Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN HASIL PENGAMATAN

SEL EPIDERMIS PADA BAWANG MERAH

Selasa, 8 Agustus 2017

A. Tujuan

1. Mengidentifikasi struktur sel hewan berdasarkan hasil pengamatan dan gambar.


2. Menggunakan mikroskop untuk pengamatan awetan struktur sel bawang merah.
3. Menggambarkan struktur sel bawang merah.
4. Menunjukkan bagian – bagian sel bawang merah.

B. Dasar Teori

1. Bawang Merah

Kingdom :Plantae
:
Subkingd
Tracheobio
om
nta
:
Superdivi
Spermatoph
sio
yta
:
Divisio Magnolioph
yta
Klas :Liliopsida
Sub-klas :Liliidae
Ordo :Liliales
Familia :Liliaceae
Genus :Allium
:Allium
Spesies
cepa L.
Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang
bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai mengecil
dan di bagian tengah menggembung, bentuknya seperti pipa yang berlubang di
dalamnya. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri
dan mencapai 30–50 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna yang tiap
bunga terdapat benang sari dan kepala putik. Bakal buah sebenarnya terbentuk dari 3
daun buah yang disebut carpel, yang membentuk tiga buah ruang dan dalam tiap
ruang tersebut terdapat 2 calon biji.Buah berbentuk bulat dengan ujung tumpul.
Bentuk biji agak pipih. Biji bawang merah dapat digunakan sebagai bahan
perbanyakan tanaman secara generatif.

Bawang merah mengandung vitamin C, kalium, serat, dan asam folat. Selain
itu, bawang merah juga mengandung kalsium dan zat besi. Bawang merah juga
mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin.
Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional, bawang merah dikenal
sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin. Senyawa alliin
oleh enzim alliinase selanjutnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin
sebagai anti mikoba yang bersifat bakterisida.

2. Sel
Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan
kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang
sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat
struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.

a. Robert Hooke (1635-1703)


Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari
hasil pengamatannya diketahui terlihat -rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika
dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga
tersebut dinamakan sel.

b. Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)


Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden
mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia
menemukan bahwa banyak sel yang menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia
menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan
penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa
tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa
satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel. Dari dua penelitian tersebut keduanya
menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.

c. Robert Brown
Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman
anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian
diberi nama inti sel atau nukleus. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel
selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk
mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.

d. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye


Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes
Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama
protoplasma.

e. Max Schultze (1825-1874)


Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan.
Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup.
Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel
antara lain:

1.) sel merupakan unit struktural makhluk hidup;


2.) sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;
3.) sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;
4.) sel merupakan unit hereditas.

Struktur sel dibagi menjadi struktur sel prokariotik dan eukariotik.Setiap


orgasme tersusun dari salah satiu tipe struktur sel tersebut, yaitu prokariotik atau
eukariotik. Sel prokariotik hanya terdapat pada kingdom atau dunia monera dunia
archaebacteria, dan dunia eubacteria. Sementara itu , dunia plantae, animali, dan dunia
protista mempunyai struktur sel eukariotik (Trijoko 2005: 6).

Perbedaan pertama antara sel prokariotik dan eukariotik ditandai dengan


namanya. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa yunani pro, yang artinya
“sebelum” dan karyon,ng artinya ”kernel”, yang di sini disebut nukleus. Sebaliknya,
sel eukariotik (Yunani, eu yang berarti “sebenarnya“, dan karyon) memilki nuklues
sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus (Hidayat, 1995: 9).
Berikut adalah organel - organel yang ada di dalam sel tumbuhan:

a. Dinding Sel, adalah bagian terluar dari sel tumbuhan. Dinding sel memiliki
fungsi melindungi sel. Dinding sel merupakan lapisan tipis dan bersifat
semipermiable. Dinding sel tersusun atas Selulosa, lignin, dan suberin. Pada
lapisan epidermis dan batang, dinding sel mengandung kitin dan zat lilin
sehingga dinding sel bersifat impermeabel. Antara dinding sel yang satu
dengan yang lain ditemukan zat pektin yang terdapat pada lamella tengah.

b. Vakuola, merupakan rongga yang berada di dalam sel. Vakuola dibatasi oleh
selaput membran dan berisi cairan yang disebut cairan sel. Pada sel tumbuhan
yang telah dewasa, umumnya terdapat vakuola tengah yang berukuran besar
dan dikelilingi oleh membran yang dinamakan tonoplas. Pada intinya,
vakuola berfungsi sebagai :
1) Memasukkan air melalui tonoplas agar sel tetap baik.
2) Menyimpan makanan, seperti sukrosa, protein, garam- garam mineral, dan
senyawa organik lainnya.
3) Menyimpan sisa- sisa metabolisme.

c. Plastida, merupakan organel yang terdapat sitoplasma sel tumbuhan dan


beberapa jenis ganggang mikroskopik, seperti Euglena. Plastida adalah butir-
butir zat warna yang terdapat pada tumbuhan.

d. Sitoplasma, adalah bagian sel yang terbungkus membran sel. Pada


sel eukariota, sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada
sitoplasma terdapatsitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli,
serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di
dalamnya. Sitosol mengisi ruang sel yang tidak ditempati organel dan
vesikula dan menjadi tempat banyak reaksi biokimiawi serta perantara
transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel.

Walaupun semua sel memiliki sitoplasma, setiap jaringan maupun spesies


memiliki ciri-ciri yang jauh berbeda antara satu dengan yang lain.

Di dalam sitoplasma terdapat oraganel-organel sel berikut ini:

a. Mitokondria, berfungsi dalam proses oksidasi dan mualisasi.


b. Plastida, di dalamnya terkandung klorofil, berfungsi dalam fotosintesis.

c. Vakuola, berfungsi menyimpan zat makanan.

d. Ribosom, sebagai tempat berlagsungnya sintesis protein.

e. Retikulum endoplasma, dibedakan menjadi dua :

1.) Retikulum Endoplasma Kasar, sebagai tempat melekatnya ribosom.

2.) Retikulum Endoplasma Halus.

f. Badan Golgi, berfungsi secara aktif dalam sekresi dan sintesis


polisakarida.

C. Alat dan Bahan

1. Kulit bawang merah (Allium cepa L)


2. Air
3. Beker glass
4. Pipet
5. Mikroskop cahaya
6. Obyek glass
7. Cover glass
8. Silet

D. Langkah Kerja

1. Menyayat sedikit bawang merah dan mengambil selapis tipis lapisan epidermis
bagian dalam.
2. Meletakkan lapisan tersebut diatas obyek glass, tetesi dengan sedikit air kemudian
tutup dengan cover glass.
3. Membersihkan air dengan tissue.
4. Mengamati preparat tersebut di bawah mikroskop, diawali dari perbesaran lemah
hingga kuat.

E. Data Pengamatan
Tabel 1. Sel epidermis bawang merah pada perbesaran berbeda.

Preparat Sel Bawang merah Keterangan

Perbesaran 4 kali 1. Berbentuk kotak dan


berdempetan
2. Terlihat dinding sel
3. Bewarna keungu – unguan
4. Tidak terlihat inti sel

Perbesaran 10 kali 1. Bentuk dan jarak sel yang


berdempetan terlihat makin jelas
2. Terlihat dinding sel
3. Bewarna keungu - unguan
4. Tidak terlihat inti sel

Foto hasil pengamatan:


Gambar 1. Sel bawang merah pada perbesaran 4 kali

Gambar 2. Sel epidermis pada perbesaran 10 kali

Gambar 3. Hasil gambar sel epidermis bawang merah pada perbesaran 4 kali
Gambar 3. Hasil gambar sel epidermis bawang merah pada perbesaran 10 kali

F. Analisis dan Pembahasan

Pada gambar di atas, ada beberapa organel sel bawang merah yang terlihat di
bawah mikroskop yaitu :

1. Pada perbesaran 4 kali


a. Dinding Sel
b. Membran sel
c. Sitoplasma
d. Plastida

2. Pada perbesaran 10 kali


a. Dinding Sel
b. Membran sel
c. Sitoplasma
d. Plastida

Sel epidermis bawang merah yang sudah kami teliti mempunyai bentuk yang
rapi kotak kotak, meskipun tidak kotak sempurna. Ini dikarenakan bawang merah
adalah tumbuhan. Mengapa demikian karena sel tumbuhan meiliki dinding sel di luar
membran selnya. Dinding Sel adalah bagian terluar dari sel tumbuhan. Dinding sel
memiliki fungsi melindungi dan memberi bentuk pada sel. Sehingga terlihat rapi saat
kita melihat melalui mikroskop.

Sel bawang merah berwarna keungu-unguan karena mengandung plastida.


Plastida merupakan organel sel yang penting dalam kehidupan seperti fotosintesis dan
penyimpanan makanan dalam sel. Sitoplasma adalah bagian sel yang
terbungkus membran sel. Bentuk sitoplasma yaitu berupa cairan yang didalamnya
terdapat organel – organel. Bawang sendiri memiliki inti sel, namun pada perbesaran
4 kali dan 10 kali tidak terlihat inti sel dikarenakan inti sel baru bisa dapat diamati
dengan perbesaran 100 kali.

G. Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh, maka dapat disimpulkan sebagai


berikut :

1. Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan suatu
makhluk hidup.
2. Organel yang paling menonjol pada perbesaran 4 kali dan 10 kali adalah dinding
sel, membrane sel, sitoplasma dan plastida.
3. Sel tumbuhan memiliki organel – organel berupa inti sel, dinding sel, membran
sel, sitoplasma, ribosom, retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria,
vakuola, dan plastida.

Daftar pustaka

https://ipa7pgsdb.wordpress.com/2011/12/21/pengamatan-sel-dengan-menggunakan-
mikroskop/#ampshare=https://ipa7pgsdb.wordpress.com/2011/12/21/pengamatan-sel-
dengan-menggunakan-mikroskop/

https://rositagustina15.wordpress.com/2013/09/28/laporan-praktikum-sel-
tumbuhan/#ampshare=https://rositagustina15.wordpress.com/2013/09/28/laporan-
praktikum-sel-tumbuhan/

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sel_tumbuhan

http://evipracintia.blogspot.co.id/2013/09/laporan-percobaan-struktur-sel-
bawang.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Sitoplasma

http://www.artikelsiana.com/2014/12/organel-sel-tumbuhan-fungsi-fungsi-sel.html

Anda mungkin juga menyukai