Anda di halaman 1dari 41

PENGARUH MASUKNYA BUDAYA ASING

TERHADAP PERILAKU REMAJA INDONESIA

Karya Tulis Ilmiah

Diajukan pada Bidang Kajian Sosial dan Keagamaan sebagai


salah satu syarat kelulusan di Program Excellent Class

Oleh:
AHMAD RAMDANI
Kelas: 6 IPS A/ NIS: 18356

PROGRAM EXCELLENT CLASS


PONDOK PESANTREN DAAR EL-QOLAM
2018/1440
ABSTRACT
Name: Ahmad Ramdani, NIS: 18356, Title: The Influence of Foreign Culture
Income of The Youth Attitude.

Republic of Indonesia contracted into RI or Indonesia Is the one of


nation’s which passed by equator line. And Indonesia is the one of western
nation’s colony. Western culture is not only culture which handled by colonizer,
but western technology also can influence the western culture in Indonesia, and
then many of youth attitudes changed during the foreign culture income,
especially in behavior, attitude, and their intercourse.
The formulation problem of this research is, what is the factor of foreign
culture income into Indonesia, how the youth attitude before and after foreign
culture income into Indonesia, what is the influence of foreign culture income of
youth attitude, then the purpose of this research is to know the factor of foreign
culture income into Indonesia, to know the youth behavior before and after
foreign culture income into Indonesia, and to know the influence of foreign
culture income of the youth attitude.
The methods that used in scientific writing is quantitative method by
descriptive approach. The methods of collecting data form this scientific writing
by questionnaire or with question and library research. This research is holding at
excellent class program by the sample forty persons, from the population by the
quantity seventy three persons. This population was taken from all class four
male. The result which has received is combining between SS (very agree) and S
(agree) with KS (not totally agree) and TS (disagree). SS and S it mean
influencing if KS and TS it mean not influencing and which taken are SS and S.
Then the result is, first item 85%, second item 92,5%, third item 70%, fourth item
82,5%, fifth item 62,5%, sixth item 90%, seventh item 82,5%, eight item 55%,
ninth item 80%, tenth item 52,5%.

i
ABSTRAK
Nama: Ahmad Ramdani, NIS: 18356, Judul: Pengaruh Masuknya Budaya
Asing Terhadap Perilaku Remaja Indonesia.

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah salah satu negara


yang dilalui garis khatulistiwa. Dan Indonesia merupakan salah satu negara
jajahan negara barat. Budaya barat bukan hanya dibawa oleh para penjajah tetapi
teknologi barat yang canggih juga berpengaruh akan masuknya budaya asing ke
Indonesia. Akibatnya banyak perilaku remaja yang berubah seiring masuknya
budaya barat, terutama akhlak, sikap, dan pergaulan mereka.
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penyebab
masuknya budaya asing ke Indonesia, bagaimanakah perilaku remaja sebelum dan
sesudah masuknya budaya asing di Indonesia, apa pengaruh masuknya budaya
asing terhadap perilaku remaja. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui apakah penyebab masuknya budaya asing ke Indonesia, untuk
mengetahui bagaimanakah perilaku remaja sebelum dan sesudah masuknya
budaya asing, dan untuk mengetahui apa pengaruh masuknya budaya asing
terhadap perilaku remaja.
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner atau akrab dengan
pertanyaan, dan studi pustaka. Penelitian ini dilaksanakan di program excellent
class dengan jumlah sampel 40 orang, dari populasi dengan jumlah 73 orang.
Populasi diambil dari jumlah seluruh kelas empat putra. Hasil yang diperoleh
digabungkan antara SS (Sangat Setuju) dan S (Setuju) dengan KS (Kurang Setuju)
dan TS (Tidak Setuju). SS dan S berarti berpengaruh, sedangkan KS dan TS
berarti tidak berpengaruh dan yang diambil adalah SS dan S. Maka hasilnya
adalah item 1 85%, item 2 92,5%, item 3 70%, item 4 82,5%, item 5 62,5%, item
6 90%, item 7 82,5%, item 8 55%, item 9 80%, item 10 52,5%.

ii
LEMBAR PENGESAHAN

PENGARUH MASUKNYA BUDAYA ASING TERHADAP


PERILAKU REMAJA

Oleh
AHMAD RAMDANI
Kelas: 6 IPS A/NIS: 18356
(Bidang Kajian Agama dan Sosial)

Karya Tulis Ilmiah ini telah disahkan dan diterima sebagai salah satu syarat
kelulusan pada Program Excellent Class Pondok Pesantren Daar el-Qolam
November 2011.

Koordinator Kajian Sosial dan Pembimbing


Keagamaan

Indra Jaya, M.A. Dra. Mimi Rosmiati

iii
LEMBAR PERNYATAAN

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang


saya susun sebagai syarat kelulusan dari Program Excellent Class Pondok
Pesantren Daar el-Qolam merupakan hasil karya saya sendiri.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan karya tulis ilmiah yang
saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas
sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.
Apabila di kemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian karya tulis
ilmiah ini bukan hasil karya saya sendiri atau adanya plagiarisme dalam bagian-
bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi pencabutan ijazah pondok yang
saya dapatkan dan sanksi-sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku.

Gintung, Oktober 2011

AHMAD RAMDANI

iv
RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 19 Januari 1995


anak ke-3 dari perkawinan antara Ayah Anis dan Ibu Eliyanis.
Pendidikan formal yang pernah diselesaikan oleh penulis
adalah sebagai berikut: Taman Kanak-Kanak Alodia Bekasi
lulus tahun 2000.
Sekolah Dasar Yaperti Bekasi lulus tahun 2006. Madrasah
Tsanawiyah di Pondok Pesantren Daar el-Qolam Gintung lulus tahun 2009,
Kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas di Pesantren yang sama dan
Insya Allah lulus tahun 2012.
Selama menjadi santri di Pondok Pesantern Daar el-Qolam penulis aktif
dalam berbagai organisasi ekstra kurikuler, dan juga aktif mengikuti berbagai
lomba atau kompetisi baik di dalam maupun di luar pondok. Pada organisasi
ekstra kurikuler, aktif sebagai pengurus Public Speaking el-markazi tahun 2010/
2011 dan anggota Jaguar Pasukan Khusus Daar el-Qolam (PASUD) tahun 2009
s.d 2010.
Sedangkan prestasi yang diperoleh melalui kompetisi, juara II MSQ ISO
tahun 2009, Juara I Muhadharah Kubra Bahasa Arab tahun 2010, Pesrta lomba
Perkemahan Al-Mizan Galang Kreasi (AGRASI) tahun 2010, Juara I P3K
AGRASI, Peserta lomba Perkemahan La-Tansa Galang Inovasi (PELANGI)
tahun 2011, Juara I Menaksir PELANGI, Peserta lomba Perkemahan se
Kabupaten Tangerang di Tiga Raksa tahun 2011.

v
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SubhânahûwaTa`âlâ yang telah memberikan


karunia dan rahmat-Nya kepada penulis, hingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan Karya Tulis Ilmiah(KTI) dengan judul "Pengaruh Masuknya Budaya
Asing Terhadap Perilaku Remaja Indonesia". Karya sederhana ini penulis susun
dalam rangka memenuhi salah satu syarat kelulusan di Program Excellent Class
Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Gintung, Jayanti, Tangerang.
Penulis menyadari, bahwa karya tulis ini tidak dapat diselesaikan tanpa
dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis berterima
kasih kepada semua pihak yang memberikan kontribusi dan dukungan dalam
penyusunan karya tulis ini. Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima
kasih sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:
1. Al-Ustâdz Drs. K. H. Ahmad Syahiduddin sebagai Pengasuh Pondok
Pesantren Daar el-Qolam yang telah mencurahkan segenap perhatian dan
pemikiran untuk kemajuan pondok dan perkembangan Umat Islam.
2. Al-Ustâdz Drs. K. H. Odhy Rosihuddin sebagai Pemimpin Pondok yang
telah bekerja keras dalam peningkatan kualitas pendidikan di Pondok
Pesantren Daar el-Qolam.
3. Al-Ustâdz Indra Jaya, M.A., sebagai Koordinator Kajian Sosial dan
Keagamaan, yang telah membantu penulis dalam proses penyusunan karya
tulis ini.
4. Al-Ustâdzah Dra. Mimi Rosmiati, sebagai pembimbing yang telah
memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam penyusunan karya
tulis ini.

vi
5. asâtîdz walikelas enam juga segenap Asâtîdz dan ustâdzât dan santri kelas
enam Program Excellent Class yang telah banyak membantu penulis untuk
memperoleh data penelitian dan karyatulis ilmiah ini.
6. Akhirnya, secara khusus lagi, penulis mengucapkan terimakasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ayahanda H. Anis dan ibunda
Eliyanis, yang telah tidak henti-hentinya memberikan semangat, doa dan
selalu memotivasi penulis dalam penulisan karya tulis ini.
Tak ada gading yang tak retak. Tak ada yang sempurna di dunia ini.
Demikian pula dengan penulisan karya tulis ilmiah ini. Kritik dan saran sangatlah
penulis harapkan dan dapat disampaikan secaralangsung maupun tidak langsung.
Semoga karya tulis ini menjadi tambahan khazanah pengetahuan bagi siapapun
yang membacanya.

Gintung, Oktober 2011

AHMAD RAMDANI

vii
DAFTAR ISI

ABSTRACT ........................................................... Error! Bookmark not defined.


ABSTRAK ..............................................................................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... iii
LEMBAR PERNYATAAN ................................................................................... iv
RIWAYAT HIDUP ................................................................................................. v
KATA PENGANTAR ........................................................................................... vi
DAFTAR ISI ........................................................................................................ viii
DAFTAR TABEL .....................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .................................... Error! Bookmark not defined.
A. Latar Belakang Masalah ..................................................................... 1
B. Perumusan Masalah ............................................................................ 2
C. Tujuan Penelitian ................................................................................ 2
D. Metode Penelitian ............................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 4
A. Pengertian Budaya .............................................................................. 4
B. Pengertian Perilaku ............................................................................. 5
C. Pengertian Remaja .............................................................................. 7
D. Dampak Globalisasi Budaya ............................................................... 8
BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 10
A. Tempat dan Waktu ............................................................................ 10
B. Metode Penelitian ............................................................................. 10
C. Populasi dan Sempel ......................................................................... 11
D. Unit Analisis ..................................................................................... 13
E. Instrumen Penelitian ......................................................................... 14
F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 14
G. Teknik Analisis Data......................................................................... 14
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................. 16
A. Hasil Penelitian ................................................................................. 16

viii
B. Pembahasan....................................................................................... 19
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 26
A. Kesimpulan ....................................................................................... 26
B. Saran ................................................................................................. 27
DAFTAR PUSTAKA ............................................ Error! Bookmark not defined.
LAMPIRAN .......................................................................................................... 30

ix
DAFTAR TABEL

Tabel C.1. Nama-nama populasi santriwan kelas 4 .............................................. 12


Tabel C.2. Pengelolaan data...................................................................................13
Tabel A.1. Tabulasi dengan frekuensi jawaban.....................................................17
Tabel A.2. Tabulasi persentase data.......................................................................19
Tabel B.1. Pembahasan item 1 .............................................................................. 19
Tabel B.2. Pembahasan item 2 .............................................................................. 20
Tabel B.3. Pembahasan item 3 .............................................................................. 20
Tabel B.4. Pembahasan item 4 .............................................................................. 21
Tabel B.5. Pembahasan item 5 .............................................................................. 22
Tabel B.6. Pembahasan item 6 .............................................................................. 22
Tabel B.7. Pembahasan item 7 .............................................................................. 23
Tabel B.8. Pembahasan item 8 .............................................................................. 24
Tabel B.9. Pembahasan item 9 .............................................................................. 24
Tabel B.10. Pembahasan item 10 .......................................................................... 25
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia


Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asiadan
Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah
Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau.1 Oleh karena
itu ia disebut juga sebagai Nusantara. Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh
bangsa lainnya. Karena Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan
penting setidaknya sejakabad ke-7.
Sejak lama sebelum kedatangan bangsa Belanda di Kepulauan Indonesia,
orang India, Cina, Arab, dan Portugis telah hadir di pulau Jawa. Masing-masing
membawa kebudayaan sendiri. Pada abad ke-16 orang Belanda datang ke
Indonesia untuk berdagang, tetapi kemudian menjadi penguasa di Indonesia.2
Kehadiran bangsa Eropa di Indonesia, yang kemudian menjadi penguasa
mempengaruhi gaya hidup, bentuk bangunan, serta ketujuh unsur universal
kebudayaan-bahasa, peralatan dan perlengkapan hidup manusia, kesenian, ilmu
pengetahuan dan religi ikut terpengaruh pula.3
Budaya Indonesia yang berubah akibat masuknya budaya asing (Eropa) di
Indonesia, disebabkan karena 2 hal:

1. Penjelajah dari Eropa, akibat banyaknya bangsa Eropa yang datang ke


Indonesia dan banyak budaya mereka yang masih bisa kita lihat hingga
sekarang, contohnya: Cara bergaul orang Portugis yang relative terbuka dan
tidak rasis membuat budayanya banyak terserap secara mudah.4

1
"Indonesia has completed surveys on its 13,000 islands",ANTARA News Agency, 18 August
2010.
2
Djoko Soekiman, kebudayaan indis, (Jakarta: Komunitas Bambu, 2011)h.1.
3
Ibid., h.2.
4
“Budaya”http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia.

1
2

2. Dunia barat sebagai tempat pertama berkembangnya teknologi informasi tentu


saja dapat mengambil keuntungan dengan berkembang pesatnya teknologi
informasi yang telah mereka ciptakan. Hingga budaya mereka dengan mudah
masuk di berbagai negara termasuk Indonesia yaitu free life style dari barat.
Perilaku remaja Indonesia pun berubah seiring masuknya budaya asing di
Indonesia. Khususnya di dalam pergaulan mereka.contohnya: Remaja sekarang
ikut-ikutan mengikuti mode pakaian, gaya rambut, gaya aksesoris, dan bahkan
gaya hidup ala orang-orang barat. Remaja sekatang pun sudah banyak yang
mengkonsumsi narkoba, mabuk-mabukan, serta pergaulan bebas.5 Apakah
perubahan perilaku mereka di karenakan masuknya budaya asing di Insonesia?
Dan apakah masuknya budaya asing ke Indonesia hanya memiliki dampak negatif
untuk Indonesia, khususnya di kalangan remaja Indonesia?
Oleh karena itu penulis ingin agar para pembaca dapat mengetahui apakah
pengaruh masuknya budaya asing terhadap perilaku remaja Indonesia.

B. Perumusan Masalah

Dari penulisan diatas penulis dapat merumuskan masalah-masalah yang


terjadi sebagai berikut:
1. Apakah penyebab masuknya budaya asing ke Indonesia?
2. Bagaimanakah perilaku remaja sebelum dan sesudah masuknya budaya
asing di Indonesia?
3. Apa pengaruh masuknya budaya asing terhadap perilaku remaja?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian yang penulis lakukan adalah sebagai


berikut:
1. Penulis ingin mengetahui penyebab masuknya budaya asing ke Indonesia.
2. Penulis ingin mengetahui perilaku remaja sebelum dan sesudah masuknya
budaya asing ke Indonesia.

5
Atik Catur Budiati,Sosiologi Kontekstual,(Jakarta, Juni 2009)h.48.
3

3. Penulis ingin mengetahui dampak masuknya budaya asing terhadap


perilaku remaja.

D. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif


dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan alat yang digunakan dalam rangka
mengumpulkan data dalam penelitian kuatitatif ini berupa kuesioner atau akrab
dengan pertanyaan.6 Melalui metode ini dikumpulkan data sebanyak banyaknya
mengenai pengaruh masuknya budaya asing terhadap perilaku remaja Indnesia.

6
Drs. Andreas Soeroso, M.S.,Sosiologi 3 SMA Kelas XII, (Bogor: Januari 2009), cet. Ke-1, h.80.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah,


yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-
hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris,
kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah
atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata
culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Definisi budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang dan di wariskan dari generasi ke generasi.7
Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota
masyarakat.8
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social,
ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan
social.9
3. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan
pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu
maupun kelompok.10

7
Human Communication: Konteks-konteksKomunikasi.
8
“definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli”, Tangerang, 10 Agustus,
2011.http://exalute.wordpress.com.
9
Ibid.
10
Ibid.

4
5

4. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia
terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti
kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran
didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.11
5. Francis Merill
1. Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social.
2. Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang
sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi
simbolis.12

B. Pengertian Perilaku

Perilaku adalah merupakan perbuatan/ tindakan dan perkataan seseorang


yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun
orang yang melakukannya.13
Perilaku mempunyai beberapa dimensi:14
1. Fisik (dapat diamati), digambarkan dan dicatat, baik frekuensi, durasi
dan intensitasnya.
2. Ruang, suatu perilaku mempunyai dampak kepada lingkungan (fisik
maupun sosial) dimana perilaku itu terjadi.
3. Waktu, suatu perilaku mempunyai ikatan dengan masa lampau maupun
masa yang akan datang.

11
Ibid.
12
Ibid.
13
“pertemuan-i-pengertian-perilaku” http://bocahbancar.files.wordpress.com.
14
Ibid.
6

Perilaku adalah respon individu atau kelompok terhadap lingkungan.


Dalam fisiologi, perilaku manusia merupakan bagian penting dari perubahan fisik
yang menitik beratkan pada sifat dan karekterisktik yang khas dari organ-organ
atau sel-sel yang ada dalam tubuh. Dalam kaca mata ilmu sosial, perilaku atau
perbuatan manusia merupakan maifestasi terhadap pola-pola hubungan, dinamika,
perubahan dan interaksi yang menitik beratkan pada masyarakat dan kelompok
masyarakat (keluarga, kelompok sosial, klien, ras, bangsa). 15
Pengertian sikap, sikap pada awalnya diartikan sebagai sesuatu syarat
untuk munculnya suatu tindakan. Konsep itu kemudian berkembang semakin luas
dan digunakan untuk menggambarkan adanya suatu niat yang khusus atau umum,
berkaitan dengan kontrol terhadap respon pada keadaan tertentu (young, 1596).
Masri (1972), mangartikan sikap sebagai kesediaan yang diarahkan untuk menilai
atau menanggapi sesuatu. Berkman dan Gilson (1981) mendefinisikan sikap
adalah evaluasi individu yang berupa kecenderungan. 16
Banyak sosiolog dan psikolog memberi batasan bahwa sikap
merupakanKecenderungan individu untuk merespon dengan cara yang khusus
terhadap stimulus yang ada dalam lingkungan sosial. Sikap merupakan suatu
kecenderungan untuk mendekat atau menghindar, positif atau negatif terhadap
berbagai keadaan sosial, apakah itu institusi, Gerungan, 2000). Gagne (1974)
mengatakan bahwa sikap merupakan suatu keadaan internal (internalstate) yang
mempengaruhi pilihan tindakan individu terhadap beberapa objek, pribadi, dan
peristiwa.
Akan tetapi keragaman pengertian tersebut disebabkan oleh sudut pandang
dari penulis yang berbeda. Namun demikian, jika dicermati hampir semua batasan
sikap merupakan suatu keadaan internal atau keadaan yang masih ada dalam diri
manusia. Keadaan internal tersebut berupa keyakinan yang diperoleh dari proses
akomodasi dan asimilasi pengetahuan yang mereka dapatkan, sebagaimana
Piaget’s tentang proses perkembangan kognitif manusia (Wadworth, 1971).17

15
“Pengertian-Sikap-dan-Perilaku”, Tangerang, 2011. http://www.scribd.com.
16
Ibid.
17
Ibid.
7

C. Pengertian Remaja

Remaja dalam bahasa Latin adalah adolescence, yang artinya “tumbuh


atau tumbuh untuk mencapai kematangan”. Istilah adolescencese sungguhnya
mempunyai arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, social, dan
fisik (Hurlock, 1991). Secara psikologis remaja adalah suatu usia dimana individu
menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak
merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan
merasa sama, atau paling tidak sejajar.18
Masa remaja adalah waktu meningkatnya perbedaan di antara anakmuda
mayoritas, yang diarahkan untuk mengisi masa dewasa dan menjadikannya
produktif, dan minoritas yang akan berhadapan dengan masalah besar. Masa
remaja, menurut Mappiare (1982), berlangsung antara umur 12 tahun sampai
dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.
Rentang usia remaja ini dapat di bagi menjadi dua bagian, yaitu usia 12 atau 13
tahun sampai dengan 17 atau 18 tahun adalah masaremaja awal dan usia 17 atau
18 sampai dengan 21 atau 22 tahun adalah masa remaja akhir.19
Sedangkan menurut Zakiah Darajat (1990: 23) remaja adalah:masa
peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak
mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun
perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun
cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.
Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa remaja
(adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan
masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara
12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga,
yaitu 12–15 tahun= masa remaja awal, 15–18 tahun= masa remaja pertengahan,
dan 18–21 tahun= masa remaja akhir. Tetapi Monks, Knoers, dan

18
“Pengertian-Remaja”, Tangerang, 2011. http://annisakarliana.blog.com.
19
Ibid.
8

Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja
10–12 tahun, masa remaja awal 12–15 tahun, masa remaja pertengahan 15–18
tahun, dan masa remaja akhir 18–21 tahun (Deswita, 2006: 192).
Definisi yang dipaparkan oleh Sri Rumini & Siti Sundari, Zakiah Darajat,
dan Santrock tersebut menggambarkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan
dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12-22
tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan
fisik, maupun psikologis.

D. Dampak Globalisasi Budaya

Dampak positif globalisasi bidang sosial budaya:


1. Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara
hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi
dari bangsa lain yang telah maju.
2. Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin,
mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagtainya.20

Dampak negatif globalisasi bidang sosial budaya:


1. Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui
internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh
masyarakat.
2. Semaikin memudarnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang
melahirkan gaya hidup berikut ini:
1. Individualisme: mengutamakan kepentingan diri sendiri.
2. Pragmatisme: melakukan suatu kegiatan yang menguntungkan
saja.
3. Hedonisme: Paham yang mengutamakan kepentingan
keduniawian semata.

20
“dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia”, Tangerang, 2011.
http://24bit.wordpress.com.
9

4. Primitif : sesuatu yang sebelumnya dianggap tabu, kemudian


dianggap sebagai sesuatu yang biasa/ wajar.
5. Konsumerisme: pola konsumsi yang sudah melebihi batas.
Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan
kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/ darurat, misalnya
sakit,kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang.21

21
Ibid.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu

1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Daar El-Qolam Program
Excellent Class yang terletak di Desa Pasir Gintung Kecamatan Jayanti
Kabupaten Tangerang.
2. Waktu Penelitian
Penulis melakukan penelitian ini dimulai pada bulan Juli 2011 s.d
November 2011, dengan matrik kegiatan sebagai berikut:

Bulan
No Kegiatan Agustus September Oktober November
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan judul
2 Rumusan masalah
3 Menyusun teori
4 Pengumpulan data
5 Pengolahan analisis data
6 Pembahasan
7 Kesimpulan

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif


dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan alat yang digunakan dalam rangka
mengumpulkan data dalam penelitian kuantitaf ini berupa kuesioner atau akrab
dengan pertanyaan. Melalui metode ini dikumpulkan data sebanyak banyaknya
mengenai pengaruh masuknya budaya asing terhadap perilaku remaja Indnesia.

10
11

C. Populasi dan Sempel

1. Populasi Penelitian
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Santriwan kelas 4 Program
Excellent Class Pondok Pesantren Daar el-Qolam Gintung Jayanti Tangerang.
Meliputi 6 kelas dengan jumlah 73 santriwan.
2. Sampel Penelitian
Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 54,79% dari total populasi
atau dengan jumlah 40 santriwan.
Adapun dengan nama-nama santriwan sebagai berikut:
No. Nama Santriwan NIS Rentang Usia(13-18) Tahun
1 Nur Fikrianto 20921 15
2 M. Akbar. F 20853 15
3 M. Farhan 20816 15
4 Khairul Rizal 20804 15
5 Adhimas. S. U 20616 15
6 M. S. Nur Yasin 20869 15
7 M. Fauzy. R 20485 15
8 M. Dzaky. A 20878 15
9 M. Fikri. A 20886 15
10 M. Fahmi. R 20857 15
11 M. Ramadhani. S 20820 15
12 M. Chandra 20876 15
13 Ihda. C 20776 15
14 M. Machfud 20894 15
15 Andri. A 20660 15
16 Muhammad Tsaqif 20904 15
17 Nuzul Muhammad. R 20922 15
18 M. Sachrie 20841 15
19 Fazlurrahman Luthfi 20740 15
20 Fikriyuddin 20745 15
21 Irvan Hikmatullah 20797 15
12

22 Iman Bagus Faisal 20786 15


23 M. Aziz Fauzi 20839 15
24 Viki. F. R 20991 15
25 M. Miftah Muttaqien 20895 15
26 Tajul Maimun 20980 15
27 M. Faishal. A. R 20880 15
28 Khairul Amin 20599 15
29 Abdul Aziz 20602 15
30 Anggi Irfan 20666 15
31 Destha Ryendra 20705 15
32 Ega Mahaputra 20717 15
33 Fikri Sandi 20744 15
34 Indra Ramdani 20789 15
35 Izhar Syafawi 20799 15
36 Maulana. F. K 20834 15
37 Misbah A. B 20840 15
38 M. Ryo Emier. I 20903 15
39 M. Zuhal. H 20909 15
40 Noval Rizki 20917 15
Tabel C.1. Nama-nama populasi santriwan kelas 4
13

Tanggapan
No Pernyataan
SS S KS TS
Masuknya budaya asing di Indonesia banyak
1 12 22 5 1
menimbulkan dampak negatif
Masuknya budaya asing mempengaruhi
2 12 25 2 1
pergaulan para remaja Indonesia
Remaja lebih cenderung menyukai cara
3 18 10 9 3
berpakaian gaya barat
Perilaku menyimpang di kalangan remaja
4 Indonesia banyak terjadi karena pengaruh 9 24 7 -
masuknya budaya asing
Rusaknya akhlak para remaja Indonesia karena
5 6 21 11 2
pengaruh masuknya budaya asing
Melemahnya budaya lokal karena pengaruh
6 10 26 3 1
masuknya budaya asing
Banyaknya tradisi Indonesia yang menghilang
7 dikalangan remaja karena pengaruh masuknya 5 28 7 -
budaya asing
Berkurangnya rasa nasionalisme di kalangan
8 4 18 11 7
remaja karena pengaruh masuknya budaya asing
Sebelum masuknya budaya asing di Indonesia
9 14 18 7 1
para remaja lebih sopan dibandingkan sekarang
Timbulnya rasa arogansi(sombong) di kalangan
10 remaja Indonesia diakibatkan karena masuknya 3 18 13 6
budaya asing di Indonesia
Tabel C.2 Pengelolaan Data

D. Unit Analisis

Dalam penelitian ini, variabel yang dianalisis adalah pengaruh masuknya


budaya asing terhadap perilaku remaja Indonesia.
14

E. Instrumen Penelitian

Instrumen merupakan alat untuk menjaring data. Instrumen yang baik


adalah instrumen yang efektif dan tepat sasaran untuk dapat menjaring data yang
diinginkan. Guna memperoleh data yang diperlukan maka digunakan beberapa
cara pengumpulan data yaitu :
1. Angket
Angket yang di berikan kepada santriwan merupakan angket tertutup
sebanyak 10 item dengan empat pilihan jawaban sebagai berikut:
1. SS (Sangat Setuju)
2. S (Setuju)
3. KS (Kurang Setuju)
4. TS (Tidak Setuju)

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yaitu


yang berupa angket sikap model likert yang bersifat tertutup dengan bentuk
pilihan ganda.

G. Teknik Analisis Data

Setelah semua data terkumpul secara lengkap, maka langkah selanjutnya


adalah mentabulasikan data. Penulis selanjutnya mengolah berdasarkan jenis data
yang diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

FJ
𝑃 = x 100%
N
Keterangan :
P = Persentase yang dicari
FJ = Frekuensi Jawaban
N = Jumalah siswa/ sampel penelitian
Hasil presentasi data dari masing-masing item jawaban siswa merupakan
bahan intepretasi (tafsiran jawaban) atas pernyatan yang diajukan dalam angket.
15

Untuk memudahkan dalam intepretasi, penulis menentukan pedoman


berupa skala gradasi sebagai berikut:
0%-25%= Sangat Kurang
26%-50%= Kurang
51%-75%= Cukup
76%-100%= Baik
Hasil intepretasi diatas merupakan tafsiran jawaban atas pernyataan yang
diajukan dalam angket juga merupakan tafsiran jawaban atas permasalahan yang
ada pada perumusan masalah yang sekaligus merupakan bahan kesimpulan
penelitian.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Dari data yang masuk melalui angket, selanjutnya diolah dengan cara
mengelompokan data jawaban santriwan, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang
Setuju, Tidak Setuju ke dalam tabulasi pengelompokan data(tabel 1). Selanjutnya
data jawaban tersebut satu-persatu dipersentasikan(dalam tabel 2) dengan
menggunakan rumus seperti yang telah dijelaskan di BAB III sebagai berikut.

FJ
𝑃= x 100%
N
Keterangan :
P = Persentase yang dicari
FJ = Frekuensi Jawaban
N = Jumalah siswa/ sampel penelitian
Selanjutnya hasil persentase data tersebut diintepretasikan dengan
pedoman kepada rentang skala gradasi seperti yang telah ditetapkan pada BAB III
sebagai berikut.
0%-25%= Sangat Kurang
26%-50%= Kurang
51%-75%= Cukup
76%-100%= Baik
Untuk mempermudah dalam penyelesaian, penulis menyusun tabel 1 dan
tabel 2 sebagai berikut.

16
17

Tanggapan
No Pernyataan
SS S KS TS
Masuknya budaya asing di Indonesia banyak
1 12 22 5 1
menimbulkan dampak negatif
Masuknya budaya asing mempengaruhi
2 12 25 2 1
pergaulan para remaja Indonesia
Remaja lebih cenderung menyukai cara
3 18 10 9 3
berpakaian gaya barat
Perilaku menyimpang di kalangan remaja
4 Indonesia banyak terjadi karena pengaruh 9 24 7 -
masuknya budaya asing
Rusaknya akhlak para remaja Indonesia karena
5 6 21 11 2
pengaruh masuknya budaya asing
Melemahnya budaya lokal karena pengaruh
6 10 26 3 1
masuknya budaya asing
Banyaknya tradisi Indonesia yang menghilang
7 dikalangan remaja karena pengaruh masuknya 5 28 7 -
budaya asing
Berkurangnya rasa nasionalisme di kalangan
8 4 18 11 7
remaja karena pengaruh masuknya budaya asing
Sebelum masuknya budaya asing di Indonesia
9 14 18 7 1
para remaja lebih sopan dibandingkan sekarang
Timbulnya rasa arogansi (sombong) di kalangan
10 remaja Indonesia diakibatkan karena masuknya 3 18 13 6
budaya asing di Indonesia
TabelA. 1. Hasil Tabulasi dengan Frekuensi Jawaban
18

Tanggapan Persentase%
No Pernyataan
SS S KS TS SS S KS TS
Masuknya budaya asing di Indonesia
1 12 22 5 1 30 55 12,5 2,5
banyak menimbulkan dampak negatif
Masuknya budaya asing mempengaruhi
2 12 25 2 1 30 62,5 5 2,5
pergaulan para remaja Indonesia
Remaja lebih cenderung menyukai cara
3 18 10 9 3 45 25 22,5 7,5
berpakaian gaya barat
Perilaku menyimpang di
kalangan remaja Indonesia banyak
4 9 24 7 - 22,5 60 17,5 -
terjadi karena pengaruh masuknya
budaya asing

Rusaknya akhlak para remaja Indonesia


5 karena pengaruh masuknya budaya 6 21 11 2 15 52,5 27,5 5
asing
Melemahnya budaya lokal karena
6 10 26 3 1 25 65 7,5 2,5
pengaruh masuknya budaya asing
Banyaknya tradisi Indonesia yang
7 menghilang dikalangan remaja, karena 5 28 7 - 12,5 70 17,5 -
pengaruh masuknya budaya asing
Berkurangnya rasa nasionalisme di
8 kalangan remaja, karena pengaruh 4 18 11 7 10 45 27,5 17,5
masuknya budaya asing
19

Sebelum masuknya budaya asing di


Indonesia para remaja lebih sopan 14 18 7 1 35 45 17,5 2,5
9 dibandingkan sekarang
Timbulnya rasa arogansi (sombong) di
kalangan remaja Indonesia diakibatkan
10 3 18 13 6 7,5 45 32,5 15
karena masuknya budaya asing di
Indonesia
TabelA.2. Tabulasi Persentase Data

B. Pembahasan

Setelah ditentukan kriteria penafsiran data sebagaimana uraian diatas,


selanjutnya penulis mengintepretasikan data dengan jumlah responden 50 santri
sesuai dengan hitungan yang dijelaskan dalam tabel.
Hasilnya dapat dijelaskan dalam tabel B.1 dan tabel-tabel selanjutnya
sebagai berikut.

Item 1
Masuknya budaya asing di Indonesia banyak menimbulkan dampak negatif.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 12 30
2 Setuju 22 55
3 Kurang Setuju 5 12,5
4 Tidak Setuju 1 2,5
Jumlah 40 100
Tabel B.1. Pembahasan item 1

Intepretasi:
Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab
sangat setuju 12 santriwan dengan persentase 30%, yang menjawab setuju 22
santriwan dengan persentase 55%, yang menjawab kurang setuju 5 santriwan
dengan persentase 12,5%, dan yang menjawab tidak setuju 1 santriwan dengan
persentase 2,5%. Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa para santriwan
20

setuju, masukya budaya asing banyak menimbulkan dampak negatif (item ini
dalam kategori cukup).

Item 2
Masuknya budaya asing mempengaruhi pergaulan para remaja Indonesia.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 12 30
2 Setuju 25 62,5
3 Kurang Setuju 2 5
4 Tidak Setuju 1 2,5
Jumlah 40 100
Tabel B.2. Pembahasan item 2

Intepretasi:
Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab
sangat setuju 12 santriwan dengan persentase 30%, yang menjawab setuju 25
santriwan dengan persentase 62,5%, yang menjawab kurang setuju 2 santriwan
dengan persentase 5%, dan yang menjawab tidak setuju 1 santriwan dengan
persentase 2,5%. Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa santriwan setuju,
masukya budaya asing mempengaruhi pergaulan para remaja Indonesia (item ini
dalam kategori cukup).

Item 3
Remaja lebih cenderung menyukai cara berpakaian gaya barat.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 18 45
2 Setuju 10 25
3 Kurang Setuju 9 22,5
4 Tidak Setuju 3 7,5
Jumlah 40 100
Tabel B.3. Pembahasan item3
21

intepretasi:

Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab


sangat setuju 18 santriwan dengan persentase 45%, yang menjawab setuju 10
santriwan dengan persentase 25%, yang menjawab kurang setuju 9 santriwan
dengan persentase 22,5%, dan yang menjawab tidak setuju 3 santriwan dengan
persentase 7,5%. Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa para santriwan
sangat setuju, masukya budaya asing banyak menimbulkan dampak negatif (item
ini dalam kategori kurang).

Item 4
Perilaku menyimpang di kalangan remaja Indonesia banyak terjadi karena
pengaruh masuknya budaya asing.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 9 22,5
2 Setuju 24 60
3 Kurang Setuju 7 17,5
4 Tidak Setuju - -
Jumlah 40 100
Tabel B.4. Pembahasan item 4

Intepretasi:
Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab
sangat setuju 9 santriwan dengan persentase 22,5%, yang menjawab setuju 24
santriwan dengan persentase 60%, yang menjawab kurang setuju 7 santriwan
dengan persentase 17,5%, dan tidak ada santriwan yang menjawab tidak setuju.
Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa para santriwan setuju, perilaku
menyimpang di kalangan remaja Indonesia banyak terjadi karena pengaruh
masuknya budaya asing (item ini dalam kategori cukup).
22

Item 5
Rusaknya akhlak para remaja Indonesia karena pengaruh masuknya budaya asing.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 6 15
2 Setuju 21 52,5
3 Kurang Setuju 11 27,5
4 Tidak Setuju 2 5
Jumlah 40 100
Tabel B.5. Pembahasan item 5

Intepretasi:
Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab
sangat setuju 6 santriwan dengan persentase 15%, yang menjawab setuju 21
santriwan dengan persentase 52,5%, yang menjawab kurang setuju 11 santriwan
dengan persentase 27,5%, dan yang menjawab tidak setuju 2 santriwan dengan
persentase 5%. Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa para santriwan
setuju, rusaknya akhlak para remaja Indonesia karena pengaruh masuknya budaya
asing (item ini dalam kategori cukup).

Item 6
Melemahnya budaya lokal karena pengaruh masuknya budaya asing.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 10 25
2 Setuju 26 65
3 Kurang Setuju 3 7,5
4 Tidak Setuju 1 2,5
Jumlah 40 100
Tabel B.6. Pembahasan item 6
23

Intepretasi:
Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab
sangat setuju 10 santriwan dengan persentase 25%, yang menjawab setuju 26
santriwan dengan persentase 65%, yang menjawab kurang setuju 3 santriwan
dengan persentase 7,5%, dan yang menjawab tidak setuju 1 santriwan dengan
persentase 2,5%. Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa para santriwan
setuju, melemahnya budaya lokal karena pengaruh masuknya budaya asing (item
ini dalam kategori cukup).

Item 7
Banyaknya tradisi Indonesia yang menghilang dikalangan remaja karena pengaruh
masuknya budaya asing.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 5 12,5
2 Setuju 28 70
3 Kurang Setuju 7 17,5
4 Tidak Setuju - -
Jumlah 40 100
Tabel B.7. Pembahasan item 7

Intepretasi:
Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab
sangat setuju 5 santriwan dengan persentase 12,5%, yang menjawab setuju 28
santriwan dengan persentase 70%, yang menjawab kurang setuju 7 santriwan
dengan persentase 17,5%, dan tidak ada santriwan yang menjawab tidak setuju.
Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa para santriwan setuju, banyaknya
tradisi Indonesia yang menghilang di kalangan remaja karena pengaruh masuknya
budaya asing (item ini dalam kategori cukup).
24

Item 8
Berkurangnya rasa nasionalisme di kalangan remaja karena pengaruh masuknya
budaya asing.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 4 10
2 Setuju 18 45
3 Kurang Setuju 11 27,5
4 Tidak Setuju 7 17,5
Jumlah 40 100
Tabel B.8. Pembahasan item 8

Intepretasi:
Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab
sangat setuju 4 santriwan dengan persentase 10%, yang menjawab setuju 18
santriwan dengan persentase 45%, yang menjawab kurang setuju 11 santriwan
dengan persentase 27,5%, dan yang menjawab tidak setuju 7 santriwan dengan
persentase 17,5%. Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa para santriwan
setuju, berkuranganya rasa nasionalisme di kalangan remaja karena pengaruh
masuknya budaya asing (item ini dalam kategori kurang).

Item 9
Sebelum masuknya budaya asing di Indonesia para remaja lebih sopan
dibandingkan sekarang.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 14 35
2 Setuju 18 45
3 Kurang Setuju 7 17,5
4 Tidak Setuju 1 2,5
Jumlah 40 100
Tabel B.9. Pembahasan item 9
25

Intepretasi:
Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab
sangat setuju 14 santriwan dengan persentase 30%, yang menjawab setuju 18
santriwan dengan persentase 45%, yang menjawab kurang setuju 7 santriwan
dengan persentase 17,5%, dan yang menjawab tidak setuju 1 santriwan dengan
persentase 2,5%. Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa para santriwan
setuju, sebelum masuknya budaya asing di Indonesia para remaja lebih sopan
(item ini dalam kategori kurang).

Item 10
Timbulnya rasa arogansi (sombong) di kalangan remaja Indonesia. diakibatkan
karena masuknya budaya asing.
No Alternatif Jawaban Frekuensi Jawaban Persentase (%)
1 Sangat Setuju 3 7,5
2 Setuju 18 45
3 Kurang Setuju 13 32,5
4 Tidak Setuju 6 15
Jumlah 40 100
Tabel B.10.Pembahasan item 10

Intepretasi:
Dari hasil angket diketahui bahwa dari 40 santriwan yang menjawab
sangat setuju 3 santriwan dengan persentase 7,5%, yang menjawab setuju 18
santriwan dengan persentase 45%, yang menjawab kurang setuju 13 santriwan
dengan persentase 32,5%, dan yang menjawab tidak setuju 6 santriwan dengan
persentase 15%. Dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa para santriwan
setuju, timbulnya rasa arogansi (sombong) dikalangan remaja Indonesia
diakibatkan karena masuknya budaya asing (item ini dalam kategori kurang).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil angket dari sepuluh item intepretasi jawaban
dapat disimpulkanbahwa:
1. Santriwan setuju masuknya budaya asing di Indonesia banyak
menimbulkan dampak negatif.
2. Santriwan setuju masuknya budaya asing mempengaruhi pergaulan
para remaja Indonesia.
3. Santriwan sangat setuju remaja lebih cenderung menyukai cara
berpakaian gaya barat.
4. Santriwan setuju perilaku menyimpang di kalangan remaja Indonesia
banyak terjadi karena pengaruh masuknya budaya asing.
5. Santriwan setuju rusaknya akhlak para remaja Indonesia karena
pengaruh masuknya budaya asing.
6. Santriwan setuju melemahnya budaya lokal karena pengaruh
masuknya budaya asing.
7. Santriwan setuju banyaknya tradisi Indonesia yang menghilang
dikalangan remaja karena pengaruh masuknya budaya asing.
8. Santriwan setuju berkurangnya rasa nasionalisme di kalangan remaja
karena pengaruh masuknya budaya asing.
9. Santriwan setuju sebelum masuknya budaya asing di Indonesia para
remaja lebih sopan.
10. Santriwan setuju timbulnya rasa arogansi(sombong) di kalangan
remaja Indonesia diakibatkan karena masuknya budaya asing.
Dengan demikian masuknya budaya asing di Indonesia berpengaruh
terhadap perilaku para remaja.

26
27

B. Saran

Penyajian makalah ini masih jauh dari sempurna maka penulis


mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar penulisi dapat
menambah wawasan dan pengetahuan baru dalam penulisan makalah.
Bertolak ukur dari uraian di atas yang menyatakan bahwa masuknya
budaya asing di Indonesia berpengaruh terhadap perilaku para remaja, maka
penulis memberikan saran-saran sebagai berikut.
1. Hendaknya para remaja lebih menjaga diri mereka dari banyaknya
budaya asing yang masuk Indonesia.
2. Para remaja harus bisa mempertahankan budaya lokal yang hampir
hilang karena pengaruh masuknya budaya asing.
3. Agar tradisi dan budaya tidak hilang, hendaknya para remaja
meningkatkan rasa nasionalismenya terhadap bangsa.
28

DAFTAR PUSTAKA

“dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia”, T. 2. (2011). dampak-


positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia. Dipetik 2011, dari
24bit.wordpress.com.
“definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli”, T. 1. (2011, Agustus). definisi-
kebudayaan-menurut-para-ahli. Dipetik Agustus 2011, dari
exalute.wordpress.com.com.
“Pengertian-Remaja”, T. 2. (2011). Pengertian-Remaja. Dipetik 2011, dari
annisakarliana.blog.com.
“Pengertian-Sikap-dan-Perilaku”, T. 2. (2011). Pengertian-Sikap-dan-Perilaku.
Dipetik 2011, dari www.scribd.com.
Budiati, A. C. (Juni 2009). Sosiologi Kontekstual. Jakarta.
Indonesia has completed surveys on its 13,000 islands. (18 August 2010).
ANTARA News Agency.
Soekiman, D. (2011). kebudayaan indis. Jakarta: Komunitas Bambu.
29

LAMPIRAN

Lampiran 1

Berikut adalah kuesioner yang diberikan kepada subjek penelitian

PERHATIAN
1. Perhatikan dan bacalah pernyataan-pernyataan di bawah ini degan seksama.
2. Berilah tanda (x) pada pilihan yang tersedia, yaitu sebagai berikut:

A= SS(Sangat Setuju)
B= S(Setuju)
C= KS(Kurang Setuju)
D= TS(Tidak Setuju)
Nama:
Kelas:
NIS:
Umur:

Tanggapan
No Pernyataan
SS S KS TS
Masuknya budaya asing di Indonesia banyak
1
menimbulkan dampak negatif
Masuknya budaya asing mempengaruhi
2
pergaulan para remaja Indonesia
Remaja lebih cenderung menyukai cara
3
berpakaian gaya barat
Perilaku menyimpang di kalangan remaja
4 Indonesia banyak terjadi karena pengaruh
masuknya budaya asing
30

Rusaknya akhlak para remaja Indonesia karena


5
pengaruh masuknya budaya asing
Melemahnya budaya lokal karena pengaruh
6
masuknya budaya asing
Banyaknya tradisi Indonesia yang menghilang
7 dikalangan remaja karena pengaruh masuknya
budaya asing
Berkurangnya rasa nasionalisme di kalangan
8
remaja karena pengaruh masuknya budaya asing
Sebelum masuknya budaya asing di Indonesia
9
para remaja lebih sopan dibandingkan sekarang
Timbulnya rasa arogansi (sombong) di kalangan
10 remaja Indonesia diakibatkan karena masuknya
budaya asing di Indonesia

Lampiran 2

Berikut adalah rumus yang digunakan untuk menganalis data

FJ
𝑃 = x 100%
N
Keterangan :
P = Persentase yang dicari
FJ = Frekuensi Jawaban
N = Jumalah siswa/ sampel penelitian
Selanjutnya hasil persentase data tersebut diintepretasikan dengan
berpedoman kepada rentang skala gradasi sebagai berikut:

0%-25%= Sangat Kurang


26%-50%= Kurang
51%-75%= Cukup
76%-100%= Baik