Anda di halaman 1dari 2

1.

strategi bersaing
Strategi Biaya Rendah: Strategi ini mensyaratkan adanya fasilitas yang memungkinkan dilaksanakannya control biaya
tetap yang ketat dan penggunaan teknologi yang dapat mengurangi biaya produksi pada tingkat paling rendah. EX:
Toyota, dilihat dari implementasi JIT (Just in Time) sehingga proses produksi bisa dipotong, efisiensi dapat tercapai,
Kemasan Isi ulang kecap bangau
Strategi Pembedaan Produk: mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar
yang jadi sasarannya. EX: PT. Indofood terutama produk mie instannya memiliki keunikan rasa dan promosi iklan yang
mengusung tema nusantara, jasa pengiriman cepat ( overnight delvery ) dari federal express.
Strategi Fokus :Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang
lebih sempit EX: Apple, yang berfokus kepada produknya selama bertahun tahun tanpa terpengaruh pasar, BMW
jerman yang secara eksklusif memfokuskan pada pembuatan mobil-mobil mewah kelas atas.
2. a. Pelanggan adalah orang yang menjadi pembeli produk yang telah dibuat dan dipasarkan oleh sebuah perusahaan,
dimana orang ini bukan hanya sekali membeli produk tersebut tetapi berulang-ulang.
b. Kepuasan pelanggan ini sangat penting diperhatikan oleh perusahaan sebab berkaitan langsung dengan
keberhasilan pemasaran dan penjualan produk perusahaan
c. pada saat Kepuasan pelanggan ini sangat penting diperhatikan oleh perusahaan sebab berkaitan langsung dengan
keberhasilan pemasaran dan penjualan produk perusahaan
d. Pelanggan internal merupakan pelanggan yang tidak mengonsumsi suatu barang ataupun jasa secara langsung,
Pelanggan eksternal merupakan pelanggan yang secara aktif langsung mengonsumsi barang ataupun jasa yang mereka
beli.
e. dikarenakan pelanggan akan semakin sering membeli produk, membeli dalam jumlah yang lebih banyak dan
cenderung untuk mencoba produk lain yang ditawarkan perusahaan sehingga akan menurunkan biaya pemasaran dan
penjualan dengan adanya informasi dari mulut ke mulut yang positif.
4. b. Melakukan pembeliaan secara teratur,Membeli diluar lini produk/jasa , Merekomendasikan produk lain,
Menunjukkan kekebalan dari daya tarik produk sejenis dari pesaing
c. Loyalitas Kognitif (Keyakinan) Konsumen yang mempunyai loyalitas tahap pertama ini menggunakan basis informasi
yang secara memaksa menunjuk pada suatu merek atas merek yang lainnya. Loyalitas Afektif (Sikap) Konsumen
membangun kesukaan terhadap brand berdasarkan penggunaan yang terkumulatif. Tingakat kesukaan konsumen
harus lebih tinggi daripada merek saingan, sehingga terdapat preferensi yang jelas pada merek fokal. Loyalitas Konatif
(Niat Konsumen Terhadap Merek) Konatif merupakan suatu niat atau komitmen untuk melaksanakan sesuatu kearah
suatu tujuan tertentu. Niat mencapai fungsi berawal dari niat sebelumnya dan sikap pada masa pasca konsumsi. Maka
loyalitas konatif merupakan suatu kondisi loyal yang mencakup komitmen mendalam untuk melakukan pembelian.
Loyalitas Action (Tindakan) Pada tahap ini merupakan tahap tertinggi pada loyalitas konsumen karena tingkat
kesetiaan yang sudah kuat dan ditandai dengan motivasi yang kuat dan tercermin dalam keinginan untuk melakukan
tindakan dalam mengatasi segala halangan yang mungkin dapat mempersulit konsumen tersebut untuk membeli
merek yang diinginkannya.
5. a. kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna
fasilitas yang tiba tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan
6. a. Bukti fisik (tangibles) Berkenaan dengan daya tarik fasilitas fisik, perlengkapan, dan material yang digunakan
perusahaan, serta penampilan karyawan. Kehandalan (reliability) Berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk
memberikan layanan yang akurat sejak pertama kali tanpa membuat kesalahan apapun dan menyampaikan jasanya
sesuai dengan waktu yang disepakati. Daya tanggap (responsiveness) Berkenaan dengan kesediaan dan kemampuan
para karyawan untuk membantu para pelanggan dan merespon permintaan mereka, serta menginformasikan
kapan jasa akan diberikan dan kemudian memberikan jasa dengan cepat. Jaminan (assurance) perilaku para
karyawan mampu menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan dan perusahaan bisa menciptakan
rasa aman bagi para pelanggannya. Empati (emphaty) Berarti perusahaan memahami masalah para pelanggannya
dan bertindak demi kepentingan pelanggan, serta memberikan perhatian personal kepada para pelanggan dan
memiliki jam operasi yang nyaman.
6b.Tangibles : 1Ketersediaan peralatan salon yang sudah lengkap dan modern,2 Salon sudah menjaga kebersihan dan
kerapihan pegawainya. Harapan :1 Saya berharap ketersediaan peralatan salon yang lengkap dan modern. 2 Saya
berharap adanya kebersihan salon dan kerapihan pegawai salon
Reability:kinerja :1 Pelayanan yang diberikan oleh pegawai salon sudah bagus dan memuaskan saya. 2 Pegawai salon
sudah memberikan pelayanan yang baik dan cepat kepada saya. Harapan : 1 Saya berharap pelayanan yang diberikan
oleh pegawai salon bagus dan memuaskan konsumen.2 Saya berharap pegawai salon cepat dalam melayani
konsumen.
Responsive: 1 Pegawai salon sudah memberikan saran tentang gaya rambut yang saya inginkan.2 Pegawai salon sudah
memberikan respon yang cepat terhadap keluhan saya. Harapan: 1 Saya berharap pegawai salon dapat memberikan
saran tentang gaya rambut yang diinginkan konsumen.2 Saya berharap pegawai salon cepat dalam merespon keluhan
konsumen.
Assurance: 1 Pegawai salon bersikap ramah, sopan dan jujur kepada saya.2 Pegawai sudah mempunyai pengetahuan
luas tentang gaya rambut terbaru Harapan: 1 Saya berharap pegawai salon mempunyai sikap ramah, sopan dan jujur.
2 Saya berharap pegawai mempunyai pengetahuan luas tentang gaya rambut terbaru.
Emphaty : 1 Pegawai salon tidak memandang status sosial/tanpa pilih-pilih dalam melayani saya. 2 Pegawai salon
sudah mempunyai kepekaan terhadap kebutuhan dan keinginan saya. Harapan: 1 Saya berharap pegawai salon tidak
memandang status sosial/tanpa pilih-pilih dalam melayani konsumen. 2 Saya berharap pegawai salon mempunyai
kepekaan terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen.
 Sangat baik >4,2-5 baik >3,2-4,2 cukup baik >2,6-3,4 kurang baik >1,8-2,6 tidak baik 1-1,8
Tangible (Hal-hal yang terlihat)
Service Quality =Kinerja/Harapan x 100%=4,6/4,65 x 100% = 98 %
Interval Skor = 98% × Nilai maksimal
= 98% × 5
= 4,9
Kesimpulan : Jadi, berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka dapat disimpulkan pelanggan merasa pelayanan dari
segi tangible (hal-hal yang terlihat) sudah sangat baik dengan peroleh skor akhir 4,9.