Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIK MANDIRI TERSTRUKTUR

PENDAMPINGAN (PMTP)
AKADEMI KEBIDANAN BAKTI UTAMA PATI
TAHUN AKADEMIK 2017 /2018

Nama Mahasiswa : Dyah Retno Pangabean


NIM : 1317007
Mata Kuliah : Ketrampilan Dasar Kebidanan II
Jenis Kompetensi : Ketrampilan Dasar Kebidanan II
Perasat : Injeksi IV, IM, SC, IC
Semester/Kelompok : I/I

A. Latar Belakang (Alasan apa yang mendasari perasat tersebut dilakukan di tinjau dari
aspek fisiologis &patofisiologi serta dampak jika tidak dilakukan)
Pemberian obat parenteral/injeksi merupakan pemberian obat yang dilakukan
dengan menyuntikkan obat tersebut ke jaringan tubuh atau pembuluh darah dengan
menggunakan spuit.
1. Injeksi intra cutan (IC)
Pemberian obat secara intra kutan atau intra dermal merupakan suntikan pada
lapisan dermis atau di bawah epidermis/permukaan kulit. injeksi ini di lakukan secara
terbatas, karena hanya sejumlah kecil obat yang dapat dimasukkan. cara ini biasannya
digunakkan untuk tes tuberkulin atau tes alergi terhadap obat tertentu dan untuk
pemberian vaksinasi. area yang lazim digunakan adalah lengan bawah bagian
dalam,dada bagian atas dan punggung area skapula.
Dampak jika IC ini tidak dilakukan maka tim kesehatan tidak dapat mengetahui
apakah pasien alergi terhadap obat-obatan yang akan diberikan atau tidak.
2. Injeksi intra muscular (IM)
Pemberian obat secara intra muscular ditunjukkan untuk memberikan obat dalam
jumlah yang besar dibandingkan obat yang diberikan secara sub cutan. absorbsi juga
lebih cepat dibanding sub cutan karena lebih banyak suplai darah diotot tubuh.
beberapa lokasi yang lazim digunakan untuk injeksi intra muscular adalah
deltoid,dorso gluteal,vastus lateralis,dan rektus femoralis. area-area tersebut
digunakan karena massa otot yang besar,vaskularisasi baik dan jauh dari saraf. untuk
menghindari obat salah masuk pada jaringan sub cutan maka jarum diatur dalam
posisi tegak lurus 900.
Dampak jika IM tidak dilakukan yaitu dapat menyebabkan kehamilan pada pasien
jika pasien tidak melakukan untuk suntikan IM yang untuk KB.
3. Injeksi intra vena (IV)
Pemberian obat secara intra vena ditujukan untuk mempercepat reaksi obat, sehingga
obat langsung masuk ke sistem sirkulasi darah. pemberian obat ini dapat dilakukan
langsung pada vena atau pada pasien yang dipasang infus, obat dapat diberikan
melalui botol infus atau melalui karet pada selang infus tempat penyuntikan yaitu
pada vena yang dangkal dan dekat dengan tulang, misalnya :
a. Pada lengan(vena mediana cubiti/vena cephalica).
b. Pada tungkai(vena saphenosus
c. Pada leher(vena jugularis) khusus pada anak
d. Pada kepala (vena frontalis,atau vena temporalis) khusus pada anak
4. Injeksi sub cutan (SC)
Injeksi sub cutan diberikan dengan menusuk area dibawah kulit yaitu pada jaringan
konektif atau lemak dibawah dermis. daerah yang lazim untuk injeksi sub cutan
adalah lengan atas bagian luar, paha bagian depan, perut, area skapula,ventrogluteal,
dan dorso gluteal. jangan memberikan injeksi pada daerah yang
nyeri,merah,pruritis,atau edema. pada pemberian injeksi sub cutan jangka lama,perlu
direncanakan untuk diberikan secara rotasi pada area yang berbeda. jenis obat yang
lazim diberikan secara sub cutan adalah yaksin, obat-obatan
preoperasi,narkotik,insulin, dan heparin.

B. Tujuan (Menggambarkan pencapaian dari perasat yang dilakukan secara khusus)


1. Dapat mempraktekan pemberian injeksi Intra Cutan
2. Dapat mempraktekan pemberian injeksi Intra Maskular
3. Dapat mempraktekan pemberian injeksi Intra Vena
4. Dapat mempraktekan pemberian injeksi Sub Cutan
C. Indikasi ( Sasaran/obyek dari tindakan)
1. Injeksi Intra cutan : Bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar, tidak mau berkerja
sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral, tidak alergi.
2. Injeksi Sub Cutan : Bisa dilakukan pada pasien tidak sadar dan tidak mau berkerja
sama, karena tidak memungkinkan diberikan obat secara oral, bebas dari infeksi.
3. Injeksi Intra Vena : Bisa dilakukan pada pasien tidak sadar dan tidak mau berkerja
sama, karena tidak memungkinkan diberikan obat secara oral dan steril.
4. Injeks Intra Muskular : Bisa dilakukan pada pasien tidak sadar dan tidak mau berkerja
sama, karena tidak memungkinkan diberikan obat secara oral, bebas dari infeksi.

D. Kontra Indikasi(Sasaran/obyek yang tidak boleh dilakukan tindakan)


1. Injeksi Intra Cutan :Luka, berbulu, alergi, infeksi kulit.
2. Injeksi Sub Cutan :Obat yang merangsang, obat dalam dosis besar dan tidak larut
dalam air atau minyak.
3. Injeksi Intra Vena :Tidak steril, obat yang tidak dapat larut dalam air, atau
menimbulkan endapan dengan protein atau butiran darah.
4. Injeksi Intra Muskular :Infeksi, lesi kulit, jaringan perut, tonjolan tulang, otot, atau
saraf besar dibawahnya.

E. Persiapan Alat& Bahan( Kebutuhan yang harus disediakan sesuai SOP)


1. Persiapan alat Intra Cutan :
a. Handscoon
b. Spuit steril 3 ml atau 5 ml
c. Bak instrument
d. Tourniquet/alat pembendung vena
e. Kom
f. Perlak
g. Bengkok
h. Handuk
i. Kapas alkohol
j. Obat injeksi dalam (vial/ampul)
k. Daftar pemberian obat
l. Larutan clorin (0,5%)
2. Persiapan alat Sub Cutan
a. handscoon
b. Spuit steril 3 ml atau 5 ml
c. Bak instrument
d. Perlak
e. Kom
f. Bengkok
g. Kapas alcohol
h. Obat injeksi dalam vial/ampul
i. Daftar pemberian obat
j. Larutan klorin
3. Persiapan alat injeksi intra vena :
a. Handscoon
b. Spuit steril 3ml atau 5 ml
c. Bak instrument
d. Kom
e. Tourniquet
f. Perlak
g. Bengkok
h. Kapas alcohol
i. Handuk
j. Obat injeksi dalam vial/ampul
k. Daftar pemberian obat
l. Larutan clorin (0,5%)
4. Persiapan alat injeksi intra muskuler :
a. handscoon
b. Spuit steril 3 ml atau 5 ml
c. Bak instrument
d. Kom
e. Perlak
f. Bengkok
g. Kapas alcohol
h. Obat injeksi dalam vial/ampul
i. Daftar pemberian obat
j. Larutan klorin (0,5%)

F. Prosedur Pelaksanaan( Urutan sistematika dari tindakan)


1. Prosedur pelaksanaan injeksi intra cutan :
a. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan
b. Menyiapkan alat dan bahan, kedekat pasien
c. Memasang sampiran atau tirai
d. Mengatur pasien senyaman mungkin
e. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringkan dengan handuk
bersih
f. Memakai handscoon
g. Membebaskan daerah yang akan di suntik dari pakaian
h. Memasang pengalas pada daerah yang akan di suntik
i. Menghapus hamakan kulit dengan kapas alcohol secara sirkular dengan diameter
kurang dari 5cm
j. Mengangkat kulit dengan ibu jari dan jari telunjuk yang tidak dominan
k. Menusukkan jarum kedalam kulit dengan tangan yang dominan (jarum dan kulit
membentuk sudut 15-20 derajat)
l. Memasukkan obat perlahan-lahan hingga timbul gelembung berwarna putih
m. Menarik jarum keluar setelah obat di masukkan, tidak melakukan massage pada
bekas suntikan
n. Memberikan tanda dengan pena secara melingkar pada sekeliling suntikan dengan
diameter kurang ebih 2 cm (pada test alergi)
o. Membereskan alat, buang alat suntikdan bekas vial/ampul obat dengan benar
p. Melepas sarung tangan , merendam dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit
q. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
r. Melakukan pendokumentasian atas tindakan yang telah di lakukan.
2. Prosedur pelaksanaan injeksi sub cutan :
a. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan
b. Menyiapkan alat dan bahn, kedekat pasien
c. Memasang sampiran atau tirai
d. Mengatur pasien senyaman mungkin
e. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringkan denganhanduk
bersih
f. Memakai handscoon
g. Membebaskan daerah yang akan di suntik dari pakaian
h. Memasang pengalas pada daerah yang akan di suntik
i. Menghapus hamakan kulit dengan kapas alcohol secara sirkular dengan diameter
kurang dari 5cm
j. Mengangkat kulit dengan ibu jari dan jari telunjuk yang tidak dominan
k. Menusuk jarum kearah kulit, dengan tangan yang dominan (jarum dan kulit
membentuk sudut kurang lebih 45°)
l. Menarik sedikit penghisap untuk aspirasi apakah jarum masuk pembuluh darah
atau tidak
m. Memasukkan obat perlahan-lahan kedalam otot (apabila dengan aspirasi tidak
terdapat darah), bila ada darah cabut segera spuit dang anti dengan yang baru
n. Menarik jarum keluar setelah obat dimasukan, dengan meletakan kapas alcohol
diatas bekas suntikan jarum kemudian tarik jarum keluar
o. Membereskan alat, buang alat suntik dan bekas tempat obat dengan benar
p. Melepas sarung tangan, merendam dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit
q. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
r. Melakukan pendokumentasian atas tindakan yang telah di lakukan.
3. Prosedur pelaksanaan injeksi intra vena
a. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan
b. Menyiapkan alat dan bahan, kedekat pasien
c. Memasang sampiran atau tirai
d. Mengatur pasien senyaman mungkin
e. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringkan dengan handuk
bersih
f. Memakai handscoon
g. Membebaskan daerah yang akan di suntik dari pakaian
h. Mencari daerah yang terlihat jelas venanya
i. Memasang pengalas pada daerah yang akan di suntik
j. Mengikat bagian diatas daerah yang akan disuntik dengan tourniquet,
menganjurkan pasien mengepalkan tanganya dengan ibu jari di dalam
genggaman.
k. Menghapushamakan kulit dengan kapas alcohol secara sirkular dengan diameter
kurang dari 5cm
l. Menegangkan kulit dengan tangan yang tidak dominan
m. Menusukan jarum kedalam vena, dengan tangan dominan (jarum dan kulit
membentuk sudut kurang lebih 20%.
n. Menarik sedikit penghisap untuk aspirasi apakah jarum sudah masuk vena atau
beum
o. Membuka tourniquet, menganjurkan pasien untuk membuka genggaman dan
pelan-pelan tarik spuit apakah sudah ada darah atau belum, jika sudah lalu ambil
darah (usahakan jarum jangan sampai lepas dari kulit)
p. Menarik jarum keluar setelah darah diambil, dengan meletakkan kapas alcohol di
atas jarum dan tarik jarum keluar
q. Membereskan alat dan buang bekas jarum dengan benar
r. Melepas handscoon rendam dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit
s. Mencuci tangan dengan sabun san air mengalir lalu lap dengan handuk kering
t. Melakukan tindakan yang telah di lakukan
u. Melakukan pendokumentasian atas tindakan yang telah di lakukan.
4. Prosedur palaksanaan injeksi intra muscular :
a. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
b. Memperkenalkan diri kepada klien
c. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan
d. Merespon terhadap reaksi klien dengan cepat dan tepat
e. Menjaga privacy klien
f. Menyiapkan alat dan bahan, dan membawa kedekat pasien
g. Mengatur posisi senyaman mungkin
h. Mencuci tangan dengan tuju langkah
i. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian
j. Memasang pengalas dibawah daerah yang akan disuntik
k. Menghapushamakan kulit dengan kapas alcohol secara sirkular dengan diameter
kurang dari 5cm
l. Megangkat kulit dengan ibu jari dan telunjuk tangan yang tidak dominan
m. Menusukkan jarum kedalam otot dengan tangan dominan (jarum dank lit
membentuk sudut 90°)
n. Menarik sedikit penghisap untuk aspirasi apakah jarum masuk pembuluh darah
atau tidak
o. Memasukkan obat perlahan-lahan kedalam otot (apabila dengan aspirasi tidak
terdapat darah), bila ada darah cabut segera spuit dang anti dengan yang baru
p. Menarik jarum keluar setelah obat dimasukan, dengan meletakan kapas alcohol
diatas bekas suntikan jarum kemudian tarik jarum keluar
q. Melakukan masase pada tempat suntikan
r. Membereskan alat, buang alat suntik dan bekas tempat obat dengan benar
s. Melepas handscoon rendam dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit
t. Mencuci tangan 7 langkah dan mengeringkan dengan handuk
u. Melakukan pendokumentasian atas tindakan yang dilakukan

G. Kesimpulan, Saran & Advice (Evaluasi hasil pengetahuan, sikap, tindakan serta
prosedur tindakan praktikan) *Diisi oleh dosen setelah Pre&Post Test
H. Daftar Pustaka(Semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam
penulisan) *Minimal 2
1. Kusmiyati, Yuni, SST.(2007). Ketrampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan.
Fitramaya. Yogyakarta.
2. http://suryadun.blogspot.co.id/2014/10/tindakan-pemberian-obat-dengan-cara.html
3. https://saibullah.wordpress.com/2012/02/26/injeksi/

Pati,.....................

Dosen Pendamping Praktikan

( ) (Dyah Retno Pangabean)

Anda mungkin juga menyukai