Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)

Gagal Jantung

Disusun oleh
ILVAN NUR AZIS
155070200111011
Reguler 1

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2017
Satuan Acara Pengajaran (Penyuluhan)

Mata Kuliah : Sistem Kardio


Pokok Bahasan : Gagal Jantung
Sasaran : Masyarakat Kec. Karangploso , Malang
Tempat : Aula Kec. Karangploso , Malang
Hari/ Tanggal : Senin, 8 Mei 2017
Alokasi Waktu : 50 menit
Pertemuan ke : Satu
Pengajar : Ilvan Nur Azis

A. Tujuan Instruksional
 Tujuan Umum
Masyarakat Karangploso dapat lebih memahami mengenai tanda dan gejala penyakit gagal
jantung, sehingga timbul kesadaran untuk menghindari faktor resiko yang dapat mengakibatkan
terjadinya penyakit jantung. Hal ini ditujukan sebagai tindakan preventif untuk meminimalisir
penyakit gagal jantung.
 Tujuan Khusus
- Masyarakat dapat mengetahui pengertian gagal jantung secara benar
- Masyarakat dapat mengetahui tanda dan gejala adanya permasalahan pada jantung
- Masyarakat dapat mengetahui jenis-jenis gagal jantung

B. Sub Pokok Bahasan


 Pengertian gagal jantung
 Tanda dan gejala penyakit jantung
 Jenis dan klasifikasi penyakit jantung

C. Kegiatan Belajar Mengajar


Tahap Waktu Kegiatan Pengajar Kegiatan Peserta Metode Media
Pendahuluan 5’ - Mengucapkan salam - Menjawab salam Penyuluhan Leaflet
- Menerima leaflet

- Membagikan beberapa
leaflet kepada peserta
- Memperkenalkan diri
- Mendengarkan
- Menjelaskan tujuan
dan
penyuluhan
- Menjelaskan highlight memperhatikan
bahasan

Penyajian 20’  Menjelaskan tentang Mendengarkan dan Penyuluhan Leaflet


pengertian gagal memperhatikan
jantung secara benar
- Menjelaskan tentang
tanda dan gejala adanya
permasalahan pada
jantung
- Menjelaskan tentang
jenis-jenis gagal
jantung

Penutup 25’ - Mengadakan sesi tanya - Mengajukan Penyuluhan Leaflet


jawab pertanyaan jika
ada bahasan yang
- Menunjuk beberapa
kurang dimengerti
orang pendengar secara
- Menjawab
acak dan memberikan
pertanyaan yang
pertanyaan untuk
diberikan oleh
mengevaluasi apakah
pengajar
materi penyuluhan
dapat dipahami atau
tidak
- Memberikan apresiasi
kepada pendengar yang
berhasil menjawab
- Menerima
pertanyaan
apresiasi jika
- Memberikan kuisioner
berhasil menjawab
mengenai
pertanyaan dengan
kebermanfaatan
benar
penyuluhan - Menerima dan
- Mengucapkan terima mengisi kuisioner
kasih dan salam
penutup - Menjawab salam

D. Evaluasi
1. 80% peserta mampu menjawab pertanyaan dari pengajar dengan tepat
2. 80% hasil kuisioner menyatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat dan perlu dilaksanakan kembali

E. Materi (Terlampir)

F. Daftar Pustaka

Price, Sylvia A. & Wilson, Lorraine M. 2002. Patofisiologi: Konsep KLinis Proses-Proses
Penyakit. Terjemahan Hartanto Huriawati. 2005. Jakarta: EGC.
American Heart Association. Heart Disease and Stroke Facts, 2006 Update. Dallas, Texas: AHA,
2006.
Baughman, C. Diane & Hackley JoAnn. Keperawatan Medikal Bedah Buku Saku untuk Brunner
dan Suddarth, Edisi 1, Alih bahasa: Yasmin asih, Editor Monica Ester, Jakarta: EGC.
2000.
Mansjoer A. dkk. (Eds). Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ke-3. Volume 1. Jakarta: Media
Aesculapius. 2001.
Karim S, Kabo P. EKG dan Penanggulangan Beberapa Penyakit Jantung untuk Dokter Umum.
Jakarta: Balai Penerbit FK UI. 2002.

Materi (Lampiran)

A. Pengertian Gagal Jantung

Gagal jantung adalah suatu keadaan dimana jantung tidak mampu lagi memompakan
darahsecukupnya dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi untuk metabolisme jaringan tubuh, sedangkan
tekanan pengisian ke dalam jantung masih cukup tinggi.

Gagal jantung kongestif adalah keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung,
sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan
atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolik secara abnormal.
Penamaan gagal jantung kongestif yang sering digunakan kalau terjadi gagal jantung sisi kiri dan sisi
kanan.

B. Gejala Klinis

Manifestasi klinis gagal jantung bervariasi, tergantung dari umur pasien, beratnya gagal
jantung, etiologi penyakit jantung, ruang-ruang jantung yang terlibat, apakah kedua ventrikel
mengalami kegagalan serta derajat gangguan penampilan jantung. Pada penderita gagal jantung
kongestif, hampir selalu ditemukan :

 Gejala paru berupa dyspnea, orthopnea dan paroxysmal nocturnal dyspnea.


 Gejala sistemik berupa lemah, cepat lelah, oliguri, nokturi, mual, muntah, asites,
hepatomegali, dan edema perifer.
 Gejala susunan saraf pusat berupa insomnia, sakit kepala, mimpi buruk sampai delirium.

Gejala yang dapat muncul antara lain :

1. Sesak Nafas (Dyspnea)


Orang yang memiliki risiko gagal jantung parah mungkin merasa kehabisan napas setelah
melakukan suatu aktivitas. Kesulitan bernapas dapat dipicu ketika naik tangga atau bahkan
berjalan-jalan. Mereka mungkin merasa sakit parah di dada atau rasa berat di dada.
2. Paroxysmal nocturnal dyspnea (kesulitan bernapas saat tidur)
Adalah gejala umum lain dari gagal jantung. Gejala-gejala termasuk sesak nafas yang
hebat, dan batuk yang terjadi 1-3 jam setelah tidur.
3. Retensi cairan (Edema) dan Berat Badan
Orang yang telah jatuh pada kondisi gagal jantung biasanya mengalami pembengkakan pada kaki,
pergelangan kaki, pembuluh darah leher atau perut. Peningkatan retensi cairan secara tiba-tiba,
sangat berpengaruh pada berat badan seseorang.
4. Batuk
Pasien mungkin mengalami batuk kering dan dapat ditanggulangi dengan mencoba duduk
tegak.
5. Kehilangan massa otot
Pasien yang berisiko terkena serangan jantung berat, memiliki kecenderungan untuk
kehilangan massa otot dari waktu ke waktu.
6. Gejala gastrointestinal (gejala yang berkaitan dengan sistem pencernaan, terutama lambung dan
usus).
Pasien kehilangan nafsu makan dan merasa kenyang bahkan setelah makan dalam jumlah
kecil. Mereka juga sering mengalami sakit perut.
7. Edema paru
Edema paru, kondisi yang ditandai oleh penumpukan cairan di paru-paru. Berikut ini
gejala edema paru:
- Sesak napas yang disertai dengan batuk .
- Adanya sensasi menggelegak di paru-paru.
- Kulit berubah berkeringat dan pucat, hampir biru dalam beberapa kasus.
- Irama jantung tidak normal Irama jantung bisa berubah dari cepat menjadi lambat.

Gejala yang muncul menurut bagian jantung yang terkena :

a. Gagal Jantung Kiri


Gagal jantung kiri atau gagal jantung ventrikel kiri terjadi karena adanya gangguan pemompaan
darah oleh ventrikel kiri sehingga curah jantung kiri menurun dengan akibat tekanan akhir diastolic
dalam ventrikel kiri dan volum akhir diastolic dalam ventrikel kiri meningkat.
Gejalanya antara lain :
- Perasaan badan lemah - Takhikardia
- Cepatl lelah - Dispnea
- Berdebar-debar - Paroxysmal nocturnal dyspnea
- Sesak nafas - Ronki basah paru dibagian basal
- Batuk Anoreksia -Bunyi jantung III
- Keringat dingin.

b. Gagal Jantung Kanan


Gagal jantung kanan karena gangguan atau hambatan pada daya pompa ventrikel kanan sehingga
isi sekuncup ventrikel kanan menurun tanpa didahului oleh adanya gagal jantung kiri.
Gejalanya antara lain:
- Edema tumit dan tungkai bawah
- Hati membesar, lunak dan nyeri tekan
- Bendungan pada vena perifer
(jugularis)
- Gangguan gastrointestinal (perut
kembung, anoreksia dan nausea) dan
asites.
- Berat badan bertambah
- Penambahan cairan badan
- Kaki bengkak (edema tungkai)
- Perut membuncit
- Perasaan tidak enak pada
epigastrium.
- Edema kaki
- Asites
- Vena jugularis yang terbendung
- Hepatomegali
C. Derajat Gagal Jantung

Gagal jantung bisanya digolongkan menurut derajat atau beratnya gejala seperti
klasifikasi menurut New York Heart Asscsiation (NYHA). Klasifikasi tersebut digunakan
secara luas di dunia internasional untuk mengelompokkan gagal jantung.Gagal jantung
ringan, sedang, dan berat ditentukan berdasarkan beratnya gejala, khusnya sesak nafas
(dispnea). Meskipun klasifikasi ini beguna untuk menentukan tingkat kemampuan fisik dan
beratnya gejala, namun pembagian tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan lain.

Klasifikasi gagal jantung menurut NYHA :


KELAS DEFINISI ISTILAH
I Klien dengan keainan jantung tapi Disfungsi ventrikel kiri
tanpa pembatasan aktifitas fisik yang asimtomatik
II Klien dengan kelainan jantung yang Gagal jantung ringan
menyebabkan sedikit pembatasan
aktifitas fisik
III Klien dengan kelaianan jantung yang Gagal jantung sedang
menyebabakan banyak pembatasan
aktifitas fisik
IV Klien dengan kelaianan jantung yang Gagal jantung berat
segla bentuk ktifitas fisiknya akan
menyebabkan keluhan