Anda di halaman 1dari 4

NAMA : CYNTYA FEBRYANI

NIM : 1613408004
PRODI : D-III ANALIS KESEHATAN

SOXHLET

A. DEFINISI
Soxhlet merupakan ekstraksi padat-cair yang digunakan untuk memisahkan analit
atau senyawa yang terdapat atau terkandung pada contoh padatan dengan menggunakan
pelarut organik. Pelarut dan contoh ditempatkan secara terpisah. Senyawa organik yang
terdapat dalam bahan alam tersebut harus tahan terhadap suhu panas atau senyawa organik
tersebut tidak mengalami degradasi selama pemanasan.
Soxhlet merupakan alat yang digunakan untuk sokletasi. Sokletasi merupakan suatu
merode atau proses pemisahan suatu komponen yang terdapat dalam contoh padatan dengan
cara penyaringan secara berulang-ulang dengan menggunakan pelarut tertentu, sehingga
semua komponen yang diinginkan akan terisolasi. Syarat-syarat pelarut yang digunakan pada
sokletasi ialah sebagai berikut :
1. Pelarut yang digunakan masih baru
2. Pelarut yang digunakan adalah pelarut yang murni, dengan tujuan agar hasil yang
diperoleh dapat maksimal
3. Pelarut yang mudah menguap. Seperti N-Heksan, eter, metil klorida, alkohol
4. Titik didih pelarut rendah
5. Sifat sesuai dengan senyawa yang akan diisolasi (polar atau non-polar)

B. PRINSIP
Prinsip dasar soxhlet adalah penyaringan contoh padat dengan menggunakan pelarut
organik dimana penyaringan terjadi secara berulang-ulang atau kontinyu sehingga hasil
penyaringan senyawa dari contoh padat dapat diperoleh secara sempurna.
Maksud dari proses penyaringan berulang ialah pertama memanaskan sampel
selanjutnya uap dari pelarut akan naik menuju kondensor melalui pipa F. Pada kondensor ini
uap pelarut akan didinginkan dan akan terkondensasi dan memisahkan komponen sampel dan
menuju ke sifon. Jika pipa sifon sudah telah penuh dengan pelarut maka pelarut akan kembali
ke labu alas bulat. Proses ini disebut denagn satu siklus, dan siklus ini akan terjadi secara
berulang-ulang.
C. PERALATAN

1. Kondensor : berfungsi sebagai pendingin, dan juga untuk mempercepat


proses pengembunan
2. Timbal : berfungsi sebagai wadah untuk sampel atau contoh yang akan
diisolasi
3. Pipa F : berfungsi sebagai jalannya uap bagi pelarut yang menguap
dari proses penguapan
4. Sifon : berfungsi sebagai perhitungan siklus (jalnnya siklus). Apabila
pada sifon larutannya penuh maka akan jatuh ke labu alas bulat dan hal ini
dinamakan dengan 1 siklus
5. Labu alas bulat : berfungsi sebagai wadah bagi pelarut dan sebagai penampung
hasil ekstraksi
6. Hot plate : berfungsi sebagai pemanas larutan

D. MEKANISME KERJA
Dimasukkan contoh atau sampel ke dalam timbal kemudian soxhlet dirangkai.
Soxhlet disambungkan dengan labu alas bulat dan ditempatkan di atas alat pemanas listrik
(hot plate). Kemudian pada bagian atas soxhlet dihubungkan dengan kondensor. Setelah
rangkaian selesai, dimasukkan pelarut ke dalam labu alas bulat dan air pendingin dijalankan
serta ekstraksi mulai dipanaskan.
Ketika pelarut dididihkan, uap yang timbul akan naik melewati soxhlet menuju ke
pipa pendingin (kondensor). Air pendingin yang melewati bagian luar kondensor akam
mengembunkan uap pelarut sehingga kembali menjadi fase cair, kemudian menetes ke dalam
timbal yang berisi contoh atau sampel. Tetesan uap pelarut tersebut akan melarutkan
kandungan yang terdapat pada contoh atau sampel, kemudian larutan hasil larutan tersebut
akan terkumpul ke dalam timbal dan apabila volumenya telah mencukupi, maka sari dari
contoh tersebut akan dialirkan lewat sifon menuju labu, dan siklus tersebut akan terjadi
secara berulang-ulang atau kontinyu, semakin banyak terjadinya siklus maka proses
pemisahan akan semakin maksimal, dan proses pemanasan akan dihentikan apabila warna
pelarut berubah menjadi bening pada timbal.

E. KELEBIIHAN DAN KEKURANGAN


1. Kelebihan dari metode soxhlet yaitu :
a. Pelarut yang digunakan lebih sedikit (efisiensi bahan)
b. Proses ekstraksi berlangsung cepat
c. Pelarut organik dapat mengambil senyawa organik secara berulang (kontinyu)
d. Sampel diekstraksi dengan sempurna
e. Jumlah sampel yang diperlukan sedikit
2. Kekurangan dari metode soxhlet yaitu :
a. Pelarut yang digunakan ialah pelarut yang harus mudah menguap
b. Hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas

F. CONTOH APLIKASI METODE SOXHLET


1. Contoh diambil dari jurnal penelitian, dengan judul :
“Ekstraksi Triterpenoid dari Daun Pohpohan Deangan Metode Sokletasi”
2. Bahan dan metode :
Bahan yang digunakan adalah daun pohpohan, n-heksan, etanol, methanol. Alat yang
digunakan adalah satu perangkat alat soxhlet, pipet tetes, gelas ukur, labu ukur, tabung reaksi,
kertas saring, alat pemanas. Metode yang digunakan ialah metode sokletasi.
3. Prosedur kerja pembuatan ekstrak daun pohpohan :
a. Sebanyak 100 gram simplisa saun pohpohan dibungkus kertas saring berbentuk
selongsong yang diikat bagian ujung dan pangkalnya
b. Dimasukkan ke dalam tabung soxhlet (pada bagian timbal)
c. Disusun alat sokletasi
d. Dimasukkan pelarut n-heksan di dalam labu alas bulat sesuai dengan variasi
jumlah jumlah pelarut yang digunakan yaitu pada penelitian ini menggunakan
masing-masing 500ml, 1000ml, dan 1500ml.
e. Alat sokletasi mulai dilakukan pemanasan
f. Ekstraksi dilakukan sampai tetesan terakhir berwarna bening dan waktu ekstraksi
sampai selesai dicatat
g. Apabila sudah selesai pemanasan dihentikan dan alat didinginkan kemudian hasil
ekstraksi dapat diisolasi