Anda di halaman 1dari 1

SUMMARY TOPIK 8

STERILISASI
Produk fermentasi dihasilkan dari suatu kultur mikroorganisma tertentu
atau beberapa mikroorganisme dalam media fermentasi. Fermentasi
membutuhkan ribuan liter media fermentasi steril dan jutaan liter udara steril.
Selain itu limbah industri fermentasi yang menggunakan sel-sel DNA
rekombinasi harus bebas dari sel-sel tersebut karena dapat mengganggu/merusak
sel-sel lain di lingkungan.
Sterilisasi adalah proses pemusnahan mikroorganisma dengan cara
pemanasan, radiasi atau kimiawi. Kematian sel adalah kegagalan sel, spora atau
virus untuk bereproduksi atau bergerminasi pada lingkungan yang
menguntungkan. Sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai metode secara fisika
maupun kimia seperti penggunaan steam, radiasi sinar UV, irraadiasi dan bahan
kimia.
Sterilisasi dilakukan untuk media fermentasi, bioreaktor, air proses dan
udara aerasi. Tujuan sterilisasi adalah untuk mencegah kontaminasi, beberapa
kerugian akibat kontaminasi antra lain produktivitas fermentasi menurun, karena
media fermentasi harus menunjang pertumbuhan mikroorganisma produktif dan
mikroorganisma kontaminan, bila fermentasi merupakan sistem kontinyu,
kontaminan dapat tumbuh melebihi mikroorganisma produktif, mikroorganisma
asing akan mengkontaminasi produk akhir misal pada produksi protein sel tunggal
(PST).
Secara umum sterilisasi media fermentasi dilakukan dengan
menggunakan steam. Sterilisasi menggunakan steam dapat dilakukan secara batch
atau kontinyu. Sterilisasi batch dilakukan dalam vessel yang dilengkapi dengan
jacket atau coil pemanas, sterilisasi dilakukan “in situ” atau terpisah. Sterilisasi
kontinyu dilakukan dengan menggunakan sistem Continous plate heat exchanger
dan Continous injector flash cooler.