Anda di halaman 1dari 21

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Asam Urat (Arthritis Gout)

1. Definisi

Asam urat adalah asam yang berbentuk Kristal-kristal yang

merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (berbentuk turunan

nucleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada

inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan di

jumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman

(sayur, buahan, dan kacang-kacangan) ataupun hewan (daging, jeroan, ikan

sarden, dan lain sebagainya). (Indriawan, 2009).

Goutbisa di artikan sebagai sebuah penyakit dimana terjadi

penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi

yang meningkat, pembuangan yang menurun, atau akibat peningkatan

asupan makanan kaya purin. Goutditandai dengan serangan berulang

arthritis (peradangan sendi) yang akut, kadang-kadang disertai

pembentukan Kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus, deformitas

(kerusakan) sendi secara kronis dan cidera (Naga, 2012).

Arthritis goutadalah suatu sindrom klinis yang mempunyai

gambaran khusus, yaitu arthritis akut, arthritis goutlebih banyak terdapat

pada pria dari pada wanita, pada pria seringkali mengenai usia pertengahan,

sedangkan pada wanita biasanya mendekati masa monopouse (Mansjoer,

2009).

8
Dari definisi diatas, penyakit asam urat dapat disimpulkan penyakit

yang disebabkan karena meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh yang

umumnya lebih banyak menyerang laki-laki, serangan asam urat ini ditandai

dengan peradangan sendi yang akut yaitu berupa rasa nyeri seperti ditusuk-

tusuk pada sendi yang sakit secara terus menerus atau saat aktivitas.

Penyakit asam urat atau biasa dikenal sebagai gout arthritis

merupakan suatu penyakit yang diakibatkan karena penimbunan kristal

monosodium urat di dalam tubuh. Asam urat merupakan hasil metabolisme

akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat

dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar asam urat dapat mengakibatkan

gangguan pada tubuh manusia seperti perasaan nyeri di daerah persendian.

Penumpukan kristal tersebut diakibatkan tingginya kadar asam urat dalam

darah. Bahan pangan yang tinggi kandungan purinnya dapat meningkatkan

kadar urat dalam darah antara 0,5 – 0,75 g/ml purin yang dikonsumsi.

Konsumsi lemak atau minyak tinggi seperti makanan yang digoreng, santan,

margarin atau mentega dan buah-buahan yang mengandung lemak tinggi

seperti durian dan alpukat juga berpengaruh terhadap pengeluaran asam urat

(Krisnatuti, 2007).

Asam urat merupakan produk akhir dari katabolisme adenin dan

guanine yang berasal dari pemecahan nukleotida purin. Asam urat ini

dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk urin. (Nasrul & Sofitri, 2012).

Menurut Sudoyo et al., (2010), kelebihan asam urat (hiperurisemia) ditandai

dengan peningkatan kadar asam urat dalam serum darah sebesar >7 mg/dl

9
pada laki-laki dan >6 mg/dl pada perempuan. Fenomena kelebihan asam

urat pada tubuh dapat menimbulkan penyakit yang dikenal dengan istilah

penyakit pirai/ gout, yaitu gangguan inflamasi akut yang ditandai dengan

adanya nyeri terutama pada titik artikulasi tubuh akibat penimbunan Kristal

monosodium urat pada persendian maupun jaringan lunak di dalam tubuh.

Selain itu, gangguan inflamasi ini juga dapat menimbulkan gangguan pada

retina mata, ginjal, jantung, serta persendian (Shetty et al., 2011).

2. Klasifikasi

Penyakit asam urat digolongkan menjadi penyakit goutprimer dan penyakit

goutsekunder, Naga (2012):

a. Penyakit goutprimer

Sebanyak 99% penyebabnya belum diketahui (idiopati). Diduga

berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan faktor hormonal yang

menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan

meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena

berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.

b. Penyakit goutsekunder

Penyakit ini disebabkan antara lain karena meningkatnya

produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengkunsumsi makanan dengan

kadar purin yang tinggi. Purin adalah salah satu senyawa basa organik

yang menyusun asam nukleat (asam inti dari sel) dan termasuk dalam

kelompok asam amino, unsur pembentukan protein. Produksi asam urat

meningkat juga bisa karena penyakit darah (penyakit sumsum tulamg,

10
polisetimia), obat-obatan (alcohol, obat-obat kanker, vitamin B12.

Peneyabab lainnya adalah obesitas (kegemukan), penyakit kulit

(psoriasis), kadar trigliserida yang tinggi.

3. Etiologi

Menurut Mansjoer (2012), gejala arthritis akut disebabkan oleh

reaksi inflamasi jaringan terhadap pembentukan kristal monosodium urat

monohidrat, karena itu dilihat dari penyebabnya, penyakit ini termasuk

dalam golongan metabolic, kelainan ini berhubungan dengan gangguan

kinetik asam urat hiperurisemia. Hiperuresemia pada penyakit ini terjadi

karena:

a. Pembentukan asam urat yang berlebihan

1) Goutprimer metabolic, disebabkan sintesis langsung yang bertambah

2) Goutsekunder metabolik, disebabkan pembentukan asam urat

berlebihan karena penyakit lain seperti leukemia.

b. Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal

1) Goutprimer renal, terjadi gangguan eksresi asam urat ditubuh distal

yang sehat, penyebab ini tidak diketahui.

2) Goutsekunder renal, disebabkan oleh kerusakan ginjal, misalnya pada

gromerulonefritis.

3) Perombakan dalam usus yang berkurang. Namun, secara klinis hal ini

tidak penting.

11
Sedangkan menurut Sustrani (2005), faktor yang berpengaruh

sebagai penyebab asam urat adalah:

1) Faktor keturunan

Produksi asa urat berlebihan karena kelainan herediter atau

keturunan yaitu terjadi karena aktifitas berlebihan dari enzim fosforilasi

sintae (PRPP-sintetase), pada kasus goutprimer, selain ketiadaan enzim

hypoxanthine guanine phosporibosyl treansperase (HGPRT) yang

menyebabkan bertambahnya sintesa purin, ada juga pengaruh faktor

genetik yang dapat menyebabkan gangguan pada penyimpanan glikogen

atau difisiensi enzim pencernaan.

2) Diet tinggi protein dan makanan kaya senyawa purin.

Penyakit asam urat memang sangat erat kaitanya dengan pola

makan seseorang. Pola makan yang tidak seimbang dengan jumlah

protein yang sangat tinggi merupakan penyebab penyakit ini. Meskipun

demikian, bukan berarti penderita asam urat tidak boleh mengkonsumsi

makanan yang mengandung protein. Asalkan jumlahnya dibatasi. Selain

itu, pengaturan diet yang tepat bagi penderita asam urat mampu

mengontrol kadar asam urat dalam darah. Hal ini sesuai dengan teori,

dimana mengkonsumsi makanan tinggi purin dapat meningkatkan kadar

asam urat. Makanan yang mengandung zat purin akan diubah menjadi

asam urat. Untuk menhindari asam urat, dapat dilakukan dengan

menghindari makanan yang dapat memicu berlebihan asam urat ditubuh.

Penyebab asam urat paling tinggi salah satunya adalah dari makanan

12
yang wajib dihindari. Pantangan asam urat paling mematikan yang harus

dihindari adalah seperti jeroan, makanan laut, kopi, bir, alkohol,

minuman bersoda, ikan yang diasinkan. Sehingga disimpulkan bahwa

purin yang menyebabkan asam urat terutama bersumber dari seafood dan

daging.

Pola makan yang benar menentukan kesehatan seseorang. Jika

pola makan benar kesehatan terjaga, sebaliknya jika pola makan salah

besar kemungkinan kita akan terkena berbagai penyakit. Pola makan

yang sehat adalah pola makan yang seimbang antara karbohidrat, protein,

lemak, vitamin, dan mineral. Sementara itu makanan yang seimbang

adalah makanan yang tidak mementingkan salah satu unsure tertentu dan

tidak mengabaikan unsure lainnya.

Makanan yang mengandung banyak purin merupakan penyebab

utama terjadinya asam urat. Semakin sering mengkonsumsi makanan

yang banyak mengandung purin, semakin banyak pula kandungan purin

yang ada dalam tubuh. Berikut daftar makanan yang mengandung purin

tinggi.

Tabel 2.1
Daftar makanan yang mengandung purin tinggi
Purin Purin
Makanan Makanan (mg/10g)
(mg/1g)

Teobromin 2.300 Udang 234

Domba/Kambing 773 Biji melinjo 222

Hati sapi 554 Kacang-kacangan 190

13
Ikan sarden 480 Daging ayam 169

Jamur kuping 448 Lidah sapi 160

Daun melinjo 366 Ikan kakap 160

Paru-paru sapi 339 Tempe 141

Kankung dan bayam 290 Daging bebebk 138

3) Akibat konsumsi alkohol berlebihan

Konsumsi cairan tidak beralkohol yang tinggi dapat menurunkan

kadar asam urat. (Guyton, Hall. 2006) minuman alkohol yang berlebihan

dapat menghambatnya keluarnya asam urat melalui ginjal. Alkohol juga

bisa ditemukan pada buah yang terlalu masuk seperti nanas, alpukat dan

durian.

4) Hambatan dari pembuangan asam urat karena penyakit tertentu, terutama

gangguan ginjal

5) Penggunaan obat-obatan

Bagi penderita asam urat bisa mengkonsumsi obat alloppurinol

karena alloppurinol bekerja menurunkan produksi asam urat dengan cara

penghambatan kerja enzim yang memproduksinya, yaitu enzim xantin

oksidase. Selain bermanfaat menekan produksi asam urat, alloppurinol

juga memiliki efek positif dalam melawan kolestrol jahat dalam tubuh.

Selain tersebut langkah pertama untuk mengurangi rasa nyeri adalah

dengan mengendalikan peradangan, baik dengan obat-obatan maupun

dengan mengistirahatkan sendi yang sedang meradang.

14
Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat mempengaruhi kadar

asam urat darah, minsalnya obat pirazinamid, obat TB, HCT (obat

diuretic), beta bloker seperti propanonol (obat darah tinggi), dan silisilat

yang sering dikonsumsi agar trombosit (platelet) tidak mengumpal. Obat-

obatan tersebut bisa meningkatkan kadar asam urat darah.

Asam urat (arthritis gout) tidak hanya dapat diselesaikan secara

farmakologi, karena kebutuhan akan obat yang menurunkan konsentrasi

asam urat serum yang mungkin akan seumur hidup, penting untuk

mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap hiperurisemia yang

mungkin diperbaiki. Beberapa faktor tersebut adalah obesitas, diet tinggi

purin, konsumsi alkohol secara teratur, dan terafi direutik. (Azari RA

2014).

6) Pengunaan antibiotik berlebihan

7) Penyakit tertentu pada darah seperti leukemia dan polisitomania

8) Faktor lain seperti stress, diet ketat, cidera sendi, darah tinggi dan olah

raga berlebihan.

4. Patofisologi

Adanya gangguan metabolisme purin dalam tubuh, intake bahan

yang mengandung asam urin tinggi dan sistem eksresi asam urat yang tidak

adekuat akan menghasilkan akumulasi asam urat yang berlebihan di dalam

plasma darah (hiperrurecemia), sehingga mengakibatkan kristal asam urat

menumpuk dalam tubuh. Penimbunan ini menimbulkan iritasi local dan

menimbulkan respon inflamasi (Sustrani, 2005).

15
Saat asam urat menjadi bertumpuk dalam darah dan cairan tubuh

lain, maka asam urat tersebut akan mengkristal dan akan membentuk garam-

garam urat yang akan berakumulasi atau menumpuk di jaringan konektif

diseluruh tubuh, penumpukan ini disebut tofi. Adanya kristal akan memicu

respon inflamasi akut dan netrofil melepaskan lisosomnya. Lisosom tidak

hanya merusak jaringan, tapi juga menyebabkan inflamasi.

Pada penyakit goutakut tidak ada gejala-gejala yang timbul. Serum

urat meningkat tapi tidak akan menimbulkan gejala. Lama kelamaan

penyakit ini akan menyebabkan hipertensi karena adanya penumpukan asam

urat pada ginjal (Smiltzer, 2007).

Serangan akut pertama biasanya sangat sakit dan cepat mamuncak.

Serangan ini meliputi hanya satu tulang sendi. Serangan pertama ini sangat

nyei yang meneybabkan tulang sendi menjadi lunak dan terasa panas,

merah. Tulang sendi metatarsophalangael biasnya yang paling pertama

terinflamasi, kemudian mata kaki, tumit, lutut, dan tulang sendi pinggang.

Kadang-kadang gejalanya disertai dengan demam ringan. Biasanya

berlansung cepat tetapi cenderung berulang dan dengan interval yang tidak

teratur.

Periode interkritikal adlah periode dimana tidak ada gejala selama

serangan gout. Kebanyakan pasien mengalami serangan kedua pada bulan

ke-6 sampai 2 tahun setelah serangan pertama. Serangan berikutnya disebut

dengan polyarticular yang tanpa kecuali menyerang tulang sendi kaki

maupun lengan yang bisanya disertai dengan demam. Tahap akhir serangan

16
goutatau goutkronik ditanndai dengan polyarthritis yang berlansung sakit

dengan tofi yang besar pada kartilago, membran synovial, tendon dan

jaringan halus. Tofi terbentuk di jari, tangan, lutut, kaki, ulnar, helices, pada

telinga, tendon achiles dan organ internal seperti ginjal. Kulit luar

mengalami ulcerasi dan mengeluarkan pengapuran, eksudat yang terdiri dari

kristal asam urat (Smeltzer, 2007).

5. Manifestasi Klinis

Biasanya, serangan goutpertama hanya menyerang satu sendi dan

berlansung selama beberapa hari. Kemudian, gejalanya menghilang secra

bertahap, dimana sendi kembali berfungsi dan tidak muncul gejala hingga

terjadi serangan berikutnya.

Goutcenderung akan semakin memburuk, dan serangan tidak

diobati akan berlansung lebih lama, lebih sering, dan menyerang beberapa

sendi. Alhasil, sendi yang terserang bisa mengalami kerusakan permanen.

Lazimnya, serangan goutterjadi di kaki (monoarthritis). Namun, 3-14%

serangan juga bisa terjadi dibanyak sendi (polyarthritis) berulang adalah ibu

jari (podogra), sendi tarsal kaki, pergelangan kaki, sendi kaki belakang,

pergelangan tangan, lutut, dan bursa olekranon pada siku.

Selain diatas, organ yang terserang asam urat adalah sendi, otot,

jaringan disekitar sendi, telinga, kelopak mata, jantung, dan lain-lain

(Junadi, 2012).

17
Menurut Le Ode (2012, sasaran utama pada asam urat yaitu sebagai

berikut:

a. Ujung jari, Kristal asam urat menyukai daerah yang bersuhu dingin

seperti pada ujung jari tangan dan kaki.

Gambar 2.1

b. Ibu jari, hampir 90% serangan pertama adalah pada ibu jari terutama

pada kaki.

Gambar 2.2

18
c. Sendi lutut dan pergelangan kaki

Gambar 2.3

6. Pemeriksaan Penunjang

Menurut Smeltzer (2012), untuk memastikan seseorang terkena

goutadalah dengan dilakukan pemeriksaan sebagai berikut:

a. Pemeriksaan kadar asam urat dalam tubuh

Apabila kadar asam urat dalam darah pada laki-laki lebih dari 7

mg/dL dan pada wanita lebih dari 6 mg/dL. Maka dikatakan menderita

asam urat tinggi yang memicu terjadinya gout.

b. Pemeriksaan kadar asam urat dalam urin per 24 jam

Kadar asam urat dalam urin berlebihan bila kadarnya lebih daro

800 mg/24 jam pada diet biasa atau lebih dari 600 mg/24 jam.

19
7. Komplikasi

1. Gangguan gaya hidup

a. Tidur

Serangan asam urat paling sering terjadi pada malam hari dan

mungkin membangunkan anda saat tidur. Rasa sakit yang terus

berlanjut juga bisa mencegah anda kembali tidur. Kurang tidur dapat

menyebabkan berbagai masalah termasuk kelelahan, stress meningkat,

dan perubahan suasana hati.

b. Cacat

Rasa sakit akibat serangan asam urat bisa mengganggu proses

berjalan, pekerjaan rumah tangga dan aktivitas sehari-hari lainnya.

c. Tophi

Endapan Kristal urat yang terbentuk dibawah kulit pada kasus

encok kronis, gout tophaceous.

2. Deformitas sendi

Jika penyebab encok tidak diobati, serangan akut terjadi lebih

banyak dan lebih sering. Peradangan yang disebabkan oleh serangan ini,

serta pertumbuhan tophi, menyebabkan kerusakan pada jaringan sendi.

Sendi akhirnya bisa keluar dari keselarasan dan menjadi tidak bergerak.

3. Batu ginjal

Kristal urat yang sama yang menyebabkan gejala nyeri encok juga

bisa terbentuk di ginjal. Ini bisa membuat batu ginjal yang menyakitkan.

Konsentrasi tinggi batu ginjal urat bisa mengganggu fungsi ginjal.

20
4. Penyakit jantung

Asam urat umum terjadi pada orang dengan tekanan darah tinggi,

akan mengalami kondisi parah akan menjadi penyakit arteri koroner, dan

gagal jantung.

5. Kondisi medis lain yang terkait dengan asam urat meliputi:

a. Katarak atau kelonggaran lensa mata yang mengganggu penglihatan

b. Sindrom mata kering

c. Kristal asam urat di paru-paru (jarang).

8. Penatalaksanaan

Menurut Mansjoer (2009), penatalaksanaan pada asam urat dibagi menjadi

dua:

a. Farmakologi

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penatalaksanaan

pada pasien serangan akut arthritis gout. Yang pertama bahwa

pengobatan serangan akut dengan atau tanpa hiperuresemia tidak

berbeda. Juga perhatikan agar penurunan secara mendadak seringkali

mencetuskan serangan lain atau mempersulit penyembuhan. Obat yang

diberikan pada serangan akut antara lain:

1) Kolkisin

Merupakan obat pilihan utama dalam pengobatan arthritis gout

maupun pencegahannya dengan dosis lebih rendah. Efek samping

yang sering ditemui diantaranya sakit perut diare mual atau muntah-

muntah. Kolkisin bekerja pada peradangan terhadap kristal urat

21
dengan menghambat komotaksis sel radang. Dosis oral 0,5-0,6 ml/jam

sampai nyeri mual atau diare hilang. Kemudian obat dihentikan,

biasanya pada dosis 4-6 mg, maksimal 8 gram. Kontra indikasi

pemberian oral jika terdapat imflamatory bowel diseases. Dapat

diberikan intravena pada pasien yang tidak dapat menelan dengan

dosis 2-3 mg/hari, maksimal 4 mg. hati-hati karena potensi toksisitas

berat. Kontra indikasinya pada pasien ginjal dan hati.

2) Obat anti inflamasi non steroid (OAINS)

Semua jenis obat anti inflamasi non streroid (OAINS) dapat

diberikan, yang paling sering digunkan adalah indometasin. Dosis

awal indometasin 25-50 mg setiap 8 jam diteruskan sampai gejala

menghilang (5-10 hari). Kontra indikasinya jika terdapat ulkus

peptikum aktif, gangguan fungsi ginjal dan riwayat alergi terhadap

obat anti inflamasinon steroid (OAINS). Kolkisin dan obat anti

inflamsi non steroid (OAINS) tidak dapat mencegah akumulasi asam

urat, sehingga tofi, batu ginjal dan arthritis goutmenahun yang

distruktif dapat terjadi setelah beberapa tahun.

3) Kortikosteroid

Untuk pasien yang tidak dapat memakai obat anti inflamasi non

steroid (OAIAS) oral, jika sendi yang terserang monoartikular,

pemberian intaartikular sangat efektif, contohnya triamsinolon 10-40

mg intraartikular untuk gout polyartikular, dapat diberikan secara

intravena (metilpredinsolon 40 mg/hari) atau oral (prednisone 40-60

22
mg/hari). Mengingat kemungkinan terjadi arthritis septic, maka harus

dilakukan aspirasi sendi dan sendian apus gram dari cairan sendi

sebelum diberikan kortikosteroid.

4) Analgesik

Diberikan bila rasa nyeri sangat berat. Jangan diberikan aspirin

karena dalam dosis rendah akan menghambat eksresi asam urat dari

ginjal dan memperberat hiperuresimia.

5) Tirah baring

Merupakan suatu keharusan dan diteruskan sampai 24 jam setelah

serangan menghilang arthritis goutdapat kambuh bila terlalu cepat

bergerak.

b. Penatalaksanaan non farmakologi

Bertujuan mengurangi endapan urat dalam jaringan dan

menurunkan frekuensi serta keparahan serangan.

1) Diet

Dianjurkan menurunkan berat badan pada pasien yang gemuk,

serta diet rendah purin (tidak usah terlalu ketat). Hindari alkohol dan

makanan tinggi purin (hati, ginjal, ikan, sarden, daging kambing, dan

sebagainya), termasuk manis. Perbanyak minum. Pengeluaran urin 2

liter/hari atau lebih akan membantu pengeluaran asam urat dan

mengurangi pembentukan endapan disaluran kemih.

23
Menurut La Ode (2012), berikut ini beberapa prinsip diet yang

harus dipatuhi oleh penderita asam urat.

a) Membatasi asam purin atau rendah purin

Pada diet normal, asupan purin biasanya mencapai 600-1000

mg/hari. Namun, penderita asam urat harus membatasi 120-150

mg/hari. Purin merupakan salah satu bagian dari protein.

Membatasi asupan protein berarti juga menguramgi konsumsi

makanan yang berprotein tinggi. Asupan protein yang dianjurkan

bagi penderita asam urat sekitar 50-70 gram bahan mentah /hari

atau 0,8-1 gram/kg berat badan /hari.

b) Asupan energi sesuai energy

Jumlah asupan energi harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh

berdasarkan pada tinggi badan dan berat badan.

c) Mengkonsumsi lebih banyak karbihidrat

Jenis karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita

asam urat adalah karbohidrat komplek seperti nasi, singkong, roti,

dan ubi. Karbohidrat komplek ini sebaiknya dikonsumsi tidak

kurang dari 100 gram /hari, yaitu sekitar 65-75% dari kebutuhan

energi total.

d) Mengurangi mengkonsumsi lemak

Makanan yang mengandung lemak tinggi seperti jeroan, seafood,

makanan yang digoreng, makanan yang bersantan, margarin,

24
mentega, avokad, dan durian sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak

sebaiknya hanya 10-15% dari kebutuhan energi total.

e) Mengkonsumsi banyak cairan

Penderita rematik dan asam urat disarankan untuk mengkonsumsi

cairan minimum 2,5 liter atau 10 gelas setiap hari. Cairan ini biasa

diperoleh dari air putih, the, kopi, cairan dari buah-buahan yang

mengandung banyak air seperti: apel, pir, jeruk, semangka, melon,

blewah, dan belimbing.

f) Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol

Alkohol akan meningkat asam laktat plasma. Asam laktat ini bisa

menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh. Karena itu, orang

yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol memiliki kadar

asam urat tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak

mengkonsumsinya.

g) Mengkonsumsi cukup vitaman dan mineral

Konsumsi vitamin dan mineral yang cukup, sesuai dengan

kebutuhan tubuh akan dapat mempertahankan kondisi kesehatan

yang baik.

2) Hindari obat-obatan yang mengakibatkan peningkatan kadar asam urat

seperti tiazid, diuretic, aspirin, dan asam mekotinad yang

menghambat eksresi asam urat dari ginjal.

3) Kolkisin (bahan kimia yang menyebabkan mutasi pada sel tubuhan)

secara teratur diindikasikan untuk:

25
a) Mencegah serangan goutyang akan datang. Obat ini tidak

mempengaruhi tingginya kadar asam urat namun menrunkan

frekuensi terjadinya serangan.

b) Menekan serangan akut yang dapat terjadi akibat perubahan

mendadak dari kadar asam urat serum dalam pemakaian obat

urikosuri atau allopurinol.

4) Penurunan kadar asam urat serum

Diindikasikan pada arthritis akut yang sering dan tidak terkontrol

dengan kolkisin, terdapat endapan tofi atau keruskaan ginjal.

Tujuannya untuk mempertahankan kadar asam urat serum dibawah 6

mg/dL, agar tidak terbentuk kristalisasi urat. Ada dua jenis obat yang

dapat digunakan yaitu kelompok urikosurik dan inhibitor xantim

oksidase seperti allopurinol. Pemeliharaannya tergantung dari hasil

urin 24 jam. Kadar dibawah 1000 mg/hari menandakan sekresi asam

urat yang rendah, sehingga harus diberikan obat urikosurik sedangkan

untuk pasien dengan kadar asam urat lebih dari 1000 mg/hari

diberikan alopurinol karena terjadi produksi asam urat yang

berlebihan.

5) Obat tradisional yang bisa untuk menurunkan kadar asam urat

Akar kuning, brotowali, daun salam, kandungan kalium pada pisang,

buah apel, jus lemon, jahe, madu hitam, kumis kucing, cengkeh,

sambiloto.

26
9. Pencegahan

Asam urat tidak dapat dicegah, tetapi beberapa faktor pencetusnya

bisa dihindari minsalnya cidera, konsumsi alkohol yang berlebihan,

makanan yang kaya protein. Untuk mencegah kekambuhan, dianjurkan

untuk banyak minum air, menghindari minuman beralkohol dan mengurangi

kaya akan protein. Banyak penserita asam urat yang kelebihan berat badan,

jika berat badan mereka dikurangi, maka kerap kali kadar asam urat dalam

darah akan kembali normal dan mendekati normal. Bebrapa penderita asam

urat, tertama yang mengalami serangan berulang yang hebat, mulai

menjalani pengobatan jangka panjang jika ketika gejala asam urat telang

menghilang dan pengobatan dilanjutkan hingga diantaranya serangan.

Kolkosin dosis rendah diminum setiap hari dan mencegah serangan atau

sekurang-kurangnya, mengurangi frekuensi serangan. Mengkonsumsi obat

anti peradangan non steroid secara rutin juga bisa mencegah terjadinya

serangan asam urat berulang. Terkadang kolkisin dan obat anti peradangan

non steroid diberikan dalam jangka waktu yang bersamaan. Namun

kombinasi kedua obat ini tidak mencegah maupun memperbaiki kerusakan

sendi karena pengendapan kristal dan memiliki resiko bagi penderita yang

memiliki penyakit ginjal datu hati (Junadi, 2012).

27
B. Kerangka Teori

Bagan 2.1
Gambaran Kadar Asam Urat Pada Pasien Artheritis Gout Di Wilayah Kerja
Puskesmas Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh Tahun 2018

Faktor penyebab Faktor yang dapat dimodifikasi


1. Faktor Keturunan 1. Stress
2. Diet tinggi Protein 2. Diet rendah protein
3. Konsumsi alkohol Tidak mengkonsumsi
4. Konsumsi obat-obatan Kondisi medis lain yang
5. Faktor makanan terkait dengan Kristal asam
6. Penyakit darah uratalkohol, berlebihan
(leukemia, polisitomia) 3. Tidak berolahraga
berlebihan

Asam Urat

Kristal asam ur Depormitas Batu Ginjal Penyakit


Kondisi medis lain
Gangguan sendi Jantung yang terkait dengan
Gaya hidup asam urat 1. katarak
2. Kristal asam urat

Sumber (Johnstone A. 2005, Brunner &suddarth, 2002)

28