Anda di halaman 1dari 8

Pengaruh Zikr Dengan Distress Psikologis Pada Pasien Kanker Stadium

akhir: Systematic Review

Pitriani¹, Siti Saidah Nasution², Nunung Febriany³

¹Master Students of Medical Surgical Nursing, Faculty of nursing, Universitas


Sumatera Utara, Prof. Maas Street Kampus USU, Medan, Indonesia
²Departement of Maternity and Pediatric Nursing, Faculty of Nursing,
Universitas Sumatera Utara, Prof. Maas Street Kampus USU, Medan, Indonesia
³Department of Basic and Medical Surgical Nursing, Faculty of Nursing,
Universitas Sumatera Utara, Prof. Maas Street Kampus USU, Medan, Indonesia
Pitriani738@yahoo.com
Kata kunci: Zikr, distress psikologis, kanker

Abstrak:

Spiritualitas dengan cara berzikr sangat dibutuhkan untuk penderita


kanker. Zikr dilakukan untuk mengurangi distress psikologis pada pasien yang
menderita kanker yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien kanker stadium
akhir, studi yang diambil memenuhi kriteria inklusi adalah sebagai berikut:
beragama muslim, umur > 18 tahun, kanker stadium akhir, dan kemampuan
pasien untuk berkomunikasi dengan personal, distress psikologis adalah kondisi
negatif seperti kepedihan atau penderitaan mental yang mencakup perasaan terkait
dengan depresi dan kecemasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah systematic review, hasil: didapatkan hasil untuk pasien kanker stadium
akhir adanya distress psikologis yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien
cancer, kesimpulan: tindakan zikr dapat memberikan ketenangan pada pasien
kanker stadium akhir karena pasien telah menyerahkan hidupnya kepada Tuhan.

Latar belakang

Distres psikologis merupakan kondisi negatif seperti kepedihan atau


penderitaan mental yang mencakup perasaan terkait dengan depresi dan
kecemasan (Husain, 2014). Depresi adalah salah satu gangguan emosi paling
umum pada pasien kanker stadium akhir. Masa kematian sering dikaitkan dengan

1
rasa takut dan kecemasan, kecemasan kematian dapat memanifestasikan dirinya
sebagai ketakutan, panik, perilaku mal adaptif. Kecemasan dan depresi sering
terjadi pada pasien dengan nyeri dan gejala yang memberatkan lainnya, karena
mereka berada dalam tahap penyakit terminal. ada hubungan antara gejala fisik
dan adanya kecemasan dan depresi (buzgov, 2015)

Kanker adalah penyakit sel yang dikarakteristikkan dengan proliferasi sel


yang tidak terkontrol. Kanker juga seringkali disebut tumor ganas. Masyarakat di
banyak bangsa seringkali menganggap kanker merupakan penyakit yang tidak
bisa disembuhkan, penyakit pengantar kematian, dan lebih sering dialami oleh
orang yang sudah berusia lanjut (Utami, 2017).

World Health Organization (WHO) dan Union untuk Pengendalian


Kanker Internasional (UICC) menyebutkan bahwa angka-angka yang ada di dunia
meningkat sebesar 300 persen di seluruh dunia pada 2030. Dari jumlah tersebut 70
persen berada di negara berkembang seperti Indonesia. Indonesia setiap tahunnya
diperkirakan ada 100 penderita baru per 100.000 penduduk, ada sekitar 237.000
penderita setiap hari dari 237 juta penduduk Indonesia. Prevalensi kanker di
Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330 orang. Kanker tertinggi
di Indonesia adalah kanker payudara dan kanker leher rahim, sementara pada laki-
laki adalah kanker paru-paru dan kanker kolorektal (Riskesdas, 2013).

Spiritualitas adalah konsep samar yang kompleks, dan definisinya


tergantung pada pandangan individu. Spiritualitas dapat mencakup kedua elemen
vertikal yang mengacu pada hubungan individu ke kekuatan yang lebih tinggi atau
sistem nilai, dan elemen horizontal yang mengacu pada peran transendensi dalam
cara hidup orang tersebut dan keterhubungan dengan momen, untuk diri sendiri,
kepada orang lain, ke alam dan ke yang signifikan atau sakral (sajadi, 2017).
Banyak pasien kanker mencari kenyamanan dalam keyakinan spiritual, yang
dalam beberapa kasus dikaitkan dengan hasil psikologi positif. Mengatasi
kebutuhan spiritual pasien kanker mungkin penting dalam mempercepat
pemulihan dan mencapai kesejahteraan spiritual (sajadi, 2017).

Pasien dengan kanker stadium akhir mengalami beban fisik dan


psikologis, Pasien yang sakit parah dengan kanker sering berharap untuk ''

2
kematian yang baik '' , Mereka sering mengatasi penyakit melalui psikologis,
spiritual, dan dukungan sosial yang ditawarkan oleh perawatan kesehatan
profesional, pengasuh, dan teman-teman, dan masalah substansial untuk pasien
adalah rasa sakit dan kehilangan martabat dan masalah eksistensial. Martabat di
akhir kehidupan adalah bagian integral dari praktik perawatan paliatif. Sebagai
salah satu tujuan utama perawatan paliatif, pelestarian martabat mencakup aspek
fisik, psikologis, sosial spiritual, dan eksistensial pasien dari kesejahteraan
(Kostopoulou, 2018)

Pasien kanker tidak hanya membutuhkan perawatan medis berkualitas


tinggi tetapi juga perawatan psiko-spiritual untuk bertahan hidup dan berkembang.
Perawatan spiritual menanamkan semua aspek perawatan kesehatan dan
menyediakan kerangka kerja bagi para profesional perawatan kesehatan untuk
berkomunikasi dengan pasien, mendengarkan ketakutan dan kekhawatiran pasien,
dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan bersama, sebagai bagian
dari perawatan holistik. Banyak pasien kanker meminta bantuan untuk
menemukan sumber spiritual dan mendapatkan sumber makna dalam kehidupan
(sajadi, 2017).

Konseling spiritual (SC) adalah intervensi yang mengandalkan dan


memanfaatkan iman klien. Di SC, pengasuh membantu pasien mengeksplorasi
hal-hal rohani yang dapat meningkatkan kesehatan umum dan strategi mengatasi
mereka. SC mengubah sikap klien dan mengatasi masalah psiko-spiritual. SC
mungkin termasuk meditasi, melepaskan emosi, do’a, dan zikr/ atau mempelajari
kitab suci.

2. Metode

2.1. Strategi pencarian

Metode yang digunakan adalah systematic review, data yang didapatkan


dari internet, EBSCO, CINAHL.

3
2.2. Kriteria inklusi dan eksklusi

kriteria inklusi adalah sebagai berikut: beragama muslim, umur > 18


tahun, kanker stadium lanjut, dan mampu berkomunikasi dengan personal, kriteria
eklusi : gangguan kognitif.

3. Hasil

Hasil yang didapatkan memenuhi kriteria inklusi untuk tinjauan. Desain


studi adalah kuantitatif, kualitatif, dan mixed metode. Semua penelitian berasal
dari berbagai negara, dengan penelitian yang berasal dari Republik Ceko, USA,
Iran, Yunani, Hongkong, Qatar, dan Indonesia. Studi difokuskan pada pengaruh
zikr yang dapat menurunkan distress psikologis yang dialami penderita kanker
stadium akhir.

Ada perbedaan jenis kelamin, dengan proporsi wanita yang lebih tinggi
menunjukkan tingkat kecemasan dan depresi sedang sampai berat. Pasien kanker
yang beragama muslim, melakukan praktik, berdoa, '' Zikir '', dan membaca
Qur’an (buku suci Muslim) untuk membuat dirinya lebih dekat dengan Tuhan dan
menjadi pelayan yang baik untuk dia. Praktik-praktik ini membawa kedamaian
dan kepuasannya. (Miligan, 2018).

Diperlukan adanya perawatan kuratif menjadi palliative saat merawat


pasien kanker stadium akhir (Chung, 2017), Kesedihan Persiapan, tekanan
psikologis, dan gejala fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi
martabat di antara pasien dengan kanker stadium lanjut. Dokter harus menilai dan
menghadiri faktor-faktor yang bermartabat dalam perawatan pasien dengan
kanker stadium lanjut (Kostopoulou, 2018).

Kanker adalah penyakit yang mengancam jiwa sehingga diagnosis dan


pengobatannya membuat stres bagi semua orang. Efek samping yang umum
diamati dalam periode diagnostik adalah rasa takut dan kecemasan, kesepian,
ketakutan akan kematian, perspektif yang rancu dan tidak diketahui, dan
perubahan hubungan dan toleransi terhadap praktek medis dan nyeri. Dalam
sebuah penelitian, 61% pasien kanker mengklaim bahwa reaksi mereka adalah
rasa takut dan frustrasi ketika mengetahui tentang penyakit mereka dan kanker

4
adalah penyakit yang mengancam kehidupan dan kesehatan. Kanker adalah
penyakit stres disertai dengan hasil kualitas sosial dan mental seperti kecemasan
dan depresi (Deghan, 2017).

4. Diskusi

Hasil dari penelitian (Milligan, 2018) yang mengatakan bahwa perbedaan


jenis kelamin dapat mempengaruhi distress psikologis khususnya pada wanita
yang sedang menderita kanker payudara serta umur pasien yang biasa terkena
kanker stadium akhir sekitar 35-50 tahun keatas lebih rentan terkena kanker
dikarenakan mulai terjadi ketidak seimbangan hormon ekstrogen dan progesteron
dalam tubuh sehingga mengaktifkan sel kanker. Menurut asumsi peneliti: wanita
cenderung cepat stres, dan kecemasan wanita lebih tinggi dibandingkan dengan
laki-laki, dan pemikiran wanita lebih sering muncul pemikirannya yang negatif
daripada berfikir posifif dalam menghadapi setiap permasalahan. Oleh karenanya
untuk mengatasinya diperlukan koping individu yang baik dengan adanya
manajemen koping yang dapat mengurangi atau menahan stres untuk faktor
psikologis yang terganggu. Karena penderita akan sangat kesulitan dalam
menerima keadaannya dengan penyakit yang dideritanya yang dapat
menimbulkan stres terus menerus.

Berdasarkan penelitian (Chung, 2017) mengatakan bahwa perawatan


kuratif menjadi palliatif saat merawat pasien kanker stadium akhir perlu dilakukan
karena menurut asumsi peneliti: pasien kanker stadium akhir bukan hanya
memerlukan obat saja, tetapi mereka juga sangat memerlukan motivasi dan
dorongan semangat yang kuat dari orang-orang disekitarnya khususnya pasangan
untuk meningkatkan kualitas hidupnya yang menurun karena dipengaruhi oleh
faktor depresi dan kecemasan akan kematian yang sudah didepan mata.

Ditambah dengan hasil penelitian dari (Kostopoulou, 2018) mengenai


martabat pasien kanker diakhir hidupnya menginginkan kematian yang lebih
bermartabat, lebih dihargai, dihormati dan diperhatikan sebagai bentuk akhir
kehidupannya. Asumsi peneliti: Merupakan usaha yang harus dilakukan oleh
orang-orang disekitar pasien terutama untuk perawat yang sudah terlatih yaitu

5
perawat palliatif yang lebih bisa memahami kebutuhan pasien kanker untuk akhir
hidupnya.

Ditambah dengan hasil penelitian dari (Deghan, 2017) mengatakan bahwa


pasien yang terkena penyakit kanker tersebut cenderung mengalami stres, seperti
timbul kecemasan dan depresi. Menurut asumsi peneliti: tingkat stres dan depresi
pasti akan terjadi pada pasien yang pertama kali terdiagnosis kanker serta pasien
yang sudah berada pada kanker stadium akhir, Karena akan timbul penolakan
dalam diri serta cenderung menyalahkan diri sendiri dan menyalahkan Tuhan,
dengan peristiwa yang sudah terjadi pada dirinya. Oleh karena itu, perlu adanya
pendekatan spiritual yang harus dilakukan oleh pasien sebagai bentuk penerimaan
dirinya atas penyakit yang sudah dideritanya, serta tidak menyalahkan Tuhan
untuk penyakitnya. Salah satu pendekatan spiritual yang perlu dilakukan pada
pasien kanker khususnya pada pasien muslim adalah melakukan zikr, yang dapat
dilakukan pada saat pasien sedang duduk, mengingat akan Tuhan yang telah
menciptakannya. Apabila pasien sudah melakukan zikr, dengan mengingat Tuhan,
maka hidup pasien tersebut akan lebih tenang, dan mau menerima keadaanya.

5. kesimpulan

Masing-masing studi menunjukkan bahwa penyakit kanker stadium akhir


telah membuat pasiennya mengalami distress psikologis dengan merasakan
depresi dan kecemasannya meningkat karena kualitas hidupnya menurun, hal ini
juga dipengaruhi oleh kesehatan fisiknya yang menurun yang ditandai dengan
adanya masalah tidur, kelelahan, nyeri, dan kelemahan fisik. Untuk pasien yang
beragama muslim dilakukan pendekatan spiritual dengan cara melakukan '' Zikir '',
untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memberikan kedamaian serta kepuasan
dan ketenangan dalam menghadapi penyakit yang dideritanya. Serta perlu
perawatan paliatif dalam menangani pasien kanker stadium akhir karena tindakan
tersebut akan lebih meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi stres.

6
DAFTAR PUSTAKA
Bashar, F. R., Vahedian-Azimi, A., Salesi, M., Hajiesmaeili, M., Shojaei, S.,
Farzanegan, B & Moghaddam, H. J. (2018). Spiritual Health and Outcomes in
Muslim ICU Patients: A Nationwide Cross-Sectional Study. Journal of religion
and health, 1-17.
Breitbart, W., Pessin, H., Rosenfeld, B., Applebaum, A. J., Lichtenthal, W. G., Li,
Y.& Fenn, N. (2018). Individual meaning‐centered psychotherapy for the
treatment of psychological and existential distress: A randomized controlled trial
in patients with advanced cancer. Cancer.
Brebach, R., Sharpe, L., Costa, D. S., Rhodes, P., & Butow, P. (2016).
Psychological intervention targeting distress for cancer patients: A meta‐analytic
study investigating uptake and adherence. Psycho‐Oncology, 25(8), 882-890
Bužgová, R., Jarošová, D., & Hajnová, E. (2015). Assessing anxiety and
depression with respect to the quality of life in cancer in patients receiving
palliative care. European Journal of Oncology Nursing, 19(6), 667-672.
Cicero, G., De Luca, R., Dorangricchia, P., Coco, G. L., Guarnaccia, C., Fanale,
D.& Russo, A. (2017). Risk perception and psychological distress in genetic
counselling for hereditary breast and/or ovarian cancer. Journal of genetic
counseling, 26(5), 999-1007
Chung, B. P. M., Leung, D., Leung, S. M., & Loke, A. Y. (2018). Beyond death
and dying: how Chinese spouses navigate the final days with their loved ones
suffering from terminal cancer. Supportive Care in Cancer, 26(1), 261-267.
Dehghan, M., Alavi, S. H., Iranmanesh, S., & Khoshab, H. (2017). Burst out of
the dead land by the help of spirituality: A case study of living with blindness and
cancer. Journal of religion and health, 56(3), 896-906.
Distinarista, H., Dwidiyanti, M., & Sofro, M. A. U. (2018). Pengalaman Survivor
Cancer: Studi Fenomenologi. Jurnal Keperawatan Soedirman, 12(3), 134-142.
Elham, H., Hazrati, M., Momennasab, M., & Sareh, K. (2015). The effect of need-
based spiritual/religious intervention on spiritual well-being and anxiety of
elderly people. Holistic nursing practice, 29(3), 136-143
Gilbert, É. Savard, J., Gagnon, P., Savard, M. H., Ivers, H., & Foldes-Busque, G.
(2018). To be or not to be positive: Development of a tool to assess the
relationship of negative, positive, and realistic thinking with psychological
distress in breast cancer. Journal of health psychology, 23(5), 731-742
Hosseini, L., Kashani, F. L., Akbari, S., Akbari, M. E., & Mehr, S. S. (2016). The
Islamic perspective of spiritual intervention effectiveness on bio-psychological
health displayed by gene expression in breast cancer patients. Iranian journal of
cancer prevention, 9(2).

7
Husson, O., Zebrack, B., Block, R., Embry, L., Aguilar, C., Hayes-Lattin, B., &
Cole, S. (2017). Personality traits and health-related quality of life among
adolescent and young adult cancer patients: the role of psychological distress.
Journal of adolescent and young adult oncology, 6(2), 358-362.
Husain, N, Chaudhry, N, Jafri, F, Tomenson, B, Surhand, I, & Chaudhry, I, B
(2014). Prevalence and risk factors for psychological distress and functional
disability in urban Pakistan. WHO South- East Asia Journal of Public Health,
3(2)
Kostopoulou, S., Parpa, E., Tsilika, E., Katsaragakis, S., Papazoglou, I.,
Zygogianni, A & Mystakidou, K. (2018). Advanced Cancer Patients’ Perceptions
of Dignity: The Impact of Psychologically Distressing Symptoms and Preparatory
Grief. Journal of palliative care, 33(2), 88-94.
Milligan, F., Martinez, F., Aal, S. H. M. A., Ahmed, S. A., Joby, B., Matalam, J.
S., ... & Melepeedikayil, S. S. (2018). Assessing anxiety and depression in cancer
patients. British Journal of Nursing, 27(10), S18-S23.
Riskesdas (2013). Riset kesehatan dasar. Diperoleh pada tanggal 23-8-2018 dari
http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%2013.
pdf
Rullán, M., Arantzamendi, M., Carvajal, A., Martínez, M., de Ormijana, A. S., &
Centeno, C. (2018). The Patient Dignity Inventory: Just another evaluation tool?
Experiences with advanced cancer patients. Palliative & supportive care, 16(1),
73-79.
Sajadi, M., Niazi, N., Khosravi, S., Yaghobi, A., Rezaei, M., & Koenig, H. G.
(2018). Effect of spiritual counseling on spiritual well-being in Iranian women
with cancer: A randomized clinical trial. Complementary therapies in clinical
practice, 30, 79-84.
Seyed Bagheri, S. H., Dehghan, M., Alavi, S. H., Iranmanesh, S., & Khoshab, H.
(2016) Burst Out of the Dead Land by the Help of Spirituality: A Case Study of
Living with Blindness and Cancer. J Relig Health.
Suwistianisa, R., Huda, N., & Ernawaty, J. (2015). Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Tingkat Depresi pada Pasien Kanker yang Dirawat di RSUD
Arifin Achmad Provinsi Riau. Jurnal Online Mahasiswa Program Studi Ilmu
Keperawatan Universitas Riau, 2(2), 1463-1473
Tan, J. Y., Molassiotis, A., Lloyd‐Williams, M., & Yorke, J. (2018).. European
journal of cancer care, 27(1), e12691. Burden, emotional distress and quality of
life among informal caregivers of lung cancer patients: An exploratory study
Utami, S. S., & Mustikasari, M. (2017). Aspek Psikososial pada Penderita
Kanker Payudara: Studi Pendahuluan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 20(2), 65-
74