Anda di halaman 1dari 32

1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Analisis Situasi


Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bagian dari sistem
pendidikan perguruan tinggi yang menempatkan mahasiswa di tengah-tengah
masyarakat untuk membantu masyarakat memanfaatkan Sumber Daya Alam
(SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Kegiatan ini juga merupakan salah
satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi dengan cara
beradaptasi dengan masyarakat desa. Kegiatan ini juga bertujuan sebagai
penerapan ilmu yang telah didapatkan semasa kuliah, berinteraksi dengan tujuan
bertukar informasi dan pengalaman yang kemudian disadari membutuhkan upaya
keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi agar informasi dapat tersampaikan
ke masyarakat desa dengan baik. Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini adalah kegiatan
yang dilakukan oleh mahasiswa yang mempunyai keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan guna meningkatkan kemampuan mahasiswa melalui penguasaan
ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kepekaan dan semangat
pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari Kuliah Kerja Nyata ini ialah untuk
membantu pemerintah dan masyarakat dalam proses pembangunan.
Pembangunan adalah proses perubahan yang mencakup seluruh sistem
sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan infrastktur.Pembangunan desa
merupakan bagian dari pembangunan yang sangat mempengarui keberhasilan
dalam pembangunan nasional. Pengembangan wilayah pada kawasan perdesaan
harus dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan kawasan
perkotaan. Pemahaman yang menyeluruh ini menjadi penting dan mendasar
dalam penyusunan peraturan yang berkaitan dengan perdesaan maupun perkotaan,
agar terjadi sinergi dan keseimbangan perlakuan wilayah, khususnya oleh
pelaku pembangunan.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Unversitasa Jember Tahun 2016
gelombang II di Desa Arjasa Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember
merupakan salah satu program nasional keguruan tinggi di Indonesia yang
2

membantu masyarakat dalam menghadapi masalah serta menunjang


pembangunan desa dan memberikan pemahaman dan pengalaman terhadapa
mahasiswa KKN.
Desa Arjasa merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan
Sukowono, Kabupaten Jember. Berdasarkan profil desa disebutkan bahwa Desa
Arjasa dibagi menjadi dua dusun yaitu Dusun Krajan dan Dusun Petung. Desa ini
berbatasan dengan Desa Sumberdanti di sebelah utara, Desa Sumberpakem di
sebelah timur, Desa Dawuhan Mangli di sebelah barat, dua desa yaitu Desa
Sukosari dan Desa Randuagung di sebelah selatan.Desa Arjasa memiliki total
wilayah seluas 394,491 Ha yang sebagian besar merupakan tanah sawah dan
ladang sejumlah hampir 75%, dilanjutkan dengan tanah pekarangan sejumlah
0.05%, dengan sisa termasuk irigasi teknis, lapangan, jalan desa, tanak wakaf,
tanah wakaf dan tanah makam.
Kesuburan tanah di Desa Arjasa dapat dikatakan berbeda. Dusun Krajan
yang terletak di bagian barat didominasi dengan berbagai macam tanaman pangan
seperti padi dan tembakau. Sedangkan Dusun Petung banyak di penuhi tanaman
tebu dan pepaya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya ketersediaan air yang cukup
untuk mengairi tanah di daerah tersebut, sehingga bisa disimpulkan bahwa Dusun
Krajan lebih subur dibandingkan dengan Dusun Petung.
Desa Arjasa memiliki banyak potensi yang jika digali lebih dalam dapat
meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Berdasarkan data hasil observasi
dapat disebutkan bahwa sebenarnya masyarakat Arjasa mempunyai kemampuan
yaitu keuletan dalam mengerjakan sesuatu, seperti produksi keripik gadung yang
dilakukan setiap hari. Kemudian adanya variasi usaha yang dilakukan masyarakat
Arjasa seperti; ternak; produksi batu bata; usaha tambak; dll. Namun hal yang
sangat disayangkan adalah kurangnya sifat kompetitif masyarakat untuk
mengembangkan usaha tersebut. Kesadaran untuk menerima keadaan dengan apa
adanya inilah yang diindikasikan sebagai penghambat utama dari masalah
perekonomian. Selain itu lokasi desa yang bukan merupakan desa utama yang
dilalui pendatang pula lah yang kemudian menjadi salah satu faktor penghambat
pengembangan Desa Arjasa.
3

Pelaksanaan KKN ini dipusatkan pada kedua dusun yang ada di Desa
Arjasa. Kedua dusun ini memiliki jumlah RW dan RT setara yakni sejumlah 4
RW dan 12 RT pada masing-masing area. Sementara itu jumlah penduduk
menurut data 2016 disebutkan sebanyak 3907 jiwa. Terdapat pos kelompok tani
dan posyandu yang aktif di Arjasa, disebutkan pula keberadaan posdaya di desa
ini.Namun berdasarkan data observasi, kami menyimpulkan posdaya ini dalam
status mati suri dalam artian hanya hidup apabila terdapat mahasiswa KKN saja
yang datang dan berusaha memberdayakan.Sehingga dengan data diatas dapat
disimpulkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya suatu organisasi
bersama masih kurang.
Beberapa permasalahan terkait lima pilar yang ada di Desa Arjasa antara
lain yang pertama adalah pilar pendidikan dan iptek. Masyarakat Desa Arjasa
memiliki kesadaran yang rendah terhadap pendidikan. Kedua adalah bidang
pertanian, yaitu ditemukan bahwa masyarakat belum mengoptimalkan sumber
daya alam yang ada dengan baik dan kurangnya pengetahuan petani terkait
dengan pembuatan pupuk organik. Ketika terkait dengan pilar kesehatan yaitu
masih minimnya pengetahuan warga tentang pola hidup sehat dan masih banyak
warga yang melakukan MCK disungai. Keempat adalah pilar ekonomi, yaitu
sangat minimnya pengetahuan masyarakat pada sumber daya alam yang bisa di
manfaatkan. Kelima adalah pilar lingkungan, dimana di arjasa terdapat banyak
sekali akses jalan tanpa nama sehingga alamat masih sulit ditemukan. Kemudian
terkait dengan kerapian dan kebersihan area balai Desa Arjasa yang masih belum
sepenuhnya baik pemeliharaannya.
Setelah memaparkan situasi desa Arjasa diatas, maka kami selaku
mahasiswa KKN gelombang ke II tahun ajaran 2015/2016 yang diterjunkan di
desa terkait akan berusaha meningkatkan kualitas masyarakat serta kondisi desa
dengan memberdayakan potensi lingkungan, kesehatan, perekonomian,
pendidikan di Desa Arjasa dengan optimal melalui pembentukan kegiatan yang
mencangkup lima pilar diatas.
4

Pegawai atau Perangkat Desa Arjasa


Perangkat Desa
Kades : Hairuddin
Sekdes : Haeri
Kaur Pemerintahan : Fathor Rozi
Kaur Keuangan : Anas Malik Ibrahim
Kaur Keamanan : Suhartono
Kasun Krajan : Sukarman
Kasun Petung : Mahfid

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan hasil observasi yang telah kami lakukan maka didapati
beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut kami identifikasikan berdasarkan
dari kelima pilar pembangunan yaitu Pendidikan dan IPTEK, Kesehatan,
Pertanian, Ekonomi dan Lingkungan. Adapun indentifikasi permasalahan tersebut
antara lain :
1. Bagaimana cara meningkatkan pengetahuan perangkat desa terkait dengan
penggunaan komputer dan pengelolaan Microsoft Office?
2. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan Berbahasa Inggris pada anak-
anak usia 10-12 tahun di Desa Arjasa?
3. Bagaimana cara meningkatkan akses sinyal di Desa Arjasa untuk memelihara
blogger Desa Arjasa?
4. Bagaimana cara meningkatkan pengetahuan petani terkait dengan
pemanfaatan sumber daya alam dalam penggunaan pupuk organik?
5. Bagaimana cara melengkapi data admistrasi balita di Desa Arjasa?
6. Bagaimana meningkatkan kebersihan toilet umum terkait Pola Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) yang dapat memicu terjadinya diare?
7. Bagaimana cara meningkatkan pemanfaatan perkarangan yang tersedia dan
pengetahuan masyarakat tentang penggunaan tanaman toga?
8. Bagaimana cara meingkatkannilai tambah tanaman pepaya pada Posdaya di
Dusun Krajan Desa Arjasa?
5

9. Bagaimana cara meingkatkan nilai tambah bonggol pisang pada Posdaya di


Dusun Petung Desa Arjasa?
10. Bagaimana cara mempermudah akses jalan menuju Desa Arjasa?
11. Bagaimana cara meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam menjaga
lingkungan?

1.3 Maksud dan Tujuan


Maksud dan Tujuan diadakannya KKN oleh Kelompok 023 di Desa
Arjasa, Kecamatan Sukowono adalah sebagai berikut:
1.3.1 Maksud
1. Menciptakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnnya pemanfaatan
potensi desa.
2. Peningkatan SDM organisasi.
3. Memberikan kesadaran tentang pentingnya pendidikan

1.3.2 Tujuan
1. Bidang Pendidikan dan IPTEK
a. Untuk meningkatkan pengetahuan perangkat desa terkait dengan
penggunaan komputer dan pengelolaan Microsoft Office
b. Untuk meningkatkan kemampuan Berbahasa Inggris pada anak-anak
usia 10-12 tahun di Desa Arjasa
c. Untuk meningkatkan akses sinyal di Desa Arjasa untuk memelihara
blogger Desa Arjasa
2. Bidang Pertanian
Untuk meningkatkan pengetahuan petani terkait dengan pemanfaatan
sumber daya alam dalam penggunaan pupuk organik
3. Bidang Kesehatan
a. Untuk melengkapi data admistrasi balita di Desa Arjasa
b. Untuk meningkatkan kebersihan toilet umum terkait Pola Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) yang dapat memicu terjadinya diare
6

c. Untuk meningkatkan pemanfaatan perkarangan yang tersedia dan


pengetahuan masyarakat tentang penggunaan tanaman toga

4. Bidang Ekonomi
a. Untuk meningkatkan nilai tambah tanaman pepaya pada Posdaya di
Dusun Krajan Desa Arjasa
b. Untuk meningkatkan nilai tambah bonggol pisang pada Posdaya di
Dusun Petung Desa Arjasa
5. Bidang Lingkungan
a. Untuk mempermudah akses jalan menuju Desa Arjasa
b. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam menjaga
lingkungan
7

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1 Tempat dan Waktu


Pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember
Kelompok 23 Gelombang II Tahun Ajaran 2016/2017 yang bekerjasama dengan
Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) bertempat di desa Arjasa, Kecamatan
Sukowono, Kabupaten Jember. Kuliah Kerja Nyata ini dilaksanakan selama 45
hari terhitung sejak tanggal 18 Juli 2016 sampai dengan 1 September 2016.

2.2 Khalayak Sasaran


Khalayak sasaran program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
gelombang II tahun ajaran 2015/2016 merupakan warga Desa Arjasa Kecamatan
Sukowono yang meliputi perangkat desa, kelompok petani, Kader Posyandu,
anggota PKK, ibu-ibu rumah tangga Dusun Krajan dan Dusun Petung, Kelompok
remaja / Karang Taruna, anak-anak usia 10-12 tahun dan masyarakat desa.
Adapun klasifikasi khalayak sasarannya adalah :
1. Perangkat desa, merupakan penggerak masyarakat secara langsung
mengarahkan masyarakat dalam pembangunan masyrakat seutuhnya.
2. Kader Posyandu dan anggota PKK, berperan ganda, disamping sebagai
pengurus Kader Posyandu dan anggota PKK juga sebagai ibu rumah
tangga dan penggerak Ibu-ibu di wilayah sekitar.
3. Kelompok Tani, merupakan salah satu kelompok masyarakat yang
berperan sangat penting dalam bidang pertanian.
4. Kelompok Remaja / Karang Taruna, merupakan salah satu kelompok yang
sangat penting dalam pembangunan desa. Agar kelompok ini memiliki
kesempatan yang lebih baik maka harus diberi motivasi, pengarahan dan
kesempatan berkarya.
5. Ibu Rumah Tangga, sebagai orang tua yang berperan dalam
perkembangan anak dan kesejahteraan serta kesehatan anggota keluarga,
8

membantu memberikan keterampilan pada ibu rumah tangga yang dapat


digunakan untuk membantu perekonomian keluarga.
6. Masyarakat desa, merupakan pelaku utama dalam pembangunan, oleh
sebab itu pengabdian mahasiswa perlu melibatkan secara langsung kepada
masyarakat dalam setiap aktivitas.
7. Anak-anak pelajar Sekolah Dasar, terutama usia 10-12 tahun merupakan
pelajar tingkat SD yang butuh pengembangan potensi dasar, dan
pengembangan pengetahuan tentang IPTEK yang cukup.

2.3 Jenis Kegiatan dan Metode


2.3.1 Jenis Kegiatan
Jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan di Desa Arjasa Kecamatan
Sukowono Kabupaten Jember yaitu berupa kegiatan yang dilakukan di
POSDAYA dengan program-program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan
masyarakat serta potensi yang ada di Desa.
Adapun kegitandari masingmasing program terdiri dari:
1. Program Inti
a. Bidang Pendidikan
1) Pembelajaran Microsoft Office
a. Penanggung Jawab : Rois Ma’ruf
b. Tanggal Pelaksanaan : Setiap hari Selasa dan Rabu dimulai dari
minggu ke-3 hingga minggu ke-6
c. Tempat Pelaksanaan : Balai Desa Arjasa
d. Tujuan :Meningkatkan pengetahuan perangkat desa
terkait penggunaan komputer dan
pengelolaan Microsoft Office.
e. Sasaran Kegiatan : Perangkat Desa.

2) Pengajaran Bahasa Inggris


a. Penanggung Jawab : Zhuhayrina Izzatullayliyah
9

b. Tanggal Pelaksanaan : Setaip hari Senin. Selasa, Rabu dan Sabtu


dimulai dari minggu ke-2 hingga minggu
ke-6
c. Tempat Pelaksanaan : Mushola
d. Tujuan :Minimnya kemampuan Bahasa Inggris
anak-anak usia 10-12 tahun dan kurangnya
guru pengajar Bahasa Inggris di sekolah
e. Sasaran Kegiatan : Anak-anak usia 10-12 tahun Desa Arjasa.

3) Pembuatan Penguat Sinyal dan Maintenance Blogging


a. Penanggung Jawab : Amelia Putri Nuryanti
b. Tanggal Pelaksanaan : 26 Agustus 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Balai Desa
d. Tujuan :Minimnya sinyal di Desa Arjasa
menyebabkan pemeliharaan Blogger yang
dimiliki desa kurang terpelihara, sehingga
kegiatan ini bertujuan untuk pemeliharaan
kembali Blogger desa agar pihak luar
mengetahui serta mengenal desa Arjasa.
e. Sasaran Kegiatan : Perangkat Desa dan Karang Taruna

b. Bidang Pertanian
1) Pembuatan Pupuk Organik
a. Penanggung Jawab : Novia Fajar Wati
b. Tanggal Pelaksanaan : 25 dan 27 Agustus 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Balai Desa
d. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan petani terkait
dengan pemanfaatan Sumber Daya Alam
(SDA) dalam penggunaan pupuk organik
e. Sasaran Kegiatan : Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan )
10

c. Bidang Kesehatan
1) Administrasi Posyandu
a. Penanggung Jawab : Magfur Abinowo
b. Tanggal Pelaksanaan : 28 Juli 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Rumah ibu-ibu posyandu
d. Tujuan : Ketidaklengkapan data administrasi balita
desa Arjasa sehingga kegiatan untuk
melengkapkan data administrasi agar
program Posyandu berjalan dengan mudah
dan lancar.
e. Sasaran Kegiatan : Ibu- ibu Posyandu Dusun Krajan dan
Dusun Petung.

2) Penyuluhan PHBS terkait Penyakit Diare


a. Penanggung Jawab : Zulfiah Nur Fajriani
b. Tanggal Pelaksanaan : 2 dan 9 Agustus 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Dusun Krajan dan Dusun Petung
d. Tujuan : Meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya PHBS agar masyarakat Desa
Arjasa terhindar dari penyakit Diare.
e. Sasaran Kegiatan :Ibu- ibu Posyandu Dusun Krajan dan Dusun
Petung.

3) Penanaman TOGA
a. Penanggung Jawab : Aida Mursyidah
b. Tanggal Pelaksanaan : 23 Agustus 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Balai Desa
d. Tujuan : Memanfaatkan lahan kosong yang ada di
Desa Arjasa serta meningkatkan
pengetahuan masyarakat tentang manfaat
tanaman TOGA.
11

e. Sasaran Kegiatan :Ibu-ibu PKK Desa Arjasa.


d. Bidang Ekonomi
1) Penyuluhan Manfaat Pepaya
a. Penanggung Jawab : Dwi Fani Irvina Safitri
b. Tanggal Pelaksanaan : 10 dan 11 Agustus 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Dusun Petung dan Dusun Krajan
d. Tujuan :Meningkatkan kreatifitas serta
menghidupkan kembali kegiatan ibu-ibu
posdaya di Desa Arjasa
e. Sasaran Kegiatan :Ibu-ibu Posdaya

2) Penyuluhan Manfaat Bonggol Pisang


a. Penanggung Jawab : Uswatun Khasanah
b. Tanggal Pelaksanaan : 10 dan 11 Agustus 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Dusun Petung dan Dusun Krajan
d. Tujuan :Banyaknya pohon pisang di Desa Arjasa
dan meningkatkan pengetahuan masyarakat
bahwa bonggol pisang dapat dibuat menjadi
olahan sehingga dapat dijadikan produk
home industri yang dapat menambah nilai
jual
e. Sasaran Kegiatan :Ibu-ibu Posdaya

e. Bidang Lingkungan
1) Pemberian Plang Nama Akses Jalan Desa Arjasa
a. Penanggung Jawab : Dhedy Setiawan
b. Tanggal Pelaksanaan : 24 Agustus 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Desa Arjasa
d. Tujuan :Akses jalan di Desa Arjasa cukup banyak
sehingga kegiatan ini bertujuan untuk
12

mempermudah penemuan jalan di Desa


Arjasa
e. Sasaran Kegiatan : Perangkat Desa dan Masyarakat Desa
Arjasa.
2) Jumat Bersih
a. Penanggung Jawab : Dhedy Setiawan
b. Tanggal Pelaksanaan :Setiap hari Juma’at mulai minggu ke-2
hingga minggu ke-5
c. Tempat Pelaksanaan : Balai Desa Arjasa
d. Tujuan :Meningkatkan pendekatan dengan
masyarakat Desa Arjasa, meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya
kebersihan lingkungan, serta memberi
pengetahuan kepada warga tentang
pembuangan sampah yang benar.
e. Sasaran Kegiatan : Masyarakat Desa Arjasa.

2. Program Sekunder
1. Bimbel Sore
a. Penanggung Jawab : Zhuhayrina Izzatullayliyah
b. Tanggal Pelaksanaan :Setiap hari Senin-Jumat Pukul 16.00-17.00
c. Tempat Pelaksanaan : Musholla dekat posko KKN
d. Tujuan :Untuk membantu pemahaman anak-anak
terhadap matapelajaran diluar jam sekolah
e. Sasaran Kegiatan : Anak-anak Sekolah Dasar di desa Arjasa

2. Membantu Posyandu
a. Penanggung Jawab : Magfur Abinowo
b. Tanggal Pelaksanaan :2, 3, 4, 9, dan 10 Agustus 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Di rumah para Kader Posyandu
13

d. Tujuan :Membantu Kegiatan dan Pendataan


Posyandu Balita
e. Sasaran Kegiatan : Ibu-Ibu Posyandu
3. Lomba Agustusan
a. Penanggung Jawab : Uswatun Khasanah
b. Tanggal Pelaksanaan :17 – 19 Agustus 2016 pukul 14.00
c. Tempat Pelaksanaan : Balai Desa Arjasa, Rumah Bapak Kades
d. Tujuan :Untuk memeriahkan HUT Republik
Indonesia serta mendekatkan diri kepada
warga desa Arjasa
e. Sasaran Kegiatan : Warga desa Arjasa

4. Pisah Kenang
a. Penanggung Jawab : Dhedy Setiawan
b. Tanggal Pelaksanaan :30 Agustus 2016 pukul 15.30-24.00 WIB
c. Tempat Pelaksanaan : Balai Desa Arjasa
d. Tujuan :Sebagai kegiatan perpisahan mahasiswa
KKN dengan warga desa Arjasa
e. Sasaran Kegiatan : Warga desa Arjasa.

5. Movie Screening
a. Penanggung Jawab : Rois Ma’ruf
b. Tanggal Pelaksanaan :29, 30 Juli 2016 dan 30, 31 Agustus 2016
c. Tempat Pelaksanaan : Posko KKN, Balai desa
d. Tujuan :Sebagai hiburan bagi warga serta sarana
untuk mendekatkan diri dengan warga
e. Sasaran Kegiatan : Warga desa Arjasa

2.3.2 Metode Kegiatan


Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini diharapkan adanya antusias dan
partisipasi dari masyarakat Desa Arjasa. Adapun teknik yang dilakukan agar
14

masyarakat dapat aktif dalam mengikuti setiap program kegiatan dibagi menjadi
dua, yaitu:

1. Pendekatan Formal
Adapun pendekatan formal, meliputi:
a. Penyuluhan
b. Peragaan dan Demonstrasi
c. Pelatihan
d. Diskusi
2. Pendekatan Nonformal
Adapun pendekatan nonformal, meliputi:
a. Metode Persuasif
Metode persuasif merupakan metode yang dilakukan dengan cara
memotivasi dan mengajak masyarakat agar antusias dalam mengikuti
suatu kegiatan baik melalui kelompok maupun perorangan.
b. Metode Partisipasi
Metode partisipasi merupakan metode yang dilakukan dengan cara
terjun secara langsung kedalam kegiatan yang dilakukan baik oleh
masyarakat maupun dari mahasiswa KKN.
c. Pendekatan Kelompok
Pendekatan kelompok merupakan pendekatan yang biasa dilakukan
melalui penyuluhan secara kelompok seperti pada saat kegiatan
Posyandu, pengajian, pertemuan PKK, dan kegiatan masyarakat
lainnya.
d. Pendekatan Individu
Pendekatan individu merupakan pendekatan yang biasa dilakukan
dengan cara silaturrahmi kerumah-rumah penduduk agar dapat
mendukung setiap kegiatan yang ada.
e. Metode Pembuktian
15

Metode pembuktian merupakan suatu metode yang harus dilakukan


untuk dapat membuktikan atas apa yang sudah disampaikan oleh
mahasiswa KKN, sehingga perlu diberikan contoh terlebih dahulu.

2.4 FaktorPendukung dan Penghambat


2.4.1 Faktor Pendukung
Adapun factor pendukung atau pemecahan masalah yang dilakukakan oleh
kelompok kami, antara lain:
1. Kegiatan Jumat bersih ini di pertemuan selanjutnya perangkat desa mulai
disiplin dan diikuti dengan antusias warga sekitar.
2. Kegiatan pelatihan Microsoft Office mendapatkan antusias yang tinggi
dari para perangkat desa sehingga jadwal juga mengikuti waktu senggang
dari perangkat desa itu sendiri.
3. Untuk mengatasi masalah dana, kami berusaha untuk menekan dan
meminimalisasi setiap pengeluaran.
4. Untuk mengatasi masalah komunikasi, kami sedikit-sedikit mulai belajar
Bahasa Madura kepada masyarakat dan juga dalam penyampaian materi
penyuluhan kami telah menggunakan viewer / proyektor untuk
memudahkan peserta memahami materi yang disampaikan dan juga
terkadang diselipkan menggunakan Bahasa Madura.

2.4.2 Faktor Penghambat


Adapun factor penghambat atau kendala selama melaksanakan program
KKN di Desa Arjasa, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, antara lain:
1. Kegiatan jumat bersih yang dilaksanakan setiap hari jumat mengalami
kendala seperti Perangkat Desa dan masyarakat selalu datang terlambat.
2. Kegiatan pelatihan Microsoft Office mengalami kendala seperti waktu
pelaksanaan yang tidak sesuai jadwal karena tergantung dengan
ketersediaan waktu yang dimiliki oleh Perangkat Desa.
3. Dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program kerja sangat besar.
16

4. Pelaksanaan setiap kegiatan progam kerja hampir mengalami kendala


komunikasi dengan masyarakat desa Arjasa yang menggunakan bahasa
Madura.

2.5 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya

2.5.1 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya Program Kerja Utama

Tabel 2.1 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya Program Kerja Utama

No Pilar Rencana Biaya Realisasi Biaya


Utama
1 Pendidikan Bimbingan Rp 100.000 Bimbingan Rp 100.000
dan IPTEK Belajar Bahasa Belajar
Inggris Bahasa Inggris

Pembuatan Rp 200.000 Pembuatan Rp 100.000


Penguat Sinyal Penguat
Sinyal
2 Pertanian Konsumsi Rp 200.000 Konsumsi Rp 120.000
Penyuluhan Penyuluhan
Pembuatan Rp 100.000 Pembuatan Rp 25.000
MOL MOL
3 Kesehatan Konsumsi Rp 250.000 Konsumsi Rp 200.000
penyuluhan penyuluhan
diare 2x diare 2x
Oralit Rp 100.000 Oralit Rp 75.000
Brosur dan print Rp 50.000 Brosur dan Rp 20.000
print
Doorprize Rp 80.000 Doorprize Rp 70.000
Bibit tanaman Rp 250.000 Bibit tanaman Rp 150.000
TOGA TOGA
Transport Rp 100.000 Transport Rp 125.000
4 Ekonomi Pembuatan selai Rp 50.000 Pembuatan Rp 50.000
pepaya selai pepaya
Pembuatan Rp 50.000 Pembuatan Rp 50.000
keripik bonggol keripik
bonggol
5 Lingkungan Pembuatan Rp 800.000 Pembuatan Rp 600.000
papan penunjuk papan
jalan penunjuk jalan
Konsumsi Rp 200.000 Konsumsi Rp 180.000
Jum’at bersih 6x Jum’at bersih
6x
Tempat sampah Rp 20.000 Tempat Rp 20.000
17

sampah
Jumlah Rp 2.550.000 Rp 1.885.000
Sumber: TIM 023 KKN UNEJ (2016)

2.5.2 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya Program Kerja Tambahan

Tabel 2.2 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya Program Kerja Tambahan

No Program Rencana Biaya Realisasi Biaya


Kerja
Tambahan
1 Acara lomba Doorprize Rp 800.000 Doorprize Rp 600.000
Agustusan
Perlengkapan Rp 100.000 Perlengkapan Rp 100.000
Lomba Lomba
2 Acara pisah Konsumsi Rp 1.000.000 Konsumsi Rp 900.000
kenang tasyakuran tasyakuran
Perlengkapan Rp 100.000 Perlengkapan Rp 100.000
acara acara
Jumlah Rp 2.000.000 Rp 1.700.000
Sumber: TIM 023 KKN UNEJ (2016)

2.5.3 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya Lain-lain

Tabel 2.3 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya Lain-lain

No Lain – Lain Rencana Biaya Realisasi Biaya

1 Kesekertariatan Alat tulis Rp 30.000 Rp 15.000

Print + jilid Rp 100.000 Rp 200.000


Jumlah Rp 130.000 Rp 215.000
Sumber: TIM 023 KKN UNEJ (2016)

Total Rencana Biaya

A. Program Kerja Utama Rp 2.550.000

B. Program Kerja Tambahan Rp 2.000.000

C. Lain-lain Rp 130.000

Jumlah Rp 4.680.000
18

Total Realisasi Biaya

A. Program Kerja Utama Rp 1.885.000

B. Program Kerja Tambahan Rp 1.700.000

C. Lain-lain Rp 250.000

Jumlah Rp.3.835.000

No Pilar Nama Rencana Biaya Realisasi Biaya


Utama Kegiatan
Jenis Jumlah (Rp) Jenis Jumlah(Rp)
Pengeluaran Pengeluaran

1. Ekonomi Produksi
Kreaatif Lele

Seminar
Wirausaha

2 Lingkun Kerja
gan Bakti dan
Menanam
Toga

Jumantik

3. Kesehata Penyuluha
n n DBD

3.Pendidik Pelatihan
an Jurnalistik
19

BAB III
HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

3.1. Program Kerja Utama


1. Bidang Pendidikan dan IPTEK
a. Bimbingan Belajar Bahasa Inggris
Kegiatan bimbingan belajar bahasa Inggris dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa,
Rabu dan Sabtu pukul 11.00 s/d 12.00 bertepatan dengan jadwal pulang sekolah
dasar secara berkala setiap minggunya. Pemberian bimbingan belajar ditujukan
untuk anak-anak usia 10-12 tahun di Dusun Krajan dan Dusun Petung. Kegiatan
ini dilakukan karena keterbasatasan staf pengajar Bahasa Inggris. Pemberian
materi yang disampaikan belum sepenuhnya sesuai dengan kurikulum yang telah
tersedia untuk kelas anak-anak usia 10-12 tahun, dikarenakan mereka memang
hampir lupa bahkan ada yang belum mendapatkan dasar-dasar dari mata pelajaran
20

Bahasa Inggris. Pemberian materi memang belum sesuai dengan usia yang
seharusnya namun kami hanya memberikan materi sebatas pengenalan Bahasa
Inggris awal saja, karena dikhawatirkan akan mempersulit penangkapan materi
oleh peserta bimbingan belajar. Jadi jalan terbaik yang kami dapat lakukan adalah
menyampaikan dasar-dasar berbahasa inggris secara merata dan matang.Cara
penyampaian materi kami usahakan semenarik dan semenyenangkan mungkin
sehingga diharapkan dapat meningkatkan antusias peserta.Kegiatan berjalan
lancar, namun sering kali terjadi kenaikan dan penurunan jumlah anak-anak yang
mengikuti bimbingan belajar. Diharapkan program kegiatan ini akan membantu
dan bermanfaat dalam jangka waktu yang lama.

b. Bimbingan Microsoft Office


Kegiatan ini dilakukan setiap hari Selasa dan Rabu pukul 11.00 WIB di Balai
Desa. Jadwal terkadang berubah menyesuaikan dengan jadwal kegiatan dari
perangkat desa.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan lebih
dalam mengenai microsoft office kepada perangkat desa. Kegiatan ini
berlangsung mulai dari minggu ketiga pada tanggal 3 Agustus 2016. Materi yang
disampaikan berupa pengenalan Microsoft word dan excel, bekerja dengan
Microsoft. Namun karena keterbatasan waktu materi yang diajarkan hanya
microsoft word dan microsoft excel.

c. Penguat Sinyal
Program Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2016 di Balai
Desa Arjasa. Program ini diadakan karena banyak perangkat desa yang kesulitan
untuk berkomunikasi melalui telepon seluler. Program Penyuluhan ini ditujukan
langsung kepada seluruh Perangkat desa di Desa Arjasa. Dalam peragaan dan
demonstrasi yaitu diberitahukan tata cara bagaimana proses pembuatan penguat
sinyal, dari alat penguat sinyal yang sederhana, hingga yang cukup sulit. Alat
penguat sinyal yang sederhana yaitu menggunakan Silet cukur, Alumunium foil,
dan magnet. Cara pembuatannya, dengan menggosokkan magnet pada Silet cukur
dengan searah, hingga Silet cukur bisa menempel pada benda-benda yang terbuat
21

dari besi, lalu dilapisi Alumunium foil dan di letakkan pada bagian belakang
telpon seluler tepatnya di bagian baterai. Sedangkan alat Penguat Sinyal yang
cukup sulit yaitu menggunakan PCB. Bahan yang di butuhkan antara lain, 1
lembar PCB polos, 1 set Jack antena TV (in dan Out), 1 meter kawat tembaga
dengan diameter 1,5 mm, kabel coaxial secukupnya. Cara pembuatannya,
Pertama-tama potong PCB dengan ukuran 5 sampai 10 cm persegi, Setelah itu
lubangi bagian tengah PCB, Setelah itu ambil kawat tembaga dan dibentuk,
Masukkan jack antena pada lubang PCB Solder, rangkaian kawat tadi dengan jack
yang telah dimasukkan dalam pada PCB, Selanjutnya hubungkan sisa kawat
dengan body HP. Caranya adalah dengan melilitkan ujung kawat ke body HP, dan
ujung lainnya ke pangkal antenna. Pada percobaan dua alat penguat sinyal
tersebut, dapat membantu perangkat desa yang ada di Balai Desa Arjasa guna
menggunakan telpon seluler untuk berkomunikasi.

2. Bidang Kesehatan
a. Pendataan Administrasi PHBS
Kegiatan pendataan mengenai keluarga sehat ini dilaksanakan oleh
mahasiswa KKN dengan berpartisipasi dalam kegiatan pendataan keluarga sehat
yang dilaksanakan oleh PUSKESMAS di desa Arjasa. Kegiatan ini dilakukan
pada tanggal 28 Juli 2016. Kegiatan ini dilakukan di setiap rumah warga.
Kegiatan ini dilakukan karena kesadaran dari setiap warga akan pentingnya
kesehatan melalui kebersihan masih kurang, hal ini terbukti karena masih banyak
keluarga yang masih belum mempunyai jamban. Masyarakat masih mempunyai
kebiasaan buar air besar diladang. Partisipasi yang dilakukan oleh mahasiswa
dalam kegiatan ini meliputi pendataan seputar riwayat kesehetan anggota keluarga
dan kelengkapan sarana dan prasarana kamar mandi serta memberikan
pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan melalui Pola
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sehingga diharapkan masyarakat dapat mengerti
dan sadar akan pentingnya kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan.
22

Kegiatan ini tidak terlepas dari pengawasan para kader dan petugas dari
PUSKESMAS sendiri. Peserta dari program ini adalah semua keluarga yang ada
di wilayah Dusun Petung Desa Arjasa.

b. Penyuluhan Penyakit Diare dan PHBS


Penyuluhan penyakit diare ini dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2016
di Posyandu Dusun Petung dan tanggal 9 Agustus 2016 di Dusun Krajan.
Kegiatan penyuluhan mengenai penyakit diare ini diikuti oleh para ibu-ibu
Posyandu Dusun Petung dan Dusun Krajan di Desa Arjasa. Kegiatan ini dibantu
juga oleh kader Posyandu. Pada saat penyuluhan, ibu-ibu Posyandu diberi sebuah
brosur tentang penyakit diare untuk memudahkan mereka dalam memahami
materi yang kami berikan. Penyuluhan diare ini berhubungan dengan Pola Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Arjasa. Salah satu PHBS yang kami ajarkan
kepada ibu-ibu Posyandu yaitu 7 langkah cara mencuci tangan yang benar.
Penyuluhan 7 langkah cara mencuci tangan yang benar ini dilakukan dengan
pemutaran video dan praktek secara langsung agar ibu-ibu paham tentang cara
cuci tangan tersebut. Penyakit diare di Desa Arjasa ini sering terjadi dikarenakan
kurang pahamnya warga desa mengenai PHBS tersebut. Penyebab penyakit diare
dikarenakan adanya virus/bakteri, usus tidak bisa menyerap susu, kurangnya
warga dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Warga belum paham benar
bagaimana cara mencegah dan mengobati penyakit diare tersebut. Dengan adanya
kegiatan ini diharapkan warga mendapatkan pengetahuan dan pemahaman
tambahan mengenai bahaya penyakit diare, pencegahan, pengobatan penyakit
diare serta cara mencuci tangan yang benar.

c. Penyuluhan Bibit TOGA (Tanaman Obat Keluarga)


Kegiatan penyuluhan Bibit TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dilaksanakan
pada tanggal 23 Agustus 2016 di Balai Desa Arjasa yang dihadiri oleh perwakilan
ibu-ibu PKK. Pembelian Bibit TOGA (Tanaman Obat Keluarga) sebanyak enam
puluh bibit dengan empat jenis yaitu bibit tanaman Adas, tanaman Sambung
colok, tanaman Gandarusa, dan tanaman Pecut kuda di Agrotekno Park Jubung.
Keempat jenis tanaman obat ini mempunyai manfaat dan khasiat masing-masing
23

seperti tanaman Adas dapat mengobati penyakit ambein dan demam. Tanaman
Sambung colok dapat mengobati penyakit kencing manis dan darah tinggi, untuk
tanaman Pecut kuda dapat mengobati batuk dan radang tenggorokan, sedangkan
tanaman Gandarusa dapat mengobati sakit mata dan sakit kepala.
Mekanisme penanaman Bibit TOGA (Tanaman Obat Keluarga) ini
memanfaatkan lahan kosong yang ada di Balai Desa Arjasa dengan alasan karena
semua warga mempunyai hak atas tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga)
tersebut, mudah untuk mengaksesnya dan mereka dapat memanfaatkannya dengan
mudah. Kegiatanpenyuluhan Bibit TOGA (Tanaman Obat Keluarga) ini diawali
dengan menyampaikan manfaat-manfaat yang terkandung dalam empat jenis bibit
TOGA tersebut dan memberikan info singkat mengenai bagaimana cara
mengolahnya. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis kepada
perwakilan ibu-ibu PKK.

3. Bidang Pertanian
Penyuluhan Dan Pembuatan Pupuk Organik
Kegiatan penyuluhan dan pembuatan pupuk organik ini dilaksanakan oleh
gabungan mahasiswa KKN (Desa Arjasa, Desa Sukosari dan Desa
Sumberwringin). Kegiatan penyuluhan dilakukan pada tanggal 25 Agustus 206 di
Balai Desa Sukosari dan kegiatan praktek pembuatan pupuk organik di lakukan
pada tanggal 27 Agustus 2016 di Balai Desa Arjasa. Kegiatan ini dibantu oleh
Bapak Dr.Ir Cahyoadi Bowo dari Fakultas Pertanian. Peserta dari kegiatan ini
adalah gabungan kelompok tani dari Desa Arjasa, Desa Sukosari dan Desa
Sumberwringin. Kegiatan ini dilakukan karena kebutuhan para pertani yang
mengeluhkan harga pupuk yang mahal dan tersedianya bahan pembuatan pupuk
organik yang kurang di manfaatkan. Selain kegiatan pembuatan pupuk dari bahan
organik seperti limbah pertanian dan kotoran sapi kegiatan ini juga di selingi
dengan kegiatan pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari tape singkong
sebagai pengurai pupuk.
24

4. Bidang Ekonomi
a. Pemanfaatan Buah Pepaya
Dalam rangka pemanfaatan buah pepaya ini kami mengadakan kegiatan
penyuluhan berupa pembuatan selai dari buah pepaya.Kegiatan ini diadakan pada
tanggal 10 Agustus 2016 di Posdaya Dusun Krajan dan tanggal 11 Agustus di
Posdaya Dusun Petung. Kegiatan terdiri dari penyuluhan akan manfaat buah
pepaya kemudian dilanjutkan dengan demo pembuatan selai pepaya. Kegiatan ini
dibantu oleh para Ketua dan anggota Posdaya masing-masing dusun dan diikuti
oleh ibu-ibu warga sekitar.Kegiatan penyuluhan pemanfaatan buah pepaya ini
dilaksanakan bersamaan dengan penyuluhan pemanfaatan bonggol
pisang.Kegiatan ini dilakukan karena banyaknya buah pepaya yang sudah masak
namun terbuang sia-sia atau terkadang hanya dijadikan sebagai makanan sapi.
Oleh karena itu kami mengadakan penyuluhan ini agar warga Desa Arjasa
mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pemanfaatan buah pepaya,
mengetahui cara membuat selai dari buah pepaya dan dapat memanfaatkan buah
pepaya semaksimal mungkin sehingga dapat dikonsumsi pribadi dan juga
dipasarkan ke luar desa sehingga memiliki nilai tambah ekonomi.

b. Pemanfaatan Bonggol Pisang


Dalam rangka pemanfaatan bonggol pisang ini kami mengadakan kegiatan
penyuluhan berupa pembuatan keripik dari bonggol pisang.Kegiatan ini diadakan
pada tanggal 10 Agustus 2016 di Posdaya Dusun Krajan dan tanggal 11 Agustus
di Posdaya Dusun Petung. Kegiatan terdiri dari penyuluhan akan manfaat bongol
pisang kemudian dilanjutkan dengan demo pembuatan keripik bongol pisang.
Kegiatan ini dibantu oleh para Ketua dan anggota Posdaya masing-masing dusun
dan diikuti oleh ibu-ibu warga sekitar.Kegiatan penyuluhan pemanfaatan bonggol
pisang ini dilaksanakan bersamaan dengan penyuluhan pemanfaatan buah
pepaya.Kegiatan ini dilakukan karena banyaknya pohon-pohon pisang yang telah
berbuah ditebang dan terbuang sia-sia, padahal masih banyak sekali manfaat yang
terkandung dalam bonggol pisang. Oleh karena itu kami mengadakan penyuluhan
ini agar warga Desa Arjasa mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai
25

pemanfaatan bonggol pisang, mengetahui cara membuat keripik dari bonggol


pisang dan dapat memanfaatkan bonggol pisang yang ada semaksimal mungkin
sehingga dapat dikonsumsi pribadi dan juga dipasarkan ke luar desa sehingga
memiliki nilai ekonomi..

5. Bidang Lingkungan
a. Jum’at Bersih
Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jum’at pagi dimulai pukul 06.00 di
Balai Desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
akan pentingnya kebersihan lingkungan dimulai dari Balai Desa, kemudian serta
memberi pengetahuan kepada warga tentang pembuangan sampah yang benar,
serta meningkatkan pendekatan dengan masyarakat Desa Arjasa. Kegiatan ini
melibatkan seluruh Perangkat Desa dan warga sekitar. Kegiatan ini berlangsung
mulai dari minggu pertama pada tanggal 22 Agustus 2016 dan berlanjut hingga
minggu ke-5. Kegiatan ini dilakukan dengan membersihkan Kantor Desa dan
halaman secara keseluruhan.

b. Papan Penunjuk Jalan


Program pembuatan plang penunjuk jalan terlaksana dengan baik. Adapun
plang yang telah dibuat tersebut mencangkup penunjuk arah menuju Desa
Sukowono, Desa Sumberdanti, Desa Sumberpakem, Desa Randuagung, Gumuk
Serayu, Dusun Petung, dan arah menuju Balai Desa Arjasa. Dalam pemasangan
plang penunjuk jalan yang dilakukan Mahasiswa KKN diakhiri dengan
penyerahan secara simbolis kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa Ajasa
sebagai tanda peresmian pemberian plang penunjuk jalan di Desa Arjasapada
tanggal 24 Agustus 2016. Pemasangan plang penunjuk jalan dilakukan disetiap
persimpangan jalan yang ada di Desa Arjasa. Pembuatan plang-plang tersebut
membutuhkan waktu10 hari terhitung dari hari Minggu 14 Agustus 2016 hingga
24 Agustus 2016.
Plang tersebut berbentuk arah panah dan terbuat dari plat besi, kemudian
plat besi tersebut dicat menggunakan cat besi sebagai penunjuk arah, warna hijau
26

sebagai warna dasar dan warna putih sebagai warna tulisannya, serta digunakan
pula pipa besi sebagai penyangganya dengan cara mengelas plat besi tersebut
dengan pipa besi sebagai penyangganya. Selama pembuatan plang ada kendala
yang dihadapi yaitu kesalahan teknis dalam pengecatan plat besi yang awalnya
tidak menggunakan cat dasar sehingga menimbulkan cat tidak menempel pada
plat besi tersebut, oleh karena itu pengecatan dilakukan kembali dengan memberi
cat dasar pada plat besi tersebut.
Manfaat dan hasil guna dari kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh
warga Desa Arjasa, terutama bagi para pengunjung yang akan mengunjungi Desa
Arjasa atau warga yang berasal dari luar Desa Arjasa sehingga pengunjung tidak
lagi mengalami kesulitan. Oleh karena itu warga Desa Arjasa memberikan respon
yang positif terhadap keberadaan plang – plang tersebut.

3.2. Program Kerja Tambahan


1. Bimbel sore
Kegiatan bimbingan belajardilaksanakan pukul 16.00 s/d 17.00 setiap hari
Senin sampai Jumat. Musholla di dekat posko kami jadikan tempat dari kegiatan
ini. Tidak seperti bimbingan belajar Bahasa Inggris, kegiatan belajar bersama sore
hari tidak memiliki batasan usia tertentu. Mata pelajaran yang dibahas tidak hanya
Bahasa Inggris namun tergantung dengan peserta bimbel terkadang juga bisa
membahas tugas sekolah.

2. Membantu Posyandu
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2, 3, 4, 9, dan 10 Agustus 2016 di
masing-masing rumah para Kader Posyandu secara bergiliran.Pada kegiatan ini
mahasiswa membantu para Kader Posyandu untuk menimbang berat badan balita,
memberikan vitamin A, obat cacing, dan membantu melengkapi data posyandu
yang dibutuhkan.Kegiatan ini dilakukan selain untuk membantu para Kader
Posyandu juga sebagai sarana pendekatan kepada masyarakat sekitar.
27

3. Lomba Agustusan
Dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-71 maka kami mahasiswa KKN
bekerja sama dengan mahasiswa Pengalaman Belajar Lapang (PBL) dari Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Jember mengadakan serangkaian kegiatan
lomba Agustusan di Balai Desa Arjasa. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 17-
19 Agustus 2016. Kegiatan pada tanggal 17 Agustus adalah lomba Estafet Balap
Kelereng dan lomba Jeruk Koin dengan sasaran anak-anak Desa Arjasa, serta
lomba Balap Karung dengan sasaran pararemaja hingga dewasa warga Desa
Arjasa. Kegiatan pada tanggal 18 Agustus adalah lomba Makan Kerupuk, lomba
Memasukkan Paku dalam Botol dan lomba Tepuk Bantal dengan sasaran anak-
anak dan remaja warga Desa Arjasa. Kegiatan pada tanggal 19 Agustus adalah
lomba Balap Injak Papan dan lomba Becak Mantel dengan sasaran anak-anak
Desa Arjasa, serta lomba Tarik Tambang dengan sasaran orang dewasa warga
Desa Arjasa. Kemudian kegiatan ini dilanjutkan pada tanggal 21 Agustus 2016
dengan kegiatan lomba Panjat Pinang dengan sasaran para remaja dan dewasa
warga Desa Arjasa yang diselenggarakan oleh Perangkat Desa Arjasa.

4. Pisah kenang
Pisah kenang merupakan kegiatan perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja
Nyata (KKN) dengan Perangkat Desa sertawarga Desa Arjasa. Kegiatan pisah
kenang ini dilakukan pada tanggal 30 Agustus 2016 dan 31 Agustus 2016.
Kegiatan pada tanggal 30 Agustus 2016 yang bertempat di Balai Desa Arjasa
dilakukan 2 kegiatan yaitu sore hari pukul 16:00 WIB diadakan Tasyakuran
dengan mengundang Kepala Desa, seluruh perangkat desa, Babinsa, Ketua
masing-masing RT dan RW, ketua Posdaya, Bapak Ibu Guru SD, Kader Posyandu
dan Karang Taruna yang telah membantu selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata.
Kemudian dilanjutkan pada malam hari pukul 18.30 yaitu malam keakraban
dengan agenda penyampaian pesan dan kesan dari Kepada Desa, perangkat desa,
warga desa dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) setelah itu dilanjutkan
dengan karaoke bersama dan movie screening. Kegiatan pisah kenang pada
28

tanggal 31 Agustus 2016 dilakukan di halaman rumah Bapak Kepala desa pukul
18:30 WIB dengan acara movie screening bersama warga sekitar.

5. Movie Screening
Kegiatan movie screening atau biasa disebut dengan “nonton bareng”
dilakukan pada malam hari.Pelaksanaannya pada tanggal 29-30 Juli, kemudian
dilanjutkan pada saat malam pisah kenang pada tanggal 30-31 Agustus.Tujuan
dari kegiatan ini adalah untuk mendekatkan hubungan kami dengan warga sekitar
sekaligus untuk hiburan.Kegiatan ini telah dilakukan sebanyak 4 kali, bertepatan
di posko KKN 3 kali dan 1 kali di Balai Desa.
29

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Setelah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik POSDAYA
gelombang II tahun 2016/2017 oleh kelompok 023 di Desa Arjasa, Kecamatan
Sukowono, merupakan bukti pengabdian dari mahasiswa kepada masyarakat
dengan tujuan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
dimilikinya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan
kehidupan bangsa terutama masyarakat pedesaan yang tertinggal.
Kuliah Kerja Nyata yang telah dilaksanakan di Desa Arjasa Kecamatan
Sukowono Kabupaten Jember dapat menjadi suatu proses pembelajaran bagi
mahasiswa dengan melalui kegiatan secara langsung terjun di dalam masyarakat
sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman, dan juga dapat membantu
meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat Desa Arjasa dengan memanfaatkan
potensi yang ada. Program-program yang dikerjakan oleh mahasiswa dengan
tujuan memajukan Desa Arjasa meliputi beberapa pilar, antara lain:
1. Pilar Kesehatan, masarakat Desa Arjasa masih mempunyai kebiasaan
untuk melakukan aktivitas sehari-hari menggunakan air sungai, misalnya
untuk mencuci dan mandi. Maka dari itu program yang dikerjakan oleh
mahasiswa meliputi penyuluhan mengenai pola hidup sehat dan bersih dan
memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan.
2. Pilar Ekonomi, Desa Arjasa merupakan penghasil pepaya karena terdapat
banyak perkebunan pepaya serta banyaknya tanaman buah pisang yang
banyak tumbuh di Desa Arjasa. Dalam memaksimalkan potensi yang ada,
mahasiswa mencoba memberikan wawasan mengenai pemanfaatan dari
buah pepaya dan pemanfaatan bonggol pisang dalam memberikan inovasi
dalam pengolahan pepaya dan pemanfaatan bonggol pisang.
3. Pilar Lingkungan, Desa Arjasa termasuk desa yang jauh dari kehidupan
kota dikarenakan letak desa yang sangat terpencil. Sangat sulit untuk
30

mencapai desa tersebut karena daerahnya yang sangat jauh dari pusat
kecamatan sukowono. Maka dari itu, program yang dibuat oleh mahasiswa
yaitu membuat papan penunjuk arah jalan untuk memudahkan pengguna
jalan untuk menuju Desa Arjasa. Serta memaksimalkan antusias warga
untuk mau bergotong royong membersihkan lingkungan dengan program
jum’at bersih.
4. Pilar Pendidikan dan IPTEK, kurang maksimalnya tenaga kerja
pendidikan di Desa Arjasa dan minimnya pengetahuan tentang IPTEK,
program yang dikerjakan meliputi bimbingan belajar yang khusus
diberikan kepada siswa-siswi Sekolah Dasar di Desa Arjasa dan
bimbingan menganai Microsoft Office serta pembuatan alat penguat sinyal
guna memudahkan komunikasi di Desa Arjasa.

4.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis memberikan beberapa saran


kepada semua pihak terutama masyarakat dan mahasiswa diantaranya:
1. Untuk Masyarakat
Perlu adanya dukungan dari masyarakat untuk ikut serta dalam
mensukseskan, menerapkan dan meneruskan program yang telah
dilaksanakan demi kemajuan desa mereka sendiri. Mengacu dari program
yang telah dilaksanakan di Desa Arjasa, saran yang dapat diberikan
melalui beberapa pilar antara lain:
a. Pilar Kesehatan, diupayakan untuk selalu menggunakan air bersih
untuk aktivitas sehari-hari dan menggunakan MCK
b. Pilar Ekonomi, lebih mengembangkan potensi yang dimiliki di
Desa Arjasa dan memberikan inovasi baru untuk produk yang ada
di Desa Arjasa guna memberikan nilai tambah ekonomi
c. Pilar Lingkungan, selalu menjaga kebersihan lingkungan dan
merawat inventaris yang dimiliki Desa Arjasa
31

d. Pilar Pendidikan dan IPTEK, membuka diri dan menerima


pengetahuan baru yang berasal dari luar desa serta tetap
melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
2. Untuk Mahasiswa
Agar lebih bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan masyarakat
sehingga akan lebih memudahkan mereka dalam menerapakan program
yang mereka jalankan dan mahasiswa perlu lebih kreatif dan inovatif
sehingga akan memberikan nilai lebih bagi masyarakat.
32

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Profil Desa Arjasa Kecamatan Sukowono Kabupaten


Jember.Jember:Badan Pemberdayaan Masyarakat.
Anonim. 2013. Pedoman Kuliah Kerja Mahasiswa Universitas
Jember.Jember:Lembaga pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember.