Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji dan Syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT.
Yang telah memberikan saya banyak nikmat, yaitu nikmat islam, iman, kesehatan,
serta nikmat langkah sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan
Salam marilah kita hantursembahkan kepada Junjungan kita, baginda Rasulullah
SAW. Yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju ke zaman yang
terang benderang seperti sekarang ini.

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Pengauditan” yang berjudul “Analisis Laporan Auditor Independen PT
Golden Eagle Energy Tbk” yang diharapkan mampu menambah wawasan serta
pengetahuan kita semua.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Lhokseumawe, 15 Juni 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 1


DAFTAR ISI....................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 4
1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 5
2.1 Profil Perusahaan ................................................................................................ 5
2.2 Laporan Audit Independen PT Golden Eagle Energy Tbk ................................. 8
2.3 Analisis Terhadap Laporan Audit Independen ................................................. 10
BAB III PENUTUP .......................................................................................................... 19
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 19
3.2 Saran ................................................................................................................. 20
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 21

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laporan audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam
berkomunikasi dengan masyarakat lingkungannya. Dalam lampiran ini auditor
menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan auditan.
Pendapat auditor tersebut disajikan dalam satu laporan tertulis yang umumnya
laporan audit baku.
Laporan audit baku terdiri dari tiga paragraf yaitu:
1) Paragraf pangantar (introductory paragraph)
Paragraf pangantar dicantumkan sebagai paragraf pertama laporan audit
baku. Terdapat tiga fakta yang diungkapkan oleh auditor dalam paragraf
pengantar yaitu:

 Tipe jasa yang didapatkan oleh auditor.


 Objek yang diaudit.
 Pengungkapan tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dan
tanggung jawab auditor atas pendapat yang diberikan atas laporan keuangan
berdasarkan hasil auditnya.
2) Paragraf lingkup (scope paragraph)
Paragraf lingkup berisi pernyataan ringkas mengenai lingkup audit yang di
laksanakan oleh auditor.
3) Paragraf pendapat (opinion paragraph)
Paragraf pendapat berisi tentang pernyataan ringkas mengenai pendapat auditor
tentang kewajaran laporan keuangan auditan.

3
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu laporan audit?
2. Bagaimana cara menganalisis laporan audit?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui apa itu laporan audit
2. Agar mampu menganalisis laporan audit

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Profil Perusahaan

PT Golden Eagle Energy Tbk adalah perusahaan pertambangan Indonesia


yang bergerak di bidang Industri Pertambangan. PT Golden Eagle Energy Tbk
(SMMT atau Perusahaan) berdiri pada tahun 1980 dengan nama PT The Green
Pub berdasarkan Akta Pendirian No. 46 tanggal 14 Maret 1980 dengan aktivitas
bisnis utama di bidang restoran dan hiburan.

Pada tanggal 10 Mei 1996, Perusahaan mengubah nama menjadi PT


Setiamandiri Mitratama. Perusahaan resmi tercatat di Bursa Efek Surabaya setelah
melakukan penawaran perdana kepada masyarakat atas 5.000.000 saham dengan
harga penawaran Rp500,- per lembar. Perusahaan melakukan stock split1:4 pada
tahun 2004.

Dengan mempertimbangkan peluang usaha di bidang industri restoran dan


hiburan nasional pada waktu itu, Perusahaan mengubah identitasnya menjadi PT
Eatertainment International Tbk. Perusahaan terutama mengandalkan segmen
usaha restoran yang dikenal dengan nama Amigos, restoran yang menjual
masakan Mexico dan Papa Rons, gerai pizza siap saji sebagai merk dagang yang
dikelola sendiri ataupun melalui waralaba. Selain itu, Perusahaan juga mempunyai
entitas anak Putt-Putt South East Asia Limited (Putt-putt) yang memiliki lisensi di
bidang usaha mini golf.

Transformasi Bidang Usaha menjadi Industri Pertambangan

Meningkatnya persaingan di bisnis restoran dan hiburan membuat


Perusahaan menelaah kembali strategi dan perencanaan pengembangan bisnis
dengan tujuan memberikan pertumbuhan kinerja yang lebih menarik bagi para
penanam modal dan pemilik saham. Dengan mempertimbangkan berbagai

5
prospek usaha yang berpotensi untuk dijajaki, Perusahaan memperoleh
kesimpulan bahwa bisnis pertambangan khususnya batu bara adalah salah satu
bisnis yang paling menjanjikan dan sesuai.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, industri batu bara nasional
mengalami peningkatan signifikan, baik dalam hal produktivitas maupun harga
jual. Peluang bisnis batu bara juga diprediksi sangat menguntungkan mengingat
batu bara merupakan salah satu sumber energi utama yang tidak dapat
diperbaharui.

Sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan, Perusahaan menjalankan


transformasi usaha dari bisnis restoran dan hiburan ke pertambangan khususnya
batu bara dengan melakukan penerbitan atas 820 juta saham baru melalui right
issue. Dana yang diperoleh dari right issue kemudian digunakan untuk
mengakuisisi dua entitas anak yaitu PT Internasional Prima Coal (IPC) dan PT
Triaryani (TRI) yang akan menjadi perusahaan operasional bagi SMMT.
Perusahaan juga telah menyelesaikan proses divestasi usaha pada bisnis restoran
dan hiburan dan mengubah identitas serta logo Perusahaan untuk lebih mewakili
aktivitas usahanya di bidang industri pertambangan.

Logo Perusahaan mengandung inspirasi mendalam dari sebuah kalimat


“menggenggam dunia dalam telapak tangan”.

6
Globe atau bola dunia menjadi simbol yang mengartikulasikan esensi Perusahaan
sebagai induk bisnis utama. Kombinasi berbagai goresan membentuk kumpulan
garis yang menyerupai genggaman tangan, mengindikasikan Perusahaan sebagai
satu perusahaan global yang mendukung seluruh aktivitas operasional anak
perusahaannya.

Visi dan Misi PT Golden Eagle Energy Tbk.

Visi

 Menjadi perusahaan tambang terdepan dengan pertumbuhan usaha yang


berkelanjutan yang menciptakan nilai lebih dan kemakmuran.

Misi

 Memastikan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan melalui ekspansi


usaha baik secara organik maupun anorganik.
 Memberikan nilai tambah maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
 Berkontribusi meningkatkan taraf hidup masyarakat.
 Mengembangkan dan mengelola operasi penambangan yang aman, efisien,
dan turut menjaga kelestarian lingkungan alam.
 Menjalankan usaha secara bertanggungjawab dan sesuai dengan etika
profesional dunia usaha.

7
2.2 Laporan Audit Independen PT Golden Eagle Energy Tbk

8
9
2.3 Analisis Terhadap Laporan Audit Independen
Dalam laporan terdapat 6 unsur penting yaitu:
1. Pihak yang dituju
2. Paragraf pengantar
3. Paragraf lingkup
4. Paragraf pendapat
5. Nama auditor, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik,
dan tanda tangan
6. Serta tanggal laporan audit.

Alamat Laporan Audit

Laporan ini umumnya ditunjukkan kepada Pemegang Saham, Dewan Komisaris


dan Direksi PT Golden Eagle Energy Tbk.

Judul Laporan

Standar auditing mewajibkan setiap laporan diberi judul laporan dan dalam judul
tersebut tercantum pula kata independen. Laporan audit PT Golden Eagle Energy
Tbk. sudah sesuai dengan standar auditing yaitu “Laporan Audit Independen”.

Paragraf Pengantar
Dalam paragraf ini terdapat tiga kalimat yaitu :
1. Kalimat pertama menjelaskan tentang Objek yang menjadi sasaran audit.
Kalimat pertama yang berbunyi:
“Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian PT Golden Eagle
Energy Tbk dan entitas anak terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan
konsolidasian tanggal 31 Desember 2016, serta laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, laporan perubahan ekuitas
konsolidasian, dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang terakhir
pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan
informasi penjelasan lainnya.”

10
Berisi dua hal penting yaitu:
1) Auditor memberikan pendapat atas laporan keuangan setelah ia melakukan
audit atas laporan tersebut.
2) Objek yang diaudit oleh auditor bukanlah catatan akuntansi melainkan
laporan keuangan kliennya yang meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan
perubahan ekuitas, dan laporan arus kas .

2. Kalimat kedua paragraf pengantar


“Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar
laporan keuangan konsolidasian tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian
yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan.”
Maksud dari kalimat diatas adalah tanggung jawab atas kewajaran laporan
keuangan terletak di tangan manajemen bukan ditangan auditor. Manajemen
adalah pihak yang bertanggung jawab atas kewajaran laporan keuangan yang
dibuatnya dan hanya manajemen yang mempunyai wewenang untuk mengubah
apa yang disajikan dalam laporan keuangan.

3. Kalimat ketiga paragraf pengantar


“Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan
keuangan konsolidasian tersebut berdasarkan audit kami.”
Maksud dari paragraf ketiga adalah auditor bertanggung jawab atas
pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit yang telah
dilaksanakan atas laporan keuangan tersebut.

11
Paragraf Lingkup
Paragraf lingkup berisi pernyataan auditor bahwa auditnya dilaksanakan
berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh organisasi profesi akuntan
publik dan penjelasan tambahan tentang standar auditing. Serta suatu pernyataan
keyakinan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing tersebut
memberikan dasar yang memadai bagi auditor untuk memberikan pendapat atas
laporan keuangan auditan.
1. Kalimat pertama pada paragraf lingkup berbunyi:
“Kami melaksanakan audit kami berdasarkan standar Audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.”
Dalam kalimat ini auditor menyatakan bahwa audit yang dilakukan atas
laporan keuangan adalah audit yang dilaksanakan berdasarkan standar yang
ditetapkan oleh badan penyusun standar (standart setting body). Di Indonesia
badan yang berwenang menyusun standar auditing adalah Dewan Standar
Profesional Akuntan Publik, Kompartemen Akuntan Publik, Ikatan Akuntan
Indonesia.
Menurut Webster’s New Internasional Dictionary, standar adalah sesuatu
yang ditentukan oleh penguasa, sebagai suatu peraturan untuk mengukur kualitas,
berat, luas , nilai atau mutu. Jika diterapkan dalam auditing, standar auditing
adalah suatu ukuran pelaksanaan tindakan yang merupakan pedoman umum bagi
auditor dalam melaksanakan audit. Standar auditing juga mengandung pengertian
sebagai suatu ukuran baku atas mutu jasa auditing.
Standar auditing terdiri dari sepuluh standar dan semua Pernyataan Standar
Auditing (PSA) yang berlaku . Sepuluh standar auditing tersebut dibagi dalam tiga
kelompok yaitu:
1) Standar Umum
 Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian
dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor.
 Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi
dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.

12
 Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib
menggunakan kemahiran professionalnya dengan cermat dan seksama.

2) Standar pekerja lapangan


 Pekerjaan harus direncanakan sebaik baiknya dan jika digunakan asisten
harus disupervisi dengan semestinya .
 Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk
merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian
yang akan dilakukan.
 Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi,
pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar
memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang
diaudit.

3) Standar pelaporan
 Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah
disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia.
 Laporan auditor harus menunjukan atau menyatakan,jika ada ketidak
konsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan
keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip
akuntani tersebut dalam periode sebelumnya.
 Pengungkapan informasi dalamlaporan keuangan harus dipandang
memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
 Laporan auditor harus memuat sesuatu pernyataan pendapat mengenai
laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan
tersebut tidak dapat diberikan.

13
2. Kalimat kedua dalam paragraf lingkup berbunyi sebagai berikut:
“Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika
serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan
memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian bebas dari kesalahan
penyajian material.”
Kalimat ini berisi tiga pernyataan auditor yaitu:
 Audit yang dilaksanakan oleh auditor merupakan proses yang terencana.
 Audit ditujukan untuk memperoleh keyakinan (assurance) memadai, bukan
absolute dengan demikian terdapat resiko di dalam audit yang dilaksanakan
oleh auditor.
 Auditor menggunakan konsep materialitas.

3. Kalimat ketiga dalam peragraf lingkup berbunyi:


“Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti
audit tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan
konsolidasian. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor,
termasuk penilaian atas resiko kesalahan penyaian material dalam laporan
keuangan konsolidasian, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan. Dalam melakukan penilaian resiko tersebut, auditor
mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan
penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian entitas untuk merancang
prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan
menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas.”
Dalam kalimat tersebut auditor menyampaikan pesan kepada pemakai
laporannya bahwa:
 Dalam perikatan umum, auditor melaksanakan auditnya atas dasar pengujian,
bukan atas dasar pemeriksaan terhadap seluruh bukti.
 Pemahaman memadai atas pengendalian intern merupakan dasar untuk jenis
dan luas pengujian yang dilakukan dalam pemeriksaan.
 Luas pengujian dan pemilihan prosedur audit ditentukan oleh pertimbangan
auditor atas dasar pengalamannya.

14
 Dalam audit, auditor melakukan pemeriksaan atas bukti audit, yang tidak
hanya terbatas pada catatan akuntansi klien saja, namun mencakup informasi
penguat (corroborating information).

Pemahaman memadai atas pengendalian intern merupakan dasar untuk


menentukan jenis dan lingkup pengujian yang dilakukan dalam audit karena audit
didasarkan atas pengujian , maka dalam setiap audit, pemilihan teknik
pengambilan sampel dan ukuran sampel (sample size) didasarkan atas kuat atau
lemahnya pengendalian intern yang berlaku dalam perusahaan klien.
Luas pengujian dan pemilihan prosedur audit ditentukan oleh pertimbangan
auditor atas dasar pengalamannya. Ukuran sampel ditentukan oleh auditor atas
dasar penilaiannya terhadap kuat atau lemahnya pengendalian intern yang berlaku
dalam perusahaan klien. Bukan klien yang menentukan ukuran sampel yang harus
diambil oleh auditor. Prosedur audit merupakan proses pengumpulan bukti yang
dilakukan auditor dalam audit. Pemilihan prosedur audit yang akan diterapkan
oleh auditor terhadap objek audit tertentu, sepenuhnya berada ditangan auditor
dan bukan atas dasar anjuran pemerintah atau pertimbangan klien.
Dalam auditnya auditor tidak hanya melakukan pengujian terbatas pada
catatan akuntansi klien, tetapi juga menempuh prosedur audit lain yang dipandang
perlu oleh auditor untuk mendapatkan informasi penguat. Cataan akuntansi
bukanlah satu satunya sumber untuk membuktikan kewajaran laporan keunagan.
Dalam pemeriksaan atas unsur - unsur tertentu yang tercantum dalam laporan
keuangan, auditor sering kali menempuh prosedur audit lain untuk memperoleh
informasi penguat seperti membuktikan adanya (eksistensi) unsur tersebut secara
fisik, meminta konfirmasi (penegasan) dari pihak luar perusahaan klien, menguji
mutu sediaan barang (inventory)dengan bantuan ahli dari luar perusahaan.

15
4. Kalimat keempat dalam paragraf lingkup berbunyi :
“Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan
akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh
manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.”
Dalam kalimat ini auditor menyatakan bahwa ia mengunakan pertimbangan
dalam menetapkan dan mengevaluasi penyajian laporan keuangan yang dilakukan
oleh manajemen. Dengan menyebutkan frasa “estimasi akuntansi yang dibuat oleh
manajemen” , auditor mengingatkan bahwa laporan keuangan tidak seluruhnya
bersifat fakta, namun sebagian disajikan berdasarkan estimasi.

5. Kalimat kelima dalam paragraf lingkup berbunyi:


“Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan
tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.”
Kalimat ini berisi suatu pernyataan dari auditor bahwasanya dalam
melakukan auditnya auditor telah memperoleh data yang cukup sehingga mampu
mengeluarkan opininya.

Paragraf Pendapat (Opinion Paragraph)

Paragraf ketiga dalam laporan audit merupakan paragraf pendapat. Dalam


paragraf ini auditor menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran laporan
keuangan auditan, dalam semua hal yang material, yang disajikan atas kesesuaian
penyusunan laporan keuangan tersebut dengan prinsip akuntansi berterima umum.
Isi dari paragraf pendapat tersebut ialah “Menurut opini kami, laporan
keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal
yang material, posisi keuangan konsolidasian PT Golden Eagle Energy Tbk dan
entitas anak tanggal 31 Desember 2016, serta kinerja keuangan dan arus kas
konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.”

16
Maksudnya ialah PT Golden Eagle Energy Tbk pada tanggal 31 Desember
2016 mendapat opini Wajar tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion). Pendapat
wajar tanpa pengecualian diberikan oleh auditor jika tidak terjadi pembatasan
dalam lingkup audit dan tidak terdapat pengecualian yang signifikan mengenai
kewajaran dan penerapan prinsip akuntansi berterima umum tersebut, serta
pengungkapan memadai dalam laporan keuangan.

Laporan audit yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian adalah laporan
yang paling dibutuhkan oleh semua pihak, baik oleh klien, pemakai informasi
keuangan ataupun oleh auditor.

Kata wajar dalam paragraf pendapat mempunyai makna :

1. Bebas dari keragu raguan dan ketidak jujuran.


2. Lengkap informasinya.

Pengertian wajar ini tidak hanya terbatas pada jumlah – jumlah rupiah dan
pengungkapan yang tercantum dalam laporan keuangan. Namun meliputi pula
ketepatan penggolongan informasi seperti penggolongan aktiva atau utang
kedalam kelompok lancar dan tidak lancar, biaya usaha dan biaya di luar usaha.
Laporan keuangan dianggap menyajikan secara wajar posisi keuangan dan
hasil usaha suatu organisasi, sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum jika
memenuhi kondisi berikut ini:
 Prinsip akuntansi berterima umum digunakan untuk menyusun laporan
keuangan.
 Perubahan penerapan prinsip akuntansi berterima umum dari periode
keperiode telah cukup di jelaskan.
 Informasi dalam catatan catatan yang mengandungnya telah digambarkan dan
dijelaskan dengan cukup dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip
akuntansi berterima umum.

17
Jika laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil
usaha perusahaan klien dan tidak terdapat hal hal yang memerlukan bahasa
penjelas, auditor dapat menerbitkan laporan audit baku.
Ada empat tipe pokok laporan audit yang diterbitkan oleh auditor yaitu:
1. Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion
report).
2. Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa
penjelasan (unqualified opinion report whit explanatory language).
3. Laporan yang berisi pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion
report).
4. Laporan yang berisi pendapat tidak wajar ( adverse opinion report).
5. Laporan yang didalamnya auditor tidak menyatakan pendapat (disclaimer of
opinion report.)

Nama Auditor, Nomor Izin Akuntan Publik, Nomor Izin Kantor Akuntan
Publik, Dan Tanda Tangan

Nama auditor : Merliyana Syamsul

Nomor izin akuntan publik: No. AP. 0763

Nomor izin kantor akuntan publik : License No. 89/KM.1/2017

Tanggal Laporan Audit

Tanggal yang tepat untuk dicantumkan dalam laporan audit adalah tanggal pada
saat auditor menyelesaikan prosedur audit terpenting dilokasi pemeriksaan. Dalam
laporan audit PT Golden Eagle Energy Tbk tanggal neraca adalah 31 Desember
2016, dan tanggal laporan audit adalah 24 Maret 2017. Maka tanggal yang dipakai
adalah tanggal dimana audit itu telah selesai dikerjakan 24 Maret 2017.

18
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Laporan audit yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian adalah laporan
yang paling dibutuhkan oleh semua pihak, baik oleh klien, pemakai informasi
keuangan ataupun oleh auditor.

Kata wajar dalam paragraf pendapat mempunyai makna :

1. Bebas dari keragu raguan dan ketidak jujuran.


2. Lengkap informasinya.

Pengertian wajar ini tidak hanya terbatas pada jumlah – jumlah rupiah dan
pengungkapan yang tercantum dalam laporan keuangan. Namun meliputi pula
ketepatan penggolongan informasi seperti penggolongan aktiva atau utang
kedalam kelompok lancar dan tidak lancar, biaya usaha dan biaya di luar usaha.
Laporan keuangan dianggap menyajikan secara wajar posisi keuangan dan
hasil usaha suatu organisasi, sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum jika
memenuhi kondisi berikut ini:
 Prinsip akuntansi berterima umum digunakan untuk menyusun laporan
keuangan.
 Perubahan penerapan prinsip akuntansi berterima umum dari periode
keperiode telah cukup di jelaskan.
 Informasi dalam catatan catatan yang mengandungnya telah digambarkan dan
dijelaskan dengan cukup dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip
akuntansi berterima umum.

19
3.2 Saran
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai analisis laporan audit,
tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan
tugas ini.

Saya banyak berharap kepada para pembaca memberikan kritik dan saran
yang membangun kepada saya demi sempurnanya tugas ini dan penulisan tugas
ini di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga tugas ini berguna bagi saya
dan pembaca.

20
DAFTAR PUSTAKA

http://www.go-eagle.co.id/public/Laporan%20Keuangan%20Tahunan%20SMMT%20-
%2031%20Desember%202016.pdf

http://www.go-eagle.co.id/?q=id

21