Anda di halaman 1dari 4

Jawaban Gel

1) Gel adalah sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik
yang kecil atau molekul organk yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Biasa disebut
jeli (FI V)

2) Sifat sediaan gel yang baik :


- Zat pembentuk gel: inert, aman dan tidak bereaksi dengan komponen lain
- Stabil
-
3) GEL
- Thixotropic : sifat gel saat dibiarkaan akan menjadi semisolid namun bila dikocok
konsistensinya akan menjadi cair
- Swelling : keadaan gel yang mengembang dikarenakan komponen pembentuk gel
menyerap larutan/air sehingga terjadi penammbahan volume
- Sineresis :suatu keadaan akibat adanya kontraksi di dalam massa gel sehingga
cairan keluar dan berada di atas permukaan gel
- Ageing : reaksi pembentukan jaringan gel yang lebih kaku, kuat dan menyusut di
dalam larutan

4) Berdasarkan fase koloid


- Gel anorganik/inorganik : fase koloidnya membentuk sistem dua fase, terbentuk
jika masa gel terdiri dari jaringan partikel kecil yang terpisah. contoh : bentonit
magma
- Gel organik : fase koloidnya membentuk sistem satu fase, makromolekul organik
yang tersebar serba sama dalam suatu cairan sedemikian hingga tidak terlihat
adanya ikatan antara molekul makro yang terdispersi dan cairan. contoh
:pembentuk gel berupa polimer (cmc na, caarbomer, tragakan)

5) Berdasarkan sifat pelarut


- Hidrogel : gel dengan pelarut yang digunakan berupa air. Hidrogel pada umumnya
terbentuk oleh molekul polimer hidrofilik yang saling sambung silang melalui
ikatan kimia atau gaya kohesi. hidrogel bersifat lembut/lunak, elastis sehingga
meminimalkan iritasi karena friksi atau mekanik pada jaringan sekitarnya
- Organogel : gel yang pelarutnya bukan air / pelarut organik. contoh : cocoa butter,
PEG, PG, plastibase (suatu polietilen dengan BM rendah yang terlarut dalam
minyak mineral dan didinginkan secara shock cooled), dan dispersi logam stearat
dalam minyak.
- Xerogel : Gel yang telah padat dengan konsentrasi pelarut yang rendah. Xerogel
sering dihasilkan oleh evaporasi pelarut, sehingga sisa – sisa kerangka gel yang
tertinggal. Kondisi ini dapat dikembalikan pada keadaan semula dengan
penambahan agen yang mengimbibisi, dan mengembangkan matriks gel. Contoh :
gelatin kering, tragakan ribbons dan acacia tears, dan sellulosa kering dan
polystyrene.
6) Hidrogel dimanfaatkan untuk :
- Dressing (penyembuhan luka bakar atau luka lainnya -> luka hati bisa gak nih ???)
- Sediaan obat oral
- Sebagai bahan untuk kulit kapsul, contoh : gelatin
- sediaan obat long – acting yang diinjeksikan secara intramuskular
- Kosmetik, contoh : shampo, pasta gigi, parfum, perawatan kulit dan wajah
- Obat mata (steril)

7) Bahan tambahan :
- Bahan pengawet : untuk menjaga stabilitas sediaan baik dalam penyimpanan
maupun stabilitas fisika kimia sediaan. Contoh : natrium hidroksi benzoat, propil
hidroksi benzoat, asam benzoat, metil paraben (namun mulai ditinggalkan)
- Humektan : untuk mencegah sediaan kehilangan air. Contoh : sorbitol,
propilenglikol, gliserin dalam konsentrasi 10-20%
- Gelling agent : sebagai basis gel untuk meningkatkan konsistensi sediaan gel yang
akan dibuat dan dalam kadar tertentu dapat berfungsi sebagai thickening agent.
Contoh : gom alam (tragakan), sintesis (carbomer, cmc na, hpmc), surfaktan
- Pelarut : untuk melarutkan bahan aktif dan bahan tambahan yang digunakan, contoh
: aquades
- Antioksidan : bila terdapat bahan aktif atau bahan tambahan yang memiliki potensi
teroksidasi dengan bahan lainnya atau faktor lingkungan. Digunakan antioksidan
Polimer natural protein
Polimer natural polisakarida
Polimer semisintetik derivat selulosa CMC Na, HPMC, MC
Polimer sintetik Carbomer
Bahan anorganik Bentonit magma
Surfaktan Tween, Span
untuk mencegah terjadinya oksidasi yang berpengaruh pada stabilitas sediaan gel.
Contoh : Na metabisulfit
- Chelating agent : untuk mencegah sediaan gel yang sensitif terhadap logam. Contoh
: EDTA dan Na EDTA

8) Persyaratan gelling agent :


- Aman / tidak toksis
- Tidak berinterkasi dengan komponen lain dalam formulasi
- Inert

9) Gelling agent

10) Cara kerja

Lomefloxacin HCl 1%
PEG 4000 56,9%
Propil paraben 0,2%
Propilen glikol 22%
Etanol 96% 7,5%
Dapar fosfat pH 7,4 35,9%

Alur :
11) Emulgel adalah kombinasi gel dan emulsi dalam satu sediaan di mana emulsi (baik itu
w/o atau o/w) digunakan sebagai pembawa untuk menghantarkan obat-obat hidrofobik
yang tidak dapat dihantarkan oleh gel saja.

12) Keuntungan sediaan emulgel


- Obat hidrofobik dapat dengan mudah dibuat dalam bentuk sediaan ini
- stabilitas yang lebih baik
- Emulgels dapat digunakan untuk memperpanjang efek obat yang memiliki t1/2
yang pendek. Hal ini dapat digunakan untuk kedua obat hidrofobik (o / w emulgel)
dan hidrofilik (w / o) emulgel
- kapasitas beban yang lebih baik
- Kelayakan produksi dan biaya persiapan rendah
- Tidak ada sonication intensif
- pelepasan terkontrol
- kepatuhan pasien

13) Fungsi
- Span : emulgator fase minyak
- Minyak etanol binahong : fase minyak
- Minyak zaitun : fase minyak
- BHT : sebagai antioksidan fase minyak
- Tween : emulgator fase air
- Karbopol : gelling agent
- NaOH : pembasa untuk karbopol
- Propilenglikol : humektan
- Propil paraben : pengawet
- Metil paraben : pengawet
- Etanol 96% : pelarut
- Air suling : pelarut

Cara :
- fase minyak : span + minyak minyakan + BHT + propil paraben
- fase air : tween + propilenglikol + metil paraben
- basis gel : karbopol + naoh + aquades
- fase minyak -> fase air
- campuran tersebut -> basis gel, aduk
- masukkan ke wadah
etanol ga tau masuknya kapaaannn 
14) Evaluasi, you knowlah caranya 