Anda di halaman 1dari 6

PENGUKURAN TEKANAN VENA SENTRAL (CENTRAL VENOUS PRESSURE (CVP))

Oleh: Ns. Efris Kartika Sari, M.Kep.

A. Definisi
- Tekanan vena sentral/ Central Venous Pressure (CVP) merupakan suatu metode
monitoring hemodinamik secara invasif melalui insersi kateter pada vena sentral/
Central Venous Catheter (CVC) ke atrium kanan.
- Tekanan pada vena cava atau atrium kanan digunakan untuk mengkaji fungsi
ventrikel kanan dan aliran darah vena ke jantung bagian kanan.
- Pengukuran CVP merupakan metode tidak langsung untuk menentukan tekanan
pengisian ventrikel kanan (preload).
- Nilai CVP ekuivalen dengan tekanan atrium kanan, yang dalam kondisi tanpa
stenosis katup tricuspid, sama dengan tekanan akhir diastolik ventrikel kanan
(right ventricular end diastolic pressure).
Pada pasien sakit kritis, penting untuk mengukur CVP karena pengkajian preload
dengan pemeriksaan fisik seringkali tidak akurat.

B. Indikasi Pengukuran CVP


- Kegagalan sirkulasi akut
- Antisipasi transfusi darah massif untuk terapi penggantian cairan
- Penggantian cairan yang hati‐hati pada pasien dengan penyakit kardiovaskular
- Curiga adanya tamponade (sindroma klinis yang disebabkan oleh akumulasi
cairan pada ruang pericardial sehingga mengakibatkan penurunan pengisian
ventrikel dan ketidakseimbangan hemodinamik.

C. Tujuan Pengukuran CVP


- Mengkaji fungsi ventrikel kanan dan aliran darah vena ke jantung bagian kanan
- Mengkaji status cairan intravaskular
- Mengetahui respon hemodinamik pasien terhadap terapi yang diberikan
D. Lokasi Insersi CVC adalah vena jugularis interna, vena subclavia, vena femoralis,
dan vena brachialis.

E. Indikasi Pemasangan CVC


- Kebutuhan pengukuran CVP
- Pasien dengan penyakit kardiovaskular (contoh: gagal jantung, cardiac
tamponade)
- Hipovolemia berat yang membutuhkan terapi cairan
- Pemberian obat-obatan intravena, nutrisi parenteral, dan komponen darah yang
dapat menyebabkan masalah pada pembuluh darah perifer (contoh:
vasokonstriksi, phlebitis)
- Kesulitan akses pembuluh vena perifer

F. Tujuan Pemasangan CVC


- Memantau tekanan pada vena sentral dan atrium kanan
- Untuk insersi temporary pacemaker
- Memberikan terapi cairan
- Memberikan transfusi komponen darah, nutrisi parenteral total/ total parenteral
nutrition, dan terapi obat-obatan intravena
- Sebagai akses pembuluh vena ketika tidak dapat dilakukan insersi pada
pembuluh vena perifer
- Untuk mendapatkan sampel darah vena sentral

G. Interpretasi Nilai CVP

CVP Reading Other Clinical Features Diagnosis


Low Tachycardia Hypovolaemia
Hypotension
Urine output: oligo or anuria
Low (may be normal or Tachycardia Sepsis
high due to Signs of infection
vasoconstriction) Pyrexia
Vasodilatation is most common
Normal (due to Tachycardia Hypovolaemia
vasoconstriction) Urine output “falling” below 30 ml/hr
Poor capillary refill
High Dyspnoea with pulmonary crepitations Heart failure
Tachycardia with third heart sound
Peripheral oedema
Very high Venous congestion and dilatation of face SVC obstruction
and neck; associated signs Cardiac tamponade
Tension pneumothorax

H. Melakukan Pengukuran CVP


Nilai CVP dapat diukur dengan manometer, atau transducer dan monitor elektronik (bed side
monitor)

Persiapan Alat
1) Sarung tangan
2) Manometer line cmH20 (1 set)
3) Standar infus (1)
4) Three way stopcock (1 set)
5) Infus set (2 set)
6) Cairan NaCl 0,9% (1 bag)
7) Waterpass/ pipa U (1)
8) Plester
9) Gunting
10) Bengkok (1)

Persiapan Pasien
1) Jelaskan tindakan yang akan dilakukan untuk mendapatkan informed consent.
2) Jaga privacy pasien dengan menutup tirai/pintu.
3) Atur posisi pasien supine atau semifowler hingga 30o.

Prosedur tindakan:
1) Cuci tangan dan pakai sarung tangan.
2) Rangkai alat sebagai berikut:
- Hubungkan dan isi infus set dengan NaCl 0,9%.
- Pasang manometer line
- Hubungkan three way stopcock dengan selang infus dan manometer line.
Perhatikan agar selang infus dan three way stopcock bebas dari gelembung
udara.
- Isi cairan ke manometer line sekitar 20-25 cmH2O
3) Ukur CVP melalui kateter CVC yang telah terpasang pada pasien sebagai berikut:
- Tentukan phlebostatic axis yaitu garis pertemuan antara intercostal space 4
(ICS 4) dan midaxillary line.
- Tentukan zero point/titik nol dengan menarik garis lurus dan sama tinggi antara
phlebostatic axis dan manometer. Penentuan zero point dibantu dengan
waterpass atau pipa u.

- Buka three way stopcock dari manometer ke pasien (arah selang infus tertutup)
- Permukaan cairan akan naik turun sesuai dengan irama napas, setelah
berhenti/stabil kemudian dibaca. Nilai CVP normal antara 5-10 cmH2O
(meningkat 3-5 cmH2O apabila pasien menggunakan ventilasi mekanik).
4) Tutup three way stopcock ke arah manometer.
5) Rapikan pasien dan alat.
6) Lepas sarung tangan, kemudian cuci tangan.
7) Dokumentasikan nilai CVP.

I. Komplikasi
Referensi

Hospital, O. K. E. M. (2014). Measuring Central Venous Pressure (CVP) Retrieved. from. King
Edward Memorial Hospital Clinical Guidelines
Izakovic, M. (2008). Central venous pressure – evaluation, interpretation, monitoring, clinical
implications. Bratisl Lek Listy, 109(4), 185-187.
Joynt, G. M., Gomersall, C. D., Choi, G., & Chui, P. T. (2008). Measurement of central venous
pressure via the femoral route in abdominal compartment syndrome
Crit Care & Shock, 11(3), 107-114.
Magder, S. (2005). How to use central venous pressure measurements. Curr Opin Crit Care 11,
264-270.
Pittman, James AL, John Sum Ping, and Jonathan B. Mark. "Arterial and central venous
pressure monitoring." International anesthesiology clinics 42.1 (2004): 13-30.
Smeltzer, S. C., Bare, B. G., Hinkle, J. L., & Cheeve, K. H. (2010). Brunner and Suddarth's
Textbook of Medical -Surgical Nursing (12 th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams and
Wilkins.