Anda di halaman 1dari 4

Nama Mahasiswa : Rini Ramdiani Muchtar

NIK : 17/421944/PEK/23521
Angkatan : Reguler 43
Mata Kuliah : Strategic Management
Dosen : Herris B. Simandjuntak, M.M., Dr.

Chapter I - What Is Strategy and Why Is It Important?

Apa itu Strategi dan Mengapa Strategi Menjadi Penting?


Dalam bisnis, strategi adalah raja. Strategi yang dibuat dan dilaksanakan dengan baik
serta dapat berkembang salah satu alasan sebuah perusahaan dapat berhasil naik ke puncak
dan bertahan tahun demi tahun. Pada bagian pertama buku ini akan membahas mengenai
Apa itu Strategi dan mengapa strategi menjadi penting? dengan tujuan pembelajaran sebagai
berikut:
 Memahami apa yang dimaksud dengan strategi perusahaan
 Mengetahui konsep Competitive Advantage yang berkelanjutan
 Memahami lima dasar pendekatan strategi terpenting untuk memenangkan
competitive advantage yang berkelanjutan
 Memahami bahwa strategi perusahaan akan berkembang karena perubahan keadaan
dan bagaimana upaya manajemen untuk meningkatkan strategi agar tetap
berkelanjutan.
 Pentingnya perusahaan memiliki model bisnis layak yang menguraikan proposisi
customer value perusahaan dan rumus keuntungan.
 Mempelajari tiga tes strategi kemenangan

Strategi perusahaan adalah serangkaian tindakan yang diambil oleh para manajer agar
lebih unggul dari perusahaan kompetitor dan mencapai profitabilitas yang besar. Tujuan dari
strategi yang baik bukan hanya keberhasilan dan keuntungan kompetitif sementara dalam
jangka pendek, tetapi harus berkesinambungan dan dapat meningkatkan pertumbuhan
pertumbuhan perusahaan di masa depan perusahaan dalam jangka panjang. Komitmen
manajerial diperlukan dalam mewujudkan hal tersebut bagaimana cara berkompetisi dengan
serangkaian strategi perusahaan. Termasuk didalamnya yakni :
 Menentukan posisi perusahaan di pasar.
 Bagaimana cara menarik pelanggan.
 Bagaimana bersaing melawan kompetitor.
 Bagaimana cara mencapai target kinerja perusahaan.
 Bagaimana memanfaatkan peluang untuk mengembangkan bisnis.
 Bagaimana menanggapi kondisi ekonomi dan pasar yang berubah.

Strategi, pada intinya, adalah bersaing secara berbeda dengan melakukan hal yang tidak
dilakukan atau apa yang tidak dapat dilakukan oleh perusahaan kompetitor. Inti dari strategi
adalah tindakan yang dilakukan oleh para manajer sehingga dapat meningkatkan competitive
advantage perusahaan agar dapat menarik customer dan bersaing dengan competitive
advantage yang dimiliki perusahaan kompetitor. Lima pendekatan strategis yang paling
sering digunakan dan dapat diandalkan, membangun loyalitas pelanggan yang kuat, dan
memenangkan competitive advantage adalah:
1. A low-cost provider strategy
Pemasok produk dengan harga yang rendah. Produk mencapai keunggulan berbasis
biaya atas pesaing. Contohnya : Walmart dan Southwest Airlines telah mendapatkan
posisi pasar yang kuat karena low-cost advantages yang mereka punya melebihi
perusahaan kompetitor mereka. A low-cost provider strategy dapat menghasilkan daya
saing yang tahan lama ketika kompetitor kesulitan untuk menjadi tandingan low-cost
leader.
2. A broad differentiation strategy
Membedakan produk atau layanan perusahaan dari saingan dengan cara yang
menarik. Contoh perusahaan yang mengadopsi strategi diferensiasi yang sukses
diantaranya Apple (innovative product), Johnson & Johnson dalam produk bayi
(product realibility), LVMH (luxury and prestige), dan BMW (engineering design
and performance). Salah satu cara untuk mempertahankan competitive advantage ini
adalah menjadi cukup inovatif untuk menggagalkan upaya kempetitor untuk
menduplikasi produk yang ditawarkan.
3. A focused low-cost strategy - berkonsentrasi pada segmen pembeli yang sempit (atau
market niche) lalu bersaing dengan biaya yang lebih rendah dengan demikian mampu
melayani customer niche dengan harga lebih rendah. Contoh : Produsen privat label
produk makanan, kesehatan dan kecantikan, dan suplemen nutrisi menggunakan
focused low-cost strategy untuk menawarkan harga yang lebih rendah kepada pembeli
di supermarket daripada yang diminta oleh produsen produk bermerek.
4. A focused differentiation strategy — berkonsentrasi pada segmen pembeli yang
sempit (atau market niche) dan bersaing dengan kompetitor yang menawarkan produk
dengan pembeli khusus dengan menawarkan produk yang lebih baik daripada produk
kompetitor. Contoh : Lululemon memproduksi pakaian yoga berkualitas tinggi,
menarik sekelompok pembeli loyal terhadap produk mereka. Jiffy Lube International
dengan service ganti oli cepat, McAfee dalam perangkat lunak antivirus.
5. A best-cost provider strategy — memberikan produk yang bernilai tinggi melebihi
biaya yang dikeluarkan pelanggan untuk memperoleh produk atau pelayanan tersebut.
Pendekatan ini merupakan strategi yang memadukan unsur-unsur low-cost provider
strategy dan differentiation strategy, dengan tujuan menawarkan produk yang berbeda
dari yang lainnya dengan biaya rendah.
Perusahaan disebut memiliki competitive advantage ketika menghasilkan nilai tambah yang
lebih bagi customernya dibandingkan dengan kompetitornya atau menawarkan nilai yang
sama dengan biaya lebih rendah. Keuntungannya adalah keberlanjutan perusahaan, dapat
terus bertahan meskipun ada upaya terbaik dari kompetitor untuk menyamai atau melampaui
keunggulan ini.
Strategi perusahaan dibentuk sebagian oleh analisis dan pilihan manajemen serta
kebutuhan untuk beradaptasi. Menyusun strategi merupakan suatu kegiatan yang terus
menerus dilakukan. Strategi perusahaan cenderung berkembang karena perubahan keadaan
dan upaya berkelanjutan oleh manajemen untuk meningkatkan strategi agar terus berkembang
dan berkesinambungan.
Strategi Perusahaan sebagian proaktif dan sebagian reaktif. Pada dasarnya sifat
berkembang dari strategi perusahaan yaitu campuran dari (1) inisiatif yang proaktif dan
terencana untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dan mengamankan competitive
advantage dan (2) tanggapan reaktif terhadap perkembangan yang tidak terduga dan kondisi
pasar yang baru. Strategi perusahaan yang disengaja terdiri dari elemen strategi proaktif yang
direncanakan; strategi yang muncul terdiri dari unsur-unsur strategi reaktif yang muncul
sebagai perubahan.
Model bisnis perusahaan menetapkan logika bagaimana strategi akan menciptakan
nilai bagi pelanggan dan pada saat yang sama menghasilkan pendapatan yang cukup untuk
menutupi biaya dan merealisasikan laba. Terdiri dari dua elemen yang pertama adalah
customer value proposition - rencana untuk memuaskan pelanggan dengan memenuhi
kebutuhan dan keinginan mereka dengan harga pelanggan dengan mempertimbangkan nilai
tambah yang akan mereka peroleh dan profit formula - rencana struktur biaya yang
memungkinkan perusahaan untuk memberikan proposisi nilai pelanggan secara
menguntungkan. Elemen-elemen ini diilustrasikan oleh kerangka biaya-harga-biaya.

value-price-cost framework

Strategi yang berhasil akan melewati tiga tes yaitu yang pertama Fit Test (eksternal, internal,
dan dinamis konsistensi), competitive advantage test (keunggulan kompetitif yang tahan
lama), dan performance test (outstanding financial dan performa pasar).
Merancang dan mengeksekusi strategi adalah fungsi inti dari manajemen. Strategi
yang baik ditambah dengan pelaksanaan yang baik akan menghasilkan kinerja manajemen
yang baik pula. Seberapa baik kinerja suatu perusahaan dan tingkat keberhasilan pasar yang
dinikmati secara langsung dikaitkan dengan merancang strategi dan kemahiran dalam
menjalankan strateginya.