
untuk mengefektifkan perencanaan dari berbagai jenis.

Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mende nisikan tujuan organisasi, membuat
strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa
perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat
berjalan.

4
1.2 Manfaat
a. Bagi Mahasiswa
DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu makalah ini dapat menjadi sumber
bacaan bagi mahasiswa untuk mengetahui lebih dalam mengenai perencanaan manajemen
keperawatan.
b. Bagi Akademik
Makalah ini dapat dijadikan masukan bagi jurusan keperawatan dalam upaya
peningkatan proses pembelajaran tentang perencanaan manajemen keperawatan.

1.3 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah :
1) Mengetahui definisi Visi Misi, Filosofi, Sasaran dan Tujuan
2) Mengetahui contoh Visi Misi, Filosofi, Sasaran dan Tujuan
3) Mengetahui Perencanaan Keperawatan
4) Mengetahui contoh Perencanaan Keperawatan

1.4 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN yang terdiri dari Latar Belakang, Tujuan Penulisan, Manfaat
Penulisan, dan Sistematika Penulisan.

BAB II TINJAUAN TEORI yang terdiri dari Definisi Visi Misi, Filosofi, Sasaran dan Tujuan,
contoh Visi Misi, Filosofi, Sasaran dan Tujuan, Definisi Perencaaan Keperawatan, dan contoh
Perencaaan Keperawatan

BAB III PENUTUP yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran DAFTAR
PUSTAKA

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Visi, Misi, Filosofi, Sasaran dan Tujuan


2.1.1 Visi

Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat
eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan
masa depan yang diinginkan oleh organisasi.

Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan visi, sebagai bagian dari perencanaan
strategis, merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi. Visi tidak
hanya penting pada waktu mulai berkarya, tetapi juga pada kehidupan organisasi itu
selanjutnya. Kehidupan organisasi sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal
dan eksternal. Oleh karenanya, visi organisasi juga harus menyesuaikan dengan perubahan
tersebut.

Pada hakekatnya tidak ada visi organisasi, yang ada adalah visi-visi pribadi dari
anggota organisasi. Namun kita harus mampu merumuskan gambaran bersama mengenai
masa depan, berupa komitmen murni tanpa adanya rasa terpaksa. Visi adalah mental model
masa depan, dengan demikian visi harus menjadi milik bersama dan diyakini oleh seluruh
anggota organisasi.

Visi yang dimaksudkan adalah perawat / manajer keperawatan harus mempunyai


suatupandangan dan pengetahuan yang luas tentang manajemen danproses perubahan yang
terjadi saat ini dan yang akan 6iagno yaitu tentang penduduk, social, ekonomi, politik yang
akan berdampak terhadap pelayanan kesehatan.

2.1.2 Misi

Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin
dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu 6iagn. Misi menjelaskan
mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana melakukannya.

Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi
dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut, diharapkan

6
seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal organisasi dan mengetahui
peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa mendatang.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, maka Pusat Data dan Informasi Pertanian telah
membuat pernyataan misi, yang merupakan cita-cita dan landasan kerja yang harus diikuti
dan didukung oleh keseluruhan anggota organisasi dan secara eksplisit menyatakan apa
yang harus dicapai dan kegiatan spesi k apa yang harus dilaksanakan.

Misi diartikan sebagai suatu langkah – langkah nyata dari profesi keperawatan dalam
melaksanakan visi yang telah ditetapkan, yaitu :

1. Menjaga dan mengawasi suatu proses profesionalisasi keperawatan agar terus berjalan
dan berkesinambungan.
2. Menyediakan asuhan keperawatan yang efektif dan efisien dalam membantu
kesehatan pasien yang optimal setelah pulang dari rumah sakit.
3. Membantu mengembangkan dan mendorong suasana yang kondusif bagi pasien dan
staf keperawatan/ non keperawatan.
4. Mengajarkan, mengarahkan dan membantu kegiatan profesional keperawatan.
5. Turut serta dan bekerjasama dengan semua anggota tim kesehatan yang ada di rumah
sakit.

2.1.3 Filosofi

Filosofi keperawatan adalah pernyataan keyakinan tentang keperawatan dan


manifestasi dan nilai-nilai dalam keperawatan yang digunakan untuk berpkir dan
bertindak (chitty, 1997). Oleh karena itu filosofi keperawatan dibangun diatas
kepercayaan tentang manusia, lingkungan kesehatan dan keperawatan sebagaimana
terdapat dalam 7iagnost keperawatan.

Total Quality Manajemen (TQM) menurut W. Edwards Deming adalah sebagai


suatu dasar filosofi manjemen, karakteristik filosofo tersebut meliputi :

1. Institusi diberikan keleluasaan kewenangan dalam menentukan tujuan yang hendak


dicapai dan staf mempunyai otonomi dalam pengambilan keputusan tentang tugas
yang diemban.
2. Institusi diajarkan untuk membuat keputusan dalam meningkatkan kwalitas yang
kerja dan produkti tas kerja.
3. Penekanan TQM adalah memonitor kwalitas dimana secara terus-menerus
mengumpulkan data dengan pendekatan ilmiah kearah peningkatan
kwalitas.

7
4. Rencana strategi untuk masa depan dapat melalui pembentukan suatu komitmen
tentang kwalitas dan produkti tas.
5. TQM terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat (pasar): baik secara kwalitas
dan produkti tas untuk mencapai suatu kesepakatan dengan pihak kostumer (internal
dan eksternal).

Filosofi pelayanan keperawatan pada tatanan klinik/rumah sakit ditekankan pada:

1. Hak pasien untuk mendapatkan pelayanan dan menetukan kehidupannya


2. Setiap pasien harus dihargai sama tanpa membeda-bedakan agama, suku,
warna kulit, status, dan jenis kelamin.

3. Asuhan keperawatan yang diberikan harus ditujukan pada pemenuhan


kebutuhan individu.
4. Asuhan keperawatan yang diberikan sebagai bagian integral dan pelayanan
kesehatan lainnya.
5. Perlunya koordinasi dan kerjasama dalam memanfaatkan cumber daya yang ada
dalam mencapai tujuan organisasi
6. Perlunya evaluasi secara terus-menerus terhadap semua pelayanan
keperawatan yang diberikan.

2.1.4 Sasaran dan Tujuan


Tujuan merupakan sesuatu yang ingin dicapai sebagai arah
kebijakan bagi organisasi untuk menentukan apa yang harus dilakukan
dan bagaimana cara mencapainya. Tujuan mutlak harus ada dalam
organisasi pelayanan keperawatan. Untuk merumuskan tujuan yang baik
harus memenuhi syarat antara lain (Gillies, 1994) :
1. Tujuan harus dapat menjelaskan arah
2. Tujuan harus memungkinkan untuk dicapai
3. Terukur artinya tujuan berisi ketentuan kwantitatif
4. Teradapatbatasanwaktuuntuk pencapaian target
5. Pencapaian akhir setiap tujuan dapat diterima semua anggota
organisasi
6. Kriteria dibuat untuk melihat seberapa besar tujuan tercapai
7. Setiap tujuan mendukung sasaran organisasi

2.2 Perencanaan Keperawatan

8
Kegiatan perencanaan yang dipakai di ruang MPKP meliputi perumusan visi, misi,
filosofi . Sedangkan untuk jenis perencanaan yang diterapkan adalah:

a) Rencana harian adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh perawat sesuai dengan perannya
masing-masing. Rencana harian dibuat sebelum 9iagnostic dilengkapi saat 9iagnostic pre
conference.
b) Rencana bulanan
(1) Rencana Bulanan Karu
Setiap akhir bulan kepala ruangan melakukan evaluasi hasil nilai MPKP dan
berdasarkan hasil evaluasi tersebut kepala ruangan akan membuat rencana tindak
lanjut dalam rangka peningkatam kualitas hasil. Kegiatan yang mencakup bulanan
karu adalah:

 Membuat jadwal dan memimpin case conference

 Membuat jadwal dan memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga


Membuat jadwal dinas
 Membuat jadwal petugas menerima pasien baru
 Memimpin rapat bulanan perawat
 Membuat jadwal supervise dan penilaian kinerja ketua tim dan perawat
pelaksana
 Melakukan audit dokumentasi
 Membuat laporan bulanan.

(2) Rencana bulanan ketua tim

Setiap akhir bulan ketua tim melakukan evaluasi tentang keberhasilan


kegiatan yang dilakukan ditimnya. Kegiatan-kegiatan yang mencakup rencana
bulanan katim adalah:

 Mempresentasikan kasus dalam case conference


 Memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga Melakukan supervise
perawat pelaksana.

c) Rencana tahunan

9
Setiap akhir tahun kepala ruangan mengevaluasi hasil kegiatan dalam satu tahun yang
dijadikan sebagai acuan rencana tindak lanjut serta penyusunan rencana tahunan
berikutnya. Rencana kegiatan tahunan mencakup:

 Menyusun laporan tahunan yang berisitentang kinerja MPKP baik proses


kegiatan serta evaluasi mutu pelayanan.

 Melaksanakan rotasi tim untuk penyegaran anggota masing-masing tim.


Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi peningkatan jenjang karir
perawat (pelaksana menjadi katim, katim menjadi karu), rekomendasi untuk
melanjutkan pendidikan formal, membuat jadual, untuk mengikuti pelatihan-
pelatihan.

2.3 Contoh Visi Misi, Filosofi, Sasaran dan Tujuan

Kasus:

Anda adalah seorang kepala ruang rawat bedah laki-laki dengan 34 TT dan BOR 85%.
Staf anda terdiri dari 15 perawat, 4 POS, 1 tenaga administrasi, & 3 cleaning service. Hasil
survey direktur keperawatan saudara menunjukkan adanya ketidakpuasan dari pelanggan
saudara (75% pelanggan ekternal & 68% pelanggan internal). Bagaimana proses
perencanaan saudara menanggapi permasalahan diatas?

Pembahasan : Proses Perencanaan

Hierarki perencanaan, meliputi: Rumah Sakit Ojo Radiat

 Visi

Terwujudnya Rumah Sakit Ojo Radiat sebagai rujukan utama daerah di Jawa Barat
yang unggul, mandiri dan berkualitas dalam pelayanan bedah secara holistik tahun
2020.

 Misi
1. Mewujudkan pelayanan kesehatan profesional, bermutu dan bersahabat
untuk mewujudkan kepuasan pelanggan.
2. Mengembangkan jiwa (sikap mental) wirausaha dalam menyelenggarakan
pelayanan mandiri yang bertumpu pada pemberdayaan seluruh potensi
rumah sakit dan penggolongan kemitraan seluas-luasnya.

10
3. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan bedah dalam kedudukannya
sebagai pusat rujukan daerah, pendidikan dan pengembangan keilmuan di
bidang kesehatan bedah.
4. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pelatihan, penelitian dan
pengembangan yang bermutu.

Hierarki perencanaan ruang rawat Arjuna, meliputi:

 Visi

Terwujudnya ruang rawat bedah laki-laki berkualitas tinggi yang memberikan


perawatan secara holistik tahun 2020.

 Misi
1. Memberikan pelayanan perawatan bedah laki-laki yang profesional, bermutu
dan bersahabat untuk mewujudkan kepuasan pelanggan.
2. Memberikan perawatan bedah laki-laki dalam kedudukannya sebagai pusat
rujukan daerah.
3. Memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga kesehatan untuk
meningkatkan kualitas perawatan bedah.
4. Mendorong dan memfasilitasi tenaga kesehatan untuk mengadakan penelitian
perawatan bedah di ruang rawat bedah laki-laki.
 Filosofi
Profesional dalam melayani
 Tujuan
1. Tujuan jangka panjang

Memberikan pelayanan kesehatan yang optimal secara holistik dan


berbasis evidence based practice.

2. Tujuan jangka pendek


a) Mengoptimalkan proses penyembuhan klien dengan memberikan
asuhan keperawatan yang holistik di ruang rawat bedah laki-laki
b) Mencegah terjadinya infeksi nosokomial di ruang rawat bedah laki-laki

11
2.4 Contoh Perencanaan Keperawatan
FORMAT 1 : Contoh Rencana Harian Kepala Ruangan

RENCANA HARIAN KEPALA RUANGAN

Nama : Ruangan : Tanggal :

WAKTU KEGIATAN KETERANGAN

07.00 Operan

Pre conference (jika jumlah Tim lebih dari satu)

Mengecek SDM dan sarana prasarana

08.00 Mengecek kebutuhan pasien (pemeriksaan, kondisi, dll)

09.00 Melakukan interaksi dengan pasien baru atau pasien yang


memerlukan perhatian khusus

10.00 Melakukan 12iagnosti pada ketua Tim/perawat pelaksana

Perawat 1 : …................................................ (Nama)

…................................................................... (tindakan)

Perawat 2 : …................................................ (Nama)

….................................................................... (Tindakan)

Perawat 3 : …................................................. (Nama)

….................................................................... (tindakan)

11.00 Hubungan dengan bagian lain terkait rapat-rapat


terstruktur/ insidentil

12.00 Mengecek ulang keadaan pasien, perawat, lingkungan yang


belum teratasi

Ishoma

13.00 Mempersiapkan dan merencanakan kegiatan asuhan


keperawatan untuk sore, malam dan besok sesuai tingkat
ketergantungan pasien

12
Mengobservasi posr conference

14.00 Operan

Jumlah Perawat : Jumlah Pasien :

FORMAT 2 : Contoh Rencana Harian Ketua Tim

RENCANA HARIAN KETUA TIM

Nama Perawat : Ruangan : Tanggal :

Nama Pasien :

1. …................... 4. …........................
2. …................... 5. …........................
3. …................... 6. …........................

WAKTU KEGIATAN KETERANGAN

07.00 Operan

Pre conference (jika jumlah anggota Tim lebih dari satu orang)

Membagi tugas/pasien pada anggota tim (PA)

Mengecek persiapan prosedur keperawatan dan dokumentasi


keperawatan

08.00 Mengecek kebutuhan pasien (pemeriksaan, kondisi, dll) dan

Mengecek persiapan prosedur/tindakan keperawatan

Pasien 1 : …............................................... (tindakan)

Pasien 2 : …............................................... (tindakan)

Pasien 3 : …............................................... (tindakan)

09.00 Menerima dan interaksi dengan pasien baru atau pasien yang
memerlukan perhatian khusus

13
Pasien 1 : …..............................................

Pasien 2 : …..............................................

Pasien 3 : …..............................................

10.00 Mendampingi dokter visite

Pasien 1 : …..............................................

Pasien 2 : …..............................................

Pasien 3 : …..............................................

11.00 Melakukan 14iagnosti pada perawat pelaksana (dapat diatur sesuai


kondisi dan kebutuhan)

Perawat 1 : …................................................ (Nama)

…................................................................... (tindakan)

Perawat 2 : …................................................ (Nama)

…................................................................... (tindakan)

Perawat 3 : …................................................ (Nama)

….................................................................... (tindakan)

12.00 Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan membuat catatan


perkembangan pasien

Ishoma

13.00 Menulis dan memeriksa kelengkapan dokumentasi askep

13.30 Post conferensi dan operan

14
FORMAT 3 : Contoh Rencana Harian Perawat Pelaksana

RENCANA HARIAN PERAWAT PELAKSANA

Nama Perawat : Ruangan : Tanggal :

Nama Pasien :

1. …................... 4. …........................
2. …................... 5. …........................
3. …................... 6. …........................

WAKTU KEGIATAN KET

07.30 14.00 21.00 Operan

Pre conference (jika 1 tim lebih dari 1 orang)

Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan 15iagnostic

(dinas Pagi)

08.00 15.00 22.00 Pasien 1 …................................................... (tindakan)

Pasien 2 …................................................... (tindakan)

Pasien 3 …....................................................(tindakan)

09.00 16.00 23.00 Pasien 4 …....................................................(Tindakan)

Pasien 5 ….................................................... (tindakan)

Pasien 6 ….................................................... (tiindakan)

10.00 17.00 24.00 Pasien 1 ….................................................... (tindakan)

Pasien 2 ….................................................... (tindakan)

Pasien 3 ….................................................... (tindakan)

11.00 18.00 05.00 Pasien 4 ….................................................... (tindakan)

Pasien 5 ….....................................................(tindakan)

Pasien 6 ….................................................... (tindakan).

12.00 19.00 06.00 Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah


dilakukan dan mendokumentasikan

15
Istirahat

13.00 20.00 06.30 Post conference (jika tim lebih dari satu orang) dan
dokumentasi askep

14.00 2100 07.00 Operan

FORMAT 5 : CONTOH RENCANA KEGIATAN BULANAN KEPALA RUANGAN

RENCANA KEGIATAN BULANAN KEPALA RUANGAN MPKP

Bulan :

Ruangan :

Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu Minggu


1 2 3 4 5 6 7

Rapat Ren Lap Supervisi Audit Dok Supervisi Penkes pasien/


Bulanan Katim keper pasien
PA keluarga

8 9 10 11 12 13 14

Rapat Supervisi Audit Dok Supervisi Case


koordinasi Keper Pasien Conference
Katim PA

15 16 17 18 19 20 21

Penkes Supervisi Audit Dok Supervisi Penkes keluarga


Pasien/keluarga katim keper pasien
PA

22 23 24 25 26 27 28

Menyusun Supervisi Audit Dok Supervisi Case


jadwal dinas katim keper pasien Conference
PA

29 30 31

Rapat Supervisi Audit Dok


Koordinasi Katim keper pasien

Makassar, 2012

Mengetahui, Kepala Ruangan

16
Kabid Kepeawatan PCC Lantai II

( ) ( )

17
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pemikiran yang menghubungkan fakta-fakta
berdasarkan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan
merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan
tertentu dan menguraikan bagaimana pencapaiannya.

3.2 Saran

Untuk itu apabila kita sebagai perawat dalam memimpin kita harus terlebih dahulu
memmbuat suatu perencanaan terhadap setiap tindakan yang dilakukan.

18
DAFTAR PUSTAKA

Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE – Yogyaka


Stoner, James A.F. 1996. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Erlangga – Jakarta
Grin. 2003. Pengantar Manajemen. Penerbit Erlangga – Jakarta
BUKU Pengantar manajemen keperawatan

19
20