Anda di halaman 1dari 9

ANATOMI DAN HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI AVES

FRANSISCA PUSPITASARI

170342615530

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Malang

Jl. Semarang No. 5 Malang

Email : fransiscapuspitasari@gmail.com

Tujuan : Membandingkan sistem reproduksi aves jantan dan betina berdasarkan struktur
anatomi dan histologi sel gamet pada burung merpati.

PENDAHULUAN

Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang


memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai
Archaeopteryx. Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil
mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar
8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya
ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam
kelas aves. Berbagai jenis burung pastinya dihasilkan oleh burung itu sendiri untuk
melestarikan jenisnya, yaitu dengan cara bereproduksi. Pada sistem reproduksi aves
jantan terdiri dari testis, vas deferens, vesikula seminalis, dan alat kopulasi (kloaka). Pada
sistem reproduksi aves betina terdiri dari ovarium, oviduk, uterus, dan kloaka (Mayakapu,
2013).Sistem reproduksi aves jantan terdiri dari dua testis yang terletak pada dorsal area
rongga tubuh, dekat bagian akhir anterior ginjal. Testis tidak pernah turun ke dalam
skrotum eksternal seperti pada mamalia. Bentuknya elipsoid dan berwarna kuning terang,
sering pula berwarna kemerahan karena banyaknya cabang-cabang pembuluh darah
pada permukaannya (Suprijatna, 2005). Masing-masing testis terjulur saluran vas
deferens sejajar dengan ureter yang berasal dari ren. Di dalam kloaka pada beberapa
spesies memiliki penis sebagai alat untuk menuangkan sperma ke kloaka hewan betina
(Jasin, 1984). Organ reproduksi ayam betina terdiri atas indung telur (ovarium) dan
saluran telur (oviduk). Ovarium ayam terletak pada rongga badan sebelah kiri. Pada saat
perkembangan embrionik ovarium dan oviduk sebelah kiri mengalami perkembangan
sempurna sedangkan ovarium dan oviduk sebelah kanan mengalami degenerasi menjadi
rudimen (Hartanto, 2010).

1
TESTIS
Testis aves jantan terletak di rongga badan dekat tulang belakang, melekat pada
bagian dorsal dari rongga abdomen dan dibatasi oleh ligamentum mesorchium,
berdekatan dengan aorta dan vena cava, atau di belakang paru-paru bagian depan
dari ginjal. meskipun dekat dengan rongga udara, temperature testis selalu 41-43
derajat celcius karena spermatogenesis (pembuatan sperma) akan terjadi pada
temperature tersebut. Testis aves berbentuk biji buah buncis terbungkus oleh dua
lapisan tipis transparan, lapisan albughin yang lunak. Bagian dalam testis terdiri atas
tubuli seminiferi (85-90% dari volume testis), yang merupakan tempat terjadinya
spermatogenesis, dan jaringan inertitial yang terdiri atas sel glanduler (sel leydig)
tempet disekresikannya hormone steroid, androgen, dan testosterone. Besarnya testis
bergantung pada umur, strain, musim dan pakan (Yuwanta, 2004). Testis terdiri dari
sejumlah besar saluran kecil yang bergulung-gulung dan dari lapisan-lapisannya
dihasilkan sperma. Saluran tubulus seminiferus akhirnya menuju keductus deferent,
yaitu sebuah saluran yang berfungs mengalirkan sperma keluar dari tubuh. Masing-
masing ductus deferent bermuara ke dalam sebuah papila kecil yang bersama
berperan sebagai organ intromittent (Suprijatna, 2005). Jantan pada kebanyakan
spesie aves tidak memiliki penis. Kopulasi terjadi dengan cara kontak di permukaan
kloaka dengan jantan berdiri di atas betina (Lestari dkk, 2017). Testis aves memiliki
tunika albuginea berserat tetapi tidak ada mediastinum atau jaringan ikat pendukung
trabekula. Tubulus seminiferus membentuk jaringan anastomosing, celah yang
ditempati oleh pembuluh darah, fibroblas dan sel interstitial spesifik. Epitel seminiferus
berlapis-lapis pada burung dewasa dewasa seperti pada mamalia. Kepala
spermatozoa panjang, sempit dan melengkung lembut. Ductus deferens melintasi
dinding urodeum (bagian dari kloaka, dan dilanjutkan sebagai duktus ejakulasi. Kripta
dalam hadir dengan kelenjar tubular pendek berbaring di lamina propria urodeum.
Limfosit hadir di jaringan konektif subepitel (Aughey, 2001).
SALURAN DEFERENS
Saluran deferens dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian atas yang merupakan
muara sperma dari testis, serta bagian bawah yang merupakan perpanjangan dari
saluran epididimis dan dinamakan saluran deferens. Saluran deferens ini akhirnya
bermuara di kloaka pada daerah proktodeum yang bersebelahan dengan urodeum
dan koprodeum. Di dalam saluran deferens, sperma mengalami pemasakan dan
penyimpanan sebelum diejakulasikan. Pemasakan dan penyimpanan sperma terjadi
pada 65% bagiandistal saluran deferens (Yuwanta, 2004).
VESIKULA SEMINALIS
Pada sebagian aves memiliki vesikula seminalis yang merupakan gelembung kecil

2
bersifat kelenjar sebagai tempat menampung sementara sperma sebelum dituangkan
melalui papil yang terletak pada kloaka (Yuwanta, 2004).
ALAT KOPULASI
Alat kopulasi pada ayam berupa papilla (penis) yang mengalami rudimenter, kecuali
pada itik berbentuk spiral. pada papilla ini juga diproduksi cairan transparan yang
bercampur dengan sperma saat terjadinya kopulasi (Yuwanta, 2004).
OVARIUM
Pada sebagian besar burung hanya indung telur kiri dan saluran telur yang berfungsi.
Ovarium terdiri dari korteks luar yang menyelubungi medula vaskular. Korteks ditutupi
dengan epitel kuboid yang terus menerus dengan mesotelium dari peritoneum. Tunica
albuginea yang mendasari adalah lapisan tipis dari jaringan ikat padat. Di dalam folikel
ovarium terdapat stroma, stroma adalah jaringan ikat longgar pembuluh darah dengan
pembuluh darah sinusoidal dan folikel dengan berbagai ukuran, ialah folikel
postovulasi dan folikel atretik. Folikel-folikel yang besar (telur burung megalethical
atau yolked besar) digantung dari permukaan ovarium oleh batang-batang jaringan
kortikal. Setiap folikel terdiri dari oosit yang tumbuh dengan oosit kuning dengan
nukleus bulat. Oosit dikelilingi oleh beberapa lapisan: teka eksterna, teka interna,
membran granulosa dan membran perivitelline (Aughey, 2001).
OVIDUK
Pada unggas saluran telur kiri fungsional terdiri dari lima daerah: infundibulum,
magnum, ismus, uterus atau kelenjar kulit, dan vagina. Dinding saluran telur terdiri
dari mukosa yang terbuat dari epitel pseudostratified dan lamina kelenjar propria.
Lipatan longitudinal di mukosa memanjang secara spiral sepanjang saluran telur tetapi
bervariasi dalam tinggi dan ketebalan. Muskularis adalah otot polos dengan lapisan
longitudinal melingkar dalam dan luar meningkat secara bertahap dalam ketebalan.
Jaringan ikat longgar membentuk serosa. Infundibulum menelan oosit luruh dan
setelah pembuahan, meletakkan lapisan pertama albumen. Proporsi albumen terbesar
dihasilkan oleh bagian duktus yang paling depan dan paling panjang: magnum.
Kelenjar mukosa dari magnum dipagari dengan sel-sel kolumnar yang dikemas
dengan butiran eosinofilik sebelum kedatangan telur dan habis setelah perjalanannya.
Membran shell terbentuk di wilayah pendek, sempit, pada isthmus berikutnya. Di sini
kelenjar mukosa dipagari dengan sel-sel vakuolat dengan pewarnaan buruk yang
tidak menunjukkan fase sekresi yang ditandai seperti yang terlihat pada magnum.
Lipatan mukosa ismus memanjang dan terletak pada lipatan berbentuk daun. Setelah
diterima oleh ‘uterus’ atau kelenjar kulit, telur tetap berada di wilayah ini selama
sekitar 20 jam, selama kalsifikasi cangkang dan pembentukan kutikula terjadi. Cairan
berair juga ditambahkan ke albumen. Mukosa uterus berbentuk datar, berbentuk

3
daun, memanjang lipatan. Epitelium adalah lapisan terus menerus dari sel-sel
kolumnar dengan nuklei basal dan apikal bergantian, dan ini telah diberi nama sel
basal dan apikal. Sel-sel basal memiliki permukaan apikal yang terbatas; sel-sel apikal
bersilia. Kelenjar tubular uterus dipagari dengan sel-sel yang mengandung butiran
pewarna pucat baik sebelum dan selama fase pembentukan cangkang, tetapi
kemudian habis. Vagina pendek dan sempit dan memiliki muskularis yang
berkembang dengan baik. Kelenjar tubular yang pendek, kelenjar inang sperma,
ditemukan di dekat persimpangan vagina dengan kelenjar kulit dan terletak di dalam
jaringan mukosa. Seperti namanya, fungsi mereka adalah untuk menyimpan sperma
setelah inseminasi. Lipatan mukosa yang panjang dan ramping pada titik ini dan
menanggung lipatan sekunder yang pendek. Permukaan ini dilapisi dengan epitel
kolumnar dan sel mukosa pseudostratified (Aughey, 2001).
UTERUS
Uterus disebut juga glandula kerabang telur, pada bagian ini terjadi dua fenomena,
yaitu hidratasi putih telur atau plumping, kemudian terbentuk kerabang telur. Warna
kerabang telur yang terdiri atas sel phorphirin akan terbentuk di bagian ini pada akhir
mineralisasi kerabang telur (Yuwanta, 2004).
VAGINA
Vagina merupakan bagian akhir dari saluran oviduk yang bermuara pada kloaka.
Vagina merupakan tempat telur ditahan untuk sementara dan dikeluarkan apabila
sudah sempurna (Suprijatna, 2005). Pada vagina hampir tidak terdapat sekresi di
dalam pembentukan telur, kecuali pembentukan kutikula. Telur melewati vagina
dengan rapat, kemudian dikeluarkan (oviposition) dan setelah peneluran akan kembali
terjadi ovulasi (Yuwanta, 2004).
KLOAKA
Kloaka merupakan bagian ujung luar dari oviduk tempat dikeluarkannya telur. Di
samping itu, saluran reproduksi aves betina bersifat tunggal. Artinya, hanya oviduk
bagian kiri yang mampu berkembang. Padahal, ketika ada benda asing seperti yolk
dan gumpalan darah, ovulasi tidak dapat terjadi. Proses pengeluaran telur ini diatur
oleh hormone oksitosin dari pituitarian bagian belakang (pituitaria pors posterior)
(Yuwanta, 2004).
METODE PENGAMATAN

Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, alat seperti papan seksi, satu set alat
bedah, pipet tetes, gelas arloji, kaca benda, kaca penutup, mikroskop cahaya, mikroskop
stereo, dan bahan seperti larutan HBSS, plastik, kantong plastik, tisu, lap dan bahan
segar aves jantan dan betina berupa burung merpati. Lalu, menyembelih burung merpati

4
dengan menggunakan pisau tajam pada leher burung sampai mati dan tidak sampai
putus lehernya. Setelah itu, mencabuti bulu nya sampai bersih lalu dibersihkan dengan
menggunakan air mengalir. Lalu, melakukan pembedahan pada bagian ventral ke arah
lateral menggunakan scalpel dan pinset di atas papan seksi. Menyingkirkan organ dalam
yang bukan merupakan sistem reproduksi. Lalu, mengamati saluran reproduksinya dan
membandingkan antara aves jantan dan betina. Pada burung jantan, memotong sebagian
kecil testis menggunakan pinset dan gunting. Pada burung betina, mengambil sebagian
folikel menggunakan pinset dan scalpel. Lalu, meletakan potongan testis dan folikel pada
kaca arloji dan direndam pada larutan HBSS, fungsi larutan HBSS ialah menjaga supaya
sel tetap hidup. Setelah itu, potongan testis tersebut dikorek dengan menggunakan jarum
pentul, kemudian diambil menggunakan pipet tetes, lalu diletakkan pada kaca benda dan
ditutup dengan kaca penutup. Kemudian, mengamati struktur sel sperma menggunakan
mikroskop cahaya. Pada folikel sel ovum aves betina dilakukan pengamatan dengan
menggunakan mikroskop stereo dan mikroskop cahaya. Sel ovum tersebut diletakkan
pada kaca benda, lalu diamati strukturnya menggunakan mikroskop stereo,kemudian
menetesi larutan HBSS pada kaca benda tersebut, ditutup dengan kaca penutup dan
dipencet secara perlahan. Lalu, mengamati struktur folikel menggunakan mikroskop
cahaya (Listyorini dkk, 2018).

HASIL PENGAMATAN

PERBANDINGAN STRUKTUR ANATOMI SISTEM REPRODUKSI AVES


AVES JANTAN AVES BETINA

5
Sumber : Dok. Pribadi Sumber : Dok. Pribadi
Keterangan : Keterangan :
1. Testis 1. Ovarium
2. Vas deferens 2. Oviduk
3. Ureter 3. Ureter
4. Vesikula seminalis 4. Uterus
5. Kloaka 5. Kloaka
Testis Aves Jantan jika diambil Ovarium Aves Betina jika diambil

Sumber : Dok. Pribadi Sumber : Dok. Pribadi


Keterangan : Keterangan :
1. Lapisan Albhugin 1. Membran Vitelin
2. Tubulus seminiferus
Diamati menggunakan mikroskop stereo Diamati menggunakan mikroskop stereo

PERBANDINGAN STRUKTUR HISTOLOGI SEL GAMET AVES


AVES JANTAN AVES BETINA
Sel Spermatozoa Folikel Sel Ovum yang sudah dipencet

6
Sumber : (Alfi, 2018) Sumber : Dok. Pribadi
Keterangan : Keterangan :
1. Cairan sel sperma 1. Inti sel
2. Ekor sel sperma 2. Sel folikel (sel granulosa)
3. Kepala sel sperma
Perbesaran 400x diamati dengan Perbesaran 400x diamati dengan
menggunakan mikroskop cahaya menggunakan mikroskop cahaya
Literatur Sel sperma Literatur Sel ovum

Sumber : (Schoenwolf 2003dalam Sumber : (Schoenwolf 2003 dalam


Labwork Andev 2018 oleh Listyorini, Dwi Labwork Andev 2018 oleh Listyorini, Dwi
dkk) dkk)

PEMBAHASAN

Pada pengamatan aves jantan ditemukan anatomi sistem reproduksi yaitu, testis, vas
deferens, ureter, vesikula seminalis, dan kloaka. Menurut (Yuwanta, 2004) Testis aves
berbentuk biji buah buncis terbungkus oleh dua lapisan tipis transparan, lapisan
albughin yang lunak. Bagian dalam testis terdiri atas tubuli seminiferi (85-90% dari
volume testis), yang merupakan tempat terjadinya spermatogenesis, dan jaringan
inertitial yang terdiri atas sel glanduler (sel leydig) tempet disekresikannya hormone
steroid, androgen, dan testosterone. Besarnya testis bergantung pada umur, strain,
musim dan pakan. Menurut (Yuwanta, 2004) Di dalam saluran deferens, sperma
mengalami pemasakan dan penyimpanan sebelum diejakulasikan. Pemasakan dan
penyimpanan sperma terjadi pada 65% bagiandistal saluran deferens. Vas deferens
adalah saluran sementara sel sperma untuk dikopulasikan ke kloaka aves betina.
Menurut (Yuwanta, 2004) vesikula seminalis yang merupakan gelembung kecil
bersifat kelenjar sebagai tempat menampung sementara sperma sebelum dituangkan
melalui papil yang terletak pada kloaka. Menurut (Yuwanta, 2004) Kloaka merupakan

7
bagian ujung luar dari oviduk tempat dikeluarkannya telur. Pada pengamatan aves
betina ditemukan anatomi sistem reproduksi yaitu, ovarium, oviduk, ureter, uterus, dan
kloaka. Menurut (Aughey, 2001) Pada sebagian besar burung hanya indung telur kiri
dan saluran telur yang berfungsi. Aves betina memiliki sepasang ovarium, kanan dan
kiri. Bentuk ovarium seperti buah anggur dan terletak pada rongga perut berdekatan
dengan ginjal kiri dan bergantung pada ligamentum mesoovarium. Ovarium kanan
tidak berkembang (mengalami rudimentasi). Oviduct berada di tengah-tengah ginjal,
menjulur dari ovarium, panjang dan juga berkelok-kelok. Uterus ialah tempat
terbentuknya cangkang pada sel telur yang akan dikeluarkan. Pada pengamatan testis
dengan menggunakan mikroskop stereo ditemukan lapisan albughin, menurut
(Yuwanta, 2004) testis dan tubulus seminiferus aves terbungkus oleh dua lapisan tipis
transparan, lapisan albughin yang lunak. Pada pengamatan ovum dengan
menggunakan mikroskop stereo ditemukan membran vitelin yang merupakan lapisan
yang membungkus sel telur. Pada pengamatan histologi sel sperma ditemukan
sperma yang ada bagian-bagiannya seperti kepala dan ekor sperma. Lalu pada
pengamatan histologi sel ovum betina ditemukan inti sel, dan sel folikel (granulosa).
KESIMPULAN

Aves bereproduksi secara internal. Pada sistem reproduksi aves jantan terdiri dari testis,
vas deferens. Ureter, vesikula seminalis, dan kloaka. Sedangkan, pada aves betina
sistem reproduksi terdiri dari ovarium, oviduk, ureter, uterus, dan kloaka. Reproduksi
dengan cara kopulasi dengan cara kontak di permukaan kloaka dengan jantan berdiri di
atas betina Dan pada sebagian besar burung betina hanya ovarium dan oviduk sebelah
kiri yang berkembang.

DAFTAR RUJUKAN

Yuwanta, Tri. 2004.Dasar Ternak Unggas.Yogyakarta; Kanisius

Suprijatna, Edjeng.2005.Ilmu Dasar Ternak Unggas.Depok; Penebar Swadaya

Hartanto, 2010. Pengaruh Ranggas Paksa (Forced Molting) Metode Puasa dan
Suplementasi Tepung Bekicot (Achatine fulica) pada Ransum Terhadap Bobot
Ovarium dan Pertumbuhan Folikel Yolk Ayam Arab (Galus turcicus).Malang; UIN
Malang

Jasin, Maskoeri.1984.Sistematik Hewan.Surabaya; Ternak Jaya

Lestari, Umie dkk.2017. Perkembangan Embrio Hewan.Malang; Jurusan Biologi


Universitas Negeri Malang

8
Aughey, E dan Fredric L Frye.2001.Comparative Veterinary Histology with Clinical
Correlates.United States; Manson Publishing Ltd
Listyorini, Dwi dkk.2018. ANDEV Labwork Handout.Malang; Jurusan Biologi Universitas
Negeri Malang

Anda mungkin juga menyukai