Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan

Dari hasil Praktek Kerja Lapang II yang telah dilaksanakan dengan


melihat mengamati dan mencari data di PG. Poerwodadie, maka dapat
disimpulkan bahwa :
1. Pabrik Gula Poerwodadie adalah sebuah industri yang mengelola
usaha dengan basis bahan baku tebu menjadi gula kristal putih, yang
didalamnya terdapat alat-alat proses yang saling berhubungan antara
tahap satu dengan tahapan yang lainnya sehingga menghasilkan
produksi gula yang baik dan berkualitas.
2. Kapasitas giling PG. Poerwodadie pada masa giling tahun 2009 yaitu :
21.720 Ku/hari. Adapun usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai
sasaran adalah :
a. Sebelum dilaksanakan pemerahan harus dilakukan pekerjaan
pendahuluan dengan sasaran Preparation Indeks (PI) = 87.
b. Umpan tebu dari meja tebu yang ajeg dan merata
c. Penyetelan gilingan sesuai standart
d. Pemerasan dengan penekanan sehingga menghasilkan pol ampas
rendah dan zat kering yang tinggi
e. Pemberian imbibisi yang secara tepat dan merata
f. Pengaturan Rpm gilingan dengan Mesin uap sesuai setelan
g. Tekanan Uap baru 6 kg/cm2-7 kg/cm2
h. Menekan kehilangan gula dengan sanitasi rutin tiap gilingan
3. Tujuan dari pemurnian adalah menghilangkan zat bukan gula dalam
nira mentah sebanyak-banyaknya dan menghindari kehilangan gula
sekecil-kecilnya dengan biaya serendah-rendahnya, dengan cara :
a. Secara Kimia
Dengan pemberian bahan kimia pembantu

124
b. Secara Fisika
Yaitu dengan melakukan penyaringan dan pengendapan
c. Secara Kimia dan Fisika
Yaitu kombinasi antara cara kimia dan cara fisika
Bahan-bahan pembantu yang digunakan dalam proses pemurnian
antara lain :
a. Susu kapur
b. Gas belerang
c. Asam Phospat
d. Flokulan Anion
e. Ampas halus (bagasillo)
Pemurnian dilakukan dengan cara Sulfitasi Alkhalis. Pada proses
pemurnian dilakukan pemanasan pendahuluan dengan tujuan untuk
mempercepat terjadinya reaksi dan membasmi berkembangnya bakteri,
menghilangkan gas-gas yang mempersulit proses pengendapan dan
juga memanaskan nira dengan tahapan suhu:

a. Pemanas Pendahuluan (PP) I = 75° C

b. Pemanas Pendahuluan (PP) II =105° C

c. Pemanas Pendahuluan (PP) III = 110° C


4. Air yang terkandung dalam nira diuapkan dengan menggunakan Badan
Penguapan (Evaporator), sebab air yang terkandung dalam nira encer
masih tinggi ± 85 %. Sasaran angka penguapan ± 24 kg/m 2/jam,
dengan brix nira kental 60-64 serta ° bome 28-30. Maka dibutuhkan
uap bekas yang cukup dan vacuum yang tinggi, begitu pula dengan
stasiun kristalisasi sehingga didapatkan gula sesuai dengan yang
diinginkan dalam waktu yang relatif singkat.
5. Proses kristalisasi adalah proses pembentukan kristal gula terhadap
larutan gula di dalam pan masakan (massequite). Kristalisasi dapat

125
terbentuk apabila nira dipekatkan hingga mencapai kejenuhan. Jenis
masakan yang dilakukan ada 3 yaitu:
1. Masakan A
2. Masakan C
3. Masakan D
6. Dari hasil alat puteran, ukuran kristal gula yang dihasilkan selalu sama,
ada yang berukuran kecil dan ukuran besar. Ukuran kristal yang
dikehendaki pasar 0,8-1,1 mm. Pemisahan ukuran kristal dilakukan
pada alat talang goyang, dengan pemasangan saringan diatas talang
goyang tersebut. Kristal gula yang berukuran terlalu kecil atau terlalu
besar akan dilebur dicampur dengan nira kental dan dimasak kembali
menjadi masakan A. Kristal gula SHS yang dikehendaki kemudian
dibungkus menggunakan sak karung plastik dan ditimbang dengan
kemasan 50 kg/sak, kemudian disimpan dalam gudang.
7. Produk PG. Poerwodadie selain gula SHS adalah ampas dan tetes
a. Ampas
Digunakan untuk bahan bakar di stasiun ketel
b. Tetes
Dijual pada fihak yang membutuhkan
8. Uap baru yang dihasilkan dari stasiun ketel digunakan untuk
meggerakkan turbin generator yang terlebih dahulu melalui super
heater supaya uap tersebut kering. Uap baru yang basah digunakan
untuk menggerakkan mesin-mesin uap, suplesi dan sanitasi gilingan.
Ketel yang dimilik PG. Poerwodadie berjumlah 12 unit dengan jenis
ketel tekanan rendah, sehingga uap yang dihasilkan berkapasitas kecil
dan tidak membutuhkan pengolahan air yang ketat.
9. Sistem kelistrikan di PG. Poerwodadie distribusinya menggunakan
kabel-kabel daya dan panel. Power listrik disuplai dari 3 sumber yaitu :
1. Turbin generator
2. PLN JBST
3. PLN berlangganan reguler

126
2. Saran

a. Tebu sebagai bahan baku utama dalam industri gula sangat berpengaruh
dalam menghasilkan kualitas dan kuantitas gula, oleh karena itu PG.
Poerwodadie hendaknya lebih memperhatikan kualitas tebu yang masuk
dan akan di giling di dalam pabrik.
b. Alat Cane Crane merupakan alat yang sangat vital pada saat masa giling,
karena Cane Crane yang memindahkan tebu dari atas lori atau truk untuk
di taruh di atas meja tebu, di PG. Poerwodadie Cane Crane yang dipakai
operasional sudah sangat tua dan berjumlah hanya 1 unit, untuk itu
hendaknya pihak PG. Poerwodadie mengganti dengan Cane Crane yang
baru atau menambah Crane satu lagi sebagai cadangan.
c. Stasiun Pemurnian dan Stasiun Penguapan merupakan staiun proses
pembuatan gula. Di stasiun tersebut banyak pipa-pipa yang bocor, baik
pipa uap maupun pipa nira, oleh karena itu hendaknya PG. Poerwodadie
lebih giat melakukan perbaikan-perbaikan dan pengecekan pada pipa-
pipa yang ada di stasiun tersebut
d. Hendaknya kerja sama yang lebih baik lagi antara PG. Poerwodadie
dengan pihak pengelola dunia pendidikan ini dapat dilanjutkan, karena
P.G. Poerwodadie benar – benar dapat memberikan gambaran keadaan
sebenarnya di industri gula
e. PG. Poerwodadie Magetan merupakan industri yang sangat mendukung
perekonomian nasional, oleh karena itu kelancaran dan kesuksesan
pabrik haruslah tetap kita pertahankan, salah satu caranya adalah dengan
perawatan dan pengoperasian alat – alat yang ada di pabrik dengan baik
dan benar

127
DAFTAR PUSTAKA

1. Hugot, E., 1986, Hand Book of Cane Sugar Engineering, Elsevier Secience
Publisher, Amsterdam.
2. Toat Soemohandojo.2009,Pengantar Injiniring Pabrik Gula Bintang Surabaya
3. Landheer A., 1974, Pesawat Industri Gula, LPP Yogyakarta.
4. Ir. Rochman H. Bsc., 2007, Alat Industri Gula, Materi Kuliah Politeknik LPP
Yogyakarta.
5. Buku Instalasi Staat, PG. Poerwodadie
6. I Made Sutjipta, Pengawasan dan Penyetelan Gilingan
7. Ir. Sularso, Msme, 2006, POMPA DAN KOMPRESOR
Prof. Dr. Haruo Tahara

128