Anda di halaman 1dari 3

A.

Pendahuluan
Ekosistem merupakan suatu sistem di alam dimana terdapat hubungan timbal balik antar
organisme dengan organisme lainnya, juga dengan linkungannya. Ekosistem sifatnya tidak
tergantung ukuran tetapi ditekankan pada kelangkapan komponennya (Umar, 2009).
Indonesia mempunyai beragam ekosistem perairan baik besar maupun kecil yang
tersebar diseluruh pelosok negeri.Dalam ekosistem perairan tersebut banyak terjadi interaksi
antara organisme-organisme.Ekosistem perairan dibagi dalam tiga kategori utama yaitu
ekosistem air tawar, esturia dan ekosistem air laut.Ekosistem air laut sangat penting bagi
kehidupan manusia.Samudera yang menutupi sebagian permukaaan bumi berperan dalam
mengatur iklim bumi, atmosfer dan tempat berlangsungnya siklus mineral.Ekosostem esturia
merupaka zona peralihan antara air tawar dan air laut yang memiliki sifat tersendiri
(Resosoedarmo, 1993).
Sungai merupakan suatu ekosistem yang sangat komplit dan dinamis, keberadaannya
ditentukan oleh faktor biotik dan abiotik. Terganggunya kualitas air disebabkan perubahan
ekosistem dalam perairan seperti terjadinya pencemaran. Suatu lingkungan hidup dikatakan
tercemar apabila terjadi perubahanperubahan dalam tatanan lingkungan itu,akibat masuknya
dan dimasukannya suatu zat atau benda asing kedalam tatanan lingkungan tersebut.Secara
ekologis, sungai ini memberikan sumbangan yang demikian besar untuk habitat berbagai
kehidupan biota akuatik.Apabila salah satu komponen terganggu, maka hal ini akan
mempengaruhi komponen lain yang ada pada sungai tersebut.
Sungai dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: hulu, tengah dan hilir. Soemarwoto
(1982) dalam Asdak (1995) menyebutkan bahwa sistem ekologi di daerah hulu pada
umumnya dapat dipandang sebagai suatu ekosistem pedesaan. Pada bagian hulu, penggunaan
lahan sebagian besar merupakan daerah yang digunakan untuk perkebunan, pertanian dan
hutan (Asdak, 1995). Karena itu, bahan-bahan yang berpotensi sebagai pencemar adalah
limbah hasil pertanian dan daun-daun kering yang berguguran ke permukaan sungai.
Bentos merupakan kelompok organisme yang hidup di dalam atau di permukaan sedimen
dasar perairan. Peran organisme tersebut di dalam ekosistem akuatik adalah: melakukan
proses mineralisasi dan daur ulang bahan organik, sebagai bagian dalam rantai makanan
detritus dalam sumber daya perikanan, dan sebagai bioindikator perubahan lingkungan.
Bentos memiliki sifat kepekaan terhadap beberapa bahan pencemar, mobilitas yang rendah,
mudah ditangkap dan memiliki kelangsungan hidup yang panjang. Oleh karena itu peran
bentos dalam keseimbangan suatu ekosistem perairan dapat menjadi indikator kondisi ekologi
terkini pada kawasan tertentu (Pong-Masak dan Pirzan, 2006).
B. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah Permasalahan-permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini
adalah:
1. Bagaimanakah keanekaragaman benthos yang terdapat di perairan Sungai
Brantasmalang?
2. Bagaimanakah tingkat pencemaran disungai brantas dilihat dari keberadaan benthos
di Sungai Brantas Malang?

C. Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui keanekaragaman benthos diperairan Sungai Brantas Malang.
2. Untuk mengetahui tingkat pencemaran Sungai Brantas dilihat dari keberadaan
benthos di Sungai Brantas Malang.
DAFTAR RUJUKAN

Pong-Masak, P.R dan Pirzan, A.M. 2006. Komunitas Makrozoobentos pada Kawasan
Budidaya Tambak di Pesisir Malakosa Parigi-Moutong, Sulawesi Tengah. Biodiversitas. Vol.
7 No. 4 hal. 354360

Asdak, Chay. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta :
Gadjah Mada University Press.
Resosoedarmo. 1993. Polusi Domestik dan Kualitas Air. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.
Umar, M. Ruslan.2009. Penuntun Praktikum Ekologi Umum. Universitas Hasanuddin.
Makassar.