Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH KONSEP CARING DALAM KEPERAWATAN

DI SUSUN OLEH

MARIA SEPTIANI SAKU LENGARI KP.16.01.153

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN WIRA HUSADA YOGYAKARTA

2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan
judul “Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan
judul “KONSEP CARING”. Makalah ini kami susun agar pembaca dapat memahami
tentang sikap carng pada teman dan semoga makalah ini dapat memberi wawasan dan
pemahaman yang kepada pembaca

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah


ini, oleh karena itu kami sangat menghargai akan saran dan kritik untuk membangun
makalah ini lebih baik lagi.Demikian yang dapat kami sampaikan,semoga melalui
makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Yogyakarta,23 Juli 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. ii


DAFTAR ISI................................................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 1
A. Latar belakang ................................................................................................................................... 1
B. Tujuan ............................................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................................................. 2
A. Pengertian Caring ............................................................................................................................. 2
B. Persepsi Klien Tentang Caring ......................................................................................................... 3
C. Teori Caring Menurut Watson .......................................................................................................... 4
D. Perilaku Caring dalam Praktik Keperawatan .................................................................................... 6
E. Perbedaan Caring dan Curing ........................................................................................................... 8
BAB III PENUTUP .................................................................................................................................. 10
A. Kesimpulan ........................................................................................................................................ 10
F. saran ................................................................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 11

iii
iv
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini, segala hal dituntut untuk semakin
maju dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk salah satunya merambah pada
bidang kesehatan terutama keperawatan. Kualitas pelayanan keperawatan sangat
mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, bahkan menjadi salah satu faktor penentu
citra institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit) di mata masyarakat. Hal ini terjadi
karena keperawatan merupakan kelompok profesi dengan jumlah terbanyak, paling depan
dan terdekat dengan penderitaan orang lain, kesakitan, kesengsaraan yang dialami
masyarakat. Salah satu indikator mutu layanan keperawatan adalah kepuasan pasien.
Perilaku Caring perawat menjadi jaminan apakah layanan perawatan bermutu apa tidak.
Perawat memerlukan kemampuan khusus saat melayani orang atau pasien yang sedang
menderita sakit. Kemampuan khusus tersebut mencakup keterampilan intelektual,
teknikal, dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring (Johnson, 1989).
Dengan mengetahui bagaimana caring yang sebenarnya, diharapkan perawat mampu
melakukan pelayanan secara totalitas terhadap kliennya.

B. Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :
1. Menjelaskan pengertian caring secara umum dan teori caring menurut Watson.
2. Memahami persepsi klien tentang caring.
3. Menjelaskan perilaku caring dalam praktik keperawatan.
4. Memahami perbedaan caring dan curing.

1
BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Caring
Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi
bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, menunjukkan perhatian, perasaan empati
pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi yang merupakan kehendak
keperawatan. (Potter, P. A. & Perry A. G. (2005). Fundamentals of Nursing : Concepts,
Process, and Practice. 6th Ed. St. Luois, MI : Elsevier Mosby.) Selain itu, caring
mempengaruhi cara berpikir seseorang, perasaan dan perbuatan seseorang. Caring juga
mempelajari berbagai macam philosofi dan etis perspektif.
Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena caring merupakan suatu
cara pendekatan yang dinamis, dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan
kepeduliannya kepada klien. Dalam keperawatan, caring merupakan bagian inti yang
penting terutama dalam praktik keperawatan. Saat ini, caring adalah isu besar dalam
profesionalisme keperawatan. Banyak ahli keperawatan yang mengungkapkan mengenai
teori caring, antara lain sebagai berikut:(Sartika,Nanda.(2011) Konsep Caring.

1. Watson (1979), yang terkenal dengan Theory of Human Caring, mempertegas bahwa
caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan
penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan
demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh.

2. Marriner dan Tomey (1994), menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan


kemanusiaan, inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal.Caring
bukan semata-mata perilaku. Caring adalah cara yang memiliki makna dan memotivasi
tindakan. Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan
fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien
(Carruth et all, 1999).

2
3. Griffin (1983), membagi konsep caring kedalam dua domain utama. Salah satu
konsep caring ini berkenaan dengan sikap dan emosi perawat, sementara konsep caring
yang lain terfokus pada aktivitas yang dilakukan perawat saat melaksanakan fungsi
keperawatannya. Griffin menggambarkan caring dalam keperawatan sebagai sebuah
proses interpersonal esensial yang mengharuskan perawat melakukan aktivitas peran
yang spesifik dalam sebuah cara dengan menyampaikan ekspresi emosi-emosi tertentu
kepada resepien. Aktivitas tersebut menurut Griffin meliputi membantu, menolong, dan
melayani orang yang mempunyai kebutuhan khusus. Proses ini dipengaruhi oleh
hubungan antara perawat dengan pasien.

4. Lydia Hall (1969) , mengemukakan perpaduan tiga aspek dalam teorinya. Sebagai
seorang perawat, kemampuan care, core, dan cure harus dipadukan secara seimbang
sehingga menghasilkan asuhan keperawatan yang optimal untuk klien. Care merupakan
komponen penting yang berasal dari naluri seorang ibu. Core merupakan dasar dari ilmu
sosial yang terdiri dari kemampuan terapeutik, dan kemampuan bekerja sama dengan
tenaga kesehatan lain. Sedangkan cure merupakan dasar dari ilmu patologi dan
terapeutik. Dalam memberikan asuhan keperawatan secara total kepada klien, maka
ketiga unsur ini harus dipadukan (Julia, 1995).

5. Florence Nightingale (1860), caring adalah tindakan yang menunjukkan pemanfaatan


lingkungan pasien dalam membantu penyembuhan, memberikan lingkungan bersih,
verifikasi yang baik dan tenang kepada klien.

B. Persepsi Klien Tentang Caring

Penilaian terhadap seorang perawat dapat terlihat dari perilaku Caring yang
dimiliki perawat. Teori Caring Swanson menyajikan permulaan yang baik untuk
memahami kebiasaan dan proses karakteristik pelayanan. Teori Caring Swanson (1991)
menjelaskan tentang proses Caring yang terdiri dari bagaimana perawat mengerti
kejadian yang berarti di dalam hidup seseorang, hadir secara emosional, melakukan suatu
hal kepada orang lain sama seperti melakukan terhadap diri sendiri, memberi informasi
dan memudahkan jalan seseorang dalam menjalani transisi kehidupan serta menaruh
kepercayaan seseorang dalam menjalani hidup. (Potter & Perry, 2005 ).

3
Jika perawat memili sikap sensitif, simpatik, melindungi klien, memberi kenyamanan,
menunjukkan kemampuan, maka klien merasa lebih dekat serta mudah berbagi perasaan
yang dimilikinya. Klien merasa semakin puas saat perawat melakukan tindakan Caring.
Pelayanan keperawatan yang baik terdiri dari perhatian yang penuh, hubungan kerja yang
baik, serta perilaku Caring. Kepuasan klien tidak hanya terlihat dari kepuasan pelayanan
kesehatan tetapi juga kepuasan terhadap tindakan keperawatan yang dilakukan.
Kepuasan klien juga merupakan faktor penting dalam memutuskan kembali untuk
berobat atau menjalani tindakan keperawatan. Tindakan Caring membangun kepercayaan
klien terhadap kemampuan perawat dalam memberikan pelayanan. Kepercayaan pada
tindakan keperawatan juga memunculkan kepercayaan terhadap institusi kesehatan.
Hal yang penting adalah mengetahui bagaimana klien menerima Caring dan
pendekatan apa yang paling baik dalam menyelenggarakan pelayanan. Sikap Caring
merupakan permulaan yang baik. Hal ini juga penting untuk menjelaskan persepsi dan
harapan khusus klien. Membangun suatu hubungan yang baik terhadap klien dapat
membantu perawat mengetahui apa yang penting bagi klien. Sikap ini juga membantu
perawat mengatasi perbedaan antara persepsi perawat dan klien tentang Caring. Perawat
harus mengetahui siapa klien dan mengenali klien agar suatu hubungan yang baik
terwujud dan perawat mampu memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan klien.

C. Teori Caring Menurut Watson


Caring merupakan sentral praktik keperawatan, tetapi hal ini lebih penting dalam
kekacauan lingkungan pelayanan kesehatan saat ini. Kebutuhan, tekanan, batas waktu
dalam waktu pelayanan kesehatan saat ini. Kebutuhan, tekanan, batas waktu dalam
lingkungan pelayanan kesehatan berada dalam ruang kecil praktik caring yang membuat
perawat dan profesi kesehatan klien (Watson, 2006 a). (Potter dan Perry edisi 7 : P.140).
Watson menjelaskan bahwa konsep dia didefinisikan untuk membawa arti baru untuk
paradigma keperawatan adalah “berasal dari pengalaman empiris klinis dilantik
dikombinasikan dengan latar belakang filsafat saya, intelektual dan experiental : dengan
demikian pekerjaan awal saya muncul dari nila sendiri-sendiri, keyakinan, dan persepsi
tentang kepribadian, kehidupan, kesehatan, dan persepsi tentang kepribadian, kehidupan,
kesehatan, dan penyembuhan. ( Watson, 1997, P.49). (Tomey, AM, Alligood, MR.2006).
4
Fokus keperawatan ditujukan pada promosi kesehatan dan penyembuhan penyakit dan
dibangun dari sepuluh faktor carativ, yang meliputi :
a. Pembentukan sistem humanistic dan altruistic
b. Penanaman (melalui pendidikan) Faith-Hope
c. Pengembangan sensisitifitas atau kepekaan diri kepada orang lain
d. Pengembangan hubungan yang bersifat membantu dan saling percaya
e. Meningkatkan dan saling menerima pengungkapan ekspresi perasaan baik
ekpresi perasaan positif maupun negative

f.Menggunakan metode ilmiah dan menyelesaikan masalah dan pengambilan


keputusan

g. Meningkatkan dan memfasilitasi proses belajar mengajar yang bersifat


interpersonal

h. Menciptakan lingkungan yang mendukung, melindungi dan meningkatkan atau


memperbaiki keadaan mental, sosial, kultural dan lingkungan spiritual

i. Membantu pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan antusias (kebutuhan-


kebutuhan survival, fungsional, integratif dan grup)

j. Mengembangkan kekuatan faktor excistensial phenomenologic

Nilai-nilai yang mendasari konsep caring menurut Jean Watson meliputi:


1. Konsep tentang manusia
Manusia merupakan suatu fungsi yang utuh dari diri yang terintegrasi (ingin dirawat,
dihormati, mendapatkan asuhan, dipahami dan dibantu) Manusia pada dasarnya ingin
merasa dimiliki oleh lingkungan sekitarnya merasa dimiliki dan merasa menjadi bagian
dari kelompok atau masyarakat, dan merasa dicintai dan merasa mencintai.
2. Konsep tentang kesehatan
Kesehatan merupakan keutuhan dan keharmonisan pikiran fungsi fisik dan fungsi
sosial. Menekankan pada fungsi pemeliharaan dan adaptasi untuk meningkatkan fungsi
dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kesehatan merupakan keadaan terbebas dari

5
keadaan penyakit, dan Jean Watson menekankan pada usaha-usaha yang dilakukan untuk
mencapai hal tersebut.
3. Konsep tentang lingkungan
Berdasarkan teori Jean Watson, caring dan nursing merupakan konstanta dalam
setiap keadaan di masyarakat. Perilaku caring tidak diwariskan dari generasi ke generasi
berikutnya, akan tetapi hal tersebut diwariskan dengan pengaruh budaya sebagai strategi
untuk melakukan mekanisme koping terhadap lingkungan tertentu.
4. Konsep tentang keperawatan
Keperawatan berfokus pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan caring
ditujukan untuk klien baik dalam keadaan sakit maupun sehat.

D. Perilaku Caring dalam Praktik Keperawatan


Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi
bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, perasaan empati pada orang lain dan
perasaan cinta atau menyayangi. Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena
caring merupakan suatu cara pendekatan yang dinamis, dimana perawat bekerja untuk
lebih meningkatkan kepeduliannya kepada klien. Dalam keperawatan, caring merupakan
bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan (Nanda Sartika, 2010).
Tindakan caring bertujuan untuk memberikan asuhan fisik dan memperhatikan
emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien. Kemudian caring juga
menekankan harga diri individu, artinya dalam melakukan praktik keperawatan, perawat
senantiasa selalu menghargai klien dengan menerima kelebihan maupun kekurangan
klien sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang tepat.
Mengapa perawat harus care? Pertanyaan ini dapat dijawab dalam beberapa cara, tetapi
terdapat tiga aspek penting yang mendasari keharusan perawat untuk care terhadap orang
lain. Aspek ini adalah aspek kontrak, dan aspek spiritual dalam caring terhadap orang
lain yang sakit (Fry, 1988).

6
1. Aspek kontrak
Telah diketahui bahwa, sebagai profesional, kita berada di bawah kewajiban kontrak
untuk care. Radsma (1994) mengatakan, “perawat memiliki tugas profesional untuk
memberikan care”. Untuk itu, kita sebagai perawat yang profesional diharuskan untuk
bersikap care sebagai kontrak kerja kita.
2. Aspek etika
Pertanyaan etika adalah pertanyaan tentang apa yang benar atau salah, bagaimana
membuat keputusan yang tepat, bagaimana bertindak dalam situasi tertentu. Jenis
pertanyaan ini akan memengaruhi cara perawat memberikan asuhan. Seorang perawat
harus care karena hal itu merupakan suatu tindakan yang benar dan sesuatu yang penting.
Dengan care perawat dapat memberikan kebahagiaan bagi orang lain.
3. Aspek spiritual
Di semua agama besar di dunia, ide untuk saling caring satu sama lain adalah ide utama.
Oleh karena itu, berarti bahwa perawat yang religious adalah orang yang care, bukan
karena dia seorang perawat tetapi lebih karena dia adalah anggota suatu agama atau
kepercayaan, perawat harus care terhadap klien.

Caring dalam praktik keperawatan dapat dilakukan dengan mengembangkan


hubungan saling percaya antara perawat dan klien. Pengembangan hubungan saling
percaya menerapkan bentuk komunikasi untuk menjalin hubungan dalam keperawatan.
Perawat bertindak dengan cara yang terbuka dan jujur. Empati berarti perawat memahami
apa yang dirasakan klien. Ramah berarti penerimaan positif terhadap orang lain yang
sering diekspresikan melalui bahasa tubuh, ucapan tekanan suara, sikap terbuka, ekspresi
wajah, dan lain-lain (Nurachmah,2001; Dwidiyanti,1998; Barnhart, etal, 1994, dalam
Mariner-Tomey, 1994; Kozier & Erb, 1985). Perawat perlu mengenali kebutuhan
komprehensif yaitu kebutuhan biofisik, psikososial, psikofisikal dan interpersonal klien.
Pemenuhan kebutuhan yang paling mendasar perlu dicapai sebelum beralih ke tingkat
yang selanjutnya. Perawat juga harus memberikan informasi kepada klien. Perawat
bertanggungjawab akan kesejahteraan dan kesehatan klien.
Caring mempuyai manfaat yang begitu besar dalam keperawatan dan seharusnya
tercermin dalam setiap interaksi perawat dengan klien, bukan dianggap sebagai sesuatu

7
yang sulit diwujudkan dengan alasan beban kerja yang tinggi, atau pengaturan
manajemen asuhan keperawatan ruangan yang kurang baik. Pelaksanaan caring akan
meningkatkan mutu asuhan keperawatan, memperbaiki image perawat di masyarakat dan
membuat profesi keperawatan memiliki tempat khusus di mata para pengguna jasa
pelayanan kesehatan.

E. Perbedaan Caring dan Curing


Perawat memerlukan kemampuan khusus saat melayani orang atau pasien yang
sedang menderita sakit. Kemampuan khusus tersebut mencakup ketrampilan intelektual,
teknikal, dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring (Johnson, 1989). Caring
merupakan fenomena universal yang berhubungan dengan bagaimana seseorang berpikir,
berperasaan, dan bersikap terhadap orang lain. Dalam teori caring, human care
merupakan hal yang mendasar.
Human care terdiri dari upaya untuk melindungi, meningkatkan, dan menjaga atau
mengabdikan rasa kemanusiaan dengan membantu orang lain, mencari arti dalam sakit,
penderitaan, dan keberadaannya serta membantu orang lain untuk meningkatkan
pengetahuan dan pengendalian diri (Pasquali dan Arnold, 1989 dan Watson, 1979). Di
samping itu, Watson dalam Theory of Human Care mempertegas bahwa caring sebagai
jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk
meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi
kesanggupan pasien untuk sembuh.
Dari sini kita tahu, caring bukan semata-mata perilaku. Sikap caring dalam
memberikan asuhan keperawatan, perawat menggunakan keahlian, kata-kata yang lemah
lembut, sentuhan, memberikan harapan, selalu berada di samping klien, dan bersikap
sebagai media pemberi asuhan (Carruth, Steele, Moffet, Rehmeyer, Cooper & Burroughs,
1999).
Caring dalam asuhan keperawatan merupakan bagian dari bentuk kinerja perawat
dalam merawat pasien. Perilaku caring perawat menjadi jaminan apakah perawat bermutu
atau tidak. Caring sebagai inti profesi keperawatan dan focus sentral dalam praktik
keperawatan, bersifat universal dan terdiri dari perilaku-perilaku khusus yang ditentukan
oleh dan terjadi dalam konteks budaya. Di dalamnya memiliki makna yang bersifat
aktifitas, sikap (emosional) dan kehati-hatian (Barnum, 1994).

8
Beberapa tokoh keperawatan seperti Watson (1979), Leininger (1984), Benner
(1989) menempatkan caring sebagai dasar dalam praktek keperawatan. Diperkirakan
bahwa sekitar ¾ pelayanan kesehatan merupakan caring sedangkan ¼ -nya merupakan
curing. Sebagai seorang perawat, kemampuan care dan cure harus dipadukan secara
seimbang sehingga menghasilkan asuhan keperawatan yang optimal untuk klien. Curing
sendiri memiliki pengertian yaitu upaya kesehatan dari kegiatan dokter dalam prakteknya
untuk mengobati pasien. Selain itu juga dapat difahami bahwa curing merupakan ilmu
yang empirik, mengobati berdasarkan bukti/data dan mengobati dengan patofisiologi
yang bisa dipertanggungjawabkan.
Perbedaan antara caring dan curing dapat lebih jelas jika dilihat dari diagnosis,
intervensi, dan tujuannya. Di dalam caring terdapat diagnosis keperawatan yang
merupakan suatu kegiatan mengidentifikasi masalah dan penyebab berdasarkan
kebutuhan dan respon klien. Sedangkan di dalam curing terdapat diagnosis medis yaitu
suatu bentuk kinerja yang mengungkapkan penyakit yang diderita klien. Dengan kata lain
dapat disebut diagnosa penyakit. Dalam caring lebih dititik-beratkan pada kebutuhan dan
respon klien untuk ditanggapi dengan pemberian perawatan. Berbeda dengan curing lebih
memperhatikan penyakit yang diderita serta penanggulangannya.
Selain itu, dapat juga dilihat dari intervensinya. Intervensi keperawatan (caring)
yaitu membantu klien memenuhi masalah klien baik fisik, psikologis, sosial, dan spiritual
dengan tindakan keperawatan yang meliputi intervensi keperawatan, observasi,
pendidikan kesehatan, dan konseling. Sedangkan intervensi kedokteran (curing) lebih ke
melakukan tindakan pengobatan dengan obat (drug) dan tindakan operatif. Dari sini dapat
difahami bahwa caring memperhatikan klien dari aspek fisik, psikologi, sosial, serta
spiritualnya sedangkan curing menekankan pada aspek kesehatan dan fisik kliennya.

9
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena caring merupakan suatu
cara pendekatan yang dinamis, dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan
kepeduliannya kepada klien. Dalam caring terdapat tiga makna yang ketiganya tidak
dapat dipisahkan yaitu memberi perhatian, bertanggung jawab, dan ikhlas. Perawat,
sebagai profesional, berada di bawah kewajiban kontrak untuk care. Penilaian terhadap
seorang perawat dapat terlihat dari perilaku caring yang dimiliki perawat. Jika perawat
memiliki sikap sensitif, simpatik, melindungi klien, memberi kenyamanan, menunjukkan
kemampuan, maka klien merasa lebih dekat serta mudah berbagi perasaan yang
dimilikinya.

F. saran
Untuk itu sebagai seorang perawat kita harus bangga karena kita melakukan
tindakanyang mulia yaitu care, merawat. Namun, sebagai professional, kita harus
melakukan semua itu dengan penuh rasa ikhlas.

10
DAFTAR PUSTAKA

Afifah, Efy. Konsep Caring. Diambil dari http://staff.ui.ac.id


R.N, Joyce Smith. Caring in Nursing. Diambil dari legacy.owensboro.kctcs.edu.
Potter, P. A. & Perry A. G. (2005). Fundamentals of Nursing : Concepts, Process, and
Practice. 6th Ed. St. Luois, MI : Elsevier Mosby.
Sartika, Nanda. (2011) Konsep Caring. Diambil dari http://www.pedoman.news.com.
Potter, P.A. & Perry, A.G. (2005). Fundamental of Nursing : Concepts,
Process, and Practice.6th Ed. St Louis, MI : Elsevier Mosby. Hal 110-111.
Potter, P.A. & Perry, A.G. (2009). Fundamental Keperawatan. Edisi 7.
Buku I hal.164-165. Terjemahan Penerbit Salemba Medika.
Potter, P.A & Perry, A.G. 2009. Fundamental Keperawatan Edisi 7 Buku I. Terjemahan.
Salemba Medika : Jakarta
Tomey, AM, Alligood, MR. 2006. Nursing Theorists. Six Edition. Mosby : US Of
America

11