Anda di halaman 1dari 17

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Hasil

Hari, tanggal : Rabu, 12 September 2018

Acara : Batuan Beku Asam & Intermediet

No. Urut :1
No. Peraga : 31
Warna
- Segar : Abu-abu terang
- Lapuk : Kuning kecoklatan
Tekstur
- Kritanilitas : Hipokristalin
- Granulitas : Faneroporfiritik
- Fabrik
 Bentuk : Subhedral
 Relasi : Inequigranular
Struktur : Masive
Komposisi Mineral :
Jumlah (%)
Nama Mineral Warna Bentuk Total
I II III
HRB Hitam Prismatik Pjg 25%
ORT Kilap Kaca 5%
Prx Hitam Prismatik pdk 40%
Plg Putih Tulang Granular 15%
Bio Hitam Melebar 15%

Nama Batuan : Andesite


Keterangan :

Deskripsi

Batu dengan nomor urut 1 dan nomor peraga 31 memiliki warna

segar abu-abu terang dan warna lapuk kuning kecoklatan. Tekstur batu ini

yaitu tingkat kristalinitas Hipokristalin dengan granularitas Faneroporfiritik.

Fabrik dengan bentuk subhedral dan relasi inequigranular. Struktur dari batu

ini berbentuk massive atau kompak. Adapun komposisi mineralnya terdiri

dari 25 % hornblende, 5% ortoklas, 40% Pyroxin, 15% plagioklas, dan 15%

biotit. Berdasarkan dari komposisi mineralnya, dapat ditentukan nama dari

batu ini adalah Andesite.

Ganesa

Andesit berasal dari magma yang biasanya meletus dari

stratovolcanoes pada lahar tebal yang mengalir, beberapa diantaranya

penyebarannya dapat mencapai beberapa kilometer. Magma andesit dapat

juga menghasilkan letusan seperti bahan peledak yang kuat yang kemudian

membentuk arus pyroclastic dan surges dan suatu kolom letusan yang sangat

besar.Andesites terbentuk pada temperature antara 900 dan 1.100 derajat

celcius. Didalam andesit terdapat sekitar 52 dan 63 persen kandungan silica

(Sio2). Mineral-mineral penyusun andesit yang utama terdiri dari plagioklas

feldspar dan juga terdapat mineral pyroxene (clinopyroxine dan

orthopyroxine) dan hornblende dalam jumlah yang sedikit.


Asosiasi

Sebaran batuan ini banyak dijumpai di daerah kaki perbukitan

maupun lembah-lembah sungai. Keterdapatannya batuan ini terdapat hamper

disemua tempatdi Indonesia terutama diIndonesia bagian timur.

Kegunaan

Batuan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan batu belah untukbahan

konstruksi (bangunan dan jalan), bangunan perumahan, alas jalan,sebagai

agregat, pondasi, batu hias dan lain-lainnya. Andesit juga dapat dijadikan

sebagai bahn baku industry poles ( tegel, ornament, dll).Batuan ini sangat

potensial untuk dikembangkan kearah eksploitasi (penambangan) secara

skala besar.

Makassar, September 2018

Asisten Praktikan

Rezky Nur Fajrialita


Hari, tanggal : Rabu, 12 September 2018

Acara : Batuan Beku Asam & Intermediet

No. Urut :2
No.Peraga : 19
Warna
- Segar : Abu-abu gelap
- Lapuk : Coklat Kemerahan
Tekstur
- Kritanilitas : Holohyalin
- Granulitas : Porfiroafanitik
- Fabrik
 Bentuk : Subhedral
 Relasi : Equigranular
Struktur : Masive
Komposisi Mineral :
Nama Mineral Warna Bentuk Jumlah (%)
I II III Total
Plg Putih tulang Granular 50%

ORT Bening kotak-kotak 35%

QRTZ Bening kotak-kotak 10%

Bio Hitam Melembar 5%

Nama Batuan : Dasite

Keterangan :
Deskripsi

Batu dengan nomor urut 2 dan nomor peraga 19 memiliki warna

segar abu-abu gelap dan warna lapuk coklat kemerahan. Tekstur batu ini

yaitu tingkat kristalinitas Holohyalin dengan granularitas Porfiroafanitik.

Fabrik dengan bentuk subhedral dan relasi equigranular. Struktur dari batu

ini berbentuk massive atau kompak. Adapun komposisi mineralnya terdiri

dari 40 % quartz, 40% plagioklas, dan 20% masive. Berdasarkan dari

komposisi mineralnya, dapat ditentukan nama dari batu ini adalah Dasite.

Ganesa

Batuan ini terbentuk memiliki kandungan silica yang cukup tinggi

dan viskositasnya juga relative tinggi. Contohnya pada lava andesitic yang

sampai ke permukaan melalui celah kemudian dipermukaan akan mengalami

proses pendinginan yang relative cepat sehingga terbentuk Kristal yang

hipokristalin dan memiliki ukuran butir yang porforo afanitik, ada juga yang

ukuran butirnya besar dikelilingi massa dasarnya halus. Biasanya lava

andesitic memiliki sifat cair, sehingga bila yang dipermukaan lava telah

sampai maka lava ini akan segera menyebar kedaerah lain dengan

penyebaran yang sangat luas.


Asosiasi

Batuan dasit biasanya sering ditemukan bersama batu andesit.

Kegunaan

Biasanya batu ini digunakan baik untuk bahan bangunan,pembuatan

gelas,kaca pengaspalan jalan, jembatan, bendungan, serta dapat juga dipakai

sebagai batu perhiasan. Dasit apabila digosok dengan baik dapat

menghasilkan ametis,avanturin, serta mata kucing yang diperjualbelikan

sebagai batuan setengah mulia yang memiliki nilai ekonomis.

Makassar, September 2018

Asisten Praktikan

Rezky Nur Fajrialita


Hari, tanggal : Rabu, 12 September 2018

Acara : Batuan Beku Asam & Intermediet

No. Urut :3
No. Peraga :56
Warna
- Segar : Merah muda
kehijauan
- Lapuk : Merah kecoklatann
Tekstur
- Kritanilitas : Holokristalin
- Granulitas : Faneritik
- Fabrik
 Bentuk : Anhedral
 Relasi : Inequigranular
Struktur : Pumiceous
Komposisi Mineral :
Nama Mineral Warna Bentuk Jumlah (%)
I II III Total
ORT Merah muda Belahan ada 70%
kehijauan
BIO Hitam Merah 30%

Nama Batuan : Granit


Keterangan :
Deskripsi

Batu dengan nomor urut 3 dan nomor peraga 56 memiliki warna

segar merah muda kehijauan dan warna lapuk merah kecoklatan. Tekstur

batu ini yaitu tingkat kristalinitas Holokristalin dengan granularitas Faneritik.

Fabrik dengan bentuk anhedral dan relasi inequigranular. Struktur dari batu

ini berbentuk pumiceous. Adapun komposisi mineralnya terdiri dari 70 %

quartz, dan 30% biotit. Berdasarkan dari komposisi mineralnya, dapat

ditentukan nama dari batu ini adalah Granit.

Ganesa

Granit merupakan batuan beku asamyang tergolong batuanplutonik

dan batuan gang dalam bentuk batolit atau stock. Sebagai contoh, granit

pluton dari Pulau Karimun berwarna abu-abu dengan butiran mineral sangat

besar. Apabila jumlah mineral plagioklas melebihi jumlah mineral feldspar

kalium,batuan ini disebut granodiorit. Dan dengan berkurangnya jumlah

mineral kuarsa, batuan menjadi sianit.

Asosiasi
Kegunaan

Granit sering digunakan untuk pondasigalangan kapal, dermaga,

pengeras jalan, dan bahan bangunan lainnya. Batu granit dapat dipoles untuk

lantai dan dekorasi karena mempunyai variasi warna yang indah.

Makassar, September 2018

Asisten Praktikan

Rezky Nur Fajrialita


Hari, tanggal : Rabu, 12 September 2018

Acara : Batuan Beku Asam & Intermediet

No. Urut :4
No. Peraga :2
Warna
- Segar : Abu-abu kecoklatan
- Lapuk : Jingga kecoklatan
Tekstur
- Kritanilitas : Holokristalin
- Granulitas : Faneritik
- Fabrik
 Bentuk : Euhedral
 Relasi : Inequigranular
Struktur : Scoria
Komposisi Mineral :
Nama Mineral Warna Bentuk Jumlah (%)
I II III Total
MSV Kilap kaca Melebar 15%
ORT Kilap kaca Belahan ada 55%
Plg Putih tulang Granular 30%

Nama Batuan : Felsit


Keterangan :

Deskripsi

Batu dengan nomor urut 4 dan nomor peraga 2 memiliki warna

segar abu-abu kecoklatan dan warna lapuk jingga kecoklatan. Tekstur batu

ini yaitu tingkat kristalinitas Holokristalin dengan granularitas Faneritik.

Fabrik dengan bentuk euhedral dan relasi inequigranular. Struktur dari batu

ini berbentuk scoria. Adapun komposisi mineralnya terdiri dari 15 %

muscovit,55% ortoklas dan 30% plagioklas. Berdasarkan dari komposisi

mineralnya, dapat ditentukan nama dari batu ini adalah Felsite.

Ganesa

Felsit adalah nama umum dari batuanvulkanik yang berwarna terang

atauekstrusiv daribatuan beku. Batuan ini mempunyai pembutiran yang baik

tetapi tidak mempunyai sifat glass, dan kadang-kadang mempunyai bentuk

phenocrysts (butiran mineral yang berukuran besar). Mempunyai kandungan

silica yang tinggi, pada umumnya mengandung mineral mineral kuarsa,

plagioklas feldspar, dan alkali feldspar. Felsite juga biasanya mempunyai

sifat ekstrusif yang sama dengan batuan granit.


Asosiasi

Kegunaan

Makassar, September 2018

Asisten Praktikan

Rezky Nur Fajrialita


3.2. Pembahasan

3.2.1. Alat Peraga 1

Deskripsi

Batu dengan nomor urut 1 dan nomor peraga 31 memiliki warna

segar abu-abu terang dan warna lapuk kuning kecoklatan. Tekstur batu

ini yaitu tingkat kristalinitas Hipokristalin dengan granularitas

Faneroporfiritik. Fabrik dengan bentuk subhedral dan relasi

inequigranular. Struktur dari batu ini berbentuk massive atau kompak.

Adapun komposisi mineralnya terdiri dari 25 % hornblende, 5%

ortoklas, 40% Pyroxin, 15% plagioklas, dan 15% biotit. Berdasarkan

dari komposisi mineralnya, dapat ditentukan nama dari batu ini adalah

Andesite.

Ganesa

Andesit berasal dari magma yang biasanya meletus dari

stratovolcanoes pada lahar tebal yang mengalir, beberapa diantaranya

penyebarannya dapat mencapai beberapa kilometer. Magma andesit

dapat juga menghasilkan letusan seperti bahan peledak yang kuat yang

kemudian membentuk arus pyroclastic dan surges dan suatu kolom

letusan yang sangat besar.Andesites terbentuk pada temperature antara

900 dan 1.100 derajat celcius. Didalam andesit terdapat sekitar 52 dan 63

persen kandungan silica (Sio2). Mineral-mineral penyusun andesit yang

utama terdiri dari plagioklas feldspar dan juga terdapat mineral pyroxene
(clinopyroxine dan orthopyroxine) dan hornblende dalam jumlah yang

sedikit.

Asosiasi

Sebaran batuan ini banyak dijumpai di daerah kaki perbukitan

maupun lembah-lembah sungai. Keterdapatannya batuan ini terdapat

hamper disemua tempatdi Indonesia terutama diIndonesia bagian timur.

Kegunaan

Batuan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan batu belah

untukbahan konstruksi (bangunan dan jalan), bangunan perumahan, alas

jalan,sebagai agregat, pondasi, batu hias dan lain-lainnya. Andesit juga

dapat dijadikan sebagai bahn baku industry poles ( tegel, ornament,

dll).Batuan ini sangat potensial untuk dikembangkan kearah eksploitasi

(penambangan) secara skala besar.

3.2.2. Alat Peraga 2

Deskripsi

Batu dengan nomor urut 2 dan nomor peraga 19 memiliki warna

segar abu-abu gelap dan warna lapuk coklat kemerahan. Tekstur batu ini

yaitu tingkat kristalinitas Holohyalin dengan granularitas Porfiroafanitik.

Fabrik dengan bentuk subhedral dan relasi equigranular. Struktur dari

batu ini berbentuk massive atau kompak. Adapun komposisi mineralnya

terdiri dari 40 % quartz, 40% plagioklas, dan 20% masive. Berdasarkan

dari komposisi mineralnya, dapat ditentukan nama dari batu ini adalah

Dasite.
Ganesa

Batuan ini terbentuk memiliki kandungan silica yang cukup tinggi

dan viskositasnya juga relative tinggi. Contohnya pada lava andesitic

yang sampai ke permukaan melalui celah kemudian dipermukaan akan

mengalami proses pendinginan yang relative cepat sehingga terbentuk

Kristal yang hipokristalin dan memiliki ukuran butir yang porforo

afanitik, ada juga yang ukuran butirnya besar dikelilingi massa dasarnya

halus. Biasanya lava andesitic memiliki sifat cair, sehingga bila yang

dipermukaan lava telah sampai maka lava ini akan segera menyebar

kedaerah lain dengan penyebaran yang sangat luas.

Asosiasi

Batuan dasit biasanya sering ditemukan bersama batu andesit.

Kegunaan

Biasanya batu ini digunakan baik untuk bahan

bangunan,pembuatan gelas,kaca pengaspalan jalan, jembatan,

bendungan, serta dapat juga dipakai sebagai batu perhiasan. Dasit

apabila digosok dengan baik dapat menghasilkan ametis,avanturin, serta

mata kucing yang diperjualbelikan sebagai batuan setengah mulia yang

memiliki nilai ekonomis.

3.2.3. Alat Peraga 3

Deskripsi

Batu dengan nomor urut 3 dan nomor peraga 56 memiliki warna

segar merah muda kehijauan dan warna lapuk merah kecoklatan.


Tekstur batu ini yaitu tingkat kristalinitas Holokristalin dengan

granularitas Faneritik. Fabrik dengan bentuk anhedral dan relasi

inequigranular. Struktur dari batu ini berbentuk pumiceous. Adapun

komposisi mineralnya terdiri dari 70 % quartz, dan 30% biotit.

Berdasarkan dari komposisi mineralnya, dapat ditentukan nama dari batu

ini adalah Granit.

Ganesa

Granit merupakan batuan beku asamyang tergolong batuanplutonik

dan batuan gang dalam bentuk batolit atau stock. Sebagai contoh, granit

pluton dari Pulau Karimun berwarna abu-abu dengan butiran mineral

sangat besar. Apabila jumlah mineral plagioklas melebihi jumlah

mineral feldspar kalium,batuan ini disebut granodiorit. Dan dengan

berkurangnya jumlah mineral kuarsa, batuan menjadi sianit.

Asosiasi

Kegunaan

Granit sering digunakan untuk pondasigalangan kapal, dermaga,

pengeras jalan, dan bahan bangunan lainnya. Batu granit dapat dipoles

untuk lantai dan dekorasi karena mempunyai variasi warna yang indah.

3.2.4. Alat Peraga 4

Deskripsi

Batu dengan nomor urut 4 dan nomor peraga 2 memiliki warna

segar abu-abu kecoklatan dan warna lapuk jingga kecoklatan. Tekstur

batu ini yaitu tingkat kristalinitas Holokristalin dengan granularitas


Faneritik. Fabrik dengan bentuk euhedral dan relasi inequigranular.

Struktur dari batu ini berbentuk scoria. Adapun komposisi mineralnya

terdiri dari 15 % muscovit,55% ortoklas dan 30% plagioklas.

Berdasarkan dari komposisi mineralnya, dapat ditentukan nama dari batu

ini adalah Felsite.

Ganesa

Felsit adalah nama umum dari batuan vulkanik yang berwarna

terang atauekstrusiv daribatuan beku. Batuan ini mempunyai

pembutiran yang baik tetapi tidak mempunyai sifat glass, dan kadang-

kadang mempunyai bentuk phenocrysts (butiran mineral yang berukuran

besar). Mempunyai kandungan silica yang tinggi, pada umumnya

mengandung mineral mineral kuarsa, plagioklas feldspar, dan alkali

feldspar. Felsite juga biasanya mempunyai sifat ekstrusif yang sama

dengan batuan granit.

Asosiasi

Kegunaan