Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum ke-3 Hari/tanggal : Senin/26 Februari 2018

Teknik Laboratorium Nutrisi dan Tempat : Laboratorium Terpadu


Teknologi Pakan Nama Asisten : Nyai Mukholisa/
D24140074

TEKNIK PIPETING, PENYARINGAN DAN PENIMBANGAN

KHAMDAN HIDAYAT
D24150106
KELOMPOK 2/ G2

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2018
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Teknik penimbangan merupakan cara mengetahui bobot bahan dengan


menggunakan teknik yang benar agar data yang didapatkan akurat. Penimbangan
memiliki manfaat yaitu dapat mengetahui bobot bahan atau sampel. Teknik
penimbangan yang benar akan menghasilkan bobot bahan atau sampel yang
akurat.
Penyaringan larutan dapat digunakan dalam memisahkan padatan dan
cairan pada suatu larutan. Penyaringan juga bermanfaat dalam mengdapatkan
substrat yang diinginkan. Hasil yang baik dalam pemisahaan padatan dan
campuran perlu adanya teknik penyaringan yang baik agar pemisahaan antara
padatan dan cairan sempurna.
Pipetting merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam mengambil
suatu cairan atau larutan. Pipetting bermanfaat dalam mengambil dan
memindahkan suatu larutan atau cairan. Larutan yang akan dipindahkan dapat
diukur dan tak terukur sesuai dengan pipet yang digunakan. Dalam melakukan
pipetting diperlukan teknik agar dalam pemindahan larutan tidak terjadi hal yang
tidak di inginkan, serta prinsip-prinsip dasar teknik pipetting yang dapat
membantu dalam melakukan pengambilan bahan yang sesuai atau yang
diinginkan. Sehingga meminimumkan nilai kecelakan kerja. Oleh sebab itu, perlu
diperhatikan teknik pipetting, penyaringan dan penimbangan yang benar agar
memperoleh hasil yang akurat.

Tujuan

Praktikum ini bertujuan mengetahui teknik pipetting, penyaringan dan


penimbangan dengan benar.

MATERI METODE

Materi

Penimbangan bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam penimbangan bahan adalah botol
film, gelas arlogi, tepung terigu, timbangan amstech, timbangan tanita, timbangan
cent O gram, dan sudip.

Pipetting bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam pipetting bahan adalah pipet mohr,
pipet volumetrik, pipet tetes, spuit, spot plate, gelas piala, erlenmeyer, bulb, kopi,
NaCL, aquades, dan sendok.

Penyaringan bahan
Alat dan bahan yang digunakan adalah corong, kertas saring, kapas, gelas
piala, stopwatch, kopi, NaCL, aquades, air panas, dan pompa vacuum.

Pipetting menggunakan mikro pipet


Alat dan bahan yang digunakan untuk pipetting dengan menggunakan
mikro pipet adalah mikro pipet skala 100-1000, 100-200, dan 10-100, tabung
eppendolf, timbangan analitik, sarung tangan, dan aquades.

Metode

Penimbangan bahan
Pertama alat dan bahan disiapkan. Penimbangan dilakukan dengan
menggunakan gelas arloji. Penimbangan dilakukan dengan 3 timbangan yaitu
timbangan 0 desimal, 3 desimal dan 4 desimal. Bahan yang akan ditimbang
diambil menggunakan sudip, lalu ditimbang pada timbangan 0 desimal
selanjutnya dengan 3 desimal dan desimal.

Pipetting bahan
Pertama menyiapkan kopi dan NaCL sebanyak 1 gram. Lalu larutkan
bahan dengan aquades sebanyak 100 ml didalam gelas piala. Pipetting dilakukan
pada larutan kopi dan NaCL. Pada larutan kopi saat melakukan pipetting melihat
volume dengan miniskus atas sebanyak 10 ml dengan menggunakan pipet.
Menggunakan pipet mohr dan volumetric larutan diletakan dalam Erlenmeyer,
sedangkan pengambilan larutan dengan menggunakan pipet tetes dan spuit
diletakan dalam spot plate.

Penyaringan bahan
Kopi dan NaCl dilarutkan. Kopi 1 gr dilarutkan dengan menggunakan air
panas sebanyak 100 ml didalam gelas piala, dan NaCL 1gr dilarutkan dengan
aquades sebanyak 100 ml dalam gelas piala. Kedua larutan dihomogenkan
dengan sendok. Serta penyaringan larutan digunakan kertas saring yang diletakn
diatas corong. Saat melakukan penyaringan mengamati waktu untuk laju larutan
dan kekeruhan hasil penyaringan. Hal yang sama dilakukan dengan menggunakan
saringan kapas.

Pipetting menggunakan mikro pipet


Mikro pipet disetting sesuai dengan volume yang akan diambil. Larutan
aquades diambil dengan mikro pipet dan diletakan dalam tabung ependolf. Lalu
tabung ditimbang dan dicatat hasil penimbangan.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Mikropipet merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengambil


larutan dalam jumlah kecil. pengamatan dalam melihat volume yang akan di
transfer dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1 hasil penimbangan dengan mikropipet


No 888 µl 650 µl 88 µl 76 µl
1 0.939 0.6896 0.1628 0.1239
2 0.9382 0.6976 0.1292 0.1522
3 0.9215 0.6975 0.1274 0.1574
4 0.9394 0.6941 0.1113 0.1315
5 0.899 0.7182 0.1368 0.1306
6 0.9504 0.6427 0.0589 0.1702
7 0.9402 0.702 0.1354 0.1219
8 0.9311 0.9425 0.0809 0.1264
9 0.9411 0.7051 0.1316 0.1194
10 0.94 0.69 0.1435 0.1217
11 0.9346 0.6813 0.1424 0.1271
12 0.86 0.6578 0.1381 0.0618
13 0.9416 0.6977 0.1058 0.1241
Rata-rata 0.9289 0.7089 0.1234 0.1283
Standar
Deviasi 0.0242 0.0729 0.0280 0.0255

Penimbangan bahan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai


timbangan. Timbangan memiliki kriterianya masing-masing atau ketelitian setiap
timbangan berbeda, sehingga hasil pengukuran dengan satu bahan dapat berbeda
hasil seperti yang ditunjukan pada tabel 2 berikut.

Tabel 2 hasil penimbangan tepung terigu


Timbangan 3 desimal Timbangan 4 desimal
Ulangan
Normal Dingin Normal Dingin
1 1.624 1.248 1.618 1.3561
2 1.358 1.383 1.346 1.3747
3 1.138 1.029 1.1317 1.0233
4 1.453 1.076 1.4599 1.0419
5 1.44 1.093 1.4334 1.0874
6 1.841 1.067 1.8397 1.0615
7 1.253 1.357 1.2553 1.351
8 1.152 1.294 1.511 1.2979
9 1.33 1.089 1.3243 1.083
10 1.259 1.269 1.2539 1.2647
11 1.187 1.188 1.793 1.1815
12 1.191 1.031 1.1814 1.027

Rataan 1.352 1.177 1.4290 1.1792

Standar
0.211 0.129 0.228 0.141
Deviasi

Pipet berfungsi utama sebagai alat yang digunakan untuk mengambil


larutan. Pipet memiliki beberapa jenis yang berbeda dengan tingkat ketelitian
yang berbeda pula. Sehingga perbedaan dari setiap pipet dapat dilihat peda tabel
3.

Tabel 3 perbedaan pipet mohr, volumetrik, pipet tetes dan spuit


No Jenis pipet Ketelitian Volume Fungsi spesifik
1 Pipet mohr Kurang teliti 10 ml ( memiliki Untuk mengambil
dibandingkan Skala volume larutan dengan
dengan pipet morh 5 ml, 10 ml, volume tertentu
volimetrik karena dan 25 ml).
memiliki berbagai
skala volume

2 Pipet Sangat teliti 10 ml ( memiliki Pipet gondok yang


volumetrik karena hanya skala 1 ml, 2 ml, 5 digunakan untuk
memiliki satu ml, 10 ml, 25 ml mengambil larutan
skala volume. dan 50 ml denga volume tepat
sesuai dengan skala
yang tertera pada
pipet.

3 Pipet tetes Tidak teliti, sembarang Pipet ini digunakan


karena dalam dalam membantu
pengambilan menempatkan
volume larutan pengukuran larutan
sembarang pada waktu
pengenceran. Serta
dalam pengambilan
larutan dengan skala
tetes.
4 Spuit Kurang teliti, 1 ml (spuit ada Untuk mengambil
karena ukuran besar dan volume dalam jumlah
kecil, ukuran sedikit.
besar dengan
volume 30 ml, 50
ml dan 100 ml.
sedangkan spuit
kecil memiliki
volume 1 ml.

Partikel dalam larutan yang ingin dipisahkan dengan pelarutnya dapat


menggunakan teknik penyaringan larutan. Penyaringan larutan NaCl dan kopi
dengan menggunakan kertas saring dan kapas dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4 Hasil penyaringan NaCl dan kopi


Laju Alir (s) Kekeruhan
Bahan yang
No Kertas Kertas
disaring Kapas Kapas
Saring Saring
Larutan
1 60 581 +++ ++
Kopi
Larutan
2 31 259 +++ ++
Kapur

Ket : + Keruh
++ Agak keruh
+++ Bening

Pembahasan

Penimbangan, pipetting dan penyaringan perlu tenik yang baik dan benar
agar dalam melakukan hal tersebut dapat menjaga keselamatan kerja dalam
laboratorium. Keselamatan kerja dalam melakukan teknik penimbangan, pipetting
dan penyaringan perlu diketahui juga selain mengetahui alat-alat laboratorium.
Kesalahan dalam penggunaan alat dapat menyebabkan bahaya bagi diri sendiri
maupun orang lain (Muhtaridi 2011). Akibat kesalahan dalam penggunaan
peralatan maupun bahan dapat menimbulkan kebakaran, menyebarkan gas
beracun dan ketidak akuratan data yang diperoleh sehingga error menjadi sangat
tinggi (Alimudin 2005). Prinsip kerja dari penyaringan adalah memisahkan
partikel dengan larutan, serta kemurnian dari penyaringan ditentukan dari pori-
pori filter yang digunakan. Penyaringan atau pemisahan campuran yang homogen
dapat dilakukan melalui proses pemisahan dan permurnian (Syukri 1999).
Keselamatan kerja dalam penimbangan yakni timbangan dinyalakan
sebelum dipakai 5 menit sebelum digunakan, menggunakan alas penimbangan
seperti gelas arloji dan cabut kabel dari stopkontak setelah dipakai (Harsojo
2012). Keselamatan kerja teknik pipetting perlu diketahui baik dengan
menggunakan pipet pasteur dan pipet lainnya harus digunakan dengan penghisap
karet atau perangkat hisap otomatis, tidak menarik cairan ke atas hingga ujung
atas pipet dan cairan yang sudah diambil dikeluarkan dengan hati-hati ke dinding
wadah untuk menghindari cipratan dan pembentukan aerosol (Sugiwati 2007).
Pipet harus digunakan secara vertikal. Tidak boleh ditempatkan di meja kerja
ketika kotor dan harus dilepas dengan perlahan (Khoirul 2000).
Berdasarkan hasil yang didapatkan pada penimbangan aquades yang
diambil dengan menggunakan mikropipet terdapat perbedaan bobot aquades. Hal
ini disebabkan oleh volume aquades yang diambil berbeda-beda dengan tip yang
berbeda-beda juga. Perbedaan volume dikarena ukuran tip dan mikropipet yang
berbeda dan teknik dalam pengambilan cairan. Serta dalam mikropipet terdapat
pengatur volume yang akan diambil sesuai yang diinginkan (Lahay 2004).
Pipet berfungsi dalam mengambil larutan dan memindahkan larutan atau
cairan. Terdapat jenis pipet dengan perbedaan pada ketelitian, masing-masing
pipet memiliki ketelitian yang berbeda (Pratama et.al 2011). Selain ketelitian
terdapat perbedaan dalam jumlah volume yang diambil. Prinsip dasar pipetting
yaitu mengambil cairan dengan cara yang benar sesuai dengan standar
keselamatan kerja. Pipetting yang benar yakni dalam mengambil posisi pipet
harus sejajar agar memudahkan pembacaan skala. Dalam memindahkan larutan
letakan ujung pipet pada dinding gelas agar terhindar dari cipratan cairan pada
saat memipet (Dharma 2015).
Penimbangan yang dilakukan pada percobaan kali ini memiliki ketelitian
yang berbeda berdasarkan jenis timbangan. Ketelitian dalam penimbangan
berdasarkan desimal yang paling banyak yakni pada tabel 2 desimal 4 memiliki
ketelitian yang tinggi. Semakin tinggi jumlah desimal semakin tinggi pula
ketelitiannya (Purnamasari 2015). Sedangkan pipet yang digunakan pada teknik
pipetting memiliki perbedaan pada jenis pipet yaitu mohr, volumetrik, mikro dan
pasteur. Perbedaan yang terdapat pada jenis pipet tersebut sesuai dengan tabel 3
yaitu pada tingkat ketelitian dan volume. Pipet mikro memiliki ketelitian yang
sangat tinggi dan pipet pasteur dengan ketelitian yang rendah. Berdasarkan data
penyaringan kecepatan laju air terdapat pada larutan kapur. Karena larutan kapur
memiliki tingkat homogen yang tinggi sehingga laju airnya lebih tinggi daripada
larutan kopi.

SIMPULAN

Tehnik pipeting dapat dilakukan dengan pengambilan dan ketelitian yang


berbeda. Penyaringan dilakukan untuk memisahkan padatan dan larutan dengan
menggunakan kertas saring, kapas dan juga vacum. Penimbangan akurat dengan
menggunakan timbangan dengan jumlah desimal terbanyak dan memastikan
bahan atau sampel memiliki suhu normal atau sama dengan suhu ruang.

DAFTAR PUSTAKA

Alimudin A. 2005. Mikrobiologi Dasar Jilid I . Makasar (ID): Badan Penerbit


Universitas Negeri Makassar.
Dharma W. 2015. Penggunaan virtual lab untuk meningkatkan ketrampilan
mahasiswa pendidikan biologi dala menggunakan alat-alat mikrobiologi.
Jurnal Kependidikan. 27(2):160-174.
Harsojo. 2012. Kajian kalibrasi timbangan analit dengan penjaminan mutu ISO
17025. Jurnal Fisika. Vol 20 (6): 55-59
Khoirul Umam. 2000. Ketetapan Kimia. Jakarta (ID):Hiporktes
Lahay, Tutje. 2004. Teknik Laboratorium. Makassar (ID): Jurusan Biologi FMIPA UNM
Muhtaridi, 2011.Keselamatan Kerja Di Laboratorium. Makalah dalam
pelatihanlaboran di Makasar
Pratama, R. I., M. Y. Awaluddin, dan S. Ishmayana. 2011. Analisis lebih
komposisi. Jurnal Akuatika. Vol 2 (2) : 1-11
Purnamasari Dwi Ita. 2015. Timbangan digital berbasis sensor flexiforce dengan
output suara [skripsi]. Fakultas Teknik. Universitas Brawijaya.
Sugiwati Sri. 2007. Studi kelayakan pengadaan dan pengelolaan fasilitas
laboratorium kimia dan biokimia di FIK-UI. Jurnal Keperawatan
Indonesia. Vol. 11(2): 66-71
Syukri S. 1999. Kimia Dasar 1. Bandung (ID): ITB