Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di era saat ini pendidikan adalah hal yang fundamental. Baik bagi golongan
menengah bawah maupun menengah atas. Pendidikan sendiri berdasarkan jenisnya
dibagi menjadi 2 yaitu, pendidikan formal dan pendidikan non formal. Sedangkan
Pondok Pesantren merupakan pendidikan Semi-formal. Banyak orangtua saat ini
memberi kepercayaan kepada pondok pesantren untuk pendidikan putra putrinya di
tengah zaman yang kian tergerus arus modernisasi ini. Karena pesantren dianggap
sebagai sebuah pondasi untuk menyongsong perubahan serta memperdalam ilmu
agama dan ilmu umum. Hak untuk mendapatkan pendidikan sebagaimana diatur
dalam konstitusi UUD NRI 1945 pasal 31 ayat 1 yang menyatakan bahwa setiap
warga Negara berhak mendapatkan pendidikan.
Pondok pesantren merupakan pendidikan agama tertua yang tetap eksis. Hal
ini disebabkan kebutuhan masyarakat sendiri dalam upaya meningkatkan nilai-nilai
agama dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan harus memperhatikan dan
menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam iman dan
taqwa, karena keseimbangan tersebut dapat melahirkan pemimpin pemimpin yang
berpegang teguh pada moral dan agama.
Pondok pesantren AL-Izzah didirikan pada tahun 2013 oleh MAjelis Ta’lim
Al-Izzah Trawas,Mojokerto. Pondok Pesantren ini terletak di Dsn.Sendang Ds.
Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. AD/ART merupakan
sebuah pedoman organisasi untuk mengatur,mengolah anggaran dasar rumah tangga
organisasi tersebut. Dalam permasalahan ini Pondok PEsantren Al –Izzah belum
memiliki AD/ART tersebut pasca 2 tahun berdiri. Sehingga menggakibatkan
beberapa permasalahan. Didalam proposal ini Kami akan membahas tentang
Permasalahan yang ada dalam Pondok Pesantren Al-Izzah terkait Manajemen
pengelolaan , Pengembangan dan Hambatan dalam operasional.
B. Deskripsi Organisasi

Yayasan Al-Izzah adalah organisasi yang diprakarsai oleh majelis ta’lim Al-
Izzah. Organisasi ini memiliki dua anak organisasi yaitu Pondok Pesantren Al-Izzah
yang didirikan pada tahun 2013 dan SMP Islam Al-Izzah yang didirikan pada tahun
2014. Organisasi ini sudah berjalan namun belum mempunyai AD/ART. Prosedur
pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah. Pengurus organisasi terdiri
dari ibu-ibu majelis ta’lim Al-Izzah. Organisasi ini memiliki visi yaitu menciptakan
generasi yang cerdas secara formal dan spiritual serta membentuk generasi yang
solihah.

1. Struktur Organisasi

YAYASAN

PONPES SEKOLAH
2. Struktur Kepengurusan Yayasan Al-Izza

Ketua

Wakil
Ketua

Sekretaris Bendahara
3. Struktur Kepengurusan Pondok Pesantren Al-Izza

Ketua

Wakil Ketua

Sekretaris Bendahara

Bagian Humas
Bagian Perlengkapan

4. Struktur Kepengurusan SMP Islam Al-Izza

Kepala Sekolah

Wakil Kepala Sekolah

Sekretaris Bendahara

Bagian Sarana Staf Pengajar


Prasarana
II. IDENTIFIKASI

A. Faktor Internal

 Strength

1. Satu-satunya ponpes di trawas yang menyeimbangkan pendidikan agama dan


umum.

2. Infrastruktur mendukung

3. Sumber dana cukup kuat

4. Majelis Ta’lim semakin bertambah banyak anggota setelah 2 tahun

5. Pengurus melakukan evaluasi organisasi dalam 1 bulan sekali

6. Jumat libur

 Weakness

1. Belum memiliki AD/ART

2. Struktur organisasi yang sangat sederhana

3. Belum memiliki izin dari kemendikbud untuk SMP Islam

4. Didirikan oleh orang-orang yang tidak berkecimpung dalam dunia pendidikan

B. Faktor Eksternal

 Opportunity

1. Peminat santriwan banyak

2. Ekonomi kreatif untuk majelis ta’lim

3. Tanah kosong yang sudah dihibahkan

4. Safari istighasah untuk meningkatkan branding


 Threat

1. Paradigma masyarakat menganggap pondok pesantren kurang memperhatikan


pendidikan formal

2. Sumber dana hanya dari donator

C. Rumusan Masalah

• Bagaimana pengelolaan sumber dana Pondok Pesantren Al-Izzah ?

• Bagaimana upaya branding Pondok Pesantren Al-Izza untuk meningkatkan


daya pikat calon santri ?

D. Faktor Pendukung

1. Hubungan yang baik antara anggota dan pengurus

2. Kepercayaan majelis ta’lim terhadap organisasi pondok pesantren

3. Lingkup skala kecil

E. Faktor Penghambat

1. Rangkap jabatan sebagai ketua yayasan dan pengasuh pondok pesantren


OPPORTUNTY THREAT

1. Memiliki lahan untuk 3. Hari Jumat libur dan


tempat dibangunnya digunakan untuk
pondok untuk kegiatan di luar
santriwan dan gedung sekolah sehingga
SMA siswa tidak stress

STRENGTH 2. Satu – satunya ponpes 4. Menjawab paradigma


di Trawas yang buruk masyarakat
pendidikan agama dan terhadap ponpes yang
formalnya seimbang dipandang kurang
sehingga menarik memperhatikan
banyak santriwan pendidikan umum.

3. Kurangnya libur dan


komunikasi dengan
orang tua sehingga
1. Belum memiliki siswa banyak yang
sarana tapi sumber memutuskan untuk
dana yang sekarang keluar
kuat.
WEAKNESS 4. Didirikan oleh orang
2. Program kerja yang – orang yang tidak
baik, tetapi belum berkecimpung dalam
memiliki landasan dunia pendidikan
fundamental sehingga masyarakat
masih berpikir bahwa
ini adalah ponpes
konvensional
III. MAKSUD, TUJUAN DAN MANFAAT
A. Maksud
Memberikan solusi untuk Yayasan Al-Izza agar struktur organisasinya dapat
berkembang dan memiliki fungsi tertentu dalam bidangnya.

B. Tujuan

 Untuk mengetahui pengelolaan sumber dana Pondok Pesantren Al-Izzah ?


 Untuk mengetahui upaya branding Pondok Pesantren Al-Izza untuk
meningkatkan daya pikat calon santri ?
C. Manfaat
 Dapat Mengetahui pengelolaan sumber dana Pondok Pesantren Al-Izzah.
 Dapat Mengetahui upaya branding Pondok Pesantren Al-Izza untuk
meningkatkan daya pikat calon santri ?

IV. POLA PENGEMBANGAN ORGANISASI


A. Arah Pengembangan Organisasi
a) Jangka Pendek
1. Mengusahakan dikeluarkannya surat perijinan dari kemendikbud
untuk sekolah SMP Al-Izzah. Pengajuan sudah dilakukan namun
belum dikeluarkan dikarenakan sekolah ini khusus perempuan
sehingga belum memenuhi syarat yang seharusnya sekolah
heterogen.
2. Pembentukan AD/ART sehingga dalam operasional terdapat
pedoman yang dapat digunakan.
b) Jangka Panjang
1. Pembuatan pondok dan sekolah SMP untuk siswa laki-laki.
2. Pembuatan sekolah jenjang SMA.
3. Pengembangan ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan yaitu
pembuatan pengesat kaki “keset”. Melalui kerja sama dengan
pelaku ekonomi kreatif yang sudah terjun terlebih dahulu.
4. Pengadaan komputer untuk menunjang proses pembelajaran untuk
mengembangkan hard skill dan soft skill mereaka.
B. Bentuk Pengembangan
1. Melakukan minimalisasi faktor penghambat, dengan cara menyiapkan
pengurus dan siswi untuk kegiatan ekonomi kreatif agar tidak tergantung
pada donatur.
2. Dalam proses operasional dilaksanakan sesuai AD/ART.

C. Bidang Yang Dikembangkan


1. Pendidikan
2. Sarana dan Prasarana
3. Teknologi

D. Teknik Pengembangan

1. Melakukan pembinaan dan pembekalan dengan cara mendatang


narasumber ahli.
2. Musyawarah. Dalam pengambilan keputusan dilakukan musyawarah antara
pengasuh, pengurus dan majelis ta’lim agar mencapai mufakat.
3. Pengajian dilakukan dibeberapa daerah yang berbeda setiap periodenya
sehingga masyarakat dapat mengenal adanya pondok pesantren maupun
sekolah SMP Al-Izza.