Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
A. Bibliografi Buku Pertama
Judul : Oseanografi
Penulis : Widya Prarikeslan M.Si
ISBN : 978-602-422-090-7
Penerbit : UNP Press
Tahun terbit : 2016
Urutan cetakan : CetakanPertama
Dimensi buku : 13,5x20,5 cm
Tebal buku : xii, 200 hlm

B. Bibliografi Buku Kedua


Judul : Pengantar Oseanografi
Penulis : Sahala Hutabarat dan Stewart M. Evans
ISBN :-
Penerbit : UI Press
Tahun terbit : 2014
Urutan cetakan : CetakanPertama
Dimensi buku :-
Tebal buku : iii, 150 halaman
BAB III
PEMBAHASAN BUKU SECARA UMUM

A. Buku Oseanografi
BAB I. PENDAHULUAN
Pada bab I, kata Oseanografi adalah kombinasi dari dua kata yunani yaitu
oceanus(samudera) dan graphos (uraian/deskripsi) sehingga oseanografi mempunyai arti
deskripsi tentang samudera. Orang yang mempelajari samudera secara mendalam disebut
sebagai Oseanografer. Oseanografi fisik khusus mempelajari segala sifat dan karakter fisik
yang membangun sistem fluidanya. Oseanografi biologi mempelajari sisi hayati samudra
guna mengungkap berbagai siklus kehidupan organisme yang hidup di atau dari samudra.
Oseanografi kimia melihat berbagai proses aksi dan reaksi antara unsur, molekul, atau
campuran dalam sistem samudra yang menyebabkan perubahan zat secara reversibel atau
ireversibel. Dan Oseanografi geologi memfokuskan pada bangunan dasar samudra yang
berkaitan dengan struktur evolusi cekungan samudra.

BAB II. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN LAUT


Pada bab II, sejak zaman peradaban laut merupakan alat transportasi perdagangan,
dimana kapal-kapal pelaut dapat pergi dan kembali. Pada zaman Ptolemeus, abad kedua
sebelum masehi, Lautan Mediterania bagian utara Afrika dan bagian pantai selatan Asia
daratan telah dipetakan dengan sempurna. Pengetahuan tentang lautan juga turut
berkembangan pada arah yang lain berupa teori pembentukan samudera yaitu : Teori
Kontarksi, Teori Grafitasi dan Teori Apung Benua. Pengertian Oseanografi tersendiri secara
sederhana merupakan suatu ilmu yang mempelajari lautan atau ilmu yang menceritakan
tentang laut, baik bentuk, organisme, serta semua fenomena terjadi yang berhubungan dengan
laut. Tanpa peranan laut, maka hampir keseluruhan planet bumi ini akan menjadi terlalu
dingin bagi manusia untuk hidup, karena laut memiliki peranan penting dalam mengkontrol
iklim dunia dengan memindahkan panas dari daerah equator menuju daerah kutub.
BAB III. SIFAT-SIFAT FISIK DAN KIMIA AIR
Pada bab III, Sifat alami air adalah polar, maka molekul air yang lain membentuk
ikatan yang disebut ikatan hidrogen. Butuh energi panas yang besar untuk mempercepat
gerakan molekul air dalam menaikkan suhunya. Kapasitas panas yang tinggi ini cenderung
membuat air dalam menaikkan suhunya. Kapasitas panas yang tinggi ini cenderung membuat
air menolak perubahan suhu bila panas ditambahkan atau dikurangkan. Konsenkuensinya
tekanan udara diatas daratan lebih rendah dari pada tekanan udara diatas laut. Sebaliknya,
pada malam hari daratan lebih cepat melepaskan panas daripada laut sehingga tekanan udara
diatas dartan lebih tinggi daripada tekanan udara diatas laut. Akibatnya berembus angin dari
darat ke laut. Densitas lazim disebut rapat jens atau massa jenis nyang dilambangkan dengan
p (rho), zat yang homogen biasanya mempunyai massa jenis yang sama. Sifat fisis dan kimia
air laut, para ahli oseanografi berkempentingan untuk mengetahui distribusi spasial
(horizontal, dan vertikal) dan temporal (harian, musim, tahunan) dari sifat fisis dan kimia air
laut. Temperatur merupakan ukuran energi gerakan molekul. Adalah besaran fisis yang
mempunyai rentang antara 35oC dan -2oC. Salinitas adalah besaran yang tidak berdimensi, ia
tidak mempunayi unit (satuan). Massa air memperoleh sifat-sifatnyta dipermukaan, massa air
mempunyai suhu dan saliinitas yang spesifik. Karena perbedannya densitasnya massa aiir
tidak bercampur dengan mudah bila bertemu.

BAB IV. SEDIMENTASI LAUT


Pada bab IV, Dibahas mengenai sedimen adalah matteerial bahan padat, berasal dari
batuan yang mengalami proses pelapukan, peluluhan, pengangkutan air, angin dan gaya
gravitasi, serta pengendapan yang terkumpul oleh proses atau agen alam sehingga
membentuk lapisan-lapsan dipermukaan bumi yang padat atau terkumpul oleh proses atau
agen alam sehingga memebentuk lapisan-lapisan permukaan bumi yang padat atau tidak
terkonsolidasi. Pada jenis sedimentasi laut terdapat Sedimen Lithogenous yang berasal dari
sisa pengikisan batuan di darat. Pada Sedimen Biogenous berasal dari sisa-sisa organisme
hidup juga akan membentuk endapan partikel-partikel halus yang dinamakan ooze. Pada
Sedimen Hydrogenous dibentuk sebagai hasil reaksi kimia dalam air laut. Pada Sedimen
Cosmogenous berasal dari berbagai sumber dan masuk ke laut melalui jalur media/angin.

BAB V. ARUS LAUT


Pada bab V membahas mengenai Arus adalah pergerakkan massa air secara vertical
dan horizontal sehingga menuju keseimbangan atau gerakan air yang sudah meluas yang
terjadi diseluruh lautan.arus laut hakikatnya timbul akibat pemanasan yang tidak merata pada
permukaan bumi, yang menyebabkan perbedaan tekanan atmosfer yang mengakibatkan
gerakan udara ( angin) dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, dengan factor : angin, arus
geostropik, arus pasut, arus menyusuri pantai, sirkulasi thermohalin.
Pengaruh rotasi bumi pada pola sirkulasi arus ( gaya koriolis) yang dihasilkan dari
gerakan bumi yang disebabkan oleh arus yang dibelokkan ke kanan dibelahan bumi utara, ke
kiri diselatan. Gyre sinklon dihasilkan dari sirkulasi air yang berlawanan arah dengan jarum
jam dibelahan bumi utara dan searah jarum jam dibelahan bumi selatan.
Arus Geostrofik berasal dari suatu keseimbangan antara gradien tekanan mendatar
dan gaya koriolis. Aliran Geostrofik yang terbentuk akibat keseimbangan tersebut bergerak
sejajar dengan garis isobar. Arus Ekman merupakan suatu kecepatan arus yang ditimbulkan
oleh pengaruh angin maksimum dipermukaan dan berkurang secara eksponensial ke lapisan
dalam. Ekman Spiral merupakan penurunan kcepatan arus dengan bertambahnya kedalaman
dan pembelokan arah arus dari permukaan sampai kekolom air yang lebih dalam terjadi
pergeseran dari lapisan satu ke lapisan berikutnya yang lebh dalam sehingga gerakan arus
tampak seperti spiral.
Sirkulasi Umum Atmosfer, arus permukaan tidak akan terlepas dari karakteristik
atmosfer yang diatas permukaan laut. Kombinasi dari rotasi bumi pada porosnya dan posisi
matahari yang berubah secara periodic memberikan pemanasan yang berbeda dipermukaan
bumi. Pola Umum Arus Permukaan, arus permukaan yang dibangkitkan oleh angina melalui
suatu proses transfer energy dari energy angina menjadi energi gerak, proses ini terjadi dalam
bentuk tegangan geser yang disebabkan oleh angin.
Sirkulasi Termohalin berada dilapisan permukaan pergerakan massa air terutama
dibangkitkan oleh angin. Diperairan dalam walaupun ridak terpengaruhi oleh angin, akan
tetapi massa air di perairan dalam ini juga bergerak, gerakan massa air tersebut disebut
sebagai sirkulasi termohalin.Sebaran Arus Bawah Laut Dunia disekitar Samudera Atlantik
disebelah utara khatulistiwa yaitu Arus Khatulistiwa Utara; Arus Teluk Gulf Stream; arus
Greenland Timur; Arus Lablador; Arus Canary. Di sebelah selatan khatulistiwa yaitu Arus
Khatulistiwa Selatan; Arus Brazilia; Arus Benguela; Arus Angin Barat. Sebaran Arus Bawah
Laut Dunia disekitar Samudera Pasifik disebelah utara khatulistiwa yaitu Arus Khatulistiwa
Utara; Arus Khurosiwo; Arus Oyashiwo; Arus California. Disebelah selatan khatulistiwa
yaitu Arus khatulistiwa Selatan; Arus Hamboldt atau Arus Peru; Arus Australia Timur; Arus
Angin Barat. Sebaran Arus Bawah Laut Dunia disekitar Samudera Hindia disebelah utara
khatulistiwa yaitu Muson Barat Daya dan Muson Timur Laut. Sebelah selatan khatulistiwa
yaitu Arus Khatulistiwa Selatan; Arus Maskarena dan Arus Agulhas; Arus Angin Barat.

BAB VI. GELOMBANG LAUT


Gelombang adalah pergerakan naik turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan
air laut yang membentuk kurva/ grafik sinusosial, gelombang laut disebabkan oleh angina.
Angina diatas lautan mentransfer energinya ke perairan menyebabkan riak-riak, alun/bukit
dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang. Sifat-sifat gelombang
dipengaruhi oleh tiga bentuk yaitu : Kecepatan Angin; Waktu dimana angin sedang bertiup;
Jarak tanpa rintangan dimana angin sedang bertiup. Factor-faktor yang mempengaruhi
gelombang adalah Angin ( gelombang angin ); Gaya tarik-menarik bumi-bulan-matahari (
Gelombang Pasang Surut ); Gempa didasar laut ( Vulkanik, tektonik dan tsunami); Geometri
Laut ( topografi atau profil laut dan bentuk pantai ).
Tipe-tipe Gelombang laut yaitu Gelombang Pembentuk Pantai yang mempunyai
ketinggian kecil dan kecepatan rambatnya rendah. Gelombang Perusak Pantai biasanya
mempunyai ketinggian dan kecepatan rambat yang besar. Jenis-Jenis Gelombang Laut yaitu
Gelombang laut akibat angina yang dapat menimbulkan energy untuk membentuk pantai,
menimbulkan arus dan transport sedimen dalam arah tegak lurus dan sepanjang pantai, serta
menyebabkan gaya yang bekerja pada bangunan pantai. Gelombang Laut Akibat Pasang
Surut, pasang surut merupakan factor yang penting karena menimbulkan arus kuatterutama di
daerah yang sempit, misalnya teluk, estuary, dan muara sungai. Gelombang Laut akibat
Tsunami, Tsunami adalah gelombang yang terjadi karena letusan gunung berapi atau gempa
bumi dilaut. Ada tiga penyebab utama terjadinya tsunami yaitu gempa bawah laut, tanah
longsor di dalam atau kedalaman laut, dan letusan gunung api dilaut.
Pengaruh Gelombang Laut, Manfaat Energi Gelombang sebagai penghasil listrik
gelombang laut, salah satu potensi laut dan samudra yang belum bnayak diketahui
masyarakat umum adalah potensi energy laut dan samudra menghasilkan listrik.
Transformasi Gelombang yaitu Kecepatan Gelombang akan berkurang akibat pengaruh
pengurangan kedalaman; Panjang gelombang akan menjadi lebih pendek; terjadi pembelokan
arah penjalaran gelombang akibat perubahan kecepatan; tinggi gelombang akan bertambah
sebelum gelombang pecah. Gelombang Pecah, dapat diklasifikasikan dalam tiga tipe yaitu
Spilling dicirikan oleh buih dan turbelensi dipuncak gelombang; Plunging adalah jenis
gelombang yang paling menakjubkan; Surging terjadi pada pantai yang sangat curam.
Refraksi dan Difraksi Gelombang, akibat perubahan kecepatan yang dialami
gelombang ketika memasuki perairan dangkal, maka gelombang mengalami pembelokan arah
penjalaran atau refraksi gelombang. Difraksi Gelombang, bila gelombang membentuk ujung
suatu pemecahan gelombang yang berperan untuk melindungi perairan dari gangguan
gelombang, maka gelombang akan mengalami difraksi
.
BAB VII. PASANG SURUT LAUT
Pasang surut laut adalah suatu fenomena naik turunnya muka air laut yang disertai
oleh gerakan horizontal dari massa air laut secara periodic. Gerakan horizontal dari massa air
laut disebut arus pasut. Perbedaan permukaan air laut sepanjang waktu yang mengakibatkan
karena gaya gravitasi (gaya tarik) bylan dan matahari serta karena gerakan revolusi bumi.
Ada tiga gaya yang berperan dalam pembentukkan pasut yaitu Gaya Tarik Gravitasi; Gaya
sentrifugal; Gaya Pembangkit pasut.
Bentuk pasang surut diberbagai daerah tidak sama. Di suatu daerah dalam satu hari dapat
terjadi satu kali pasang surut. Secara umum, pasang surut diberbagai daerah dapat dibedakan
empat tipe, yaitu pasang surut harain tunggal (diurnal tide),harian ganda (semidiurnal tide)
dan dua jenis campuran.

BAB VIII. MORFOLOGI LAUT


Tepi Benua dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu Continental Shelf; Continental
Slope; Continental Rise. Pada Relief Dasar Laut, relief dasar laut adalah perbedaan tinggi dan
rendahnya bentuk muka bumi di dasar laut. Dasar Laut adalah permukaan bumi yang ada
didalam laut. Faktor yang menyebabkan terbentuknya relief dasar laut yaitu Konvergen;
Divergen; Sesar Transfrom. Topografi bentukannya adalah Ridge dan Rise; Trench; Abyssal
Plain; Continental Island; Island Arc; Mid-Ocean Vulcanic Island; Atol-atol; Seamount dan
Guyot. Klasifikasi Laut berdasarkan kedalaman : Zona Litoral; Zona Neritik; Zona Batial;
Zona Abisal; Basin.
Morfologi Pantai terlebih dahulu membedakan anatara pantai dan pesisir. Pantai
merupakan daerah mulai dari pesisir ke arah darat sampai batas yang kurang jelas. Pesisir
merupakan jalur daerah tempat pertemuan daratan dan laut mulai dari batas muka air pada
waktu pasang surut terendah menuju kearah darat sampai batas tertinggi yang mendapat
pengaruh gelombang pada waktu badai. Factor-faktor yang mempengaruhi morfologi pantai
adalah Gelombang; Arus; Pasang; Oscillation wave. Klasifikasi Pantai adalah Pantai
Tenggelam; Pantai naik; pantai netral; pantai campuran. Stadium dapat dibedakan menjadi
empat jenis yaitu Stadium dini atau awal; Stadium Muda; Stadium Dewasa; Stadium Tua.
Zona Pesisir mempunyai arti penting bagi kehidupan dilaut dan mendukung sebagian
besar sumber daya hayati laut didunia. Hutan Bakau atau Mangrove memiliki fungsi yaitu
Fungsi Fisik, Fungsi Biologis, fungsi Ekonomi. Memiliki dua kategori yaitu Vegetasi
mangrove Inti, Vegetasi Mangrove Periferal. Vegetasi Mangrove dibedakan menjadi tiga
yaitu Mangrove Mayor; Mangrove Minor; Mangrove Asosiasi. Padang Lamun merupakan
sumber daya yang sangat penting atau produktif yang menyuburkan laut dan menjadi tempat
berteduh dan menyediakan makanan bagi jenis-jenis ikan dan kerang-kerang penting dan
bernilai tinggi. Terumbu Karang terdapat disepanjang garis pantai daerah tropis yang
dangkal, pada perairan yang hangat, jernih, dan bersih.

BAB IX. EKOSISTEM PERAIRAN


Pada bab IX, Ekosistem adalah unit fungsional dari berbagai ukuran yang tersusun
dari bagian-bagian nyang hidup dan tidak hidup, yang saling berinteraksi. Ekosistem terdiri
dari ekosistem daratan dan ekosistem perairan (lautan). Ekosistem lautan dapat
dikelompokkan menjadi ekosistem pantai; ekosistem laut dalam; ekosistem laut dangkal; dan
ekosistem laut tengah.
Faktor Fisik yang sangat menentukan ekosistem pantai yaitu Pasang Surut; Suhu;
gerakan Ombak; Salinitas. Adaptasi Organisme, Ekosistem laut meliputi komunitas dasar laut
dan kondisi kehidupan di perairan dangkal yang mengelilingi daratan dunia, atau disebut juga
daerah paparan benua. Adapun ekosistem laut adalah salah satu dari ekosistem perairan bumi.
Ekosistem ini termaksud samudra, rawa garam, dan ekologi intertidal, muara sungai dan
laguna, bakau dan terumbu karamng, laut dalam dan dasar laut.
Komponen pembentuk Organisme Laut adalah Abiotik, Autrorof, Heterotrof,
pengurai. Pembagian ekosistem Laut yaitu (1) Menurut Kedalamannya yaitu Daerah
litoral/Daerah Pasang Surut, daerah Neritik, Daerah Batial/Daerah Remang-remang, daerah
Abisal. (2) Berdasarkan Intensitas Cahayanya yaitu Daerah Fotik, Daerah Twillight, Daerah
Afotik. (3) Menurut wilayah Permukaannya secara Horizontal yaitu Epipelagik, Mesopelagik,
Batiopelatik, Abisal Pelagik, Hadal Pelagik.
Adaptasi biota laut terhadap lingkungan yang berkadar garam tinggi. Cara Ikan
beradaptasi yaitu: Banyak minum; Air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus;
Sedikit mengeluarkan Urine; Pengeluaran air terjadi secara Osmosis; Garam-Garam
dikeluarkan secara osmosis melalui ingsang.
Keanekaragaman Hayati Ekosistem Laut Dangkal, pada Produsen Ekosistem Laut
Dangkal terdapat Mikroalga (Phytoplankton), Makroalga (Seaweed), Tumbuhan Berbunga
(Seagrass).

BAB X. PENCEMARAN LAUT


Pada bab X, Pencemaran diperairan menjadi beberapa komponen, yaitu (1) Limbah
yang mengakibatkan penurunan kadar oksigen terlarut; (2) Limbah yang mengakibatkan
munculnya penyakit; (3) Senyawa organic Sintetik; (4) nutrient tumbuhan; (5) Senyawa
Anorganik dan Mineral; (6) Sedimen; (7) Radio aktif; dan (8) pencemaran panas dan Minyak.
Aneka Pemanfaatan Zona Pesisir yaitu ada pemukiman kota, Pengembangan Industri,
Pembuangan Limbah, pekerjaan Perlindungan Pantai, Pelabuhan dari Transportasi Laut,
Struktur Transportasi darat.
Mitigasi Bencana Laut, Mitigasi adalah sebuah upaya untuk melakukan perencanaan
yang tepat untuk meminimumkan dampak bencana. Untuk itu diperlukan berbagai bentuk
pendekatan dalam menetapkan strategi mitigasi yang diperlukan yaitu Analisis Pola suksesi,
Analisis pola Adaptasi, Analisis Struktur Populasi, Analisis Interaksi dan model, Analisis
minimisasi Risiko.

B. Buku Pengantar Oseanografi


BAB I. PENDAHULUAN
Pada bab I di bahas mengeni Oseanografi dapat didefenisikan secara sederhana
sebagai suatu ilmu yang mempelajari lautan. Ilmu ini semata-mata bukanlah merupakan suatu
ilmu yang murni, tetapi merupakan perpaduan dari berbagai macam-macam ilmu dasar lain.
Ilmu-ilmu lain yang termasuk didalamnya ialah ilmu tanah (geology), ilmu bumi
(geography), ilmu fisika (physics), ilmu kimia (chemistry), ilmu hayat (biology) dan ilmu
iklim (Metereology). Namun ilmu oseanogarfi dapat dibagi menjadi empat yaitu: Fisika
Oseanografi, Geologi Oseanografi, Kimia Oseanografi, Biologi Oseanografi.
Manusia tertarik pada lautandapat ditinjau kembali pada permulaan zaman peradaban
manusia, ketika pengetahuan tentang dunai dibatasi pada Negara-negara dimana kapal-kapal
pelaut dapat pergi dan kembali. Ilmu oseanografi terbilang masih muda, dimana masih
banyak hal-hal lain yang harus dipelajari.
Lembaga Oseanografi Nasional sekarang ini sudah mempunyai sebuah station
penelitian yang berjalan dengan baik. Dimana dilengkapi dengan peralatan laboratorium dan
kapal-kapal peneliti yang telah melakukan beberapa kali penelitian terhadap kondisi perairan
disekitarnya.

BAB II. SUMBER-SUMBER ALAM DARI LAUTAN


Bab II ini merupakan pendahuluan yang berhubungan dengan sumber-sumber alam
yang tersedia dilautan dan problema-problema yang menyangkut pengelolaan mereka. Dalam
bab ini juga membicarakan tentang bahayanya polusi lautan dn problema-problema yang
diakibatkan oleh pembuangan sisa-sisa produksi dari aktivitas di daratan.
Lautan mengandung sumber-sumber mineral yang jumlahnya berlimpah-limpah.
Lautan juga kaya akan deposit mineral-mineral dan bebrapa diantaranya terdapat diperairan
yang dangkal yang berbatasan dengan daratan. Sumber daya alam yang paling penting yang
ditemukan dari lautan pada zaman modern ini adalah besar hidrokarbon. Lautan juga sudah
dipergunakan sebagai suatu sumber pembangkit tenaga listrik dibeberapa tempat didunia
yang diperoleh dari air pasang. Lautan yang berbatasan dengan daratan biasanya mempunyai
sumber perikanan yang berpotensial tinggi. Didalam melengkapi kebutuhan-kebutuhan
produksi perikanan yang berasal dari laut akan menjadi begitu besar penting artinya dimasa
yang akan datang.
Hampir seluruh mineral-mineral yang berasal dari lautan mempunyai sifat tidak dapat
diperbaharui ( non-renewable). Dengan kata lain bahwa sebenarnya mereka ini dapat
diperbaharui secara lambat sekali. Tetapi jumlah yang dieksploitasikan jauh melebihi dari
kemampuan mereka untuk membentuk diri kembali. Akibatnya kita seolah-olah mereka
mempunyai jenis mineral yang tidak dapat diperbaharui lagi.
Pencemaran laut dengan pengelolaan yang berlebihan terhadap sumber-sumber alam
didaerah daratan akan memberikan pengaruh yang panjang dan mengakibatkan efek
kerusakan yang hebat dilautan.

BAB III. DARATAN DAN LAUTAN


Pada bab III dibahas mengenai, adapun urutan lapisan-lapisan tersebut telah dimana
masing-masing adalah:
- Atmosfer
- Hidrosfer
- Astenosfer
- Pusat Bumi
Pada dasarnya bumi kita ini dapat dibagi menjadi tanah hemisfer yang meliputi
seluruh massa tanah dan daratan dan lautan hemisfer.
Bentuk-bentuk lembah lautan:
1. Ridge dan Rise
2. Trench
3. Abyssal Plain
4. Continental Island
5. Island Arc
6. Mild-Oceanic Volcanic Island
7. Atol-Atol
8. Seamount dan guyot
Batasan-batasan pantai yaitu:
1. Continental Shelf
2. Continental Slope
3. Continental Rise

BAB IV.PEMBENTUKAN LAUTAN DAN DARATAN


Pada bab IV mulanya para ahli percaya bahwa bentuk kerak bumi adalah tetap tidak
berubah-ubah. Mereka berpikir bahwa sifat-sifat topografi utama bumi ini termasuk lautan,
daratan dan pulau-pulau sudah ada dan berbentuk seperti yang ada pada saat ini sejk dahulu.
Akan tetapi dari hasil penelitian geologi modren menunjukkan sautu gambaran yang sangat
bereda. Sekarang sudah jelas terbukti bahwa kerakbumi itu telah dan masih terus mengalami
perubahan-perubahan.
Suatu bukti bahwa di bawah permukaan bumi ini masih berlngsungaktivitas-aktivitas
yan hebat yaitu dengan terdapatnya gunung berapi dan gempa bumi yang sering terjadi.
Kegiatan gunung berapi berhubungn erat dengan daerah-daerah subdication sehingga
menyebabkan terbentuknya jajaran gunung-gunung yang mengesankan diberbagai tempt
dimuka bumi ini. Penyebaran dasarlautn tetapi ini juga merupakan suatu hasil dari
gerakkanmassa tanah daratan.

BAB V. SEDIMEN
Pada bab V, untuk mengklarifikasi sedimen adalah dengan melihat asal mereka
yaitu:Sedimen Lithogenous, jenis sedimen ini berasal dari sisa pengikisan batuan-btuan di
darat. Hal ini dapat terjadi oleh karena adanya suatu kondisi fisik yang ekstrim, seperti yang
disebabkan oloeh karena adanya proses pemanasan dan pendinginan terhadap batu-batuan
yng terjadi secara berulang-ulang dipadang pasir, oleh karena adanya embun-embun es
dimusim dingin, atau oleh karena adanyaaksi kimi dari larutanbahan-bahanyang terdapat di
dalam air hujan atau air tanah terhadap permukaan batu. Sedimen Biogenous, sisa-sisa rangka
dan organisme hidup juga akan membentuk endapan partikel-partikelhalus yang dinamakan
ooze yang biasanya mengendap pada daerah-daerah yang letaknya jauh dari pantai. Sedimen
Hydrogenous, jenis partikel ini dibentuk sebagai hasil reaksi kimia dalam air laut. Terjadinya
arus turbiditty ini hanya dapat dicatat secar tidak langsung, tetapi bukti tentang adnya mereka
ini sudah jelas terlihat.
BAB VI. AIR LAUT
Pada bab VI dibahas mengenai air adalah suatu zat pelarut yang bersifat sangat
berdayaguna yang mampu melarutkan zat-zat lain dalam jumlah yang lebih besar dari pada
zat cair lainnya. Suhu di laut adalah salah satu faktor yang amat penting bagi kehidupan
organisme di lautan, karena suhu memepengaruhi baik aktivitas metabolisme maupun
perkembanganbiakan dari organisme-organisme tersebut. Radiasi matahari juga penting
dalam melengkapi cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman hijau-hijauan untuk dipakai dalam
proses fotosintesa. Penyebaran yang luas dari air laut dapat ditentukan oleh adanya perbedaan
densitas dari massa air yang didekatnya. Mereka dapat terjadi demikian terutama disebabkan
karena adanya perbedaan suhu dan salinitas.

BAB VII. LAUTAN DAN IKLIM


Pada bab VII dibhas mengenai Iklim tergantung pada hubungan yang kompleks yang
terjadi antara keadaan di daratan, lautan dan atmosfer. Pada bab ini, kita akan membicarakan
tiga faktor utama yang mempengaruhi iklim yaitu: shu, curah hujan dan angin.

BAB VIII. GELOMBANG


Pada bab VIII dibahas mengenai gelombang selalu menimbulkan sebuah ayunan air
yang bergerak tanpa henti-hentinya pada lapisan permukan laut dan jarang dalm keadaan
sama sekali diam. Hembusan angin sepoi-sepoi pada cuaca yang tenang sekalipun sudah
cukup untuk dapat menimbulkan riak gelomang. Sebaliknya dalam keadaan dimana terjadi
badai yang besar dapat menimbulkan suatu gelombang besar yang dapat mengakibatkan
suatu keruskan hebat pada kapal-kapal atau daerah-daerah pantai.
Susunan gelombang dilautan baik bentuk maupun macamnya sangat bervariasi dan
kompleks, sehingga mengakibatkan mereka ini hampir tidak dapat diuraikan. Karena itu
sangatlah berguna untuk membuat sebuah model gelombang buatan yang dapat digerakkan
dan dikontrol secara hati-hati didalam sebuah tangki di laboratorium. Angin yang bertiup
diatas permukaan laut merupakan pembangkit utama gelombang. Bentuk gelombang yang
dihasilkan disini cenderung tidak tertentu yang tergantung kepada bermacam-macam sifat
seperti tinggi, periode dimana mereka dibentuk. Sifat-sifat gelombang paling tidak
dipengaruhi oleh tiga bentuk angin :
1. Kecepatan angin
2. Waktu dimana angin sedang bertiup
3. Jarak tanpa rintangan dimana angin sedang bertiup
Bentuk gelombang akan berubah dan akhirnya pecah begitu mereka sampai di pantai.
Hal ini disebabkan oleh karena gerakan melingkar dari partikel-partikel yang terletak
dibagian paling bawah gelombang dipengaruhi oleh gesekan dari dasar lut diperairan yang
dangkal. Gelombang besar yang ditimbulkan oleh tenaga yang tiba-tiba dilepaskan oleh
gempa bumi atau gunung meletus dinamakan tsunamis, yang kadang-kadang mengakibatkan
kerusakan yang hebat.

BAB IX. SIRKULASI AIR DI LAUTAN


Pada bab IX dibahas megenai arus merupakan gerakan air yang sangat luas yang
terjadi pada seluruh lautan di dunia. Arus-arus ini mempunyai rti yang sangat penting dalam
menentukan arah pelayaran bagi kapal-kapal. Faktor-faktor pembangkit arus permukaan
yaitu: Bentuk topografi dasar lautan dan pulau-pulau yang ada disekitarnya; gaya Coriolis
dan Arus ekman. Angin adalah sal;ah satu faktor yang paling bervariasi dalam
membangkitkan arus. Sejak sistem angin umum dunia selalu berjumlah tetap sepanjang
tahun, maka arah arus-arus dunia hanya mengalami variasi tahun yang kecil. Angin juga
menyebabkan timbulnya arus air vertikal yang dikenal sebagai upwelling dan sinking pada
beberap daerah pantai. Proses upwelling adalah suatu proses dimana massa air didorong
kearah atas dari kedalaman sekitar 100 sampai 200 meter yang terjadi disepanjang pantai
barat dibanyak benua. Sinking adalah suatu proses yang mengangkut gerakan air yang
tenggelam ke arah bawah diperairan pantai. Gerakan air yang luas dapat diakibatkan oleh
perbedaan densitas dari lapisan lautan yang mempunyai kedalaman yang berbeda-beda.
Perbedaan ini terutama pada salinitas dan suhu.
BAB X. PASANG
Pada bab X dibahas mengenai air pada bagian ujung pantai yang berbatasan dengan
lautan tidak pernah diam pada suatu ketinggian yang tetap, tetapi mereka ini selalu bergerak
naik dan turun sesuai dengan siklus pasang. Permukaan air laut perlahan-lahan naik sampai
pada ketinggian maksimum, peristiwa ini dinamakan pasang tinggi (high water), setelah itu
kemudian turun sampai kepada sutu ketinggian minimum yang disebut pasang rendah (low
water). Pasang terutama disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik antara dua tenaga yang
terjadi dilautan, berasal dari gya sentrifugal yang disebabkan oleh perputaran bumi pada
sumbunya dan gaya gravitasi yang berasal dari bulan.
BAB XI. BIOLOGI OSEANOGRAFI : SISTEM PELAGIK
Pada bab XI dibahas mengenai sistem pelagik terdiri dari hewan dan tumbuh-
tumbuhan yang hidupnya berenang dan mel;ayang-layang dilautan terbuka. Ini berbeda
dengan sistem bentik yang terdiri dari oganisme-organisme yang hidup di atas dasar lautan.
Sistem pelagik dibagi menjadi dua grup utama. Pertama, plankton yang terdiri dri organisme-
organisme yang berukuran kecil yang jumlahnya sangat anyak dan merek ini tidak cukup
kuat untuk menahan gerakan airyangbeitu besar. Kedua, nekton terdiri dari hewan-hewan
yang berukurn lebih besar yang mempunyai kemampuan untuk bergerak sendiri yang
membuat gerakan merek idak tergantung kepada kekuatan arus. Ikan adalah golongan yang
paling banyak dijumpai dalam grupini, termsuk cumi-cumi, ular laut, dugong, dan ikan paus.
Dalam grup ini tidak terdapat subgrup tumbuh-tumbuhan.

BAB XII. BIOLOGI OSEANOGRAFI : SISTEM BENTHOS


Pada bab XII dibahas mengenai organisme yng hidup di bagian dasar lautan dikenal
sebagai benthos. Termasuk di dalamnya seluruh hewan-hewan dan tumbuhan yang hidup
pada daerh yang masih dipengaruhi oleh air pasang (daerah littoral, daerah continental shelf
(sublittoral) dan yang tinggal dilaut yang sangat dalam (daerah bathyl dan abyssal). Again
pertama dari bab ini membicarakan tentang jenis organisme yang hidup disini dan hubungan
mereka satu sama lain. Bagian kedua membicarakan tentang empat lingkungn hidup yang
terletak diabgian dasar perairan dangkal dekat pantai (shallow coastal waters) yaitu: daerah-
daerah littoral, estuarin, mangrove swamp dan terumbu karang ( coral reef).

BAB XIII. PENCEMARAN


Pada bab XII dibahas mengenai mulanya orang berfikir bahwa degan melihat luasnya
lutan ini, maka semuahasil buangan sampah dan sisa-sisa industri yang berasal dari aktivitas
manusia di daratan seluruhnya dapat ditampung oleh lautan tanpa membut suatu akibat yang
membahayakan. Bahn pencemaran yang masuk ke dalam lautan akan diencerkan dan kekutan
mencemarkannya secara perlahan-lahan akan diperlemah sehingga membuat mreka menjadi
tidak berbahya. Adapun pencemaranya adalah : Pencemaran Minyak; Pencemaran logam
berat; Sampah; Pestisida.

C. Kelemahan dan Kelebihan kedua buku


Pada buku Pengantar Oseanografi tidak ditemukan keterangan buku-buku yang
biasanya di cantum dihalaman setelah cover. Namun kedua buku memiliki inti yang sama.
Pada buku Oseanografi buku ditulis dengan baik namun tidak menjelaskan secara rinci pada
setiap bab. Baik pada pengetikan dan Kosa kata cukup rapih dan bahasa mudah dimengerti.
Kedua Cover buku cukup dikatakan menarik dan buku sangat nikmat untuk dibaca dan juga
menamah wawasan baik penulis ataupun pembaca.

D. Analisis Kedua buku


Kedua buku memiliki inti yang sama dan hampir isi dari pada setiap bab sama. Baik
dari morfologi, sedimentasi dan pencemarannya. Pada buku Pengantar Oseanografi lebih
menekan dan mendalami dan lebih banyak kosa kata tambahan yang perlu didalami dan
setiap proses disertai dengan gambar. Pada buku Oseanografi buku ini lebih memperkecil
atau mengambil inti besarnya saja dan proses hanya sedikit diberikan gambar. Namun, buku
ini sudah mengalami perkembangan ilmu oseanografi dengan baik.