Anda di halaman 1dari 10

Idea Nursing Journal Halimatussakdiah, dkk

ISSN: 2087-2879

PENGARUH PERUBAHAN FISIOLOGIS IBU HAMIL TERHADAP


ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR DI ACEH BESAR

Effect of Physiological Changes in Pregnant Women Toward New Born Baby’s


Anthropometry in Aceh Besar

Halimatussakdiah1, Mediawati2, dan Agustria Saputra3


1
Bagian Keilmuan Keperawatan Maternitas Poltekkes Kemenkes Aceh
2
Bagian Keperawatan Medikal Bedah Poltekkes Kemenkes Aceh
3
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh
Maternity Nursing Department, Poltekkes Kemenkes Aceh
E-mail: atus_halimah@yahoo.com

ABSTRAK
Kondisi bayi baru lahir dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu, kadar Hb, tinggi fundus uteri, peningkatan
berat badan di akhir kehamilan, kualitas pemeriksaan kehamilan, and sakit yang di derita ibu selama
kehamilan. Selain kondisi tersebut, status anthropometri bayi baru lahir sangat terkait dengan karakteristik
ibu hamil seperti ketebalan lemak pada dinding perut ibu, kepadatan plasenta dan cairan ketuban. Penelitian
ini bertujuan untuk menemukan pengaruh dari perubahan fisiologi ibu terhadap antropometri bayi baru lahir
di rumah bersalin kecamatan Kuta Baro Aceh Besar 2011. Desain penelitian yang digunakan adalah korelatif
untuk memperoleh keterkaitan antara variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan
cross sectional study. Sampel penelitian ini yaitu ibu dengan usia kehamilan 38-40 minggu dengan total
sampel 57 orang. Pengambilan sampel dimulai dari 16 Juni sampai 28 Agustus 2011 dengan teknik total
sampling. Analisis regresi linear digunakan untuk mengukur asosiasi antara variabel independen dengan
variabel dependen. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tidak ada pengaruh antara penambahan berat
badan ibu hamil dengan panjang badan bayi baru lahir ( P value > 0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruh
antara peningkatan berat badan ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir ( P value > 0.05, alpha 0.05),
tidak ada pengaruh antara kadar Hb ibu hamil dengan panjang badan bayi baru lahir ( P value > 0.05, alpha
0.05), tidak ada pengaruh antara kadar Hb ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir ( P value > 0.05,
alpha 0.05), tidak ada hubungan antara tinggi fundus uteri dengan panjang badan bayi baru lahir ( P value >
0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruh antara tinggi fundus uteri dengan berat badan bayi baru lahir ( P value <
0.05, alpha 0.05). Diharapkan ibu hamil dapat memonitor berat badan lebih awal, tinggi fundus uteri, dan Hb
untuk mendeteksi kemungkinan berat badan rendah pada bayi baru lahir.

Kata Kunci: ibu hamil, berat badan, haemoglobin, antropometri

ABSTRACT
The condition of new born babies are related to the condition of mother health, the density of Hb, height
uterine fundus , weight increasing at the end of pregnancy, quality of antenatal control and illness suffered
by mother during pregnant. Besides those conditions, anthropometry status of new born babies is very
related to pregnant mother characteristic such as fat thickness at abdomen wall, density of plasenta and fetal
membrane liquid. The purpose of this research is to find out the influence of fisiology changing of pregnant
mother toward anthropometry of new born babies in maternity hospital at Kuta Baro Subdistrict Aceh Besar
2011. Research design used in this study is correlative that is to gain the relationship between independent
and dependent variable by using cross sectional study. The sample for this research are pregnant mothers
with 38-40 weeks of pregnancy with total sample 57 person. sample taking was started from june 16 to
august 28, 2011 by applying total sampling tehnique. Lineir Regression Analysis is used to measure the
association between independent vaiables with dependent variables. The result of this research shows that
there is no relationship between the increasing of pregnant mother weight with new born babies weight ( P
value > 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between the increasing of pregnant mother weight with
baby weight of low born weight ( P value > 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between the density of
Hb of pregnant mother with with new born babies weight ( P value > 0.05, alpha 0.05), there is no
relationship between the density of Hb of pregnant mother with baby weight of low born weight ( P value >
0.05, alpha 0.05), there is no relationship between height uterine fundus with baby height of low born weight

32
Idea Nursing Journal Vol. III No. 1
( P value > 0.05, alpha 0.05), there is relationship between height uterine fundus with baby weight of new
born babies weight ( P value < 0.05, alpha 0.05). It is expected to toward pregnant mother to monitor
earlier for weight, height uterine fundus, and Hb to detect possibility of low weight of new born babies.

Keywords: pregnant mother, weight, haemoglobin, anthropometry.

PENDAHULUAN Kondisi kesehatan pada bayi juga


Fisiologi kehamilan dan kelahiran tidak jauh berbeda dengan kondisi kesehatan
bayi secara umum adalah sama, namun pada ibu. Kondisi bayi baru lahir (BLR)
karena hal-hal tertentu yang berkaitan dipengaruhi oleh kondisi kondisi kesehatan
dengan proses pembentukan janin dalam ibu selama hamil, yaitu diantaranya sirkulasi
rahim hingga kelahiran bayi bervariasi, utero-plasenta dan kadar Hb-O2. Anemia
maka fisiologis kelahiran bayi menjadi kehamilan yang disebabkan oleh defisiensi
berbeda satu sama lain (Swasono, 2000). besi yang relatif tinggi > 75 % berpengaruh
Kelahiran dengan berat badan lahir pada aliran darah utero plasenta. Keadaan ini
rendah disebabkan oleh prematuritas tinggi, akan berdampak bila kadar Hb < 10 gr %
pertumbuhan dan perkembangan janin dan akan menimbulkan komplikasi
dalam rahim terhambat dan berat lahir kehamilan sekitar 15-25 % antara lain
rendah untuk kehamilan. Keadaan tersebut seperti pengaruhnya pada antropometri bayi
dapat disebabkan oleh penyakit ibu dan baru lahir (James, dkk.,2002).
komplikasi kehamilan, gizi rendah, Berkaitan dengan kehamilan dan
grandemultipara dengan interval pendek persalinan, saat ini ada kecenderungan ibu
(Manuaba, 2005). Kebanyakan bayi baru hamil untuk memilih tempat pemeriksaan
lahir beratnya 2700 sampai 4000 g. Berat kehamilan dan bersalin di rumah bersalin.
dan panjang lahir yang akurat sangat penting Demikian halnya di kecamatan Kuta Baro
karena merupakan dasar untuk pengkajian sebagian ibu-ibu lebih memilih tempat
pertumbuhan di masa datang (Donna L, persalinannya di klinik terdekat dengan
1996). tempat tinggalnya. Hal ini dilakukan dengan
Persalinan di Indonesia setiap pertimbangan waktu tempuh yang singkat,
tahunnya sekitar 5.000.000 jiwa dan letak RS dikota yang mencapai puluhan
sebagian menyebabkan kematian. Angka kilometer, biaya yang relatif murah dan
kematian bayi pada tahun 2007 sebesar faktor kenyamanan.
34/1.000 kelahiran hidup dan kematian Kecamatan Kuta Baro terdapat 4
neonatal 19/1000 kelahiran hidup. penyebab rumah Bersalin swasta yaitu Rumah bersalin
kematian neonatal karena BBLR 29%, Kamsinar, Rumah bersalin Eva Yanti,
asfiksia 27%, masalah pemberian minum Rumah Bersalin Zuraida dan Rumah
10%, tetanus 10%, gangguan hematologi bersalin Wahyuni. Rata-rata populasi
6%, infeksi 5% dan lain-lain 13% persalinan di rumah bersalin ini sekitar 10-
(Rachmawaty, 2006) 15 orang/bulan. Pada bulan Maret 2011
Angka kematian ibu juga masih tinggi populasi dari 4 rumah bersalin ini sebanyak
di Indonesia. Pada tahun 2007 mencapai 73 orang. Dari wawancara dengan
228/100.000 kelahiran hidup. Angka ini jauh perawat/bidan di rumah bersalin Kuta Baro
berada diatas angka kematian ibu di Negara ini ditemukan 2 orang ibu (2.73 %)
Asean lainnya. Penyebab tak lansung melahirkan bayi < 2500 gr, dan 10 (13.69%)
kematian ibu ini antara lain adalah orang ibu hamil naik BB selama hamil tidak
perdarahan, infeksi dan partus macet (SDKI, mencapai 8 kg.
2007).

33
Idea Nursing Journal Halimatussakdiah, dkk
Berdasarkan fenomena diatas peneliti Eva Yanti dan Faridah Ariani Kecamatan
tertarik untuk mengetahui pengaruh Kuta Baro Aceh Besar untuk melahirkan.
perubahan fisiologis ibu hamil terhadap Populasi pada ke empat Rumah bersalin ini
antropometri bayi baru lahir di rumah berjumlah 50-100 orang/bulan. Pengambilan
bersalin Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar sampel dilakukan dengan tehnik total
tahun 2011. sampling yaitu pengambilan sampel dari
Tujuan umum penelitian ini yaitu seluruh populasi. (Notoatmodjo, 2002).
untuk mengetahui pengaruh perubahan Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah:
fisiologis Ibu hamil terhadap antropometri Ibu yang bersalin pervaginam, usia
bayi baru lahir di Rumah Bersalin kehamilan 38-40 mg, Kehamilan normal dan
Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar Tahun bersedia menjadi responden. Adapun jumlah
2011. responden yang dikumpulkan adalah sebagai
Sedangkan tujuan khusus yaitu untuk berikut: Pada RB Kamsinar sebanyak 11
mengetahui pengaruh perubahan fisiologis orang responden, pada RB Eva Yanti 27
Ibu hamil berdasarkan kenaikan BB responden, pada RB Faridah Ariani 10
terhadap antropometri bayi baru lahir (berat responden dan pada RB Sri Wahyuni ada
badan dan panjang badan), mengetahui sebanyak 9 responden, sehingga totalnya
pengaruh perubahan fisiologis Ibu hamil adalah 57 responden.
berdasarkan kenaika TFU terhadap Penelitian ini dilakukan di rumah
antropometri bayi baru lahir (berat badan bersalin Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar
dan panjang badan), mengetahui pengaruh pada 16 Juni – 28 Agustus 2011. Peneliti
perubahan fisiologis Ibu hamil berdasarkan menggunakan teknik pengumpulan data
Kadar Hb terhadap antropometri bayi baru dengan melakukan wawancara singkat untuk
lahir (berat badan dan panjang badan) di mengetahui umur, pendidikan, pekerjaan
Rumah Bersalin Kecamatan Kuta Baro dan usia kehamilan saat ini. Alat yang
Aceh Besar Tahun 2011. digunakan untuk pengukuran BB
menggunakan timbangan dewasa, mengukur
Hb dengan alat Hb Sahli dan mengukur TFU
METODE
dengan pita meteran. Pengukuran terbagi 2
Desain yang dipergunakan dalam yaitu sebelum hamil dan pada kehamilan
penelitian ini adalah deskriptif korelatif yaitu aterm. Untuk data BB sebelum hamil
untuk melihat pengaruh perubahan fisiologis diambil dari data sekunder pada buku
ibu hamil (Hb, BB dan TFU) terhadap catatan Klinik bersalin. Data tentang BB, Hb
antropometri (berat badan, panjang badan) dan TFU diukur pada kehamilan aterm
bayi baru lahir, serta mencari ada tidaknya langsung oleh peneliti. Pengukuran BB, Hb
hubungan antara dua variabel. dan TFU diukur pada ibu dengan usia
Pendekatan yang digunakan dalam kehamilan 38-40 yang datang ke klinik
penelitian ini adalah cross sectional study untuk partus (masa in partu). Kemudian
dimana peneliti melakukan pengukuran dilanjutkan dengan pengukuran bayi setelah
variabel sesaat. Artinya subjek diteliti satu bayi lahir yaitu BB dan PB bayi.
kali saja dan pengukuran variabel Pengukuran BB dan PB bayi maksimum 24
independen dan dependen dilakukan pada jam setelah lahir.
saat pemeriksaan atau pengkajian data Analisa data dilakukan secara
(Arikunto, 2002). univariat dan bivariat. Analisa bivariat untuk
Populasi dalam penelitian ini semua mencari korelasi variabel independen dan
ibu hamil 38-40 minggu yang datang ke dependen dengan metode statistik Analisis
Rumah bersalin Kamsinar, Sri Wahyuni, Regresi lineir menggunakan α=0.05 dan CI

34
Idea Nursing Journal Vol. III No. 1

95%. Analisa data dengan menggunakan Pengaruh Pertambahan BB Ibu Hamil


program komputer. Dengan Panjang Badan Bayi Baru Lahir
Tabel 1. Analisis korelasi dan regresi
Pertambahan BB ibu hamil dengan PB bayi baru
HASIL lahir Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar tahun
2011 (n=57)
Data Demografi Variabel r R2 Persamaan P
garis value
Sebagian besar responden berada pada
Pertambahan 0.026 0.01 49.307 – 0.85
kelompok umur 20-35 tahun yang BB 0.16
berjumlah 53 orang (93%), pendidikan Sumber: Data primer ( tahun 2011)
terakhir responden terbanyak berada pada
Pengaruh pertambahan BB ibu dengan
katagori pendidikan Dasar (SD-SMP) yaitu
panjang badan bayi menunjukkan hubungan
25 orang (43.9%), sedangkan pada katagori
lemah dengan berpola negatif. Hasil uji
dari pekerjaan, maka responden terbanyak
statistik didapatkan tidak ada pengaruh
pada katagori tidak bekerja yaitu sebanyak
yang signifikan antara pertambahan BB ibu
54 orang (94.7 %). Sementara frekuensi
hamil dengan panjang badan bayi (P-value=
kehamilan ibu paling banyak berada pada
0.85).
kehamilan kedua dan ketiga yaitu 24 orang
(42.1 %). Pengaruh Peningkatan BB Ibu Hamil
Dari hasil analisa data secara univariat Dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir
didapatkan bahwa responden yang Pengaruh pertambahan BB ibu dengan
mempunyai Hb  10 mg % dengan Berat badan bayi menunjukkan hubungan
frekwensi terbanyak yaitu 49 orang (86%), lemah dengan berpola negatif. Hasil uji
sedangkan responden yang mengalami statistik didapatkan tidak ada pengaruh
kenaikan BB saat hamil  8 kg sampai yang signifikan antara pertambahan BB ibu
dengan aterm (hamil cukup bulan juga hamil dengan panjang badan bayi (p value
paling sebanyak yaitu 43 orang (75.4 %). 0.75).
Peningkatan TFU paling banyak yaitu 30 Tabel 2. Analisis korelasi dan regresi
cm sebanyak 46 orang (80.7 %). Pertambahan BB ibu hamil dengan BB bayi
baru lahir di RB Kec Kuta Baro Aceh Besar
Hasil penelitian ini menunjukkan tahun 2011 (n=57)
bahwa responden yang melahirkan bayi Variabel R R2 Persamaan P
yang mempunyai BB  2500 gr dengan garis value
frekwensi terbanyak yaitu 56 orang (98.2 Pertamba 0.043 0.02 3246.145 – 0.75
%), sedangkan responden yang melahirkan han BB 5.716
bayinya dengan PB  45 cm saat lahir juga Sumber: Data primer ( tahun 2011)
paling sebanyak yaitu 56 orang (98.2%). Pengaruh Kadar Hb Ibu Hamil Dengan
Analisa bivariat digunakan untuk Panjang Panjang Badan Bayi Baru Lahir
menganalisa pengaruh perubahan fisiologi Pengaruh kadar Hb ibu dengan
pada ibu hamil (peningkatan BB selama panjang badan bayi menunjukkan hubungan
kehamilan (kehamilan Aterm) peningkatan lemah dengan berpola positif artinya
tinggi fundus uteri (TFU) dan kadar Hb semakin tinggi kadar Hb semakin bertambah
terhadap antropometri bayi baru lahir panjang badan bayi. Hasil uji statistik
(panjang badan dan berat badan). Analisa didapatkan tidak ada pengaruh yang
korelasi dan regresi dilakukan dengan signifikan antara kadar Hb ibu hamil dengan
perangkat komputer. panjang badan bayi (p value 0.72).

35
Idea Nursing Journal Halimatussakdiah, dkk
Tabel 3. Analisis korelasi dan regresi Kadar Pengaruh Tinggi Fundus Uteri (TFU) Ibu
Hb ibu hamil dengan PB bayi baru lahir di RB Hamil Terhadap Berat Badan Bayi Baru
Kec.Kuta Baro Aceh Besar tahun 2011 (n=57) Lahir
Variabel R R2 Persamaan P Pengaruh TFU terhadap berat badan
garis value
bayi menunjukkan hubungan kuat dengan
Kadar 0.048 0.02 48.107+ 0.72
berpola positif, artinya semakin bertambah
Hb 0.094
Sumber: Data primer ( tahun 2011)
TFU semakin kuat bertamabah BB bayi baru
lahir. Nilai kooefisien determinasi 0.32
Pengaruh Kadar Hb Ibu Hamil Terhadap artinya persamaan garis regresi baik untuk
Berat Badan Bayi Baru Lahir menjelaskan variabel berat badan bayi. Hasil
Pengaruh kadar Hb ibu dengan berat
uji statistik didapatkan ada pengaruh yang
badan bayi menunjukkan hubungan lemah
signifikan antara TFU ibu hamil dengan
dengan berpola positif artinya semakin
berat badan bayi ( P value 0.00).
bertambah kadar Hb semakin bertambah
Tabel 6. Analisis korelasi dan regresi TFU ibu
berat badan bayi. Hasil uji statistik hamil dengan BB bayi baru lahir di RB Kec.
didapatkan tidak ada pengaruh yang Kuta Baro Aceh Besar (n=57)
signifikan antara kadar Hb ibu hamil dengan Variabel r R2 Persamaan P
berat badan bayi ( P value 0.46). garis value
Tabel 4. Analisis korelasi dan regresi kadar Hb TFU ibu 0.56 0.32 536.679 + 0.00
ibu hamil dengan BB bayi baru lahir di RB Kec. hamil 82.196
Kuta Baro Aceh Besar (n=57) Sumber: Data primer ( tahun 2011)
Variabel r R2 Persamaan P
garis value DISKUSI
Kadar 0.099 0.010 2731.906 + 0.46
Hb 41.3380 Pengaruh Pertambahan BB Ibu Hamil
Sumber: Data primer ( tahun 2011) Terhadap Panjang Badan Bayi Baru
Lahir
Pengaruh TFU Ibu Hamil Dengan Dalam penelitian ini didapatkan
Panjang Badan Bayi Baru Lahir bahwa sebagian besar ibu pada katagori
Pengaruh TFU terhadap panjang normal dari Hb, TFU dan BB. Bila ditinjau
badan bayi menunjukkan hubungan lemah hanya satu orang responden yang mengalami
dengan berpola positif artinya semakin (anemia ringan), TFU sebagian besar diatas
bertambah TFU semakin bertambah panjang 30 cm (80.7 %) dan BB sebagian besar naik
badan bayi. Nilai kooefisien determinasi. diatas 8 kg (75.4 %). Selain itu tidak semua
Hasil uji statistik didapatkan tidak ada responden mempunyai 3 karakteristik
pengaruh yang signifikan antara TFU ibu kurang baik secara bersamaan, akan tetapi
hamil dengan panjang badan bayi ( P value setiap responden mempunyai salah satu
0.79). karakteristik saja yang kurang baik. Keadaan
Tabel 5. Analisis korelasi dan regresi TFU ibu ini akan menyebabkan hasil dari penelitian
hamil dengan PB bayi baru lahir di RB Kec. ini tidak berhubungan antar variabel.
Kuta BaroAceh Besar tahun 2011 (n=57)
Bila di tinjau fungsi sirkulasi pada
Variabel r R2 Persamaan P
kehamilan faktor ini merupakan
garis valu
e
kemungkinan yang mempengaruhi tidak ada
TFU 0.035 0.001 2731.906 + 0.79 hubungan antar variabel diatas. Sirkulasi
ibu 41.3380 darah dari ibu ke janin akan meningkat
hamil sesuai usia kehamilan dan sesuai dengan
Sumber: Data primer ( tahun 2011) bertambah besar atau berat janin. Sirkulasi
secara fisiologis lebih mengoptimalkan

36
Idea Nursing Journal Vol. III No. 1

kebutuhan nutrisi dan O2 kepada janin 3-5 cm dengan jumlah total lemak mencapai
dibandingkan kebutuhan maternal. Lebih 5 kg dan jumlah air ketuban 500 ml – 1000
dari 70 % darah melalui sirkulasi plasenta. ml.
Walaupun ibu mengalami sedikit Hal ini sesuai penelitian yang
kekurangan Fe atau dalam katagori anemia dilakukan oleh Musa, dkk (2007) pada 1332
ringan (8-9 gr %) maka sirkulasi tetap akan orang perempuan hamil di Kabupaten Bogor
akan memenuhi kebutuhan janin yang utama menunjukkan 89.6 % (1194 responden)
dalam rahim (Reeder, 1999). melahirkan bayi 2500 gr dan 10.4 % (138
Salah satu penelitian yang dilakukan responden) melahirkan bayi < 2500 gr dan
oleh Khasanah (2003) pada 48 responden di 5.0% (66 responden) berat badan cukup tapi
Semarang tentang status protein, besi, seng, kurang bulan.
vitamin A, folat dan antropometri ibu hamil
Banyak faktor yang mempengaruhi
trimester II dengan bayi berat lahir rendah
BB bayi baru lahir. Walaupun ibu hamil
menunjukkan bahwa ibu hamil dengan
yang menjadi responden di wilayah
anemia pada 19 responden (39.6 %) tidak
kecamatan Kuta Baro sebanyak 43
berhubungan dengan BBLR. Lebih lanjut
responden (75.4 %) mengalami kenaikan BB
penelitian ini menujukkan 20 responden
 8 kg, namun masih ada faktor lain pada
(41,7 %) mengalami defisiensi feritin (fe)
dan tidak menunjukkan resiko BBLR. ibu hamil tersebut menjadi factor
Ibu hamil yang berdomisili di wilayah pengganggu (confounding factor) dalam
kec Kuta Baro sebagian besar pada usia penelitian yang sulit di kontrol. Faktor-
produktif yaitu usia 20-35 tahun sebanyak faktor tersebut antara lain jumlah air
53 orang responden (93 %). Kondisi yang ketuban, ketebalan lemak seperti uraian
produktif ini sangat mendukung terjadinya diatas. Hal ini terbukti saat proses persalinan
proses kehamilan yang baik. Usia ini jumlah air ketuban yang keluar berkisar 500-
merupakan usia yang dianjurkan untuk 1250 cc. Keadaan ini akan mempengaruhi
kehamilan berkaitan dengan fungsi alat hasil pengukuran tinggi fundus uteri dan BB
reproduksi dan system tubuh yang bekerja bayi baru lahir.
baik, sehingga resiko terjadi BBLR dengan
berbagai gangguan fungsi alat reproduksi Pengaruh Kadar Hb Ibu Hamil Terhadap
dapat di hindari. Panjang Badan Bayi Baru Lahir
Pengaruh Pertambahan BB Ibu Hamil Seperti diuraikan pada nomor b.
Terhadap Berat Badan Bayi Baru Lahir diatas, bahwa kadar Hb tidak menunjukkan
Hasil penelitian ini tidak berhubungan pengaruh terhadap antropometri bayi baru
dipengaruhi oleh setiap karakterisktik lahir. Pada penelitian ini hampir semua
individual yang tidak diukur dalam responden dengan kadar Hb normal dan
penelitian ini seperti ketebalan lemak pada hanya anemia ringan (8 orang atau 14 %).
kulit abdomen ibu dan jumlah air ketuban Bila di tinjau data demografi, responden
dan besarnya plasenta. Ketiga faktor ini akan sebagian besar responden berpendidikan
mempengaruhi BB dan TFU ibu saat SMA (40.4 %). Keadaan ini secara tidak
pengukuran. Seringkali di jumpai ibu langsung memberikan pengaruh terhadap
dengan TFU 30 cm melahirkan bayi > 3500 komsumsi makanan sehari-hari, kesadaran
gr dengan hanya pertambahan BB 8 kg. Hal dalam mengunjungi pelayanan kesehatan
ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh dan kemampuan untuk mencari informasi
Bobak (2004) bahwa ketebalan lemak pada tentang kesehatan dalam katagori cukup baik
kulit abdominal pada wanita hamil berkisar pada karakteristik demografi ini.

37
Idea Nursing Journal Halimatussakdiah, dkk
Secara konseptual Hb yang cukup ibu hamil trimester III dengan kejadian
ekstrim (anemia berat, Hb 7 < mg %) dan BBLR ditemukan hubungan yang bermakna
berlangsung dalam jangka waktu lama dapat antara kenaikan BB, LILA dan kadar Hb ibu
mempengaruhi antropometri bayi baru lahir. hamil dengan kejadian BBLR (P value,
Keadaan ini bahkan dapat menyebabkan 0.00).
kecacatan pada fisik bayi. Tetapi pada Bila dikaitkan dengan penelitian ini,
keadaan anemia ringan tidak mempengaruhi distribusi kadar Hb responden pada katagori
antropometri bayi baru lahir. Penelitian yang normal, sehingga tidak berhubungan dengan
dilakukan oleh Hutabarat (2010) di RSUP antropometri bayi baru lahir. Walaupun ada
H. Adam Malik Medan pada 45 orang ibu sebagian kecil karakteristik ibu yang kurang
hamil, tentang hubungan kadar Hb ibu hamil baik tetapi prosentasenya kecil. Selain itu
dengan lingkar kepala bayi baru lahir antropometri bukan hanya semata-mata
ditemukan tidak terdapat hubungan antara dipengaruhi oleh Hb akan tetapi banyak
kadar Hb ibu hamil dengan lingkar kepala faktor lain seperti kondisi rahim, hormonal
bayi baru lahir (P value 1.0, 95 % CI). ibu, sistem sirkulasi pada plasenta. Faktor
Kadar Hb seseorang sangat di ini tidak bisa di kontrol oleh peneliti (Bobak,
pengaruhi oleh asupan nutrisi dan status 2004; Reeder, 2003).
kesehatannya. Ibu hamil di wilayah kec Kuta Lokasi kecamatan Kuta Baro yang
Baro sebagian berpendidikan SMA. Hal ini berbentuk pedesaan dan sebagian keluarga
dapat dilihat dari data Demografi bahwa 23 mereka bermata pencaharian sebagai petani,
responden (40.4 %) pendidikan menengah maka ada faktor sumber pangan yang
dan 9 responden (15.8 %) pendidikan tinggi. dikomsumsi sehari-hari dari penghasilan
Status pendidikan yang dimiliki oleh mereka sendiri. Menurut infomasi Ka.
responden tersebut berkemungkinan Klinik bersalin tidak ada diantara responden
mempunyai pengaruh terhadap pola dan yang menjadi objek penelitian yang
asupan nutrisinya dan berdampak terhadap mengalami penyakit kronis seperti TBC,
kadar Hb selama kehamilan. Keadaan ini Hepatitis, Hipertensi. Keadaan status
berkontribusi terhadap PB bayi baru lahir ≥ kesehatan ibu hamil yang cukup baik di
45 cm yang mencapai 56 bayi (80.7 %). tunjukkan data demografi hanya 8 orang
responden (14 %) yang mengalami anemia
Pengaruh Kadar Hb Ibu Hamil Terhadap ringan (kadar Hb 10- 11 gr %). Keadaan ini
Berat Badan Bayi Baru Lahir akan berdampak hanya sedikit saja bayi lahir
Kadar Hb ibu hamil sangat berkaitan bermasalah atau 1 orang bayi (1.8 %). lahir
dengan kenaikan BB dan tinggi fundus uteri. dengan BB 2450 gr.
Pada analisa data ditemukan sebagian besar
Pengaruh Tinggi Fundus Uteri Ibu Hamil
ibu mengalami kenaikan BB  8 kg Terhadap Panjang Badan Bayi Baru
sebanyak 43 responden (75.4 %) sampai Lahir
masa akhir kehamilan. Kondisi kenaikan BB Faktor tinggi fundus uteri tidak
ini secara tidak langsung berpengaruh pada semata- mata mempengaruhi antropometri
kadar Hb ibu. Selain itu penurunan Hb bayi. Satus gizi sebelum kehamilan pada
sebagian responden dalam batas ringan ibu, ukuran tinggi badan sebelum hamil
sehingga keadaan ini tidak mempengaruhi sangat mempengaruhi panjang badan bayi
BB bayi baru lahir rendah. Suatu penelitian baru lahir. Hal ini sesuai dengan hasil
yang dilakukan oleh Choirunnisa (2010) di penelitian yang dilakukan oleh Youngki
Surakarta pada 30 orang ibu hamil tentang (2007) tentang Analisis pertambahan BB ibu
hubungan kenaikan BB, LILA, Kadar Hb hamil berdasarkan status sosial ekonomi

38
Idea Nursing Journal Vol. III No. 1

dan status gizi serta hubungan dengan berat Artinya semakin besar usia kehamilan,
bayi baru lahir di Puskesmas yang semakin tinggi Fundus uteri dan semakin
mempunyai RB wilayah Jakarta Timur dan bertambah BB janin dalam kandungan.
Bekasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan Apabila seorang ibu hamil memiliki
bahwa panjang badan bayi akan terhambat pertambahan BB ≥ 8 kg pada akhir
atau pertumbuhan janin terhambat (PJT) kehamilan dan TFU naik 1-2 cm setiap
pada kehamilan dengan sosial ekonomi bulan, maka dapat diasumsikan bahwa janin
buruk dan pengetahuan tentang gizi kurang dalam kandungan pertambahan BB baik
(14.5 %). Pada penelitian ini dilakukan pada (bobak, 2004).
ibu hamil sebanyak 638 orang dg usia 20-35 Hasil uji regresi yang dilakukan oleh
tahun. Younky (2007), menunjukkan bahwa
Bila dikaitkan dengan usia responden pertambahan BB ibu selama kehamilan
di kecamatan Kuta Baro usia ibu hamil juga dipengaruhi oleh status sosial ekonomi,
sama dengan responden pada penelitian tinggi badan ibu dan usia ibu saat hamil
diatas yaitu berusia 20-35 tahun dengan R2= 0.23). Berat badan bayi dipengaruhi
frekwensi 53 responden (93 %). Keadaan ini oleh status gizi ibu, pertambahan BB ibu,
cukup memberikan hal positif dari fungsi usia kehamilan ibu ( R2 = 0.25).
tubuh untuk kehamilan. Usia produktif dan Bila di tinjau dari sosial budaya dan
status pendidikan pada katagori menengah faktor demografi responden mempunyai
pada sebagian responden merupakan faktor status kesehatan yang baik dan sosial
lain yang ikut memepengaruhi bahwa ekonomi cukup. Faktor ini secara tidak
sebagian ibu hamil menggunakan sumber langsung akan mempengaruhi satus gizi ibu
daya yang ada untuk peningkatan status yang akan menambah BB dan TFU. Hal ini
kesehatan keluarganya, sehingga pada di tunjukkan saat peneliti melakukan
penelitian ini 98.2 % bayi bayi lahir dengan pengumpulan data, dimana terlihat dari
PB ≥ 45 cm. penampilan fisik secara umum ibu hamil
Ukuran tinggi tubuh seseorang sangat cukup sehat. Didukung oleh data dari data
di pengaruhi oleh ukuran tinggi tubuh kedua demografi bahwa yang tidak mengalami
orang tuanya. Secara keseluruhan ibu hamil kenaikan TFU 11 orang responden (19.3%)
yang yang menjadi responden penelitian namun dari seluruh ( 56 ) responden hanya 1
rata-rata tinggi tubuhnya ≥ 150 cm. Dari orang bayi mengalami BB bayi < 2500 gr
hasil pemeriksaan tidak dijumpai ibu dengan (1.8 %).
TB≤ 140 cm atau katagori resiko tinggi.
Selain itu dari pertambahan rata –rata BB KESIMPULAN DAN SARAN
selama kehamilan ≥ 8 kg. Data ini Distribusi frekwensi demografi
berkemungkinan mempengaruhi PB bayi responden menunjukkan bahwa sebagian
lahir dengan ukuran rata-rata PB bayi besar berada pada kelompok umur 20-35
normal di Indonesia. tahun yang berjumlah 53 orang (93 %),
pendidikan terakhir responden terbanyak
Pengaruh TFU Ibu Hamil Terhadap katagori pendidikan Dasar (SD-SMP) yaitu
Berat Badan Bayi Baru Lahir 25 orang (43.9 %), pekerjaan responden
Hasil penelitian ini menunjukkan terbanyak pada katagori tidak bekerja yaitu
bahwa ada pengaruh ukuran tinggi fundus sebanyak 54 orang (94.7 %) dan kehamilan
uteri terhadap BB bayi baru lahir ( P value, paling banyak pada kehamilan ke 2-3 yaitu
0.00). Secara konseptual TFU bertambah 24 orang (42.1 %).
sesuai usia kehamilan dan berbanding lurus Distribusi frekwensi karakteristik ibu
terhadap pertambahan BB bayi dalam rahim. hamil paling banyak pada katagori Hb  11

39
Idea Nursing Journal Halimatussakdiah, dkk
mg % yaitu 49 orang (86 %), peningkatan
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian :
BB pada akhir kehamilan paling banyak
Suatu pendekatan praktis. Jakarta:
yaitu  8 kg sebanyak 43 orang (75.4%) Rineka Cipta.
dan TFU pada katagori paling banyak yaitu Bobak, M., & Irene et al. (2004).
 30 cm yaitu sebanyak 46 orang (80.7 %). Keperawatan maternitas (Ed. 4).
Distribusi frekwensi antropometri bayi bayi Jakarta: EGC.
baru lahir pada katagori berat badan paling Chairunnisa. (2010). Hubungan kenaikan
banyak yaitu  2500 gr sebanyak 56 orang BB, LILA dan kadar Hb ibu hamil
trimester III dengan kejadian BBLR di
(98.2 %) dan panjang badan katagori paling
kota Surakarta. Diperoleh pada
banyak pada PB 45 cm yaitu sebanyak 56 tanggal 27 Agustus 2011, dari:
orang (98.2 %). http://digilib.ons.ac.id
Hasil uji statistik menujukkan tidak Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
ada pengaruh pertambahan BB ibu hamil (2004). Rencana strategis. Jakarta:
terhadap panjang badan bayi baru lahir (P Departemen Kesehatan RI.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
value 0.85, > 0.05 ). Hasil uji statistik
(2007). Rencana penanggulangan
menujukkan tidak ada pengaruh masalah gizi buruk. ”pangan untuk
pertambahan BB ibu hamil terhadap berat semua”, Jakarta. Diperoleh tanggal 23
badan bayi baru lahir (P value 0.75, > 0.05 ). Maret 2011, dari:
Hasil uji statistik menujukkan tidak ada http://panganuntuksemua.files.wordpr
pengaruh kadar Hb ibu hamil terhadap ess.com
panjang badan bayi baru lahir (P value 0.72, Donna, L. W. (2008). Nursing care of infunt
and children (6th Ed.). Philadelpia:
> 0.05 ). Hasil uji statistik menujukkan tidak
Mosby Company.
adapengaruh kadar Hb ibu hamil terhadap Farrer, H. (2001). Perawatan maternitas.
berat badan bayi baru lahir (P value 0.46, > Jakarta: EGC.
0.05 ). Hasil uji statistik menujukkan tidak Hanifah, L. (2009). Hubungan antara status
pengaruh tinggi fundus uteri ibu hamil gizi ibu hamil dengan berat badan
terhadap panjang badan bayi baru lahir (P bayi baru lahir. Diperoleh tanggal 27
value 0.79, > 0.05 ). Hasil uji statistik Agustus 2011, dari: http://digilib.ons.
ac.id
menujukkan ada pengaruh tinggi fundus
Hastono, S. P. (2003). Modul analisa data.
uteri ibu hamil terhadap berat badan bayi Jakarta: FKM UI.
baru lahir (P value 0.00 < 0.05). Hutabarat, M. (2010). Hubungan kadar Hb
Diharapkan kepada pemberi ibu hamil dengan lingkar kepala bayi
pelayanan keperawatan agar memberikan baru Lahir. Diperoleh tanggal 27
pelayanan keperawatan ibu hamil semenjak Agustus 2011, dari:
http.//repository.USU.ac.id
dini untuk mencegah kejadian BLR secara
James, R. S., dkk. (2002). Dan forth buku
akurat dan melakukan pengukuran saku obstetri dan ginekologi. Jakarta:
antrpometri pada bayi baru lahir secara teliti. Widya Medika.
Selain itu juga keluarga tetap Kasdu, D. (2005). Solusi problem
memepertahankan motivasi ibu hamil untuk kehamilan. Jakarta: Puspa Swara.
melakukan pemeriksaan kehamilan secara Khasanah. (2003). Hubungan status protein,
teratur minimal 4 kali selama kehamilannya besi, seng, vitamin A, folat dan
atropometri ibu hamil trimester II
ke tempat pelayanan terdekat. Bagi peneliti
dengan bayi berat lahir rendah.
Selanjutnya, diharapkan dapat melakukan Diperoleh tanggal 27 Agustus 2011,
penelitian lebih lanjut terkait antropometri dari: http://eprint.undip.ac.id
IBU hamil dan antropometri BLR di wilayah
lain dengan jumlah sampel yang lebih besar. Kusmiyati, Y., dkk. (2009). Perawatan ibu
KEPUSTAKAAN hamil. Yogyakarta: Fitramaya.

40
Idea Nursing Journal Vol. III No. 1

Llewellyn-Jones, & Derek. (2001). Dasar- Januari 2012, dari:


dasar obstretri dan ginekologi (Ed. http://j3ffunk.blogspot.com
6). Jakarta: Hipokarates. Reeder, S. J., Martin, L. L., & Griffin, D. K.
Manuaba, I. B. G. (2005). Ilmu kebidanan, (2003). Maternity nursing; Family
penyakit kandungan dan keluarga newborn and women’s health care.
berencana. Jakarta: EGC. Philadelphia: Lippincott.
Musa, dkk. (2007). Keterbatasan SDKI. (2007). Angka kematian ibu di
Penggunaan LILA dalam memonitor Indonesia. Diperoleh tanggal 2 januari
status gizi wanita hamil beresiko 2012.
melahirkan BBLR. Diperoleh tanggal Swasono, M. F. (2000). Kehamilan,
27 Agustus 2011, dari: kelahiran, perawatan ibu & bayi.
http://www.litbang.depkes.co.id Jakarta: Penerbit Universitas
Neesson, J. D., & May, K. A. (2003). Indonesia.
Comprehensive maternity nursing; Youngki. (2007). Analisis pertambahan BB
Nursing process and the ibu hamil berdasarkan status sosial
childbearing family. Philadelphia: J. ekonomi dan status gizi dan
B Lippincott company. hubungannya BBL. IPB Bogor.
Notoatmodjo. (2002). Metodologi penelitian Diperoleh tanggal 11 juli 2011, dari:
kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. http://repository.ipb.ac.id
Prawirohardjo. (2005). Pelayanan kesehatan Wiknjosastro, H. (2005). Ilmu Kebidanan.
maternal dan neonatal. Jakarta: YBP- Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
SP. Sarwono Prawirohardjo.
Rachmawati. (2006). Survey AKI dan AKB
di Indonesia. Diperoleh tanggal 1

41