Anda di halaman 1dari 8

NAMA : HIDAYATUR RAHMI

NIM : 160384204017

MATA KULIAH : STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA

RESUME KE- 3

A. Perbedaan Metode,Model, Strategi, Pendekatan, dan Teknik Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencan


yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal
sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Model pembelajaran bisa diartikan juga
dengan bungkusan atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan,metode,dan teknik
pembelajaran. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus
dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Pendekatan pembelajaran ialah titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadi suatu proses yang sifatnya masih
sangat umum, didalammya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode
pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Teknik pembelajaran ialah cara kongret yang
dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Misalkan,penggunaan metode ceramah pada kelas
dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara
teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya
terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang
berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif.
Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

I. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
(1)pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student
centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat
pada guru (teacher centered approach). Macam – macam pendekatan pembelajaran
Pendekatan Kontekstual

merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan
situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan
masyarakat. Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam
status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa
yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Sehingga, akan membuat mereka
memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk
hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya.

Pendekatan Kontruktivisme

pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam
menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan
pada pengetahuan. Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai
pembibimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Olek karena itu , guru lebih
mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan
ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan unutk meningkatkan kemampuan siswa
secara pribadi.Jadi pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang lebih
mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Pendekatan Deduktif

pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion)
berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Pendekatan deduktif merupakan proses
penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran
yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum dan diikuti dengan contoh contoh
khusus atau penerapan aturan,prinsip umum ke dalam keadaan khusus.Pendekatan deduktif
ditandai dengan pemaparan konsep, definisi dan istilah-istilah pada bagian awal pembelajaran.
Pendekatan deduktif dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa proses pembelajaran akan
berlangsung dengan baik jika siswa telah mengetahui wilayah persoalannya dan konsep
dasarnya .

Pendekatan Induktif

menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat khusus. Metode induktif sering
digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang
khusus.Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik
kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut.

Pendekatan Konsep

pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan
agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). Konsep adalah klasifikasi perangsang
yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Konsep merupakan struktur mental yang
diperoleh dari pengamatan dan pengalaman. Pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan konsep berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui
pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut
penguasaan konsep dan subkonsep yang menjadi fokus. Dengan beberapa metode siswa
dibimbing untuk memahami konsep.

Pendekatan Proses

pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil. Pada pendekatan ini peserta didik
diharapkan benar-benar menguasai proses. Pendekatan ini penting untuk melatih daya
pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik.
Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan
siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan,
menafsirkan dan mengkomunikasikan. Penggunaan pendekatan proses menuntut
keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar.

Pendekatan Open – Ended


problem yang diformulasikan memiliki multi jawaban yang benar disebut problem tak
lengkap atau disebut juga Open-Ended problem atau soal terbuka. Siswa yang
dihadapkan dengan Open-Ended problem, tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan
jawaban tetapi lebih menekankan pada cara bagaimana sampai pada suatu jawaban.
Contoh penerapan masalah Open-Ended dalam kegiatan pembelajaran adalah ketika
siswa diminta mengembangkan metode, cara atau pendekatan yang berbeda dalam
menjawab permasalahan yang diberikan bukan berorientasi pada jawaban (hasil) akhir.

Pendekatan Realistik

sebuah pendekatan pendidikan yang berusaha menempatkan pendidikan pada hakiki


dasar pendidikan itu sendiri. pendekatan realistik adalah pendekatan yang menggunakan
masalah situasi dunia nyata atau suatu konsep sebagai titik tolak dalam belajar
matematika. Dalam pembelajaran melalui pendekatan realistik, strategi-strategi informasi
siswa berkembang ketika mereka menyelesaikan masalah pada situasi-situasi biasa yang
telah dikenal. Keadaan itu yang dijadikan sebagai titik awal pembelajaran pendekatan
realistik atau Realistic Mathematic Education. Realistic Mathematic Education (RME)
adalah pendekatan pengajaran yang bertitik tolak pada hal-hal yang real bagi siswa. Teori
ini menekankan ketrampilan proses, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan
teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri (student invonting).Pada
pendekatan realistik peran guru tidak lebih dari seorang fasilitator, moderator atau
evaluator. Sementara murid berfikir, mengkomunikasikan argumennya,
mengklasifikasikan jawaban mereka serta melatih saling menghargai strategi atau
pendapat orang lain.Dapat dikatakan bahwa arti RME atau pendekatan Realistik adalah
pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah sehari-hari sebagai sumber
inspirasi dalam pembentukan konsep dan mengaplikasikan konsep-konsep tersebut.

Contoh pendekatan pembelajaran :

1. Pendekatan individual
Pendekatan individual dipahami sebagai sebuah pendekatan dimana guru berusaha
memahami watak dan karakter siswa dalam sebuah kelas tertentu. Guru senantiasa
melakukan pendekatan secara individu sehingga lebih mudah memahami bagaimana
karakter para siswa. Selain itu persoalan kesulitan belajar yang dialami siswa juga akan
mudah terpecahkan

2. Pendekatan kelompok

Pendekatan kelompok merupakan pendekatan yang bertujuan mengembangkan dan


membina sikap social siswa. Pendekatan ini akan menghasilkan kepekaan dan rasa social
yang tinggi atas diri setiap siswa.

3. Pendekatan bervariasi

Setiap siswa mempunyai motivasi belajar yang berbeda satu dengan lainnya.
Permasalahan yang mereka hadapi juga bervariasi antara satu dengan lainnya.maka dari
pendekatan bervasiasi adalah solusi tepat untuk mengatasi masalahtersebut. Hal ini
didasari pemahaman akan permasalahan yang dihadapi setiap siswa dalam proses belajar
bermacam-macam sehingga teknik pemecahan ,masalah yang digunakan oleh setiap
individu tentunya bervariasi pula.

4. Pendekatan edukatif

Setiap sikap,tindakan dan perbuatan guru harus memiliki nilai pendidikan yang bertujuan
mendidik siswa agar memahami danmenghargai norma social,agam, dan
hokum.pendekatanin berperan penting dalam membina watak siswa.

II. METODE DALAM PEMBELAJARAN

Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini
banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu
khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang
menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya
diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari
guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme
psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari
guru.

Metode diskusi

Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi
terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat.
Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan
menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan
menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan
belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.

Metode tanya jawab

Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. Dengan
mengajukan pertanyaan yang terarah, siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya
pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok
pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode ini dapat menjadi
pendorong bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber
belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses
pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas.

Metode penugasan

Metode ini berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.
Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, meransang untuk belajar lebih
banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari
dan mengolah sendiri informasi. Tetapi dlam metode ini sulit mengawasi mengenai
kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri.

Metode eksperimen

Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan.


Dengan melakukan eksperimen, siswa menjadi akan lebih yakin atas suatu hal daripada
hanya menerima dari guru dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan
sikap ilmiah, dan hasil belajar akan bertahan lebih lama dalam ingatan siswa. Metode ini
paling tepat apabila digunakan untuk merealisasikan pembelajaran dengan pendekatan
inkuiri atau pendekatan penemuan.

Metode belajar kooperatif

Dalam metode ini terjadi interaksi antar anggota kelompok dimana setiap kelompok
terdiri dari 4-5 orang. Semua anggota harus turut terlibat karena keberhasilan kelompok
ditunjang oleh aktivitas anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu.
Model belajar kooperatif yang sering diperbincangkan yaitu belajar kooperatif model
jigsaw yakni tiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan
atau diajarkan pada teman sekelompoknya.

Metode demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses
kejadian. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat – alat
bantu pengajaran seperti benda – benda miniatur, gambar, perangkat alat – alat
laboratorium dan lain – lain. Akan tetapi, alat demonstrasi yang paling pokok adalah
papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yang multi proses. Dengan
menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema,
membuat hitungan matematika, dan lain – lain peragaan konsep serta fakta yang
memungkinkan.
Ada lima hal yang perlu diperhatikan guru dalam memilih suatu metode mengajar yaitu :

a. Kemampuan guru dalam menggunakan metode.


b. Tujuan pengajaran yang akan dicapai.
c. Bahan pengajaran yang perlu dipelajari siswa.
d. Perbedaan individual dalam memanfaatkan inderanya.
e. Sarana dan prasarana yang ada di sekolah.