Anda di halaman 1dari 9

LITERATURE REVIEW

Irfan Muzakky (25017001) PROGRAM MAGISTER


Putra Ramadhana Catri (25017324) TEKNIK SIPIL - FTSL
Barr Barani N (25018055) INSTITUT TEKNOLOGI
Dwi Prasetyo Aji W. (25017048) BANDUNG
2018
Title : Construction Safety Management: an Exploratory Study from China
Author : Eddie W.L.Cheng et al.
Year : 2004
Publish : Construction Innovation 2004; 4; 229-241
Objective : Menganalisis pandangan partisipan konstruksi dalam industri konstruksi
China pada 3 masalah utama safety management, yaitu: pengetahuan
keselamatan di lokasi, faktor yang mempengaruhi keselamatan di lokasi,
dan metode untuk meningkatkan pengelolaan keselamatan proyek.
Keyword : Keselamatan, China, faktor, konstruksi, lingkungan.
Methodology : Studi kuantitatif (SPSS) dengan pengambilan sampel dan data yang
merujuk pada penelitian skala besar oleh Gammon Construction Safety
Research Center in Tsinghua University, China.
Analysis and result
Hasil dan analisis disajikan dalam tiga bagian, yaitu:
1. Pengetahuan keselamatan di lokasi (dilakukan tes komprehensif terkait safety knowledge);
2. Faktor yang mempengaruhi keselamatan di lokasi (Spearman Correlation Statistic, merujuk pada 14 faktor yang mempengaruhi keselamatan);
3. Metode untuk meningkatkan pengelolaan keselamatan proyek (Spearman Correlation Statistic, merujuk pada 16 metode potensial).

Discussion
 Akar penyebab kecelakaan di China; dan
 Cara meningkatkan manajemen keselamatan pada proyek konstruksi.

Conclusion
Pengetahuan tentang keselamatan yang dimiliki oleh pastisipan tergolong rendah;
Manajer proyek dan petugas keselamatan mempunyai pandangan yang cukup konsisten terhadap keselamatan kerja;
Ada 6 Faktor terpenting yang mempengaruhi keamanan lokasi:
1. Kekurangperhatian terhadap perlindungan keselamatan oleh pekerja,
2. Kurangnya manajemen keselamatan,
3. Pelatihan keselamatan yang tidak memadai,
4. Tingkat keselamatan yang tidak memadai,
5. Kelelahan pekerja,
6. Buruknya kualitas bahan dan peralatan konstruksi.
Ada 5 metode yang menjanjikan untuk meningkatkan pengelolaan keselamatan proyek:
1. Peningkatan investasi keselamatan dalam hal tenaga kerja, modal, dan keuangan,
2. Peningkatan keselamatan dalam operasi,
3. Tidak ada alkohol di tempat kerja,
4. Peningkatan pelatihan keselamatan untuk pekerja,
5. Peningkatan pemeriksaan keselamatan oleh manajer proyek maupun petugas keselamatan.
Title : Construction Labour Productivity Analysis And Benchmarking -
The Case Of Tanzania
Author : Ninatubu Mbora Lema
Year : 1996
Publish : Loughborough University's

Objective : Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja


konstruksi
Keyword : Produktivitas, Konstruksi, Tenaga Kerja, Tanzania

Methodology : Studi kualitatif, pengambilan data dengan cara melakukan survey lapangan
serta melakukan wawancara atas dasar kuesioner yang terstruktur terhadap
kontraktor dan tenaga kerja konstruksi
Analysis and result Conclusion
1. Kinerja Industri Konstruksi di Tanzania 1. Peningkatan produktivitas Industri Konstruksi yang berkelanjutan
2. Tingkat produktivitas dari tenaga kerja 2. Meningkatkan kinerja kontraktor berstandar nasional
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi 3. Faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja:
produktivitas tenaga kerja ◦ Insentif

4. Evaluasi terhadap faktor produktivitas ◦ Upah

di lapangan ◦ Fasilitas
◦ Tingkat keterampilan
Discussion ◦ Keahlian dalam pengoperasian alat
1. Penyebab yang mempengaruhi ◦ Kualitas kepemimpinan
produktivitas di Tanzania 4. Evaluasi yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas di lapangan:
2. Apa langkah yang dilakukan untuk ◦ Menyesuaikan standard upah tenaga kerja
mengevaluasi produktivitas dilapangan ◦ Menjadikan pengalaman sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dan
keterampilan
◦ Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga kerja
◦ Memberikan perhatian serta meningkatkan motivasi tenaga kerja
Title : Building Site Organization with 3D Technology in Use

Author : Anna Sabotka, Katarzyna Pacewicz

Year : 2016

Publish : Procedia Engineering, 161, 407-413

Objective : Menganalis penggunaan teknologi percetakan 3 dimensi jika digunakan


untuk memproduksi bangunan secara langsung dan efeknya terhadap
organisasi lapangan
Keyword : Pencetakan, Teknologi, Konstruksi, Organisasi, Otomatisasi
Methodology : Studi kualitatif dengan Metode SWOT (Strengths, Weaknesses
Oportunities, Threat), menganalisa dengan data yang ada dan survey
secara langsung ke lokasi percetakan 3 dimensi.p
Analysis and result
Hasil analisa di bagi menjadi 4 bagian : Kelemahan
Keunggulan 1. Biaya besar karena alat cetak masih merupakan teknologi baru.
1. Mengurangi massa penguatan jalan hanya pada area alat berat dan penyimpanan 2. Meningkatkan standar kualitas dan monitoring saat pencetakan
material 3. Membutuhkan tambahan pekerjaan saat pekerjaan finishing.
2. Mengurangi pembuangan sampah pada site 4. Perlu pengembangan material mentah untuk bahan cetak.
3. Mengurangi konsumsi energy dari alat-alat kerja. 5. Pengakuan yang buruk terhadap material yang digunakan untuk konstruksi.
4. Mengurangi penggunaan alat berat. Ancaman
5. Pengurangan tenaga kerja khusus, meningkatkan keselamatan. 1. Perlu standar baru untuk penggunaan material.
6. Tdak membutuhkan pekerjaan bekisting 2. Menurunkan lapangan pekerjaan.
7. Durasi konstruksi menjadi singkat 3. Memungkinkan bertambahnya konstruksi ilegal.
Peluang 4. Kurangnya data akan cuaca dapat menggangu proses konstruksi, bahkan dapat
1. Meningkatkan keselamatan, mengurangi pekerja, meninkgatkan kontrol. sampai merusak struktur dan mesin.
2. Penggunaan material dapat didaur ulang. 5. Produksi percetakan mungkin akan membutuhkan teknologi tingkat lanjut.
3. Kemampuan untuk mencetak bangunan di atas lahan setelah terkena bencana. Discusion
4. Kemampuan membuat objek padat di planet yang berbeda tanpa perlu tenaga 1. Penyebab belum banyaknya teknologi cetak 3 dimensi digunakan dalam proses
manusia secara langsung di masa yang akan datang. konstruksi.
5. Mengurangi biaya pelaksanaan seperti pada konstruksi tradisional. 2. Langkah-langkah untuk mengatur penggunaan teknologi prectakan 3 dimensi.
6. Biaya rendah jika konstruksi berskala besar Conclusion
Banyak keuntungan akan meningkatnya kemudahan organisasi lapangan dan menurunkan
biaya, akan tetapi masih perlu banyak pengembangan terutama dari standar material
dan teknologi mesin cetak
Title : Certification and Accreditation in Civil Engineering
Author : William E. Kelly,
Year : 2007
Publish : Journal Of Professional Issues In Engineering Education And
Practice © ASCE
Objective : Mereivew proses sertifikasi dan kegiatan terkait yang saat ini
digunakan. Serta memberikan saran strategi untuk
mengembangkan sistem sertifikasi
Keyword : Sertifikasi, Akreditasi, Perizinan, Profesi Teknik
Methodology : Studi kualitatif dengan kajian literatur berdasarkan pengamatan
serta pengalaman penulis pada perusahan yang mengangani
sertifikasi sumber daya manusia
Analysis and result
1. Definisi Sertifikasi
2. Program Sertifikat
3. Lembaga Sertifikasi

Discussion
 Skema Sertifikasi di beberapa Badan Seritifikasi
 Akreditasi lembaga yang mensertifikasi

Conclusion
 Sertifikasi keahlian adalah tools penting untuk pengembangan dan pemeliharaan tenaga kerja khususnya praktisi di bidang
engineering
 Sertifikasi adalah bagian dari penilaian kesesuaian termasuk standar, akreditasi, dan aktivitas pengakuan
 Dalam melakukan sertifikasi seorang praktisi seorang engineer, harus mengacu pada standat
 Saat ini standart ISO adalah standart terbaik sebgai acuan untuk sertifikasi sumber daya manusia diberbagai negera di dunia
 Penulis menyarankan Organisasi ASCE(American Society of Civil Engineers) untuk mengadopsi standart ISO dalam proses sertifikasi