Anda di halaman 1dari 5

“ Studi Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E

dan Snowball Throwing Berbantuan Media Video terhadap


Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 08 Kota Bengkulu ‘’

Oleh:
PUTRI KARTINI
A1F015014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN 2018
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Sukmadinata (2010) kurikulum merupakan rancangan pendidikan
yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa
disekolah. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada
para pelaksana pendidikan, dalam proses pembimbingan perkembangan
siswa, mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri, keluarga,
maupun masyarakat. Sementara itu, kurikulum baru yang berlaku sekarang
adalah kurikulum 2013. Pada kurikulum ini lebih menitikberatkan
pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa dituntut untuk lebih aktif
dalam kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan
bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan
pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentuakan sikap
dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah
proses untuk membantu peserta didik agar dapat berjalan dengan baik
(Komara, 2014 : 29).
Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang mempelajari
tentang struktur, komposisi, sifat, dan perubahan materi serta energi yang
menyertai perubahan tersebut. Ilmu kimia banyak memberikan pengaruh
dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Hal ini membuktikan bahwa ilmu
kimia atau konsep-konsep kimia erat kaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Ilmu kimia sebagai salah satu bidang kajian ilmu pengetahuan alam (IPA)
sudah mulai diperkenalkan sejak dini. Namun, masih banyak siswa yang
mengalami kesulitan dalam memahami dan mengikuti pelajaran kimia. Maka
dari itu, peneliti mencoba menggunakan 2 model pembelajaran kooperatif
yaitu model pembelajaran Learning Cycle 5E dan Snowball Throwing. Adapun
dengan adanya model-model pembelajaran ini diharapkan ada peningkatan
yang baik terhadap hasil belajar siswa.
Alasan peneliti menggunakan kedua model pembelajran tersebut yaitu
untuk model pembelajaran Learning Cycle 5E ini memiliki kelebihan,
diantaranya dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih aktif dalam
pembelajaran dan menambah rasa keingintahuan. Model pembelajaran ini
dapat melatih siswa belajar menemukan konsep melalui kegiatan eksperimen
dan dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir serta mencari
tahu sendiri informasi yang dibutuhkannya.
Adapun dalam penelitian yang dilakukan oleh Elies Septiana Sari (2014)
Learning cycle 5E merupakan model pembelajaran yang berpusat pada
peserta didik (student centered), berupa rangkaian tahap-tahap kegiatan
(fase) yang diorganisasi sedemikian rupa, meliputi pembangkitan minat
(engagement), eksplorasi (exploration), penjelasan (explanation), elaborasi
(elaboration), dan evaluasi (evaluation) sehingga peserta didik dapat
menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran
dengan jalan berperan aktif. Learning Cycle merupakan model pembelajaran
yang berlandaskan pada teori kontruktivistik. Pembelajaran teori
konstruktivistik ini adalah pembelajaran yang menekankan pentingnya siswa
membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan proses mengajar.
Sehingga, proses belajar mengajar lebih berpusat pada siswa dan guru
sebagai fasilitator.
Selain model pembelajaran Learning Cycle 5E, pada pembelajaran
kooperatif ini juga terdapat jenis model pembelajaran Snowball Throwing.
Menurut Muhaedah Rasyid dan Sumiati Side dalam penelitiannya, model
pembelajaran Snowball Throwing adalah model pembelajaran dengan
membentuk kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas
dari guru kemudian masing-masing kelompok membuat pertanyaan yang
ditulis dalam lembar kertas kerja yang dibentuk seperti bola lalu dilempar ke
kelompok lain dan masing-masing kelompok menjawab pertanyaan dari bola
yang diperoleh. Keunggulan dari model pembelajan Snowball Throwing yang
tidak dimiliki oleh model pembelajaran lain yaitu siswa diajak untuk berperan
aktif dalam proses pembelajaran dengan melatih siswa untuk membuat
pertanyaan dan menjawab sendiri pertanyaan yang telah di buat, ketua
kelompok langsung menyampaikan materi ke anggota kelompoknya, dan
terdapat unsur permainan dengan melempar pertanyaan dari satu kelompok
ke kelompok lain.
Model pembelajaran Snowball Throwing ini sudah pernah diterapkan oleh
Cut Lestari (2016) yang hasilnya model pembelajaran ini sangat efektif dalam
meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun hal tersebut yang menguatkan
bahwa kedua model pembelajaran ini sangat baik untuk digunakan sebagai
model pembelajaran kimia disekolah.
Selain adanya pengunaan model pembelajaran yang kooperatif dalam hal
mengatasi kesulitan belajar siswa, maka diperlukannya juga penggunaan
media pembelajaran. Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses
belajar mengajar tidak dapat dipungkiri keberadaannya memberi dampak
positif terhadap penyajian materi oleh guru. Media pembelajaran
memudahkan guru menyampaikan materi yang sangat kompleks dan rumit
kepada peserta didik agar lebih mudah dipahami (Rahma Musyawarah, 2016 :
131). Adapun peneliti menggunakan media video yang mana dalam hal ini
dapat membantu siswa untuk mempermudah memahami konsep - konsep
yang ada dalam materi Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit.
Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas maka peneliti mengambil
judul penelitaian yaitu “ Studi Perbandingan Penerapan Model
Pembelajaran Learning Cycle 5E dan Snowball Throwing Berbantuan
Media Video terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 08 Kota
Bengkulu ‘’

1.2 Batasan Masalah


1. Materi kimia yang diteliti adalah Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit
2. Hasil belajar yang akan diukur yaitu aspek kognitif siswa menggunakan
instrumen tes berupa pretest dan postest
3. Model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran interaktif
Learning Cycle 5E dan Snowball Throwing
4. Menggunakan media video

1.3 Rumusan Masalah


1. Bagaimana hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan model
pembelajaran Learning Cycle 5E yang berbantuan media video dalam
pembelajaran Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit ?
2. Bagaimana hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan model
pembelajaran Learning Snowball Throwing yang berbantuan media video
dalam pembelajaran Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit?
3. Bagaimana perbandingan hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan
model pembelajaran Learning Cycle 5E dan model pembelajaran
Snowball Throwing yang berbantuan media video dalam pembelajaran
Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit?

1.4 Tujuan Penelitian


1. Untuk mengetahui hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan model
pembelajaran Learning Cycle 5E.
2. Untuk mengetahui hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan model
pembelajaran Learning Snowball Throwing.
3. Untuk mengetahui perbandingan hasil belajar kimia siswa dengan
menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan model
pembelajaran Snowball Throwing.

1.5 Manfaat Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan dapat berguna sebagai
berikut:
1. Bagi guru, dapat dipakai sebagai salah satu alternatif pembelajaran oleh
guru agar tercipta suasana pembelajaran yang efektif dan efisien serta
berkualitas.
2. Bagi siswa, dapat membantu dalam proses belajar yang efektif untuk
mendapatkan hasil belajar yang baik dan mendorong terjadinya interaksi
langsung antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa, serta siswa
dengan lingkungannya.
3. Bagi peneliti, menambah wawasan dan pengetahuan tentang model
pembelajaran yang efektif dan untuk menambah pengalaman dalam
mendidik.