Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 1.

MENYUSUN RPS SATU MATA KULIAH

DESKRIPSI UNSUR / ELEMEN GENERIK YANG TERCANTUM DALAM RPS BERSTANDAR SNDIKTI

No Unsur/Elemen Deskripsi
1 Nama Jurusan : Ditulis sesuai dengan yang tercantum dalam ijin pembukaan/
pendirian/ operasional Jurusan yang dikeluarkan oleh
Kementerian Agama
2 Nama Mata Kuliah : Ditulis mata kuliah sesuai dengan yang tercantum pada
dokumen kurikulum Jurusan
3 Kode Mata Kuliah : Ditulis kode mata kuliah sesuai dengan yang tercantum pada
dokumen kurikulum
4 Semester : Ditulis pada semester berapa dari total 8 semester (S1) mata
kuliah tersebut ditawarkan
5 Bobot (sks) : Ditulis dalam unit sks (satuan kredit semester). Bobot sks
mencerminkan jumlah jam pembelajaran per semester atau per
minggu yang terdiri dari jam tatap muka, pembelajaran
mandiri, pembelajaran terstruktur dan praktikum (kalau ada)
atau bentuk pembelajaran lainnya. Jumlah jam pembelajaran
per semester atau per minggu sangat tergantung pada
kedalaman dan keluassan capaian pembelajaran (CP), bahan
kajian serta strategi dan metode pembelajaran. Pengertian 1 sks
adalah proses pembelajaran selama 170 menit per minggu
(dapat dalam bentuk kegiatan 50 menit tatap muka, 60 menit
pembelajaran mandiri dan 60 menit pembelajaran terstruktur)
atau 170 menit praktikum atau bentuk pembelajaran lainnya
6 Dosen Pengampu : Dapat diisi lebih dari satu orang bila pembelajaran dilakukan
oleh suatu tim pengampu (Team teaching), atau kelas parallel.
7 Capaian : Dipilih unsur CP mata kuliah dari unsur capaian pembelajaran
Pembelajaran Prodi dalam kaitannya membentuk profile lulusan. Dengan
kata lain unsur capaian pembelajaran mata kuliah selalu inline
dengan capaian pembelajaran lulusan Prodi. Dapat pula
dikatakan bahwa ragam CP lulusan Prodi dibebankan pada
mata kuliah yang ada pada peta kurikulum.
Unsur capaian pembelajaran (CP) terdiri dari penguasaan
keilmuan, keterampilan khusus, keterampilan umum dan sikap.
Unsur capaian dapat dua atau lebih, tergantung pada kedalaman
capaian pembelajaran yang ingin dikembangkan pada diri
mahasiswa.

8 Bahan Kajian : Ditulis ragam bahan kajian yang diperlukan yang diambil dari
bahan kajian prodi . Baris ini diisi untuk menjustifikasi bahwa
bahan kajian mata kuliah adalah bagian dari bahan kajian prodi.
9 Minggu ke- : Sesuai dengan SNDIKTI bahwa bagian waktu proses
pembelajaran yaitu tatap muka adalah paling sedikit 16 kali
dalam satu semester termasuk UTS dan UAS, sehingga proses
pembelajaran dapat dibagi menjadi 16 minggu pembelajaran
(satu semester).
10 Kemampuan Akhir : Ditulis kemampuan akhir = capaian pembelajaran (CP) pada
yang Diharapkan setiap tahapan pembelajaran (bahan kajian/pokok bahasan).
Harus secara jelas mendukung CP mata kuliah. Dengan kata
lain setiap CP pada bahan kajian atau pokok bahasan harus
secara jelas merujuk CP pada level mata kuliah (course). CP
bahan kajian/pokok bahasan dapat terdiri dari penguasaan
pengetahuan, keterampilan (umum dan/atau khusus) dan/atau
sikap.
11 Bahan Kajian : Adalah modul pembelajaran dengan pokok dan sub-pokok
bahasannya. Bahan kajian disusun bertahap secara logic-
vertical dalam 16 minggu pembelajaran. Kedalaman dan
keluasan bahan kajian ditentukan sesuai dengan kemampuan
akhir yang diharapkan. Bahan kajian untuk seluruh tahapan
pembelajaran dapat disediakan secara elektronik (e-modules)
atau diunggah secara on-line sehingga dapat dengan mudah
diakses oleh mahasiswa.
12 Strategi / Metode : Untuk mengembangkan CP pada diri mahasiswa dengan bahan
Pembelajaran kajiannya, diperlukan metode/strategi pembelajaran khusus.
Metode pembelajaran dapat dalam bentuk self learning dengan
menyediakan literature atau bahan pustaka utama atau
tambahan, dan mahasiswa sendiri dapat mencari sumber
literatur yang relevan. Tugas terstruktur dapat diberikan seperti
literature review (tugas esay), case based learning, problem
based learning, dsb. Pembelajaran di kelas (tatap muka) dapat
berupa pemaparan dosen (ceramah), diskusi kelompok,
presentasi, role play, dsb. Metode pembelajaran lainnya dapat
berupa praktikum (lab work), praktik bengkel, praktik di lapang
atau studio. Dalam satu tahapan pembelajaran, dapat
mengakomodasikan gabungan beberapa metode pembelajaran.
Demikian pula dalam satu mata kuliah terdiri dari ragam
metode pembelajaran.
14 Alokasi Waktu : Dicantumkan total waktu pada setiap tahapan pembelajaran.
Jumlah jam atau menit yang dibutuhkan dalam pembelajaran
per minggu mencerminkan bobot sks.
Contohnya untuk 3 sks dapat terdiri dari : Tatap muka 2 x 50
menit dan pembelajaran mandiri / tugas terstruktur 1 x 50
menit.
15 Indikator Capaian : Dituliskan indikator yang dapat menunjukan pencapaian
kemampuan yang diharapkan meliputi penguasaan
pengetahuan (cognitive), keterampilan (phsycomotoric) dan
sikap (affective). Aspek ranah cognitive dapat mulai dari level
remembering/understanding sampai dengan creating. Aspek
ranah phsycomotoric dapat mulai dari level imitation sampai
dengan naturalization. Aspek ranah affective dapat mula dari
receiving sampai dengan characterization.
atau unsur kemampuan yang dinilai (bisa kualitatif misal
ketepatan analisis, kerapian sajian, Kreatifitas ide, kemampuan
komunikasi, juga bisa juga yang kuantitatif : banyaknya
kutipan acuan / unsur yang dibahas, kebenaran hitungan).
16 Instrumen Penilaian : Sebutkan instrument penilaian yang digunakan, seperti Quiz
(multiple choice, T/F), rubric holitik, rubric deskriptif
17 Bobot Penilaian : disesuaikan dengan waktu yang digunakan untuk membahas
atau mengerjakan tugas, atau besarnya sumbangan suatu
kemampuan terhadap pencapaian kompetensi mata kuliah ini.
18 Pustaka/Literatur : Cantumkan literature yang digunakan dalam bentuk jurnal
ilmiah, text books, website links dsb.
Catatan :
1. Penyusunan RPS menggunakan Font Times New Roman, Size 12, Ukuran kertas
Folio (F4), Margin kondisional.
2. RPS wajib mendapatkan pengesahan tanda tangan dari Ketua Jurusan dan Ketua /
Dosen senior pada konsorsium mata kuliah (Ketua / Dosen senior pada rumpun mata
kuliah).
3. RPS diserahkan paling lambat 27 Agustus 2018 di subbag OKPP dalam bentuk
Hard Copy dan Soft Copy ke email (Kepegawaian@iainpekalongan.ac.id).
4. RPS tidak perlu dijilid, cukup distreples saja.
TUGAS 2. MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN

CONTOH FORMAT PROPOSAL PENELITIAN DI IAIN PEKALONGAN


(DASAR: SK REKTOR 317 TAHUN 2017)

1. Judul Penelitian
Judul merupakan rumusan dari topik atau masalah yang diteliti, judul padat, lugas (to the
point ), dan bukan kalimat berita ataupun kalimat tanya serta ditulis dengan huruf kapital.

2. Latar belakang Masalah


Latar Belakang menjelaskan alasan pentingnya penelitian yang akan dilakukan Bagian ini
menjelaskan fakta, harapan, dan masalah yang ada, yaitu :
a. Fakta-fakta yang menunjukkan adanya masalah;
b. Pentingnya masalah untuk dipecahkan;
c. Fakta-fakta penentu yang memberikan harapan pemecahan masalah melalui
penelitian yang akan dilakukan;
d. Nilai tambah yang diperoleh, dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu;
e. Semua hendaknya dituliskan dengan mengacu pada referensi yang jelas dan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

3. Rumusan Masalah
Masalah perlu dirumuskan dalam kalimat pertanyaan, masalah harus mampu dijawab
oleh hasil penelitian dengan data yang akurat.

4. Tujuan Penelitian
Memuat hal-hal yang ingin dicapai dalam penelitian, penulisan tujuan harus ringkas dan
jelas.

5. Manfaat / signifikansi penelitian


Berisi penjelasan ringkas tentang manfaat dari hasil penelitian yang akan dilakukan baik
secara teoritis maupun praktis

6. Hipotesis (jika ada)


Tuliskan hipotesis sebagai pijakan dalam pengujian / pengembangan teori (apabila jenis
penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif)

7. Kajian Riset sebelumnya


Kajian riset merupakan ulasan kritis atas hasil-hasil penelitian sebelumnya, berkaitan
dengan topik atau masalah yang dikaji. Tuliskan minimal 5 judul riset dengan tema
sejenis yang telah dilaksanakan oleh peneliti sebelumnya. Ungkapkan tentang persamaan
dan perbedaan antara judul penelitian yang ditawarkan dengan penelitian sebelumnya.
Sekaligus dapat diuraikan secara jelas tentang posisi penelitian ini dibandingkan dengan
penelitian-penelitian sebelumnya.

8. Kajian Teori
Tuliskan teori-teori utama maupun teori pendamping yang digunakan pijakan dan arah
pengembangan penelitian yang sedang direncanakan.

9. Metode penelitian.
Uraikan tentang Urutan atau tata cara pelaksanaan penelitian mulai dari pengumpulan,
pengelolaan, analisis data, dalam rangka mencari jawaban atas permasalahan penelitian.
10. Jadwal pelaksanaan penelitian
Rincian jadwal setiap kegiatan yang akan dilakukan (dalam bulan), jadwal ditampilkan
dalam bentuk tabel.

11. Sumber Bacaan/ Referensi


Memuat daftar buku, jurnal, dan dokumentasi yang dipakai sebagai referensi. Daftar
pustaka harus mencantumkan nama penulis, judul tulisan, tempat penulisan, penerbit, dan
tahun penerbitan.

12. Publikasi dalam Bentuk Buku atau Jurnal


Uraikan tentang potensi dan narasi serta gagasan yang dihasilkan dari penelitian ini
mampu dipublikasikan.

Catatan :
1. Jumlah halaman proposal bebas;
2. Format menggunakan ukuran kertas Kuarto (A4) dengan margin 4 cm atas,
3 cm bawah, 4 cm kiri, 3 cm kanan, Font Times New Roman Size 12;
3. Proposal dijilid dengan cover warna hijau;
4. Proposal diserahkan ke subbag OKPP paling lambat 3 September 2018
dalam bentuk Hard Copy dan Soft Copy ke email
(Kepegawaian@iainpekalongan.ac.id).
.
TUGAS 3. MENYUSUN PROPOSAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

CONTOH FORMAT PROPOSAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

DI LINGKUNGAN IAIN PEKALONGAN


1. Judul Pengabdian Masyarakat
Judul merupakan rumusan dari topik atau masalah yang diteliti, judul padat, lugas (to the
point ), dan bukan kalimat berita ataupun kalimat tanya serta ditulis dengan huruf kapital.

2. Isu aktual dan relevan dengan latar belakang keilmuan


Fokus pengabdian yang diangkat adalah isu aktual, relevan dengan basis keilmuan,
memiliki manfaat nyata bagi masyarakat serta memiliki prospek keberlanjutan
(sustainability).

3. Alasan memilih dampingan.


Uraikan alasan dan argumen yang kuat dalam memilih komunitas mitra pengabdian
berdasarkan harapan masyarakat dan memilik pengaruh yang penting bagi masyarakat
mitra.

4. Riset Pendahuluan dan Basis Teori.


Jelaskan secara nyata kondisi komunitas yang akan didampingi sesuai dengan hasil
penelitian pendahuluan (prelemenary research) yang telah dilakukan. Deskripsi perlu
disertai data-data kuantitatif maupun kualitatif yang memadai, sehingga tergambar
kondisi umum dan kondisi spesifik komunitas yang akan menjadi fokus dampingan.
Proposal juga mengungkapkan tentang KERANGKA TEORI yang dipergunakan untuk
melaksanakan proses pendampingan.

5. Kondisi dampingan saat ini.


Jelaskan kondisi komunitas yang akan didampingi. Deskripsi harus disertai dengan data
kualitatif dan kuantitatif yang menjadi karakteristik subyek dampingan. Uraian ini
menjadi penting sebagai pertimbangan pengusul untuk menggambarkan harapan
perubahan yang akan dilakukan.

6. Kondisi dampingan yang diharapkan.


Jelaskan kondisi yang diharapkan selama dan setelah proses dampingan berlangsung
sebagaimana hasil penelitian pendahuluan (prelemenary research). Dengan dasar
penelitian pendahuluan dan teori yang melandasinya, maka pengusul menggambarkan
harapan perubahannya.

7. Strategi Aksi.
Uraikan sejumlah strategi yang akan dilakukan untuk mencapai kondisi yang diharapkan
dan bagaimana kaitannya satu sama lain. Hal ini bisa meliputi metode, teknik, atau
kegiatan, yang akan dilakukan agar strategi yang dirancang dapat berjalan. Penggunaan
Logical Framework (salah satunya) adalah untuk melakukan analisis lebih tajam tentang
persoalan yang dihadapi masyarakat. Sehingga dimungkinkan dapat dilakukan untuk
mencapai tujuan akhir program pengabdian.

8. Stakeholder.
Uraikan keterlibatan pihak-pihak yang relevan dengan isu dan fokus pengabdian yang
akan dilakukan.
9. Resources.
Uraikan resources yang sudah dimiliki, baik dari tim pengabdi maupun masyarakat
dampingan. menyebutkan secara gamblang kapasitas tim dan lembaga pengusul untuk
melakukan program ini, dan resources apa yang dimiliki untuk menjalankan program
pengabdian.

10. Publikasi dalam Bentuk Buku atau Jurnal.


Jelaskan potensi dan narasi serta gagasan yang dihasilkan dari proses pengabdian mampu
dipublikasikan.

Catatan :
1. Jumlah halaman proposal bebas;
2. Format menggunakan ukuran kertas Kuarto (A4) dengan margin 4 cm atas,
3 cm bawah, 4 cm kiri, 3 cm kanan, Font Times New Roman Size 12;
3. Proposal dijilid dengan cover warna hijau;
4. Proposal diserahkan ke subbag OKPP paling lambat 10 September 2018
dalam bentuk Hard Copy dan Soft Copy ke email
(Kepegawaian@iainpekalongan.ac.id).