1termodinamika (Intro)

Anda mungkin juga menyukai

Anda di halaman 1dari 30

Termodinamika

INTRODUCTION
Satworo Adiwidodo, ST., M.T.
Thermodinamika I

 Kepustakaan :
1. Moran Shapiro, 2005, Fundamentals of Engineering Thermodynamics, 5th
Edition, Wiley
2. Ongkar Singh, Applied Thermodynamics, New Age International (P) Ltd.,
Publishers, 2010
3. Rayner Joel, Basic Engineering Thermodynamics In SI Unit, Longman
4. Claus Borgnakke, Fundamental of Thermodynamics, John Wiley & sons
Inc., 2009

 Evaluasi :
-Tugas : 30%
- Quis : 30%
- UAS : 40%
PANDANGAN UMUM TENTANG
THERMODINAMIKA

Thermodinamika adalah ilmu yang


membahas hubungan antara panas dengan kerja.
Hubungan ini didasarkan pada dua hukum-hukum
dasar thermodinamika, yaitu HUKUM
THERMODINAMIKA PERTAMA dan HUKUM
THERMODINAMIKA KEDUA.
Aplikasi Termodinamika Teknik
Aplikasi Termodinamika Teknik
Aplikasi Termodinamika Teknik
1. Motor bakar untuk transportasi, misalnya: darat
(kendaraan bermotor), laut (kapal laut), udara
(pesawat terbang).
2. Gas turbine (Turbin gas) untuk transportasi dan
pembangkit listrik tenaga gas (PLTG)
3. Kompresor untuk memampatkan udara.
4. Pompa untuk mentransportasikan zat cair.
5. Sistem pembakaran bahan bakar (external
combustion engines), misalnya: ketel uap,
6. Pemisahan gas dan liquida.
7. Penyegar udara (Air conditioning)
8. Sistem energi alternatif:
a. Bahan bakar sel
b. Pembangkit tenaga matahari
c. Sistem panas bumi
d. Energi air laut, gelombang laut, dan tidal sistem
e. Sistem energi angin.
SISTEM THERMODINAMIKA

Pada pelajaran (pengetahuan)


thermodinamika, benda kerja yang
dimaksudkan sering disebut dengan
sistem. Hal ini dimaksudkan untuk
memisahkan benda kerja dengan
sekelilingnya (sekitarnya).
SISTEM THERMODINAMIKA

Adapun definisi dari sistem adalah :


suatu batasan yang dipakai untuk
menunjukan suatu benda (benda
kerja) dalam suatu permukaan
tertutup.
SISTEM THERMODINAMIKA

Misalnya :
*) Udara dikompresi di dalam silinder.
Dalam hal ini sistem adalah udara yang
dikompresikan dan permukaan tertutup
adalah permukaan yang dibatasi silinder
SISTEM THERMODINAMIKA

• Closed system (sistem tertutup)

• Open system /control volume (sistem terbuka)

• Boundary (batas sistem)

• Surrounding (lingkungan)
KOORDINAT SISTEM DAN KEADAAN SISTEM

Pada thermodinamika, volume V, temperatur T,


tekanan P, kerapatan ρ dan lain-lain disebut sebagai
koordinat sistem. Keadaan sistem tergantung pada
koordinat sistem, bila koordinat sistem berubah maka
keadaan sistem akan berubah. Sehingga koordinat
sistem sering disebut sebagai perubah (variabel)
keadaan sistem/zat. Dimana perubahan keadaan
sistem dari suatu keadaan ke keadaan lain dapat
digambarkan pada diagram V, T, P.
KOORDINAT SISTEM DAN KEADAAN SISTEM

Mengukur Massa, Panjang, Waktu dan Gaya


KOORDINAT SISTEM DAN KEADAAN SISTEM

Dalam thermodinamika, besaran sistem dapat dibagi


menjadi dua besaran thermodinamika yaitu : besaran
Extensive dan besaran Intensive. Besaran extensive
dipengaruhi oleh massa atau mole sistem, sedangkan
besaran intensive tidak dipengaruhi oleh massa atau
mole sistem sistem.

Contoh :
Besaran extensive : Volume, Kapasitas Panas, Kerja (energi), entropy dll.
Besaran intensive : Tekanan, Temperatur, kerapatan dll.
KOORDINAT SISTEM DAN KEADAAN SISTEM

Dari besaran-besaran extensive akan


diperoleh harga-harga jenis (specific Value) dan harga-
harga molar (molal specific value) dari suatu sistem,
seperti berikut :
*) Harga Jenis (specific value) adalah
perbandingan antara besaran extensive dengan massa
sistem/zat.

Besaran extensive
H arg a Jenis 
massa sistem
KOORDINAT SISTEM DAN KEADAAN SISTEM

Contoh :
Volume jenis dari sistem:

V  m3 ft 3 
v   ; 
m  kg lb 

V = Volume sebenarnya (m3 ; ft3)


M = massa sistem (kg ; lb)
KOORDINAT SISTEM DAN KEADAAN SISTEM

**) Harga jenis molar adalah perbandingan antara


besaran extensive dengan jumlah mole dari suatu
sistem/zat.
Contoh :
Volume Jenis Molar :
besaran extensive
H arg a Jenis molar 
jumlah mole sistem

Dimana :
V  m3 ft 3 
v*   ; 
n  kg  mole lb  mole 

m  kg lb 
n ; M  berat molekul sistem  ; 
M  kg  mole lb  mole 
KOORDINAT SISTEM DAN KEADAAN SISTEM

Maka :

V
v* 
m/M

M .V
v* 
m

v*  M .v
KOORDINAT SISTEM DAN KEADAAN SISTEM

Untuk kerapatan suatu sistem/zat dapat dibuat


hubungan sebagai berikut :

m 1  kg lb 
    3 ; 
3
V v m ft 

Sehingga didapat :

M
v* 

KOORDINAT SISTEM DAN KEADAAN SISTEM

Note: Equilibrium
Classical thermodynamics places primary emphasis on equilibrium states and
changes from one equilibrium state to another. Thus, the concept of
equilibrium is fundamental. In mechanics, equilibrium means a condition of
balance maintained by an equality of opposing forces. In thermodynamics, the
concept is more far-reaching, including not only a balance of forces but also a
balance of other influences. Each kind of influence refers to a particular aspect
of thermodynamic, or complete, equilibrium. Accordingly, several types of
equilibrium must exist individually to fulfill the conditionof complete equilibrium;
among these are mechanical, thermal, phase, and chemical equilibrium.
Criteria for these four types of equilibrium are considered in subsequent
discussions.
For the present, we may think of testing to see if a system is in thermodynamic
equilibrium by the following procedure: Isolate the system from its
surroundings and watch for changes in its observable properties. If there are
no changes, we conclude that the system was in equilibrium at the moment it
was isolated. The system can be said to be at an equilibrium state.
TEKANAN (PRESSURE)
Bila permukaan suatu zat (padat, cair dan gas)
menerima gaya-gaya luar maka bagian permukaan zat
yang menerima gaya tegak lurus akan mengalami
tekanan (tertekan).

Gaya tegak lurus pada permukaan tersebut dibagi luas


permukaannya disebut Tekanan. Dengan rumus dapat
ditulis :

F  kg lb 
P  2 ; 
2
A m ft 
Dimana :

F  gaya tegak lurus permukaan kg ; lb


A  luas permukaan yang menerima gaya F m2 ; ft 2 
Dalam thermodinamika, tekanan p
umumnya dinyatakan dalam harga absolut
(tekanan absolut/mutlak), maka dalam diktat ini
simbol p menyatakan tekanan absolut dari
sistem/zat

Tekanan absolut tergantung pada tekanan


pengukuran sistem, jadi:
1. Bila tekanan pengukuran (pressure gauge)
sistem diatas tekanan atmosfir, maka :

Tekanan absolut = Tekanan pengukuran + Tekanan Atmosfir

Atau :

Pabs = P gauge + P atm

2. Bila tekanan pengukuran (pressure gauge)


sistem di bawah tekanan atmosfir maka :
Tekanan absolut = Tekanan atmosfir – Tekanan pengukuran

Atau :

Pabs = Patm – Pgauge


Dalam satuan British, tekanan absolut dan
tekanan pengukuran masing-masing
dinyatakan dalam psia (pound persquare inch
absolut) dan psig (pound persquare inch
gauge).

1 standard atmosfir = 1,01324 x 105 N/m2


= 14,7 lb/in2
= 10332 kg/m2
= 76 mmHg
= 29,92 incHg
TEMPERATUR

HUBUNGAN ANTARA SKALA KELVIN, CELCIUS,


RANKINE DAN FAHRENHEIT

Skala temperatur mutlak ada dua macam yakni :


Dalam satuan internasional

Tabs = 273 + T 0C (0K)

Dalam satuan British

Tabs = 460 + T 0F (0R)


Dimana :
T 0F = 9/5(T 0C) + 32

T 0C = 5/9(T 0F - 32)

Hubungan antara skala temperatur kelvin, celcius, rankine


dan fahrenheit

0R 0F 0K 0C

672 212 373 100


Ttk. didih

492 32 273 0
Ttk beku

0 - 460 0 - 273 Nol absolut


Metodologi penyelesaian persoalan Thermodinamika

Known (Diketahui) :
Find (Ditanya) :
Schematic and Given Data (Skema dan data) :
Engineering Model/Assumtion (Asumsi) :
Analysis (Jawab):
Comment (komentar) :
RINGKASAN
Bab ini telah membahas tentang:
1. Definisi Termodinamika Teknik
2. Aplikasi Termodinamika Teknik
3. Sistem dan koordinat sistem
4. Besaran
5. Metodologi penyelesaian persoalan Termodinamika Teknik

SOAL-SOAL LATIHAN
Terangkan dengan jelas tentang:
1. Definisi Termodinamika Teknik
2. Aplikasi Termodinamika Teknik
3. Apa yang dimaksud sistem? Dibagi berapa? jelaskan
4. Besaran ektensive dan intensive
5. Apa yang dimaksud tekanan gauge adan tekanan absolute?
6. Terbaca di alat ukur 250 kPa, berapa tekanan absolutnya?
7. Terbaca 15 0C, konversikan dalam satuan Kelvin, Fahrenheit dan
Rankine!

Anda mungkin juga menyukai