Anda di halaman 1dari 34

JURNAL KARDIOLOGI

Increased fracture risk with furosemide use


in children with Congenital Heart Disease
Ji Haeng Heo, PhD1 , Karen L. Rascati, PhD2 , Keila N.
Lopez, MD3,4 , and Brady S. Moffett, PharmD, MPH3

Dwi S. Ayu Aprilizia

Supervisor:
dr. Sri Lilijanti W, Sp.A(K)

1
Departemen Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret /
RSUD Dr. Moewardi
Pertanyaan : “Adakah peningkatan risiko fraktur
akibat penggunaan furosemide jangka panjang
2 pada pasien dengan Penyakit Jantung Bawaan?”

•Pasien anak dengan


Population
P penyakit jantung bawaan

Intervention / • penggunaan terapi


I Variable furosemid

C Comparison • tanpa terapi furosemid

O Outcome •Risiko fraktur


3 FUROSEMID
Diuretik poten 
Kehilangan Ca, Na, Cl, K >>
Jarang diberikan
Risiko hiperkalsiuria, pada anak,
nefrokalsinosis Indikasi utama =
Penyakit jantung
Penurunan densitas kongenital (CHF
mineral tulang & Kardiomiopati)

Osteoporosis
4
TUJUAN

Mencari hubungan
penggunaan furosemid dengan
insiden fraktur pada anak
dengan penyakit jantung
Bawaan (PJB)
5 DESAIN STUDI

 Studi Cohort Retrospektif


 1 Januari 2008 – 31 Desember 2014
 Texas Medicaid database

• Kriteria inklusi: • Kriteria eksklusi:


– <12 tahun – Kunjungan pertama
– PJB, Kardiomiopati, – Fraktur sebelum
gagal jantung pemberian furosemid
– Follow up ≥ 1 tahun
6
KELOMPOK STUDI

Grup Furosemid Grup Furosemid Grup Tanpa


- Adheren – Non Adheren Furosemid

• ≥ 256 hari • < 256 hari • Diuretik non-


pemberian pemberian furosemid
furosemid furosemid • Diuretik tiazid
pada tahun pada tahun • Diuretik
pertama pertama potassium
• MPR ≥ 70% • MPR < 70% sparing
• Tanpa diuretik

Outcome utama = Fraktur


*MPR = Medication prescription ratio
7
ANALISIS STATISTIK
 Karakteristik dan variabel terapi 
ꭓ2 tests (Variabel Kategori)
Anova test (Variabel Kontinu)
 Pencegahan bias  Propensity score matching
 Membandingkan distribusi survival dalam 3 grup
Uji log-rank
 Mencari kovariat time to fracture
Model Cox proportional hazard dengan a Kaplan-
Meier plot (survival curve)
STUDY TIME FRAME
8
9
10

• Index date: hari dimana pasien pertama kali mendapatkan


furosemide
HASIL
11
12
13
14
15 DISKUSI
 Pasien PJB dengan furosemid 2x lipat lebih mungkin
mengalami fraktur
 Pasien dengan dual diagnosis memiliki risiko fraktur
lebh tinggi dibandingkan PJB tunggal (dosis >>)
 Kadar densitas mineral tulang dan kadar vitamin D
pada kelompok pasca pembedahan jantung lebih
rendah  Pemberian suplementasi dapat
dipertimbangkan
 Kaukasia lebih berisiko mengalami fraktur
dibandingkan hispanic maupun pasien kulit gelap
 Penggunaan PPI meningkatkan risiko fraktur
16 KETERBATASAN PENELITIAN
 Penggunaan data database besar dengan
keterbatasan data
 Asumsi bahwa pasien yang diresepkan ulang pasti
mengonsumsi obat tersebut
 Tidak lengkapnya data yang dimiliki :
kadar densitas tulang, tingkat severitas gangguan
jantung, status vitamin D, suplementasi kalsium/vitamin D

data yang sesuai dengan penelitian


serupa pada dewasa
KESIMPULAN
17

Terapi Furosemid, dengan berbagai


dosis, berhubungan dengan
peningkatan risiko fraktur tulang pada
anak dengan penyakit jantung
bawaan
18

TELAAH KRITIS
19

Validitas Kepentingan Kemamputerapan

1. Apakah pengamatan sampel dilakukan pada


stadium penyakit yang sama?
YA

19

2. Apakah masa pengamatan sampel memadai


dan tuntas? YA

Follow up dilakukan selama 1 – 6 tahun dengan


median follow up selama 3 tahun
20

Validitas Kepentingan Kemamputerapan

3. Apakah keluaran yang hendak diteliti dilakukan


menggunakan kriteria yang objektif & dilakukan secara
blind?? YA

20

4. Apakah dilakukan penyetaraan untuk faktor-faktor


prognosis yang penting? YA
21

Validitas Kepentingan Kemamputerapan

5. Berapa besarkah kemungkinan terjadinya keluaran


dikaitkan dengan rentang waktu tertentu?
22

Validitas Kepentingan Kemamputerapan

6. Apakah karakteristik sampel pada penelitian tersebut


serupa dengan pasien di tempat praktek kita? YA

Subyek anak yang menderita PJB <= 12 tahun,

7. Apakah hasil penelitian tersebut mempengaruhi


keputusan kita terhadap apa yang perlu dilakukan /
perlu diberitahukan kepada pasien kita? YA

hasil keluaran memperlihatkan bahwa penggunaan


furosemid dalam jangka panjang meningkatkan risiko
fraktur , dikomunikasikan pada keluarga/pasien
23

Valid
Penting
Dapat
Ditera
pkan

LoE 2B
24
25
26
27
28
29

Nilai rata-rata
0,715
30
31
32
33
34