Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM KOSMETOLOGI

“SEDIAAN LIPSTICK”
Laporan ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Kosmetologi

Disusun Oleh Kelompok 5D:

Annisa Ananda 11151020000089

Della Meillia 11151020000092

Elfira Rosalia 11151020000083

Harini Hajri 11151020000081

Tina Yuliana 11151020000098

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA, 2018
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lipstik adalah kosmetik yang diterapkan pada bibir untuk
menentukan bentuk dan memberi warna serta perlindungan terhadap
lingkungan sekitar (Engasser, 2000). Produk bibir telah digunakan sejak jaman
kuno, meliputi lipstik, lipgloss, lip liners (Riley, 2000). Lipstik digunakan
secara luas oleh kalangan wanita dan lipstik menjadi sangat populer di akhir
dekade ini, popularitasnya dapat diukur dari fakta pasar yang telah dibanjiri
produk lipstik dengan ratusan nuansa (Mithal dan Shaha, 2000). Komponen
utama dari formulasi lipstik adalah bahan pewarna dan basis lipstik (Mitsui,
2007). Bahan pewarna yang umumnya digunakan adalah pewarna sintetis
seperti bromoacid, eosin, pigmen titanium dioksid, bismut oksiklorid serta
bahan pewarna lain yang di izinkan oleh Food and Drug Administration
(FDA).
Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena penggunaan langsung
pada bibir akan terjilat atau ikut dengan makanan atau minuman yang dimakan
sehingga dalam formula lipstik bahan-bahan yang digunakan harus dipastikan
aman (Riley, 2000; Draelos, 2011). Dewasa ini banyak beredar lipstik
dengan pewarna yang mengandung logam-logam berbahaya seperti timbal dan
merkuri, bahan timbal dapat terkandung dalam zat pewarna Pb karbonat dan
Pb sulfat, logam berat tersebut tidak mempunyai fungsi di dalam tubuh
melainkan akan menimbulkan keracunan jika dalam tubuh terdapat jumlah
logam berat yang cukup besar (Yatimah, 2014). Seiring perkembangan jaman,
masyarakat mulai beralih pada produk bahan alam mulai dari obat-obatan,
kosmerik dan lain sebagainya.
Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai zat warna
untuk kosmetik adalah buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) buah ini
berasal dari Amerika Latin dan termasuk keluarga Cactaceae (Stintzing,
Schiber, and Carle, 2002). Buah naga memiliki beberapa jenis yaitu buah naga

2
kulit berwarna merah daging berwarna putih (Hylocereus Undatus), buah naga
kulit berwarna kuning daging buah berwarna putih (Hylocereus triangularis),
buah naga kulit berwarna merah daging buah berwarna merah (Hylocereus
polyrhizus), serta buah naga kulit berwarna kuning dan daging berwarna
merah (Hylocereus ocamponis). Buah naga berdaging merah biasanya
digunakan dalam bahan pewarna makanan (Gunasena, Pushpakumara, and
Kariyawasam, 2007).

1.2 Tujuan
Setelah selsai mengikuti praktikum modul sediaan lipstick, mahasiswa
diharapkan mampu:
1. Menjelaskan formulasi sediaan lipstick
2. Menjelaskan cara pembuatan sediaan lipstick

3
BAB II

LANDASAN TEORI
2.1 Struktur Kulit (Bibir)
Kulit adalah lapisan atau jaringanyang menutup seluruh
tubuh danmelindungi dari bahay yang datang dari liar. Bagi wanita, kulit
merupakan bagiantubuh yang perlu mendapat perhatian khusus
untuk meperindah kecantikan.Lapisan kulit pada dasarnya sama di
semua bagian tubuh, kecuali di telapaktangan, telapak kaki, dan bibir.
Tebalnya bervariasi dari 0.5 mm dikelopak matasampai 4 mm ditelapak
kaki.Bibir setiap orang warna kulitnya berarna merah. Warna
merah itudisebabkan oleh warna darah yang mengalir di dalam pembuluh
di lapisan warnakulit bibir. Dibagian ini warna itu terlihat lebih jelas
karena pada bibir tidakditemukan satu lapisan kulit paling luar, yaitu
lapisan corneum (lapisan tanduk).Jadi kulit bibir lebih tipis dari kulit
wajah. Karena itu, bibir juga lebih mudah lukadan mengalami
pendarahan.Disamping itu, karena kulitnya yang tipis, saraf yang
mengurus sensasipada bibir mendaji lebih sensitif. Luka yang sedikit pada
bibir dapat menimbulkanrasa sakit yang lebih hebat.

2.2 Lipstick
Lipstik adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai
bibirdengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam
tata riaswajah yang dikemas dalam bentuk batang padat. Hakikat
fungsinya adalah untukmemberikan warna bibir menjadi merah,
yang dianggap akan memberikanekspresi wajah sehat dan menarik
(Ditjen POM, 1985).Lipstik adalah pewarna bibir yang dikemas dalam
bentuk batang padat(roll up) yang dibentuk dari minyak, lilin dan lemak.
Bila pengemasan dilakukandalam bentuk batang lepas disebut lip crayon
yang memerlukan bantuan pensilwarna untuk memperjelas hasil usapan
pada bibir.

4
Sebenarnya lipstik adalah jugalip crayon yang diberi pengungkit
roll up untuk memudahkan pemakaian dan hanya sedikit lebih lembut dan
mudah dipakai. Lip crayon biasanya menggunakanlebih banyak lilin dan
terasa lebih padat dan kompak.Lipstik terdiri dari zat warna yang
terdispersi dalam pembawa yang terbuatdari campuran lilin dan minyak,
dalam komposisi yang sedemikian rupa sehinggadapat memberikan suhu
lebur dan viskositas yang dikehendaki. Suhu lebur lipstikyang ideal
yang sesungguhnya diatur suhunya hingga mendekati suhu
bibir,bervariasi antara 36-38ºC. Tetapi karena harus memperhatikan faktor
ketahananterhadap suhu cuaca disekelilingnya, terutama suhu daerah
tropik, maka suhulebur lipstik dibuat lebih tinggi yang dianggap lebih
sesuai dan diatur pada suhulebih kurang 62ºC, atau bisanya berkisar antara
55º-75ºC.

2.2.1 Jenis-jenis Lipstick


Jenis- Jenis Lipstik yaitu:
1. LacquerYaitu lipstik berbahan dasar gel, biasanya dikemas dalam botol
atau wadahkecil, Memberi kesan halus dan lembut pada bibir dalam
berbagai nuansawarna.
2. Satin
Lipstik yang bertekstur sangat lembut, dikemas dalam bentuk stik atau
cairandan tersedia dalam warna, bisa menutupi bibir dengan
sempurna sertamemberi efek kilap tanpa kesan minyak.
3. Semi-glossEfeknya tidak begitu mengilap dan berminyak seperti lip
gloss, dikemasdalam bentuk stik atau krim padat.
4. MatteLipstik yang tahan lama, tidak mengilap pada bibir, tapi
mengandungpelembab dan memberi efek halus pada bibir, tersedia dalam
bentuk stik.
5. Lip Care atau Lip VitaminYaitu treatment campuran antara
pewarna bibir dan vitamin bibir yangdikemas dalam bentuk stik,
bertekstur lembut, mengandung pelembab danmemberi efek berkilau

5
2.2.2 Komponen sediaan lipstik
Komponen utama dalam sediaan lipstikAdapun komponen utama
dalam sediaan lipstik terdiri dari minyak, lilin ,lemak dan zat warna.
1. Minyak

Minyak yang digunakan dalam lipstik harus memberikan


kelembutan,kilauan, dan berfungsi sebagai medium pendispersi zat warna
(Poucher, 2000).Minyak yang sering digunakan antara lain minyak jarak,
minyak mineral, danminyak nabati lain. Minyak jarak merupakan minyak
nabati yang unik karenamemiliki viskositas yang tinggi dan memiliki
kemampuan melarutkan staining-dye dengan baik. Minyak jarak
merupakan salah satu komponen penting dalambanyak lipstik modern.
Viskositasnya yang tinggi adalah salah satu keuntungandalam menunda
pengendapan dari pigmen yang tidak larut pada saat pencetakan,sehingga
dispersi pigmen benar benar merata.

2. Lilin

Lilin digunakan untuk memberi struktur batang yang kuat pada


lipstik danmenjaganya tetap padat walau dalam keadaan hangat. Campuran
lilin yang ideal akan menjaga lipstik tetap padat setidaknya pada suhu 50
dan mampu mengikatfase minyak agar tidak keluar atau berkeringat, tetapi
juga harus tetap lembut danmudah dioleskan pada bibir dengan
tekanan serendah mungkin. Lilin yangdigunakan antara lain
carnauba wax, candelilla wax, beeswax, ozokerites,spermaceti dan
setil alkohol. Carnauba wax merupakan salah satu lilin alami yangyang
sangat keras karena memiliki titik lebur yang tinggi yaitu 85.
Biasadigunakan dalam jumlah kecil untuk meningkatkan titik lebur dan
kekerasanlipstik.

3. Lemak

Lemak yang biasa digunakan adalah campuran lemak padat yang


berfungsiuntuk membentuk lapisan film pada bibir, memberi
tekstur yang lembut,meningkatkan kekuatan lipstik, dan dapat

6
mengurangi efek berkeringat dan pecahpada lipstik. Fungsinya yang lain
dalam proses pembuatan lipstik adalah sebagaipengikat dalam basis
antara fase minyak dan fase lilin dan sebagai bahanpendispersi
untuk pigmen. Lemak padat yang biasa digunakan dalam basis
lipstikadalah lemak coklat, lanolin, lesitin, minyak nabati terhidrogenasi
dan lain-lain

4. Zat warna

Zat warna dalam lipstik dibedakan atas dua jenis yaitu staining dye
danpigmen. Staining dye merupakan zat warna yang larut atau terdispersi
dalambasisnya, sedangkan pigmen merupakan zat warna yang
tidak larut tetapitersuspensi dalam basisnya. Kedua macam zat warna ini
masing- masing memilikiarti tersendiri, tetapi dalam lipstik
keduanya dicampur dengan komposisisedemikian rupa untuk
memperoleh warna yang diinginkan.

2.3 Buah Naga


 Morfologi Buah Naga Merah
Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri, bunga,
dan buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang dalam
tanah pada batang atas sebagai akar gantung. Akar tumbuh di sepanjang
batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada bagian duri, akan
tumbuh bunga yang bentuknya mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang
tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak
lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah
menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap
untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di
sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan
sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga.

7
 Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Hamamelidae

Ordo: Caryophyllales

Famili: Cactaceae (suku kaktus-kaktusan)

Genus: Hylocereus

Spesies: Hylocereus undatus (Haw.)

 Pengolahan Ekstrak Cair Buah Naga (Hylocereus costaricensis)


Buah naga super merah dikumpulkan ,dikupas dan diambil
daging buahnya, ditimbang diblender sampai benar-benar hancur ± 5
menit kemudiaan disaring menggunakan kain batis setelah itu ditimbang
hasil sari yang didapat. Ditentukan berat jenisnya dengan piknometer, sari
buah Naga Super Merah dimasukkan kedalam botol kaca kemudian
dimasukkan kedalam kulkas.
Lipstik adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai
bibir dengan sentuhan artistic sehingga dapat meningkatkan nilai estetika
dalam tata rias wajah. Salah satu contoh dari buah yang dapat dijadikan
pewarna alami adalah buah naga super merah (Hylocereuscostaricensis)
karena mengandung pigmen antosianin yang berfungsi sebagai pigmen
warna.
Pewarna alami yang mempunyai potensi untuk dikembangkan
antara lain yang berasal dari buah naga super merah (Hylocereus

8
costaricensis), dengan warna merah yang sangat pekat, menunjukkan buah
tersebut mengandung pigmen warna, yang dapat digunakan sebagai bahan
pewarna alami pengganti bahan pewarna sintetik. Pada penelitian ekstrak
buah naga super merah dengan metanol mengandung senyawa fenol dan
betasianin (Umayah., et, al, 2007)

2.4 Preformulasi zat tambahan

Formulasi lipstick

Sediaan dibuat 50 gram

Nama Bahan Konsentrasi Penimbangan


Cera Alba 25% 12,5 g

Oleum ricini 35% 17,5 g

Oleum arachis 15.6% 7,8 g

Adeps lanae 1% 0,5 g


Vaseline Album 8,3% 4,15 g
Pewarna alam ekstrak buah naga qs + 7,55 g

Preformulasi Zat Tambahan

 Oleum Ricini (minyak jarak)

Oleum Ricini (minyak jarak)


Sinonim Castor oil, EmCon CO; Lipovol CO; oleum ricini; ricinoleum;
ricinus communis; ricinus oil; tangantangan.
Struktur
molekul

Pemerian Penampilan : Cair kental


Warna : kuning pucat atau hampir tidak berwarna
Rasa : manis kemudian agak pedas, umumnya memualkan
Bau : lemah

9
Kelarutan Larut dalam 2,5 bagian etanol (90%) P; mudah larut dalam etanol
mutlak P dan dalam asetat glacial P. practically insoluble in water;
practically insoluble in mineral oil unless mixed with
another vegetable oil
Titik leleh -120C
Titik didih 3130C
OTT incompatible with strong oxidizing agents.
Stabilitas Castor oil is stable and does not turn rancid unless subjected to
excessive heat. On heating at 3008C for several hours, castor oil
polymerizes and becomes soluble in mineral oil. When cooled to
08C, it becomes more viscous.
Kegunaan Emollient; oleaginous vehicle; solvent.
Penyimpanan Castor oil should be stored at a temperature not exceeding
258C in well-filled airtight containers protected from light.

 Cera Alba

Cera Alba
Sinonim Malam putih
Pemerian Zat padat, lapisan tipis bening, putih kekuningan dan bau khas
Kelarutan Praktis tidak larut dalam air
Agak sukar larut dalam etanol (95%) P dingin
Larut dalam kloroform P, dalam eter P hangat, dalam minyak
lemak dan minyak atsiri
Suhu lebur 62o-64o C
Bil.asam 18-24
Bil.ester 70-80
Bil.penyabunan 88-104
Kegunaan Controlled-release vehicle; stiffening agent.
penyimpanan Dalam wadah tertutup baik

 Adeps lanae

Adeps lanae
Keterangan Lanolin adalah zat serupa lemak yang dimurnikan diperoleh dari
lemak bulu domba yang dibersihkan dan dihilangkan warna dan
baunya. Mengandung air tidak lebih dari 0,25%. Boleh
mengandung antioksidan yang sesuai tidak lebih dari 0,02%.

10
Penambahan air dapat dicampurkan ke dalam dengan pengadukan.
Pemerian Massa seperti lemak, lengket, warna kuning bau khas
Kelarutan Tidak larut dalam air, dapat bercampur dengan air lebih kurang 2
kali beratnya, agak sukar larut dalam etanol dingin, lebih larut
dalam etanol panas, mudah larut dalam eter dalam kloroform
Jarak lebur Antara 380 dan 440
Inkopamtibilas lanolin mungkin mengandung prooxidant yang bisa mempengaruhi
zat aktif tertentu
Wadah dan Dalam wadah yang baik, sebaiknya pada suhu kamar yang
penyimpanan terkendali.
Fungsi ointment base

 Oleum Arachis ( Minyak Kacang )

Oleum Arachis ( Minyak Kacang )


Sinonim Earthnut oil; groundnut oil; katchung oil; nut oil.
Keterangan Minyak kacang adalah minyak yang telah dimurnikan, diperoleh
dengan pemerasan biji Arachis hypogea yang telah dikupas
Pemerian Bentuk : cairan
Warna : kuning pucat
Bau : khas lemah
Rasa : tawar
Kelarutan Praktis tidak larut dalam etanol, mudah larut dalam kloroform,
dalam eter dan dalam eter minyak tanah
Inkompatibilatas Dapat menimbulkan saponifikasi dengan alkali hidroksida
Kegunaan Oleaginous vehicle; solvent.
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik dan terisi penuh

 Vaselin album

Vaselin album

Konsentrasi : 10-30%

Pemerian Putih atau kekuningan, massa berminyak, transparan dalam


lapisan tipis setelah didinginkan pada suhu 0C.

Kelarutan tidak larut dalam air, sukar larut dalam etanol dingin, atau panas
dan dalam etanol mutlak dingin, mudah larut dalam benzene,

11
karbon disulfit, dalam kloroform, larut dalam heksan dalam
sebagian besar minyak lemak dan minyak atsiri.

Inkompatibilatas merupakan bahan inert yang tidak dapat bercampur dengan


banyak bahan.

Kegunaan emolien dan basis salep.

Penyimpanan jika teroksidasi dapat menimbulkan warna dan bau yang tidak
dikehendaki. Untuk mencegah ditambahkan antioksidan, Wadah
dan penyimpanan : di tempat tertutup rapat, terlindung dari
cahaya, di tempat sejuk dan kering

12
BAB III

METODOLOGI KERJA

3.1 Alat dan Bahan

 Hot plate
 Beaker glass
 Batang pengaduk
 Cawan penguap
 Cetakan lipstick
 Thermometer
 Cera alba
 Vaselin album
 Adeps lanae
 Oleum ricini
 Oleum arachis,
 Pewarna (ekstrak buah naga
merah)
 Gliserin

13
3.2 Prosedur Kerja

1. Dileburkan semua bahan lilin dan setengah padat (cera alba, vaselin album,
adeps lanae) diatas penangas air hingga suhu 75C.
2. Ditambahkan kedalam campuran, oleum ricini, oleum arachis, dan pewarna.
Dilebur pada suhu 75C kedalam campuran lilin, dan diaduk hingga rata.
3. Dituangkan kedalam cetakan lipstick yang sudah diolesi gliserin, dibiarkan
mengeras, kemudian dikeluarkan dari cetakan.

3.3 Evaluasi Sediaan


1. Uji organoleptik dan penampilan sediaan.
2. Uji daya menempel pada kulit, baik basis maupun warna
3. Uji kekerasan lipstick.

14
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Organoleptis
Bentuk Padat
Bau Lilin
Warna Merah muda
Evaluasi
Daya menempel pada kulit Cukup baik, cukup tahan lama saat
digunakan, tidak mudah hilang jika
dibilas dengan air
Uji kekerasan lipstick Cukup keras, tdak mudah patah,
saat digunakan tidak keras dan
lembut

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini praktikan melakukan pembuatan
sediaan lipstik. Lipstik adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk
mewarnai bibir dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan
nilai estetika dalam tata rias wajah. Lipstik adalah produk yang umum
yang sering digunakan oleh para wanita, karena bibir dianggap sebagian
besar penting dalam penampilan seseorang (Wasitaatmadja, 1997). Dalam
pembuatan sediaan lipstik ini, ekstrak yang digunakan yaitu ekstrak buah
Naga Merah (Hylocereus costaricensis).

Buah naga merah memiliki banyak manfaat untuk sediaan


kosmetik, salah satunya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan sediaan
lipstik yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami karena mengandung

15
pigmen antosianin yang berfungsi sebagai penghasil pigmen warna
merah. Buah naga merah (Hylocereus costaricensis) diesktraksi
menggunakan metode ekstraksi tanpa pemanasan dengan hasil berupa
ekstrak kental. Buah naga diolah dengan dihaluskan lalu dipisahkan
dengan ampasnya dan diambil ekstrak kentalnya. Cara ini dilakukan
karena kestabilan antosianin dipengaruhi oleh oksigen, pH, temperatur,
cahaya, ion logam, enzim dan asam askorbat. (Iversen, 1999).

Dalam proses pembuatan sediaan lipstik, hal pertama yang


dilakukan yaitu dipanaskan air di dalam gelas beaker dan meletakan
cawan penguap diatasnya hingga suhu 75˚C untuk melarutkan fase
minyak dan lilin dengan menggunakan cawan yang terpisah. Di dalam
fase minyak dimasukan oleum ricini dan oleum arachidis. Kedua minyak
ditambahkan sebagai emolien untuk mengurangi efek kekeringan pada
bibir dan sebagai pelarut dan pendisperi pewarna dalam sediaan. (Sinurat,
2013).

Fase lilin terdiri atas Cera Alba, Vaselin Album dan Adeps
Lanae. Fase lilin memiliki fungsi dalam sediaan lipstik untuk membentuk
lapisan berkilat, agar tetap lembap dan warna lipstik lebih menempel lama
pada bibir, serta untuk mengeraskan lipstik. Setelah semua fase meleleh
dan mencapai suhu 70˚C. Cera Alba juga berfungsi sebagai pengatur titik
lebur pada sediaan. Adeps Lanae 1% berfungsi sebagai pengikat fase
minyak dan lilin dan meratakan warna serta Vaseline Album dipilih
sebagai pemberi kilau pada sediaan.

Fase minyak dimasukkan kedalam fase lilin dengan suhu yang


terukur, diaduk hingga homogen kemudian ditambahkan ekstrak buah
naga merah untuk memberikan warna alami pada sediaan lipstik. Setelah
semua tercampur homogen, hingga terbentuk massa kental kemudian
sediaan dituang ke dalam cetakan yang sebelumnya sudah diolesi oleh

16
gliserin dengan tujuan agar sediaan tidak menempel pada cetakan dan
bentuk lipstik yang dihasilkan bagus. Setelah proses pencetakan, sediaan
lipstik dimasukan ke dalam wadah lipstik dengan ukuran sesuai dengan
diameter lipstik lalu dikemas lagi pada kemasan sekunder.

Hal yang perlu diperhatikan pada pembuatan sediaan lipstik


adalah penambahan warna pada campuran basis. Penambahan pewarna
yang tidak tepat pada campuran lilin dan minyak dapat menyebabkan
pewarna lipstik mengendap pada cetakan. Untuk menghindari hal tersebut,
hendaknya penuangan massa lipstik dilakukan pada saat massanya
membentuk konsistensi kental namun tetap mudah untuk dituangkan pada
cetakan yang telah di oleskan dengan gliserin. Selain penambahan warna
yang perlu diperhatikan, titik leleh tiap tiap komponen harus diperhatikan,
karena lipstik adalah sediaan dengan bahan dasar minyak, lemak dan lilin.
Pelelehan bahan yang tidak sesuai dengan titik leleh komponennya
mengakibatkan perubahan bentuk kristal pada saat sediaan dingin,
sehingga tidak dapat kembali pada bentuk yang diinginkan.

Dalam praktikum pembuatan sediaan lipstik ini dihasilkan lipstik


berwarna merah muda. Warna merah muda ini berasal dari warna sari
buah naga merah, karena bercampur dengan bahan-bahan lainnya maka
warna merah pekat dari warna sari sebelumnya menjadi warna merah
muda. Dari hasil organoleptis ini maka warna dari pigmen antosianin
dalam sari buah naga merah dapat digunakan sebagai pewarna alami.
Karena pada pembuatan lipstik tidak menggunakan parfum, maka lipstik
yang dihasilkan menghasilkan bau khas lipstik yaitu bau lilin dari basis
yang digunakan. Lipstik memiliki tekstur semi – solid dengan kekuatan
yang baik sehingga tidak mudah patah pada saat diaplikasikan. Meskipun
tidak mudah patah, lipstik tetap bertekstur creamy sehingga mudah
diaplikasikan pada bibir dan tetap nyaman dipakai.

17
Hasil menunjukkan bahwa lipstik sari buah naga merah telah homogen
yang ditandai dengan tidak adanya butir-butir kasar saat lipstik dioleskan
pada object glass. Hasil dari pengujian uji daya tempel ini menunjukkan
bahwa formula lipstik belum memiliki daya oles yang baik karena ketika
dioleskan warna kurang intensif. Hal ini dapat disebabkan salah satunya
karena konsentrasi dari pewarna dan sari buah naga merah kurang tinggi,
sehingga warna kurang intensif walaupun ketika dioleskan sudah
homogen. Nilai pH 6 menunjukkan bahwa lipstik sari buah naga merah
tidak akan mengiritiasi bibir karena masih berada pada kisaran pH bibir
yaitu 4,5 – 7. (Wasitaadmadja, 1997).

18
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

 Lipstik adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai


bibir dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika
wajah.
 Lipstik merupakan pewarna bibir yang dikemas dalam batangan padat
(roll up) yang dibentuk dari minyak, lilin dan lemak serta ditambahkan
pewarna dan parfum.
 Lipstik diformulasikan dengan cara meleburkan fase lilin dan fase
minyak dalam suhu yang sama lalu dicampur hingga basis homogen
serta memiliki konsistensi yang pas untuk dituang ke dalam cetakan
lipstik. Penambahan pewarna dilakukan tanpa peleburan guna
mempertahankan stabilitas zat aktif pewarna.
 Pewarna alami yang digunakan dari sari buah naga merah (Hylocereus
costaricensis) menghasilkan warna merah muda pada sediaan, namun
tidak pekat.
 Lipstik sari buah naga merah (Hylocereus costaricensis)
menghasilkan daya oles dan kekerasan yang baik.

5.2 Saran

Pada sediaan lipstik hendaknya penggunaan eksipien pewarna


alami buah naga ditambahkan dalam konsentrasi yang tinggi agar
sediaan lipstik menghasilkan warna yang dengan pigmentasi yang
kuat. Selain itu, evaluasi hasil sediaan lipstik harus ditambahkan
dengan melakukan pemeriksaan titik leleh sediaan, uji stabilitas dan
daya iritasi.

19
DAFTAR PUSTAKA

Farmakope Indonesia Edisi IV. 1995. Jakarta : Departemen Kesehatan


Republik Indonesia

Mulangsari, Dewi Andini Kunti, dkk. 2017. Karakteristik Fisik Lipstik Sari
Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Dengan Variasi
Perbandingan Konsentrasi Carnauba Wax dan Beeswax. Semarang :
Universitas Wahid Hasyim. Inovasi Teknik Kimia, Vol. 2, No. 2, Oktober
2017, Hal. 19-24

Rahmawati, Zulia Erni, dkk. 2017. Stabilitas Pigmen Pewarna Alami dari
Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) dan Bunga Rosella
(Hibiscus Sabdariffa) pada sediaan lipstik semi solid. Bandung : Universitas
Islam Bandung. Prosiding Farmasi, Vol. 3, No. 2, 2017.

Rowe, Raymond C, Paul J Sheskey, and Sian C Owen. 2006. Handbook of


Pharmaceutical Exipient: fifth edition. United States of America:
Pharmaceutical Press and American Pharmacist Association

Tranggono, R.I., Latifah, F., 2007. Buku Pegangan Ilmu pengetahuan


Kosmetik, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Wasitaatmaja, SM, 1997,
Penuntun Ilmu Kosmetik medik, UI Press, Jakarta

Wasitaadmadja, S. M. 1997, Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: Penerbit


Universitas Indonesia. 3, 58-59, 62- 63, 111-112.

20

Anda mungkin juga menyukai