Anda di halaman 1dari 10

STRATIFIKASI SOSIAL

MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah sosiologi

Oleh
Heni nuraeni 2105160034

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat alloh SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya
makalah yang berjudul “Stratifukasi sosial” dapat diselesaikan. Sholawat dan salam semoga
tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya dan kepada kita
selaku umatnya yang senantiasa taat pada ajarannya samapai akhir zaman.

Di dalam masyrakat terdapat perbedaan bentuk stratifikasi soaial yang mana sangat
mempengaruhi pola hidup masyrakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan
bentuk dan unsur-unsur stratifikasi sosial yang ada di masyarakat. Hal ini sangat bermanfaat bagi
kita untuk mempelajarinya agar tidak adanya perbedaan di dalam masyarakat.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-
tingginya penulis sampaikan kepada :

1. Reza Fauzi Muhammad fahmi, M. Hum. Selaku dosen mata kuliah Sosiologi yang telah
membantu penulis selama penyusunan makalah ini.
2. Rekan rekan kelas 1B reguler angkatan 2016 yang senantiasa berbagi ilmu dan memberikan
motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan nmakalah ini.

Akhirnya prnulis berharap agar makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi pembaca dan dapat memberikan sumabangan pemikiran bagi masyarakat luas.

Ciamis, 29 Maret 2017

Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia dalam perannya sebagai masyarakat terdiri dari bermacam-macam kelompok


dan memiliki beberapa ciri-ciri pembeda, yakni jenis kelamin, umur, tempat tinggal, kepercayaan
agama atau politik, warna kulit, tinggi badan, pendapatan atau pendidikan. Hal tersebut mau
tidak mau selalu terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari, kenyataan itu adalah ketidaksamaan. Beberapa pendapat
sosiologis mengatakan dalam semua masyarakat dijumpai ketidaksamaan di berbagai bidang
misalnya saja dalam dimensi ekonomi: sebagian anggota masyarakat mempunyai kekayaan yang
berlimpah dan kesejahteraan hidupnya terjamin, sedangkan sisanya miskin dan hidup dalam
kondisi yang jauh dari sejahtera. Dalam dimensi yang lain misalnya kekuasaan: sebagian orang
mempunyai kekuasaan, sedangkan yang lain dikuasai. Suka atau tidak suka inilah realitas
masyarakat, setidaknya realitas yang hanya bisa ditangkap oleh panca indera dan kemampuan
berpikir manusia. Pembedaan anggota masyarakat ini dalam sosiologi dinamakan stratifikasi
sosial.
Seringkali dalam pengalaman sehari-hari kita melihat fenomena sosial seperti seseorang
yang tadinya mempunyai status tertentu di kemudian hari memperoleh status yang lebih tinggi
daripada status sebelumnya. Hal demikian disebut mobilitas sosial. Sistem Stratifikasi menuruf
sifatnya dapat digolongkan menjadi straifikasi terbuka dan stratifikasi tertutup, contoh yang
disebutkan diatas tadi merupakan contoh dari stratifikasi terbuka dimana mobilitas sosial
dimungkinkan.
Suatu sistem stratifikasi dinamakan tertutup manakala setiap anggota masyarakat tetap
pada status yang sama dengan orang tuanya, sedangkan dinamakan terbuka karena setiap
anggota masyarakat menduduki status berbeda dengan orang tuanya, bisa lebih tinggi atau lebih
rendah. Mobilitas Sosial yang disebut tadi berarti perpindahan status dalam stratifikasi sosial.
Banyak sebab yang dapat memungkinkan individu atau kelompok berpindah status, pendidikan
dan pekerjaan misalnya adalah salah satu faktor yang mungkin dapat meyebabkan perpindahan
status ini.
Perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat sejak jaman perbudakan sampai revolusi
industri hingga sekarang secara mendasar dan menyeluruh telah memperlihatkan pembagian
kerja dalam masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka diferensiasi sosial yang tidak hanya
berarti peningkatan perbedaan status secara horizontal maupun vertical. Hal ini telah menarik
para perintis sosiologi awal untuk memperhatikan diferensiasi sosial, yang termasuk juga
stratifikasi sosial. Perbedaan yang terlihat di dalam masyarakat ternyata juga memiliki berbagai
macam implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Status yang diperoleh kemudian menjadi
kunci akses kesegala macam hak-hak istimewa dalam masyarakat yang pada dasarnya hak
istimewa tersebut merupakan hasil dari rampasan dan penguasaan secara paksa oleh yang satu
terhadap yang lainya, mendominasi dan didominasi, yang pada akhirnya merupakan sumber dari
ketidaksamaan di dalam masyarakat. Berbagai macam argumentasi pun diajukan guna
menjelaskan ketidaksamaan ini yang kemudian berubah menjadi ketidakadilan.
Hal tersebut mengilhami kami sebagai penulis untuk mengangkat tema stratifikasi sosial yang
terjadi di masyarakat dewasa ini.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut :

a. Apa yang dimaksud dengan stratifikasi sosial?


b. Bagaimanakah sifat dalam stratifikasi soaial?
c. Apa dasar dari stratifikasi soaial
d. Bagaimanakah unsur unsur dalam stratifikasi soaial?

1.3. TUJUAN MAKALAH


Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
a. Mendeskripsikan tentang stratifikasi sosial
b. Mendeskripsikan sifat dalam stratifikasi sosial
c. Mendeskripsikan dasar dalam stratifikasi sosial
d. Mendeskripsikan unsur – unsur salam stratifikasi sosial
BAB 11
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN STRARIFIKASI SOSIAL

Secara harfiah staratifikasi sosial berasal dari bahasa latin stratumyang bermakna
tingkatan. Sehingga stratifikasi sosial adalah perbedaan individu atau kelompok dalam
masyarakat yang menempatkan seseorang pada kelas – kelas sosial berbeda – beda secara
hierarki yang memberikan hak serta kewajiban yang berbeda- beda pila antara individu dalam
suatu lapisan sosial lainnya.

Stratifikasi sosial muncul karena adanya sesuatu yang dianggap berharga dalam
masyarakat. Menurut Pitirim Sorokin, sistem stratifikasi adalah pembedaan penduduk atau
masyarakat kedalam kelas – kelas secara bertingkat, yang diwujudkan dalam kelas tinggi, kelas
sedang dan kelas rendah. Dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” ia
mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum
dalam masyarakat yang teratur. Manakala Max Weber menganggap sebagai penggolongan
orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis
menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.

Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi


seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal. Biasanya stratifikasi
didasarkan pada kedudukan yang diperoleh melalui serangkain usaha perjuangan.

Stratifikasi sosial berdasarkan status yang diperoleh melalui usaha-usaha tertentu yaitu:
1. Stratifikasi dalam bidang pendidikan

2. Stratifikasi dalam bidang pekerjaan

3. Stratifikasi dalam bidang ekonomi (kelas sosial)

Stratifikasi sosial yang diperoleh secara alami yaitu:


1. Stratifikasi sosial berdasakan usia

2. Stratifikasi sosial karena senioritas

3. Stratifikasi sosial berdasarkan jenis kelamin

4. Stratifikasi sosial berdasarkan sistem kekerabatan

5. Stratifikasi sosial berdasarkan keanggotaan dalam kelompok tertentu


Gambar stratifikasi sosial

B. SIFAT DALAM STRATFIKASI SOSIAL

Berdasarkan sifatnya stratifikasi ssial dalam masyarakat terdiri dari :


1. Stratifikasi terbuka

Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota


masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan
yang lain. Sistem ini terjadi karena:

 Perbedaan ras dan sistem nilai


 Pembagian tugas (spesialisasi)
 Kelangkaan hak dan kewajiban

Misalnya seperti tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya.


Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya
menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih
baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia
mendapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.

2. Stratifikasi tertutup

Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat


tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih
rendah.
Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu seperti sistem kasta di India dan Bali serta di Jawa
ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang
biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat .

C. DASAR-DASAR STRATIFIKASI SOSIAL


Stratifikasi sosial akan selalu ditemukan dalam masyarakat selama dalam masyarakat ada
sesuatu yang dihargai. Adapun dasar atau ukuran yang biasa dipakai menggolongkan anggota
masyarakat kedalam suatu lapisan sosial sebagai berikut:
 Ukuran kekayaan
 Uuran kekuasaan
 Ukuran kehormatan
 Ukuran pengetahuan
Ke empat ukuran diatas bukanlah bersifat limitif artinya ada ukuran lain yang dapat
dipergunakan dalam kriteria penggolongan pelapisan masyarakat, namu n ukuran diataslah yang
paling banyak digunakan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial.

D. UNSUR – UNSUR STRATIFIKASI SOSIAL

Dalam suatu masyarakat, stratifikasi sosial terdiri atas dua unsur, yaitu kedudukan
(status) dan peranan (role).

a) . Kedudukan (Status)

Status atau kedudukan adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana
seseorang menjalankan kewajibankewajiban dan berbagai aktivitas lain, yang sekaligus
merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan. Dengan kata
lain status merupakan posisi sosial seseorang dalam suatu hierarki.
Ada beberapa kriteria penentuan status seperti dikatakan oleh Talcott Parsons,
yang menyebutkan ada lima criteria yang digunakan untuk menentukan status atau
kedudukan seseorang dalam masyarakat, yaitu kelahiran, mutu pribadi, prestasi,
pemilikan, dan otoritas.
Sementara itu, Ralph Linton mengatakan bahwa dalam kehidupan masyarakat kita
mengenal tiga macam status, yaitu ascribed status, achieved status, dan assigned status.
1). Ascribed Status

Ascribed status merupakan status yang diperoleh seseorang tanpa usaha tertentu.
Status sosial ini biasanya diperoleh karena warisan, keturunan, atau kelahiran.
Contohnya seorang anak yang lahir dari lingkungan bangsawan, tanpa harus
berusaha, dengan sendirinya ia sudah memiliki status sebagai bangsawan.
2) Achieved Status

Status ini diperoleh karena suatu prestasi tertentu. Atau dengan kata lain status ini
diperoleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. Status ini tidak diperoleh
atas dasar keturunan, akan tetapi tergantung pada kemampuan masing-masing
dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya. Misalnya seseorang dapat
menjadi hakim setelah menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum dan memenuhi
persyaratan-persyaratan yang memerlukan usaha-usaha tertentu.

3) Assigned Status
Assigned status adalah status yang dimiliki seseorang karena jasa-jasanya terhadap
pihak lain. Karena jasanya tersebut, orang diberi status khusus oleh orang atau
kelompok tersebut. Misalnya gelar-gelar seperti pahlawan revolusi, peraih kalpataru
atau adipura, dan lainnya.

b). Peranan (Role)

Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Dalam kehidupan di


masyarakat, peranan diartikan sebagai perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam
melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya. Status dan
peranan tidak dapat dipisahkan karena tidak ada peranan tanpa status, dan tidak ada
status tanpa peranan.
Interaksi sosial yang ada di dalam masyarakat merupakan hubungan antara
peranan-peranan individu dalam masyarakat. Ada tiga hal yang tercakup dalam peranan,
yaitu sebagai berikut:

1) Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau kedudukan


seseorang dalam masyarakat.
2) Peranan merupakan suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu
dalam masyarakat sebagai organisasi.
3) Peranan merupakan perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.

Setiap manusia memiliki status atau kedudukan dan peranan sosial tertentu sesuai
dengan struktur sosial dan pola-pola pergaulan hidup di masyarakat. Dalam setiap
struktur, ia memiliki kedudukan dan menjalankan peranannya sesuai dengan
kedudukannya tersebut. Kedudukan dan peranan mencakup tiap-tiap unsur dan
struktur sosial. Jadi, kedudukan menentukan peran, dan peran menentukan perbuatan
(perilaku). Dengan kata lain, kedudukan dan peranan menentukan apa yang
diperbuatnya bagi masyarakat, serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan
masyarakat kepadanya. Semakin banyak kedudukan dan peranan seseorang, semakin
beragam pula interaksinya dengan orang lain. Interaksi seseorang berada dalam
struktur hierarki, sedangkan peranannya berada dalam setiap unsur-unsur social tadi.
Jadi hubungan antara status dan peranan adalah bahwastatus atau kedudukan
merupakan posisi seseorang dalam struktur hierarki, sedangkan peranan merupakan
perilaku actual dari status.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
stratifikasi sosial adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang
menempatkan seseorang pada kelas – kelas sosial berbeda – beda secara hierarki yang
memberikan hak serta kewajiban yang berbeda- beda pila antara individu dalam suatu
lapisan sosial lainnya. Sedangkan sifat stratifikasi sosial ada yang bersipat terbuka dan
bersupat tertutup. Dasar stratifikasi sosial dilihat berdasarkan dari ukuran kedudukan,
pengetahuan, kehormatan dann kekuasaan. Adapun unsur – unsur dari stratifikasi sosial
berupa kedudukan atau status dan peranan.

B.SARAN
Walaupun dimasyarakat kita selalu dihadapkan dengan perbedaan stratifikasi sosial
namun jangan sampai perbedaan itu menjadi hambatan dalam hal hubungan sosial sesama
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Bayuzamora, (2013). Dasar-dasar stratifikasi sosial. (online).

http://bayuzamara.blogspot.co.id /2013/01/dasar stratifikasi sosial. Html. (diakses 28


Maret 2017).

Blog psikologi, (2017). Pengertian stratifikasi sosial. (online).


http: //blog psikologi. Co.id/2017/pengertian stratifikasi sosial. (diakses 28 Maret 2017).
Sasmita , (2013). Unsur-unsur stratifikasi sosial. (online).
http://sasmita .blogspot.co.id/2014/ unsur-unsur stratifikasi sosial. (diakses 28 Maret
2014)