Anda di halaman 1dari 78

SOSIAL MAPPING

Kampung Long Lanuk

SOSIAL MAPPING Kampung Long Lanuk
SOSIAL MAPPING Kampung Long Lanuk

Penulisan Naskah Penyunting Pengumpul Data Pengumpulan Peta Cover

LONG LANUK

: Maria Angelica Toyo, Nur Oktaviani Fazrin dan Kevin Ardiandi F : Wanda Aziizah Rahayu, M. Irvandhy Andrea dan Rapida : Lita Mutia, Lale mega Zahara, dan Astin Glories ST : Juliandri dan Holis Ridwanto : Wanda Aziizah Rahayu

September 2018 Info lebih mengenai Long Lanuk dapat mengakses:

Didukung Oleh

: Wanda Aziizah Rahayu September 2018 Info lebih mengenai Long Lanuk dapat mengakses: www.longlanuk.com Didukung Oleh
: Wanda Aziizah Rahayu September 2018 Info lebih mengenai Long Lanuk dapat mengakses: www.longlanuk.com Didukung Oleh

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat sehat kepada kami sampai akhirnya buku pemetaan sosial (social mapping) di Kampung Long Lanuk Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau ini berhasil disusun dan dipublikasikan. Buku ini adalah dedikasi kami sebagai mahasiswa KKN 44 Kampung Long Lanuk tahun 2018 Universitas Mulawarman. Buku ini menyajikan tentang pemetaan berbagai macam potensi yang dimiliki oleh Kampung Long Lanuk di Kabupaten Berau. Buku pemetaan sosial ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang ada di Kampung Long Lanuk untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik masyarakat dan mengetahui kebutuhan masyarakat sebagai dasar penentu program-program pemerintah agar tepat sasaran. Selayaknya manusia, kami sadar dalam penyusunan buku ini tentulah akan banyak sekali khilaf yang terjadi baik kesalahan penulisan kata atau mungkin kesalahan penulisan data-data yang dianggap penting. Kami segenap penyusun buku ini mengucapkan mohon maaf dan kami berharap mampu memperbaiki di cetakan berikutnya.

Long Lanuk, 1 September 2018

Mahasiswa KKN 44 Kampung Long Lanuk Universitas Mulawarman

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR

ISI

ii

DAFTAR

GAMBAR

iv

DAFTAR

TABEL

vi

DAFTAR

GRAFIK

vii

BAB 1 PENDAHULUAN

1

1.1 Latar Belakang

1

1.2 Tujuan Penelitian

2

1.3 Pendekatan Studi: Sustainable Livelihood Approach

2

BAB 2 METODE PENELITIAN

4

2.1 Waktu dan Lokasi Penelitian

4

2.2 Rancangan Penelitian

4

2.3 Teknik Pengumpulan Data

4

2.4 Teknik Analisis Data

5

BAB 3 PEMBAHASAN

7

3.1

MORFOLOGI DAN GEOGRAFI

7

3.1.1 Letak Kampung

7

3.1.2 Orbitasi

8

3.1.3 Batas dan Luas Wilayah

9

3.1.4 Iklim dan Cuaca

10

3.1.5 Topografi dan Aliran Sungai

10

3.1.6 Struktur Geologi

13

3.1.7 Keadaan Pemukiman

15

3.1.8 Lokasi Rawan Bencana

18

3.2

TATA RUANG

20

3.2.1

Status Lahan

20

3.3

PRASARANA & SARANA

22

3.3.1 Jaringan Jalan

22

3.3.2 Jaringan Transportasi

24

3.3.3 Jaringan Pengairan

25

3.3.4 Jaringan Listrik

26

3.3.5 Jaringan Telekomunikasi

28

3.3.6 Prasarana & Sarana Umum

29

3.4

DEMOGRAFI

32

3.4.1

Data Umum Penduduk

32

3.4.2

Struktur Kependudukan

37

3.4.3 Tingkat Kepadatan Penduduk

39

3.4.4 Angkatan Kerja

41

3.5

SEJARAH, BUDAYA & AGAMA

42

3.5.1

Sejarah Lokal Kampung

42

3.5.2

Adat dan Budaya

45

3.5.3

Agama dan Keberagaman

48

3.6

POLITIK & KEAMANAN

50

3.6.1

Pembagian Wilayah Kampung

50

3.7

POTENSI DAYA DUKUNG ALAM

52

3.7.1

Keanekaragaman hayati

52

3.8

KESEHATAN MASYARAKAT

55

3.8.1

Keadaan Umum Kesehatan

55

3.8.2

Sanitasi Lingkungan

56

3.9

POTENSI PARIWISATA

57

3.9.1

Lokasi Wisata

57

3.10

PENDIDIKAN

63

3.10.1 Jumlah Siswa

63

3.10.2 Ketersediaan Prasarana dan Sarana

64

3.10.3 Ketersediaan Prasarana dan Sarana

65

3.10.4 Tantangan Kedepan

65

BAB 4 PENUTUP

66

DAFTAR PUSTAKA

67

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Peta Letak Kampung Long Lanuk

7

Gambar 2 Peta orbitasi Kampung Long Lanuk ke Kecamatan, Ibukota Kabupaten, dan Ibukota Provinsi

8

Gambar 3 Peta Batas Wilayah Indikatif Kampung Long Lanuk

9

Gambar 4 Peta sebaran curah hujan rata-rata di Kabupaten Berau

10

Gambar 5 Peta Topografi Kampung Long Lanuk dengan garis kontur 100

11

Gambar 6 Peta Tiga Dimensi (3D) dan irisan topografi wilayah Kampung Long Lanuk

12

Gambar 7 Sebaran aliran sungai di wilayah Long Lanuk

13

Gambar 8 Peta struktur geologi di Wilayah Long Lanuk (Sumber: Geologi Indonesia 2015 & P3G Bandung)

14

Gambar 9 Foto Udara Pemukiman Kampung Long Lanuk (Aries Dwi S, Januari 2018)

15

Gambar 10 Kondisi Pemukiman di Kampung Long Lanuk (kampung induk)

16

Gambar 11 Foto Udara Pemukiman Nyapa Indah Kampung Long Lanuk (Aries Dwi S, Januari 2018)

16

Gambar 12 Kondisi Pemukiman di Nyapa Indah, Kampung Long Lanuk

17

Gambar 13 Peta rawan banjir pemukiman di Long Lanuk (kampung induk)

18

Gambar 14 Peta rawan banjir daerah pemukiman Nyapa Indah

19

Gambar 15 Kondisi saat banjir melanda pemukiman Kampung Long Lanuk. Air menggenang setinggi orang dewasa (kiri) dan aktivitas di dalam pemukiman menggunakan perahu (kanan)

19

Gambar 16 Peta rawan bencana Kabupaten Berau, Long Lanuk Rawan kebakaran hutan dan Rawan pergerakan tanah Menengah

20

Gambar 17 Peta status lahan berdasarkan RTRT Berau 2016-2036

21

Gambar 18 Peta jaringan jalan di Kampung Long Lanuk

23

Gambar 19 Kondisi Jembatan Sungai Kelay di Jalan Hauling (kiri) dan Jalan Lokal Kampung di Long Lanuk (kanan)

24

Gambar 20 Water Treatment Plant (WTP) di Pemukiman Long Lanuk

26

Gambar 21 Mesin diesel dan generator listrik di Nyapa Indah (kiri) dan di Long Lanuk (kanan)

27

Gambar 22 Instalasi jaringan listrik di Nyapa Indah (kiri) dan Tiang Jaringan PLN di Long Lanuk

28

Gambar 23 Kantor Kepala Kampung Long Lanuk

29

Gambar 24 Balai adat kampung Long Lanuk

29

Gambar 25 Foto udara pemukiman di Long Lanuk (kampung induk) (Foto: Aries Dwi S)

40

Gambar 26 Foto udara pemukiman di wilayah Nyapa Indah (Foto: Aries Dwi S)

40

Gambar 27 Hudoq, jelmaan dewa yang turun ke Bumi untuk memberkati padi yang akan ditanam

46

Gambar 28 Menugal padi gunung, salah satu bentuk kebersamaan dalam budaya dayak

47

Gambar 29 Pernikahan adat pada masyarakat Kampung Long Lanuk

48

Gambar 30 Gereja Protestan di Long Lanuk (kiri) dan di Nyapa Indah (kanan)

49

Gambar 31 Masjid (kiri) dan Gereja Katholik (kanan)

50

Gambar 32 Pembagian wilayah RT di Kampung Long Lanuk (Kampung Induk)

50

Gambar 33 Pembagian wilayah RT di wilayah Nyapa Indah

51

Gambar 34 Pohon Ulin di pedalaman hutan Long Lanuk

52

Gambar 35 Daerah karst berdasarkan Pergub No. 12 tahun 2012

53

Gambar 36 Daerah Tangkapan Air (Catchment Area) di wilayah Long Lanuk

54

Gambar 37 Fasilitas kesehatan di Nyapa Indah (tergabung dengan rumah dinas perawat dan bidan) dan Fasilitas kesehatan di Long Lanuk (Kanan)

56

Gambar 38 Foto air terjun Nyapa 1, dengan ketinggian 7 meter

57

Gambar 39 Foto Air Terjun Nyapa 2 tingkat kedua setinggi 24 meter

57

Gambar 40 Kolam pemandian alami di sungai Nyapa (kiri) dan air terjun Nyapa 2 dengan dua tingkat

58

Gambar 41 Goa Petau salah satu goa yang menjadi goa yang terdapat peninggalan sejarah

59

Gambar 42 Pemandangan di puncak Nyapa, agak berkabut karena gambar diambil setelah hujan

60

Gambar 43 Pemandangan indah nan cantik ketika mencapai puncak Nyapa

60

Gambar 44 Kendok Jenum, lokasi potensial dijadikan piknik

61

Gambar 45 Spot memancing dengan pemandangan yang indah di Batu Belah

62

Gambar 46 Lubang Pasir, goa cantik yang lokasinya mudah dijangkau

62

Gambar 47 Peta lokasi wisata di Kampung Long Lanuk

63

Gambar 48 SDN 006 Sambaliung (kiri) da SDN 025 Sambaliung di Nyapa Indah (kanan)

64

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Peruntukan Ruang dan Status Lahan di Wilayah Kampung Long Lanuk

22

Tabel 2 Status & Keadaan Jaringan Jalan di Kampung Long Lanuk

23

Tabel 3 Rute dan jaringan transportasi menuju Kampung Long Lanuk

25

Tabel 4 Prasarana dan sarana Umum Kampung Long Lanuk (kampung induk)

30

Tabel 5 Prasarana dan Sarana Umum Nyapa Indah

31

Tabel 6 Data Kepala Keluarga di Kampung Long Lanuk Menurut Jenis Kelamin

32

Tabel 7 Data Jumlah Penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis kelamin (n=887)

33

Tabel 8 Data jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut tingkat pendidikan formal

34

Tabel 9 Data jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis pekerjaan utama

35

Tabel 10 Data penduduk Kampung Long Lanuk menurut kelompok usia

38

Tabel 11 Data Pemimpin Kampung Long Lanuk

44

Tabel 12 Timeline kegiatan masyarakat di Long Lanuk

46

Tabel 13 Data penduduk Kampung Long Lanuk menurut agama

49

Tabel 14 Sarana, Prasarana dan Tenaga Kesehatan Kampung Long Lanuk

55

Tabel 15 Kepemilikan jamban di Kampung Long Lanuk

56

Tabel 16 Jumlah siswa di Kampung Long Lanuk

64

Tabel 17 Jumlah tenaga pendidik di Kampung Long Lanuk

65

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 perbandingan jumlah Kepala Keluarga di Kampung Long Lanuk menurut jenis kelamin

(n=254)

33

Grafik 2 Perbandingan jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis kelamin (n=887) Grafik 3 Perbandingan jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut tingkat pendidikan formal

34

(n=887)

35

Grafik 4 Jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis pekerjaan Grafik 5 Perbandingan jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis pekerjaan utama

36

(n=887)

37

Grafik 6 Data penduduk Kampung Long Lanuk menurut kelompok usia dan jenis kelamin

38

Grafik 7 Struktur demografi penduduk Kampung Long Lanuk menurut kelompok usia dan jenis kelamin (n=887)

39

Grafik 8 Perbandingan jumlah angkatan kerja yang Bekerja dengan yang belum bekerja (n=532)

41

Grafik 9 Perbandingan jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut agama (n=887)

49

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam dewasa ini pemerintah Indonesia sangat berperan aktif dalam usaha untuk memajukan Negara tercinta, tak jarang berbagai upaya pun dilakukan baik dengan mengoptimalkan sumber daya manusianya atau di era ini dikenal dengan tagline Revolusi Mental . Selain itu pemerintah Indonesia untuk melakukan akselerasi kemajuan Indonesia juga sadar perlu adanya pngembangan kualitas suatu kelompok masyarakat paling dasar dai suat Negara yaitu Kampung. Dalam hal ini dibuktikan dengan selalu meningkatnya dana Kampung dari bebrapa kurun waktu dekat ini, terbukti pada 2017 dana Kampung yang dianggarkan oleh pemerintah pusat untuk Kampung diseluruh Indonesia sebesar 46,8 triliun dan pada tahun 2018 dana Kampung yang dianggarkan pemerintas memiliki kenaikan sebesar 60 triliun dengan landasan tersebut pemerintah mempunyai harapan yang besar dalam membangun Kampung sebagai pondasi kemajuan dari suatu Negara yang dalam hal ini perlu adanya sasaran yang tepat dalam mengimplementasikan program- program baik yang dilakukan oleh Kampung maupun stakeholder yang memiliki kepentingan dalam membangun Kampung. Mengetahui kondisi social,ekonomi,kelembagaan,pembanguna dan budaya merupakan suatu pengetahuan yang penting dalam merumuskan kebijakan ataupun program yang dilakukan Kampung maupun pihak lain yang dirasa memiliki kepentingan didalamnya dalam turut membangun Kampung, oleh sedab itu perlu adanya data yang mendeskripsikan kondisikan tersebut atau salah satunya dengan melakuakan pemetaan kondisi social dalam suatu Kampung sama halnya Kampung Long lanuk yang merupakan salah satu Kampung kecamatan Sambaliung. Pemetaan social (social mapping) merupakan upaya mengidentifikasi dan memahami struktur social (system kelembagaan dan individu ) tata hubungan antara lembaga dan individu pada lingkungan social tertentu. Pemetaan social dapat juga diartikan sebagai social profiling atau pembuatan profil suatu masyarakat. Identifikasi kelembagaan dan individu ini dilakukan secara akademik melalui suatu penelitiaan lapangan, yakin megumpulkan data secara langsung, menginterpretasikannya dan menetapkan tatan hubungan antara satu dengan yang lain satuan social dalam kawasan komunitas yang

ditelti.Adapun tujuan utama membuat pemetaan sosial adalah diperolehnya program prioritas dan alokasi sumber dalam penguatan kelompok sosial masyarakat dari pengaruh budaya-budaya luar secara efisien, efektif dan berkelanjutan. Diharapkan dengan adanya buku Social Mapping yang disusun oleh kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 44 Kampung Long Lanuk Universitas Mulawarman ini dapat dimanfaatkan untuk mendeskripsikan Kampung Long Lanuk dalam bentuk angka sehingga mudah untuk memahami kondisi Kampung Long Lanuk yang tentunya dari pemahaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan pengambilan keputusankeputusan maupun ide untuk melakukan suatu program di Kampung Long Lanuk.

1.2 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian social mapping ini adalah memasuk data dan informasi

bagi pelaksanaan program pengembangan masyarakat. Fokus dan tujuan social mapping ini dalam pemahaman masyarakat dan masalah sosial adalah :

1)

Untuk pembentukan profil Kampung.

2) Untuk mendeskripsikan potensi sumber daya manusia, sumber daya alam, kondisi infrastruktur, dan pendidikan yang ada di Kampung Long lanuk 3) Untuk memetakan tingkat ekonomi, kesehatan, dan lingkungan yang ada di Kampung long lanuk 4) Kampung Long Lanuk Untuk dapat mengetahui permasalahan, kebutuhan dan potensi

yang ada di Kampung Long Lanuk

1.3 Pendekatan Studi: Sustainable Livelihood Approach Informasi penting seperti apa yang ada di dalam Social Baseline Study atau Social Mapping sehingga mampu merumuskan pendekatan pembangunan masyarakat. Terdapat beberapa pendekatan pembangunan masyarakat yang sejalan dengan fenomena dan situasi kondisi saat ini yaitu, penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood), tata pemerintahan yang baik (good governance), desentralisasi, kritik partisipasi (critique participation), penghapusan kemiskinan (poverty reduction) pendekaan berbasis hak (right based approach) dan lain sebagainya. Pendekatan penghidupan berkelanjutan (Sustainable Livelihood Approach) adalah cara untuk meningkatkan pemahaman tentang mata pencaharian masyarakat miskin. Menggambarkan faktor-faktor utama yang mempengaruhi mata pencaharian masyarakat miskin dan tipikal hubungan antara factor-faktor tersebut.

Pendekatan penghidupan berkelanjutan ini dapat digunakan untuk merencanakan kegiatan baru dan mengkaji kontribusi kegiatan yang ada, yang telah dibuat untukmempertahankan mata pencaharian berkelanjutan Kerangka kerja pendekatan penghidupan berkelanjutan menempatkan penduduk merupakan hal yang menjadi perhatian utama, daripada sumber daya atau pemerintahan. Pendekatan penghidupan berkelanjutan digunakan untuk mengidentifikasi kendala utama dan peluang yang dihadapi oleh orang-orang miskin, seperti yang diungkapkan oleh mereka sendiri. Ini menjadi dasar definisi,kemudian mendukung penduduk miskin dengan menunjukkan kendala, atau pemanfaatan peluang. Kerangka kerja bukanlah model yang bertujuan untuk menggabungkan semua elemen kunci dari mata pencaharian masyarakat, maupun solusi universal. Sebaliknya, merupakan cara untuk merangsang pemikiran dan analisis, disesuaikan dan diuraikan tergantung pada situasi. Pendekatan penghidupan berkelanjutan memiliki tujuh prinsip. Pendekatan penghidupan

berkelanjutan tidak memberikan resep solusi atau menentukan metode. Sebaliknya, fleksibel beradaptasi dengan berbagai kondisi setempat. Prinsip-prinsip panduan adalah terpusat pada penduduk. Pendekatan penghidupan berkelanjutan dimulai dengan menganalisis mata pencaharian penduduk dan bagaimana mereka berubah dari waktu ke waktu. Masyarakat sendiri berpartisipasi aktif dalam seluruh siklus proyek. a) Holistik. Pendekatan penghidupan berkelanjutan mengakui bahwa penduduk mengadopsi banyak strategi untuk menjamin penghidupanmereka, dan bahwa banyak pelaku terlibat; misalnya sektor swasta, kementerian, organisasi berbasis masyarakat dan organisasi internasional.

b) Dinamis. Pendekatan penghidupan berkelanjutan berusaha untuk memahami sifat dinamis dari mata pencaharian dan apa yang mempengaruhinya.

c) Membangun kekuatan. Pendekatan penghidupan berkelanjutan dibuat berdasarkan kekuatan dan peluang yang dirasakan penduduk daripa daberfokus pada masalah dan kebutuhan mereka. Mendukung strategi mata pencaharian penghidupan yang sudah ada.

d) Mempromosikan link mikro-makro. Pendekatan penghidupan berkelanjutan mengkaji pengaruh kebijakan dan institusi pada opsi-opsi mata pencaharian penduduk dan menyoroti perlunya pemberitahuan pengertian kebijakan dari tingkat lokal maupun kepada masyarakat miskin sebagai prioritas.

e) Mendorong kemitraan yang luas. Pendekatan penghidupan berkelanjutan menghitung

luas kemitraan, yang menggambar sektor publik dan sector swasta. f) Bertujuan berkelanjutan. Penting jika pengurangan kemiskinan merupakanhal yang kekal.

BAB 2

METODE PENELITIAN

2.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Waktu pelaksanaan Pemetaan Sosial Program Kampung Long Lanuk dilaksanakan

pada bulan Juli 2018 sampai bulan Agustus 2018. Pelaksanaan kegiatan Pemetaan

Sosial Program Kampung Long Lanuk dilaksanakan di Kampung Long Lanuk di

Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

2.2 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan kausal

komparatif yang bersifat ex post facto artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian

yang dipersoalkan berlangsung.

2.3 Teknik Pengumpulan Data Rapid Apraisal Methods merupakan metode yang digunakan dengan cara yang

cepat dan murah untuk mengumpulkan informasi mengenai pandangan dan masukan

dari populasi sasaran dan stakeholders lainya mengenai kondisi geografis, sosial dan

ekonomi. Beberapa metode Rapid Apraisal yang digunakan dalam melakukan pemetaan

sosial untuk Program Kampung Long Lanuk adalah :

2.3.1 Penggumpulan Data Menggunakan Metode Kualitatif

Setelah mendapat gambaran umum mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat

sekitar, peneliti kemudian mengarah pada metode kualitatif. Pengambilan data secara

kualitatif diambil dengan menggunakan teknik wawancara informan kunci (Key

Informant), wawancara ini dilakukan terhadap individu tertentu yang sudah diseleksi

karena dianggap menguasai informasi tentang kondisi wilayahnya. Wawancara ini

bersifat kualitatif, mendalam dan semi terstruktur, observasi serta studi dokumentasi.

2.3.2

Wawancara

Wawancara merupakan salah satu cara yang paling umum dilakukan dalam

penelitan kuantitatif. Peneliti dalam mengumpulkan data telah menentukan sejumlah

daftar apa saja yang ingin digali dari setiap informan, namun peneliti menggunakan

jenis wawancara semi-terstruktur. Selain menggunakan jenis wawancara semi-

terstruktur, peneliti menggunakan teknik snowball sampling dalam menentukan siapa

saja yang akan dijadikan informan dalam penelitian. Teknik snowball sampling

memiliki mekanisme seperti bola salju dimana dari satu informan, merekomendasikan

informan lain hingga terjadi kejenuhan data.

2.3.3 Observasi

Teknik penggumpulan data yang selanjutnya adalah observasi. Menurut

Herdiansyah (2012) observasi didefinisikan sebagai suatu proses melihatmengamati,

dan mencermati serta merekam perilaku secara sistematis untuk suatu tujuan tertentu.

Observasi adalah suatu kegiatan mencari data yang dapat digunakan untuk memberikan

suatu kesimpulan atau diagnosis. Observasi bukan hanya mengamatitanpa makna, lebih

dari itu observasi merupakan perilaku tampak yang bertujuan. Selama penelitian,

peneliti berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di

Kampung, hal ini sangat membantu peneliti dalam melakukan observasi dan

mendapatkan gambaran masyarakat secara rill serta menghasilkan gambaran yang

objektif apa adanya.

2.4 Teknik Analisis Data Analisis data menjadi salah satu tahap penting dalam penelitian. Data-data yang telah

dikumpulkan di lapangan mulai dari survei, wawancara, observasi hingga dokumentasi di

analisis agar mendapat hasil. Inti dari analisis data dalam penelitian adalah mengurai dan

mengolah data mentah menjadi data yang dapat ditafsirkan dan dipahami secara lebih

spesifik dan dipahami tanpa ada multi tafsir di dalamnya. Menurut Miles dan Huberman

(1992), penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari 3 tahap, yaitu:

reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

2.4.1

Reduksi Data

Reduksi data yaitu proses pemilahan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari hasil survei maupun catatan- catatan tertulis di lapangan. Pada tahap ini, peneliti menggabungkan berbagai data yang ada. Data yang didapat diubah menjadi bentuk tulisan. Data yang dianggap penting

dikelompokkan untuk kemudian dijadikan bahan pembuatan laporan.

2.4.2 Penyajian Data

Penyajian data, yaitu proses yang perlu dilakukan untuk melakukan analisis data. Penyajian data diawali dengan menyusun informasi yang telah didapatkan, kemudian data disajikan dalam bentuk teks naratif ataupun dalam bentuk chart, tabel dan foto. Setelah melakukan reduksi data, dalam tahap ini peneliti menyajikan data dalam bentuk tulisan, tabel, chart, dan foto. Lalu peneliti menuliskan secara deskriptif hasil temuan yang didapatkan dilapangan.

BAB 3 PEMBAHASAN

3.1 MORFOLOGI DAN GEOGRAFI

3.1.1 Letak Kampung

Kampung Long Lanuk adalah salah satu kampung dalam wilayah Kecamatan

Sambaliung, Kabupaten Berau, Propinsi Kalimantan Timur. Secara Geografis,

Kampung Long Lanuk terletak pada kuadran 117°09’07” dan 117°28’48” Bujur Timur

(BT) serta 1°59’22” dan 1°44’59” Lintang Utara (LU).

Bujur Timur (BT) serta 1°59’22” dan 1°44’59” Lintang Utara (LU). Gambar 1 Peta Letak Kampung Long

Gambar 1 Peta Letak Kampung Long Lanuk

3.1.2

Orbitasi

Kampung Long Lanuk merupakan salah satu kampung di Kecamatan Sambaliung yang posisinya berada di paling hulu sungai Kelay. Jarak ke pusat Kecamatan Sambaliung ditarik secara garis lurus adalah 29.5 km. Adapun jarak ke Ibukota Kabupaten Berau (Tanjung Redeb) adalah 28.5 km, yang dapat ditempuh selama 1.5 jam dengan menggunakan mobil atau motor. Sedangkan jarak dari Kampung Long Lanuk ke Ibukota Provinsi (Kota Samarinda), jaraknya 267.5 km (garis lurus).

29.5 km 28.5 km 267.5 km
29.5 km
28.5 km
267.5 km

Gambar 2 Peta orbitasi Kampung Long Lanuk ke Kecamatan, Ibukota Kabupaten, dan Ibukota Provinsi

3.1.3

Batas dan Luas Wilayah

Secara administratif Kampung Long Lanuk berbatasan dengan Kampung Tumbit Dayak dibagian utara; dibagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Kelay (Kampung Merasa dan Kampung Panaan); dibagian barat berbatasan dengan Kampung Tumbit Dayak dan Kecamatan Segah (Kampung Siduung Indah); dan dibagian timur berbatasan dengan Kampung Inaran. Batas administratif Kampung Long Lanuk masih berupa indikatif menurut penuturan para tokoh kampung dan kesepakatan antar kampung yang berada di wilayah kerja PT. Inhutani Unit Meraang. Terdapat perbedaan batas wilayah yang dikeluarkan oleh peta indikatif Kabupaten Berau dengan peta indikatif yang dibuat oleh tim penyusun. Luas wilayah Kampung Long Lanuk berdasarkan peta indikatif versi tim penyusun adalah sebesar 45.111,5 Ha.

peta indikatif versi tim penyusun adalah sebesar 45.111,5 Ha. Gambar 3 Peta Batas Wilayah Indikatif Kampung

Gambar 3 Peta Batas Wilayah Indikatif Kampung Long Lanuk

3.1.4

Iklim dan Cuaca

Sebagai daerah di hulu sungai wilayah Kecamatan Sambaliung, Kampung Long Lanuk memiliki curah hujan yang sedang. Data dari Pemerintah Kabupaten Berau menunjukkan bahwa daerah Kampung Long Lanuk memiliki curah hujan rata-rata sekitar 2.000-2.500 mm/tahun.

memiliki curah hujan rata-rata sekitar 2.000-2.500 mm/tahun. Gambar 4 Peta sebaran curah hujan rata-rata di Kabupaten

Gambar 4 Peta sebaran curah hujan rata-rata di Kabupaten Berau

3.1.5 Topografi dan Aliran Sungai

Wilayah pemukiman Kampung Long Lanuk (kampung induk dan wilayah Nyapa Indah) terletak di daerah dengan ketinggian rendah, yaitu berkisar 30-80 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan berada di pinggir Sungai Kelay. Menuju ke arah hulu sungai Kelay, wilayah kampung memiliki ketinggian berkisar 300-1200 mdpl berupa perbukitan terjal yang ditunjukan dengan kontur-kontur yang rapat. Wilayah tersebut merupakan barisan perbukitan berbatu yang oleh masyarakat sekitar dinamakan Bukit Betean, Bukit Batu Belah, Bukit Long Dem, Bukit Nyapa, dan Bukit But Bo.

Gambar 5 Peta Topografi Kampung Long Lanuk dengan garis kontur 100 Daerah perbukitan tersebut mayoritas

Gambar 5 Peta Topografi Kampung Long Lanuk dengan garis kontur 100

Daerah perbukitan tersebut mayoritas merupakan batuan gamping dengan ciri khas batuan yang berwarna putih. Sebagaimana bukit gamping pada umumnya, di wilayah Kampung Long Lanuk banyak ditemukan goa-goa tempat burung walet bersarang. Selain itu, wilayah hutan di sekitar perbukitan gamping tersebut merupakan habitat banyak satwa dan jarang dimasuki oleh masyarakat dikarenakan medan yang terjal dan sulit dilalui. Hanya beberapa masyarakat sering masuk ke hutan di perbukitan tersebut untuk mengambil hasil hutan seperti mencari madu, rotan, gaharu, sarang burung walet maupun kayu.

Gambar 6 Peta Tiga Dimensi (3D) dan irisan topografi wilayah Kampung Long Lanuk Kampung Long
Gambar 6 Peta Tiga Dimensi (3D) dan irisan topografi wilayah Kampung Long Lanuk Kampung Long

Gambar 6 Peta Tiga Dimensi (3D) dan irisan topografi wilayah Kampung Long Lanuk

Kampung Long Lanuk yang sebagian besar wilayahnya berupa hutan dan perbukitan, menjadikan Long Lanuk banyak ditemukan mata air pegunungan. Air yang berasal dari mata air di pegunungan tersebut mengalir dan bertemu dengan aliran air dari sumber lainnya sehingga membentuk anakan sungai yang bermuara di Sungai Kelay. Anakan sungai tersebut tersebar di wilayah Long Lanuk, baik berupa sungai musiman maupun sungai yang alirannya tetap sepanjang tahun. Anak sungai yang banyak masyarakat Long Lanukj dan Nyapa Indah manfaatkan untuk aktivitas hidup sehari-hari adalah Sungai Betean, Sungai Long Dem, Sungai Jenum, dan Sungai Nyapa Indah.

Gambar 7 Sebaran aliran sungai di wilayah Long Lanuk 3.1.6 Struktur Geologi Kabupaten berau memiliki

Gambar 7 Sebaran aliran sungai di wilayah Long Lanuk

3.1.6 Struktur Geologi

Kabupaten berau memiliki beragam formasi geologi yang mengandung berbagai macam jenis mineral dan batubara yang terkandung didalamnya. Berdasarkan peta geologi regional lembar Muasa Lasan, lembar Tanjung Redeb 1918, Lembar Muarawahau 1817, lembar Talisayan 1916 (P3G Bandung, 1995), Kabupaten Berau terdiri dari 26 (dua puluh enam) formasi batuan dan alluvium berumur kuarter. Dua puluh enam batuan tersebut terdiri atas 21 formasi batuan sedimen tersier, dua diantaranya berupa batuan gunung api. Di wilayah Long Lanuk sendiri dilewati oleh empat formasi batuan, yaitu formasi Gunungapi Lapung (Formasil Lati), Formasi Birang, Formasi Telen, dan Formasi Kelay. Formasi batuan utama yang membawa pembawa batubara adalah Formasil Lati yang tersebar di lima kecamatan yaitu Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Segah. Formasi ini melewati wilayah Kampung Long Lanuk, tepatnya di sisi sebelah kiri Sungai Kelay jika kita turun dari Hulu Sungai Kelay. Selain Formasi Gunungapi Lapung

(Formasi Lati), juga terdapat Formasi Birang yang membawa lapisan batubara. Formasi Birang didominasi oleh fraksi halus (batulumpur) yang diendapkan di lingkungan laut dalam sampai delta. Bagian atas formasi birang ini merupakan perulangan yang terbentuk pada lingkungan delta, termasuk lapisan batubara. Tebal satuan batuan lebih dari 1100 m. Letak Formasi birang ini juga berada di sisi kiri Sungai Kelay (dari hulu) lebih tepatnya di sebelah hulu pemukiman Nyapa Indah sampai perbatasan Kampung Long Lanuk dengan Kampung Merasa.

sampai perbatasan Kampung Long Lanuk dengan Kampung Merasa. Gambar 8 Peta struktur geologi di Wilayah Long

Gambar 8 Peta struktur geologi di Wilayah Long Lanuk (Sumber: Geologi Indonesia 2015 & P3G Bandung)

Sedangkan daerah perbukitan Betean, Long Dem, Batu Belah, But Bo, hingga ke perbukitan Nyapa merupakan bagian dari Formasi Telen dan Formasi Kelay. Hal tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan mengingat daerah perbukitan tersebut memang berupa bukit batu dengan dominasi batugamping dan tutupan hutan yang cukup lebat. Berdasarkan literatur, Formasi Telen didominasi oleh perselingan batusabak, batutanduk, batupasir meta dan kuarsit, sisipan rijang dan batugamping meta. Tebal formasi ini lebih dari 3500. Formasi Kelay didominasi oleh konglomerat, breksi, batupasir kuarsa, batupasir meta, batulanau, batusabak, tufa basa dan sisipan batugamping. Satuan ini diduga terendapkan pada lingkungan laut dalam dan merupakan sedimen tertua di Mangkalihat dengan ketebalan 3000 meter.

3.1.7 Keadaan Pemukiman

Kampung Long Lanuk merupakan salah satu kampung tertua di Kecamatan Sambaliung yang mayoritas penduduknya adalah suku Dayak Ga’ai. Sebagaimana pemukiman suku dayak pada umumnya, perumahan penduduk tersebar disepanjang pinggiran Sungai Kelay tepatnya di daerah yang dinamakan Long Elnuk, tanjung yang berada pohon beringin diatasnya. Pada tahun 1997, dibuka pemukiman baru di daerah Nyapa Indah atas permintaan dari suku dayak Kenyah yang berasal dari Merasa Dalam dan Long Noran. Sebagaimana halnya pemukiman di Long Lanuk, Pemukiman di Nyapa Indah juga tersebar memanjang dipinggiran Sungai Kelay. Foto udara pemukiman di Long Lanuk dan di Nyapa Indah dapat dilihat pada gambar 9.

Gambar 9 Foto Udara Pemukiman Kampung Long Lanuk (Aries Dwi S, Januari 2018) Gambar 10

Gambar 9 Foto Udara Pemukiman Kampung Long Lanuk (Aries Dwi S, Januari 2018)

Pemukiman Kampung Long Lanuk (Aries Dwi S, Januari 2018) Gambar 10 Kondisi Pemukiman di Kampung Long

Gambar 10 Kondisi Pemukiman di Kampung Long Lanuk (kampung induk)

Gambar 11 Foto Udara Pemukiman Nyapa Indah Kampung Long Lanuk (Aries Dwi S, Januari 2018)

Gambar 11 Foto Udara Pemukiman Nyapa Indah Kampung Long Lanuk (Aries Dwi S, Januari 2018)

Nyapa Indah Kampung Long Lanuk (Aries Dwi S, Januari 2018) Gambar 12 Kondisi Pemukiman di Nyapa

Gambar 12 Kondisi Pemukiman di Nyapa Indah, Kampung Long Lanuk

3.1.8

Lokasi Rawan Bencana

Bencana yang sering terjadi di Wilayah Pemukiman Kampung Long Lanuk (kampung induk) dan Nyapa Indah adalah banjir luapan air Sungai Kelay. Wilayah Pemukiman yang tepat berada di pinggir sungai Kelay mengakibatkan setiap tahun pada musim penghujan, banjir pasti menggenangi hampir 80 persen wilayah pemukiman. Namun bencana ini tidak memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat sehingga masyarakat masih bertahan tinggal dipinggir sungai Kelay dengan pondasi kayu rumah yang tinggi. Selain bencana banjir, wilayah Long Lanuk terdapat dua titik lokasi rawan bencana kebakaran hutan dan lokasi rawan pergerakan tanah menengah.

kebakaran hutan dan lokasi rawan pergerakan tanah menengah. Gambar 13 Peta rawan banjir pemukiman di Long

Gambar 13 Peta rawan banjir pemukiman di Long Lanuk (kampung induk)

Gambar 14 Peta rawan banjir daerah pemukiman Nyapa Indah Gambar 15 Kondisi saat banjir melanda

Gambar 14 Peta rawan banjir daerah pemukiman Nyapa Indah

Gambar 14 Peta rawan banjir daerah pemukiman Nyapa Indah Gambar 15 Kondisi saat banjir melanda pemukiman

Gambar 15 Kondisi saat banjir melanda pemukiman Kampung Long Lanuk. Air menggenang setinggi orang dewasa (kiri) dan aktivitas di dalam pemukiman menggunakan perahu (kanan)

Gambar 16 Peta rawan bencana Kabupaten Berau, Long Lanuk Rawan kebakaran hutan dan Rawan pergerakan

Gambar 16 Peta rawan bencana Kabupaten Berau, Long Lanuk Rawan kebakaran hutan dan Rawan pergerakan tanah Menengah

3.2 TATA RUANG

3.2.1 Status Lahan

Pola Ruangan yang ada sekarang di Kampung Long Lanuk masih berkesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah 2016-2036 Kabupaten Berau. Kebijakan Daerah untuk menjadikan wilayah Areal Penggunaan Lain (APL) di sisi kiri Sungai Kelay (dari hulu sungai) dan sebagian wilayah dengan status Hutan Produksi (HP) sebagai daerah peruntukan Pertambangan (Izin konsesi PT Berau Coal dan PT Kaltim Jaya Bara).

Gambar 17 Peta status lahan berdasarkan RTRT Berau 2016-2036 Sebagian besar kebun dan ladang masyarakat

Gambar 17 Peta status lahan berdasarkan RTRT Berau 2016-2036

Sebagian besar kebun dan ladang masyarakat Long Lanuk dan Nyapa Indah berada pada kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dan sebagian bersinggungan dengan wilayah berstatus Hutan Produksi (HP) izin konsesi PT Inhutani I (Unit Labanan dan Unit Meraang). Upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah kampung Long Lanuk adalah pengajuan untuk pelepasan izin konsesi PT Inhutani I (Unit Meraang) yang berada di sisi kanan sungai Kelay (dari hulu) menjadi Hutan Adat/ Hutan Kampung. Pengajuan status hutan Kampung ini dimaksudkan agar pemanfaatan dan pengelolaan hutan di wilayah Long Lanuk untuk kepentingan masyarakat kampung serta melindungi hutan tersebut dari eksploitasi alam secara berlebihan oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Adapun luas kawasan di wilayah Long Lanuk dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Peruntukan Ruang dan Status Lahan di Wilayah Kampung Long Lanuk

No.

Peruntukan Ruang (Kawasan)

Luas (Ha)

1. Areal Penggunaan Lain (APL)

8.124,1

2. Hutan Produksi (HP)

19.166,2

3. Hutan Lindung (HL)

8.801,2

4. Hutan Produksi Konservasi (HPK)

127

5. Hutan Produksi Terbatas (HPT)

8.225,1

6. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDT/ Hutan Penelitian)

4.374,5

7. Izin Konsesi Pertambangan di Long Lanuk

8.705,6

3.3 PRASARANA & SARANA

3.3.1 Jaringan Jalan

Jaringan jalan menuju Kampung Long Lanuk didominasi jalan aspal, jalan sirtu, dan jaringan jalan hauling perusahaan tambang yang berada di wilayah kampung. Jaringan Jalan aspal dari kota Tanjung Redeb berakhir di Kampung Tumbit Dayak. Dari Kampung Tumbit Dayak menuju Kampung Long Lanuk melewati jaringan jalan sirtu dengan jarak 7.5 km dan melewati jalan hauling perusahaan PT Berau Coal sejauh 1 km. Adapun untuk menuju Nyapa Indah, dari jalan sirtu terakhir diperlukan menempuh jalan hauling perusahaan milik PT Berau Coal dan PT Kaltim Jaya Bara sejauh 12.5 km dan jalan sirtu sejauh 3 km selama 30 menit dengan kendaraan bermotor. Peta jaringan jalan di Kampung Long Lanuk dapat dilihat pada Gambar 15.

Gambar 18 Peta jaringan jalan di Kampung Long Lanuk Tabel 2 Status & Keadaan Jaringan

Gambar 18 Peta jaringan jalan di Kampung Long Lanuk

Tabel 2 Status & Keadaan Jaringan Jalan di Kampung Long Lanuk

No

Jenis Jalan

Keadaan

Lebar

Panjang

 

Jalan Dalam Kampung

Sudah Semen, baik

4

meter

2.5

km

1

Jalan Dalam Kampung

Sudah Semen, baik

2

meter

2.3

km

Jalan Dalam Kampung (Nyapa Indah)

Sudah Semen, sebagian besar baik

1.5 meter

735 m

2

Jalan Long Lanuk Menuju Tj. Redeb

Sirtu, baik

8

meter

7,5 km

 

Jalan Provinsi

yang

Aspal, Baik

8

meter

2.6

km

3

melewati wilayah Long Lanuk

   

4

Jalan Hauling di Wilayah Long Lanuk

Sirtu, baik

12 meter

12.5 km

Gambar 19 Kondisi Jembatan Sungai Kelay di Jalan Hauling (kiri) dan Jalan Lokal Kampung di

Gambar 19 Kondisi Jembatan Sungai Kelay di Jalan Hauling (kiri) dan Jalan Lokal Kampung di Long Lanuk (kanan)

3.3.2 Jaringan Transportasi

Untuk mencapai kampung Long Lanuk diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari ibukota kabupaten dengan jarak tempuh lebih kurang 50 km. Sarana transportasi umum menuju lokasi menggunakan taksi/ travel atau ojek. Tarif yang dikeluarkan untuk sekali jalan menuju Kampung menggunakan taksi mobil sebesar Rp 60,000 atau Rp 350,000 untuk carter satu mobil. Sedangkan untuk menuju pemukiman Nyapa Indah diperlukan waktu sekitar 1.5 jam dengan menempuh jarak lebih kurang 74 km dari Tj. Redeb. Tidak ada sarana transportasi umum menuju lokasi, pada umumnya masyarakat Nyapa Indah menggunakan taksi/ travel yang dijalankan oleh penduduk lokal. Tarif yang dikeluarkan untuk sekali jalan menuju kampung menggunakan taksi mobil sebesar Rp 70,000 per orang atau Rp 400,000 untuk carter satu mobil. Setelah tiba di dermaga Nyapa Indah, kita diharuskan menyebrang sungai Kelay menggunakan perahu bermesin ketinting dengan tarif Rp 5,000 per orang.

Tabel 3 Rute dan jaringan transportasi menuju Kampung Long Lanuk

       

Waktu

   

No

Rute

Kondisi Medan

Jarak

Tempuh

Angkutan

Biaya

 

Tanjung

-Jalan Aspal

     

-Motor: Rp 10.000 (ganti Minyak) -Mobil Rp 350.000 (carter mobil)

Redeb

(38km)

-Motor -

1.

Long

-Jalan Hauling Tambang (1 km) -Jalan Sirtu (7.5 km)

46

km

90 menit

Mobil

Lanuk

 

standard

 
 

Tanjung

-Jalan Aspal

     

-Motor: Rp 10.000 (ganti Minyak) -Mobil Rp 350.000 (carter mobil)

Redeb

(38km)

-Motor -

2.

Nyapa

-Jalan Hauling Tambang ( 12.5 km) -Jalan Sirtu (10 km)

74

km

120 menit

Mobil

Indah

 

standard

 
 

3.3.3

Jaringan Pengairan

 

Di bidang sanitasi dan air bersih, masyarakat di Long Lanuk memanfaatkan air sungai Kelay dan sumur bor sebagai sumber air bersih. Pada 5 Desember 2017, telah diresmikan infrastruktur CSR Water Treatment Plant (WTP) bantuan dari PT Berau Coal untuk kemudian digunakan sebagai pusat pemurnian air sungai Kelay menjadi sumber air bersih yang lebih layak. Untuk air minum, masyarakat di Long Lanuk telah menggunakan air galon isi ulang dan air kemasan. Sudah jarang ditemui masyarakat yang masih menggunakan air sungai Kelay sebagai air minum. Di wilayah Nyapa Indah, sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan air sungai Kelay dan air hujan sebagai sumber air bersih dan air minum. Telah ada bantuan CSR dari PT Berau Coal terkait sumber air bersih yang berasal dari sumur bor. Tiap satu sumur bor digunakan untuk menyuplai air bersih bagi dua rumah terdekat. Untuk air minum, masyarakat di Nyapa Indah menggunakan air galon isi ulang yang dibeli dari luar pemukiman serta memanfaatkan sungai Kelay dan air hujan sebagai air bersih dan air minum.

Gambar 20 Water Treatment Plant (WTP) di Pemukiman Long Lanuk 3.3.4 Jaringan Listrik Kampung Long

Gambar 20 Water Treatment Plant (WTP) di Pemukiman Long Lanuk

3.3.4 Jaringan Listrik

Kampung Long Lanuk sudah mendapatkan suplai listrik dari PLTD 150 kVA yang beroperasi selama 12 jam dari pukul 18.00 s.d. 06.00 WITA. Diesel dan solar yang digunakan untuk pembangkit listrik merupakan bantuan dari dana CSR PT Berau Coal dan kontraktor yang beroperasi di wilayah Long Lanuk pada tahun 2013. Dalam sehari, PLTD mengonsumsi bahan bakar sebesar 60 liter untuk menerangi sekitar 150 rumah termasuk fasilitas umum. Beban setiap hari mencapai 33.5 kVA yang disalurkan melalui tiga kabel distribusi. Pembagian beban yang tidak merata menyebabkan salah satu kabel distribusi sempat terbakar. Sebagai bentuk partisipasi masyarakat dengan adanya listrik kampung, setiap rumah yang mendapatkan listrik dikenakan iuran sebesar Rp 20,000 per 2A MCB dipasang. Sebagian rumah di Long Lanuk telah mengganti MCB rumahnya menjadi 4A dan 6A. Fasilitas umum, janda, dan warga yang kurang mampu dibebaskan dalam membayar iuran bulanan. Uang iuran ini digunakan sebagai insentif bagi dua orang operator yang bertugas menghidupkan dan mematikan genset setiap harinya.

Gambar 21 Mesin diesel dan generator listrik di Nyapa Indah (kiri) dan di Long Lanuk

Gambar 21 Mesin diesel dan generator listrik di Nyapa Indah (kiri) dan di Long Lanuk (kanan) Di wilayah Nyapa Indah, penyalaan listrik juga menggunakan PLTD berkapasitas 44 kVA yang merupakan bantuan dari pihak CSR perusahaan tambang yang beroprasi di wilayah Nyapa Indah. Pengoprasian diesel di wilayah Nyapa Indah dilakukan mulai pukul 18.00 s.d. 06.00 WITA dengan konsumsi solar perhari lebih kurang 20 liter untuk menerangi sekitar 50 bangunan termasuk rumah dan fasilitas umum. Berbeda dengan PLTD di Long Lanuk, di wilayah Nyapa Indah seluruh operasional termasuk insentif bagi seorang operator yang menghidupkan dan mematikan genset ditanggung oleh pihak ketiga yakni PT Berau Coal dan PT Kaltim Jaya Bara (KJB). Fasilitas listrik di Nyapa Indah termasuk baru karena bantuan genset dari pihak ketiga diberikan sekitar bulan september tahun 2016. Sebelum adanya genset dari pihak ketiga, warga di wilayah Nyapa Indah menggunakan genset pribadi untuk mensuplai kebutuhan listriknya. Bersamaan dengan peresmian infrastruktur CSR Water Treatment Plant (WTP), telah dilakukan groundbreaking pemancangan tiang instalasi PLN untuk masuk ke kampung Long Lanuk. Direncanakan jaringan PLN akan mengalirkan listriknya ke Kampung Long Lanuk pada pertengahan tahun 2018. Untuk pemukiman di Nyapa Indah, telah dilakukan usaha untuk mencari energi terbarukan memanfaatkan aliran sungai Nyapa. Setelah dilakukan survey awalan ke sungai yang diperkirakan potensial, didapatkan kondisi yang tidak memungkinkan untuk anak sungai tersebut dijadikan sumber energi terbarukan. Perlu ada tinjauan alternatif perencanaan kelistrikan di Nyapa Indah agar lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan sampai jaringan PLN mencapai pemukiman di Nyapa Indah.

Gambar 22 Instalasi jaringan listrik di Nyapa Indah (kiri) dan Tiang Jaringan PLN di Long

Gambar 22 Instalasi jaringan listrik di Nyapa Indah (kiri) dan Tiang Jaringan PLN di Long Lanuk

3.3.5 Jaringan Telekomunikasi

Di Kampung Long Lanuk hingga saat ini belum ada pembangunan menara jaringan telekomunikasi. Tower telekomunikasi terdekat berada di Kampung Tumbit Dayak, pemukiman Tumbit Tahap dengan provider Indosat. Sarana telekomunikasi di Long Lanuk mendapat bias sinyal provider indosat pada spot-spot tertentu. Sedangkan di wilayah Nyapa Indah, bias sinyal yang berasal dari tower di Kecamatan Kelay didapatkan di spot-spot tertentu dengan menegakkan HP di pinggir sungai ataupun di dekat jendela. Komunikasi sangat terbatas dimana masyarakat hanya dapat menggunakan telepon dan SMS dengan provider Indosat di Long Lanuk dan provider Telkomsel di Nyapa Indah. Dengan berjalan sejauh 1 km dari pusat pemukiman Long Lanuk sudah didapatkan sinyal kuat dari provider indosat dan Telkomsel untuk telepon dan SMS. Penggunaan aplikasi chat messenger seperti WhatsApp dan internet hanya dapat diakses di sekitar wilayah Tumbit Dayak yang berjarak 3 km dari pusat pemukiman Kampung Long Lanuk.

3.3.6

Prasarana & Sarana Umum

Kebanyakan Prasarana dan sarana umum di Kampung Long Lanuk dalam keadaan baik dan masih terawat. Jika dikategorikan, sarana dan prasarana umum yang tersedia di Kampung Long Lanuk berupa sarana dasar penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, pelayanan kesehatan, peribadatan, perekonomian, umum, dan keamanan. Adapun jumlah dan kondisi prasarana dan sarana umum di Kampung Long Lanuk disajikan pada Tabel 4 dan Tabel 5.

di Kampung Long Lanuk disajikan pada Tabel 4 dan Tabel 5. Gambar 23 Kantor Kepala Kampung

Gambar 23 Kantor Kepala Kampung Long Lanuk

disajikan pada Tabel 4 dan Tabel 5. Gambar 23 Kantor Kepala Kampung Long Lanuk Gambar 24

Gambar 24 Balai adat kampung Long Lanuk

Tabel 4 Prasarana dan sarana Umum Kampung Long Lanuk (kampung induk)

No

Jenis

Prasarana/Sarana

Jumlah

 

Keadaan

1

Pemerintahan

Kantor Kepala

1

Berfungsi, terawat

Kampung

2

Pemerintahan

Kantor

Kepala

1

 

Tidak terawat

Kampung Lama

 

3

Pemerintahan

Bangunan

Kantor

1

 

Tidak terawat

PKK lama

 

4

Peribadatan

Gereja Protestan

1

Berfungsi, terawat

5

Peribadatan

Pastori Protestan

1

Berfungsi, terawat

6

Peribadatan

Gereja Katholik

1

Berfungsi, terawat

7

Peribadatan

Pastori Katholik

1

Berfungsi, terawat

8

Peribadatan

Masjid

1

Berfungsi, terawat

9

Peribadatan

Rumah Dinas Dai

1

Berfungsi, terawat

10

Pendidikan

Sekolah Dasar 006

1

Berfungsi, terawat

11

Pendidikan

PAUD

1

Berfungsi, terawat

12

Pendidikan

Rumah Dinas Guru

4

Berfungsi, terawat

13

Kesehatan

Puskesmas Pembantu

1

 

Rusak

14

Kesehatan

Puskesdes

1

Berfungsi, terawat

15

Adat

Balai Adat

1

Berfungsi, terawat

16

Olahraga

Lapangan Sepak Bola

2

1

Berfungsi dan terawat

 

1

Tidak terawat

17

Olahraga

Lapangan

1

 

Tidak terawat

Bulutangkis

 

18

Olahraga

Lapangan Volly

3

Berfungsi dan terawat

19

Keamanan

Pos Ronda

3

1

Berfungsi dan terawat,

 

2

Tidak terawat

20

Ekonomi

Bangunan Koperasi

3

 

Terawat

21

Umum

Perpustakaan

1

 

Tidak terawat

22

Umum

Water

Treatment

1

Berfungsi, terawat

Plant (WTP)

23

Umum

Rumah Pembangkit Listrik

1

Berfungsi, terawat

24

Umum

Gudang

1

Berfungsi, terawat

25

Umum

Dermaga

7

Berfungsi, terawat

26

Umum

Pemakaman

1

Berfungsi, terawat

27

Umum

Balai Pertemuan

1

Berfungsi, terawat

 

Jumlah

 

43

 
 

Tabel 5 Prasarana dan Sarana Umum Nyapa Indah

 

No

Jenis

 

Prasarana/Sarana

 

Jumlah

 

Keadaan

1

Peribadatan

 

Gereja Protestan

 

1

 

Berfungsi, terawat

2

Peribadatan

 

Pastori Protestan

 

1

 

Berfungsi, terawat

3

Pendidikan

 

Sekolah Dasar 025

 

1

 

Berfungsi, terawat

4

Pendidikan

 

Rumah Dinas Guru

 

2

 

Berfungsi, terawat

5

Kesehatan

 

Rumah Dinas Perawat (Pustu)

 

1

 

Berfungsi, terawat

6

Kesehatan

 

Rumah Dinas Bidan (Polindes)

 

1

 

Berfungsi, terawat

7

Kesehatan

 

Posyandu

 

1

 

Rusak

8

Olahraga

 

Lapangan Volly

 

1

 

Berfungsi, terawat

9

Umum

 

Rumah Pembangkit Listrik

 

1

 

Berfungsi, terawat

10

Umum

 

Dermaga

 

3

 

Berfungsi, terawat

11

Umum

 

Pemakaman

 

1

 

Berfungsi, terawat

12

Umum

 

Balai Pertemuan

 

1

 

Berfungsi, terawat

 

Jumlah

 

15

 

3.4

DEMOGRAFI

3.4.1 Data Umum Penduduk

Jumlah seluruh penduduk Kampung Long Lanuk sampai Desember 2017 yang berhasil tim penyusun himpun tercatat 887 jiwa dalam lebih kurang 254 KK (Kepala Keluarga) yang terbagi dalam lima RT dimana dua diantaranya berada di Nyapa Indah. Jumlah penduduk tersebut jika dikategorikan berdasarkan jenis kelamin maka terdapat sebanyak 454 jiwa laki-laki dan 433 jiwa penduduk berjenis kelamin perempuan. Ada beberapa Kepala Keluarga yang berdomisili di Kampung Long Lanuk, namun saat ini mereka belum mengurus administrasi kepindahan penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Berau. Data umum penduduk didapatkan oleh Tim Penyusun dari pusat data Dukcapil Kabupaten Berau tahun 2014 dengan diverifikasi oleh catatan penduduk yang ada di Ketua RT serta data Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Kepala Kampung 2017. Data umum penduduk Kampung Long Lanuk tersebut menurut beberapa kategori dasar kependudukan adalah sebagai berikut (Tabel 6, 7, 8, 9, 10 dan 11 serta GRAFIK 1 s.d. 8) :

Tabel 6 Data Kepala Keluarga di Kampung Long Lanuk Menurut Jenis Kelamin

Kategori

Sub Kategori

Total

 

(KK)

Rumah Tangga

Kepala Keluarga Laki-Laki

216

Kepala Keluarga Perempuan

38

 

Jumlah

254

Grafik 1 perbandingan jumlah Kepala Keluarga di Kampung Long Lanuk menurut jenis kelamin (n=254)

15% 85% KEPALA KELUARGA LAKI-LAKI KEPALA KELUARGA PEREMPUAN
15%
85%
KEPALA KELUARGA LAKI-LAKI
KEPALA KELUARGA PEREMPUAN

Sumber : Diolah dari Data RT Kampung Long Lanuk, 2017

Tabel 7 Data Jumlah Penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis kelamin (n=887)

Kategori

Sub Kategori

Jumlah

Jenis Kelamin

Laki-Laki

454

Perempuan

433

 

887

Sumber : Diolah dari Data RT Kampung Long Lanuk, 2017

Grafik 2 Perbandingan jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis kelamin

(n=887)

PEREMPUAN LAKI-LAKI 49% 51%
PEREMPUAN
LAKI-LAKI
49%
51%
menurut jenis kelamin (n=887) PEREMPUAN LAKI-LAKI 49% 51% Sumber : Diolah dari Data RT Kampung Long

Sumber : Diolah dari Data RT Kampung Long Lanuk, 2017

Tabel 8 Data jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut tingkat pendidikan formal

Kategori

Sub Kategori

Jumlah

Tingkat

Tidak/ Belum Sekolah

172

Pendidikan

Belum Tamat SD/Sederajat

133

Formal

SD/Sederajat

282

SLTP/Sederajat

130

SLTA/Sederajat

129

Diploma I/II

6

Akademi/Diploma III/Sarjana Muda

3

Diploma IV/Strata I

32

Grafik 3 Perbandingan jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut tingkat pendidikan formal (n=887)

AKADEMI/DIPLOMA III/SARJANA MUDA 0% BELUM TAMAT TIDAK/ BELUM SD/SEDERAJAT SEKOLAH 15% 19% DIPLOMA I/II 1%
AKADEMI/DIPLOMA III/SARJANA MUDA
0%
BELUM TAMAT
TIDAK/ BELUM
SD/SEDERAJAT
SEKOLAH
15%
19%
DIPLOMA I/II
1%
DIPLOMA
IV/STRATA I
SLTA/SEDERAJAT
4%
14%
SLTP/SEDERAJAT
SD/SEDERAJAT
15%
32%

Tabel 9 Data jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis pekerjaan utama

 

Sub Kategori

Jumlah

Ket

Belum/ Tidak Bekerja

137

Bidan

1

Guru

7

Karyawan Swasta

62

Pekerjaan Utama

Mengurus Rumah Tangga

140

Pegawai Negeri Sipil (PNS)

11

Pelajar/ Mahasiswa

256

Pendeta

3

Petani/ Pekebun

260

Wiraswasta

10

Grafik 4 Jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis pekerjaan

300 282 250 200 150 133 130 129 172 100 50 0 32 3 6
300
282
250
200
150
133
130
129
172
100
50
0
32
3
6

Grafik 5 Perbandingan jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut jenis pekerjaan utama (n=887)

WIRASWASTA BELUM/ TIDAK 1% BEKERJA 16% PETANI/ PEKEBUN 29% PENDETA 0% PELAJAR/ MAHASISWA 29%
WIRASWASTA
BELUM/ TIDAK
1%
BEKERJA
16%
PETANI/ PEKEBUN
29%
PENDETA
0%
PELAJAR/
MAHASISWA
29%
0% 1%
0%
1%
BIDAN GURU
BIDAN
GURU

KARYAWAN

SWASTA

7%

MENGURUS

RUMAH TANGGA

16%

PELAJAR/ MAHASISWA 29% 0% 1% BIDAN GURU KARYAWAN SWASTA 7% MENGURUS RUMAH TANGGA 16% PEGAWAI NEGERI

PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

1%

RUMAH TANGGA 16% PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) 1% 3.4.2 Struktur Kependudukan Berdasarkan data umum
RUMAH TANGGA 16% PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) 1% 3.4.2 Struktur Kependudukan Berdasarkan data umum

3.4.2 Struktur Kependudukan

Berdasarkan data umum kependudukan Kampung Long Lanuk, struktur demografi kampung mirip dengan struktur Negara Indonesia, dimana jumlah penduduk usia muda dan usia produktif yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk usia senja. (TABEL 10 dan 11 serta GRAFIK 6 dan 7)

37

Tabel 10 Data penduduk Kampung Long Lanuk menurut kelompok usia

Kategori

Jenis Kelamin

Sub Kategori

Jml.
Jml.
 

Laki-Laki

Perempuan

 
 

0

- 5

Tahun

55

49

104

6

- 10 Tahun

26

55

81

11

- 15 Tahun

51

36

87

16

- 20 Tahun

47

52

99

21

- 25 Tahun

38

36

74

26

- 30 Tahun

37

39

76

Kelompok Usia

31

- 35 Tahun

52

43

95

36

- 40 Tahun

28

26

54

41

- 45 Tahun

34

36

70

46

- 50 Tahun

24

13

37

51

- 55 Tahun

18

12

30

56

- 60 Tahun

13

11

24

> 60 Tahun

31

25

56

Jumlah

 

454

433

887

Grafik 6 Data penduduk Kampung Long Lanuk menurut kelompok usia dan jenis kelamin

Jumlah   454 433 887 Grafik 6 Data penduduk Kampung Long Lanuk menurut kelompok usia dan

Grafik 7 Struktur demografi penduduk Kampung Long Lanuk menurut kelompok usia dan jenis kelamin (n=887)

60
60
40 20 0 20 40 LAKI-LAKI PEREMPUAN
40
20
0
20
40
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
>60 Tahun
>60 Tahun

51-55 Tahun

41-45 Tahun

31-35 Tahun

21-25 Tahun

11-15 Tahun

0-5 Tahun

60

31-35 Tahun 21-25 Tahun 11-15 Tahun 0-5 Tahun 60 3.4.3 Tingkat Kepadatan Penduduk Tingkat kepadatan penduduk
31-35 Tahun 21-25 Tahun 11-15 Tahun 0-5 Tahun 60 3.4.3 Tingkat Kepadatan Penduduk Tingkat kepadatan penduduk
31-35 Tahun 21-25 Tahun 11-15 Tahun 0-5 Tahun 60 3.4.3 Tingkat Kepadatan Penduduk Tingkat kepadatan penduduk
31-35 Tahun 21-25 Tahun 11-15 Tahun 0-5 Tahun 60 3.4.3 Tingkat Kepadatan Penduduk Tingkat kepadatan penduduk
31-35 Tahun 21-25 Tahun 11-15 Tahun 0-5 Tahun 60 3.4.3 Tingkat Kepadatan Penduduk Tingkat kepadatan penduduk

3.4.3 Tingkat Kepadatan Penduduk

Tingkat kepadatan penduduk di Kampung Long Lanuk dihitung dengan membagi luas wilayah dengan jumlah penduduk Long Lanuk dan Nyapa Indah. Dengan total jumlah penduduk sebanyak 887 jiwa dan dengan luas wilayah 45.111,5 Ha, maka tingkat kepadatan penduduk Kampung Long Lanuk adalah 45.111,5 Ha :

887 jiwa = 50,85 jiwa/ Ha. Berdasarkan persebaran pemukiman penduduk di wilayah Long Lanuk (kampung induk) dan wilayah Nyapa Indah, dapat dikatakan banyak penduduk Long Lanuk yang tidak tinggal di kampung. Banyak dari mereka karena alasan pekerjaan dan lainnya memutuskan untuk tidak tinggal di kampung namun tetap terdaftar sebagai penduduk Kampung Long Lanuk.

Gambar 25 Foto udara pemukiman di Long Lanuk (kampung induk) (Foto: Aries Dwi S) Gambar

Gambar 25 Foto udara pemukiman di Long Lanuk (kampung induk) (Foto: Aries Dwi S)

pemukiman di Long Lanuk (kampung induk) (Foto: Aries Dwi S) Gambar 26 Foto udara pemukiman di

Gambar 26 Foto udara pemukiman di wilayah Nyapa Indah (Foto: Aries Dwi S)

3.4.4

Angkatan Kerja

Total terdapat 532 jiwa dari 887 jiwa atau sekitar 59,98 % warga Kampung Long Lanuk yang berada dalam kelompok usia kerja atau usia produktif (16-55 tahun). Dari 532 jiwa tersebut tercatat ada 12 (2%) dari total angkatan kerja orang yang belum bekerja. Dari beberapa orang yang belum bekerja tersebut, lebih banyak laki-laki (8 orang) dibandingkan perempuan (4 orang). Grafik 8 Perbandingan jumlah angkatan kerja yang Bekerja dengan yang belum bekerja (n=532)

ANGKATAN KERJA TOTAL 2% 98% BEKERJA BELUM/ TIDAK BEKERJA
ANGKATAN KERJA TOTAL
2%
98%
BEKERJA
BELUM/ TIDAK BEKERJA

3.5

SEJARAH, BUDAYA & AGAMA

3.5.1 Sejarah Lokal Kampung

Kampung Long Lanuk merupakan salah satu kampung tertua di Kecamatan Sambaliung bahkan di Berau. Suku asli yang menetap di wilayah Long Lanuk adalah suku Dayak Ga’ai. Sebelum bermukim di wilayah Long Lanuk, suku dayak Ga’ai berasal dari hulu Sungai Kelay yang bernama Kung Kemul. Kung Kemul adalah daerah hulu sungai tempat bertemunya segala sungai yang ada di Kalimantan Timur ( Berau khususnya). Seiring berjalannya waktu, suku dayak menyebar dari Kung Kemul mengikuti aliran sungai menuju ke hilir dan berpindah-pindah tempat tinggal menyesuaikan dengan lokasi yang daerahnya banyak ditemukan pohon buah dan hewan buruan. Menurut penuturan Bukai Lung Yabudeang, pada masa kerajaan dayak, suku Dayak Gaai pernah berpindah-pindah lokasi pemukiman dari daerah hulu Sungai Kelay menuju hilir hingga ke muara Sungai Bebanir, lalu naik kembali menuju hulu Sungai Kelay. Masih pada masa kerajaan dayak Gaai, saat itu pemukiman Kerajaan Dayak Gaai berada di wilayah Meraang. Setelah beberapa lama tinggal di Meraang, ada kejadian bencana alam (kebakaran) yang menyebabkan masyarakat harus berpindah lagi mencari tempat pemukiman baru. Saat itu, masyarakat kerajaan terbagi menjadi dua kelompok, satu kelompok mengikuti Raja pindah ke daerah Tumbit Dayak dan kelompok lainnya memilih untuk bermukim di daerah Tanah Merah mengikuti Raja Ping Lawung. Di Tanah Merah inilah lokasi kampung lama Long Lanuk berada. Setelah beberapa lama mendiami daerah Tanah Merah, terjadi wabah penyakit yang menyebabkan banyak anggota masyarakat meninggal dunia. Oleh pembesar kampung saat itu, diutuslah tiga tokoh yang dipercayakan untuk mencari lokasi kampung yang baru. Tiga tokoh tersebut diantaranya Kean Ngau, Jong Bahela, dan Yok But. Ketiga tokoh tersebut diharuskan mencari calon lokasi kampung yang harus memenuhi dua belas syarat lokasi tersebut cocok untuk dijadikan pemukiman. Beberapa syarat penentuan lokasi kampung tersebut diantaranya adalah ditemukannya lipan, ditemukannya ular, ditemukannya kijang, ditemukannya payau, ditemukannya dua jenis burung sisit yang mempunyai suara yang berbeda, ditemukannya dua jenis

burung teljan yang mempunyai suara yang berbeda, ditemukannya dua jenis burung Gisawyang mempunyai suara yang berbeda, dan ditemukannya elang yang berputar diatas wilayah yang potensial untuk dijadikan kampung. Keduabelas syarat yang ditentukan, tersebut memiliki arti yang berbeda-beda. Sebagai contoh, dengan ditemukannya payau dan kijang di daerah tersebut, berarti sumber hewan buruan di sekitar calon lokasi pemukiman tidak akan kekurangan hewan buruan. Terkait jenis dan suara burung, orang dayak Gaai menyakini bahwa burung tertentu membawa pertanda tentang suatu kejadian yang akan terjadi. Sebagai contoh, suara burung sisit yang telah melintas tiga kali di depan orang dayak dipercaya sebagai pembawa kabar rejeki. Ketika seseorang memasang jerat di hutan, kemudian ada burung sisit tiga kali lewat di depan orang tersebut, orang dayak gaai meyakini bahwa jerat yang dipasangnya di hutan telah menjerat hewan buruan. Pun dengan jenis burung lainnya yang membawa kabar baik ataupun buruk. Dari ketiga utusan yang diembankan misi untuk mencari lokasi potensial, lokasi yang ditemukan dan ditempati oleh Jong Bahela-lah yang memenuhi semua syarat yang ditentukan tersebut. Misi telah tercapai, sejak saat itu masyarakat dayak Gaai dari Tanah Merah berpindah ke lokasi baru tersebut. Belum ada nama lokasi pemukiman baru tersebut, namun karena di tengah pemukiman terdapat pohon beringin besar yang bahasa dayaknya elnuk, maka sejak saat itulah lokasi baru tersebut bernama Long Elnuk. Penyebutan Long Elnuk diserap ke Bahasa Indonesia menjadi Long Lanuk yang secara harfiah artinya adalah wilayah di pesisir sungai Kelay yang berada pohon beringin dimuaranya. Sejak pemindahan pemukiman dari Tanah Merah ke lokasi baru tersebut, diangkatlah Yok But sebagai pemimpin kampung Long Lanuk atas dasar kesepakatan masyarakat kampung. Untuk pemimpin kampung selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 11 Data Pemimpin Kampung Long Lanuk

No.

Nama Pemimpin

Periode

Keterangan

Kampung

Jabatan

1.

Lang Bebliang

-

Masa jabatan sampai

 

meninggal

 

Masa jabatan sampai

2. Tebgun

-

 

meninggal

3. Engkek

1981-1974

 

Meninggal dalam masa

4. Lung Dableau

1981-1986

jabatan, diteruskan

 

Sekdes

5. Jiu Ya

1987-1989

6. Nyuk Long Ba

1989-1999

7. Bandolan

1999-2005

8. Antonius Hatlay

2005-2017

9. Solaiman

2017-2023

Nyapa Indah Pada tahun 1992, ada sepuluh orang warga yang berasal dari daerah Merasa

Dalam mendatangi Kepala Kampung Nyuk Long Ba untuk meminta izin menggarap

lahan di muara sungai Nyapa. Tiga diantara sepuluh orang yang bertemu untuk

meminta izin kepada Pak Nyuk Long Ba diantaranya adalah Pak Sudin, Pak Imang,

dan Pak Puy. Mereka menjadi pelopor yang menggarap lahan di wilayah Nyapa

dengan menanami tanaman tiga bulanan serta padi gunung. Setelah sekitar dua tahun

menggarap lahan wilayah di Nyapa dan usahanya berhasil, para pelopor tersebut

berinisiasi untuk kembali ke Merasa Dalam untuk mengajak warga lainnya membuka

ladang dan membuat pemukiman di Nyapa. Kebetulan pada saat itu ada program

Pemukiman Kembali Masyarakat Tertinggal (PKMT) dari Kementrian Sosial RI

untuk membuat pusat pemukiman bagi masyarakat suku dayak yang nomaden.

Pada tahun 1996, sepuluh orang yang awalnya meminta izin menggarap lahan di Nyapa mendatangi Kepala Kampung saat itu Pak Nyuk Long Ba, untuk meminta izin kembali membangun pemukiman di Nyapa. Setelah mendapatkan izin dari Pak Nyuk Long Ba, diputuskan bahwa Nyapa Indah dinyatakan sebagai dusun dari Kampung Long Lanuk dan diresmikan 84 rumah PKMT pada tahun 1997. Kebanyakan penduduk di Nyapa Indah saat itu berasal dari Bulungan pindahan dari Merasa Dalam dan dari daerah Long Noran. Pada periode tahun 1997 2003 wilayah Nyapa Indah merupakan dusun dari kampung Long Lanuk dengan jumlah 90 KK yang terbagi dalam tiga RT. Setelah tahun 2003 sebagian masyarakat pindah ke Kampung Siduung Indah (Dusun Apau Indah) karena konflik internal di masyarakat. Hingga saat ini tersisa sekitar 62 KK yang tercatat sebagai penduduk di Nyapa Indah dengan dua wilayah RT.

3.5.2 Adat dan Budaya

Masyarakat kampung Long Lanuk merupakan kampung geneologis yang bercirikan tali persaudaraan antar warga kampung masih kuat. Sebagai salah satu kampung dayak yang tertua di Berau, Kampung Long Lanuk masih berupaya melestarikan budaya dan adat dayak Gaai di dalam kehidupannya. Hingga saat ini, aturan adat masih mengikat masyarakat dalam menentukan musim/periode suatu kegiatan. Sebagai contoh, dalam kegiatan menanam padi gunung, dewan adat mengatur kapan waktu masyarakat dapat membuka ladang yang akan ditanami. Setelah masyarakat menebas, sesuai dengan budaya dayak, mereka akan membakar semak dan kayu sisa pembukaan lahan. Kemudian setelah semua sudah membuka lading dan membakarnya, dewan adat mengatur lagi waktu untuk menugal agar padi ditanam secara serempak dan dilakukan bersama saling membantu. Sembari menunggu padi berisi, biasanya kegiatan di kampung dapat diisi dengan kegiatan hajatan baik itu syukuran atas sesuatau atau bagi yang ingin melangsungkan pesta pernikahan. Selanjutnya pada saat pagi mulai menguning, dilakukanlah panen padi yang berlangsung hingga seluruh masyarakat di kampung memanen padinya di ladang. Ketika seluruh masyarakat telah melakukan panen padi, dilakukanlah acara syukuran pesta panen.

Tabel 12 Timeline kegiatan masyarakat di Long Lanuk

Waktu

Kegiatan

Keterangan

JuliAgustus

Pembukaan Lahan

September November

Menugal

 

Syukuran

November Februari

Pesta Pernikahan

Februari April

Panen Padi

Pesta Panen

Semenisasi Kuburan

April Juli

Syukuran Nama Anak

Pesta Pernikahan

Kuburan April – Juli Syukuran Nama Anak Pesta Pernikahan Gambar 27 Hudoq, jelmaan dewa yang turun

Gambar 27 Hudoq, jelmaan dewa yang turun ke Bumi untuk memberkati padi yang akan ditanam

Gambar 28 Menugal padi gunung, salah satu bentuk kebersamaan dalam budaya dayak Selain itu, dalam

Gambar 28 Menugal padi gunung, salah satu bentuk kebersamaan dalam budaya dayak

Selain itu, dalam berkegiatan, masyarakat kampung Long Lanuk masih mewariskan adat dan budaya mereka seperti adat perkawinan, adat panen, adat menyambut hari-hari tertentu. Alur Adat perkawinan disuku dayak Ga’ay di mulai dari kedua calon mempelai. Bagi laki-laki ada adat yang namanya Lemluk yaitu adat memotong kepala manusia. Lakilaki suku dayak Ga’ay belum di perbolehkan menikah sebelum melakukan lemluk. Bagi Perempuan harus melakukan nyek dag, yaitu mentato tangannya dengan motif dayak Ga’ay. Menurut laki-laki perempuan akan terlihat sangat cantik jika mereka nyek bal (memanjangkan telinga). Sebelum pernikahan dilakukan lakuhin (pertunangan) yaitu pihak laki-laki mebawakan manik- manik berupa kalung dan gelang sebagai pengikat pihak perempuan. Saat-saat menuju hari perkawinan warga saling membantu untuk mengambil kayu untuk membuat panggung sebagai sarana tempat pernikahan. Sehari sebelumnya warga satu kampong ramai-ramai memasak lemang (ketan yang di masak dalam bambu). Pada saat pernikahan kedua mempelai menggunakan baju adat dayak Gaai. Suku dayak Gaai menganut paham semi patrilineal yaitu laki-laki yang hidup di rumah pihak perempuan. Jika sang laki- laki ingin membawa perempuan kerumah pihak laki-laki harus menebusnya dengan Egong dan keng sebagai pengganti pengantin perempuan yang di bawa ke rumah pihak laki-laki.

Gambar 29 Pernikahan adat pada masyarakat Kampung Long Lanuk Selain kegiatan tersebut, masyarakat Long Lanuk
Gambar 29 Pernikahan adat pada masyarakat Kampung Long Lanuk Selain kegiatan tersebut, masyarakat Long Lanuk

Gambar 29 Pernikahan adat pada masyarakat Kampung Long Lanuk

Selain kegiatan tersebut, masyarakat Long Lanuk masih melestarikan penggunaan bahasa ibu mereka kepada anak-anaknya. Hampir seluruh masyarakat keturunan Dayak Ga’ai dapat menggunakan bahasa gaai dari anak-anak hingga orang tua yang sudah sepuh. Budaya seperti gotong royong juga masih menjadi ciri masyarakat long lanuk yang dapat terlihat dari kegiatan kebersamaan mereka saat pemotongan padi, perayaan syukuran, pesta pernikahan, dan kegiatan-kegiatan besar kampung Long Lanuk. Di bidang politik, peranan hukum adat dan denda adat masih berlaku untuk menjaga agar masyarakat kampung tetap mengikuti adat dan norma yang berlaku.

3.5.3 Agama dan Keberagaman

Ada tiga agama yang berkembang di Kampung Lanuk, yakni Kristen Protestan, Katholik, dan Islam. Mayoritas warga Kampung Long Lanuk beragama Kristen protestan yakni sebanyak 54% dari total penduduk Long Lanuk. Data pemeluk agama di kampong Long Lanuk dapat dilihat dalam Tabel 13. Saat ini tempat ibadah telah tersedia untuk semua agama, hanya kondisi masjid yang kurang layak karena pondasinya sudah miring dan kurang terawat.

Tabel 13 Data penduduk Kampung Long Lanuk menurut agama

Kategori

Sub Kategori

Jumlah

 

Islam

199

Agama

Katolik

207

Protestan

481

 

Jumlah

887

Grafik 9 Perbandingan jumlah penduduk Kampung Long Lanuk menurut agama

(n=887)

ISLAM 23% KRISTEN 54% KATHOLIK 23%
ISLAM
23%
KRISTEN
54%
KATHOLIK
23%
agama (n=887) ISLAM 23% KRISTEN 54% KATHOLIK 23% Gambar 30 Gereja Protestan di Long Lanuk (kiri)

Gambar 30 Gereja Protestan di Long Lanuk (kiri) dan di Nyapa Indah (kanan)

Gambar 31 Masjid (kiri) dan Gereja Katholik (kanan) 3.6 POLITIK & KEAMANAN 3.6.1 Pembagian Wilayah
Gambar 31 Masjid (kiri) dan Gereja Katholik (kanan) 3.6 POLITIK & KEAMANAN 3.6.1 Pembagian Wilayah

Gambar 31 Masjid (kiri) dan Gereja Katholik (kanan)

3.6 POLITIK & KEAMANAN

3.6.1 Pembagian Wilayah Kampung

Kampung Long Lanuk terbagi ke dalam lima wilayah administrasi Rukun Tetangga (RT). Tiga RT 01, RT 02, dan RT 03 berada di hulu kampung induk dan RT 04 dan RT 05 berada di Nyapa Indah.

kampung induk dan RT 04 dan RT 05 berada di Nyapa Indah. Gambar 32 Pembagian wilayah

Gambar 32 Pembagian wilayah RT di Kampung Long Lanuk (Kampung Induk)

Gambar 33 Pembagian wilayah RT di wilayah Nyapa Indah 51

Gambar 33 Pembagian wilayah RT di wilayah Nyapa Indah

3.7

POTENSI DAYA DUKUNG ALAM

3.7.1 Keanekaragaman hayati

Meskipun Kampung Long Lanuk adalah salah satu kampung berada di lingkar tambang, ada wilayahnya yang masih berupa hutan dan merupakan daerah resapan air (catchment area). Ekosistem hutan yang ada merupakan gabungan ekosistem hutan dataran rendah dan tinggi. Dibagian gunung Long Dem, Batu Belah, But Bo, dan Nyapa sungai merupakan daerah ekosistem hutan dataran tinggi atau hutan pegunungan dan sebagian masuk dalam daerah Kawasan Hutan Lindung. Di daerah-daerah inilah yang menjadi rumah bagi hewan-hewan yang sudah hampir punah seperti Burung Enggang, Trenggiling, Rusa, Payau, Beruang Madu, dan lainnya. Beragam jenis tumbuhan juga banyak berkembang di wilayah tersebut. Jenis- jenis tumbuhan hutan kayu seperti pohon Ulin, Adau, Bengkaris, dan jenis kayu hutan lainnya serta tanamantanaman obat seperti obat luka, obat darah tinggi,dll dapat ditemui di wilayah ini. Hal inilah mengapa kita harus menjaga hutan-hutan di sekitar pegunungan Long Dem, Batu Belah, But Bo, dan Nyapa.

di sekitar pegunungan Long Dem, Batu Belah, But Bo, dan Nyapa. Gambar 34 Pohon Ulin di

Gambar 34 Pohon Ulin di pedalaman hutan Long Lanuk

Kawasan Karst Mengacu pada Peraturan Gubernur No. 67 tahun 2012, ada wilayah kampung Long Lanuk yang masuk dalam wilayah karst. Di dalam peta terlihat bahwa wilayah gunung Nyapa dan But Bo ditetapkan sebagai wilayah karst di daerah Long Lanuk. Tidak menutup kemungkinan bahwa selain di tempat tersebut juga menjadi kawasan karst, namun belum ditetapkan secara hokum. Peta kawasan karst di kampung Long Lanuk dapat dilihat pada gambar 35.

karst di kampung Long Lanuk dapat dilihat pada gambar 35. Gambar 35 Daerah karst berdasarkan Pergub

Gambar 35 Daerah karst berdasarkan Pergub No. 12 tahun 2012

Gambar 36 Daerah Tangkapan Air (Catchment Area) di wilayah Long Lanuk 54

Gambar 36 Daerah Tangkapan Air (Catchment Area) di wilayah Long Lanuk

3.8

KESEHATAN MASYARAKAT

3.8.1 Keadaan Umum Kesehatan

Sebagai kampung yang pemukimannya tersebar sepanjang sungai Kelay, aspek kesehatan merupakan hal penting yang perlu di perhatikan. Di kampung Long Lanuk sendiri, prasarana dan sarana kesehatan belum optimal dimana ada empat tenaga kesehatan yang bertugas di Kampung Long Lanuk, dua diantaranya bertugas di Nyapa Indah namun sarana kesehatannya tidak memadai. Saat ini puskesdes di kampong induk dalam keadaan rusak dan tidak terawat dan terbatasnya sarana kesehatan di Nyapa Indah. Namun, keadaan demikian tidak menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena sebagai salah satu kampong yang masuk ring satu lingkar tambang, segala fasilitas dan biaya kesehatan bagi masyarakat ditanggung oleh perusahaan. Banyak dari masyarakat lebih memilih untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih baik dengan berobat ke Labanan ataupun langsung ke fasilitas kesehatan di Tanjung Redeb.

Tabel 14 Sarana, Prasarana dan Tenaga Kesehatan Kampung Long Lanuk

Sarana Kesehatan

Bangunan

Kesehatan Kampung Long Lanuk Sarana Kesehatan Bangunan Jumlah Tenaga Kesehatan Pustu 2, (1 dalam kondisi

Jumlah Tenaga

Kesehatan

Lanuk Sarana Kesehatan Bangunan Jumlah Tenaga Kesehatan Pustu 2, (1 dalam kondisi rusak) 2 Posyandu 1

Pustu

2, (1 dalam kondisi rusak)

2

Posyandu

1 (dalam kondisi rusak)

-

Poskesdes

2

2

Gambar 37 Fasilitas kesehatan di Nyapa Indah (tergabung dengan rumah dinas perawat dan bidan) dan
Gambar 37 Fasilitas kesehatan di Nyapa Indah (tergabung dengan rumah dinas perawat dan bidan) dan

Gambar 37 Fasilitas kesehatan di Nyapa Indah (tergabung dengan rumah dinas perawat dan bidan) dan Fasilitas kesehatan di Long Lanuk (Kanan)

3.8.2 Sanitasi Lingkungan

Di bidang sanitasi lingkungan, masyarakat kampong Long Lanuk hamper seluruhnya telah memiliki jamban dan akses air bersih. Pembangunan jamban ini tidak terlepas dari bantuan dari pihak ketiga (perusahaan tambang) yang diberikan melalui dana CSR PT Berau Coal. Hingga saat ini, Beberapa rumah yang belum terdapat jamban adalah mereka yang baru membangun rumah namun pada saat pendataan belum membangun jambannya.

Tabel 15 Kepemilikan jamban di Kampung Long Lanuk

Uraian

Long Lanuk

Nyapa Indah

Total rumah tangga mempunyai jamban/WC

108

18

Total rumah tangga yg tidak mempunyai jamban/WC

13

25

Sumber: Data Pokja IV PKK Long Lanuk, Desember 2017

3.9

POTENSI PARIWISATA

3.9.1 Lokasi Wisata

Air Terjun Nyapa Air terjun Nyapa merupakan salah satu objek wisata yang baru di eksplor di wilayah kampung Long Lanuk. Air terjun ini berada di hulu sungai Nyapa dan untuk mencapai air terjun ini diperlukan berjalan kaki menyusuri sungai Nyapa sejauh 22 km. Perlu ada pengambangan lebih jauh jika ingin menjadikan air terjun Nyapa sebagai salah satu objek wisata di kampung Long Lanuk, khususnya jalan alternatif yang bisa dilalui tanpa harus trekking sungai.

alternatif yang bisa dilalui tanpa harus trekking sungai. Gambar 38 Foto air terjun Nyapa 1, dengan

Gambar 38 Foto air terjun Nyapa 1, dengan ketinggian 7 meter

Gambar 38 Foto air terjun Nyapa 1, dengan ketinggian 7 meter Gambar 39 Foto Air Terjun

Gambar 39 Foto Air Terjun Nyapa 2 tingkat kedua setinggi 24 meter

Gambar 40 Kolam pemandian alami di sungai Nyapa (kiri) dan air terjun Nyapa 2 dengan
Gambar 40 Kolam pemandian alami di sungai Nyapa (kiri) dan air terjun Nyapa 2 dengan

Gambar 40 Kolam pemandian alami di sungai Nyapa (kiri) dan air terjun Nyapa 2 dengan

dua tingkat

Gua Bersejarah Sebagai wilayah yang terdapat kawasan karst didalamnya, banyak ditemukan

gua sarang burung dan beberapa menjadi tempat makam para leluhur kampung. Gua

Petaw dan Gua Psae Smug adalah gua tempat penyimpanan mayat nenek moyang

suku dayak Ga’ai. Di dalam gua ini terdapat gubuk-gubuk dari kayu ulin tempat

menyimpan peti berisi mayat. Hingga saat ini, gubuk-gubuk tersebut masih tegak

berdiri, tetapi Petau (Peti) yang ada di dalamnya sudah tidak utuh dan berserakan

dimana-mana. Menurut cerita warga, dahulu petipeti tersebut masih tertata rapi dan di

dalam gubug tersebut juga banyak disimpan peninggalan si mayat yang dikuburkan

seperti gong, Tembeyak (baki air minum yang mempunyai kaki), Keng (Guci), dan

manik-manik yang di lapisi pelaslin (bahan yang tidak bisa terbakar). Barang-barang

tersebut tidak di temui lagi di gua ini. Menurut cerita warga barang-barang ini sudah

di jarah oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Gambar 41 Goa Petau salah satu goa yang menjadi goa yang terdapat peninggalan sejarah Danau

Gambar 41 Goa Petau salah satu goa yang menjadi goa yang terdapat peninggalan

sejarah

Danau Pemancingan

Danau pemancingan ini terletak di kebun milik salah satu warga di Long Lanuk.

Biasanya warga pergi ramai-ramai ke danau untuk memancing dan menangguk

(mengambil ikan dengan jarring besar) ketika musim kemarau dimana air danau surut.

Banyak ikan yang dapat dipancing disini, namun ikan gabus adalah ikan terbanyak yang

didapatkan ketika kita memancing/ menangguk di danau ini.

Puncak Gunung Nyapa Wilayah Long Lanuk banyak ditemukan perbukitan batugamping diantaranya

adalah perbukitan Long Dem, perbukitan Betean, perbukitan Batu Belah, perbukitan

But Bo, dan perbukitan Nyapa. Diatara semua perbukitan, perbukitan Nyapa adalah

bukit tertinggi di Long Lanuk dengan titik puncak berada di ketinggian 1200 mdpl. Di

salah satu puncaknya terdapat peninggalan patok yang dibangun pada masa colonial

Belanda di Indonesia. Hingga saat ini keberadaan patok Belanda belum ditemukan

kembali, namun salah satu puncak Nyapa berhasil dieksplor. Diperlukan waktu

sekitar 4 jam untuk sampai puncak dari lereng bukit. Medan yang dilalui sangatlah

menantang karena mendaki dengan kemiringan yang curam serta medan berbatu. Ketika sampai di puncak, kita serasa berada di atas awan dan dapat melihat gugusan karst Merabu Kulat dan Puncak Gergaji (Panaan). Lokasi pit tambang di site Binungan juga terlihat dari atas puncak.

tambang di site Binungan juga terlihat dari atas puncak. Gambar 42 Pemandangan di puncak Nyapa, agak
tambang di site Binungan juga terlihat dari atas puncak. Gambar 42 Pemandangan di puncak Nyapa, agak

Gambar 42 Pemandangan di puncak Nyapa, agak berkabut karena gambar diambil setelah hujan

Nyapa, agak berkabut karena gambar diambil setelah hujan Gambar 43 Pemandangan indah nan cantik ketika mencapai

Gambar 43 Pemandangan indah nan cantik ketika mencapai puncak Nyapa

Kendok Jenum, Batu Belah, dan Gua Lubang Pasir Salah satu spot potensial yang dapat dijadikan tempat wisata adalah Kendok

Jenum (teping karst) dan Gua Lubang Pasir. Di kendok jenum, kita dapat menikmati

teping-tebing karst yang terlihat sangat gagah dan indah. Menikmati tebing tersebut

akan lebih terasa ketika bermalam di pondok yang berada di kaki tebing. Sambil

bermalam di pondok, kita dapat merasakan sensasi memancing di sungai kelay dan

menikmati indahnya batu belah yang berada di hulu dari kendok jenum.

indahnya batu belah yang berada di hulu dari kendok jenum. Gambar 44 Kendok Jenum, lokasi potensial

Gambar 44 Kendok Jenum, lokasi potensial dijadikan piknik

Gambar 45 Spot memancing dengan pemandangan yang indah di Batu Belah Tidak jauh dari pondok

Gambar 45 Spot memancing dengan pemandangan yang indah di Batu Belah

Tidak jauh dari pondok tempat menginap di kendok jenum, terdapat goa Lubang Pasir, goa yang dahulu menjadi tempat burung wallet bersarang. Goa tersebut dapat dicapai dengan berketinting menuju titik terdekat dari goa, berjalan kaki dengan medan yang tidak terlalu sulit namun menantang lalu kita akan tiba di mulut goa yang cukup besar. Keindahan stalaktit dan stalakmit akan memukau bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di dalam goa Lubang Pasir ini.

saja yang menginjakkan kaki di dalam goa Lubang Pasir ini. Gambar 46 Lubang Pasir, goa cantik
saja yang menginjakkan kaki di dalam goa Lubang Pasir ini. Gambar 46 Lubang Pasir, goa cantik

Gambar 46 Lubang Pasir, goa cantik yang lokasinya mudah dijangkau

Gambar 47 Peta lokasi wisata di Kampung Long Lanuk 3.10 PENDIDIKAN 3.10.1 Jumlah Siswa Kampung

Gambar 47 Peta lokasi wisata di Kampung Long Lanuk

3.10

PENDIDIKAN

3.10.1 Jumlah Siswa

Kampung Long Lanuk sudah cukup sadar akan pentingnya pendidikan. Ada dua Sekolah Dasar yang berada di Long Lanuk, SDN 006 Sambaliung dan SDN 025 Sambaliung(Nyapa Indah). Jumlah siswa yang tertampung di fasilitas pendidikan kampung adalah 94 siswa dimana 79 siswa di Long Lanuk dan 15 siswa di Nyapa Indah. Semua masyakat kampung sudah tertampung dalam fasilitas pendidikan yang ada dan mampu menampung pelajar dari luar kampung, sayangnya di Nyapa Indah jumlah muridnya sangat sedikit karena kekurangan regenerasi anak-anak di kampung.

Tabel 16 Jumlah siswa di Kampung Long Lanuk

Tingkat Pendidikan

Jumlah Siswa Aktif

PAUD

15

SDN 006 Sambaliung

15

SDN 25 Sambaliung

79

JUMLAH

109

3.10.2 Ketersediaan Prasarana dan Sarana

Kampung Long Lanuk memiliki sarana pendidikan formal dari mulai tingkat PAUD hingga SD. Lokasi SDN 025 Long Lanuk berada di Nyapa Indah. Lokasi PAUD dan SDN 006 Long Lanuk. Belum ada fasilitas SMP dan SMA di Long Lanuk, SMP terdekat dari Long Lanuk berada di Tumbit Dayak dan SMA di Labanan.

dari Long Lanuk berada di Tumbit Dayak dan SMA di Labanan. Gambar 48 SDN 006 Sambaliung

Gambar 48 SDN 006 Sambaliung (kiri) da SDN 025 Sambaliung di Nyapa Indah (kanan)

3.10.3

Ketersediaan Prasarana dan Sarana

Tenaga pendidik di Kampung Radak/Buyung-buyung masih didominasi dengan Guru Pengajar Tidak Tetap (PTT) yang diutus langsung dari Diknas. Tabel 17 Jumlah tenaga pendidik di Kampung Long Lanuk

Tingkat

Jumlah

 

Status

Pendidikan

Pendidikan

PNS

PTT

Honorer

PAUD

5

-

-

5

SDN 006

11

5

3

3

Sambaliung

SDN 025

7

5

-

2

Sambaliung

Jumlah

42

7

20

15

3.10.4 Tantangan Kedepan

Saat ini untuk SDN 025 Sambaliung yang berada di Nyapa Indah terancam ditutup karena kurangnya regenerasi siswa disana. Perlu tinjauan ulang agar murid di SDN 025 Sambaliung bertambah, apakah dengan adanya tambahan murid dari Long Lanuk atau tambahan penduduk ke Nyapa Indah dari daerah lain.

BAB 4

PENUTUP

Dengan tersusunnya data pemetaan potensi desa, diharapkan masyarakat dapat

mengetahui kondisi riil potensi yang dimiliki Kampung Long Lanuk. Kondisi riil ini dapat

digunakan sebagai acuan untuk pemerintah dalam bertindak dan mencari solusi permasalahan

yang ada di Kampung Long Lanuk.

Data pemetaan potensi desa sendiri memuat segala potensi Kampung dan masyarakat

yang informasinya bersumber dari masyarakat dan kondisi desa. Menunjukkan pula tingkat

pembangunan desa secara berjenjang yang akan menunjukkan perkembangan daerah dan

nasional. Harapannya masyarakat dapat semakin berinisiatif dan berkreasi dalam menyusun

perencanaan program-program yang sesuai tipologi dan masalah Kampung guna membangun

dan mengembangkan masyarakat dan potensi Kampung.

DAFTAR PUSTAKA

Profil Kampung Long Lanuk. 2017. Pemerintah Kampung Long Lanuk.