Anda di halaman 1dari 19

Soal-soal Simulasi Uji Kompetensi (UKOM) Ners

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 001:


Perawat pada unit ruang nifas merawat klien yang baru saja melahirkan dengan
riwayat plasenta privia. Manakah resiko yang muncul terkait plasenta privia yang
perlu diperhatikan perawat ketika meninjau rencana keperawatan dan
mempersiapkan melakukan pengawasan pada klien?
A. Infeksi
B. Perdarahan
C. Hipertensi Kronis
D. Disseminated intravascular coagulation (kelainan pembekuan darah intravena)
E. Gagal ginjal akut

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 001:


Jawaban : B
Rasional: Pada plasenta privia, plasenta terletak pada segmen bawah uterus.
Segmen bawah uterus tidak mempunyai struktur otot yang sama seperti kepunyaan
uterus, dan bagian ini lebih rentan terjadi perdatahan. Pilihan A, C, D dan E bukan
resiko spesifik yang terkait dengan plasenta privia.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, resiko yang terkait plasenta privia.
Pikirkan tentang patofisiologi yang berhubungan dengan kelainan ini dan
mengingat bahwa perdarahan merupakan perhatian utama pada klien yang dapat
dengan mudah mengarahkan anda pada jawaban yang benar.
Review: Plasenta privia
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Repropduksi
Daftar pustaka: Lowdermilk et al (2012), p. 52.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 002:


Seorang anak mengalami kekurangan cairan. Data apakah yang ditemukan perawat
saat pengkajian dan memutuskan bahwa kondisi anak menglami peningkatan serta
kekurangan cairan teratasi ?
A. Anak tidak mengeluarkan air mata
B. Berat jenis urine 1.030
C. Pengeluaran urine kurang dari 1 mL/kg/jam
D. Capillary refill time (CRT) kurang dari 2 detik
E. Anak lemah

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 002:


Jawaban : D
Rasional: Indikator bahwa kekurangan volume cairan teratasi adalah Capilarry
refill time (CRT) kurang dari dua detik, berat jenis urin antara 1,002 sampai 1,025,
pengeluaran urine sekurang-kurangnya 1 mL/kg/jam dan anak dapat mengeluarkan
air mata. CRT kurang dari dua detik adalah satu-satunya indikator bahwa kondisi
anak mengalami peningkatan. Pengeluaran urin kurang dari 1 mL/kg.jam, berat
jenis urine 1,030 dan anak tidak mengeluarkan air mata mengindikasikan bahwa
kekurangan volume cairan belum membaik. Kondisi lemah merupakan indikasi
lain daria adanya kekurangan cairan.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, data pengkajian mengindikasikan
bahwa kekurangan volume cairan teratasi. Ingat parameter yang mengindikasikan
status hidrasi adekuat. Satu-satunya pilihan yang mengindikasikan peningkatan
keseimbangan cairan adalah pilihan D. Pilihan jawaban lain mengindikasikan
keseimbangan volume cairan.
Review: Kekurangan volume cairan dan kelebihan volume cairan
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2011), p. 1059.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 003:


Perawat menjelaskan perubahan sistem kardiovaskuler yang terjadi selama
kehamilan pada klien dan memahami penemuan anggapan normal untuk klien pada
trimestes kedua yaitu :
A. Peningkatan nadi
B. Peningkatan tekanan darah
C. Sering buang air
D. Penurunan produksi sel darah merah
E. Peningkatan motilitas gastro intestinal
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 003:
Jawaban : A
Rasional: Pada masa antara 14 dan 20 minggu kehamilan, nadi meningkat antara
10 sampai 15 detak/ menit, yang akan berlanjut sampai akhir kehamilan. Pilihan B,
C, dan D benar. Selama kehamilan, tekanan darah biasanya sama seperti sebelum
kehamilan, namun secara bertahap menurun sampai 20 minggu kehamilan. Selama
trimester 2 tekanan diastol dan sistol menurun sekitar 5 hingga 10 mmHg.
Konstipasi dapat timbul akibatpenurunan motilitas pada sistem pencernaan atau
tekanan dari uterus. Selama masa kehamilan, terjadi juga peningkatan produksi sel
darah merah.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek pertanyaan, penemuan normal


untuk klien pada trimester 2 kehamilan. Pikirkan tentang perubahan psikologis
yang muncul selama kehamilan dan ingat bahwa antar minggu ke 14 sampai
minggu 20 kehamilan, nadi meningkat antara 10 sampai 14 kali per menit.

Daftar pustaka: Lowdermilk et al (2012), p. 296-297.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 004:


Perawat manajer melakukan rapat pertamanya. Ia menyapa staf dan menyampaikan
bahwa ia ditunjuk untuk meningkatkan mutu. Manajer menunjukkan rencana yang
ia buat dan menyusun daftar tugas dan aktifitas mana tiap staf harus
melaksanakannay. Sebagai tambahan, ia meminta seluruh staf untuk melaporkan
adanya masalah secara langsung. Apa tipe kepemimpinan dan pendekatan yang
dilakukan oleh perawat manajer tersebut?
A. Autokratik
B. Situasional
C. Demokratis
D. Laissez-free
E. Kombinasi otokratik dan demokratik

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 004:


Jawaban : A
Rasional: Seorang pemimpin aurokratik mengontrol dengan kuat, dan membuat
keputusan dan menyelesaikan semua masalah. Seorang autokrat cenderung
mendominasi dalam kelompok dan memerintah, daripada mencari saran atau
masukan. Pada situasi ini, manajer menyampaikan masalah (peningkatan kualitas)
pada staf, merancang rencana tanpa masukan dan meminta setiap masalah
dilaporkannya pada dia secara langsung. Pemimpin sotuasional akan
megombinasikan gaya kepemimpinan, tergantung pada kebutuhan kelompok untuk
memvalidasi informasi yang diperoleh pemimpin adalah sesuatu yang akurat dan
bahwa masalah tersebut memang terjadi. Dan pemimpin akan meluangkan waktu
untuk mengenal kelompok dan menentukan perubahan pendekatan (jika
diperlukan) yang akan berhasil terkait kebutuhan kelompok dan sifat serta bentuk
peribahan yang dibutuhkan. Pemimpin demokratis cenderung partisipatif dan ingin
mengenal tiap staf secara individual untuk mengetahui persepsi mereka pada
masalah. Pemimpin demokratis juga akan berbicara dengan staf tentang beberapa
isu dan meminta masukan pada staf untuk rencana yansedang disusun. Seorang
pemimpin laissez-free cenderung pasif dan tidak mau mengarahkan. Seorang
pemimpin laissez-free akan mengtakan masalahnya dan menginformasikan bahwa
staf harus membuat suatu rencana untuk memperbaikinya.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, pemimpin dan pendekatan


manajer. Perhatikan data pada pertanyaan dan kalimat menunjukkan rencana yang
ia buat dan menyususn daftar tugas dan aktifitas di mana tiap staf harus
melaksanakannya. Sebagai tambahan, ia meminta seluruh staf untuk melaporkan
adanya masalah secara langsung. Ingat bahwa manajer yang autokratik melakukan
kontrol dan dominasi.
Review: Kepemimpinan dan pendekatan manajer
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Belajar
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Huber (2010), p. 223; Yoder-Wise (2013), p. 101.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 005:


Perawat di ruang gawat darurat diberitahu bahwa banyak korban selamat dari
kecelakaan pesawat akan dikirim ke rumah sakit. Korban mengalami kedinginan
karena pesawat jatuh ke sungai. Apa tindakan awal yang harus dilakukan perawat ?
A. Memanggil perawat supervisor untuk mengaktifkan prosedur respons bencana
B. Menambah suplai air steril dan normal saline di ruang triage
C. Memanggil ICU untuk mengirim perawat ke ruang gawat darurat
D. Memanggil departemen laundry dan meminta agar disediakan banyak selimut
hangat di ruang gawat darurat
E. Melakukan rapat dengan tim kesehatan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 005:
Jawaban : A
Rasional: Pada bencana eksternal banyak orang dibawah ke ruang gawat darurat
untuk menfdapatkan perawatan. Tindakan awal yang harus dilakukan perawat
adalah mengaktifakan prosedur respon bencana. Meskipun pilihan B, C, D, dan
Eadalah tindakan lain yang akan diambil ileh perawat, tindakan awal adalah
mengaltifkan prosedur respon bencana.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kalimat strategis “Awal.” Perhatikan bahwa
pilihan jawaban benar adalah payung. Sebagai tambahan, ingat bahwa prosedur
respon bencan harus diaktifkan sebelum intervensi lainnya.
Review: Prosedur terkait manajemen bencana
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Ignatavicius, Worman (2013), p. 159-160

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 006:


Perawat day care sedang mengobservasi seorang anak berusia 2 tahun dan
mencurigai adanya strabismus. Hasil observasi mana yang mengindikasikan
kondisi tersebut ?
A. Anak mengalami gangguan pendengaran
B. Anak selalu memiringkan kepala untuk melihat
C. Anak tidak memberikan respons saat diajak berbicara
D. Anak selalu menggerakkan kepala untuk mendengar
E. Anak tidak dapat memgokuskan pandangan pada perawat
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 006:
Jawaban : B
Rasional: Strabismus merupakan kondisi di mana mata tidak simetris karena
kurangnya koordinasi dari otot ekstra okular. Perawat dapat mencurigai adanya
strabismus pada anak ketika anak mengeluh sakit kepala yang berulang, pegerakan
mata yang asimetris, memiringkan kepala ketika melihat. Manifestasi lain
termasuk mata asimetris, menutup satu mata untuk melihat, diplopia, fotopobia,
kehilngan pandang binokular, atau kelainan persepsi pandangan. Pilihan A, C, D
dan E, tidak mengindikasikan kondisi ini.
Strategi Mengerjakan Soal: Abaikan pilihan A dan D terlebih dahulu karena
pilihan tersebut serupa dan berkaitan dengan pendengaran. Untuk memilih sisa
pilihan, ingat bahwa kondisi ini adalah kondisi di mana mata tidak berada pada
titik yang seimbang karena kurangnya koordinasi dari otot ekstra okular.
Review: Strabismus
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pengindraan
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 930.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 007:


Apa panduan yang harus digunakan oleh perawat saat berencana memberikan
delegasi dan tugas ?
A. Mengutamakan keselamatan klien
B. Sesuai dengan permintaan staf
C. Pembagian ruangan dalam unit
D. Jumlah klien yang direncanakan pulang
E. Klien dengan disabilitas

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 007:


Jawaban : A
Rasional: Terdapat panduan saat perawat akan memberikan delegasi atau akan
merencanakan tugas. Hal ini termasuk, mengutamakan keselamatan klien,
mengetahui variasi kemampuan keterampilan seseorang, menentukan tugas mana
yang dapat didelegasikan dan pada siapa; sesuaikan tugas dengan orang yang
menerima delegasi berdasarkan aturan praktik keperawatan dan sesuai dengan
posisi pekerjaannya, lengkapi dengan arahan yang jelas, ringkas, akurat, dan
lengkap; memvalidasi pemahaman staf yang diberikan delegasi; berikan percaya
diri pada staf yang diberikan delegasi dan berikan feedback yang sesuai setelah
tugas dikerjakan; dan jaga keberlanjutan perawatan sebaik mungkin saat
melakukan perawatan pada klien. Permintaan staf, aspek kenyamanan seperti
pembagian ruangan, dan mengantisispasi perubahan jumlah klien di unit bukan
panduan yang spesifik untuk pendelegasian dan perencanaantugas.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, panduan yang digunakan saat
memberikan delegasi dan merencanakan suatu tugas. Baca setiap pilihan jawaban
dengan hati-hati, dan gunakan teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Perhatikan
bahwa pilihan jawaban benar berkaitan dengan kebutuhan klien dan keselamatan
klien.
Review: Prinsip dan panduan pendelegasian dan penugasan
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Belajar
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Alfaro-LeFevre (2012), p.111-112; Huber (2010), p. 244-247;
Potter et al (2013), p. 263, 282-283.

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 008:


Klien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami paralisis pada tubuh bagian atas,
sudah diintubasi dan diberikan ventilasi mekanik. Manakah strategi yang harus
dimasukkan perawat pada perencanaan keperawatan untuk menbantu klien
menghadapi penyakitnya ?
A. Memberikan klien kontrol penuh atas keputusan perawatan dan membatasi
pengunjung
B. Memberikan umpan balik positif dan mendorong ROM aktif
C. Memberikan informasi, memberikan umpan balik yang positif, dan mendorong
relaksasi
D. Memberikan obat penenang melalui intravena
E. Mengurangi distraksi dan membatasi pengunjung

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 008:


Jawaban : C
Rasional: Klien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami ketakutan dan
kecemasan akibat paralisis tubuh bagian atas, serta munculnya gangguan yang tiba-
tiba. Perawat dapat mengurangi ketakutan dengan memberikan informasi yang
akurat tentang kondisi klien, memberikan perawatan lanjut, dan umpan balik
positif pada klien, mendorong relaksasi, serta distraksi. Keluarga bisa dilibatkan
pada aktifitas tertentu dan memberikan hiburan untuk klien juga.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda “membantu klien
menghadapi penyakitnya.” Pilihan A harus dieliminasi terlebih dahulu karena tidak
tepat jika berpikir bahwa klien ingin kontrol penuh atas semua keputusan
perawatan. Klien yang mengalami paralisis tidak dapat berpartisipasi dalam ROM
aktif, maka pilihan B harus dieliminasi. Dari pilihan yang tersisa, pilihan yang
paling tepat adalah yang lebih menguntungkan dalam membantu klien menghadapi
penyakitnya.
Review: Perawatan klien dengan sindrom Guillain-Barre
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Rehabilitatif
Kebutuhan Dasar: Komunikasi
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Ignatavicius, Worman ((2013), p. 990-991; Swearingen (2012), p.
265-266

Soal Simulasi KBS UKOM Ners 009:


Perawat sedang merawat klien remaja yang sakit terminal. Saat merawat klien ini,
perawat seharusnya melaksanakan intervensi yang mana?
A. Patuhi keinginan klien setiap saat
B. Dorong klien untuk tergantung pada staf RS
C. Tolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan RS
D. Dorng klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal
E. Patuhi semua keinginan keluarga setiap saat

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 009:


Jawaban : D
Rasional: Intervensi yang tepat saat merawat remaja yang menderita penyakit
terminal meliputi menghindari aliansi baik dengan orang tua atau anak, penataan
rumah sakit yang mendorong kemandirian dan konrol diri klien yang maksimal,
dan menjawab pertanyaan remaja tersebut dengan jujur. Mematuhi keinginan klien
setiap saat tidak terapeutik.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek, perawatan remajayang menderita
penyakit terminal. Abaikan pilih B. Ingat bahwa remaja harus di dorong untuk
mempertahankan kemandirian dan kontrol dirinya secara maksimal. Sisihkan
pilihan C, karena ada kata tolak, pertanyaan remaja harus dijawab dengan jujur.
Abaikan juga pilihan E karena konteksnya bukan remaja.
Review: Prinsip perawatan menjelang kematian bagi remaja yang menderita
penyakit terminal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Komunikasi
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 559
Soal Simulasi KBS UKOM Ners 010:
Seorang anak berusia 6 tahun dengan HIV telah dirujuk ke RS untuk mendapatkan
penanganan nyeri. Anak tersebut bertanya pada perawat apakah nyerinya akan
hilang. Apa reapons yang palinb tepat untuk diberikan oleh perawat ?
A. “Nyerinya akan hilang jika kamu berbaring dan membiarkan obatnya bekerja.”
B. “Cobalah untuk tidak berpikir tentang itu. Semakin kamu memikirkannya maka
akan semakin terasa sakit.”
C. “Aku tahu pasti terasa sakit, tapi jika kamu mengatakannya padaku ketika itu
terjadi, aku akan mencoba dan membuat nyerinya berkurang.”
D. “Setiap saat terasa nyeri, tekan tombol panghilan dan aku akan memberikan
sesuatu untuk membuat nyerinya hilang.”
E. “Nyerinya akan hilang jika kamu membiarkanku melakukan semua
penatalaksanaan yang kamu butuhkan.”

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Ners 010:


Jawaban : C
Rasional: Banyak komplikasi yang berhubungan dengan HIV disertai denga nyeri
berat. Manajemen nyeri yang agresif sangat penting sehingga anak mempunyai
kualitas hidup yang wajar. Perawat harus memberitahukan adanya nyeri pada anak
dan membiarkan anak untuk mengetahui segala hal yang akan dilakukan untuk
mengurangi nyeri. Memberitahu anak bahwa dengan membatasi pergerakan akan
menghilangkan nyeri adalah sesuatu yang salah. Membirkan anak untuk berpikir
bahwa ia bisa mengontrol nyerinya dengan berpikir atau tidak berpikir tentang
nyeri termasuk mermehkan siklus nyeri yang terkait HIV. Memberi harapan palsu
dengan memberitahu anak bahwa nyeri akan “menghilang seluruhnya” bukan hal
yang jujur maupun ralistis.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kunci yang “paling tepat.” Ingat
kembali konsep umum tentang nyeri dan pertumbuhan serta perkembangan anak
berusia 6 tahun. Memberikan informasi pada anak tentang nyeri dengan kalimat
yang dipahami oleh anak, namun tanpa memberi harapan palsu atau tidak
mengatakan sebenarnya, seharusnya membimbing anak pada jawaban yang benar.
Pilihan A dan B memberikan informasi yang tidak akur tentang manajemen nyeri.
Pilihan D dan E memberikan harapan palsu bahwa nyeri bisa dihilangkan
sepenuhnya.
Review: Konsep yang berhubungan dengan manajemen nyeri pada anak
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sitem kekebalan imun
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2011), p. 1456

Latihan Soal 1:
Seorang klien laki-laki 45 tahun mendapatkan terapi IV NaCl 2000 cc dalam 24
jam. Infus diberikan dengan faktor tetesan 30/menit. Pada jam ke–10, infus tersisa
1200 cc.
Berapa tetes permenit sisa infus seharusnya diberikan?
A. 41 tetes per menit.
B. 42 tetes per menit.
C. 43 tetes per menit.
D. 44 tetes per menit.
E. 45 tetes per menit.
Jawab: C
Yang perlu anda ketahui adalah memahami kata kunci dari soal tersebut. Cairan
infus awal adalah 2000cc setelah 10 jam sisa cairan 1200 cc jadi yang perlu anda
hitung adalah sisanya yaitu 1200cc. Cara mencarinya yaitu 24 jam -10 jam = sisa
waktu 14 jam. Cairan 1200 cc. Jadi : 1200×30 tetes/cc dibagi(per) 14 jamx 60 =
42.8 tetes/menit = 43 tetes menit.

Latihan Soal 2:
Ny.M penderita DM type2 usia 42 tahun, dengan luka gangren pada bagian
ekstremitas kanan bawah daerah dorsal pedi. Sudah 4 hari dirawat diruang
penyakit dalam, dan akan dilakukan tindakan perawatan luka. Ttv dalam batas
normal. Pada perawatan luka, setelah dilakukan pelepasan balutan luka/verban.
Apakah tindakan selanjutnnya yang akan dilakukan sesuai dengan SOP?
A. Memakai handscoon.
B. Melepaskan plester
C. Melakukan nekrotomi pada jaringan nekrosis.
D. Membersihkan luka.
E. Membalut kembali luka dengan rapi.
Jawab: A.
Perlu diingat, kadang-kadang soal ukom itu menyebabkan perbedaan intepretasi.
Pada soal diatas, kemungkinan jawaban D bisa juga dengan alasan melakukan
tindakan perawat sudah pakai handscoon so nekrotomi bila ada jar nekrosis.
Namun jawaban paling tepat adalah A. Memakai handschoon steril terlebih dulu
baru membersihkan luka.
Latihan Soal 3:
Ner’s P sedang melakukan sebuah kegiatan berupa program-program kesehatan
yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan), baik di dalam masyarakat
sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya.
Dari pernyataan di atas kegiatan Ners’ P berupa ?
A. Promosi kesehatan
B. Kesehatan lingkungan
C. Kesehatan kerja
D. PKPR
E. Wawancara
Jawab: A
Jawaban bisa A & B. Tapi Pilihan tepat A, karena promosi bukan hanya
pencegahan tetapi juga dapat mengubah mindset masyarakat untuk menuju suatu
perubahan, kesling berdiri sendiri sedangkan promosi mencakup semua kegiatan
dimasyarakat.

Latihan Soal 4:
Seorang perempuan hamil 33 minggu, umur 36 tahun datang ke poli kebidanan
untuk periksakan kehamilan. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan data
kehamilan sekarang adalah kehamilan yang ketiga, anak pertama keguguran, anak
kedua lahir secara normal.
Bagaimana cara penulisan status obstetri pada kasus diatas..?
A. G3P1A0
B. G3P1A1
C. G3P2A0
D. G3P2A1
E. G3P2A2
Jawab: B. G3 = kehamilan yang ke-3, P1 = pernah melahirkan anak yg ke-2, dan
A1 = pernah keguguran anak yg ke-1.

Latihan Soal 5:
Ms X riwayat kecelakaan lalulintas. Saat Ms X di bawa ke IGD, Ms X telah
terpasang penyangga leher (collar neck), terlihat tidak sadar terdapat darah dalam
mulut dan hidung Ms X dan napas terdengar mengorok.
Manakah hal yang harus anda prioritaskan terlebih dahulu…?
A. Memasang jalan napas buatan lewat mulut (gudel)
B. Memastikan tingkat kesadaran klien dengan cara mamanggil
C. Melakukan suction ke dalam hidung dan mulut
D. Mencari sumber pendarahan dan membersihkan darahnya.
E. Memastikan GCS normal
Jawab: A. Sepintas bisa jawaban B dengan alasan karena hanya terlihat tidak sadar
maka perlu Pastikan respons dg AVPU, bl unrespons bebaskan jl nafas HT,CL/
Jaw trush bl curiga fr.cervikal, psg OPA, suktion hati2 bl curiga fr.basis cranii ,O2,
infus kristaloid, hentikan perdarahan, evaluasi GCS serta BHD lanjut. Namun
demikian jawaban paling tepat untuk latihan soal 5 diatas adalah A. Alasannya A
karena pasien mengorok otomatis ujung lidah jatuh ke belakang jadi harus pasang
gudel. Juga kata kunci soal adalah prioritas, kalo prioritas berarti yg paling utama
tindakan yg perawat bisa lakukan, jadi jawaban nya A.

Latihan Soal 6:
Ny. T dirawat di ruang tenang rawat inap kesehatan jiwa mengeluh dirinya tidak
mau berbicara dengan orang lain, malas bergaul dengan orang lain, tidak mau
berkomunikasi.
Apakah prioritas diagnosa keperawatan pada kasus tersebut..?
A. Gangguan komunikasi
B. Malu dengan orang lain
C. Isolasi diri
D. Mengurung diri
E. Isolasi sosial
Jawab: E. Isolasi sosial. Ini termasuk mudah ditebak, jelas sekali soalnya. Isolasi
sosial ditandai dengan pasien tidak mau bergaul dengan orang lain, malas
bercakap-cakap dengan orang lain.

Latihan Soal 7:
Seorang klien berusia 45 tahun datang ke ruang UGD bersama teman kerjanya.
Satu jam yang lalu, klien ketika dan temanya ingin memasang teralis plafon rumah
klien tersengat listrik, terdapat luka bakar pada telapak tangan sampai ke siku
sebelah kiri dan kanan, kaki kanan sampai alat vital klien.
Berdasarkan rumus 9 (rule of 9) berapa persenkah luas luka bakar pada klien..?
A. 28%
B. 19%
C. 37%
D. 36%
E. 27%
Jawab: A. 28%.
Lengan sampai siku kiri kanan 4,5 + 4,5 = 9
Kaki kanan sampai kelamin 18 + 1 = 19. Jadi 19 + 9 = 28.
Latihan Soal 8:
Seorang perempuan usia 40 tahun, dirawat di RS jiwa karena berusaha bunuh diri.
Saat pengkajian klien berkata: “Tolong jaga anak-anak saya, saya akan pergi jauh”.
Klien mengungkapkan perasaan bersalah, sedih, marah, putus asa dan tidak
berdaya.
Apakah intervensi yang tepat pada pasien ?
a. Berusaha melindungi klien
b. Yakinkan bahwa diri klien penting
c. Pastian obat diminum secara teratur
d. Beri kesempatan mengungkapkan perasan
e. Rencanakan aktivitas yang dapat dilakukan klien
Jawab: B. Yakinkan bahwa diri klien penting.